Jungkat

Review Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 | Komplit, Kencang, Tablet Layar Besar dgn Harga Menarik! (YouTube Video)

  • 22/07/2026

Bagaimana caranya? Tablet Android ini layarnya besar, kencang, paketnya lengkap, ada stylusnya, ada keyboard-nya, tapi harganya masih di bawah Rp10 juta. Ya, ini adalah Lenovo Idea Tab Pro Gen 2. Layarnya 13 inci, 3,5K, refresh rate-nya 144 Hz. Nyaman banget dipakai buat nonton. Kencang juga loh SOC-nya Snapdragon 8S Gen 4. Bahkan buat main game berat yang yang seberat-berat apalah terserahlah. udah mumpuni banget. Yang satu nih buat kerja multitasking bisa banget ada stylus dan ada keyboard juga dalam paket penjualannya yang tentunya bikin tablet ini bisa jadi teman kerja yang nyaman untuk digunakan. Ada juga WPS Office PC Level nih yang banyak banget nanya ini ada di sini aplikasi kerja profesional yang fungsi dan tampilannya mirip banget dengan aplikasi versi PC. Nah, ketinggalan ada juga Lenovo AI yang juga bisa mempermudah kita dalam berbagai aktivitas. Tapi pertanyaannya apakah dengan ini semuanya tablet ini benar-benar bisa mengganti sebuah laptop? Lenovo Idea Tab. Ya, ini adalah salah satu lini tablet Android dari Lenovo. Salah satu ya sebelumnya kami udah sempat bahas tablet dari lini mereka yang lain. Ada Yoga Tab dan ada Legend Tab. Jadi kalau ada yang nanya, "Wah, penginnya yang lebih keren dari ini dong." Ada Yoga Tab. beli tuh sono ya. Ada yang bilang lagi, "Bang, mau yang 8,8 inci atau 8 inci aja yang kecil-kecil." Ada Legend Tab. Nah, tuh sudah tersedia. Sekarang kita mau bahas yang di bawah Rp10 juta. Nah, seperti di laptop, Idea Series ini posisinya ada di kelas yang lebih terjangkau. Jadi, enggak heran ya kalau tablet Ideat T Pro Gen 2 ini hadir dengan harga yang menarik walaupun apa yang ditawarkan tuh terbilang lengkap. Nah, kita akan bahas tablet baru ini mulai dari ee isi paket penjelaat tentunya ya. Nah, di dalamnya tentunya ada unit Lenovo AL T Pro Gen 2 dan tentunya ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya di sini. Ada charger 45 watt, lalu ada kabel USB C2C, ada hard case, dan ada keyboard pack. Kemudian masih ada lagi Lenovo Tab Pen Plus Plus lengkap dengan penipantinya, ada tray ejector dan ada paket dokumen. Sayangnya nih, Lenovo tidak menyertakan screen protektor bawaan untuk layar tablet ini. Nah, untuk desain ini terlihat fresh ya. Khususnya untuk warna jelly mint yang kami gunakan untuk video ini ya. Opsi warna lain tuh ada luna gray dan ada cloud gray. Tablet ini juga punya body yang lumayan tipis. Untuk dimensinya tuh lebarnya 296,5 mm, tingginya 191,9 mm dan tebalnya di 6,2 mm. Bobotnya dikisaran 600 gr saja. Jadi untuk tablet dengan layar yang lumayan besar ini bodinya masih terbilang cukup tipis dan relatif ringan ya. Ingat laptop itu rata-rata di atas 7 kg ya. tablet ini juga punya body belakang yang flat, frame flat dan layar flat juga. Tapi karena ada gangguan tipis di sudut-sudut frame-nya, tablet ini jadi tidak menimbulkan kesannya tuh serba flat yang kaku dan tajam-tajam gitu. Enggak gitu ya. Nah, kita coba lihat apa yang ada di sekeling tu di tablet ini dengan tablet kita pegang di posisi horizontal. Di kanan ada dua grill speaker, ada USBC, lalu di atas ada area tempat stylus, ada dua mikrofon, ada tombol volume up and down, lalu kemudian di kiri ada dua grill speaker, ada tombol power, dan ada tray micro SD. Jadi untuk ekspansi storage ya ada ya ada micro SD di sini ya. Di di bawah ada konektor untuk Pogo PIN iya jadi dia nyambung ke keyboardnya itu fisik bukan pakai Bluetooth ya di sini ya. Nah, tablet ini juga