Jungkat

REVIEW Kanky Kumo - Desain Berani, Nyaman untuk Jalan Jauh, Sayangnya... (YouTube Video)

  • 22/03/2026

Jumpa lagi di review sepatu kali ini bareng sama Dedi dan Angga. Oke, kita mau review apa? Kangki kumo. Oke, enggak. Kali ini kita mau review kumo, kan? Eh, kumo ini yang leag. Ini yang kan ini le kumo. Oke. Oh, sama kumo. Kanki. Kumo. Sama seperti Supra, Pak. Ada yang yang ada yang Yamaha. Oh, oke. Ada yang Toyota. Oh. Oh, tapi kan beda kalau Supray Yamaha sama Toyota emang beda. Ini saya mau jelasin satu motor yang satu mobil. Ini saya mau jelasin. Ini kan sama-sama sepatu Pak [tertawa] tapi beda rasanya. Beda ya. Beda rasanya ya. Oke. Berarti ini kanki kumo ya kan? Kanki kumo. Bedakan dengan kumo yang sebelumnya. Ah ini kumo yang beda waterproof. Waterproof ini tidak. Langsung aja dijelasin kalau upernya ini tidak waterproof ya. Jadi jangan berharap kalau yang namanya kumo tuh pasti waterproof. Enggak. Oke, mari kita lihat. Mari kita lihat. Oke, cakep nih. Sebenarnya cakep. Iya. Kango ini apalagi di bagian ini ya, desain sampingnya. Iya. Silet-siletnya ini nih beda dari yang udah pernah dirilis bahkan sama sepatu lokal manaun. Iya, betul. Pinggir-pinggirnya beda ya. Beda. Agak berat tapi ya memang karena mungkin pertama dia pakai aksen reflektif di mana-mana. Hmm. Itu lumayan nambah berat karena aman nih buat lari-lari nih pagi malam-malam atau jam 3. Ya. Betul. yang nyolot lampu jauh kalian justru silau nanti. Silau. Ah, gitu. Kinya kaki gitu. Nah, kakinya [tertawa] kang ditambah bagian em mid eh mid sih bagian uppernya ini pakai mesh yang lumayan rapat walaupun tetap ya tidak kedap air ya. Heeh. Terus juga dikelilingin di bagian tobx sampai ke bagian lace. Heeh. Itu sytetic leather juga yang kelihatan seperti th leather kalau pakai jordan 3 nih. Oh iya i ya. Betul betul betul betul. Pecah-pecahnya gitu. Iya iya iya iya. Dicap atau emang aslinya begini ya? Sepertinya sih synthetic liner yang seperti ini. Seperti iya. Terus juga bagian reflektifnya itu sampai ke tali sepatu juga loh. Serius? Oh iya. It looks like it. Iya iya. Aku aku sih belum pernah belum belum coba, tapi ini he terlihat seperti sepatu ee tali sepatu running yang reflektif. Oh, enggak segitu reflektif? Iya, enggak segitunyaitu. Oke, tapi ya okelah maksudnya ee desainnya beda banget ya sama ee sepatu lokal sebelumnya. Karena kan sepatu lokal yang lainnya jarang ada yang pakai siluetnya AirMax kan. Itu [tertawa] itu pasti kalian not saya coba menutupi sebenarnya dari awal karena kalau ngomongin ini suatu apa ini seperti Airmax One atau 90 [tertawa] langsung dibongkar emang enggak bisa emang gak bisa ngeles ya beda beda bed langsung kelihatan langsung kelihatan langung kelihatan dia. [tertawa] Oke, bagian tangnya mesh juga masih. Dan di sini ada penahannya ya. Jadi, tapi mesnya ini tangnya enak ya. Tangnya enak. Empuk. Empuk. Eh, elastis. Lembut lagi. Yes, lembut. Itu yang bikin jadi enak ketika pakai ee ketika masukin kaki pertama langsung kayak kedorong gitu ke dalam. Sayangnya size-nya enggak ada yang gede nih. Ya, betul. Ini cuma dari 39 sampai 45. Oh, tipis sekali. 