Jungkat

Review Lenovo Legion Tab Gen 5 | Ringkas Tapi Ngebut, Warna Fresh, dgn Fitur Melimpah! (YouTube Video)

  • 18/07/2026

Ini tablet gaming resmi terkencang saat ini di Indonesia, Lenovo Legion Tab Gen 5. Performa mantap, dia pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 plus high [mendengus] speed LPDDR5T memorinya ya, luar biasa. Ukuran ringkas, layarnya cuma 8,8 inci 3K tapi ya, 165 Hz. Tampilan layar juga mantap dengan janji 99% DCI-P3. Baterainya 9000 mAh, ini terbilang besar ya untuk tablet yang ringkas seperti ini. Kelengkapannya melimpah dan berkelas. Fitur gaming juga lengkap di sini. Penampilannya cakep, apalagi ini kan Legion Tab Gen 5 yang limited edition kalau yang saya pegang ini ya. Oke, langsung saja kita bahas tablet gaming yang menarik banget dan harganya masih masuk akal banget ini. Ya, Lenovo Legion Tab Gen 5 atau Gen 5. Ini penerus dari tablet yang saya pakai sehari-hari ya, yang Legion Tab Gen 3. Ada perbedaan kan? Tentunya ada dan masih bisa naik spek ya, padahal eranya lagi kayak begini nih ya, lagi naik semua harganya ya. Dan ya, sayangnya memang harganya tidak bisa serendah pendahulunya, tapi menurut kami peningkatan harganya masih wajar dan ini seharusnya tetap jadi tablet yang sangat menarik. Oke, langsung saja kita lihat dalam paket penjualannya ya. Nah, untuk kemasan paket penjualan pun yang satu ini yang pakai nuansa Piala Dunia ya, keren dan memang terasa spesial isinya ya. Nah, di dalamnya tentunya ada unit tabletnya, lalu ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Di sini ada charger 68 watt, lalu ada kabel USB C to C, ada tempered glass lengkap dengan perlengkapan pemasangan screen protectornya ke layar. Lalu ada folio case juga, ada tray ejector dan ada paket dokumen. Nah, untuk desain ini desainnya sederhana ya dengan body yang serba flat, dengan layar flat, frame-nya flat dan ya bagian belakangnya flat juga. Tapi area tepi body-nya itu dibuat penyalengkungan tipis-tipis ya, jadi bukan yang terasa menyiku dan tajam gitu. Nah, ini untuk body pakai body metal aluminium ya. Untuk warna ini disebut search, ini terlihat unik ya, beda dan ini memang yang spesial banget. Untuk rating ketahanan terhadap debu dan air sayangnya ini memang hanya menawarkan IP52, tapi setidaknya debu dipastikan enggak akan ganggu tablet ini dan masih amanlah kalau cuma kena percikan-percikan air, bukan hujan ya. Untuk dimensi tinggi 128,5 mm, lebar 206,5 mm dan tebal di 7,59 mm. Seperti pendahulunya yang satu ini kecil banget ya dan bisa masuk dalam tas selempang yang kecil juga. Bobotnya itu sekitar 361 gram dan ini lumayan ringanlah ya. Lanjut kita lihat apa yang ada di sekeliling body tablet ini dengan pegang tablet di posisi horizontal seperti ini. Di sisi kanan ada grill speaker dan port USB-C dan ini USB 2.0 ya, ini lebih pas untuk charging sebetulnya. Di atas ada dua mikrofon, tray microSD, tombol power dan ada tombol volume up and down. Di kiri ada grill speaker, di bawah ada satu lagi port USB-C. Nah, yang ini USB 3.2 Gen 2 dengan kecepatan transfer sampai 10 Gbps. Tadi terlihat ya, tablet ini punya dual speaker dengan Dolby Atmos. Kualitas suaranya terbilang mantap yang satu ini. Mid jelas dan rapi, bass ada, bukan yang sampai dung dang dung dang dung bukan, tapi udah terasa banget. Treble juga bukan yang menonjol tapi udah mantap juga di sini. Volumenya juga udah mencukupi untuk penggunaan pribadi dan udah lantang banget. Posisi speaker ini juga membuatnya