Jungkat

Review OPPO A7 Pro 5G - Makin Tangguh dan Badak, Tapi Tetap Ringan! (YouTube Video)

  • 08/10/2026

Ini Oppo A7 Pro 5G. Baterai besar 8000 mAh, tapi bobotnya cuma sekitar 205 gr aja. Durabilitasnya ekstra tangguh dengan military grade shock resistance dan IP rating lengkap. IP66, IP68, IP69, dan IP69K. Kamera selfie-nya punya field of view yang lebar 100 derajat dan bisa autofokus. Langka nih. Layarnya AMOLED 120 Hz. Mantap. Ya udah 5G dan ada janji penggunaannya tetap mulus, lancar hingga 5 tahun. Penasaran kemampuan lengkapnya? Simak video kali ini. [musik] Oppo A7 Pro 5G ini tentu menjadi penerus dari A6 Pro 5G yang rilis akhir tahun 2025 yang lalu. Sama seperti pendahulunya, yang baru ini juga menawarkan keunggulan utama di kapasitas baterai dan juga durabilitasnya. Dan kali ini aspek andalannya tadi itu ditingkatkan lagi oleh Oppo. Seperti kita tahu di tengah harga komponen yang terus naik, produsen itu harus ngasih nilai lebih dari sisi lain ya. Durabilitas ekstra dan baterai besar mungkin adalah salah satunya yang paling cocok ya dan ini diterapkan oleh Oppo untuk A7 Pro series kali ini. Langsung aja kita mulai pembahasannya dari paket penjualannya. Di dalamnya ada unit Oppo A7 Pro 5G dengan screen protector yang sudah langsung terpasang. Kemudian tentunya ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya di sini. Ada charger superfook 45 watt, kemudian ada kabel USB type C, SIM trajector case, dan paket dokumen. Jadi cukup lengkap isinya nih ya. Nah, smartphone ini punya desain yang cukup simpel dengan frame dan layar yang flat. Keempat sudutnya dibuat melengkung membuatnya cukup nyaman saat digenggam. Bentuk modul kameranya nih baru ya, yang disebut sebagai ultra slim stylish deco dengan desain yang ya menyamping gitu ya, horizontal gitu. Untuk warna yang tersedia ada tiga nih, ada surfing blue, shine titanium, dan ada bloom pink. Untuk warna surfing blue dan bloom pink, back cover-nya itu punya semacam motif yang masing-masing terinspirasi dari ombak di lautan dan yang satu lagi seperti bunga yang sedang bermekaran. Sementara untuk warna shine titanium, back covernya itu polos. Nah, untuk materialnya baik back cover dan juga frame itu sama-sama menggunakan bahan polikarbonat. Untuk dimensinya tinggi 159,08 mm, lebar 75,81 mm, ketebalan di 8,8 mm. Untuk bobotnya ada di kisaran 205 gr. Secara dimensi ini terbilang wajar saja ya untuk sebuah smartphone yang baterainya emang 8.000 mAh. Tapi untuk bobotnya ini terbilang lumayan ringan ya sebetulnya untuk 8.000 1000 mAh. Nah, terkait durabilitas yang satu ini punya military grid shock resistance dan juga bermacam-macam IP rating 66, 68, 69 dan 69K itu ada semua dalam HP yang satu ini. Jadi yang satu ini udah tahan sepenuhnya terhadap debu dan juga tahan air mulai dari percikan, enggak sengaja terendam sampai semprotan tekanan tinggi dan bahkan yang suhunya tinggi pun bisa. Tapi bukan berarti kalian begitu beli langsung siksa-siksa ini HP. Enggak usah ya, enggak usah. Hadirnya perlindungan seperti itu lebih ke arah jaga-jaga aja kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam penggunaan sehari-hari. Sekarang kita lihat di sisi-sisinya. Di kanan ada tombol power dan tombol volume. Di atas ada mikrofon, di kiri kosong. Di bawah ada SIM tray hybrid. Ini untuk dual nano SIM atau 1 nano SIM plus micr SD card. Jadi masih bisa pakai micro SD card. Kemudian di sini juga ada mikrofon, port USBC 2.0 dan ada speaker. Nah, untuk speakernya cuma ada satu ya alias mono ya. Kualitas suaranya terbilang aman aja dan volumenya cukup