35. E 45nya tuh di mohon maaf nih kanki, saya enggak bisa ikutan #move withky karena yang satu ini enggak bisa enggak bisa dibawa move cannot move me kurang gede [tertawa] kurang gede. Kurang gede soalnya word play makin kaya raya ya di dunia persepat ini. Ngeri ngeri ngeri ngeri. Oke lu lanjut gimana? Lanjut dulu. Di belakang ada full tab yang kali ini di kanki ini kuat Pak. Tidak di Kangki yang waktu itu Bapak tarik-tarik saya deg-degan karena ada bunyi ketek. Oke. Oke. Ini oke ini dan ya balik lagi belakangnya ada reflective panel 3 ini masuk masih masuk tinggal kekecilan ya. Terus juga ada panel reflektif lagi. Nah. Iya. Belakang ada panel-panel juga ya. Dan cakep loh ini. Serius cakep nih. Iya. Dan heill support-nya itu di bagian belakang ada karena ada si ee leather ini nih sttinic leather tadi nih. Iya. Kayaknya dalamnya juga ada something deh. Kalau saya bagian bawah ya kelihatan. Heeh. Di sini tuh nongol tuh bagian bawah. Heol sebelah sini setengah ke bawah ada ada penjaganya gitu ya. Heeh. Ya. Megang tumit lah. Jadi kayak kerasa ee di apa? Padah. Eh bukanah apa sih disanggah dengan sanggah. Ini maksudnya kategori apa sih? Sepatu apa sih? Lari. Sepatu apa sih? Ini sport style sebetulnya. Tapi Kangki di Shopee-nya di marketplace-nya itu nyebut kalau ini sepatu running. Ya, betul. Sport style running. I sport style running. Bergaya sepatu running. Iya kan? Jadi bentuknya kayak sepatu running kan. Iya sih. Dan ya ini yang paling mencolok sebenarnya ketika ketika bahkan ketika ngelihat katalognya mereka di marketplace si air bubble-nya ini mereka nyebutnya Air bubble. Iya. Air bubble. I. Oke. Mirip banget ya. Mirip emang air, Pak. Memang iya betul. Tapi mirip boleh enggak dibikin enggak terlalu mirip begini? Ini Air ya. Dan ee ya balik lagi kalau itu kan teknologi yang sudah lama sekali ya sebetulnya ya. Yes. Yes. Tahun bahkan tahun '0-an itu. Hm. Gua masih sekolah itu. Itu dia gu masih sekolah udah ada yang pakai. Jadi ya kalau dibandingkan sama sepatu-sepatu yang ada saat ini tentu bounciness-nya atau empuknya tuh jauh. Beda beda karena teknologi yang berbeda. Heeh. Cuma memang ini terasa apa? Pantulannya itu enak ketika dibawa jalan. Iya. Cuma ini empuk enggak sih overall-nya? Kalau overall empuk enggak, tapi ya itu karena si air bubble-nya ini kan sebenarnya fungsinya adalah ngasih pantulan ketika lagi ngelangkah ya. Jadi lumayan ringanlah langkahnya. Hm. Jadi kalau dibilang pertama kali coba ini enggak terlampuk, jangan iseng dibolongin ya. Oh ya. Kalian tidak akan mau pakai aduh sepatu yang unit bubble-nya ini bolong. Bolong enggak? Engak. Jadi enggak ada efeknya lebih parah lagi. Bukan cuma enggak ada efeknya ada bunyi-bunyi gitu. Iya. Jadi kayak sepatu refleksi nanti gitu. [tertawa] Jadi jangan ya jangan mencoba kalau gua kempesin bisa kali gitu. Lebih empuk enggak? Empuk enggak? Enggak enggak bukan begitu cara kerjanya. Dan di bagian outsold-nya ini ada rubber ya yang lumayan sturdy. Jadi secara ya memang gripnya pun oke. Gua suka sih ini hitamnya aku pakai ketika di Bandung lagi hujan ya. dan ya ng-grip oke enggak ada masalah cuma ya itu karena balik lagi mungkin ini balik lagi teknologi lama dan kita sudah terbiasa dimanjain sama sepatu-sepatu IVAF foam atau boost bahkan yang sangat-sangat empuk ya boost nih jadi lumayan kaget waktu pertama kali pakai ini rasa capek gitu tapi setelah penyesuaian ternyata justru sangat stabil pertama itu stabil pasti karena juga grip griepy banget bagian rubbernya terus si air bubble-nya ini benar-benar