Jungkat

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop (YouTube Video)

  • 06/10/2026

kayaknya punya laptop monster kayak gini udah gak bakal ngelirik PC desktop lagi deh. Mau ng-render animasi, desain cat, edit video 4K60 atau bahkan 8K ya atau main game triple A resolusi 4K semuanya enggak ada masalah dilibas semua dengan enteng. Tentunya dia enggak pakai CPU dan GPU yang kaleng-kaleng ya. Fressornya Intel Core Ultra 200 HX Plus dengan 24 core di dalamnya. Lalu dia pakai RTX apa? 5070 5050 enggak 5090 di sini ya. Jadi mantap buat gaming atau content creation. RAM-nya apa? 32 kecil 64 bukan? 96 GB DDR5 super mewah. SSD juga mewah ya langsung 4 TB dan konfigurasinya bukan standar tapi rate nol super kencang. Layarnya 18 inci dan ini panel 4K mini LED 100% DC P3. Laptop high performance atau laptop super high performance ini adalah MSI Titan 18hx Dragon Edition Draco Epic ya. MSI Titan 1 ini emang spesial banget. Ini adalah edisi khusus perayaan ulang tahun MSI ke-40. Jadi temanya unik. Untuk tema pastinya enggak jauh dari image MSI yang kita kenal selama ini, yaitu hewan mitologi naga ya. Tapi untuk kali ini MSM menggunakan tema naga dari rasi bintang Dreko di langit belahan bumi utara yang berbentuk memanjang dan memang menyerupai naga. Oh ya, kata Draco sendiri merupakan bahasa Latin dari naga ya. Naga, naga naga semuah pokoknya ya. Lalu gimana dengan performanya? Apakah memang sekarang naga? Nah, pertama-tama kita cek dulu spesifikasi lengkapnya. Untuk prosesor dia pakai Intel Core Ultra 9 290 HX Plus fabrikasi TSMC N3B. Default TDP-nya 55 watt. Dia punya 24 core, 24 red yang terdiri dari 8 performance core dan 16 efficient core. Intel smart cas-nya juga gede 36 MB. Integrisnya pakai Intel Graphics dengan 4X Corse ya. Untuk NPU dia pakai Intel AI boost dengan kemampuan 13 tops. Memori atau RAM-nya aduh 96 GB DDR5 6400 MHz dual channel 128 bit. Menurut MSI kapasitasnya masih bisa di-upgrade lagi sampai 128 GB. ya walaupun sebenarnya si processor tuh dukung sampai 256 GB ya, tapi karena laptop ini cuma punya dua slot SODIM, seluruh RAM bawaannya harus diganti kalau mau upgrade ya. Jadi kayaknya 96 GB udah cukup gede lah kalau untuk sekarang ya. Enggak usah di-upgrade udah cukup sih kayaknya. Dan rasanya ini super super mewah untuk tahun 2026 96 gitu ya. Kayak masang emas di dalam situ ya. Untuk storage 4 TB SSD M.2nvmb dengan konfigurasi rate 0. Nah, di sini uniknya ya MSM mengadukan SSD PC Gen 5 dan SSD PC Gen 4 dan kapasitas masing-masing adalah 2 TB. MSIM menggunakan fitur super rate mereka untuk menjalankan fungsi rate dengan tipe SSD yang berbeda. Ini beda dari biasanya di mana rate itu pakai SSD yang identik kapasitasnya dan kecepatannya juga. Nanti kita lihat ya. Jadi sengjang apa sih perpaduan 2 SSD yang teoritis kecepatannya berbeda itu kalau digabungkan. Ya, menariknya masih ada dua slot M2 PCI Gen 4 yang kosong di laptop yang satu ini. Jadi kita bisa masang total 4 SSD. Untuk disk GPU dia pakai Nvidia RTX 5090 laptop GPU dengan kapasitas RAM di 24 GB GDDR7. GP ini berdasarkan arsitektur blackwell, jadi mampu menjalakkan fitur DLSS 5 termasuk multi frame generation 6X ya. Kemampuan e-nya diklaim mencapai 1824 tops. Ini lebih tinggi dibandingkan