Review Noctua AIO NL-LC1-36: No-RGB, No-Berisik, No-Panas (YouTube Video)
Ini dia all-inone liquid cooler pertama dari Noctua. Kalian mungkin gak sadar ya kalau Noctua tuh belum pernah membuat all ininone liquid cooler. Sejak didirikan tahun 2005, Noctua itu hanya membuat pendingin prosesor berbasis air cooler alias HSF atau heat Sinkc and fan pakai angin doang. Ini beda dengan produsen cooler yang lainnya yang udah bertahun-tahun membuat all inone liquid cooler alias pendingin pakai radiator dan air itu ya. Nah, kabar yang menyebutkan Noctu akan membuat produk all inone liquid cooler emang udah lama beredar, tapi baru tahun 2026 ini produk final mereka siap dijual ke pasaran. Ada yang ukuran radiornya 240 mm, ada yang 360 dan ada yang 420. Nah, yang satu ini adalah Noctua NLC136. Jadi, radiatornya 360 mm. Sahabat, apa kemampuan pendinginannya? Apa yang [berdehem] membedakan produk Nak tua ini dibandingkan produk jenis lainnya? Mari kita bahas. [mendengus] Oke, all inone liquid keluar dari Nok Tua ini pakai platform AC MA V2 ya. Ini platform yang juga digunakan all-inone liquid cooler kelas atas lainnya seperti misalnya ROG Ryujin 3360. Tentunya Noctua tuh enggak asal comot platform terus di label Noctua enggak gitu. Noctua mengoptimalkannya lagi. Jadi tingkat kebisingannya tetap rendah tanpa mengorbankan performa pendinginannya. Namanya Noctua ya, kipas-kipasnya kan super super silent. Oke, sekarang kita mulai pembahasannya mulai dari paket penjualannya. Dalamnya tentunya ada satu unit all-in-one liquid cooler. K ada tiga kipas Noctua NF12 X25 G2 PWM ya. Dan ada tiga anti vibibration gasket yang langsung terpasang di kipas. Lalu ada satu set mounting kit soket AM dan AM4. satu set mounting untuk soket LGA 1851 dan LGA 1700. Lalu ada 12 baut untuk masang kipas ke radiator dan ada 12 baut untuk masang radiator ke casing-nya. Ada satu obeng Torx T20, ada satu thermal PC Nook tua NTH2 ya, lalu ada satu thermal PC guard untuk prosesor AMD AM. Masih ada lagi satu cleaning wipes knock tua untuk membersihkan thermal pace dan ada satu threeway fan splitter cables, satu fan extension cable sepanjang 30 cm, dan ada satu Noctua logo metal face plate ya. Oke, sekarang kita bahas unit all-inone liquid cooler-nya ini ya. Untuk radiator dia punya ukuran 39,9 * 12 * 3 cm dengan desain sirip-sirip tanpa kisi. Desain seperti ini membuat aliran udara lebih lancar dan minim hambatan. Jadi performa peringinan tetap optimal bahkan dengan kecepatan kipas yang rendah sekalipun. Desain seperti ini juga mengurangi resiko penumpukan debu yang biasa membuat performa peringinan menurun seiring dengan waktu. Untuk unit pompa, dia menggunakan asettech MA V2 dan dilengkapi dengan cover atau penutup buatan noktua. Penutup ini bukan sebarang penutup ya, karena dia berfungsi sebagai pump noise absorber. Di balik penutup ini ada tiga material peredam kebisingan. Pada lapisan pertama ada busa berpori tepat di atas pompanya. ini berfungsi menam kebisingan dengan frekuensi yang tinggi. Lalu pada lapisan kedua ada material padat yang berfungsi sebagai penghalang untuk memblokir dan memantulkan kebisingan dengan frekuensi yang rendah. Sementara lapisan ketiga ada busa berpori lagi yang digunakan untuk menyerap sisa suara bising yang lolos dari kedua lapisan sebelumnya. Menarikan lagi bagian penutup tadi juga berfungsi sebagai tune m damper. Penutup ini dipasang menggunakan mounting dari bahan silikon sehingga bisa bergerak bebas menyesuaikan