Review MacBook Neo Indonesia / Macbook Murah, Emangnya Bagus?? (YouTube Video)
Pernah kebayang enggak kalau iPhone yang chipsetnya kencang itu dijadiin sebuah laptop? Ini nih hasilnya. MacBook New. [musik] Halo semuanya, Bag Puter. Dan langsung aja ini dia the new MacBook New ya. MacBook dalam tanda kutip murah yang sangat jauh dari kata murahan. Produk ini bisa dibilang salah satu kejutan dari Apple karena untuk pertama kalinya mereka ngerilis MacBook entry level. Ya, yang dikurang-kurangin pastinya ada, tapi bagusnya itu menurut saya banyak banget dan bakal bisa sangat cocok buat mereka yang baru pertama kali pengin nyobain pakai MacBook. Nah, untuk satu unit MacBook New ini lumayan murah sebenarnya ya. Ini saya dapetin di studio ponsel dengan harga segini untuk versi 512 gig. Kalau dibandingin sama harga ril Singapura emang sedikit lebih tinggi, tapi menurut saya masih wajar karena satu ini barang inter dan yang kedua distributor kayak ibox, Digimap dan lain-lain itu belum jual ya. Kalau entar udah ada mestinya sih ada koreksi dan ya nanti kita tunggu aja bakal jadi berapa. Nah, ini dia untuk MacBook-nya, si MacBook New. Satu hal yang langsung saya notice dari perangkatnya itu adalah desain di pinggir-pinggir sudutnya tuh yang kelihatan lebih melengkung kayak lebih curvy dan dibikin lebih santai. Jadi supaya laptopnya tuh enggak terkesan serius. Tambah lagi dengan pilihan warnanya yang berani sekali ada warna pink sampai kuning. Kalau saya pakai sekarang ini adalah satu warna yang bisa dikatakan aman lah ya. Warna indigo kembiruan yang mirip sama warnanya iPhone 17 Pro. kelihatan bagus sih dan masih ada feel mewah-mewahnya. Secara ukuran ini laptop tergolong cukup kompact ya untuk yang 13 inch cukup kecil, ringkas dan ringan. Tipisnya juga lumayan banget kok ya karena kalau kita lihat datanya di website Apple ini masih lebih tipis dibandingkan MacBook Air terbaru sekalipun. Dari timbangan ini saya dapat sekitar 1200-an gr yang mana ini udah oke banget ya untuk dibawa-bawa. masih di bawah 1,5 kilo dan kita gak perlu ngitung berat charger karena chargernya kan bisa nebeng sama chargeran HP kita. MacBook Neo ini emang punya charger bawaan sendiri tapi itu cuman 20 watt doang. Kecil banget ya 20 watt gitu. Nah, jadi buat yang mungkin udah punya chargeran lain khususnya third party universal mungkin kayak Anchor, Auki dan semacamnya harusnya udah enggak perlu pakai charger bawannya Apple. Kalau misalnya ada yang takut, "Ah, Bang, takut nanti rusak, enggak pakai charger bawaan dan segala macam." Tenang aja, MacBook Pro M1 Pro saya yang udah berapa tahun tuh, 4 tahun, 5 tahun itu hampir enggak pernah kena charger atau kabel bawaannya udah pakai third party terus-terusan dan masih hidup. Sampai sekarang masih baik-baik aja. Tapi ya emang baterai udah sedikit lebih sok, tapi ya namanya juga udah lama gitu pemakaian. Jadi menurut saya tenang aja, mau pakai charger third party, kabel third party selama mereka kualitasnya bagus itu enggak bakal ada masalah. Lanjut lagi kita ngomongin soal desain, ada poin lain yang perlu diperhatikan, yaitu soal port. Di sini cuma ada dua port USBC ya dan itu pun tidak ada yang Thunderbolt. Saya spesifikasinya beda-beda juga. Ada satunya yang USB 3, satunya bukan. Jadi kalau misalnya kalian pengin transfer data pakai SSD, pastiin colok di port yang tepat supaya dapat kecepatan transfer yang optimal. Kemudian untuk jack audio di sini juga ada ya, tapi posisinya agak lucu ya, agak