Jungkat

Review MSI Raider 16 MAX HX B2W - Laptop Gaming Performa Tinggi dengan Prosesor Paling Kencang! (YouTube Video)

  • 20/05/2026

Laptop yang satu ini bisa jadi adalah laptop gaming dengan prosesor terkencang yang pernah kami uji. Prosesornya itu pakai yang paling baru ya, Intel Core Ultra 9 290 HX Plus. Disk GP-nya juga enggak kalah kencang ya, karena pakai Nvida GeForce RTX 5080 laptop GPU dengan V RAM yang lega. 16 GB GDDR7. RAM juga langsung siap pakai ya. 32 GB DDR5 6400 dual channel. Storage super lega di 2 TB dan masih ada satu slot SSD MD.2 tambahan lagi. Layarnya 16 inci, mewah, pakai OLED QSD plus 240 Hz, 100% DC IP3. Kameranya juga punya sistem kameran biometrik ya. Ini adalah MSI Rider 16 Max HX B2W. Laptop yang satu ini kencangnya beneran sih ya. Bahkan diklaim sebagai laptop gaming ukuran 16 inci yang paling kencang di dunia dari MSI. Dan kalau dilihat dari spesifikasinya sih masuk akal ya, karena MSI membawa beberapa teknologi baru ke dalam laptop ini. Contohnya ada MSI Overboost Technology yang memungkinkan CPU dan GPU untuk menarik daya hingga 300 watt. Lalu, desain pendinginan juga baru nih dan dikelim mampu meningkatkan performan pendinginan hingga lebih dari 50% dibandingkan generasi sebelumnya. Nah, MSI memposisikan laptop ini sebagai pilihan untuk hardcore gamer dan power user seperti content creator kelas profesional. Tapi apakah emang benar sekencang itu? Nah, kita akan bahas mulai dari spesifikasinya. Untuk prosesornya dia pakai Intel Core Ultra 9290 HX Plus. Code name-nya adalah Aerolak. Walaupun Aerrowake Pressor ini termasuk seri yang baru ya dan baru diluncurkan di awal tahun 2026. Litografinya TSMC N3B power-nya di 55 watt. Total dia punya 24 core yang terdiri dari 8 performance core dan 16 effent core. Maksimum turbo frekuensinya ada di 5,5 GHz. Untuk kapasitas cash-nya ada di 36 MB Intel Smart Cash dan L2 cash-nya sebesar 40 MB. Untuk NPU dia pakai Intel AI boost up to 13 tops dan integrated graphicsnya di pakai Intel graphics dengan 4X CE tentunya yang satu ini sudah support akselerasi Quix AV1 dan H265. Untuk RAM 32 GB DDR 5 6400 dual channel 128 bit konfigurasi RAM-nya udah dual channel jadi langsung siap pakai aja ya. Kalau emang butuh upgrade masih bisa dinaikin lagi sampai 128 GB. Untuk sor lega 2 TB SSD NVMI PCI Gen 4. Karena ada slot tambahan jadi kita masih bisa nambahin lagi satu SSD M.2. Jadi kalau perlu upgrade kita enggak perlu ngelepas SSD yang udah terpasangnya. Untuk disk GPU dia pakai Nvida GePOS RTS 5080 laptop GPU. Kapas RAMnya udah lega banget ya. 16 GB GDR 7. Ini sudah pakai arsitektur Nvida Blackwell yang terbaru. Dia punya total 7.680 680 kuda cor maksimum GP-nya juga up to 175 watt, jadi jelas kencang. GP ini sudah dilengkapi dengan Ford gen ray tracing course dan fifth gen tensor course. Jadi mendukung berbagai teknologi baru dan Nvidia seperti pading dan DLSS 4.5. Tentunya dia sudah support teknologi resizable bar juga. Di software MSS Center kita bisa menemukan menu untuk mengubah mode GPU. Opsiinya adalah discrete graphics mode, MS hybrid graphics mode, dan integrated graphics mode. Seperti laptop gaming kelas atas dari MSA yang lain, MS Rider 16 Max HX ini sudah mendukung teknologi MS Overboost Technology. Teknologi ini memungkinkan CPU dan GPU untuk memberikan performa maksimal dengan total power mencapai 300 wat, 175 watt ke GPU dengan dynamic boost 2.0 dan 125 watt ke CPU-nya. Teknologi ini juga dikombinasikan dengan sistem pendingin baru dari MSI yang disebut sebagai Cooler Boost Trinity yang nanti juga akan kita bahas ya. Nah, untuk Rwest wireless-nya dia menggunakan modul Intel Killer WiFi 7 be1750X tentunya support Wii 7 atau Wii 7 ya. Bluetooth-nya versi 5.4. Kapasitas baterai lumayan besar juga di 91,8 wath untuk OS dia