getaran dari pompa. Desain ini membuat penutup mampu menyerap getaran dari pompa sehingga getaran dan kebisingan pompa bisa dikurangi. Y, Noctua emang seniat itu kalau bicara masalah kebisingan. Di pompa ini juga ada switch untuk mengatur kecepatan pompa. Untuk pilihannya ada quiet mode, ini mode default-nya ya, ada balance mode dan ada manual mode. Di mode quiet kecepatan putaran pompanya itu 750 sampai 2.100 rpm. Lalu di mode balance itu 750 sampai 2.600 rpm. Di mode manual 750 sampai 3.400 rpm. Perlu diperhatikan ya, apapun mod yang dipilih, kecepatan pompa akan otomatis dinaikkan hingga 3400 rpm kalau sensor mendeteksi bahwa suhu cairan coolen itu naik di atas 45 derajat celcius. Kecepatan pompa juga akan naik hingga 3.400 rpm selama 50 detik saat kita pertama kali menghidupkan komputer kita. Ini untuk menghilangkan gelembung udara yang terperangkap di pompa. Menurut Nak Tua perbedaan performa pendinginan antara tiga mode kecepatan pompa ini akan tergantung tipe prosesor yang digunakan. Semakin tinggi TDP prosesornya semakin besar selisihnya. Di sistem kami gunakan surat prosesor ada di 76,7 derajat celcius dengan mode kit dan 73,4 derajat celcius di mode manual saat dioad dengan Sinband R23. Jadi suhunya selisih sekitar 3,3 derajat Celcius atau sekitar 4%. Oh ya, bagian atas penutup pompa tadi bisa dipasangi emblem logo Noctua atau kipas tambahan Noctua NLACF1. Kipas 8 cm yang menempel dengan magnet ini berfungsi meniup udara untuk mendinginkan komponen di sekitar soket prosesor seperti VRM, memori, SSDM.2u atau komponen lainnya. Ini merupakan solusi dari masalah yang timbul akibat menggunakan all inin-one liquid cooler, yaitu suhu komponen VRM-nya atau catu daya di sekitarnya jadi lebih tinggi. Saat kami coba tanpa kipas tersebut, suhu permukaan hits VRMB kami itu bisa mencapai 66 derajat celus saat menjalankan CB R23. Sementara kalau kita pasang kipasnya su di titik yang sama akan turun di kisaran ke 42 derajat Celcius. Ini penurunan suhu yang signifikan ya sekitar 36%. Menurut Noctua seharusnya kipas tersebut dijual terpisah. Tapi di Indonesia kipas tersebut langsung dipaketkan dengan liquid cooler Noctua. Nah, bicara soal kipas. Liquid cooler Noctua ini menggunakan kipas yang bukan kaleng-kaleng. Noctua NFA 125 G2 PWM. Ini adalah kipas 12 cm kelas atas terbaru dari Noctua. Kipas ini juga punya kecepatan putar maksimum 1800 rpm dengan tingkat airflow 63,15 cfm dan static pressure-nya 3,14 mm. H2O. Sementara tingkat kebisingan maksimalnya itu cuman 22,5 dbel. Ini susah buat diukur ya. Oke, sekarang kita pasang liquid cooler Noctuanya ini ke sistem yang kami gunakan. Pertama-tama kita pasang tiga kipas ke radiator. Di sini kipas kita pasang dengan arah hembusan udara ke radiator. Untuk pemasangannya tinggal taruh kipas di radiator kemudian pasang 12 baut dengan menggunakan obeng yang disatakan. Selanjutnya kami hubungkan tiga kabel kipas ke aksesoris threeway fan splitter cables. Berikutnya kita pasang radiator ke casing. Di sini kami masang radiator di bagian atas casing agar udara panas langsung dibuang keluar. Untuk masang radiator kami menggunakan baut bawaan casing karena baut yang serakan noktua ini agak tebal ya. Baut noctua ini tidak kompatibel dengan desain penutup s casing yang kami gunakan. Ini bukan salah bautnya, ini lebih ke arah eh casing-nya sih sebetulnya agak pilih-pilih ya. Langkah selanjutnya kita pasang bagian pompa ke soket pressor LGA 1851 yang kami gunakan. Pertama-tama