terlihat dibekali empat buah speaker ya quad JBL speakers dan ini disebut mendukung Dolby Atmos. Kualitas suaranya udah mantap ya. Terasa lebih dominan di mid memang dengan bass tipis tapi cukup terasa sebetulnya. Sayangnya memang traelnya juga enggak kencang-kencang amat. Jadi benar-benar berasa mid ya. Nah, bagaimana dengan efek surround Dolby Atmos-nya? Untuk konten yang mendukung ini terasa cukup jelas banget ya. Tentunya ini bisa menawarkan pengalaman yang lebih imersif karena rasanya tuh lebar aja gitu. Rasanya secara umum suaranya terasa relatif rapi dengan volume yang udah terbilang lantang dan cocoklah ini untuk aktivitas hiburan seperti main game, nonton film atau dengerin musik juga udah bisa ya. Selain itu dia juga akan cocok untuk penggunaan serius seperti saat video call atau video conference. Oke, kita beralih ke sisi depan. Ini adalah layarnya. Layarnya IPS 13 inci Pure Side Pro Display. Jangan protes soal panel IPS-nya. Ini adalah panel yang lebih terjamin awet tahan lama sebetulnya ketimbang dipasangin panel OLED. Dua-duanya punya kelebihan. Panelet punya kelebihan, IPS punya kelebihan. Pakai panel IPS itu enggak berarti burik ya. Ya, kalau ada teman kamu yang bilang, "Wah, burik tuh panel IPS." Niri dia kali. [tertawa] Nah, panel IPS-nya bagus kok di sini ya. Jadi, ini pakai panel IPS dengan resolusi 3504 * 2190 piksel. Refresh rate-nya up to 144 Hz dan saat enggak ada aktivitas refreshnya bisa turun ke 30 Hz. Sayangnya di home screen dan app drawer itu refreshernya malah jadi sering ketahan di 120 Hz ya mungkin biar langsung enak buat swipe-swip mungkin ya tapi melihat bahwa dia mang bisa turun ke 30 Hz jadi ya mungkin aja dengan update berikutnya nanti akan ada perbaikan bisa jadi. Nah untuk brightness saat kami uji untuk kondisi standar brightness tertinggi ada di kisaran 625 nit. Sayangnya saat kami coba simulasi outdoor kami tetap hanya mendapatkan brightness sampai kisaran 625 nit. Secara umum ini memang bukan yang super terang ya. Kalau super terang itu ya di 800 lah ya gitu ya kurang lebih ya paling enggak itu start dari 800 700-an sampai 800-an itu mulai mulai terang banget itu ya tapi harusnya brightest di atas 600 ini sudah lumayan lah sudah lumayan cukup untuk penggunaan tablet di luar ruangan di siang hari asal jangan di bawah matahari banget gitu lagian agak aneh juga kalau kalian ngetik di bawah matahari trik matahari banget gitu misalkan cari tempat yang teduh dulu ya nah lalu untuk mode warna layar itu ada dua yang tersedia itu standar dan vibrant mode standar terlihat diarahkan berganti 100% SRGB. Mode ini akan lebih cocok kalau kita butuh ngedit warna di foto atau video dengan tablet yang satu ini. Sementara untuk mode vibrance saturasi warnanya lebih tinggi mendekati 100% di CP3. Untuk beza layar bukan yang super tipis tapi terbilang udah sesuailah untuk tablet 13 inci. Basel ini juga tebalnya relatif simetris ya di keempat sisi layarnya. Nah, untuk layarnya udah support input sampai 10 jari. Ini banyak yang nanyain ya bisa 10 jari. Selain itu tentunya ada dukungan input stylus di layar ini. Nah, ini ada yang nanyain juga nih ya, ee tabletnya enggak pakai mat sih? Enggak ada kok. Terkait layar di sini tuh ada varian tablet dengan matte edition display alias paper like antiglare. Ini menawarkan pengalaman baca dan tulis di layar yang menyerupai pengalaman saat menggunakan kertas. Sesuai dengan sebutannya, layar tersebut juga antiglare. Jadi, isi layar akan mudah dilihat tanpa khawatir terganggu pantulan dari benda-benda dan apapun yang nyala-nyala di start kalian lah ya. Tapi untuk pengujian kali ini