di bawah dan di dekat sama speakernya. Enggak ada HDMI, enggak ada untuk micro SD, SD card segala macam enggak ada. Pokoknya portnya cuma dua ini aja. Jadi kalau misalnya kalian lagi sambil ngecas itu cuman punya satu port doang kecuali kalian tambahin pakai dongle ya. Jadi agak ribet sebenarnya dari segi portnya. Sekarang baru kita buka untuk laptopnya. Dan begini nih tampilannya. Emang di sini enggak ada poni ya, kayak MacBook baru di bagian webcam-nya. Tapi sebagai gantian memang dari segi basel ini kelihatan cukup tebal. Enggak masalah sih sebenarnya karena masih salah satu kompromi yang harus dimaklumi dari sebuah MacBook murah. Ya, secara speks, layarnya masih bagus banget meskipun udah tentu beda dengan MacBook Pro atau MacBook Air. Jenis panelnya sama, resolusinya tetap tinggi tapi beda di warna aja karena kalau kita cek di website-nya Apple tertulis di situ srb ya. Sedangkan yang lain itu sudah P3. Untuk visual masih oke banget ya, masih bisa ngelihat warna dengan baik entah saat multimedia nonton maupun kita ngecek-ngecek foto di Lightroom. Levelnya emang bukan laptop profesional, tapi tetap lebih dari cukup dan masih layak banget untuk dikatakan sebagai layar yang bagus. Nah, dari layar kita turun ke bawah kita bisa lihat ada keyboard-nya ya, magic keyboard kalau tulisannya Apple. Masih keyboard yang menurut saya enak banget untuk ngetik, nyaman ya untuk lama-lama. Dan kalau menurut saya ini adalah salah satu poin lebih dari MacBook Neo dibandingkan iPad. Dibanding ngetik di magic keyboard-nya iPad, saya jauh lebih suka experience ngetik di magic keyboard-nya si MacBook New. Alasannya simpel karena layout keyboardnya ini penuh ya, enggak dempet-dempet, enggak kecil, keyboardnya gede. Enak deh pokoknya. Paling pertimbangan bagi sebagian orang itulah di sini tidak ada backlight ya. mungkin jadi agak berasa kurang nyaman bagi yang suka ngetik di tempat remang-remang. Tapi buat orang yang ngetiknya udah jago ya, ngetiknya udah enggak perlu lihat keyboard lagi, ini sih mestinya enggak jadi sebuah hal yang jadi pertimbangan pusing-pusing gitu lah. Udah enggak masalah sebenarnya. Oh ya, untuk touch ID atau sensor stik jari itu cuma ada di versi MacBook Neo yang 512 GB aja. Sedangkan kalau kalian beli yang 256 itu enggak ada Touch ID-nya. Terus kita turun lagi ke bagian trackpad. Nah, ini juga beda karena dia masih multitouch trackpad aja. Beda dengan MacBook Air atau Pro yang sudah mendukung Force Touch. Bedanya tuh lebih ke rasa atau feel pas kita tekan aja kayak lebih clicky, berasa lebih dalam gitu kayak mechanical dibandingkan force touch. Ya udah tipis aja gitu misalnya kayak kita lagi pencet. Masti cobain sendiri sih sebenarnya biar tahu bedanya kayak gimana. Kalau menurut saya sih balik lagi ini bukan sesuatu hal yang gede untuk jadi poin pertimbangan. Nah, sekarang baru kita masuk ke bagian specs-nya. Nah, ini nih yang tadi di awal saya bilang menarik banget ya. Ini adalah laptop pertama Apple yang pakai chipset handphone ya. MacBook Neo ini adalah laptop yang pakai A18 Pro dengan RAM 8 GB. Ini adalah chipset yang sama seperti yang digunakan di iPhone 16 Pro tahun lalu yang artinya secara tenaga dia masih kencang banget cuma beda di RAM-nya doang. Nah, untuk opsi storage dia ada dua pilihan 256 dan 512 GB tadi. Dan kalau dari dua pilihan tadi 256 GB itu saya tidak rekomendasikan ya. Kecuali satu, kalian enggak berencana simpan file dalam size yang besar, ya. Semuanya pengin disimpan