Review Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 | Komplit, Kencang, Tablet Layar Besar dgn Harga Menarik! (YouTube Video)
Bagaimana caranya tablet Android ini layarnya besar, kencang, paketnya lengkap, ada stylus-nya, ada keyboard-nya, tapi harganya masih di bawah 10 juta rupiah? Ya, ini adalah Lenovo IdeaTab Pro Gen 2. Layarnya 13 inci, 3,5 K, refresh rate-nya 144 Hz, nyaman banget dipakai buat nonton. Kencang juga loh, SOC-nya Snapdragon 8S Gen 4. Bahkan buat main game berat yang yang seberat-berat apalah terserahlah, sudah mumpuni banget ya itu nih. Buat kerja multitasking bisa banget. Ada stylus dan ada keyboard juga dalam paket penjualannya yang tentunya bikin tablet ini bisa jadi teman kerja yang nyaman untuk digunakan. Ada juga WPS Office PC level nih yang banyak banget tanya ini ada di sini. Aplikasi kerja profesional yang fungsi dan tampilannya mirip banget dengan aplikasi versi PC. Enggak ketinggalan ada juga Lenovo AI yang juga bisa mempermudah kita dalam berbagai aktivitas. Tapi pertanyaannya, apakah dengan ini semuanya tablet ini benar-benar bisa mengganti sebuah laptop? Lenovo IdeaTab, ya ini adalah salah satu lini tablet Android dari Lenovo. Salah satu ya. Sebelumnya kami sudah sempat bahas tablet dari lini mereka yang lain, ada YogaTab dan ada LegionTab. Jadi kalau ada yang nanya, "Wah, penginnya yang lebih keren dari ini dong." Ada YogaTab, beli tuh sana ya. Ada yang bilang lagi, "Bang, mau yang 8,8 inci atau 8 inci saja yang kecil-kecil." Ada LegionTab. Nah, tuh sudah tersedia. Sekarang kita mau bahas yang di bawah 10 juta rupiah. Nah, seperti di laptop Idea series ini posisinya ada di kelas yang lebih terjangkau. Jadi enggak heran ya kalau tablet IdeaTab Pro Gen 2 ini hadir dengan harga yang menarik walaupun apa yang ditawarkan itu terbilang lengkap. Nah, kita akan bahas tablet baru ini mulai dari eh isi paket penjualan tentunya ya. Nah, di dalamnya tentunya ada unit Lenovo IdeaTab Pro Gen 2 dan tentunya ada charger-nya, ada charger-nya, ada charger-nya. Di sini ada charger 45 watt, lalu ada kabel USB C to C, ada hard case dan ada keyboard pack. Kemudian, masih ada lagi Lenovo Tab Pen Plus lengkap dengan pen tip penggantinya, ada tray ejector dan ada paket dokumen. Sayangnya nih, Lenovo tidak menyertakan screen protector bawaan untuk layar tablet ini. Nah, untuk desain ini terlihat fresh ya, khususnya untuk warna jelly mint yang kami gunakan untuk video ini ya. Opsi warna lain itu ada luna grey dan ada cloud grey. Tablet ini juga punya body yang lumayan tipis. Untuk dimensinya tuh lebarnya 296,5 mm, tingginya 191,9 mm dan tebalnya di 6,2 mm. Bobotnya di kisaran 600 gram saja. Jadi, untuk tablet dengan layar yang lumayan besar ini, body-nya masih terbilang cukup tipis dan relatif ringan ya. Ingat, laptop itu rata-rata di atas 1 kg ya. Tablet ini juga punya body belakangnya flat, frame flat dan layar flat juga. Tapi, karena ada lengkungan tipis di sudut-sudut frame-nya, tablet ini jadi tidak menimbulkan kesan itu serba flat yang kaku dan tajam-tajam gitu, enggak gitu ya. Nah, kita coba lihat apa yang ada di sekeliling tablet ini dengan tablet kita pegang di posisi horizontal. Di kanan ada dua grill speaker, ada USB C, lalu di atas ada area tempat stylus, ada dua mikrofon, ada tombol volume up and down, lalu kemudian di kiri ada dua grill speaker, ada tombol power dan ada tray micro SD. Jadi, untuk ekspansi storage-nya ada ya, ada micro SD di sini ya. Di sisi bawah ada konektor untuk pogo pin. Iya, jadi dia nyambung ke keyboard-nya tuh fisik, bukan pakai Bluetooth ya di sini ya. Nah, tablet ini juga terlihat dibekali empat buah speaker