bikin langkah agak lebih ringan pantulannya. Dapatlah gitu. Yang jelas pai ini harusnya masih lebih enak daripada pakai Jordan. Jelas. Satu gitu ya. Jelas ya. Atau dunklow misalnya. Iya. Dan itu sih tampilan unik. Unik banget ini. Unik banget pendekatannya Kangki buat ngasih panel reflective yang didesain sedemikian rupa ya. Jadi benar-benar kalau mau ngomongin flexing ini reflexing reflecting dan bisa dipakai flexing lah. Bisa bisa. Terus oh shock linernya ini juga yang tadi dibilang lembut enggak cuma di tang, dia sampai ke dalamnya juga lembut banget kayaknya akhir nemu nih kalau misalnya kita pakai Kawasaki pendek masih enak nih kayaknya harusnya ya. He he. Iya. Belakangnya juga enggak terlalu karena Kanki dulu sempat dikomplain gua ingat Bang ee kita dak dikomplain karena terlalu tinggi. Terlalu tinggi ya. Waktu itu zamannya masih banyak yang pakai kaiki pendek. Iya. Kena kan terus diturunin di sininya. Heeh. Dan belakangan gua lihat ee kanki itu salah satu yang paling gampang untuk Kawasaki pendek. Iya, paling nyaman. Karena yang lain udah enggak kayak enggak peduli gitu. Udah tinggi-tinggi aja K sak gitu. Iya, benar. Benar, benar. Kayak zaman sekarang aja lu tinggi ka sakinya tuh. Beres. Sekalian flexing ya kan bantu yang jual kaos kaki. Iya. Heeh. Bantuin jual kaos kaki. Breatability gimana? Sejauhnya. Breat ability ee ya memang ini agak gerah sih sebetulnya walau enggak yang parah banget ya. Tapi kalau dibandingin sama misalkan pakai e Spotch deh misalnya atau yang Spotch 9 E 78 atau pakai Brodo Ace ini bahkan Brodo ya ini ini mah kayak enggak pakai sepatu itu kan karena ringan kan I itu jauh jauh jauh jauh jauh mungkin 111 sama yang kumo ini. Cuma bedanya kan dia waterproof ini tidak. Buset serius emang berasa terkungkung gitu. Buset kumonya elik kan soalnya enggak enggak berasa napas sepatunya. Betul. Karena kan ada waterproof harus gitu ya. Ini sayangnya seperti itu jadi catatan juga tapi ya bisa dimaafkan karena ya itu tadi kalau ngomongin kenyamanan pakai ini sepatu ini eki kumu ini dapat lah. Mungkin kurang cocok buat yang ee badannya berat ya. Ya, mungkin di airnya enggak segitu lembeknya gitu. Jadi terasa ngehentak justru kalau iya ngentaknya bakal ini. Cuman kalau buat yang tubuhnya ringan-ringan mungkin cocok banget ini. Styling. Oke. Dan mungkin juga buat yang ee tinggi tubuhnya agak kurang memadai mungkin atau kurang pas atau masih pengin lebih tinggi lagi. Kayaknya ini agak mendorong lebih tinggi ya rasanya ya. Iya ini soalnya iya ya hitungannya lebih tinggi sih kalau di terasanya kata lebih tinggi soalnya. kelihatan lebih tinggi. Mungkin karena efek si air bubble ini ya. Mungkin mungkin karena iya ada air bubble soalnya kalau dirasa-rasa begini tebal loh ini. Iya kan? Aku soalnya enggak enggak enggak yang ngeli apa ngebeli ini murni karena pengen nyobain air bubble-nya. Mau nyobain air bubble-nya. Jadi aku enggak peduli tingginya itu benar-benar pengin nyobain ini. Bener enggak sih? Ngaruh ngaruh semirip apa sama AirMax? Uh ini sepertinya identik sekali. Betul. Inspired sekali. Inspired sekali. Tapi rasa rasanya gimana? rasanya ya kalau di AirMax dia lebih mantul lagi sih. Hm. Cuma itu kan hal yang gak bisa diukur sebetulnya. Mungkin bisa diukur tapi kita belum belum belum ada dibent. Iya belum ada tesnya tapi kalau dirasa ya kalau kata anak sekarang 67 lah. Aduh [tertawa] gaya banget kok. Kayak enggak pantes 67 lah. 67 padha. 