pakai Windows 11 Home. Nah, untuk body form factornya tentunya adalah climell atau laptop klasic. materialnya untuk cover atas menggunakan material logam dan cover bawah serta area keyboard itu pakai polikarbonat. Untuk desainnya MSI Rider 16 Max HX ini membawa desain baru yang berbeda kalau dibandingkan dengan MSI Rider yang sebelumnya pernah kita review. Kalau yang sebelumnya itu terlihat lebih kalem dan low profile. Nah, laptop yang satu ini desainnya cantung lebih tegas dan berani. Kita bisa lihat di sisi depan terdapat customizable RGB light bar dengan ukuran yang lebih besar dan dapat diatur melalui software MSI Center atau Steel Series GG. Di area punggung layar juga tampak garis diagonal yang membentuk ornamen logo MSI Dragon dengan finishing yang glossy membuat logonya jadi tet samar tapi tetap berani. Di sini di area punggung juga masih terdapat logo MS Dragon dengan backlit RGB yang warnanya dapat diatur sesuai dengan keinginan kita. Tapi bukan hanya desain visual yang baru. Kalau kita cek di area bawah laptop, kita bisa menemukan quick access panel. Nah, panel ini berfungsi untuk memudahkan pengguna saat ingin melakukan upgrade SSD maupun upgrade RAM. Dalam kardus laptopnya juga terdapat instruksi cepat yang dapat membantu pengguna awam untuk melakukan upgrade RAM dan SSD dengan aman. Mantap ya. Nah, untuk warna ini core black atau hitam. Dimensinya panjang 36,3 cm, lebar 26,9 cm dengan ketebalan di area paling tipis 2,19 cm. Di area paling tebal ada di 2,88 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 2,65 kg. Sementara chargernya 1,17 kg. Ini wajar ya mengingat chargernya punya rating 400 watt supaya memang bisa menyuplai daya laptopnya secara maksimal. Total bobot kalau dibawah-bawah semuanya jadi 3,83 kg. Oke, untuk display laptop ini menggunakan panel OLED ukuran 16 inci. Resolusinya QHD plus atau tepatnya 2560 * 1600 pikel. refresh rate-nya adalah 240 Hz dan sudah mendukung Nvidia Ging. Menurut MSI, layar ini punya color gamut di 100% di CP3 dan sudah menggunakan true color technology di mana tiap layar dikalibrasi per unit di pabriknya. Nah, kalau dari pengujian kami tingkat kesaran maksimalnya itu di mode SDR mencapai 505 nits dan untuk mode HDR mencapai 1115 nits. Uh, terang banget sih ini ya. Nah, untuk gambut coverage-nya ada di 99,6% di CP3 dan gambut volume di 106,8% di CP3. Kalau color gamutnya dieskan terlalu luas, kita masih bisa ngatur profil warna layarnya melalui software MSI Center. Saat kita coba di profil sRGB, gamut coverage ada di 98,4% sRGB dan gambut volume di 104% sRGB. Jadi jelas layarnya udah cocok banget kalau mau dipakai buat gaming ataupun content creation class profesional. Dipakai buat kerja atau gaming berlama-lama juga nyaman ya karena sudah disertai dengan SGS ICE yang mampu menurunkan blue light dari layarnya. Mau dipakai buat nonton? Asyik banget karena udah punya sertifikasi Vesa Display HDR True Black 1000. Di software MSI Center kita bisa menemukan fitur MSI OLED Care. Fitur ini dikim mampu menjaga supaya layar OLED-nya tetap awet. Nah, seperti layar OLED pada umumnya, layar laptop ini permukaannya glossy. Ya, ini memang membuat ada sedikit pantulan bayangan atau cahaya saat kita gunakan. Tapi permukaan seperti ini membuat warna yang ditampilkan jadi lebih cemerlang. Bingkainya ini memang bukan yang paling tipis, tapi masih bisa diterima lah untuk sebuah laptop gaming monster seperti ini. Dan seperti biasa, kita bisa menemukan kamera di bagian atas layar. Nah, untuk kamera mikrofonnya, laptop ini menggunakan kamera resolusi 1080p 30 fps. Dan kamera ini sudah mendukung fitur Windows Studio Effect seperti background blur, auto framing, dan contact. Untuk mikrofon, laptop ini dilengkapi dengan dua buah mikrofon yang terletak di sisi kanan dan kiri kamera. Mikrofon ini juga sudah dilengkapi dengan fitur noise cancelling yang dapat diakses melalui software MSI Center. Untuk kas kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menuju kualitas mikrofon dan noing dari laptop MSI Raider 16 Max yang satu ini. Untuk skenarionya kita di sini mengatur ketepatan kipas ke 100% ya atau maksimal untuk mensimulasikan berisiknya suara sebelah laptop. Dan hasilnya suara saya terdengar dengan di sini dan suara kipas laptop bisa direndam dengan baik. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas kamera dari laptop MSI Raider 16 Max yang satu ini. Untuk kepercayaan di sini kita menggunakan lampu studio ya. Untuk resolusi maksimal videonya ini sampai 1080p 30 fps. Untuk hasilnya ini bisa dilihat kalau gambar itu cukup terang, ketajamannya oke, tapi memang kami merasa kalau warna kulit di sini sedikit over saturated. Oke, sekarang kita ke audionya, ya. Laptop ini menggunakan konfigurasi empat buah speaker dari Din Audio dengan rincian dua buah speaker terletak mengarah ke alas kanan kiri laptop dan ada dua buah wover terletak di bawah layar mengarah ke pengguna. Di sini ada software Nahimic audio yang dapat digunakan untuk mengatur profil dan equalizer suara. Untuk kualitas suaranya bukan yang paling lantang untuk kelas harganya ya, tapi detailnya masih dapat, masih rapi, dan bassnya juga nyaman didengar. Oke, untuk konektornya di kiri ada satu Kensington lock. Lalu ada dua Thunderbolt 4 yang mendukung display port, data transfer, power delivery 3.1 yang support hingga 140 watt, dan penggunaan perangkat Thunderbolt lainnya. Kemudian ada satu slot SD card reader, di kanan ada satu audio jack combo 3,5 mm dan ada du 3.2 gen 2 yang type A. Di belakang masih ada satu Ethernet Port 1 HDMI 2.1 dengan output hingga 8K60 atau 8K60 fps atau bisa 4K 120 fps. Kemudian ada USB 3.2 gen to type A dan tentunya ada DC in untuk chargernya. Oke, untuk keyboard ini masih sama persis ya dengan MSI Rider generasi sebelumnya. Kita bisa menemukan tombol pad dan anak panah dengan ukuran full size seperti tombol lainnya. Untuk tombol navigasi seperti page up, page down, home, dan end itu menyatu dengan 6 padet. Untuk tombol power ini menyatu dalam layout keyboard ya, adanya di pojok kanan atas dengan warna yang berbeda. Untuk tombol WASD itu memiliki key caps yang semi transparan sebagai penanda tombol yang sering digunakan saat kita bermain game. Keyboard ini sudah dilengkapi dengan backlit RGB dari Steel Series yang punya empat tingkat kecerahan dan dapat diatur dengan tombol function plus F8. Tingkat kecerahan dan mode lighting lebih lanjut juga dapat diatur melalui software Steel Series GG. Dan untuk touchpad-nya, laptop ini menggunakan precision touchpad yang ukurannya adalah 13,1 * 8,2 cm. Letaknya cenderung center to body ya, jadi melebar dari tombol space bar. Meski demikian, touchpad ini memiliki fitur palm rejection yang sangat baik di sini. Jadi tidak mengganggu walaupun enggak sengaja kesenggol telapak tangan saat kita sedang mengetik. Laptop yang satu ini juga memiliki sistem kamera biometrik ya, berupa infrared kamera dan sudah mendukung Windows Hello. Nah, untuk sistem pendinginnya ini adalah sistem pendingin yang baru ya. MS Rider 16 Max HX ini menggunakan sistem pendingin yang diberi nama Cooler Boost Trinity Intraow. Sistem pendingin ini memiliki tiga buah kipas, dua kipas besar dan satu kipas berukuran kecil yang membantu mendorong udara dingin langsung ke area komponen CPU dan GPU. Terdapat en buah heat pipe yang juga membantu meningkatkan performa pembuangan panas dari CPU dan GPU-nya. Area pembuangan udaranya juga lebih luas dengan total ada lima ekos, tiga ke arah belakang dan dua ke sisi kanan dan kiri laptop. Bukan hanya itu, laptop