Jungkat

REVIEW MOBIL BEKAS RASA BARU, SUZUKI ERTIGA GL | MOBIL KELUARGA YANG TERNYATA FUN TO DRIVE! (YouTube Video)

  • 01/10/2025

Bekas rasa baru. Itu adalah kata yang tepat buat mobil yang mau gua review nih. Suzuki R3 tahun 2021 yang tipe GL. Ini mobil dari 2021 sampai sekarang cuman baru jalan 33.000an km, cuy. 2021 sampai 2025. Berarti pemakaian sekitar 4 tahun baru jalan Rp33.000-an. Per tahun itu sekitar 9.000 8.000 R000 sampai R9.000 aja loh pemakaiannya. Bahkan kurang ya. Coba berapa tuh yang benar tuh? Coba komen di bawah ya. Bantu gua hitung. Tapi kalau gua hitung secara kasar sih berarti setahun cuman 8.000-an jalan nih. R3 warnanya hitam lagi jadi kelihatan lebih gagah. Kemudian depannya udah dilengkapi sama lampu projecttor. Cuman memang dia masih halogen ya, cahayanya masih kuning. Lampu jauhnya dia masih multireflektor. Jadi proyektornya ini dia bukan bilet tapi melainkan ini satu arah aja ke bawah. Lanjut grill tengahnya dia model garis-garis kecil kayak strip strip strip strip gitu dilapis chrom. Kemudian untuk lampu se dia masih bohlam. Di bawah kita juga sudah dikasih fog lamp. Dan untuk keseluruhan model depannya sih ini cenderung ini ya, cenderung main aman lah kalau gua bilang. Atau bahkan kalau boleh jujur sedikit ke arah perindapan ya. Kalau orang sosmet bilang perindapan tuh kayak India he banget. Kelihatan banget gitu loh model-model dari negara sana. Cuman it's ok lah kalau menurut gua masih bisa diterima juga di mata orang Indonesia ya. Dan actually banyak yang suka gitu. Kup mesin juga ada tarikan-tarikan garis bikin dia tuh enggak plain banget dari depan. Untuk bagian samping juga stand-nya ini standaran enggak seperti mobil-mobil yang kemarin udah direview ya. Peleknya udah gantian bla bla bla. Ini full standaran jadi mulusnya kelihatan banget. OEM look-nya masih berasa gitu ya. Spion dia karena yang tipe GL masih retrack manual. Heeh. Oh ya. Lampu sein bukan di spion melainkan di fender. Kemudian ada logo VVT di sini. Kemudian turun lagi. Ini dia nih yang kelihatan banget kalau mobilnya masih jarang jalan ya. Velegnya tuh masih kelihatan bening banget. Lihat ininya murmurnya masih bersih dari kotoran dan masih ada cat warna biru di sini. Kayak seperti ini yang gua tahu nih kalau apa mobil baru mau dikirim ke dealer gitu ya mereka ada QC atau PDI. Nah ini biasanya ditandain kalau kalau oke lulus QC. Untuk bannya jujur aja bannya ini udah mesti ganti ya. E kita lihat nih profil eh tahun 2021 bannya masih ban bawaan baru nih gua rasa 2021. Dan karena masih bawaan dari baru, gua sih rekomen kalau kalian ngambil mendingan langsung diganti. Memang look-nya untuk dari ketebalan sih masih oke, tapi udah agak retak-retak rambut kecil-kecil ya kelihatan udah getas. Profilnya bannya 185/65 dikasih veleg berukuran ring 15. Okelah, lanjut bagian sini. Dia tarikan garis juga aman. Enggak main yang aneh-aneh. Enggak banyak lekukan-lakukan aneh. Cuman ada tarikan garis dari depan ke belakang supaya enggak terlalu plain banget ya. Door handle model handle bukan model cungkil. Ini belum di blackout nih pilarnya masih dicat sewarna body. Kalau kalian mau nyiptain kesan floating roof harusnya dihitemin kayak gini nih. Nih nih. Ini