ya, quad JBL speakers. Dan ini disebut mendukung Dolby Atmos. Kualitas suaranya udah mantap ya, terasa lebih dominan di mid memang dengan bass tipis tapi cukup terasa sebetulnya. Sayangnya memang treble-nya juga enggak kencang-kencang amat, jadi benar-benar berasa mid ya. Nah, bagaimana dengan efek surround Dolby Atmos-nya? Untuk konten yang mendukung ini terasa cukup jelas banget ya. Tentunya ini bisa menawarkan pengalaman yang lebih immersive karena rasanya tuh lebar aja gitu rasanya. Secara umum, suaranya terasa relatif rapi dengan volume yang sudah terbilang lantang dan cocoklah ini untuk aktivitas hiburan seperti main game, nonton film atau dengerin musik juga sudah bisa ya. Selain itu dia juga akan cocok untuk penggunaan serius seperti saat video call atau video conference. Oke, kita beralih ke sisi depan. Ini adalah layarnya. Layarnya IPS 13 inci Pure Sight Pro display. Jangan protes soal panel IPS-nya. Ini adalah panel yang lebih terjamin awet tahan lama sebetulnya ya ketimbang dipasangi panel OLED. Dua-duanya punya kelebihan, panel OLED punya kelebihan, IPS punya kelebihan. Tapi panel IPS itu enggak berarti burik ya. Ya kalau ada teman kami yang bilang wah burik itu panel IPS, ngiri dia kali. [tertawa] Nah, panel IPS-nya bagus kok di sini ya. Jadi ini pakai panel IPS dengan resolusi 3504 * 2190 pixel, refresh rate-nya up to 144 Hz dan saat enggak ada aktivitas refresh rate-nya bisa turun ke 30 Hz. Sayangnya di home screen dan app drawer itu refresh rate-nya malah jadi sering ketahan di 120 Hz ya. Mungkin biar langsung enak buat swipe-swipe mungkin ya. Tapi melihat bahwa dia memang bisa turun ke 30 Hz. Jadi ya mungkin saja dengan update berikutnya dia nanti akan ada perbaikan, bisa jadi. Nah, untuk brightness saat kami uji untuk kondisi standar brightness tertinggi ada di kisaran 625 nits. Sayangnya saat kami coba simulasi outdoor, kami tetap hanya mendapatkan brightness sampai kisaran 625 nits. Secara umum ini memang bukan yang super terang ya. Kalau super terang itu ya di 800-lah ya gitu ya kurang lebih ya. Itu paling enggak itu start dari 800, 700-an sampai 800 itu mulai mulai terang banget gitu ya. Tapi harusnya brightness di atas 600 ini sudah lumayanlah, sudah lumayan juga untuk penggunaan tablet di luar ruangan di siang hari. Asal jangan di bawah matahari banget gitu. Lagian agak aneh juga kalau kalian ngetik di bawah matahari terik matahari banget itu. Misalkan cari tempat yang teduh dulu ya. Nah, lalu untuk mode warna layar itu ada dua yang tersedia itu standar dan vibrant. Mode standar terlihat diarahkan mendekati 100% sRGB. Mode ini akan lebih cocok kalau kita butuh ngedit warna di foto atau video dengan tablet yang satu ini. Sementara untuk mode vibrant saturasi warnanya lebih tinggi mendekati 100% DCI-P3. Untuk bezel layar bukan yang super tipis tapi terbilang sudah sesuai lah untuk tablet 13 inci bezelnya juga tebalnya relatif simetris ya di keempat sisi layarnya nah untuk layarnya sudah support input sampai 10 jari ini banyak yang nanyain ya bisa 10 jari selain itu tentunya ada dukungan input stylus di layar ini nah ini ada yang nanyain juga nih ya tabletnya kok enggak pakai matte sih ada kok terkait layar di sini tuh ada varian tablet dengan matte edition display alias paper like anti glare ini menawarkan pengalaman baca dan tulis di layar yang menyerupai pengalaman saat menggunakan kertas sesuai dengan sebutannya layar tersebut juga anti glare jadi isi layar akan mudah dilihat tanpa khawatir terganggu pantulan dari benda-benda dan apapun yang nyala-nyala di sekitar kalian lah ya tapi untuk pengujian kali ini kita akan pakai versi yang