enggak mudah tertutup telapak tangan kita saat menggunakan tablet ini untuk main game di posisi horizontal. Dan yang menarik pada speaker ini sama seperti yang di Gen 3 sebelumnya adalah efek surround yang diberikan ya. Ini rasanya lebar banget ya. Mungkin ini sebetulnya speaker yang harusnya ada di tablet ukuran 11, 12, mungkin 13 inci. Ditaruh di 8,8 inci rasanya tuh jadi suara tuh lebih lebar jauh dari layarnya sendiri. Oke, sekarang bicara soal layarnya. Ini adalah layar 8,8 inci Lenovo Pure Side Gaming Display 3K. Panelnya IPS, bukan AMOLED dan enggak ada masalah di sini bukan AMOLED. IPS berkualitas itu bisa terlihat lebih mantap dari OLED yang kurang di-tuning. Apalagi IPS akan lebih tahan terhadap burn in, terutama kalau kalian main game yang ada frame-nya. Nah, di frame-nya kan itu diam terus tuh, mau main berjam-jam, kena panas, segala macam, tidak akan burn in kalau pakai IPS. Untuk resolusi adalah 3K, tepatnya 3040 * 1904 pixel. Untuk layar 8,8 inci, resolusi ini membuat tampilan jadi sangat-sangat tajam dan detail sekali. Refresh rate-nya up to 165 Hz. Untuk brightness maksimal sampai sekitar 600 nits baik indoor maupun simulasi outdoor. Kalau kita pakai brightness enhancement, dia bisa naik sampai 787 nits untuk simulasi outdoor. Oke, untuk gamut tersedia dua mode tampilan di sini. Ada mode standar dan vibrant. Dan di mode standar tidak akan ke 100% sRGB dengan gamut cover sRGB 95,5% sRGB dan gamut Adobe RGB 99,5% sRGB. Sementara untuk mode vibrant, ini bisa mendekati 100% DCI-P3 sesuai dengan janjinya Lenovo. Jadi, layarnya sama sekali tidak akan terlihat pucat, sama sekali tidak ya. Dan layar ini mendukung Dolby Vision. Ya, bezel layar juga cukup tipis di sisi atas dan bawah. Dia sedikit lebih tebal di kiri dan kanan dan ini wajar untuk tablet karena jadi ada ruang ekstra untuk megang tablet ini di posisi horizontal. Dan layarnya juga mendukung stylus pen ya, memang ini harus dibeli terpisah. Nah, saat kami coba menggambar dengan Lenovo Tab Pen Plus, nah ini terasa nyaman, lancar, bebas dari lag. Pressure level terdeteksi dengan baik untuk tebal tipis garis juga, ya mantap banget ya. Digambar juga asyik banget. Palm rejection-nya juga bekerja dengan sangat baik sekali. Secara umum nyamanlah ya layar tablet ini untuk dipakai menggambar-gambar kalau pakai stylus. Jadi, kalau ada yang doyan buat menggambar, ya tinggal cari stylus-nya aja. Ya, sayangnya enggak ada dalam paket penjualan. Nah, kemudian untuk layar ini, ini juga mendukung input sentuhan sampai 10 jari. Dan layarnya juga punya sertifikasi TUV Rheinland Flicker Free, TUV Rheinland Low Blue Light. Ini harus pakai solution ya. Lalu ada juga TUV Rheinland Precise Touch. Kemudian di sini ada kamera depan 8 Megapixel. Posisinya ada di bezel kiri layar. Bukanya F2.0, ini adalah kamera fixed focus. Field of view-nya 78 derajat. Perekaman video sampai 1080p 30 FPS. Posisi kameranya terasa agak kurang nyaman kalau digunakan untuk video call di posisi horizontal ya. Ini lebih pas kalau tabletnya dipegang di posisi vertikal kalau untuk video call tentunya. Nah, sekarang kita beralih ke sisi belakang. Ini adalah kamera belakang 50 Megapixel F1.8 auto focus. Perekaman video sampai 4K 30 FPS. Dan kamera ini juga dilengkapi dengan LED flash. Untuk fitur-fitur ada AI fotografi, dokumen, dan ada ultra HD juga. Kemudian di sini ada juga logo lingkaran khas Legion di dekat kamera yang ternyata bisa menyala dengan beberapa efek pencahayaan. Ini disebut