masukkan back plate yang disakan dari sisi belakang motherboard. Kemudian pasang plastik spacer berwarna biru ke empat buah tiang back plate. Langkah berikutnya kita pasang mounting bar-nya. Mounting bar ini punya tiga lubang pemasangan. Dua lubang adalah untuk posisi offset. Jadi cocok untuk prosesor 20 sampai 24 core yang LGA 1651 yang kita pakai kali ini. Lubang tersebut membuat bagian tengah base plate pompa lebih dekat ke titik terpanasnya prosesor. Lalu untuk lubang satunya lebih cocok digunakan untuk varian prosesor LGA 1851 lainnya dan prosesor LGA 1700. Mounting bar ini juga punya tulisan east atau west yang menunjukkan posisi pemasangan di kanan atau di kiri soket. Agar posisi mounting bar tidak tertukar, perhatikan pula logo anak panen tersedia. ini harus mengarah ke soket prosesor saat dipasang. Nah, setelah mounting bar dipasang, pasang baut ke tiang backl dan kencangkan dengan obeng. Langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan thermalap ke permukaan prosesor. Di sini kita langsung meratakan thermap ke permukaan prosesornya, ya. Berikutnya kita pasang pompa ke mounting bar dengan mengencangkan dua baut yang ada. Dan langkah terakhir adalah menyambungkan kabel kipas ke fan header di motherboard. Oke, untuk uji all-inone liquid cooler dari Tua, kami menggunakan PC desktop dengan spesifikasi test bad sebagai berikut. Ya, bisa dibaca ya semua ya? Dibaca aja. L engak usah saya bacain kan ya dibaca saja. Yang jelas harusnya sudah cukup mumpuni sebagai catatan karena kita melakukan pengujian berulang-ulang jadi terpaksa kita ganti thermal P-nya dengan thermal e Grizzly Cryout ya. Saya harusnya lumayan mumpunilah yang satu ini. Nah, untuk banding kita menyerakan Noctua NHD15 G2 yang merupakan HSF kelas atas terbaru dari Noctua yang pakai kipas pakai angin gitu ya, bukan pakai air kayak gini atau pakai cairan kayak gini. Pengujian kali ini kita lakukan di luar casing dengan band stable dan di dalam casing. Casing yang kami gunakan tidak memiliki kipas bawaan ya dalam paket penjualannya dan kami biarkan apa adanya aja. Lalu untuk suhu ruangannya kita atur di kisaran 25 derajat celcius. Selain itu kami juga masang kipas Noktua NLACF1 bawaan paket penjualan agar suhu komponen sekitar soket prosesor tetap aman. Lagian ini kan bawaan. Lalu untuk kecepatan pompa liquid cooler noktua akan kami biarkan dalam kondisi default-nya. Kita lihat kalau kita pakai Cabens R23 setengah jam stabilitas. Kita cek suhu di luar casing dulu ya. Untuk HSF Noctua di kecepatan kipas Auto suhu rata-rata prosesor 85,1 derajat Celcius dengan rentang suhu 78 sampai 90 derajat Celcius. Sementara kecepatan 100% su rata-rata pressor ada di 84,1 derajat Celcius dengan rentang 70 sampai 93 derajat Celcius. Untuk liquid cooler noktua di kecepatan kipas auto surat tata prosesor jadi 77,1 derajat celcius dengan rentang 72 sampai 82 derajat celcius. Lalu di kecepatan kipas 100% suara tesor ada di 77,6 derajat celcius dengan rentang 71 sampai 83 derajat Celcius. Berikutnya kita cek suhunya kalau dimasukkan ke dalam casing. Untuk yang pakai heat sinking Nua di kecepatan kipas auto surat prosesor ada di 87,9 derajat celcius rentangnya 76 sampai 95 derajat celcius. Lalu di kecepatan kipas 100% surat prosesor ada di 87,1 derajat celcius dengan terentang 67 sampai 92 derajat celcius. Nah, sekarang untuk liquid cooler Noctua di kecepatan kipas auto surat tata prosesor 83,6 derajat celcius rentang suya 77 sampai 