versi biasa karena versi biasa ini yang harganya mantap banget ya bukan yang matte edition yang edisi spesial itu nah oke kita lanjut lagi di sisi depan ini ada kamera depannya 8 megapixel yang ditempatkan di tengah bezel atas layar saat tablet posisi horizontal bukan yang f2.0 fix fokus perekaman video sampai 1080p 30fps beralih ke sisi belakang ini adalah kamera 13 megapixel f2.2 auto fokus perekaman video sampai 4K 30fps kamera dilengkapi dengan LED flash sementara untuk fitur kamera di sini ada AI foto and documents ya lalu kemudian untuk spek internalnya untuk SOC nya tentunya sudah dibahas tadi Snapdragon 8s Gen 4 kencang dong untuk RAM nya 8 GB LPDDR5X ada RAM expansion juga dengan opsi sampai 6 GB ini kalau ada yang protes kenapa RAM nya 8 GB ya sudah bagus ini bisa di bawah 10 juta yang kayak gini-gini ini sudah tembus di belasan juta harusnya ya kami kaget bahwa Lenovo bisa menyediakan di harga segini jadi kalian jangan pakai standar 2024 dan 2025 untuk RAM dan storage 8 256 di bawah 10 juta dengan tablet sekencang ini itu murah sebetulnya jadi jangan protes ya kalau kalian protes ada tuh yang 12 GB ya ambil yang Yoga sana oke lanjut lagi ya untuk storage nya 256 GB UFS 4.0 dan seperti yang dibahas tadi ada dukungan untuk micro SD sampai kapasitas 2 TB. Jadi kalau buat nyimpan-nyimpan file multimedia yang mungkin gede-gede banget itu, nah pakai micro SD lah, bisa ya. Untuk baterai 10.200 mAh dan sudah support charging 45 watt. Ini sesuai dengan charger bawaannya saja ya. Untuk sensor dia ada accelerometer, light sensor dan gyroscope ya hardware. Lanjut untuk konektivitas, Wi-Fi-nya Wi-Fi 7 dan sudah support band 2,4 GHz, 5 GHz dan juga ada 6 GHz-nya. Untuk Bluetooth ini Bluetooth 6.0 dan sudah support Bluetooth codec SBC, AAC, LDAC, aptX, aptX HD dan aptX adaptive. Wah, banyak banget. Oke. Untuk USB sudah 3.2 Gen 1 kecepatannya sampai 5 Gbps. Nah, USB ini banyak gunanya juga. Ini sudah mendukung display output lewat type C. Jadi bisa nyambung ke layar-layar eksternal. Nah, saat kami coba dia bisa support output sampai 4K 60 Hz. Selain itu tentunya dia juga mendukung USB OTG. Pakai USB hub juga tentunya bisa. Apakah bisa pasang keyboard selain keyboard pack bawaan? Bisa saja sebetulnya. Mau pasang keyboard dan mouse pun bisa sebetulnya ya. Itu bisa pakai USB lewat USB hub maupun pakai yang Bluetooth bisa juga dikonek ke sini. Bisa-bisa kalau mau ya. Siapa tahu ada yang mau pakai mechanical keyboard di sini ya. Nah, bahkan misalnya kalau mau pakai tablet ini dengan gaya ala-ala desktop kita bisa pakai USB hub buat keyboard, mouse serta display output ke monitor atau ke TV. Wah, lengkap tuh ya. Bisa lebih nyaman lagi dipakai kerja atau aktivitas online lainnya ya. Apalagi ini kan kameranya sudah mantap banget nih kalau mau dipakai buat online meeting. Wow, ngiri itu yang pakai laptop-laptop cuma 720p sama 1080p itu. Lanjut untuk keamanan, dia pakai facial recognition. Untuk OS dia pakai ZUI 18 berbasis Android 16. Dan ini masih dapat janji dua kali update versi Android. Jadi dia akan bisa mencapai Android 18. Untuk security update-nya tapi ya dia nyampe 4 tahun ya. Jadi setelah update dua kali itu masih ekstra lagi dapat dua tahun update lagi untuk security ya. Jadi aman sampai tahun 2030. Bukan berarti setelah itu dia mati ya, masih bisa dipakai juga ya. Untuk UI ini terbilang sederhana, minimalis tapi kaya fitur. Ini gayanya keluarga Lenovo banget lah. Untuk fitur AI yang tersedia ini cukup banyak ya, salah satu yang bisa jadi membantu kita adalah Lenovo Smart AI Input misalnya. Ini fitur generatif AI yang bisa diakses dari mana saja secara cepat