hitem. Kenapa ini kagak kagak sekalian ya? Gua bingung juga nih untuk bagian belakangnya. Eh, bentar gua mau notice ke kalian satu hal unik nih. Di kaca bagian tiga baris ketiga dia tuh kacanya enggak diputus di sini melainkan disambung ke belakang. Jadi looknya dari jauh atapnya tuh siluetnya kayak melayang. Floating roof ya. Ini unik aja sih. Udah ada beberapa mobil juga yang menerapkan looks kayak gini ya. Lanjut ya. Sekarang belakang itu untuk varian tipe GL dia belum ada spoiler. Jadi ini terlihat agak gundul atasnya tapi sudah ada third brake stop lamp. Untuk kaca belakang juga belum dilengkapi sama rear deve tapi sudah dikasih sama diganti sama wiper belakang. Nah, lampunya untuk lampu se dan lampu mundur itu masih bohlam. Tapi kalau stop lamp-nya sudah LED nih titik-titik bagus ya. Keren ya. Kalau untuk bagian bawah ini tarikan garis bumpernya ini sama persis kayak di di depan di area ininya. Kalau di depan kan fog lamp. Kalau di belakang ini di area mata kunci kucingnya dikasih tarikan garis gini. Dan di belakang kita juga udah dikasih dua buah sensor parkir sama ada kamera mundurnya juga di sana. depan, samping, belakang udah. Samping sini seperti yang bisa kita lihat masih mulus juga ya. Dan apa ya? Karena warnanya hitam mungkin jadi kelihatannya tuh segar aja. Tapi warna hitamnya ini bukan hitam solid ya. Dia hitamnya hitam metalic. Memang terlihat sedikit seperti ada efek abu-abunya gitu. Grayish enggak benar-benar hitam pekat. Tapi overall dari samping ini aja mulus, cuy. emang benar-benar theilm R3.000-an dan yang gua notice banget ini ya ini pelek paling enggak bisa dibohongin tuh. Ini mur-murnya masih ada tanda biru ya, tanda PDI atau tanda QC kalau setahu gua. Terus bannya juga masih sama keluaran 2021 nih. Ban dari baru ya. Overall masih oke bangetlah. Sparkbor mulus, terus itu shock breaker juga masih bersih. Terus apaagi ya? Udah sih. Oh, ini nih kaca film. Nah, kalau buat kalian yang mungkin enggak suka kaca film terlalu gelap, kaca filmnya lumayan terang. Jadi, aman kalau dipakai di malam hari. Kurang lebih ini ukurannya tuh tingkat kegelapannya 60% yang gua tahu depan sekitar 20 sampai 40%. Lanjut kita masuk ke interior ya. Kita bahas interiornya. Karet-karet masih kencang semua nih. Ini sealer-sealer juga masih lurus. Untuk door trim-nya dia full dominan warna beige. Bahannya plastik. Di sini dikasih aksen serat-serat gini kayak mirip-mirip serat kayu gitu. Tapi warnanya bukan warna kayu. Ini warna seperti warna coklat campur silver juga. Door handle-nya ini pengaturan spion udah elektrik kiri kanan. Ini untuk ngunci kaca, ngunci power window ya supaya enggak dimainin anak-anak. Ini lock unlocknya auto down sama auto up di sisi penumpang power window-nya. Untuk sisi penumpang eh sisi penumpang sori ini sisi spir untuk sisi penumpang yang lainnya baru power window biasa. Nah, yang automatic cuman CC driver aja. Door pocketnya muat satu buah cup holder ukuran 600 mili sama di sini ada compartment buat taruh barang atau mungkin kayaknya yang 600 juga masih muat tuh. Emang agak benyek aja. Sini ada speaker, karet-karet juga masih kencang tuh. Ya, biasa nih kalau kalian mau ngecek mobil amit-amit bekas tabrakan apa enggak, nih karet-karet