87 derajat celcius. Untuk kecepatan kipas 100% surat teror ada di 81,6 derajat celcius dengan rentang suhu 77 sampai 84 derajat celcius. Oke, sini katanya aneh ya. Kenapa? Karena kenapa liquid coolernya kayaknya kurang gitu bagus kualitas ee hasil pendinginannya? Kita lihat di casing-nya ini penutupnya rapat banget. Kita curiga coba kalau kita buka penutup casing atasnya supaya aliran udara radiatornya lebih lancar. Dan hasilnya dengan si liquid cooler ini di kecepatan kipas 100% su rata-rata prosesor ada di 76,7 derajat celcius dengan rentang suhu 72 sampai 82 derajat celcius. Nah, tuh ternyata suhunya bisa lebih rendah. Jadi ini lubang ventilasi penutup atas casing kami sepertinya ee cenderung mengganggu ventilasi udara malah ya. Jadi kalau kalian pilih casing buat liquid cooler ya, mau Noctua, mau yang mana pun ya, pastikan saja lubang-lubang ventilasinya enggak terlalu kecil seperti ini. Nah, sekarang mari kita lihat skor yang bisa dipertahankan ya. Dengan HSF Noctua kita dapat 43.2 sampai 43.500 poin. Kalau kita pakai liquid keluar noktua di kondisi penutup atas casing dibuka kita dapat 43.400 sampai 43.600 poin. Oke, sekarang kita cek suhu prosesor kalau pakai aplikasi beneran ya. Untuk pengujian langsung aja kita pakai kecepatan kipas di 100% aja ya. penutup ke atas casing juga kita buka aja ya karena kayaknya nih casing-nya salah bikin kayaknya ya. Oke, biar optimal aja langsung kita mulai. Brander 5.0.1 file barbershop ya yang berat ya dengan CPU rendering untuk HSF Noctua. Kalau pakai heat sing di luar casing rata-rata prosesor 80,4 derajat celcius. Kalau di dalam casing rata-rata prosesor 85,7 derajat Celcius. Kalau kita pakai liquid cooler yang Noctua yang baru ini di luar casing su rata-rata pressure jadi 73,8 derajat celcius. Kalau di dalam casing rata-rata prosesornya 74,1 derajat celcius. Kita lihat waktu rendernya ya. Kalau kita pakai heat sink nokctua sesuai dalam waktu 9 menit 34 detik. Sementara kalau kita pakai liquid cooler noktua jadi 9 menit 33 detik. Buset cooler ngaruh ke performance. Padahal dua-duanya coolernya udah monster sebetulnya loh. Jangan dikira hitsingnya noktua ini enggak keren. Itu udah keren banget sebetulnya. Lanjut Adobe Premiere Pro 2026. Untuk pakai heat sink di luar casing rata-rata prosesor adalah di 64 rata-rata 66,8 derajat celcius. Sementara untuk liquid cooler noctanya di luar casing rata-rata sudah di 59,5 ada di 59 derajat celcius. Untuk waktu eksport dengan video 4K60 pakai heatsing dapat 3 menit 37 detik. Kalau pakai liquid cooler knock tua jadi 3 menit 35 detik. Gila berefek di sini ya. Lanjut untuk Dainci Resolve ya. Untuk heating saja di luar casing ya itu SHnya rata-rata 77,1 derajat Celcius. Kalau di dalam jadi 80,4 derajat Celcius. Sementara untuk liquid cooler Noctua ini di luar casing 69,2 derajat Celcius. Di dalam casing jadi 69,2 derajat Celcius. Nah, waktu eksport dengan video 4K60 itu kalau pakai heatsing 4 menit 31 detik. Kalau pakai liquid cooler jadi 4 menit 26 detik lagi-lagi lebih kencang. Masuk ke gaming sekarang Assassin's Creed Mirage ya untuk heating Knock tua. Di luar casing surata-rata pressor 54,6 derajat celcius kalau dalam casing jadi 66,4 derajat celcius. Lalu untuk liquid cooler noctua di luar casing rata-rata 50,8 derajat Celcius. Di dalam casing jadi 52,7 derajat celcius. Untuk performanya kita dapatkan 130 sampai 140 FPS kalau pakai heatsing KNU. Tapi kalau pakai liquid keluar tua, dia bisa lompat 130 sampai 150 