dengan menekan tombol Smart Key di keyboard. Misalnya saat kita mau kirim email, kita bisa panggil AI ini untuk membantu menyusun isi email sesuai kebutuhan kita. Lalu ada Smart Reader. Ini berisi Smart Capture, AI Explain dan AI Notes yang bisa membantu kita dalam berbagai hal terkait catatan yang kita buat. Bisa untuk merangkum, bisa untuk cari info yang lebih terkait hal-hal yang belum kita pahami dan lain sebagainya. Masih ada juga Lenovo AI Creation yang salah satu fungsinya adalah Sketch to Image ya. Ada juga Lenovo AI Live Transcribe ya. Serta tentu saja fitur bawaan Android seperti Google Gemini dan Circle to Search ya, itu ada bisa ya. Lalu Lenovo Smart Connect tentunya juga tersedia. Fitur ini membuat kita bisa menghubungkan tablet ke laptop, smartphone dan beberapa device lainnya. Pengendalian perangkat-perangkat tersebut jadi bisa dilakukan lewat satu interface, memudahkan sekali di sini. Kemudian yang selalu ditanyain kalau sudah bahas soal tablet itu adalah WPS Office PC Level ya. Lenovo punya dan dia menawarkan WPS Office PC Level di tablet ini. Office Suite ini hadir dengan user interface atau tampilan ala versi PC gitu ya, seperti PC lah gitu ya. Jadi ini seharusnya akan terasa lebih familiar kalau kita biasa menggunakan aplikasi Office Suite di PC. Menariknya ini juga kompatibel dengan file-file Microsoft Office tentunya ya. Bisa untuk file Word, Excel dan PowerPoint. Fitur-fitur tersedia juga disebut lebih mendekati aplikasi versi PC, bukan fitur yang lebih dibatasi seperti aplikasi Office Suite versi mobile gitu misalnya, enggak ya. Jadi dengan WPS Office PC Level ini kita bisa pakai IdeaTab Pro Gen 2 ini untuk mendukung kerja atau kuliah seperti layaknya saat kita pakai PC desktop atau laptop. Tapi apa kita cuma bisa pakai yang itu saja? Tentunya enggak ya, kita pastinya bisa pakai aplikasi produktivitas termasuk Office Suite yang lain yang tersedia di dalam Google Play Store. Karena ada Google Play Store-nya, resmi loh Google Play Store-nya ya. Lanjut untuk aksesoris pendukung. Oke, di sini kita mulai dari stylus Lenovo Tab Pen Plus ya. Stylus ini mendukung 4096 pressure level serta tilt sensitivity. Saat kami coba untuk menggambar, ini responsif banget ya, nyaman sekali dengan akurasi yang baik termasuk untuk tebal tipis itu bisa berdasarkan kekuatan dari tekanan kita. Stylus ini juga mendukung konektivitas Bluetooth untuk fungsi ekstra seperti untuk navigasi dan untuk presentasi. Kita bisa isi ulang daya baterainya lewat port USB-C yang tersedia. Nah, saat tidak digunakan stylus ini bisa ditempelkan ke tablet di posisi seperti ini. Oke, sekarang mari kita coba two in one keyboard pack-nya. Keyboard pack ini terdiri dari dua bagian yaitu keyboard dan cover. Nah, cover dipasang ke belakang tablet seperti ini dan ini bisa digunakan untuk stand saat kita ingin posisikan tablet di posisi seperti ini. Ini magnetnya cukup kuat ya. Sementara untuk keyboard dipasang di sisi bawah dengan konektor yang tadi kita bahas. Nah, keyboard ini dilengkapi dengan touchpad juga. Ini mantap ini ya. Eh, banyak yang sudah menghilangkan touchpad sementara dari Lenovo malah ngasih touchpad ya. Posisinya itu center to space bar. Nice, jadi posisinya bisa dikatakan pas enggak mudah kena telapak tangan kita saat sedang mengetik. Touchpad-nya memang enggak terlalu besar tapi tetap nyaman digunakan dengan akurasi yang oke banget ya. Mungkin karena touchpad ini Lenovo jadi menyebut keyboard ini sebagai two in one ya karena ada touchpad-nya juga. Sementara untuk tombol-tombol keyboard-nya terasa punya travel distance yang cukup dalam. Desain tombolnya pun eh ini khas tombol