pada ditarikin. Tapi ini masih kencang banget tuh. Tuh. Jangan deh, sayang. Oke, jok masih orian. Jok warna coklat. Ada campuran coklat tuanya. Bahannya full kulit. Untuk posisi duduk benar-benar ke arah nyaman, tidak ada rasa sporty-nya sama sekali. Karena ini agak tinggi ya posisi duduknya. Terus ini ada thaie support-nya. Joknya agak di iniin ke depan sedikit nih. Dipanjangin ke depan tuh. Setir karena ini tipe GL masih yang karet. Terus enggak ada yang namanya audio steering switch ini klakson. Tapi menarik ya sudah dikasih Bluetooth telefoni di sini nih. Jadi kalian bisa angkat telepon ngobrol secara handsfree. Untuk speakernya ada di atas sini. Ini Sunfisernya enggak ada vanity mirror. Untuk kaca juga enggak ada yang mode diming-nya, enggak ada cetekannya. Jadi cuman gini aja kaca spionnya. Tapi anehnya, Guys, mobil ini kayak masih ada dimasukin DNA sportyya sama Suzuki. Di mana nih? Satu setirnya flat bottom. Terus speedometernya dia analog dan jarumnya itu yang jatuh ke bawah, lurus ke bawah tuh dua-duanya. Untuk fontnya yang dipakai juga bentuknya rada sporty. Jadi, DNA sporty-nya tuh ada. Tapi jangan berharap sporty lah. Ini mobil untuk keluarga udah pasti kenyamanan yang diutamain. Sebelah sini ada tombol Dumy. Ini mati nyalain sensor parkir ya. Di sini kita dikasih kompartmen buat taruh-taruh itol atau mungkin uang receh, uang kertas. Gua enggak rekomen taruh uang koin sih, takutnya gelotakan di sini tuh. Ya, sampai bawah, cuy. Lihat karpetnya juga masih mulus. 33.000 doang kilometernya. Pengaturan jok maju mundur aja sama reclining rebah. untuk naik turun belum ada head adjuster. Oke. Menurut gua sih posisi duduknya relaxing banget. Oh ya, setirnya tilt aja, belum bisa teleskopik. Kita lihat bagian belakangnya. Door trim sama ya, full beige bahkan. enggak ada aksen sama sekali, full beach. Jadi terlihat agak monoton sih, cuman ya udahlah apa yang kalian harapkan dari LMPv gitu. Ini door handle, tombol power window. Ke bawah ini udah ada cup holder satu sama door pocket yang agak pipih. Satu hal yang gua notice ini door trim-nya berasa panjang banget loh. Coba dari agak jauh deh. Kameramen. Nah, tuh kelihatan enggak? Agak panjang. Enggak tahu, enggak tahu menurut gua apa memang agak panjang deh kalau dibanding sama yang sekelas itu. Ini kelihatan lebih panjang gitu. Terus kita masuk ke dalam. Joknya udah bisa recline sampai rebah segini full. Masih original fabric. Kita masuk dulu ya. Untuk lag room udah enggak usah diragukan. Ini posisi duduk gua masih lega banget. Ini jaminan mutu yang tingginya 180 ke atas juga masih berasa lega pasti ya. Rebahnya juga mantap. Headr bisa di-adjust. Hah, langsung ngantuk. Ditambah lagi di sini kita dikasih armr dan memang ini ya kalau mobil itu kalau joknya kain kalau gua pribadi ya gua pribadi sih jauh berasa lebih homem kalau kulit terlihat lebih mewah sama gampang dibersihin tapi kalau kain feel-nya tuh feel duduknya kayak di sofa rumah jadi lebih homelah ini AC double double blower dan ini real ya, real double blower ya. Ini real AC bukan hanya blower aja kan ada beberapa mobil yang kasih kisi-kisi tapi ternyata hanya blower angin. Untuk headr depan agak tinggi. Jadi mungkin kalau kalian duduk di