frame persik ya. Lalu untuk borderless 4 untuk pakai heatsing noctua di luar casing itu 54,6 derajat celcius. Dalam casing 65,4 derajat celcius kalau pakai liquid cooler. Kalau di luar casing 51,8 derajat celcius dan di dalam casing 51,3 derajat Celcius. Untuk performanya kalau pakai heing 50 sampai 65 fps. Sementara kalau kita pakai liquid cooler note 2 juga sama ya 50 sampai 65 fps juga. Lanjut untuk Cyberpang 2077. Kalau kita pakai heats di luar casing suhu rata-rata 58,2 derajat celcius. Kalau dalam casing suhu rata-rata prosesornya jadi 76,3 derajat Celcius. Nah, kita lihat kalau kita pakai liquid coolernya Nook tua di luar casing 53,3 derajat Celcius. Di dalam casing suhunya tetap di 55,6 derajat celcius saja. Lalu untuk performanya 70 sampai 85 FPS kalau kita pakai heat sink. Sementara kalau pakai liquid cooler jadi 75 sampai 90 fps. Sekarang kita tes kebisingannya ya. Kita ukur tingkat kebisingan liquid cooler dari Noctua ini. Tingkat kebisingan kami ukur dengan menggunakan alat spelmeter dalam kondisi casing tertutup. Pengukuran dilakukan dalam ruang studio kami agar tidak terlalu banyak suara bising yang mengganggu pengukuran. Pertama-tama alat SPL meter kami tempatkan di samping casing dengan jarak sekitar 1 cm. Dan hasilnya di kecepatan kipas auto tingkat kebisingan ada di 28,1 sampai 29,3 dbel saat idle dan 37,1 sampai 38,3 dbel saat fullout menjalankan sinbatan aja ya di bawah 40 itu udah sunyi banget loh sebetulnya ya. Nah, kalau kecepatan G pas 100% tingkat kebisingannya ada di 37,8 sampai 39,3 dB saat idle dan 38,5 sampai 39,9 dB saat full load. Lagi-lagi masih sunyi banget. Berikutnya kita posisikan spel meternya di dekat telinga. Ini adalah simulasi apa yang kita dengar dan posisi duduknya ada di depan PC jaraknya sekitar 50 cm. Hasilnya di kecepatan kipas auto, tingkat kebisikannya ada di 33,8 sampai 36,6 dB saat fullot. Sementara kecepatan kipas 100% tingkat kebisikannya ada di 34,7 sampai 35,7 dbel saat fullot. Ini sih kagak ada berisik-berisiknya sama sekali. Oke, unit Kamuji ini yang pakai rer 360 mm ini harganya ada di kisaran R,8 jutaan. Sementara kalau versi 420 mm yang lebih panjang itu harga di 5,4 jutaan. Sayangnya untuk versi 240 saat ini belum kita temukan harganya untuk marketplace lokal di Indonesia. Menarik ya, menurut info yang kami dapatkan, pembelian liquid cooler Noctua di Indonesia ini sudah langsung dapat kipas tambahan untuk meningkan komponen di sekitar socket pressor yang kita bahas tadi ya. Jadi sebetulnya harganya sangat oke banget sih. Untuk Garasia dia dapat 6 tahun sama seperti produk Noctua lainnya. Oke kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama mounting kit yang disarankan itu cuma support soket AM, AM4, LGA 891, dan LGA 1700. Tapi tenang, kita bisa mendapatkan mounting kit soket lain secara gratis dengan menghubungi layanan customer support Noctua. Ya, bilang ke sana, ya. Kok enggak ada yang ini. Oke, entar dikirimin gitu. Kemudian kabel kipasnya belum menggunakan DC chain ya. Ini membuat kabel agak tampak berantakan kalau enggak dirapikan dengan baik dan benar. Lalu, seluruh BT yang disertakan hanya bisa dipasang dan dibuka dengan obeng Torx T20. Ya, kalau tidak punya obeng jenis itu jangan sampai hilang yang ada dalam paket penjualannya ini. Lalu tema warna coklat dari Noctua mungkin kurang cocok untuk semua orang tapi harusnya kalian cocok. [tertawa] Ini agak aneh ya. Seperti kalian mau bilang, Ferrari itu warnanya merah. Enggak