keyboard Lenovo. Jadi rasanya sangat nyaman untuk mengetik terasa empuk dengan jarak antar tombol yang terbilang mantap juga, memadai juga di sini. Kami merasa sangat nyaman mengetik dengan keyboard yang satu ini. Bahkan sebagian dari script ini kami ketik dengan tablet ini tambah dengan keyboard-nya juga ya. Jadi rasanya mantap banget memang. Ini memang sangat mendukung untuk produktivitas. Oh ya, kalau rasanya tadi agak berlebihan sebetulnya kalau bicara keyboard-nya Lenovo, Lenovo itu punya histori yang luar biasa kalau bicara soal keyboard. Sampai mereka ini sejak dulu itu sudah punya tim spesial hanya untuk ngurus keyboard doang. Jadi keyboard-keyboard di Lenovo ini memang enak banget. Ya, secara keseluruhan stylus dan keyboard pack memang terasa bisa mendukung sekali pemanfaatan tablet ini sebagai pengganti laptop. Membantu meningkatkan kenyamanan pakai khususnya untuk aktivitas seperti gambar dan mengetik. Nah, kalau dibawa dalam paket lengkap tablet, cover, keyboard dan stylus bobot totalnya jadi sekitar 1084 gram. Ini masih sangat ringan sebetulnya ya, karena eh laptop yang di 1080 gram itu jarang sekali sebetulnya dan harganya wow, kemungkinan zaman sekarang tuh di atas 20 juta ya. Sudah syukur-syukur enggak 30 juta, ada yang 80 juta bahkan. Nah, okelah langsung kita masuk ke dalam benchmark-nya saja ya dan semua pengujian benchmark ini dilakukan tanpa kipas. Oke, untuk AnTuTu 11 kita dapat 2,3 jutaan. Geekbench 6 single core 2062, multi core di 6400-an. 3DMark Sling Shot Extreme Unlimited Open GL ES 3.1 graphic score-nya di 28.686. 3DMark Wild Life stress test best score 15.750, lowest score 13.490 dan stability-nya sudah langsung di 85,6%. Sudah mantap ya. 3DMark Solar Bay ini dapat 7870 poin atau 29,92 FPS. Oke, langsung saja kita lihat untuk gaming gimana. Langsung mulai dari Subway Surfers dulu seperti biasa ya, game ini bisa jalan di 120 FPS dan terbilang stabil di frame rate tinggi tersebut. Sayangnya memang kita belum bisa mendapatkan 144 Hz di sini, tapi tetap saja game ini akan terasa sangat mulus dan nyaman untuk dimainkan. Lanjut ke Mobile Legends, game ini kita coba mainkan dengan setting rata kanan dengan frame rate yang terbuka itu ternyata sampai 90 FPS alias super. Frame rate-nya yang kita dapatkan itu terbilang rata di 90 FPS. Saat ada battle ramai pun frame rate-nya tetap terjaga, membuat game ini nyaman sekali dimainkan di tablet yang satu ini. Padahal bukan tablet gaming ya. Oke, lanjut lagi. Untuk PUBG Mobile, nah kalau di game yang satu ini frame rate-nya terbuka sampai 120 FPS. Nah, langsung aja kita coba di setting kualitas smooth ya. Hasilnya frame rate-nya stabil dekat dengan 120 FPS. Sesekali aja ada yang turun frame rate-nya, tapi itu pun enggak turun sampai di bawah 90 FPS. Untuk gyro aiming, nah bisa tentunya. Terbilang nyaman dan gerakannya akurat serta responsif. Kan dia pakai hardware base gyro di sini. Lanjut ke Wuthering Waves, kita coba game berat ini dengan setting quality di 60 FPS. Frame rate yang kita dapatkan ada di kisaran 45 sampai 58 FPS dengan rata-rata sekitar 49,5 FPS. Sesekali aja ada sedikit penurunan frame rate ke bawah 45 FPS, tapi ini enggak terasa mengganggu sama sekali sih ya. Lanjut untuk Genshin Impact, setting-nya high 60 FPS dan frame rate-nya kita dapat rata 60 FPS. Sesekali ada penurunan, tapi ya jarang sekali dan tidak mengganggu juga. Game ini terbilang sangat nyaman sekali dimainkan, mulus dan lancar. Rata-rata frame rate dalam setengah jam itu adalah 59,9 FPS. Jadi, untuk ranking-nya udah layak langsung dapat S aja ya. Ini enggak usah pakai dikipasin. Oke, setelah setengah jam ya suhu