belakang harus agak miring gini ya untuk ngelihat jalanan. Kemudian untuk jok sini. Nah, ini posisi paling tegaknya ya. Enggak mungkin ada yang mau duduk beginilah ya. Pasti kurang lebih beginilah. Kurang lebih segini. Troom lega banget. Terus bisa dimaju mundurin juga jok tengahnya. Ini paling maju segini. Nah, ini paling majunya. Ini paling mundurnya. Okelah. Oh ya, di sini ada lighter nih buat kalian ini bikin colokan ini charger handphone. Waduh, bentar mundurin dulu. Oh, iya ini gua majuin dulu ya. Gua majuin ini gua mundurin. Nanti kita lihat light room di belakang gimana. Kalau yang satu rebah normal. Sekarang kita lihat duduk di baris ketiga yang biasanya disebut kursi anak tiri. Karena yang paling enggak disayang enggak ya, ini bercanda doang ya. Biasa pokoknya disebut kursi anak tiri. Untuk masuk ke belakang ke baris tiga ini tinggal di gini terus dimajuin aja. Nah, oke. Gua tingginya 165-an. untuk masuk sih okelah enggak terlalu susah tapi hati-hati kepala aja nihah sekarang gua ini dulu ya kita setting dulu bentar ini yang paling rebah oke masih banyak bos ruang kakinya kelihatan enggak dari situ sini deh langsung gua kasih kasih unjuk nih, Guys. Tuh, ruang kakinya masih segini. Tapi itu kursi yang tengahnya memang masih belum dimundurin ya. Coba, Jo, mundurin, Jo. Kalau dimundurin, wah. Ternyata enggak bisa, Guys, kalau dimundurin mantek langsung. Gua aja yang 165 enggak ini bisa enggak? Oke. Nah, jadi kalau mau duduk dengan nyaman ya ini yang kursi baris tengah harus di majuin bagi-bagi ruang lah gitu. Lanjut kameraman. Nah, ini. Terus menariknya lagi baris ketiga pun kita bisa recline. Head rest adjustable dikasih cup holder di sisi kiri sama kanan. Okelah menurut gua sih oke banget. Gua orang dewasa ya masuknya ya. Walaupun kecil badannya tapi gua merasa duduk di baris ketiga ini oke acceptable lah. Dikasih ada ada door handle di sini kiri kanan juga enggak ada anak tiri kiri kanan ya. Dan ya sekarang kalau ini nih, ini posisi duduk yang normal, enggak terlalu rebah. Nah, ini coba kita rebahin sama tuh. Beda jauh ya. Beda jauh, Guys. Ini bisa lebih ini lagi bisa lebih nyantai lagi. Ditambah lagi ini ada armr malahan jadi lebih nyaman duduk di baris ketiga kalau kayak gini. Cara keluarnya juga gampang, enggak terlalu susah ya. Tinggal pakai tuas yang di sini. Dorong. Tuh, lihat lega luar deh. Ah. Bagasi. Bagasinya luas, Bos. Lihat ini kursi rebah, ya. Settingan kursi rebah yang tadi gua bilang paling rebah. Kalau kalian mau bagasi lebih luas lagi ya ini bisa ditegakin atau bahkan mau lebih luas lagi bisa di lipat rata lantai gede banget cuy. Di bawah sini juga masih ada ruang penyimpanan. Waduh. Duh jatuh. Untuk naikin kursinya juga dikasih tali jadi gampang ya, talinya cukup panjang. Di sini kita dikasih kompartmen untuk taruh-taruh barang. Ada dongkrak, ada kanebo, ada ini kunci-kuncian. kita bahas bagian penumpang kiri depan, yuk. Tadi kursi area supir kita udah bahas ya. Sekarang kita bahas tengah ke sana. Head unit. Head unit. Head apa? Head unit udah diganti ke Android full touch screen. Di sini ada tombol hazard. Untuk AC dia udah digital tapi belum dual zone dan belum climate control. Jadi hanya pengaturan dingin atau dingin