at laptop yang cuma 686 ya. Enggak nyampai 1.000. [tertawa] Lalu nilai TGP maksimalnya adalah 175 watt. Ini lebih tinggi dari standar Nvidia yang di 150 watt. Laptop gaming ini juga lengkapi dengan max switch. Jadi ATS 5090-nya bisa kita aktifkan terus-menerus atau bergantian dengan IGP atau hanya IGP-nya saja yang aktif. Untuk Bactivity dia menggunakan modul Intel killer yang mendukung WiFi 7 dan Bluetooth versi 5.4. Kapasitas baterainya mentok rata kanan 99,9 WH. Ini adalah kapasitas baterai paling besar yang masih diizinkan untuk masuk dalam kabin pesawat. Untuk operating sistem dia pakai Windows 1125 H2. Untuk body font factornya adalah clamp cell materialnya magnesium aluminium ya. Untuk warna ini dragon edition draco epic ya sesuailah dari temanya begitu ya. Nah untuk desainnya itu MSI kelihatan banget ya sangat total gitu menghadirkan tema naga kali ini. Lihat aja punggung layarnya ya. MSI menutup seluruh punggung layar dengan gambar naga lengkap dengan gambar langit belahan bumi utara beserta rasi bintangnya. Gambar naganya juga bukan dicat, tapi diukir gitu ya. Kelihatan meras diukir gitu. Jadi terasa teksturnya saat diraba. Lalu untuk pewarnaannya ini pakai teknik anodized painting. Jadi warnanya harusnya lebih awet. Sementara untuk gambar rasi bintangnya ada Sickness, ada Ursa Miner, ada Ursa Major, ada Boot Otes, ada Lira, Cornelia Borealis, dan ada Draco tentunya. Selain itu punggung layar juga dihias tulisan Dragon Edition dalam Astara Yunaniyi dan logo Naga MSI dengan backlit RGB. Enggak cuma itu, bagian palmr dan touchpad juga mendapatkan perlakuan yang spesial. Di sini MSM menggunakan teknik cetak five layer silk screen printing untuk menampilkan gambar langit belahan bumi utara lengkap dengan terasi bintangnya. Lalu pada bagian atas gambar tersebut ditutup lapisan kaca dengan permukaan dove sehingga ini aman dari kemungkinan terkelupas akibat gesekan. Secara keluaran laptop ini terasa seperti karya seni yang layak untuk dikoleksi ya. Nah, untuk dimensinya panjang 40,4 cm, lebar 30,7 cm dengan ketebalan sisi paling tipis di 2,4 cm, sisi paling tebal di 3,2 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 3,67 kg. Charger di 1,19 kg. Ini charger 400 wat ya. Besar memang ya. Jadi total bobot kalau di bawah semuanya adalah 4,86 kg. Oke, untuk layar ini ukurannya 18 inci dan ini ukuran layar paling besar saat ini untuk laptop gaming modern. resolusinya 3840 * 2400 pikel dengan aspek rasio 16 bfresh rate-nya 240 Hz. Tapi sayangnya layarnya tidak mendukung fitur variabel refresh rate dari Nvidia Gsyc ya. Padahal laptop gaming class flagship nih ya. Ini adalah panel IPS level dengan backlit mini LED. Kalau kata MS sih tingkat kecerahannya maksimal di 1000 nits di mode HDR dengan kelar gambut 100% di CP3. Tapi kalau diukur ternyata MSI berbohong di sini. Tingkat kecerahannya itu bisa mencapai 1416 nits di mode HDR. Ini jauh lebih tinggi daripada klaim 1000 nits-nya nih ya. Sementara di mode SDR keceran itu mencapai 495 nitz. Laptop yang bagus tuh 300-an nit sudah bagus sebetulnya ini udah hampir 500 nit. Lalu untuk gamut cover itu ada di 98% di CP3 dan Gambut volume ada di 102,6% dicip3. Kelihatan ya perbedaannya tuh cenderung rapat gitu ya. Jadi kalau