tertingginya kita dapatkan di sisi layar tanpa dikipasin ya itu ada di kisaran 37 derajat Celsius. Ini adanya di area tengah atas layar. Ini sih baru mulai anget-anget dikit doang ya. Untuk sisi belakang suhu tertingginya cuma sedikit lebih tinggi di kisaran 38 sampai 39 derajat Celsius di dekat modul kamera. So, area lain itu terjaga sekali ya, adem banget enggak ada masalah. Oke, sekarang mari kita lanjut untuk pengujian kameranya. Oke, sekarang kita sedang berada di studio untuk menguji kemampuan kamera dari tablet Lenovo yang satu ini. Kita mulai dari kamera depan. Nah, kamera depannya ini bisa merekam video up to 1080p 30 FPS. Dan di kondisi cahaya studio yang memadai hasilnya kurang lebih seperti ini. Warnanya cakep dan detailnya pun juga oke. Masih di kamera depan, tapi kali ini kita menggunakan skenario pencahayaan ruangan biasa. Dan untuk hasilnya detail sudah pasti agak sedikit turun ya. Meski begitu muka saya masih terlihat cerah dan tampak jelas. Oke, sekarang kita beralih ke kamera belakang. Nah, tablet ini bisa merekam video up to 4K 30 FPS. Dan di kondisi cahaya studio yang memadai hasilnya kurang lebih seperti ini. Sudah oke kan? Masih di kamera belakang tapi kita menggunakan skenario pencahayaan ruangan biasa. Dan untuk hasilnya kurang lebih seperti ini. Menurut teman-teman gimana? Masih oke kan hasilnya? Oke, sekarang kita coba kamera tablet ini untuk online meeting menggunakan aplikasi Google Meet. Dan untuk hasilnya seperti ini. Kita juga bakal coba beberapa filter dan juga background. Kita mulai dari ini ini dulu nih. Bisa kalian lihat. Nah, ini enggak ada lagging atau patah-patah ya. Ini kameranya masih merekam video dengan lancar, masih aman. Untuk filter juga kita bisa pakai. Ini untuk loading filternya dulu. Nah, masih aman ya. Videonya. Ini untuk loading filter lagi. Masih oke dipakai untuk keperluan meeting online ini juga sudah oke. Oke, jadi kurang lebih seperti itu pengujian kamera dari Lenovo IdeaTab Pro Gen 2 yang satu ini. Sekarang kita beralih ke pembahasan berikutnya. Lanjut lagi, mari kita tes daya tahan baterainya ya. Eh, mungkin kalau kita mau cari acuan, acuan kita tuh harusnya laptop ya kalau di sini ya. Oke, oke kita pakai acuan laptop. Untuk YouTube local video playback 1080p, kita mendapatkan bahwa baterai baru habis setelah 18 jam 24 menit. Ini hasil yang terbilang baik mengingat layar tablet ini lumayan besar 13 inci, resolusinya tinggi dan eh kurang lebih masih sesuai lah dengan harapan kami di kisaran ya 18 sampai 19 jam. Kalau bisa 20 hebat banget, tapi untuk kelas di bawah 10 juta rupiah. Dapat segini sudah hebat banget. Oh ya, untuk hasilnya kita dapatkan dengan brightness layar diatur ke kisaran 200 nits ya. Untuk gadget-gadget seperti tablet kita set di 200 nits memang. Lanjut untuk YouTube streaming selama 1 jam baterai berkurang 8%. Mainan TikTok swipe-swipe selama 1 jam baterai berkurang 11%. Main Genshin Impact 60 FPS kita tadi kan kencang banget ya, 30 menit baterai berkurang 13% wajar ya. Secara umum ini bukan tablet yang baterainya super-super-super irit banget tapi enggak bisa dibilang boros ya, masih bisa dibilang ini rata-rata air lah ya. Lanjut untuk charging ya, charger bawaan tadi 45 watt kita lihat dari 0 sampai 50% butuh waktu 36 menit sebentar dari 0 sampai penuh butuh waktu 1 jam 22 menit. Mengingat baterainya ada di 10.200 mAh waktu charging-nya sudah terbilang cukup kencang dan ini sudah sesuai dengan janji dari Lenovo. Lanjut lagi untuk Netflix dia bisa Widevine L1, bisa streaming HD tanpa dukungan untuk HDR ya di sini ya. Untuk YouTube bisa streaming sampai 4K 60 FPS dan HDR-nya bisa