kita akan pakai versi yang versi biasa karena yang versi biasa ini yang harganya mantap banget ya, bukan yang matte edition yang edisi spesial itu. Nah, oke kita lanjut lagi. Di sisi depan ini ada kamera depan yang 8 megapel yang ditempatkan di tengah bezel atas layar saat tablet dipegang di posisi horizontal. Buka F2.0 fix fokus perekaman video sampai 1080p 30 fps. Berada kisi belakang ini adalah kamera 13 megapel F2.2 auto fokus per kamera video sampai 4K 30 fps. Kamera dilengkapi dengan LED flash. Sementara untuk fitur kamera di sini ada AI photo and documents ya. Lalu kemudian untuk spek internalnya. Untuk SOC-nya tentunya udah dibahas tadi Snapdragon 8S Gen 4 kencang dong. Untuk RAM-nya 8 GB LPDDR 5X. Ada RAM expansion juga dengan opsi sampai 6 GB. Ini kalau ada yang protes kenapa RAM-nya 8 GB? Ya udah bagus ini bisa di bawah R10 juta. [tertawa] Yang kayak gini-gini nih tembus di belasan juta harusnya ya. Kami kaget bahwa Lenovo bisa menyediakan di harga segini. Jadi kalian jangan pakai standar 2024 dan 2025 untuk RAM dan storage. 8256 di bawah R10 juta dengan tablet sekencang ini. Itu murah sebetulnya. Jadi jangan protes ya. Kalau kalian protes ada tuh yang 12 gig ya. Ambil yang yoga sana. Oke lanjut lagi ya. Untuk storage dia 256 GB UFS 4.0 dan seperti dibahas tadi ada dukungan untuk micro SD sampai kapasitas 2 TB. Jadi kalau buat nyimpan-nyimpan file multimedia yang mungkin gede-gede banget itu, nah pakai micro SD lah bisa ya. Untuk baterai 10.200 mAh dan sudah support charging 45 watt. Ini sesuai dengan charger bawaannya aja ya. Untuk sensor dia ada meter, light sensor, dan giroskopnya hardware. Lanjut untuk konektivitas. Wii-nya Wii 7 dan support band 2,4 GHz 5 GHz dan juga ada 6 GHz-nya. Untuk Bluetooth ini Bluetooth 6.0 dan sudah support Bluetooth codex SBC, AAC, LDAC, Uptex, aptex HD, dan Uptex adaptif. Ah, banyak banget. Oke, untuk USB udah 3.2 gen one kecepatannya sampai 5 GBPS. Nah, USBC ini banyakannya juga ini sudah mendukung display output lewat type C. Jadi bisa nyambung ke layar-layar eksternal. Nah, saat kami coba dia bisa support output sampai 4K 60 Hz. Selain itu tentunya dia juga mendukung USB OTG. Pakai USB hub juga tentunya bisa. Apakah bisa pasang keyboard selain keyboard pack bawaan? Bisa saja sebetulnya. Mau pasang keyboard dan mouse pun bisa sebetulnya ya. Itu bisa pakai USB lewat USB hubai yang Bluetooth. Bisa juga diconect ke sini. Bisa bisa. Kalau mau ya siapa tahu ada yang mau pakai mechanical keyboard di sini ya. Nah, bahkan misalnya kalau mau pakai tablet ini dengan gaya ala-ala desktop kita bisa pakai USB hubat keyboard, mouse, serta display output ke monitor atau ke TV. W lengkap tuh ya. Bisa lebih nyaman lagi dipakai kerja atau aktivitas online lainnya ya. Apalagi ini kan kameranya udah mantap banget nih kalau mau dipakai buat online meeting. Oh, ngiri tuh yang pakai laptop-laptop cuma 720p sama 1080p itu. Lanjut untuk keamanan dia pakai facial Reutition. Untuk OS dia pakai Z UI 18 berbas Android 16. Dan ini masih dapat janji dua kali update versi Android. Jadi dia akan bisa mencapai Android 18 untuk security update-nya. Tapi ya dia nyampai 4 tahun ya. Jadi setelah update dua kali itu masih ekstra lagi dapat 2 tahun update lagi untuk security-nya. Jadi aman sampai tahun 2030. Bukan berarti setelah itu dia mati ya masih dipakai juga ya. Untuk UI ini terbilang sederhana, minimalis, tapi kayak fitur. Ini gayanya keluarga Lenovo banget lah. Untuk fitur AI yang tersedia ini cukup banyak ya. Salah satu yang bisa jadi membantu kita adalah Lenovo Smart AI input. Misalnya ini fitur generative AI yang