online, cloud, dan mungkin kalian juga rajin nge-backup ke HDD atau SSD. Boleh deh 256 gig. Tapi kalau di luar itu menurut saya 512 gig udah yang paling pas. Terus kalau misalnya ditanya kenapa enggak ada opsi 1 TB untuk MacBook Neum? Menurut saya juga hal yang wajar dan selalu ada opsi untuk kalian pakai MacBook Air aja gitu kalau emang diperluin kayak semacam diferensiasi produk lah sebenarnya. Untuk soal kencang ya tentu ini masih kategori yang kencang. Enggak ada kan orang yang sekarang bilang kalau iPhone 16 Pro enggak kencang ya. Masih kencang banget. Dan saya compare coba di sini dengan MacBook Pro M1 Pro saya angkanya enggak yang jomplang luar biasa. Single core-nya masih lebih kencang MacBook Neo bahkan. Tapi memang multior-nya lebih bagus di MacBook Pro M1 Pro saya. Ini cuma untuk menggambarkan aja ya kalau MacBook Neo ini enggak jelek sama sekali dari segi performa. Untuk dipakai multitasking lancar banget. Buka banyak tab sambil browsing ngetik-ngetik. Webcam juga nyala enggak masalah sama sekali. Kualitas webcam-nya sendiri juga bagus kok dan masih sangat layak selama dalam kondisi cahaya yang tidak terlalu remah. Habis itu kita lanjut sedikit ya dengan naikin intensitas pemakaiannya. Kita pakai untuk ngedit foto di Lightroom. Yah, di Photoshop juga masih oke-oke aja. Selama bukan yang layering-nya atau editingnya ribet, itu enggak masalah. Hal yang sama juga saya rasain pas ngedit video, baik itu di CapC bahkan FCP ya. MacBook ini bisa pakai FCP. Semuanya bisa dengan catatan yang sama seperti foto tadi, yaitu tidak untuk editing yang kompleks. Kembali lagi ke fungsinya, ini kan bukan laptop untuk kerjaan kelas berat yang profesional banget. Satu lagi buat gaming. Di MacBook kan emang pilihannya enggak banyak ya, terbatas. Tapi saya cobain di sini untuk main wooing waves bisa kok ya. Meskipun ya tentu tidak rata kanan yang 60 fps tapi ya jalan gitu. Yang perlu diperhatikan ya, yang perlu diketahui juga adalah kan karena ini adalah laptop yang santai, dia tidak ada kipasnya ya. Tidak ada kipasnya. Jadi mungkin ada yang sudah nonton tear down-nya waktu dibuka. Ini MacBook Neo isinya baterai doang ya. Kayak enggak ada kipasnya segala macam. Jadi memang tidak untuk diperuntukkan pada aktivitas yang intensif dan butuh pendinginan lebih cepat. Lanjut ke soal baterai. Ini juga menurut saya oke kok ya, karena untuk dipakai ngetik aja sangat cukup dan harusnya dipakai office hour kayak dari jam 8 pagi sampai jam 5. sore ya, baterainya enggak bakal habis ya dalam pemakaian yang tidak intensif. Paling ngecasa aja sih yang perlu jadi perhatian karena kalau pakai casan Apple kan 20 watt. Cuman saya baca-baca ada yang bilang kalau MacBook Neo ini sebenarnya sudah mendukung 30 watt dengan charger yang lebih kencang ya. Tapi 20 watt, 30 Watt mungkin ada perbedaan yang sedikit ya, tapi mungkin bisa menolong juga pada pemakaian sehari-hari. Overall, MacBook New ini kalau menurut saya adalah satu laptop entry level dari Apple yang sangat menarik ya. Pertama kalinya nih Apple bikin laptop yang dipakaiin chipset dari handphone mereka dan hasilnya menurut saya tidak mengecewakan sama sekali. Kekurangannya minor-minor aja sebenarnya ada gitu kayak portnya dikit ya, bezel layarnya masih agak tebal. Terus kalau dari segi performa ya oke selama tidak untuk aktivitas yang luar biasa intensif ya. Baterai juga cukup walaupun ngecasnya itu tadi bukan yang cepat banget. Misal ada yang mau compare gitu, mending mana bang kalau