dipakai buat editing gambar atau video warnanya tergolong akurat. Yang satu ini mau streaming film atau main game di mode HDR pasti juga udah mantap karena layarnya udah punya sertifikasi display HDR True Black 1000. Permokan layar juga sifatnya nonclare, enggak mantulin bayangan jendela, lampu, ataupun objek sekitar yang dapat mengganggu kenyamanan kita. Lalu untuk bingkai layarnya ini udah desain cukup tipis untuk sisi kanan, kiri dan atas. Jadi tampilannya tuh lebih kekinian. Oke, untuk kameranya laptop ini memiliki kamera infrared 1080p 30 fps dengan teknologi 3D Noise reduction plus. Kameranya mendukung fitur Windows Studio Effect dan akan menggunakan NPU untuk menjalankannya. Tapi kalau butuh fitur kamera lebih beragam dan lebih canggih untuk ganti background misalnya, kita tinggal instal aplikasi Nvidia Broadcast di sini. Mikrofon laptop ini ada dua buah ditempatkan pada sisi kanan dan kiri kameranya. Untuk kemampuan kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita lagi ada di studio untuk menguji kualitas kamera dari laptop MSI Titan yang satu ini. Untuk resolusi maksimalnya ini sampai 1080p 30 fps ya. Untuk skenarionya di sini kita pakai lampu studio agar pencahayaannya terang. Dan untuk hasilnya di sini gambarnya juga sudah cukup terang, detailnya oke, dan juga bersih dari noise di sini. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas mikrofon dari laptop MSI Titan 18HX yang satu ini. Untuk skenaranya di sini kita mengatur kecepatan kipas ke 100% ya untuk mensimulasikan berisiknya suara kipas laptop dan hasilnya suara saya bisa terdengar dengan jelas di sini dan suara kipas laptop bisa direndam dengan baik. Gimana? masih lumayan oke lah ya kamera bawaannya bisa dipakai buat live streaming selama pencahayaannya memang mencukupi. Untuk noise cancel-nya juga bekerja dengan baik jadi suara bisi enggak masuk pas kita lagi streaming tentunya ya. Lanjut untuk audionya. Laptop game ini dilengkapi dengan en buah speaker dari DIN Audio yang terdiri dari 4 buah speaker 2 watt dan dua buah woover 2 watt. Untuk lubang keluaran suaranya ada di samping kanan kiri keyboard dan di bagian bawah body laptop. Di sini kita juga bisa mengatur profil dan equalizer suara dengan menggunakan aplikasi NahIM. Meskipun punya enam speaker, suara yang dikeluarkan masih terasa agak kurang kencang sih menurut telinga kami ya. Walaupun demikian, kualitas suaranya masih cukup memuaskan dengan karakter yang cenderung flat. Speaker juga masih bisa mengeluarkan suara bass yang cukup bulat. Di sini kayaknya fokusnya lebih ke arah kualitas suara ketimbang kelantangan ya. Lanjut untuk konektornya. Di sebelah kiri ada canington lock slot, ada dua USB 3.2 gentu type A, ada SD card reader. Di kanan ada 3,5 mm audio combo jack, ada USB 3.2 gentype E, dan ada dua Thunderbolt 5 yang mendukung power livery 3.1. Ini berarti konektornya mampu menerima input daya hingga 240 wat. Dia juga mendukung protokol display port 2.1, jadi bisa pakai layar 8K60 di sini ya, 8K60Hz maksudnya. Dan tentunya kita bisa pasang perangkat-perangkat Thunderbolt juga. kami sudahudah sempat mencoba masang charger USB type C 100 watt di konektor Thunderbolt dan baterainya emang bisa ngisi jadinya di situ ya. Jadi kalau