ini juga menggunakan face change thermal compound yang bisa berubah jadi lebih cair saat dia panas. Jadi mampu menghantarkan panas lebih baik dari CPU dan GPU ke sistem pendinginnya. Oke, sekarang kita masuk dalam aspek performa. Di dalam software MSI Center, kita bisa mengubah mode performa dengan empat profil, yaitu MSI AI engine, extreme performance, Balance, dan Eco Silent. Tapi di sini ada yang baru karena saat kita pilih mode extra performance, kita bisa menemukan sebuah switch Apex mode yang diklaim mampu mendorong performa laptopnya. jadi lebih kencang lagi. Selain itu, kita juga dapat melakukan overclock GPU dan VRAM di mode ini serta dapat mengubah kecepatan kipas dengan opsi auto cooler boost ini untuk mengatur agar kipas berputar 100% terus-menerus ya dan ada advance. Oke, sekarang mari kita lihat konsistensi performanya dengan sin R23 stabilitas selama 30 menit kita looping ya. Pertama kita cek dulu skor maksimalnya di moda balance skornya sudah mencapai 39.296 poin. Ini sih udah kencang ya sebetulnya ya. Nah, kalau kita cek di mode extreme performance dengan kecepatan kipas maksimal, kita bisa mendapatkan 41.059 poin. Ini kencang parah sebetulnya. Tapi ingat, masih ada satu model lagi ya. Kita coba nyalakan Apex Mode. Skornya bisa didorong sedikit lebih tinggi lagi mencapai 41.225 poin. Ini termasuk skor sinabes R23 tertinggi yang pernah kami uji di sebuah laptop gaming. Ini keren banget ya. Sebagai perbandingan skor tertinggi di MS Rer 800 HX generasi sebelumnya yang pakai prosesor Intel Core Ultra 9285 HX itu mencapai 39.636. Itu skor tertingginya ya. Dan kalau mau lebih ekstrem lagi, kita pernah tes prosesor desktop Intel Core Ultra 9285K. Nah, ini desktop ya, bukan laptop ya. Skornya mencapai 41.748 748 poin. Padahal prosesor desktopnya itu kita diinkan pakai liquid cooling yang AIO, tapi selisihnya hanya 1% aja dengan laptop yang satu ini. Jadi, benaran bisa dibilang desktop replacement sih laptop satu ini bukan cuman karena besar, tapi karena performanya yang udah benar-benar seperti desktop. Dan sekarang kita lihat skor yang bisa dipertahankan. Di mode balance, skor ada di kisaran 37.000-an poin. Di mode extreme performance, skor bisa bertahan di 39.900 hingga 40.200 200 poin. Dan untuk Apex Mot Score bisa bertahan lebih tinggi lagi di 40.000 sampai 40.400 poin. Benar-benar kencang dan stabil ya. Dan kita sama sekali tidak melihat ada gejala throttling di laptop ini. Untuk suhu kerja dengan sinabis R23 stabilitas, kita lihat di apex mode. Suhunya memang terlihat agak tinggi ya. Stabil di kisaran 98 sampai 102 derajat celcius dengan spike beberapa kali ke 104 derajat celcius. Perlu diperhatikan bahwa prosesor yang satu ini punya suhu pengoperasian maksimal di 105 derajat Celcius. Jadi sebetulnya ini tepat berada di bawah batas maksimalnya dan suhu seperti ini sebenarnya wajar mengingat prosesor laptop ini punya performa yang sangat-sangat kencang mirip seperti prosesor desktop kelas entusias bahkan tapi tenang ya karena S seperti ini hanya terjadi kalau aplikasi yang digunakan itu membebani hanya ke CPU secara terus-menerus. Kalau aplikasinya bisa membagi beban pekerjaan ke GPU, harusnya suhunya tidak akan setinggi ini. Tapi kalau memang aplikasi kalian itu membeban CPU terus-terusan, kami sarankan untuk bekerja di ruangan AC atau gunakan mode performa lainnya yang ada di bawahnya. Seperti mungkin mode balance ya, yang tetap masih mirip seperti sebuah desktop sebetulnya karena di mode balance SH-nya bertahan di kisaran 89 sampai 93 derajat celcius dengan sesekali ada spike ke 104 derajat celcius. Tapi ini jarang banget spike-nya. Dan kalau tadi kita cek hasil benchmark ya, mode B sebenarnya udah sangat kencang kan? Oke, kita langsung aja masuk ke Blender sekarang ya. 5.0 kita