Review Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition: Laptop Gaming Kolaborasi Spesial Piala Dunia! (YouTube Video)
Ini adalah laptop gaming limited edition dari Lenovo yang berkolaborasi langsung dengan FIFA World Cup 26. Ya, beneran limited edition karena unit yang dijual Indonesia benar-benar terbatas. Desainnya tuh spesial banget edisi Piala Dunia lengkap dengan logonya. Untuk performanya sih enggak usah ditanya ya. Dia udah pakai Intel Core Ultra 9 275HX yang punya 24 core. Jadi jelas kencang. Disk GP juga mantap. Dia udah pakai Nvidia Geforce RTS 5070 Ti. RAM super lega 32 GB dan 56400. Storsnya juga langsung 1 TB dan semuanya masih bisa di-upgrade. Layarnya OLED premium yang cocok dipakai untuk content creation dan gaming kompetitif. Desainnya juga spesial kan namanya juga edisi Piala Dunia 2026. Ini adalah Lenovo Legend Pro 7i FIFA World Cup 26 Edition. Ya, di tahun 2026 ini Lenovo resmi menjadi partner global untuk event FIFA World Cup 26 yang akan diselenggarkan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Dan untuk menyambut itu, Lenovo menunjukkan Legend Pro 7i FIFA World Cup 26 Edition. Ya, laptop ini menghadikan performa maksimal dan diclaim sebagai true desktop replacement. Ditujukan untuk kalangan antusias gamer, esports pro player, dan content creator yang butuh performa tinggi untuk multitasking berbagai kegiatan berat di sebuah perakat yang portable. Penasaran? Ayo kita bahas dari spesifikasi utamanya terlebih dahulu. Untuk prosesornya dia pakai Intel Core Ultra 9, processor 275 HX. Code name-nya Aerox. Litography TSMC N3B. Base power di 55 watt. Total dia punya 24 core 24 yang terdiri dari 8 performance core dan 16 effisent core. Maksimum turbo frekuensinya ada di 5,4 GHz dan dia punya 36 MB Intel Smart Cash. Untuk NPU-nya di pakai Intel AI boost up to 13s. Integrated graphicsnya pakai Intel Graphics dengan 4X Course. Dan tentunya ini sudah support akselerasi Quixink, AV1 dan H265. RAM yang terpasang adalah 32 GB DDR5 6402 channel 128 bit jelas udah langsung siap pakai dan storage-nya 1 TB SSD NVMB Gen 4 udah lega banget tapi kalau masih kurang kita masih menemukan satu slot SSD M.2 tambahan jadi bisa nambah tanpa perlu ngelepas SSD yang udah terpasang. Untuk diskit grafis dia pakai Nvida GeVOS RTS 5070 Ti laptop GPU. Arsitekturnya blackwell yang terbaru. Total punya 5.888 kuda CE RAM-nya 12 GB ke DDDR 7 dan ini 192 bit. Maksimum TGP-nya up to 140 watt. Dia dilengkapi dengan ray tracing course generasi keempat dan tensor course generasi kelima tentunya udah support resizable bar juga. Untuk aktivitas wirelessnya dia pakai modul Intel ya udah support Wii 7 dan Bluetooth-nya versi 5.4. Kapas baterainya lumayan besar juga di 80 watt hour. Untuk sistem operasinya dia tentunya pakai Windows 11 Home. Nah, untuk body font factornya adalah clamp shell atau laptop classic. Materialnya dari aluminium. Untuk desain, nah ini desain baru ya. Di bagian punggung layar kita bisa menemukan finishing Sunblasting Viva Edition. Selain ada logo Legend di area tengah, kita juga bisa lihat logo FIFA World Cup 26 yang berwarna hitam. Keren nih ya. Jadi memang beneran dibikin untuk merayakan Piala Dunia nih. Untuk warna ini namanya adalah Eclipse Black. Damage-nya panjang 36,4 cm, lebar 27,5 cm, dan ketebalan sisi paling tipis di 2,19 cm, dan sisi paling tebalnya di 2,66 cm. Untuk bobotnya laptopnya ini di 2,5 kg. Chargernya aja di 1,03 kg. Ini adalah charger 400 wat loh. Jadi wajar ya bobotnya ya. Untuk total bobot yang di bawah adalah 3,58 kg. Nah, untuk display ini adalah panel OLED ukuran 16 inci. Resolusinya adalah WQ XGA atau lebih tepatnya 2560 * 1600 atau 1600 piksel ya. Aspek rasionya di 16 bres rate-nya 240 Hz dan sudah support Nvidia Gync. Menurut Lenovo