sebagai Legion Halo AI Adaptive Lighting. Yang satu ini bisa menyala saat di beberapa kondisi termasuk saat menjalankan game dan bahkan bisa menampilkan efek sesuai gameplay untuk beberapa game. Nah, kalau kata Lenovo ini jelas memperkuat identitas gaming dari Legion Tab Gen 5 ini. Untuk spesifikasi internalnya SOC-nya sudah dibahas tadi ya, Snapdragon 8 Elite Gen 5. Saat video ini dibuat ini adalah SOC terkencang saat ini ya. Lalu di sini ada Legion Coldfront Vapor Cooling 3.0 ya untuk pendinginannya ya. Ini menggunakan vapor chamber seluas 17.353 mm persegi untuk menjaga agar performanya tetap tinggi saat main game berat. Untuk RAM dan storage yang kami uji adalah di 12 giga RAM dan storage di 256 GB. RAM-nya pakai LPDDR5T kecepatan tinggi yang disebut bisa mendukung multitasking dan gaming yang lebih smooth lagi. Storage-nya pakai UFS 4.1 Pro. Uh, mantap. Untuk baterai 9000 mAh, charging up to 68 watt dan sudah support bypass charging juga. Ini gaming banget ya. Nanti kita lihat efek penggunaan bypass charging saat kita lagi gaming. Untuk sensor-sensor di sini lengkap ya, termasuk hardware base gyro tentunya. Ya, namanya juga buat gaming. Untuk konektivitas, dia sudah Wi-Fi 7, Wi-Fi 7, tapi ini belum mendukung Wi-Fi sharing memang ya. Untuk Bluetooth sudah versi 6, support codec SBC, AAC, LDAC, aptX, aptX HD, aptX adaptive juga bisa di sini. Dan tentunya sudah support USB OTG untuk kedua port USB-C nya. Display out itu bisa ya, lewat USB-C yang ada di sisi bawah dan ini support output sampai 4K 60 fps. Nah, kalau USB-C di bawah kita pakai untuk display output lewat USB-C to HDMI, apakah port di samping bisa kita pakai buat charging? Tentunya bisa. Tapi ini memang belum bisa charging yang kencang ya. Tapi kalau misalnya port ini mau kita pakai untuk USB hub, supaya bisa pasang keyboard USB atau mouse USB saat pakai display output, USB hub nya itu harus kita pasang ke USB-C yang adanya di bawah. Kalau kita pasang di USB-C yang ada di samping, perangkat USB yang kita pasang ke hub jadi tidak terdeteksi. Oke, untuk OS dia pakai ZUI 18 berbasis Android 16. Untuk update Android nya itu ada sampai dua kali, jadi bisa dapat sampai Android 18 dengan security update sampai 4 tahun Untuk OS ini bersih ya, ada aplikasi pihak ketiga tapi enggak banyak dan bisa dihapus kalau tidak dibutuhkan. Untuk fitur bawaan ada desk mode, ini tampilan ala desktop seperti saat kita gunakan display out untuk tampilan di monitor atau TV. Ya, jadi desktop tapi tampilnya di layar yang layar nya sendiri gitu ya. Lalu ada Lenovo Vantage, berisi berbagai informasi terkait cara penggunaan fitur di tablet, lama garansi tersisa dan lain sebagainya. Lalu ada Smart Connect, ini untuk menghubungkan tablet ini ke laptop, smartphone dan perangkat wearable, sehingga semua bisa dikendalikan dengan mudah lewat satu interface saja. Sementara untuk fitur AI ada Lenovo AI Engine Plus, ini adalah fitur optimasi otomatis untuk performa tablet. Lalu ada juga berbagai fitur AI lain seperti AI transcribe, AI rewrite, AI continue writing, AI summary, AI explain dan lain sebagainya. Banyak banget. Fitur AI bawaan Android termasuk Circle to Search tentunya juga tersedia di sini. Oke, sekarang lihat performa saya ya. Kita langsung benchmark dengan AnTuTu 11 dan tanpa kipas sudah langsung dapat 4.064.000-an. Kalau dikipasin tentunya naik ke 4.163.000-an. Untuk Geekbench 6 tanpa kipas single core 3.638, multi core di 10.630. Dengan kipas single core di 3.668 