bisa diakses dari mana saja secara cepat dengan menekan tombol smart key di keyboard. Misalnya saat kita mau ngirim email, kita bisa panggil AI ini untuk membantu menyusun isi email sesuai kebutuhan kita. Lalu ada smart reader. Ini berisi smart capture, AI explain, dan AI Notes yang bisa membantu kita dalam berbagai hal terkait catatan yang kita buat. Bisa untuk merangkum, bisa untuk cari info yang lebih terkait hal-hal yang belum kita pahami dan lain sebagainya. Masih ada juga Lenovo AI Creation yang salah satu fungsinya adalah Sketch Image ya. Ada juga Lenovo AI Live Transcribe ya, serta tentu saja fitur bawaan Android seperti Google Mini dan CCLE to Search ya itu ada bisa ya. Lalu Lenovo Smart Connect tentunya juga tersedia. Fitur ini membuat kita bisa menghubungkan tablet ke laptop, smartphone, dan beberapa device lainnya. Pengendalian perangkat-perangkat tersebut jadi bisa dilakukan lewat satu interface memudahkan sekali di sini. Kemudian yang selalu ditanyain kalau udah bahas tal tablet itu adalah WPS Office PC level. Ya, Lenovo punya dan dia menawarkan WPS Office PC level di tablet ini. Office Suite ini hadir dengan user interface atau tampilan ala versi PC gitu ya. Seperti PC lah gitu ya. Jadi, ini seharusnya akan terasa lebih familiar kalau kita biasa menggunakan aplikasi Office Site di PC. Menariknya ini juga kompatibel dengan file-file Microsoft Office tentunya ya, bisa untuk file Word, Excel, dan PowerPoint. Fitur-fiturnya juga disebut lebih mendekati aplikasi versi PC, bukan fitur yang lebih dibatasi seperti aplikasi Office Suite versi mobile gitu misalnya. Enggak, ya. Jadi dengan WPS Office PC level ini kita bisa pakai idea Tab Pro Gen 2 ini untuk mendukung kerja atau kuliah seperti layaknya saat kita pakai PC desktop atau laptop. Tapi apa kita cuma bisa pakai yang itu aja? Tentunya enggak ya. Kita pastinya bisa pakai aplikasi produktivitas termasuk Office Suite yang lain yang tersedia di dalam Google Play Store. Kan ada Google Play Store-nya resmi loh Google Play Store-nya ya. Lanjut untuk ioris pendukung. Oke, di sini kita mulai dari stylus Lenovo Tab Pen Plus ya. Styus ini mendukung 4096 pressure level serta tilt sensitivity. Saat kami coba untuk menggambar ini responsif banget ya. Nyaman sekali dengan akurasi yang baik. Termasuk untuk tebal tipis itu bisa berdasarkan kekuatan dari tekanan kita. Stylerus ini juga mendukung kontivitas Bluetooth untuk fungsi ekstra seperti untuk navigasi dan untuk presentasi. Kita bisa isi ulang daya baterainya lewat port USBC yang tersedia. Nah, saat tidak digunakan stylus ini bisa ditampilkan ke tablet di posisi seperti ini. Oke, sekarang mari kita coba two inone keyboard pack-nya. Nah, keyboard pack ini terdiri dari dua bagian, yaitu keyboard dan cover. Nah, cover dipasang ke belakang tablet seperti ini. Dan ini bisa digunakan untuk stand saat kita ingin memposikan tablet di posisi seperti ini. Ini magnetnya cukup kuat ya. Sementara untuk keyboard dipasang di sisi bawah dengan konektor yang tadi kita bahas. Nah, keyboard ini dilengkapi dengan touchpad juga. Ini mantap ini ya. Ee banyak yang sudah menghilangkan touchpad sementara dari Lenovo malah ngasih touchpad ya. Posisinya tuh center to space bar. Nice. Jadi posisi bisa dikatakan pas enggak mudah kena telapak tangan kita saat sedang mengetik. Touchpad-nya emang gak terlalu besar, tapi tetap nyaman digunakan dengan akurasi yang oke banget ya. Mungkin karena touchpad ini Lenovo jadi menyebut keyboard ini sebagai two inone ya, karena ada touchpad-nya juga. Sementara untuk tombol-tombol keyboardnya terasa punya travel design yang cukup