pergi-pergi dan laptopnya cuma buat kerjaan ringan, kita bisa bawa gun charger yang ukurannya jauh lebih kecil dan jauh lebih ringan. Oke, lalu dii belakang ini ada 1 DCin, ada satu HDMI 2.1 dan ada satu 2,5 GBS Ethernet. Lalu untuk keyboard seperti seri Titan lainnya, laptop game ini langsung menggunakan keyboard mechanical dari Steel Series. Nah, untuk switch-nya ini pakai yang OG ya, Cherry MX Ultra Low profile switches ya. Enggak tahu ke cherry OG-nya ya dengan travel distance di 1,8 mm. Tentunya keyboard mekanical ini memberikan sensasi pemakaian yang berbeda dibandingkan keyboard membran. Masih ingat ini laptop menangkan tombol feedback ke jari maupun suara itu terasa benar-benar seperti pakai keyboard mekanik. Tapi perlu diperhatikan ya, tidak semua tombolnya pakai switch mechanical. Tombol seperti F1 sampai F12 pad atau tombol panah itu masih pakai membran. Keyboardnya juga dilengkapi dengan backit perkey RGB. Jadi warna setiap tombol bisa dibuat berbeda-beda. Kita bisa mengatur warna setiap tombol dan efek lampunya di aplikasi Steel Series GG. Sementara untuk tingkat kecerahannya itu ada empat ya dan bisa diatur dengan menekan tombol function plus F8. Untuk touchpad laptop ini menggunakan Simless RGB Haptic Touchpad. Berbeda dengan touchpad pada umumnya ya. Permukaan touchpad ini dibuat menyatu tanpa celah dengan area palm sekitarnya. Lalu untuk menandai area touchpad ini menggunakan backlit RGB. Menariknya backlit lampu RGB tersebut bisa kita matikan. Jadi area pambasnya tampak menyatu dengan area sekitarnya. Tentunya touchpad tersebut juga masih bisa digunakan meskipun back detimnya kita matikan ya. Nah, saat kami ukur area touchpadnya itu ada di 13,1 * 8,2 cm dengan posisi yang center to body. Nah, posisi seperti ini membuat telapak tangan kita itu berada di atas permukaan touchpad saat sedang mengetik. Tapi tenang, kita bisa menonaktifkan touchpad supaya enggak ganggu aktivitas mengetik kita. Uniknya, touchpad ini tampaknya sepertinya tidak memiliki tombol atau area yang bisa ditekan. Tapi ketika kita dorong dengan jari, kita bisa merasakan ada pergerakan menekan ke bawah seperti touchpad pada umumnya. Tentunya karena ini present touchpad, kita bisa mengoperasikan dengan gesture gerakan jari juga. Kita lanjut ke cooling system-nya. Laptop gaming ini menggunakan sistem pendingin vaper chamber yang meng-cover pendinginan CPU, GPU, komponen VRM hingga chip VRAM. Di sini terlihat masih ada satu heat pipe tambahan ya yang mengalirkan panas dari area CPU ke heat sink sisi samping. Selain itu, ada juga satu heat pipe lagi dari area slot SSD PCI Gen 5 yang tersambung ke heat pipe yang tadi kami sebutkan. Untuk kipasnya ada dua dan ini tujuannya untuk membuang udara panas ke arah kanan kiri dan belakang. Nah, untuk pengamanan laptop game ini dilengkapi dengan pengamanan biometrik dengan pengenalan wajah. Lalu ada penutup fisik untuk kamera yang bisa mencegah kita ada kemungkinan diintip meskipun kameranya kena hack. Kita lanjut dalam aspek performanya. Laptop gaming ini dilengkapi dengan empat profil performa yang bisa diakses melalui aplikasi MSI Center. Untuk pilihannya ada MSI AI Engine Extreme Performance. Nah, ini mode default-nya ya. Lalu ada balance dan ada