dan multi core di 10.746. Untuk 3DMark Wild Life stress test tanpa kipas base score 26.391, lowest score 22.337. Stability-nya ada di 84,6%. Kalau kita kipasin base score jadi 26.968 dengan lowest score di 25.078. Jadi stability-nya ada di 92,9%. Lumayan naik sedikit. Nah, untuk 3DMark Solar Bay ini ray tracing ya. Tanpa kipas 10.783 atau 41 FPS. Kalau dengan kipas kita bisa dapat 13.399 atau 50,95 FPS. Oke, sekarang kita lanjut tentunya untuk gaming ya. Nah, salah satu fitur terkait gaming yang disebut tersedia di tablet ini adalah Lenovo AI Engine Plus yang disebut sebagai AI yang membantu mengoptimalkan pengalaman gaming kita. Salah satu fungsinya adalah memprioritaskan suara krusial dalam game seperti suara langkah kaki. Ada juga fitur noise cancelling agar voice chat kita yang di game itu terdengar lebih jelas bebas gangguan suara dari sekitar. Tentunya ada juga beberapa fitur lain terkait haptic feedback, performa serta efek lighting. Lalu Legion Space yang memungkinkan kita mengakses game library serta settings tertentu yang disebut bisa membantu agar gaming jadi lebih optimal. Lalu ada juga overlay yang berisi beberapa fitur pendukung gaming termasuk fitur gaming view. Nah, ini untuk mengatur rasio tampilan game di layar. Kita bisa pilih full screen, ultra wide, serta ada rasio ekstrim khusus seperti eh 24 banding 10 atau 32 banding 9 misalnya. Lalu ada juga fitur memilih mode performa untuk main game. Tentunya untuk pengujian ini kami akan pakai performance mode di overlay yang satu ini. Oke, langsung aja kita tes untuk gaming Subway Surfer dulu aja ya. Tanpa perlu setting apapun game ini langsung jalan di 164 FPS. Layar 165 Hz nya langsung terasa manfaatnya dan tentunya ini mulus lancar banget. Mobile Legends kita pakai setting rata kanan dengan frame rate ultra bisa dapat rata banget di 120 FPS. Mau battle nya rame banget pun enggak ada gejala penurunan frame rate sama sekali. Terlalu enteng lah buat tablet yang satu ini ya. Lalu PUBG Mobile setting sampai 120 FPS ini terbuka di sini ya. Kami coba dengan kualitas smooth FPS nya ya rata banget di 120 FPS. Sebenarnya kalau mau pakai setting kualitas lebih tinggi harusnya masih bisa ya. Gyro gaming juga mantap ya karena ini pakai hardware gyro ya. Lanjut Wuthering Waves. Kita coba pakai setting quality rata-rata FPS yang didapatkan adalah 59,2 FPS. Tinggi sekali. Sesekali memang bisa ada penurunan frame rate tapi enggak mengganggu sama sekali. Setelah 30 menit kita lihat suhu di layar maupun body belakang masih terjaga enggak ada yang lewat dari 37 derajat Celcius. Ya, ini Wuthering Waves yang jalannya udah nyaris 60 FPS rata. Lanjut untuk Genshin Impact. Kita coba dengan setting highest 60 dan frame rate yang didapatkan ya itu rata 60 FPS ya. Sesekali memang masih ada penurunan sedikit tapi kebanyakan masih di atas 50 FPS. Jadi rata-rata selama 30 menit kita masih dapat 59,8 FPS. Kalau suhunya wah hampir enggak kerasa hangat sama sekali ya. Suhu terjaga di kisaran 31 sampai 33 derajat Celcius untuk sisi layar dan sisi belakang. Aman banget yang satu ini. Jadi untuk game Genshin Impact rankingnya udah jelas S. Enggak Enggak dikipasin udahlah S ya. Oh ya. Lenovo juga menyediakan fitur Ultra SD Vision yang salah satu fiturnya adalah Game Frame Interpolation. Nah, saat kami coba di Genshin Impact, ini berfungsi, ya, dan membuat frame rate jadi 120 FPS. Tentunya dengan interpolasi. Suhu bodi tablet ini bisa sedikit naik kalau Game Frame Interpolation