layarnya ini punya tingkat kecerahan di 500 Nit untuk mode SDR dan 1100 nit untuk mode HDR dengan kelar harga mood di 100% di CP3. Nah, kalau dari punjian kami, tingkat kecaran maksimal di mode SDR adalah 511 nits dan untuk mode HDR ada di 1091 nit. Ah, udah mirip banget ya dengan janjinya ya. Untuk gamut coverage ada di 99,9% di CP3 dan ngambut volume di 119,5% DC IP3. Dan kalau memang warnanya terlalu luas rasanya kita bisa atur preset warnanya melalui software XRD. Contohnya nih, coba kita tes di mode sRGB. nya. Jadi gambut coverers yang bisa berubah ke 99% sRGB dengan gambut volume 105,2% sRGB. Nah, menurut Lenovo layarnya juga sudah melakukan factory color calibration jadi jelas udah cocok mau dipakai buat gaming maupun content creation. Layarnya juga sudah disertifikasi dengan Dolby Vision Display HDR true black 1000 low blue light dan flicker free. Jadi jelas nyaman dipakai buat nonton atau dipakai biasa aja berlama-lama enggak ada masalah. Nonton gaming apapun bebas. Bingkai layarnya pun tergelon tipis ya untuk sebuah laptop gaming dengan active area rasio sehingga 92%. Untuk kamera mikrofonnya kameranya terletak di bagian atas layar dengan transaksi 5 megapel untuk aspir rasio 4 bala kita ubah ke 16 b 9 resolusinya masih di 1440p 30 fps. Keren ya masih tinggi resolusinya tentunya layarnya juga sudah mendukung fitur Windows Studio Effect berkat NPU yang ada dalam prosesornya. Nah untuk atas gambarnya saat tercoba di studio, kamera ini mampu menangkap gambar dengan jernih. Detail muka masih jelas dan warna kulit tampak natural, enggak oversaturated juga. Mikrofon terletak di samping kanan dan kiri kamera dan sudah dilapi dengan fitur noise cancellation yang dapat diaktifkan atau diakses melalui software Lenovo Vantage. Nah, untuk hasil pengujian kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas mikrofon dan scening dari laptop Lenovo Legend yang satu ini. Untuk skenarionya di sini kita atur kecepatan kipas ke 100% ya untuk mensimulasikan berisiknya suara kipas laptop. Dan hasilnya suara saya bisa terdengar dengan baik dan suara kipas bisa diredam dengan baik di laptop ini. Oke, untuk audionya laptop yang satu ini menggunakan konfigurasi 4 buah speaker stereo masing-masing 2 watt. Dua speakernya tetap mengarah ke alas laptop dan dua lagi ada di bawah layar mengarah ke pengguna. Kita bisa atur profil suara dan equalizer melalui software Nahim atau pakai Lenovo Vantage juga bisa. Nah, untuk suaranya sudah tergolong lantang meskipun masih terasa agak kurang menggelegar untuk sebuah laptop gaming ya. Meski demikian, kuota suaranya sudah memuaskan ya dengan bass yang cukup bulat dan cukup dalam. Nah, untuk konektor di kiri ada 1 DC in, ada satu HDMI, ada satu USB 3.2 gen to type C yang 10 GBS yang udah support power delivery 100 watt dan display port juga. Lalu ada satu Thunderbolt 4 dan ada satu USB 3.2 gen 2 type A yang 10 Gbps dengan fitur always on. Beralih ke sisi kanan di sini ada satu Audi jack combo 3,5 mm, 2 USB 3.2 gen One type A 5 Gbps, ada satu shutter camera dan ada satu Ethernet port. Nah, untuk keyboard-nya ini masih sama persis dengan Legend Pro 7i yang sebelumnya pernah kita review menggunakan Legend True Strike Keyboard dengan travel sedalam 1,6 mm. Switch-nya ini tergolong silent ya, tapi tetap nyaman dan mantap kalau dipakai mengetik. Nah, di sini key capsnya bisa diganti dengan seramik key caps yang sudah disediakan dalam paket penjualan. Tombol anak panahnya juga punya ukuran yang penuh ya, jadi nyaman kalau mau digunakan. Keyboard ini sudah dilengkapi dengan backlit perky RGB dengan pengaturan warna dan tingkat kecerahan yang dapat diatur melalui software Legion Space. Nah, untuk touchpad areanya itu ukurannya 12 * 7 cm dengan penggunaan bahan milar