echo silent. Uniknya ada tombol apex mode di mode extreme performance. Apex mod ini akan mengaktifkan fitur MSI Overbost Technology yang menaikan power limit dari CPU dan GPU hingga batas maksimalnya ada di 270 watt. Selain itu di mode XT performance juga disediakan menu untuk mengoverclock GPU dan VRAM serta untuk mengatur kecepatan kipas. Nah, untuk pengujian kali ini kami akan langsung menggunakan mode extreme performance dengan kecepatan kipas di 100%. Kita mulai dengan Sinab R23. Distabilitas selama setengah jam. Skor tertinggi dicapai adalah 40.603 603 poin di mode extreme performance, 40.766 poin di mode extreme performance dengan menggunakan Apex Mode. Sebagai perbandingan skor ini hampir mendekati skor yang dapatkan sebuah prosesor untuk PC desktop beneran ya, Core Ultra 9 285K yang dapatnya itu di 41.748 poin. Jadi, benar terbukti ya kalau performa prosesor laptop gaming ini memang benar-benar sekencang prosesor PC desktop. Sementara untuk Korean dapat dipertahankan ada di 38.000an poin. Seluruh akhir dalam pengujian dia turun ke 37.000-an poin. Ini terjadi baik saat pakai Apex mode maupun tidak pakai Apex mode. Tapi menariknya saat apex mode itu aktif, prosesor tuh bisa lebih lama mempertahankan skor di 38.000an poin dibandingkan saat tidak diaktifkan. Sekarang kita suhu kerjanya dengan sinabas R23 stabilitas selama setengah jam. Di mode STM performance terlihat berada di kisaran 100 sampai 101 derajat Celcius. Kalau di mode extreme performance dengan apex mode aktif, surat ratanya juga ada di kesan 100 sampai 100 derajat celcius dengan beberapa kali spike hingga 104 derajat celcius. Tapi tenang dulu, sus tinggi ini hanya terjadi di cineband. Kan kita enggak pakai cinebitas sehari-hari. Nanti kita lihat apakah SHnya nyampai segitu kalau kita pakai aplikasi beneran. Oke, aplikasi beneran pertama Blender 5.0.1 dengan file Blender Splash. Ini yang berat banget ya. CPU rendering butuh waktu 13 menit 7 detik. ini udah lumayan kencang sih sebetulnya. Lalu untuk GPU rendering kalau pakai kuda itu 2 menit 7 detik saja. Sementara kalau kita GPU rending pakai optics ini hanya 1 menit 11 detik saja. Nah, untuk suhu kerja bisa melakukan GPU ranting dengan kuda, supressor dan GPU Nvidia-nya itu terlihat terkendali di bawah 70 derajat celcius. Aman kan? Enggak nyentuh 100 sama sekali kan. Lanjut Adobe Premiere Pro 2026. Videonya 4K60, durasi 5 menit. Kalau kita pakai kuda selesai dalam waktu 2 menit 2 detik. Kala videonya full HD 60 fps ya yang 5 menit juga dengan kuda selesai dalam waktu hanya 33 detik saja. Ini kencang parah ya. Dikasih video 8K terti kayaknya masih kuat nih ya. Nah untuk suhu kerjanya pasal 4K video Sporting dengan kuda terlihat supressor itu masih bisa dikenakan di bawah 80 derajat celcius dengan spike sekali aja di 88 derajat Celcius. Sementara suhu GPN videonya tuh terkendali di bawah 60 derajat Celcius. Lagi-lagi enggak ada masalah. Lanjut Da Vinci Resoft 20.3. 