dibandingkan beli iPad dengan harga yang mirip-mirip. Kalau menurut saya nih ya dibandingkan beli iPad yang masih harus nambah keyboard dan jadinya juga belasan juta, ada skenario di mana MacBook Neo ini lebih unggul. Pertama dari segi aplikasi. dengan MacBook Neo itu otomatis semua aplikasi yang diinstal dan berjalan di sini adalah aplikasi full versi desktop. Mulai dari pengolahan dokumen kayak Word, Excel, aplikasi edit, Photoshop, Cap Cut, Final Cut Pro, semuanya versi desktop. Sesuatu yang tidak bisa kita dapatkan di iPad. Enggak ketinggalan juga untuk bagian finder, tempat di mana kita mengorganisir file ya, semua dalam bentuk desktop yang menurut saya jauh lebih nyaman dibandingkan yang versi iPad. Kelebihan dari iPad kalau menurut saya masih di satu touch screen-nya ya. Istri kan gak bisa touch screen. Terus layarnya juga udah ada Apple Pencil. Cocok buat yang suka gambar dan aplikasi gaming yang lebih kaya bagi yang perlu multimedia lebih ya. Biasanya kalau iPad Air aja tuh sebenarnya udah powerful banget untuk main game, ada touch screen dan segala macam. Sedangkan yang ini enggak bisa seperti itu. Paling satu poin pertimbangan lain nih buat yang mungkin berminat dengan MacBo adalah mungkin bisa ngecek produk lain dari Apple juga. bukan laptop baru yaitu si MacBook Air M2 ya itu kan bukan laptop baru. Harganya juga bisa sedikit lebih tinggi ya sedikit aja tapi layarnya lebih modern beaselnya lebih tipis ya ada poni dan color gambutnya sudah P3 portnya juga udah thunderbolt mendukung ngecas pakai Max Saave juga. Jadi, dua port USBC yang ada itu bisa dimaksimalin untuk colok aksesoris ketika kita lagi ngecas. Beda sama yang ini. Habis itu untuk dari segi baterai, kalau ngelihat dari website-nya Apple, di situ keterangannya juga kelihatannya bakal lebih awet karena MacBook R2 itu dapat angka 18 jam, sedangkan si MacBook Dio ini hanya 16 jam aja. Tapi semua itu kan observasi berdasarkan apa yang saya lihat by data aja. Tapi saya belum nyobain compare langsung ya. Cuma untuk tambahan referensi aja nih buat mereka yang emang berminat banget sama si MacBook Neo ini. Tetap ini menurut saya adalah laptop entry level yang bagus sekali dan layak masuk WHslis kalau emang sekiranya cocok sama pemakaian kalian. Jadi kalau emang kalian berminat sama MacBook New bisa langsung cek ada di studio PSEL linknya setor aja di kolom deskripsi di bawah. Untuk sekarang case dulu buat review-nya. Makasih banyak nonton sampai habis. Sudah pamit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya. Seperti biasa, have a nice day.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Mencari laptop tipis dan ringan di tengah lonjakan harga RAM global belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar dan mahasiswa yang bersiap...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Kabar mengejutkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple karena raksasa teknologi ini dikabarkan siap merombak strategi harga mereka secara global. Kenaikan...
Kehadiran laptop berprosesor mobile sering kali dipandang sebelah mata oleh para pencinta performa, namun adu tanding terbaru antara MacBook Neo dan laptop gaming...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Pasar ponsel murah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat sejutaan yang sekilas membawa visual mewah layaknya lini premium masa depan. Di balik desainnya yang...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...


