ya untuk permukaannya nih ya. Jadi tentunya ini mulus, licin, dan lancar nih ya. Tentunya Leno mendapatkan touchpad laptop mereka sejajar dengan tombol space bar memberikan kenyamanan optimal saat kita mengetik. Ya, seperti kita bahas tadi bahwa jari kami dapat bergerak dengan mulus di atas permukaan touchpad ini. Tombol klik kanan dan klik kirinya juga terasa empuk saat ditekan. Kita beralih ke sistem pendinginnya. Laptop ini menggunakan Legion cold front vaper untuk pendinginnya. Ini adalah sistem pendingin dengan vaper chamber ukuran besar yang diklaim mampu menghandle TDP prosesor dan GPU hingga 250 watt. Jumlah kipasnya ada tiga buah di mana dua adalah kipas utama dan satu lagi adalah kipas kecil tambahan yang meniup angin ke atas permukaan blok heatsing. Untuk lubang ventilasi ada dua, mengarah ke belakang dengan desain heksagonal yang terlihat modern banget nih ya. Oke, sekarang kita masuk dalam aspek performanya. Laptop game ini dilengkapi dengan empat profil performa yaitu quiet, balance, performance, dan custom. Kita bisa mengubah profil tersebut dengan menekan tombol function plus huruf Q atau melalui aplikasi Legend Space. Menariknya, di mode custom disediakan pengaturan lebih lengkap untuk power limit dan temperature limit untuk prosesor. Selain itu disediakan pula menu pengaturan untuk kecepatan kipas. Jadi, kecepatan kipas hanya bisa kita atur di mode custom ya. Menu overclocking GPU juga dapat kita temukan di dalam aplikasi ini. Nah, perlu diperhatikan untuk pengujian di mode custom kami menggunakan preset ekstrem dengan kecepatan kipas 100% ya. Dan karena di mode ini kita bisa set suhu maksimal kita juga set di 95 derajat celcius. Oke, kita lihat konsistensi performanya dengan Sinabas R23 stability test selama 30 menit. Kita cek dulu skor maksimalnya. Di mode balance skornya mencapai 34.885 poin. Di mode performance skor mencapai 40.512 12 poin dan untuk mode custom itu skor mencapai 40.892 poin. Sementara untuk skor yang bisa dipertahankan di mode balance skor ada di kisaran 31 sampai 32.000an poin. Di mode performance skor itu bisa bertahan di 37.000-an poin. Dan di mode custom skor itu bisa bertahan di 38.000an ribuan poin. Untuk suhu kerjanya pesat melakukan Ceb R23 stabilitas di mode performance suhu itu ada di kisaran 90 sampai 95 derajat celcius dengan spike di awal run yang mencapai 104 derajat celcius. Suyunya memang terlihat agak tinggi ya, tapi di sini Lenovo sudah memberikan solusi di mode custom dengan limit suhu CPU. Kalau kita cek di mode custom dengan preset ekstrem, batas suhu 95 derajat Celcius dan kecepatan kipas di maksimal, suhu CPU ada di kisaran 94 sampai 96 derajat Celcius di awal run. Tapi kemudian berhasil turun di kisaran 90 sampai 94 derajat celcius dengan spike ke 95 sampai 96 derajat celcius saja. Jadi kalau memang pekerjaan dilakukan di laptop ini akan lebih membebani CPU dan tidak bisa membagi ke GPU-nya, kami sarankan bekerja di ruangan AC atau gunakan mode custom dan atur suhu maksimalnya sesuai dengan keinginan kita. Tapi ya kalau malas nyeting-nyeting kita bisa aja langsung set di mode balance aja. Karena di mode ini suya ya aman banget 75 sampai 85 derajat celcius dengan spike sesekali ke 90 derajat celcius. Jadi ya itu pilihan semuanya ya. Oke lanjut aja kita masuk ke Blender 5.0. Kita pakai splash screen render. Ini yang berat ya. Untuk CPU render itu butuh waktu 12 menit 56 detik. Untuk GPU render dengan kuda butuh 3 menit 17 detik. Untuk suhu kerjanya pada saat GPU rendering dengan kuda, suhu CPU ada di kisaran 60 sampai 75 derajat Celcius dan SU GPU ada di bawah 55 derajat Celcius. Jadi adem banget kan? Lanjut ke Adobe Premiere Proisi 2026. Kita pakai video yang 5 menit seperti biasanya ya. Untuk 4K60 video exporting kita