3 ini software kelas profesional, tapi ini versi gratisannya. Videonya lagi-lagi 4K 60 5 menit, selesai dalam waktu 4 menit 58 detik. Untuk video full HD 60 fps durasinya sama, sesuai dalam waktu 1 menit 25 detik. Nah, untuk suhu kerjanya pasal melakukan 4K video exporting di sini supressor terlihat bergerak di rentang 96 sampai 103 derajat celcius dengan SU GPNVD ada di bawah 70 derajat Celcius. Suprosornya memang agak tinggi di sini ya, karena Davinci Resolve Invers ini cenderung membebani sisi prosesor duluan karena tidak ada akselerasi di sini. Untuk akselerasi GPU itu baru aktif kalau kita udah pakai yang versi berbayar. Ini kan versi gratis. Oke, karena laptop gaming tentunya mari kita lihat performa monster ini kalau diajak main game. H [musik] Oke, sekarang kita lihat suhu kerjanya. Setelah setengah jam main Cyberpunk 2077, suor dan GPND terlihat dapat dikendalikan di bawah 70 derajat celcius dengan sesekali ada spike ke 72 derajat celcius. Lah, ini bisa adem ya ternyata ya. Lalu untuk su permukaan body setengah jamin Cberpang 2077, area keyboard paling panas kami temukan di dekat tombol enter dengan suhu mencapai 54 derajat celcius. Tapi tenang, saat main game kan kita umumnya pakai yang WASD ya, bukan enter ya. Kalau area yang WASD tadi suhunya aman di bawah 40 derajat celcius. Tentunya kalau area pamrest itu suya lebih aman lagi di bawah 35 derajat Celcius. Lanjut kita lihat kecepatan SSD-nya ya. Untuk crystal dismark kita lihat kecepatan bacanya 14.197 MB/s dan tulis di 10.000. 26 MB/s. Wah, ini sih kencang parah ya. Kita dapat 7.000 aja udah senang banget. Ini udah belasan rib dapatnya. Sebagai perbandingan nih, kecepatan tertinggi SSD PC Jen 4 itu rata-rata 7.000an MB/s. Jadi, ya ini udah jauh bangetlah, lebih cepat, ya. Lanjut untuk daya tahan baterainya. Di sini kita menggunakan brightness di N 150 dengan volume secara 25% 1080p local video playback. Kalau kita pakai mode balance lalu artis 5090 dan IGP-nya itu kita aktifkan bergantiannya dengan layar 4K 240 Hz itu baterainya habis dalam waktu 3 jam 35 menit saja ya. Sementara kalau kita pakai mode Eco Silent lalu hanya IGP-nya saja yang aktif dengan layar di full HD 60 Hz. Baterai habis setelah 3 jam 40 menit. Ini sih tergolong boros sebetulnya ya. Dan ternyata mode hematnya tidak membuat baterai jadi lebih irit. Tapi ini masih tergolang wajar mengat speknya yang monster banget. Oke, untuk charging bagaimana? Setengah jam pertama baterai terisi di 27% lalu dari kosong sampai penuh itu butuh waktu 2 jam 53 menit. Ini cukup jauh dibuah harapan kami yang 2 jam pas ya. Oke, lanjut untuk harganya. Laptop monster ini harganya ada di Rp118.999.000. Untuk bonusnya dapat MSI Gaming Mouse, MSI Large mousepad bermotif Draco Epic Edition, lalu ada coin bermotif Draco Epic Edition serta ada gaming backpack. Nah, untuk garansinya dia dapat 3 tahun garansi normal dan ada 1 tahun garansi ADP dari MSA Indonesia. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, supresornya agak tinggi kalau aplikasinya hanya membebani sisi prosesornya saja. Tapi umumnya aplikasi modern tidak akan melakukan hal tersebut. biasanya akan ada beban yang dibagi antara CPU dan GPU. Ini pun kalau aplikasi yang kelas berat-berat banget. Tujuannya juga supaya prosesor tuh suhunya enggak terlalu tinggi. Lanjut untuk body itu besar dan berat ya. Tapi ini wajar kan layar 18 inci dan speknya kelas atas semua. Nah, kemudian layarnya tidak support Nvidia Gync. Nah, ini sih sebetulnya agak fatal ya. Kemudian untuk daya tahan baterainya