dalam. Desain tombolnya pun e ini khas tombol keyboard Lenovo. Jadi rasanya sangat nyaman untuk mengetik, terasa empuk dengan jarak antar tombol yang terbilang mantap juga, memadai juga. Di sini kami merasa sangat nyaman mengetik dengan keyboard yang satu ini. Bahkan sebagian dari script ini kami ketik dengan tablet ini ditambah dengan keyboard-nya juga ya. Jadi tersennya mantap banget memang ini memang sangat mendukung untuk produktivitas. Oh ya, kalau Rasia tadi agak berlebihan sebetulnya kalau bicara keyboardnya Lenovo, Lenovo tuh punya history yang luar biasa kalau bicara soal keyboard. Sampai mereka ini sejak dulu itu sudah punya tim spesial hanya untuk ngurus keyboard doang. Jadi keyboard-keyboardnya Lenovo ini emang enak banget ya. Secara keseluruhan stylus dan keyboard pack memang ter saya bisa mendukung sekali pemanfaatan tablet ini sebagai pengganti laptop. Membantu meningkatkan kenyamatan pakai khususnya untuk aktivitas seperti gambar dan mengetik. Nah, kalau dibawa dalam paket lengkap, tablet, cover, keyboard, dan stylus, bobot totalnya jadi sekitar 1084 gr. Ini masih sangat ringan sebetulnya ya. Karena ee laptop yang di 1080 gr itu jarang sekali sebetulnya dan harganya wow kemungkinan zaman sekarang tuh di atas Rp20 juta ya. Udah syukur-syukur enggak R30 juta, ada yang Rp juta bahkan. Nah, okelah langsung kita masuk ke dalam benchmarknya aja ya. Dan semua pengujian benchmark ini dilakukan tanpa kipas. Oke, untuk Anut 11 kita dapat 2,3 jutaan. Geig B 6 core 2060 multiore di 6.400-an. Drimax sling shot Extreme unlimited open GL IS 3.1. Grafik skornya di 28.686 terima quad life stress test. Best score 15.750, low score 13.490 dan stability-nya sudah langsung di 85,6%. Ah, mantap ya. Trimax solar Bay ini dapat 7.870 poin atau 29,92 FPS. Oke, langsung aja kita lihat untuk gaming gimana. Langsung mulai dari sapo server dulu seperti biasa ya, game ini jalan di 120 FPS dan terbilang stabil di frame rate tinggi tersebut. Sayangnya memang kita belum bisa mendapatkan 144 Hz di sini, tapi tetap aja game ini akan terasa sangat mulus dan nyaman untuk dimainkan. Lanjut ke Mobile Legends. Game ini kita coba mainkan dengan setting R kanan dengan frame rate yang terbuka tuh ternyata sampai 90 fps alias super frame rate-nya kita dapatin itu terbilang rata di 90 fps. Saat ada battle rame pun frame rate-nya tetap terjaga. membuat game ini nyaman sekali dimainkan di tablet yang satu ini. Padahal bukan tablet gaming ya. Oke, lanjut lagi untuk PUBG Mobile. Nah, kalau di game yang satu ini frame-nya terbuka sampai 120 FPS. Nah, langsung aja kita coba di setting kualitas smooth ya. Hasilnya frame rate-nya stabil dekat dengan 120 FPS. Sesekali aja ada yang turun eh frame rate-nya tapi itu pun enggak turun sampai di bawah 90 FPS. Untuk jarro aiming, nah bisa tentunya terbilang nyaman dan gerakannya akurat serta responsif kan dia pakai hardware base cao. Di sini lanjut ke watering waves. Kita coba game berad-nya dengan setting quality di 60 fps. Frame rate yang kita dapatkan ada di kisaran 45 sampai 58 fps dengan rata-rata sekitar 49,5 fps. Sesekali aja ada sedikit penan frame rate ke bawah 45 fps. Tapi ini enggak terasa mengganggu sama sekali sih ya. Lanjut untuk Gensin Impact setting-nya high 60 fps dan frame rate-nya kita dapat rata 60 fps. Sesekali ada penurunan tapi ya jarang sekali dan tidak mengganggu juga. Game ini terbilang sangat nyaman sekali dimainkan. Mulus dan lancar. Rata-rata frame rate dalam setengah jam itu adalah 59,9 FPS. Jadi untuk rankingnya udah layak langsung dapat S aja ya. Ini enggak usah pakai dikipasin. Oke, setelah setengah