hanya butuh waktu 2 menit saja. Hanya 2 menit. Lalu untuk 1080p 60 fps hanya butuh 35 detik saja. Jadi jelas kencang banget kalau mau dipakai buat content creation. Nah, untuk suhu kerjanya pasal melakukan 4K60 F exporting SU CPU ada di kisaran 55 sampai 75 derajat celcius dan GPU ada di bawah 57 derajat celcius. Adem lagi ya. Lanjut untuk Davinci Resoft 20 software video kelas profesional tapi ini versi gratisan yang kita pakai. Kita pakai video 5 menit ya yang sama seperti tadi. Untuk 4K60 video esportnya butuh waktu 6 menit 6 detik. Sementara untuk 1080 p 60 fps butuh 1 menit 35 detik saja. Nah, untuk suurnya bisa melakukan 4K 60 video exporting ini kita masih mode custom yang tadi ya. Jadi suhu CPU bisa ditahan di kisaran 85 sampai 97 derajat Celcius saja. Tapi untuk GPU dia ada di bawah 65 derajat Celcius. Ini wajar ya karena memang Da Vinci yang versi gratis ini lebih memberikan beban ke CPU ketimbang ke GPU. Tapi ya untungnya kan tadi ada settingannya ya. Nah, lanjut untuk QL Prosion AI image generation benchmark. Kita menggunakan stable division XL untuk menggambarkan kemampuan discret GPU-nya saat digunakan untuk kegiatan yang berhubungan dengan AI image generation. Skornya itu ada di 2.166 poin dengan kecepatan generate di 17,312 detik per gambar. Ini termasuk kencang ya karena kita pernah tes RTS 5070 Ti laptop yang lain dan itu hampir 20 detik ya. Yang ini jauh lebih kencang. Lanjut untuk trim graphic skore. Firestrike Direct X11 itu ada di 46.182 poin dan Time Spy Direct X12 ada di 18.308 poin. Untuk suhu kerjanya pada saat kita melakukan time spice stress test suhu GPU terliat adem ya di bawah 71 derajat Celcius. Oke, tentunya kita juga akan menguji kemampuan gaming ya. Dan hasilnya kurang lebih seperti ini. Ah. [musik] Nah, sekarang kita lihat suhu kerjanya pada saat kita mainkan game Cyberpunk 2077 selama setengah jam. Suhu CPU ada di kisaran 80 sampai 95 derajat celcius dan suhu GPU ada di kisaran 70 sampai 73 derajat Celcius. Untuk suhu permukaan titik panas ada di area atas laptop ya memang dekat dengan area exhaust ya dan itu ada di 47 derajat celcius. Untuk permukaan keyboard titik terpanas ada di area tengah tapi ini bukan di tombolnya. Ini di area sela-sela tombol keyboard dan ini mencapai 42 derajat Celcius saja. Untuk tombol-tombol di area tengah itu masih ada di bawah 40 derajat Celcius. Sementara tombol 6 pad dan WASD yang sering digunakan saat gaming itu ada di kisaran 30 sampai 35 derajat Celcius saja. Kalau pamr itu aman banget bahkan di bawah 27 derajat Celcius. Kita lanjut lihat kecepatan SSD-nya. Untuk kecepatan bacanya ada di 7.109 MB/ dan tulis di 6.352 MB/s. Ini termasuk kecepatan SSD PC Gen4 yang kencang karena kecepatan bacanya bisa lebih dari 7.000 MB/s. Jadi keren ya. Oke lanjut ke pujian baterai. Kita set mode performa di balance beratnya 150 Hit dan volume di 25%. Refresh setate dan resolusi layar itu di kondisi default. Hasilnya saat digunakan untuk memutar video 1080p, baterai habis setelah 6 jam 25 menit. Sudah lumayan lah ya mengingat performa dan layarnya yang emang monster juga ya. Nah, untuk charging 30 menit pertama dia sudah terisi 60%. Ini sih kencang banget ya. Kencang luar biasa. 