banget. Bedanya kalau climate control itu dia bisa ada coolernya, ada heaternya. Ini tombol AC, tombol-tombolnya ya. Ada mode semburan, ini air circulation-nya, fans speed. Terus untuk compartment juga banyak. Di sini bisa taruh kertas-kertas. Ini ada lighter buat colokan charger handphone. Head unitnya juga sudah support USB dan auxiliary. Ada dua buah cup holder. Kita tes ya. Oke, ukuran 600 mili masuk nih. Di sini gear shifternya dia model linear. Dan yang bikin gampang shift locknya enggak pakai kunci, enggak pakai apa, cuman pakai tombol. Jadi kalau kalian mau netralin mobil ini tinggal pencet rem, pencet shift lock. Nah, udah deh tinggal mainin remnya. Kalau gua lepas mundur nih remnya tuh mundur kan. Oke, lanjut. Di sini juga ada compartment sedikit ada kayak cekungan gitu buat kalian taruh koin. Tapi gua rasa ini harus dialasi ya supaya enggak bunyi kelotakan. Tuh, kalau enggak dialesin pasti bunyi klotak-klotak. Sini rem parkir belum ada armr. menariknya di sini yang tadi gua bilang dia udah ada Bluetooth teleponi. Jadi bisa angkat sama tutup telepon di sini. Handsfre untuk speakernya mikrofonnya di atas di atas sini. Terus apa lagi yang bisa dibahas ya? Oh, ini nih yang uniknya AC-nya dia dibikin segaris gini nih, Guys. Lucu ya ini. Kalau dibolongin jadi AC semua seret masuk angin kali ya penumpang depan. Ini ada lekukan untuk garis dashboard-nya. Buat kalian yang mungkin punya budget, ini bagus banget kalau diselipin ambient lighting nih nanti. Wih, cakep pasti. Glove box belum soft opening dan lumayan sempit. Untuk mobil MPV menurut gua ini agak sempit ya. Tuh loh box-nya agak kecil. Sudah ada koneksi USB juga di sini dari head unit Android-nya. Eh eh kok enggak bisa ditutup? satu hal lagi yang gua notice ya. Mobil ini benar-benar asli 30.000-an km karena kalian bisa lihat ini setirnya masih mulus. Kalian lihat bagian-bagian yang sering disentuh aja itu cara bedain kilometer asli apa enggak. Walaupun memang jujur enggak 100% akurat ya, tapi itu bisa menjadi satu tolak ukur. Satu, kalian lihat aja nih di setir. Kalau udah pemakaian lama pasti ada bagian-bagian yang sedikit aus kelihatan we-nya tapi ini enggak ada. Terus gear ini shift knob-nya juga sama. Biasa di atas ini udah kayak yang lis chrome-nya ini eh list silvernya. Biasanya kalau udah dipakai lama ini hitam-hitam kan aus ya lama-lama gitu. Kalian lihat aja, cukup lihat aja benda-benda yang terpegang sama tangan, setir, gear, e, shift knop, terus area ini armr juga nih. Pasti kelihatan kok kalau yang bukan asli R30.000-an. Dan lihat panel-panelnya terutama joknya juga tuh. Sama kalau kita lihat ke atas, kalian juga bisa notice lihat plafonnya masih rapi, enggak buluan. Untuk mesin mobil ini sudah memakai mesin 1500 cc 4 silinder dengan tenaga 104 sampai 105 horsepow, torsinya sekitar 108 Nm. Kode mesinnya K15B 4 silinder mesinnya. Dan untuk dan untuk mesin juga kering ya, jadi enggak ada rembesan oli sama sekali. Ini kita bisa lihat di deepstick olinya masih ada coretan QC ya kalau kita bilang. Terus di sini juga masih ada. Oh ya, ini mesinnya juga di apa dilengkapi teknologi VVT variable valve timing. Jadi udah pasti keiritan bahan bakarnya. enggak usah diragukan lagi. Selain dipstick