ini aktif. Tapi, ya, enggak jauh juga, ya. Cuma ada bagian tablet yang suhunya bisa mencapai 36 derajat Celsius. Masih enggak panas juga. Enggak sampai 40 bahkan, ya. Nah, kemudian bagaimana dengan efek bypass charging? Kita tes juga di Genshin Impact ini. Setelah setengah jam dengan bypass charging, terlihat bahwa persentase baterai memang tidak meningkat, ya, setelah setengah jam. Sementara kalau tanpa bypass charging, terlihat persentase baterai memang langsung meningkat jauh dalam setengah jam. Untuk suhu, sebenarnya terlihat tidak jauh berbeda. Kurang lebih seperti itu, ya, efek dari bypass charging di tablet gaming ini. Ya, benar-benar bisa bypass, lah, ya. Orang dia bisa bikin laptop gaming. Oke, secara keseluruhan untuk gaming tanpa kipas pun game-game sudah bisa dilibas semua sama tablet ini. Penasaran sih, bagaimana kalau buat game-game yang lain. Apa perlu kita buat video pengujian untuk game yang spesial yang lain-lain untuk tablet ini? Nah, kalau memang perlu, tulis di kolom komentar, sekalian sebutin game-nya apa saja kira-kira. Kita lanjut ke pengujian kamera. Oke, kali ini kita uji kemampuan kamera dari tablet Lenovo Legion Tab yang satu ini. Untuk resolusinya sendiri di kamera depannya, dia bisa sampai 1080p 30 FPS. Hasilnya sendiri sudah bagus banget, ya. Detailnya dapat, ketajamannya bagus. Overall, ini sudah bagus banget, lah, kalau misalnya mau dipakai buat meeting online maupun video call. Cuman karena kameranya itu ada di sebelah kiri kalau kita pakai orientasi landscape, jadi saran kami sih, kalau mau dipakai buat meeting online atau video call di orientasi landscape, kita geser diri kita ke tengah seperti ini atau mau digeser tabletnya biar positioning kita itu jadi lebih oke gitu. Atau kalau mau, kita bisa pakai orientasi portrait seperti ini. Nah, kalau misalnya pakai orientasi portrait kita enggak perlu geser-geser kitanya lagi atau tabletnya ya. Karena posisi kameranya itu ada di tengah atas kayak gini. Jadi kalau misalnya buat meeting online maupun video call, ini akan lebih pas gitu. Oke, sekarang kita coba kalau kita pakai pencahayaan biasa. Untuk hasilnya sendiri ini masih terbilang oke ya. Memang detailnya itu agak sedikit kurang, cuman enggak kerasa banget lah. Ini masih kepakai banget lah kalau misalnya kalian mau pakai buat meeting online maupun video call. Berikutnya kita coba kemampuan kamera belakang dari tablet Lenovo Legion Tab yang satu ini. Pertama kita coba dengan kondisi cahaya studio ya. Untuk resolusinya sendiri dia bisa sampai 4K 30 FPS. Hasilnya kurang lebih seperti ini. Gimana menurut kalian kualitasnya sudah oke atau enggak? Berikutnya kita coba kalau pakai pencahayaan biasa. Hasilnya kurang lebih seperti ini ya. Gimana menurut kalian? Apakah terasa ada penurunan kualitas atau enggak? Oke, kali ini kita coba tablet ini untuk meeting online. Pertama kita coba pakai Google Meet terlebih dahulu. Untuk kualitasnya sendiri ini sudah bagus ya, kepakai banget kalau misalnya kalian mau meeting pakai platform Google Meet. Nah, berikutnya kita akan coba kalau kita pakai background maupun filternya. Kita coba beberapa dulu ya. Nah, kita coba background yang ini. untuk background ini sudah berfungsi dengan baik ya. Berikutnya kita coba kalau misalnya pakai filter. Nah, di sini ada beberapa pilihan template, kita coba salah satu Nah, oke. Pakai background maupun filter pun hasilnya sudah bagus banget ya, sudah bekerja dengan sangat baik di tablet ini. Jadi kalau