lantang nih untungnya ya. Berali ke depan. Layarnya 6,57 inci AMOLED. Resolusinya 2372 * 1080 piksel. Refresh rate-nya adaptif sampai 120 Hz. Tou sampling rate-nya 240 Hz. Untuk brightness kalau kita coba di kondisi indoor, kita mendapatkan e hasil pengukuran di 800 nit. Ini udah tinggi ya untuk indoor ya. Sementara saat diuji untuk simulasi outdoor, brightnessnya itu bisa mencapai 1100 nit. Ini udah cukup nyaman untuk penggunaan di luar ruangan di bawah matahari. Untuk color gambutnya, dia punya dua mode warna layar yaitu standar dan natural yang sama-sama diarahkan mendekati 100% di CP3. Jadi emang belum ada mode warna layar yang diarahkan ke 100% sRGB ini. Jadinya kita harus agak hati-hati ya kalau mau editing foto atau video dengan smartphone satu nih karena warnanya bisa terasa agak kurang di layar yang memang warnanya mungkin 100% sRGB saja. Nah, untuk bezel layar ini standar aja sih. Bukan yang super tipis, tapi bukan yang tebal banget juga. Dan kalau diperhatikan bezel di bawah itu sedikit lebih tebal dibandingkan yang lainnya. Lalu di layarnya juga ada in display fingerprint scanner. Fitur always on display juga ada, tapi hanya untuk beberapa detik saja belum bisa nyala terus-terusan. Kemudian di bagian atas layar ada earpiece. Lalu di bawah earpiece itu ada 50 megapel ultra wide AI zoom selfie kamera. Ini bukaannya F2.1 dan ini autofokus ya. Field of view-nya 100 derajat. Ini lebar ya. Jadi buat selfie rameai-rame ini pasti menyenangkan nih ya. Rekaman videonya hingga 2,5K 30 fps. Berik ke sisi belakang. Ini adalah kamera utamanya 50 megap bukannya F1.9 autofokus tentunya. Pereekaman videonya juga lagi-lagi sampai 2,5K 30 fps dan ada opsi untuk 1080p 60 fps. Lalu ada kamera monochrome 2 megapel ya. Ini bonus lah ya. Lalu ada LED flash juga di sini. Nah, kalau untuk fitur-fitur kamera ini ada banyak dibaca aja ini ya. Ada banyak banget ya. Ini OPPO banget nih. Memang rameai fitur-fiturnya untuk spesifikasi. Nah, sayaknya untuk SOC belum bisa kami reveal saat video ini dibuat ya. Nah, tapi nanti kita lihat hasil pengujiannya. Nah, untuk RAM dan storage-nya ada empat opsi. Ada 6128, 6256, 8128, dan 8256. RAM-nya ini pakai LPDR 4X. Nah, untuk kecepatan storage kita tes pakai aplikasi PC Mark. Hasilnya untuk baca 468 MB/s dan tulis di 269 MB/s. Kecepatan menggambarkan memori UFS ya di sini ya. Kemudian ada juga fitur RAM expansion dengan opsi sampai 12 GB. Untuk baterai seperti dibahas tadi 8000 mAh dengan dukungan charging 45 wat. Kapas baterai ini naik ya dibandingkan A6 Pro 5G yang dulu tuh 7000 mAh. Oppo mengklaim kalau kapas baterai ini bisa bertahan hingga 80% setelah 6 tahun pemakaian. Woh, luar biasa nih. Oppo juga memberikan perlindungan dengan asuransi kesehatan baterai sampai 6 tahun. Jadi kalau dalam 6 tahun baterai health-nya bisa turun di bawah 80% dalam 6 tahun ya kita bisa mendapatkan satu kali penggantian baterai secara gratis yang bisa diredeem lewat aplikasi My Oppo. Untuk sensor-sensor masih lumayan lengkap ya, akselerometer, light sensor, proimity sensor, geomnetic sensor, dan gyroscope sensornya juga hardware. Untuk kektivitas ya dia tentunya udah bisa 5G ya, 2G, 3G, 4G, 5G bisa semuanya. Wii-nya Wii 5. Lalu untuk Wii sharing tentunya bisa juga. Bluetooth-nya 5.4. Untuk bentuk kodexnya bisa SBC, AAC, keluarga Qualcom FX, dan LDAC juga bisa. NFC tentunya ada di sini. USB-nya udah bisa OTG, tapi untuk dukan display out tentunya belum bisa karena ini masih USB 2.0. Untuk keamanan dia punya inisplay fingerprint scanner, lalu ada juga face unlock. Untuk OS dia pakai