oli mesin, menariknya mobil ini juga udah dikasih dipstick oli matic nih. Di sini ada. Jadi kalau kalian mau ngecek kondisi oli matic udah keruh apa enggak, bisa ngecek dari sini. Beberapa mobil ada yang enggak ada jadi agak repot kalau mau ngecek kondisi matic. Sekarang kita test drive. Ini satu hal lagi yang gua notice, kuncinya aja masih kayak baru, Guys. Lihat deh, bersih banget gitu loh. Kalian bisa bedain lah barang yang jarang apa udah banyak we sama barang yang masih kinyis-kinyis pasti berasal lah bedanya. Kita starter dulu. Starter juga langsung greng ya. pakai delay belt AC. Oke, saatnya kita tes R3 GL tahun 2021 matic. Hal pertama yang gua notice adalah setirnya. Setirnya enggak terlalu enteng nih. Gua review mobil biarpun jualan, tapi kita apa adanya aja ya. Kalau setir yang kemarin-kemarin kita tes itu enteng. Nah, ini agak sedikit lebih berat nih. Tuh, ada dua kemungkinan. Ada kemungkinan pertama itu mungkin karena memang karakternya yang agak berat atau kedua karena bannya yang udah getas sudah agak lama kan 2021 ya. Jadi kalau mungkin kalian mau lebih nyaman bisa kalian ganti ke langsung ban baru tuh. Terus kemudian kedua, dari ban yang udah 2021 tuh juga rolling resistance-nya lumayan berasa, lumayan kedengeran. Walaupun peredaman mobil ini bagus banget ya. Tuh, dibanding LMPv lain saingannya menurut gua ini peredamannya paling bagus loh. Suara motor, suara mobil di depan sayup-sayup doang. Bantingan ngayunannya lembut, rebound-nya pas nih kalau lewatin ini. Wah, iya benar pas banget. Jadi kalau expander tuh yang gua pakai dia lembut, empuk, tapi kalau kena posisi tidur dia kayak over rebound. Suka tuh gitu kayak mantul-mantul. Kalau ini tadi set, set karakternya. Tapi ya downside-nya tuh kalau kena sambungan jalan lebih berasa ya. Semua ada plus sama ada minus lah. Tapi menurut gua ini mobil paling paling enak di kelasnya. Peredaman juga bagus banget nih. Tuh lewatin polisi tidur. Eh polisi tidur lewatin paving block gini enggak berasa gemuruh. Enggak kedengaran gemuruhnya. Terus karena odometer 33.000-an, kaki-kaki juga masih senyap banget. Ah, enggak ada bunyi sama sekali. Senyap. Gua berani jamin dah. Asli ini posisi duduk relaxing, enjoyable. Buat jalan jauh sih no complain nih ya. Jangan harap sportying lah. Memang setirnya flat bottom ya. Speedometer juga sporty banget. Tapi itu cuman kayak kosmetik doang lah. DNA-nya benar-benar DNA riling ini mobil. Untuk respon mesinnya juga lembut, enggak meledak-meledak. Kan ada tuh mobil yang respon mesinnya meledak-meledak di awal. Kayak kemarin terakhir kita review apa? Brio ya, yang Brio kuning ya, yang kameramennya. Adik gua juga berasa kalau tarikan awal tuh meledak-meledak gitu. Ng nguk gitu. Nah, ini lembut ya. Berasa beda jauh. Ini jadi penumpang aja kerasa nyaman. Iya, kerasa bedanya. Surprise banget loh gua. Terkejut aku tuh karena jujur aja baru ini pertama kali gua nyetir jejeran Suzuki dari kemarin kan Suzuki terus tuh Karrimon Ignis terus R3. Dan kaget sih gua jujur selama ini hampir enggak pernah nyetir Suzuki. Hampir enggak pernah punya juga mobil Suzuki dan wow. mungkin ini buat yang keluar kota gitu ya. Heh, kayak misalnya mau ke Puncak, Bandung gitu yang penumpang tidur