30 menit loh 60%. Dari kosong sampai penuh ternyata hanya butuh waktu 1 jam. 15 menit saja. Ini keren banget. Ini kecepatan ngisinya udah kayak ngisi HP aja ini ya. Kencang luar biasa. Nah, untuk harga dan paket penjualannya kita lihat ya. Laptop edisi terbatas kolaborasi dengan FIFA World Cup 26 ini dijual di harga Rp61.999.000. Di dalam bok laptopnya kita akan bisa menemukan ceramic key caps replacement dan laptop cover dengan desain FIFA World Cup 26. Untuk paket penjualan lainnya itu ada Microsoft Office Home 2024 yang aktif permanen, ada Microsoft 365 Basic yang aktif selama 1 tahun dan ada PC Game Pass gratis selama 3 bulan. Dan untuk garansi ini khasovo banget ya. Dapat garansi 3 tahun lengkap dengan Legend Ultimate support sekaligus ada accidental damage protection selama 3 tahun. Dengan garansi ini, kita bisa mendapatkan panduan dan saran dari teknisi ahli Lenovo yang juga seorang gamer dalam hal optimalisasi hardware dan juga software. Teknisi ini dapat dihubungi selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun melalui fitur chat, telepon, tol free, maupun email. Selain itu disediakan juga ada dukungan perbaikan cepat di tempat pengguna. Jadi enggak perlu datang ke service center. Sementara untuk garansi Xal damage protection ini akan menawarkan proteksi terhadap keladan pengguna di luar garansi utama seperti ketumpan cairan jatuh enggak sengaja, keretakan pada panel LCD, keyboard mati kena kstat listrik. Ya, ini ditanggung 100% selama 3 tahun. Dapat diklaim lebih dari sekali tapi selama itu bukan parts yang sama ya. Parts yang sama itu maksimal dua kali. Oke, sekarang kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. pertama, supressor tuh agak tinggi di mode performance dengan aplikasi yang memberikan beban tinggi ke CPU. Tapi Lenovo udah ngasih solusi dengan memberikan opsi limit suhu CPU di mode custom. Jadi tinggal diatur senyaman kalian aja. Ini sih keren banget ya. Kalau malas nyeting ya mudah tinggal pakai balance aja gitu ya. Beres. Untuk kelas harganya yang satu ini kapis SSD-nya tuh hanya 1 TB. Untungnya kalau mau di-upgrade laptop ini masih ada slot SSD tambahan sih ya. Kemudian suara speakernya udah bagus ya, tapi masih terasa agak kurang berada di kelas harganya. Nah, dari segi menariknya yang pertama jelas ini laptop limited edition yang kemungkinan besar enggak akan pernah dijual lagi ya karena eventnya hanya ada di tahun ini, di tahun 2026. Desainnya jelas beda dibandingkan laptop biasa. Benar-benar kerasa edisi spesialnya. Dan bukan cuma jualan gimmic limited edition, performa laptop ini juga beneran kencang. Presornya pakai Intel Core Ultra 9 275 HX yang punya 24 core. Buat mau tasking jelas enteng. Jalan aplikasi berat enggak masalah. Mau gaming esport ratusan FPS dipakai gaming triple A juga kencang. Karena GP-nya pakai RTS 5070 Ti laptop dipakai buat editing video 4K60 juga masih aman. More rending 3D juga kuat banget. RAM juga lega banget langsung 32 GB DDR5 6400. Layar udah mewah. Cocok buat gaming atau content creation atau mau nonton juga udah mantap ya. Keyboard yang dipakai juga pakai backlit perky RGB dan kita bisa ganti key caps-nya. dan key caps-nya untuk gantinya udah disediakan juga. Chargingnya super kencang untuk sebuah laptop gaming ini. Benar-benar super super kencang ya. Wi-nya Wii 7 dan butuhnya versi 5.4 jadi future proof juga. Garansinya juga 3 tahun lengkap dengan ADP yang 3 tahun juga. Nah, pertanyaannya laptop yang satu ini cocoknya buat siapa sih? Pertama jelas buat kolektor yang pengin koleksi barang-barang kolaborasi FIFA World Cup 26. Yang satu ini enggak akan bisa dilewatkan. Lalu untuk gamers yang nyari laptop gaming sekencang PC desktop, nah ini cocok. Mau game esports atau game triple A semua dilibas. Untuk content creation butuh desktop replacement mungkin biar bisa work from anywhere. Nah, ini juga cocok ya. Mau editing video 4K60 atau desain 3D, desain Cat, semua lancar, enggak ada masalah. dipakai buat Gatan AI juga aman ya, asalkan memang aplikasinya sudah mendukung 5070 TID yang ada di dalam laptop ini. Jadi kalau dicari adalah sebuah laptop high performance sekaligus sebuah desktop replacement, rasanya Lenovo Legend Pro 7i FIFA World Cup 26 Edition ini layak untuk dipertimbangkan. Apalagi yang satu ini adalah kolaborasi spesial edisi terbatas.