aktif. Wi-Fi sharing enggak tersedia ya, wajar untuk sebuah tablet. Untuk kecepatan Wi-Fi tenang ini kencang. Kita coba dengan Wi-Fi 7 di kantor yang pakai internet sekitar 500 Mbps dan kita dapat kecepatan download serta upload seperti ini ya, sudah cukup mendekati lah ya dengan kecepatan maksimal yang tersedia di kantor kami. Sudah kencang banget. Ah iya, ada yang nanya kalau untuk printer bagaimana? Bisa nge-print enggak? Check this out. Oke, untuk harganya tablet Lenovo IdeaTab Pro Gen 2 ini untuk paket yang lengkapnya tadi itu harganya ada di 9.899.000. Jadi masih di bawah 10 juta dong. Ini paket lengkap ya, pakai stylus dan keyboard. Eh, jangan protes banyak yang bilang, "Bang, itu enggak di bawah 10 juta, Bang. Itu dekat banget, tipis banget." Entar dulu. Kenapa kita bilang di bawah 10 juta? Karena kalau ada yang tidak merasa butuh keyboard, ada juga yang dipasarkan tanpa keyboard. Jadi hanya pakai stylus saja. Harganya 8 juta 999.000, ya. 9,8 tadi sudah di bawah 10 juta. Kalau kalian masih enggak terima, punya patokan beda, oke. Enggak usah pakai keyboard saja, 8,99. Di bawah 10 juta kan? Ya, kedua varian tadi hanya tersedia dalam RAM 8 giga dan storage 256 giga, ya. Ya, memang ya karena in this economy and in this ramageddon time memang begini ya gayanya, ya. Nah, tadi kita sudah bahas juga ya, ada satu varian lagi dengan layar paperlike anti-glare, alias yang pakai matte edition display, ya. Banyak yang nanyain ini. Nih, ada nih, tapi ini hadir dengan RAM 12 giga dan storage-nya lebih gede di 512 gigabyte. Mantap kan? Jadi kalau mau yang lebihan, ada di sini juga, ya. Harganya ada di 12 juta 399.000. Ini lengkap dengan stylus dan keyboard-nya. Nah, semua varian IdeaTab Pro Gen 2 ini hadir dengan WPS Office PC level yang gratis. Gratis, ya. Dan tablet itu juga dilindungi garansi 1 tahun carry in, ya. Oke, kita langsung masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, dia enggak support konektivitas seluler. Dia Wi-Fi only. Tapi ini juga membuat kita jadi enggak perlu punya SIM card ekstra dengan langganan ekstra, ya. Lagi-lagi in this economy, kenapa kita harus bayar ekstra ekstra ekstra, ya? Bayar bensin saja sudah ekstra, ya enggak? Jadi dia pakai Wi-Fi saja, tethering saja ke paket utamanya kita atau ke Wi-Fi yang ada di sekitar kita. Lanjut untuk kamera depan atau kamera yang mengarah kita itu perekaman video baru 1080p 30fps. Walaupun demikian, ingat ya, karena dia merekam itu pakai ISP. Jadi kalau dipakai buat video call, ini mantap banget kualitasnya, ya, kalau dibandingkan dengan laptop. Lalu, tentunya karena ini adalah tablet Android, dia tidak bisa menjalankan aplikasi produktivitas atau aplikasi-aplikasi apapun yang harus banget pakai Windows. Kalau kalian nanya, "Bang, ini bisa enggak, Bang? Ini, Bang, ini bisa, Bang?" Gampang. Buka aja website dari aplikasi yang kalian tanya itu. Cari, dia bisa pakai OS apa, bisa pakai Android enggak? Kalau tulisannya cuman Windows doang, ya udah, belinya Windows. Tapi kalau dia bisa jalan di Android atau dibilang bisa jalan di browser, misalnya gitu ya, ya pasti bisa jalan di sini. Lalu kalau ada yang bertanya soal gaming, ya, "Wah, Bang, enggak bisa dong game PC di sini." Ya, ya, PC kalian enggak bisa game PS5 juga dan enggak bisa main pakai game-nya Switch 2 juga, benar? Ya, sama. Semua perangkat akan punya game-game yang spesifik, ya. Game-game mobile jalan di sini. Oke, lanjut lagi. Dia belum punya screen protector bawaan dalam paket penjualannya. Lalu kemudian seperti biasa, mungkin ada yang bilang, "Kok layarnya cuma IPS, ya?" Ya, enggak ada masalah juga sih, karena memang layarnya ini warnanya