jam ya, SH terting kita dapatkan di sisi layar tanpa dikipasin ya, itu ada kisaran 37 derajat Celcius. Ini adanya di area tengah atas layar. Ini sih baru mulai anget-anget dikit doang ya. Untuk si belakang sudah tertinggi cuma sedikit lebih tinggi di kisaran 38 sampai 39 derajat celcius di dekat modul kamera. So, area lain tuh terjaga sekali ya. Adem banget, enggak ada masalah. Oke, sekarang mari kita lanjut untuk pengujian kameranya. Oke, sekarang kita sedang berada di studio untuk menguji kemampuan kamera dari tablet Lenovo yang satu ini. Kita mulai dari kamera depan. Nah, kamera depannya ini bisa merekam video up to 1080p 30 fps. Dan di kondisi cahaya studio yang memadai, hasilnya kurang lebih seperti ini. Warnanya cakep dan detailnya pun juga oke. Masih di kamera depan, tapi kali ini kita menggunakan skenario pencahayaan ruangan biasa. Dan untuk hasilnya detail udah pasti agak sedikit turun ya. Meski begitu, muka saya masih terlihat cerah dan tampak jelas. Oke, sekarang kita beralih ke kamera belakang. Nah, tablet ini bisa merekam video up to 4K 30 fps. Dan di kondisi cahaya studio yang memadai, hasilnya kurang lebih seperti ini. Udah oke kan? Masih di kamera belakang, tapi kita menggunakan skenario pencahayaan ruangan biasa. Dan untuk hasilnya kurang lebih seperti ini. Menurut teman-teman gimana? Masih oke kan hasilnya? Oke, sekarang kita coba kamera tablet ini untuk online meeting menggunakan aplikasi Google Meet. Dan untuk hasilnya seperti ini. Kita juga bakal coba beberapa filter dan juga background. Kita mulai dari ini dulu nih bisa kalian lihat. Nah, ini enggak ada lagging atau patah-patah ya. Ini kameranya masih merekam video dengan lancar, masih aman. Untuk filter juga kita bisa pakai ini untuk loading filternya dulu. Nah, masih aman ya videonya. Ini untuk loading filter lagi masih oke dipakai untuk keperluan meeting online ini juga udah oke. Oke, jadi kurang lebih seperti itu pengujian kamera dari Lenovo Idea Pro Genu yang satu ini. Sekarang kita beralih ke pembahasan berikutnya. Lanjut lagi. Mari kita tes daya tahan baterainya, ya. E mungkin kalau kita mau cari acuan, acuan kita tuh harusnya laptop, ya kalau di sini ya. Oke. Oke, kita pakai acuan laptop. Untuk YouTube video playback 1080p, kita mendapatkan bahwa baterai baru habis setelah 18 jam 24 menit. Ini hasil yang terbilang baik mengingat layar tablet ini lumayan besar 13 inci, resolusinya tinggi dan ee kurang lebih masih sesuailah dengan harapan kami di kisarannya 18 sampai 19 jam. Kalau bisa 20 hebat banget. Tapi untuk kelas di bawah Rp10 juta dapat segini udah hebat banget. Oh ya, untuk hasil ini kita dapatkan dengan beratas layar diatur ke kisaran 200 nits ya. Untuk gadget-gadget seperti tablet kita set di 200 nits memang. Lanjut untuk YouTube streaming selama 1 jam, baterai berkurang 8%. Mainan TikTok swipe-swipe selama 1 jam, baterai berkurang 11%. Main Gensin Impact 60 fps. Kingan kencang banget ya, 30 menit. Baterai berkurang 13%. Wajar ya. Secara umum ini bukan tablet yang baterai super super super irit banget, tapi enggak bisa dibilang boros ya. Masih bisa dibilang ini rata-rata air lah ya. Lanjut untuk charging ya. Charger bawaan tadi 45 watt. Kita lihat dari 0 sampai 50% butuh waktu 36 menit. Sebentar dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 22 menit. Mengingat baterainya ada di 10.200 1200 mAh. Waktu charging-nya udah terbilang cukup kencang dan ini udah sesuai dengan janji dari Lenovo. Lanjut lagi untuk Netflix dia bisa Wifan L1 bisa streaming HD tanpa dukungan untuk HDR ya di sini ya. Untuk YouTube bisa streaming sampai 4K 60 fps dan