pakai splash screen yang berat itu. Untuk CPU render saya dalam waktu 12 menit 42 detik. Untuk GPU render dengan kuda hanya butuh waktu 2 menit 38 detik. Nah, su kerja pesat melakukan GPU render dengan kuda SU CPU ada di kisaran 50 sampai 65 derajat celcius saja dan spike-nya pun cuma ada di 72 derajat Celcius. Sementara suhu GPU kencangnya itu ada di bawah 55 derajat Celcius. Lanjut kita lihat Adobe Premiere Pro Sisi 2026. Kita gunakan video 5 menit yang akhir-akhir kita pakai ya. Untuk video 4K60 exporting ada di 1 menit 55 detik. Kalau untuk 1080p 60 fps exporting ada di 35 detik. Ini sih kencang parah sih. Itu 4K60 loh untuk video 5 menit ya. Cuma 1 menitan doang sudah selesai. Nah, untuk suhu kerja bisa melakukan 4K60 video exporting suhu CPU ada di kisaran 50 sampai 70 derajat celcius saja dan GPU-nya juga ada di bawah 50 derajat celcius saja. Jadi lagi-lagi aman sekali. Lanjut ke Davinci Resoft 20 ya. Ini software videoing class profesional tapi kita pakai versi gratisnya. Kita gunakan video 5 menit yang sama. Untuk 4K60 video sportingnya butuh waktu 5 menit 5 detik. Untuk 1080p 60 fps butuh waktu 1 menit 25 detik. Lagi-lagi ini kencang banget. Untuk suhu kerjanya persama melakukan 4K60 video export suhu speed terlihat tinggi ya. Ini bertahan di kisaran 100 sampai 105 derajat celcius. Tapi untuk suhu GPU ada di bawah 61 derajat celcius. Ini wajar ya, karena Dave Vinci yang versi gratis ini memang memberikan beban ke CPU lebih besar ketimbang ke GPU. Lanjut untuk UL Prosion AI image generation test. Kita menggunakan stable Division XL untuk menggambarkan kemampuan disk GPU-nya saat digunakan untuk kegiatan yang berhubungan dengan AI image generation. Skornya ada di 2.583 poin dengan kecepatan generate di 14.516 detik per gambar. Sebagai perbandingan kita pernah ngetes yang pakai Nvidia Geforce RTS 5070 Ti laptop ya. Itu skornya ada di 1884 dengan kecepatan generate di 19,8 detik per gambar. Jadi emang monster yang satu ini. Kita lanjut ke trimmax graphic skor-nya. Untuk Firestrike dari X11 kita dapat 51.574 poin. Untuk time spy dari X12 kita dapat 22.172 poin. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat kita melakukan time spy stress test, suhu GPU terlihat adem di bawah 67 derajat celcius. Oke, laptop gaming segar ini pastinya akan kita tes buat gaming dong ya. Dan hasilnya itu bisa rata kanan semua. Enggak percaya? Ini dia pengujiannya. Oke, di game terakhir Cyberpunk 2077. Mari kita lihat suhu kerjanya. Di sini kita bisa melihat bahwa SU CPU-nya ada di karan 78 sampai 88 derajat Celcius dan GPU-nya aman banget di 68 sampai 71 derajat Celcius. Jadi kalau memang aplikasinya bisa marfan CPU dan GPU dengan optimal seperti saat gaming misalnya suhu CPU-nya tergolong sangat aman ternyata ya. Oke sekarang kita lihat suhu permukaannya. Ini agak mengejutkan ya karena walaupun performa gamingnya bisa sekencang tadi suhu permukaan laptopnya bisa dijaga supaya tetap nyaman. Titik terpanasnya tetap mencapai 46 derajat Celcius, tapi itu di area dekat lubang speaker atas, bukan di permukaan keyboard. Berarti itu dekat dengan lubang pembuangan panas juga ya. Sedangkan area permukaan keyboard itu suhunya terlihat sangat adem di kisaran 30 sampai 34 derajat celcius. Titik terpanas untuk area keyboard ada di dekat tombol anak panah dan tombol kopilot yang ada di kisaran 35 sampai 39 derajat Celcius. Sedangkan untuk pamres jelas adem di bawah 30 derajat Celcius. Sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya. Kecepatan bacanya ada di 6844 MB/ dan tulis di 6.278 MB/s. Ini memang tergolong kencang ya dan memang layak dipasang di laptop gaming kelas atas seperti ini. Dan yang menariknya adalah walaupun kecepatan bacanya enggak nyampai R.000, tapi kecepatan tulisnya di atas 6.000. Ini seimbang ya. Ini kencang parah sebetulnya. Oke, lanjut untuk daya tahan baterainya. Kita set mode performa di balance brightnya 150 unit. Resolusi dan refres-nya default di 2,5K 240 Hz dan volume di 25%. Hasilnya saat digunakan untuk lokal video playback, baterai baru habis setelah 10 jam pas. Ini termasuk hasil yang bagus ya untuk sebuah laptop gaming dengan performa sekencang ini. Oke, sekarang kita tes charging-nya seberapa cepat. 