juga mantap [berdehem] kok, enggak ada masalah menurut kami. Nah, itu kan seperti bahas tadi, ya, IPS itu tidak rentan burn in. Nah, dari segi kelebihannya. Untuk performa bukan yang juara paling kencang mungkin, ya, untuk 2026, tapi tetap aja ini performanya kencang, tetap di kelas premium. Mau dipakai kerja, mau dipakai main game, ini udah mantap banget. Layarnya IPS dengan tampilan yang berkualitas. Yes, betul, IPS itu ada yang berkualitas. Refresh rate-nya juga tinggi, ya. Dan kalau dibutuhkan, ada juga yang pakai layar paper like anti glare, tapi perhatikan ya, untuk varian ini harganya memang lebih tinggi, karena RAM dan storage-nya memang lebih besar. Lalu untuk daya tahan baterai bukan yang luar biasa, tapi udah terbilang cukup baik untuk layar sebesar ini. Charging juga terbilang cukup kencang untuk baterai 10.200 mAh, ya, walaupun charging-nya cuma 45 watt. Kemudian yang kita bahas dari tadi berulang-ulang, paketnya lengkap, stylus ada, keyboard-nya ada, ya. Udah gitu, keyboard-nya ada touchpad-nya pula. Stylus-nya juga nyaman banget dipakai. Jadi, udahlah, mantap banget. Speaker juga udah kualitas suaranya mumpuni dengan sensasi surround yang mantap banget. Rasanya nonton di sini tuh lebar gitu suaranya ya. Lalu seperti dibahas tadi ada WPS Office PC level yang gratis buat yang butuh Office Suite dengan tampilan ala desktop. Ini juga udah langsung tersedia di sini. Kemudian ada opsi warna yang terbilang fresh seperti yang kami gunakan untuk review ini. Lalu USB C yang tersedia juga udah bisa untuk display out dan ini sudah cukup kencang sampai 5 Gbps. Pertanyaannya, tablet ini cocoknya buat siapa? Yang jelas Lenovo IdeaTab Pro Gen 2-nya kan cocok untuk yang butuh tablet kencang dengan layar besar untuk berbagai aktivitas. All rounder tapi harganya juga masih tidak tinggi-tinggi amat, masih di bawah 10 juta. Mau buat nonton, layarnya besar dan tampilannya juga mantap. Plus speaker juga oke. Buat main game, performa juga udah mantap. Buat kerja tentunya bisa, bahkan mau multitasking pun tablet ini sudah cukup memadai. Apalagi tablet ini hadir dengan paket lengkap dengan stylus dan keyboard bawaan yang keduanya udah nyaman digunakan untuk mendukung pekerjaan kita. Kalau kerjaan kita edit video, bisa juga. Kan ada aplikasi video editing yang mumpuni tersedia di Android ya. Hah, eh ada yang bilang harus pakai yang desktop version? Mohon maaf. Saya udah sekitar 7 tahun enggak pakai tuh desktop version tuh ya. FYP FYP aja tuh Kemudian, mau dipakai buat alat kerja portable, tablet ini juga menarik. Bisa dipakai bersama dengan stylus dan keyboard saat butuh mobilitas yang tinggi. Sementara saat di rumah atau di kantor, kalau dibutuhkan dia bisa diubah jadi seperti desktop dengan bantuan USB hub, monitor, mouse dan keyboard tambahan. Tapi kalau ditanya apakah benar ini bisa jadi pengganti laptop dan desktop ya, PC laptop dan desktop? Tentunya ini kembali lagi ke kita sendiri. Apakah semua aplikasi pendukung pekerjaan kita sudah tersedia di Android ya? Dan apakah kita bisa menggunakan aplikasi pengganti kalau misalnya adanya di sini tuh yang lain gitu ya. Di sini adanya CapCut, ya ngedit pakai CapCut ya. Enggak usah minta pakai Adobe juga gitu atau FCP gitu ya. Beda kan? Jadi memang kitanya juga harus menyesuaikan diri sebetulnya. Saya tidak akan menyalahkan kalau misalnya kalian tidak bisa, silahkan beli Lenovo juga punya banyak laptop-laptop berbasis Windows. Ya saya rasa untuk yang mencari paket lengkap tablet mumpuni dengan harga yang masih sangat-sangat masuk diakal untuk sekarang, Lenovo IdeaTab Pro Gen 2 ini bisa jadi pilihan yang sangat-sangat menarik.