67 itu bukan kayak 111 loh. Beda loh itu. Beda beda. Salah salah salah beda loh itu. [tertawa] Beda loh. 67 itu ini standar kalau itu ya. I kan 67 ya. I saya 111 tuh. Ah [tertawa] jadi gagal. 111 Pak. Iya Pak 111 ya diketahuin loh. Iya emang menyesuaikan aja itu. Omom ngapain sih sok-sokan sama Ken? [tertawa] Mana channel-nya gede lagi. Eh, colorway ada apa aja? Color ada empat warna dia. Oh, ada empat. Eh, sor lima. Uh, banyak. Ada off white ini. Terus juga black white navy ya. Ini white black. Ini white black. Oke. Ini white black. He, white. Ada blacknya. Sunnd apa? Dan sun red sun red. Iya. Agak agak ke apa? Ke coklatan. Agak kecoklatan. Iya. Iya, iya. Iya. Ee kalau overall sih itu ya balik lagi kalau ngomongin kenyamanan ini nyaman dan stabil. Seal kalau kebiasa pakai ini kenapa pentingnya rotasi dan punya beberapa jenis sepatu karena kalau terbiasa pakai yang ee kayak ultra boost atau pakai gel as gel itu bakal kaget pakai ini karena teknologinya kayak mundur ke beberapa puluh tahun yang lalu. Walau kalau gaya masih sangat masuk ya sampai sekarang. Iya. Iya. Ya, menarik sih. Sebenarnya tadi gua pikir, gua tadi berpikir pengin nyoba ya, tapi kan gak ada size-nya. Jadi ya sudahlah saya serahkan pada lu aja buat nyoba lu aja buat nyobain. Tapi overall tampilannya cool sih. Keren maksudnya. Em mau dibilang apa? Retro dia reting habis sih. Street looking parah sih. Street looking ya. Mau dibilang retro agak retro ma dibilang Y2K banget juga enggak gitu kan. Enggak enggak enggak soalnya dia before Y2K. Iya sih. Iya kan? Iya. AirMX itu B4 Y2K sih bilang deadus masih agak sik juga enggak gitu deadus juga gitu ya jadi retro looking mungkin ya lebih kayak membawa dari masa lalu gitu karena ada ininya padahal enggak juga ini masih sekarang masih ada masih masih zaman sekarang masih ada juga di Vapor Max di AirMax 720 iya masih juga he oke ada lagi yang mau ditambahin menurut ada masalah apa selain selain yang tadi masalah ini ya itu ini walaupun tetap breathable namanya mesh ya tapi ee tidak semaksimal itu. Dan sayangnya ini tidak waterproof. Terus juga bobotnya terbilang lumayan berat. Jadi kalau enggak terbiasa rotasi sepatu dengan yang ee bobotnya kurang lebih kayak ini itu akan terasa Iya sih ini 42 aja berat banget. 42 berat banget. Ini akan terasa sangat menyiksa pergelangan di kaki karena jadi butuh usaha lebih ketika lagi ngelangkah. Itu aja talnya. Oke. All in all. Jadi kalau mau beli ini, belilah karena penampilan yang menarik ya. Betul. karena penampilan yang menarik karena saya juga belinya karena itu. Nah, kalau dari kalian sendiri menurut kalian bagaimana? Coba deh tulis di kolom komentar. Apakah emang penampilannya keren buat sekarang atau mungkin ah nanggung kalau kayak gitu masih beli masih kayak beli contekan kan aslinya masih ada gitu kan. Nah, menurut kalian sendiri gimana nih? ini lebih kayak ada nuansa baru atau ini masih seperti ee mengintip tetangga gitu dan kalian sendiri suka apa enggak desain yang seperti ini karena kan setelah dibahas ini baliknya ke styling kan gitu. Oke kalau gitu langsung aja tulis di kolom komentar unek-unek kalian dan sampai ketemu lagi di review sepatu berikutnya. See ya. [musik]

Lihat di YouTube