misalnya mau dipakai untuk Google Meet, ini sudah kepakai banget. Oke, berikutnya kita coba untuk Zoom Meetings ya. Kita akan coba background dan filternya. Kita coba beberapa di sini ya untuk background terlebih dahulu. terlihat ya ini bekerja dengan baik. Kita coba yang ini, nah dia juga bisa bekerja dengan sangat baik. Kalau ditambah filter gimana? Nah, kita coba juga nih. Oke. Kita coba salah satu ya. Oke, ini filter kacamata, terus ini kalau kita pakai filter, nah oh ya pakai topeng, nah kelihatan ya, mau itu pakai background atau filter atau keduanya, filter di Zoom Meetings tersebut bisa berjalan dengan sangat baik di tablet Oke, itu tadi pengujian kamera dari tablet Lenovo Legion Tab yang satu ini. Overall untuk kebutuhan meeting online atau video call, tablet ini bisa kepakai banget ya. Dan sekarang kita lanjut ke pembahasan berikutnya. Oke, sekarang kita lihat daya tahan baterainya. Untuk YouTube playback 1080p 30fps non HDR, baterai habis setelah 25 jam 17 menit. Ini hasil yang terbilang baik ya mengingat layar tablet ini besar. Dan resolusinya ada di 3K pula ya, jadi ya udah oke lah hasilnya segini. Lalu untuk TikTok-an selama 1 jam, baterai berkurang 7%. Untuk YouTube streaming 1080p 30fps non HDR selama 1 jam, baterai berkurang 7%. Untuk Genshin Impact highest 60fps, selama setengah jam baterai berkurang hanya 9% saja. Sekarang kita tes untuk charging-nya. Dari 0 sampai 50% itu butuh waktu 25 menit, sementara dari 0 sampai penuh butuh 1 jam 3 menit. Untuk baterai 9000 mAh, waktu charging-nya sudah terbilang cukup cepat. Kita lihat lagi untuk Netflix, sudah Widevine L1 dan ini sudah mendukung streaming kualitas HD ya. Untuk YouTube kita bisa streaming sampai 4K 60 dengan HDR aktif. Untuk haptic feedback ini getarannya kencang dengan akurasi yang bagus, berkelas juga ya, lucu banget nih ya. Lalu untuk Wi-Fi-nya bagaimana? Apakah cukup kencang? Kita coba dengan jaringan Wi-Fi 7 dengan internet sekitar 500 Mbps dan kami bisa dapat hasil speedtest yang mendekati dengan kecepatan maksimal internet di kantor kami. Jadi enggak ada masalah di Wi-Fi yang kurang kencang. Pendahulunya ada. Cuma sampai 200-an Mbps doang. Kalau yang ini enggak ada masalah sama sekali. Oke, lanjut untuk harga. Tablet gaming ini dipasarkan dengan harga kisaran 13.999.000, tapi di marketplace tertentu kita bisa menemukannya di harga 12 jutaan. Lenovo Indonesia membekali Legion Tab Gen 5 ini dengan garansi 1 tahun lengkap dengan ADP One atau ADP One. Nah, yang satu ini itu benar-benar untuk melindungi tablet ini dari kerusakan akibat kejadian yang tidak terduga. Misalnya kalau tablet rusak gara-gara kecemplung air atau kebanjiran misalnya ya, atau tablet terjatuh bahkan sampai layar pecah pun, atau rusak kena masalah kelistrikan ya. Semua akan ditanggung oleh Lenovo untuk satu kali kerusakan. Lumayanlah ya, lumayan bantu yang satu ini ya. Menariknya lagi ini adalah tablet gaming pertama di Indonesia yang dilindungi garansi seperti ADP One ini. Luar biasa ya. Nah, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, ini adalah tablet yang Wi-Fi only. Tidak ada dukungan seluler yang menurut saya juga sebetulnya sudah pas-pas saja karena saya pun tidak mau ngurusin lebih dari satu atau dua SIM card. Kalau ada ini mungkin saya jadi ngurus tiga SIM card atau empat SIM card. Kebanyakan sih kayaknya ya. Jadi ya jangan banyak proteslah ya. Sudah enak ini tethering saja ke handphone sebetulnya begitu. Ya, tapi kalau kalian ada yang suka