HDR-nya bisa aktif. Wii sharing enggak tersedia ya wajar untuk sebuah tablet. Untuk kecepatan Wii tenang ini kencang. Kita coba dengan wifi 7 di kantor yang pakai internet sekitar 500 Mbps dan kita dapat kecepatan download serta upload seperti ini ya. sudah cukup mendekatilah ya dengan kecepatan maksimal yang tersedia di kantor kami. Udah kencang banget. Ah iya ada yang nanya kalau untuk printer bagaimana? Bisa nge-print enggak? Check this out. Oke, untuk harganya tablet Lenovo ID T Pro Gen 2 ini untuk paket yang lengkapnya tadi itu harganya ada di Rp9.899.000 jadi masih di ba Rp1 juta dong. Ini paket lengkap ya pakai stylus dan keyboard. He jangan protes. Banyak yang bilang, "Bang, itu enggak dibuat Rp10 juta, Bang. Itu dekat banget, tipis banget. Entar dulu." Kenapa kita bilang dibuat Rp10 juta? Karena kalau ada yang tidak merasa butuh keyboard, ada juga yang dipasarkan tanpa keyboard. Jadi hanya pakai stalus saja. Harganya Rp8.999.000 ya. 9,8an tadi udah dibuat R juta. Kalau kalian masih enggak terima punya patokan beda, oke enggak usah pakai keyboard aja. 8,999 di R juta kan ya. Kedua FR tadi hanya tersedia dalam RAM 8 gig dan storage 256 gig ya. Ya memang ya karena in this economy and in this RAM dan time emang begini ya kayaknya ya. Nah tadi kita udah bahas juga ya. Ada satu varian lagi dengan layar paper like antiglare alias yang pakai mat edition display ya. Banyak yang nanyain ini nih ada nih tapi ini hadir dengan RAM 12 gig dannya lebih gede di 512 GB. Mantap kan? Jadi kalau mau yang lebih an ada di sini juga ya. Harganya ada di Rp12.399.000. Ini lengkap dengan stylus dan keyboard-nya. Nah, semua varian Adab Pro Gen 2 ini hadir dengan WPS Office PC level yang gratis. Gratis ya. Dan tabletnya juga dilindungi garansi 1 tahun carry in ya. Oke, kita langsung masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, dia enggak support konektivitas selular. Dia Wii only. Tapi ini juga membuat kita jadi enggak perlu punya SIM card ekstra dengan langganan ekstra. Ya, lagi-lagi in this economy. Kenapa kita harus bayar ekstra, ekstra ekstra? Ya, bayar bensin aja udah ekstra ya. Enggak jadi dia pakai Wii aja, tetering aja ke paket utamanya kita atau ke wifi yang ada di sekitar kita. Lanjut untuk kamera depan atau kamera yang mengarah kita tuh perekaman videonya baru 1080p 30 fps. Walaupun demikian, ingat ya karena dia merekam itu pakai ISP. Jadi kalau dipakai buat video call ini mantap banget kualitasnya ya kalau dibandingkan dengan laptop. Lalu tentunya karena ini adalah tablet Android, dia tidak bisa menjalankan aplikasi produktivitas atau aplikasi-aplikasi apapun yang harus banget pakai Windows. Kalau kalian nanya, "Bang, ini bisa enggak, Bang? Ini, Bang. Ini bisa, Bang?" Gampang. buka aja website dari aplikasi yang kalian tanya itu. Cari dia bisa pakai OS apa, bisa pakai Android enggak. Kalau tulisannya cuman Windows doang, ya udah belinya Windows. Tapi kalau dia bisa jalan di Android atau dia bilang bisa jalan di browser misalnya gitu ya, ya pasti bisa jalan di sini. Lalu kalau ada yang pertanya soal gaming ya, wah bang enggak bisa dong game PC di sini. Iya ya. PC kalian enggak bisa game PS5 juga dan enggak bisa main pakai game-nya Switch 2 juga. Benar. Iya. Sama. Semua perangkat akan punya game-game yang spesifik ya, game-game mobile jalan di sini. Oke, lanjut lagi. Dia belum punya screen protoker bawaan dalam paket penjualannya. Lalu kemudian seperti biasa mungkin ada yang bilang kok layar cuma IPS? Ya, ya enggak ada masalah juga sih karena memang layarnya ini warnanya juga [berdehem] mantap kok. Enggak ada masalah menurut