color OS 16 berbasis Android 16. Kalau ditanya ada software-software tambahannya? Memang masih ada di sini, tapi beberapa bisa diuninstal kalau memang tidak dibutuhkan. Sementara untuk iklan sih kami enggak nemu ya iklan di sini ya. Nah, untuk OS OP menjanjikan 5 years smoothness protection. Nah, ini artinya pemakaian HP ini akan tetap mulus selama 5 tahun ke depan. Ini mungkin efek dari penggunaan UFS ya. Nah, untuk fitur ada beberapa fitur AI yang tersedia di sini. Contohnya seperti AI doc scanner, AI recording sticker, AI call guard dan lain-lain. Sekarang kita lihat hasil benchmarknya dengan UnTutu 11. Kita pakai 3D-nya yang light ya, yang jalan yang itu. Itu di 627.199 untuk Geek Bandch 7. Single core di 713, multiore di 2057. Untuk trimmax Slingshot Extreme Open GL IS 3.1 graphic scor-nya 2.500. Untuk Trimax Wildlife stress test, best score-nya 1363 dengan lowest score 1357. Jadi stability-nya tinggi di 99,6%. Oke, kita tes untuk gaming sekarangnya. Kita melihat Subway server. Nah, by default saat mainkan game ini e layar tuh jalan di refresh 60 Hz. Jadinya game ini cuma bisa mentok di 60 fps. Nah, kalau memainkan game ini dengan frame rate lebih tinggi, kita perlu atur refresh rate secara manual ke 120 Hz. Dengan setting ini baru deh game-nya nyampai ke 120 fps. Lanjut untuk Mobile Legends. Setting frame-nya kebuka sampai 90 fps atau super. Saat dimainkan dengan setting mentok kanan, frame rate-nya cukup terjaga di 90 fps. Sesekali bisa turun sampai 80-an FPS, tapi ya ini jarang-jarang dan cuma sampai 80-an FPS ini cukup nyaman untuk dimainkan. Lanjut untuk PUBG Mobile. Setting frame maksimal yang terbuka ada di ekstreme atau 60 fps. Saat dimainkan dengan priset smooth, game-nya bisa jalan di 60 fps walaupun kadang-kadang bisa turunlah di 50-an FPS. Untuk Gyoy aiming ini aman banget ya karena sensornya pakai gyroskop yang hardware. Lanjut ke Gensin Impact. Kita coba dengan setting lowest 60 fps selama setengah jam tanpa dikipasin. Hasilnya frame rate-nya fluktuatif naik turun di kisaran 30 sampai 50 fps sampai pengujiannya selesai. Rata-rata FPS yang kalian dapatkan adalah 40,4 frame pers. Nah, untuk suhunya titik terpanas di sisi depan itu ada di 40 derajat Celcius. Sementara di bagian belakang itu di 41 derajat Celcius. Ya, anget-anget aja. L. Lanjut lagi. Kita coba pakai kipas mendingin. Dan hasilnya ternyata masih naik turun di kisaran 30 sampai 50 FPS. Tapi kali ini rata-rata FPS-nya naik sedikit jadi 45,9 FPS. Untuk ranking dia masuk ke C baik dengan kipas maupun tanpa kipas. Untuk watering waves gimana? Untuk game satunya kita coba untuk settingnya di ultra performance 60 fps. Hasilnya ini belum bisa dibilang nyaman untuk dimainkan ya. frame rate masih suka turun di bawah 30 fps kalau lagi ramai. Oke, sekarang kita masuk dalam pengujian kameranya. Oke, kali ini untuk pengujian kamera Oppo A7 Pro 5G ini bareng sama saya dan video yang kalian lihat ini direkam langsung menggunakan eh mikrofon dari HP-nya. Jadi, kualitas suaranya tuh seperti ini kalau digunakan tanpa mikrofon eksternal ya. Kalau begitu langsung saja kita mulai ke pengujian kameranya. Oke, kita bahas kemampuan kameranya terlebih dahulu. Di sini resolusi maksimalnya bisa sampai 2.5K 30 fps dan tidak ada opsi 60 fps ya. Untuk gambarnya seperti ini ya. Terbilang cukup aja lah kalau menurut kami. Untuk dynamic range di kondisi pencahayaan yang sulit ini terbilang standar aja ya. Mau di resolusi 2.5K atau di FHD bagian wajah itu masih kurang terangkat dan background-nya juga masih agak terasa over expos. Untuk stabilisasi