di sini juga nyaman. Iya. Yang bawah juga kayaknya ini enggak terlalu enggak ke pressure banget untuk enggak maksudnya untuk berusaha nyetir nyaman tuh enggak terlalu kepaksa banget karena udah effortless ini nyamannya enggak ngap tuh tuh tuh lewatin paving block deh paling berasa jadi dia stif bantingannya stnya berasa ya der tapi enggak enggak enggak sampai yang enggak nyaman gitu jatuhnya lebih ke geter kecil bukan kayak kemarin goyang-goyang banget. Eh, apa dikit kayak goyang. Kalau ini enggak. Nah, ini kayak set rigid. Nah, rigit. Betul. Terus untuk fitur-fitur basic juga udah ada walaupun ini tipe GL ya, seperti triple turn signal kayak gini juga ada. Untuk konsumsi BBM sih by mid ini 1 bing 11 yang mana cukup normal lah ya untuk mobil matic dan pemakaian dalam kotak. Untuk transmisi maticnya juga dia perpindahannya halus ya. Padahal setahu gua ini pakainya masih torque torque converter ya masih matic konvensional bukan CVT tapi perpindahannya halus. Surprise sih gua surprise banget. Overall mobil ini all rounder banget. Berkat stiffness-nya tadi, jadi mobil itu masih berasa ada rasa napaknya gitu. Berasa enggak, Jo? Kalau Xander tuh empuk, tapi gara-gara terlalu empuk jadi dia kayak agak melayang gitu, enggak sih? Kalau ini perpaduan yang cukup oke di tengah-tengah gitu. Steifnya ada, empuknya ada. Kaget loh gua. Benar udah berapa kali gua bilang kaget. Karena segitu surprise ya gua nyetir Suzuki. Overall enak loh sumpah nih mobil kaget gua bener. Gua baru first time in my life sih guys nyetir Suzuki R3 dan wow impress. Kita coba ini, ya. Oneehanded turn. Agak berat. Nah, ini agak berat nih dibanding kemarin-kemarin mobil-mobil yang gua tes ini butuh effort sedikit lebih banyak untuk putar satu tangan. Tapi enggak sampai yang harus gitu, Masih terbilang cukup ok lah. Oke, guys. Jadi, sekian dulu review mobil bekas rasa baru ini, ya. Review Suzuki R3 GL tahun 2021. yang kilometernya baru R3.000-an. Kalian bisa lihat sendiri tadi kondisi eksterior ruang mesin sampai ke interior. Yang paling enggak bisa bohong. Seberapa mulusnya kalian bisa lihat sendiri. Nah, buat yang minat kita buka di harga Rp19 juta masih nego. Jadi bisa langsung DM gua aja kalau kalian tertarik. Menurut gua pemakaian mobil ini untuk dalam kota, untuk kepala keluarga udah lebih dari cukup. Warawirian bensinnya irit. Nyetirnya juga surprisingly menurut pribadi gua ya paling enak dibanding LMPv lainnya. Empuknya dapat, feel sporty-nya ada gitu. Terus untuk bawa keluarga udah enggak usah ragu. Kalian bisa lihat sendiri tadi ruang ruang tengah sama ruang belakangnya gimana. Lega. Bagasi pun lega. Dipakai buat kerja pun masih bisa karena ini tahun 2021 buat kalian daftarin taksi online masih aman banget. Dan terakhir pajaknya juga masih nyala sampai bulan 6 tahun 2026. Gimana tuh? Menarik kan? Benar-benar semua all inone dalam satu paket. Ya udah, sekian dulu video review-nya ya. Barangkali kalian ada request mau review mobil apa lagi atau ada kritik dan saran buat video gua kali ini, silakan langsung leave a comment below. Jangan lupa mampir ke sosial media gua di Instagram Coco Driver 92 dan TikTok Coco.driver. Thank you for watching. See you in the next video.

Lihat di YouTube