kami. Selain itu kan seperti bas tadi ya, IPS tuh tidak rentan burn in. Nah, dari segi kelebihannya untuk performa bukan yang juara paling kencang mungkin ya untuk 2026, tapi tetap aja ini performanya kencang tetap di kelas premium mau dipakai kerja, mau dipakai main game ini udah mantap banget layarnya IPS dengan tampilan yang berkualitas. Yes, betul. IPS tuh ada yang berkualitas, refresh rate-nya juga tinggi ya. Dan kalau dibutuhkan ada juga yang pakai layar paper light anti glare. Tapi perhatikan ya untuk varian ini harganya memang lebih tinggi karena RAM dan stor-nya memang lebih besar. Lalu untuk daya tahan baterai bukan yang luar biasa tapi sudah terbilang cukup baik untuk layar sebesar ini. Charging juga terbilang cukup kencang untuk baterai 10.200 mAh ya walaupun chargnya cuma 45 watt. Kemudian yang kita bahas dari tadi berulang-ulang paketnya lengkap, stylus ada keyboard-nya ada ya gitu keyboard-nya ada touchpad-nya pula. Stylusnya juga nyaman banget dipakai. Jadi udahlah mantap banget. Speaker juga udah kualitas suaranya mumpuni dengan sensasi seround yang mantap banget. Rasanya nonton di sini tuh lebar gitu suaranya ya. Lalu seperti dibahas tadi ada WPS Office PC level yang gratis buat yang butuh Office suite dengan tampilan ala desktop ini juga udah langsung terjadi di sini. Kemudian ada opsi warna yang terbilang fresh seperti yang kami gunakan untuk RP ini. Lalu USBC yang tersedia juga sudah bisa untuk display out dan ini sudah cukup kencang sampai 5 Gbps. Pertanyaannya tablet ini cocoknya buat siapa? Yang jelas Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 ini akan cocok untuk yang butuh tablet kencang dengan layar besar untuk berbagai aktivitas allrounder tapi harganya juga masih tidak tinggi-tinggi amat masih di baah Rp10 juta. Mau buat nonton layarnya besar dan tampilannya juga mantap plus speakernya juga oke. Buat main game performa juga udah mantap. Buat kerja tentunya bisa. Bahkan mau multitasking pun tablet ini sudah cukup memadai. Apalagi tablet ini hadir dengan paket lengkap dengan stylus dan keyboard bawaan. Yang keduanya udah nyaman digunakan untuk mendukung pekerjaan kita. Kalau kerjaan kita edit video bisa juga kan ada aplikasi video editing yang mumpuni tersedia di Android ya. Heh. E ada yang bilang harus pakai yang desktop version. Mohon maaf saya udah sekitar 7 tahun enggak pakai tuh desktop version tuh ya. FYPFYP aja tuh ya. Kemudian mau dipakai buat alat kerja portable tablet ini juga menarik bisa dipakai bersama dengan stylus dan keyboard saat butuh mobilitas yang tinggi. Sementara saat di rumah atau di kantor kalau dibutuhkan dia bisa diubah jadi seperti desktop dengan bantuan USB hub, monitor, mouse, dan keyboard tambahan. Tapi kalau ditanya apakah benar ini bisa jadi pengganti laptop dan desktop? Ya, PC laptop dan desktop tentunya ini kembali lagi ke kita sendiri. Apakah semua aplikasi pendukung pekerjaan kita sudah tersedia di Android? ya. Dan apakah kita bisa menggunakan aplikasi pengganti kalau misalnya adanya di sini tuh yang lain gitu ya, di sini adanya CapCut yang ngedit pakai CapC ya. Enggak usah minta pakai Adobe juga gitu atau FCP gitu ya. Beda kan? Jadi memang kitanya juga harus menyesuaikan diri sebetulnya. Nah, saya tidak akan menyalahkan kalau misal kalian tidak bisa, silakan beli. Lenovo juga punya banyak laptop-laptop berbasis Windows. Ya, secara untuk mencari paket lengkap tablet mumpuni dengan harga yang masih sangat-sangat masuk di akala untuk sekarang, Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 ini bisa jadi pilihan yang sangat-sangat menarik. [musik]

Lihat di YouTube