semua orang suka warna merah. Ya udah terima aja. Emang warna khasnya dari kipas-kipas high performance-nya Noctua adalah yang ini. Bahkan saya personally enggak terlalu suka kalau warnanya jadi hitam karena menghilangkan ciri khasnya aja. Dan yang perlu diperhatikan terakhir adalah kipas ini enggak ada RGB-nya, enggak ada lampu-lampu RGB-nya. Ya, kalau buat saya sih emang enggak perlu juga sih sebetulnya. Next dari se menariknya build quality-nya terasa produk liquid color kelas atas banget yang satu ini ya. Lalu proses instalasinya tuh mudah, enggak rumit sebetulnya. Paket penjualan juga lengkap. Performa pendinginannya sangat memuaskan ya. Kalau tadi agak kurang memuaskan ya gara-gara casing-nya sebetulnya ya. Lalu suesor yang 24 core 250 watt yang kami pakai ini enggak pernah tembus 90 deraj celcius sama sekali. Bahkan performa seperti itu dicapai walaupun sistemnya dimasukkan ke dalam casing dengan kecepatan pompa di mode quiet. Tentunya ini akan membuat umur prosesor kita jadi lebih awet ya karena sukurnya jauh di bawah nilai batas atasnya. Surendah juga membuat prosesor jadi dengan mudah bisa dioverclock kalau memang butuh nambah performa. Kemudian kebisingannya sangat rendah bahkan dengan kecepatan kipas di 100%. Dia juga punya pengendalian kecepatan pompa. Lalu ini penting banget. Ada aksesoris kipas untuk mendinginkan VRM dan bahkan dengan menambahkan kipas ini kebisingannya enggak naik [tertawa] padahal kipasnya sudah ditambahin ya. Kemudian garansinya 6 tahun dan ya ini kebalikan yang tadi ya di sini tidak ada RGB menjadi sebuah kelebihan. Jadi liquid keluar Noctua ini cocoknya buat siapa? Buat yang mau rakit PC desktop high performance harusnya cocok banget pakai liquid cooler Noctua ini. Apalagi kalau rencananya pakai pressor yang punya belasan atau bahkan puluhan core. Biasanya pressure seperti itu rating TDP-nya bisa ratusan watt. Jadi butuh pendinginan yang high performance seperti liquid cooler Noctua ini. Lalu buat yang pengin rakit PC desktop high performance tapi penginnya juga enggak berisik. Ini harusnya cocok banget pakai yang satu ini. Biasanya dengan prosesor high performance itu searnya berisik tapi yang ini tidak. Kemudian buat yang mau upgrade dari HSF ke liquid cooler bisa juga pakai Noctua ini kalau memang kebutuhan dan sistemnya memang cocok banget. Buat yang pengin rakit PC desktop dengan all ininone liquid cooler tapi enggak mau yang bling-bling pakai lampu RGB di mana-mana, yah, cocok banget nih pakai SH Noka. Ini yang jelas kalau kalian pengin punya PC high performance, tapi mau pendinginannya mantap, luar biasa. Tapi enggak peduli sama bling-bling ya. Ini memang udah top off the top lah. Yang satu ini harganya juga sebetulnya tidak terlalu tinggi kalau dibandingkan dengan liquid cooler lain yang pakai basis yang sama. Silakan dicek ya. Apalagi ini kipasnya ekstra-ekstra nih. Dan pastinya yang satu ini akan cocok untuk fans produk tua yang ingin mencicipi produk liquid cooler pertama mereka. saya misalnya. Pada akhirnya selamat datang tua di segmen All inone liquid cooler. Mulai dari kualitas produk, kelengkapan paket penjualan, kemudahan instalasi, performa pendinginan hingga tingkat kebisingannya, semua sangat mencerminkan bahwa ini produk dari Noctua high class banget. Jadi kalau betulnya all inone liquid keluar kelas atas yang tampilnya beda dibandingkan kompetitornya, produk dari NotA ini bisa jadi pilihan yang sangat sangat sangat bisa direkomendasikan.