30 menit pertama terisi di 25%. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 2 jam 40 menit. Ini agak sedikit lebih lambat dari harapan kami yang ada di 2 jam. Tapi ya mengingat baterai besar okelah ini ya. Ya, laptop dengan performa kelas desktop yang satu ini dijual di harga kisaran Rp75.999.000 dan semuanya sudah mencakup MSI Titan Gaming Backpack, Microsoft Office Home 2024 yang aktif permanen, Microsoft 365 basic selama 1 tahun, lalu ada garansi 3 tahun lengkap dengan accidental damage protection di tahun pertama. Mantap. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. pertama ya bobotnya karena pastinya kalau laptop yang punya performance terapisi desktop ini pastinya enggak mungkin jadi tipis dan ringan enggak mungkin ya. Lalu speakernya sebenarnya udah bagus ya tapi untuk kelas harga segini kita sebetulnya berharap bisa lebih lagi. Kemudian untuk suhu CPU-nya yang terlihat tinggi di beberapa skenario ya terutama kalau bebannya tuh ke CPU 100% secara terus-menerus. Tapi tenang karena kalau dipakai buat gaming atau aplikasi yang bisa manfaatin CPU dan GPU dengan optimal ya suhu CPU-nya itu terlihat masih aman-aman aja. Kita juga bisa ubah mode performanya ke yang lebih rendah nih kalau dibutuhkan untuk menjaga agar sushi pin-nya enggak terlalu tinggi. Jadi sebetulnya masih ada cara untuk menjaganya. Nah, dari sisi menariknya jelas ini performa super kencang beneran seperti desktop kelas atas. Presornya juga kencang parah, punya cor banyak. Cukup buat multitasking yang berat gaming dan content creation. Disk GP-nya juga enggak kalah kencang dan udah support berbagai teknologi baru dari Nvidia. Super permukaan laptopnya saat kita pakai untuk gaming itu aman banget. RAM dan storage-nya itu sama-sama kencang dan lega benar ya. Kalau masih kurang, tenang aja karena ini masih gampang buat ng-upgrade-nya ya. Lalu layarnya ini mewah, cocok dipakai buat gaming, kerja, content creation, nonton, apapunlah ya. Konektor juga lengkap dan berlimpah. Kamera udah 1080p dan punya sistem ke kameraan biometrik ya. Dan sudah mendukung WiFi 7 dan Bluetooth versi 5.4. Future proof yang satu ini garansi udah 3 tahun, udah lengkap dengan accidental damage protection di tahun pertama pula ya. Jadi MSI Raider 16 Max HX yang satu ini cocoknya buat siapa sih? Ya, buat kalian yang nyari laptop buat dijadiin sebagai desktop replacement atau gantiin PC desktop kalian, ini akan cocok banget ya performanya. Beneran enggak bercanda nih ya performnya ya benar-benar desktop banget. Butuh laptop gaming kelas atas, mau main game keluaran terbaru dengan settingan rata kanan. Ah, cocok banget yang satu ini. Nyari laptop buat konten creation class profesional, edit video, desain 3D, cat. Yang ini layarnya mewah, jelas bisa. Performnya juga luar biasa. Butuh laptop yang bisa handle gaming sambil broadcast streaming dalam waktu yang bersamaan enggak masalah. ini kuat ya untuk programmer atau pekerjaan yang butuh lokal AI laptop ini jelas bisa CPU-nya kencang, GP kencang, VAM-nya juga lumayan lega di 16 GB. Yang penting pastikan bahwa aplikasinya sudah sesuai dengan spesifikasi laptop ini. Intinya kalau dicari adalah sebuah laptop gaming monster yang punya fitur lengkap dan performa setara PC desktop kelas atas. Rasanya MSI Raider 16 Max HX ini sangat layak untuk dipertimbangkan.

Lihat di YouTube