untuk pakai tablet ini dengan SIM card ya, mungkin ini kurang begitu pas buat kalian. Kemudian tempered glass-nya tersedia di paket penjualan, tapi kita harus pasang sendiri ya. Untungnya perlengkapannya lengkap, enggak cuma tempered glass polos gitu saja. Jadi ada alat untuk masangnya juga. Kemudian untuk yang butuh gaming dengan pakai headset di sini enggak ada audio jack 3,5 mm. Jadi kita harus pakai headset USB-C atau pakai bantuan USB-C DAC ya untuk pakai headset berkabel untuk pendukung kita nge-game ya. Kemudian untuk yang kami pakai ini di 12/256. Ya, memang akan ada yang bilang kenapa enggak 16/512, Bang? Ya, masalahnya RAM lagi naik tinggi luar biasa. 16/512 akan menggiring harganya jadi lompat jauh sekali. Ya, Bang, 16 juta doang gua bayar. Enggak bakal sejuta, bisa lebih dari segitu. Bisa lebih, bisa 3-4 juta naiknya. [tertawa] Bisa terlalu jauh naiknya sampai mungkin kalian akan melihat wah ini enggak masuk di akal. Itu sebabnya mungkin paling enggak untuk tarikan pertamanya dia ada di 12/256, begitu, ya. Nah, di sini menariknya performanya tinggi, kencang, dan siap melibas game Android yang berat, enggak ada masalah. Suhunya aman sekali, ya. RAM-nya ya, paling enggak bukan 8, ini 12 giga ya sudah ya RAM-nya ya, dan kencang. Ukurannya juga ringkas, bobot juga ringan, warnanya unik, fresh, refresh rate-nya juga sampai 165 Hz dan beberapa game juga bisa langsung manfaatkan refresh rate ini. Daya tahan baterai sudah terbilang lumayan bagus. Ada dukungan stylus di layarnya, ya. Ada bypass charging, speaker stereo dengan kualitas yang cukup keren di sini, ya. OS juga bersih, ringan, kayak fitur untuk sensor-sensor juga lengkap. Ada Legion Hello Lighting, ada fitur pendukung gaming juga di sini. Lalu ada USB 3.2 Gen 2 sudah kencang nih, ya. Dan dia bisa display output lewat USB-C. Ada dua USB-C juga, ya. Jadi kalau charging tablet ini masih ada satu port lainnya yang bisa digunakan. Lalu paket penjualannya juga sudah lengkap. Dan yang menariknya sebenarnya kita bisa memperlakukan dia seperti handphone. Ya, jadi kita bisa ngangkat telepon WhatsApp karena ada proximity sensornya juga di sini. Ya, sebetulnya memang wajar sih kalau ada yang minta ada SIM card-nya, cuma memang enggak ada. Di sini enggak ada SIM card-nya. Paling enggak ya kalau mau ngangkat WhatsApp kayak gitu masih bisa lah. Oke, jadi pertanyaan tablet ini cocoknya buat siapa? Tentunya untuk gamer mobile di Android yang ingin perangkat kencang tapi tetap ringkas, khusus untuk gaming, performanya mantap banget soalnya, ya. Atau untuk yang butuh device kerja yang ringkas, yang mudah dipindahkan dengan opsi konektivitas melimpah, jadi bisa disulap jadi seperti PC desktop, ini cocok juga, ya. Selama aplikasi pendukung kerja kita ada di Android, bisa nih pakai tablet yang satu ini. Mau ngedit video juga bisa, ya. Jadi siapa tahu mau pakai ini buat ngedit video, ya. Handphone kalian dipakai buat ngerekam, tapi ngeditnya mau layarnya agak lebih gede. Bisa dan ini kencang banget. Secara umum, Lenovo Legion Tab Gen 5 ini layak sekali jadi penerus pendahulunya, ya. Jelas dia mengusung banyak peningkatan, terutama di performanya yang lompat jauh, ya. Karena Gen 4 enggak pernah keluar di pasaran Indonesia, bahkan enggak pernah keluar di pasaran internasional, ya. Jadi memang, kalau yang dicari adalah sebuah tablet berperforma super tinggi dengan ukuran ringkas 11,8 inci, rasanya tablet yang satu ini sangat layak untuk dicermati.

Lihat di YouTube