ini kurang cocok untuk aktivitas mobile tanpa bawa charger. Kecepatan charging juga enggak kencang-kencang banget di sini. Suara speaker juga terasa kurang kencang di sini. Dan di sini sayangnya belum ada bonus Microsoft Office. Dan untuk tema desainnya juga mungkin belum tentu semua orang akan cocok ya. Nah, dari sini menariknya penampilannya ini sebetulnya super super unik dan gua harus bilang ini keren sih sebetulnya. Performanya juga sekencang PC desktop. Dia udah pakai pressor 24 core dan ini adalah Intel Core Ultra. Ini cocok buat pakai aplikasi yang super berat yang butuh jumlah core prosesor yang melimpah. Lalu dia dilengkapi dengan RTX 5090 laptop. Yah, kalau buat main game triple A doang sih pasti kuat ya. Editing video 4K 60 juga saya masih kurang gitu. Rendering animasi 3D design cat sampai jalan AI pakai LLM. Nah, ini harusnya juga kuat banget ya. Kapasitas RAM dan SSD juga melimpah dan dia bisa pasang empat buah SSD dan lalu dia udah menggunakan SSD PCI Gen 5 juga. Lalu konfigurasinya retol jadi lebih super super kencang lagi. Layar juga super mewah untuk gaming dan content creation. Konektor juga melimpah dan dia punya dua Thunderbolt bukan empat lima ya. E keyboard-nya juga mechanical keyboard mantap banget. Dia punya perky RGB backlit keyboard lalu ada Wii 7 dan ada garansi 3 tahun dan serta garansi ADP sekarang. Jadi pertanyaannya MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic ini cocoknya untuk siapa? Laptop ST ini harusnya cocok buat yang kerjanya mobile, tapi butuhnya laptop dengan performa sekencang PC desktop atau paling enggak yang sering pindah-pindah lah kerjanya ya dan butuhnya performa super super tinggi. Nah, itu enggak perlu repot-repot tuh buat PC desktop pas mau presentasi yang berat-berat kayak buat model 3D depan klien gitu misalnya. Tentunya laptop seperti ini juga cocok untuk desainer dan animator 3D ya. Umumnya aplikasi 3D bahkan yang gratis seperti Blender itu mampu mengatkan akselerasi hardware GPU Nvidia. Jadi rendernya akan cepat selesai. Buat arsitek harusnya cocok juga pakai laptop ini untuk bikin desain cat misalnya ya. Terlebih lagi banyak aplikasi CAT yang bisa pakai Asasi GPNVD juga. Selain itu, laptopnya juga cocok dipakai untuk kalangan video editor kelas profesional. Mau ngedit video 4K, AV1 atau video kelas profesional dengan kelas format 422 semuanya bisa. Buat ngedit video berbasis 8K itu juga harusnya bisa. Buat bekerja di dunia AI juga harusnya bisa ya pakai laptop ini ya. Mau jalanin LLM dengan model seperti eh Yma 431B yang habisin V RAM lebih dari 20 GB bisa di sini. Atau mau pakai JPN videonya buat bikin gambar atau video pakai prom bisa juga. Tentunya C jalan secara lokal tanpa terhubung ke internet jadi data kita lebih aman ya. Mau pakai buat agentik AI juga harusnya bisa ya. Ini gede juga firamnya dan pastinya ini akan cocok buat gamer yang pengin punya sistem gaming sekencang PC desktop yang bisa diajak main game Triple A dengan lancar bahkan saat traveling ke luar negeri. Jadi kalau dana bukan jadi masalah dan butuhnya sebuah laptop serba bisa dengan performa seperti PC desktop ya MSI Titan bertema rasi bintang naga ini adalah salah satu yang layak untuk dipertimbangkan. Allah

Lihat di YouTube