ini bisa jalan ya di resolusi FHD maupun 2.5K. Hasilnya memang bukan yang super rapi untuk keduanya. Jiter masih terasa tipis-tipis, bahkan di kondisi siang hari seperti ini. Yang menarik dari kamera selfie-nya ini adalah field of view-nya cukup lebar di 100 derajat. Kalau pakai istilah zoom ini 0,6 kali ya. Ini bakal cocok untuk yang suka rekam-rekam video ataupun foto ramai-ramai menggunakan kamera selfie. Sekarang pindah ke kamera utama. Di sini resolusi maksimalnya juga bisa sampai 2.5KG 30 fps. Tapi bedanya ini ada opsi 1080p atau FHD 60 fps. Di resolusi 2.5K gambarnya terasa cukup tajam dan juga detailnya oke. Sementara di FHD ini terasa pas aja, tidak setajam dan sedetail di 2.5KG-nya. Untuk dynamic range di resolusi 2.5K area background agak terasa over expose, tapi bagian wajah masih bisa terangkat. Sementara di FHD mau itu di 30 fps atau 60 fps background-nya sedikit lebih baik walaupun masih terbilang over expos. Sementara untuk area wajah ini masih terasa kurang terangkat ya. Lanjut untuk stabilisasi ini efektifnya baru di FHD 30 fps aja ya di 2.5K dan 60 fps sayangnya ini belum bisa ya. Lanjut untuk pengalaman mult kamera. Sayangnya yang ini belum bisa ya. Jadi sekali kita mulai merekam kita tidak bisa pindah-pindah ke kamera lainnya. Lanjut ke bagian light. Kita bahas mulai dari kamera selfie-nya dulu. Detail dan ketajaman memang sudah menurun ya ketimbang saat siang. Noise pun sudah mulai bermunculan. Tapi setidaknya gambar yang dihasilkan itu masih terbilang cukup terang lah di kondisi low light seperti ini. Ini berlaku untuk resolusi 2.5K dan juga FHD ya. Lalu untuk stabilisasi di low light seperti ini tentu efek jater makin terlihat ya kalau sedang dipakai jalan. Kalau di kamera utama di 60 fps gambarnya jadi agak gelap sementara kalau 30 fps bisa tetap terang. Kalau untuk stabilizernya seperti ini. Untuk autofokus kita langsung coba di low light. Dan hasilnya untuk kamera utama masih aman ya. Di resolusi berapa pun ini masih bisa berjalan dengan baik. Lalu karena kamera selfie-nya autofokus jadi kita tes juga. Dan saat kita coba ini juga aman. Lanjut untuk bagian fotografi. Menurut kami hasilnya masih cukup amanlah untuk mengabadikan berbagai momen. Untuk kualitasnya seperti apa, kalian nilai sendiri ya dari slid show berikut ini. Sekarang kita bahas fitur ekstra. Pertama kita coba slowmo. Ini bisa di kamera utama ya dengan resolusi 720p 120 fps. Kemudian ada dual video. Jadinya kita bisa merekam dengan kamera utama dan juga kamera selfie secara bersamaan. Berikutnya ada promode. Ini bisa untuk foto saja ya. Untuk pengaturan ISO-nya ini bisa dari 50 sampai 3.200 dan shutter speed-nya bisa di 1/8.000 detik sampai 30 detik. Itu tadi pengujian kamera dari Oppo A7 Pro 5G. Nah, untuk yang kami suka ini kamera selfie-nya punya bukaan yang cukup lebar di 100 derajat untuk FOV-nya. Ini kalau mau dipakai untuk ramai-ramai sih jadinya enak banget ya. Menurut kami ada beberapa hal yang sekiranya bisa ditingkatkan untuk seri ke depannya. Pertama kamera ultrawide. Semoga saja di seri berikutnya sudah ada kamera ini ya. Kedua, kemampuan HDR-nya yang lebih matang di semua kamera. Ketiga, stabilisasi yang bisa lebih merata ke semua resolusi. Dan yang terakhir, kemampuan perekaman low light-nya yang mungkin bisa lebih oke lagi. Oke, itu dia pengujian kamera dari smartphone ini. Kira-kira pendapat kalian gimana nih tentang hasilnya? Diskusikan di kolom komentar ya. Lanjut lagi kita tes daya tahan baterainya untuk YouTube offline video playback 1080p 30 fps. Baterai bertahan 34 jam 40 menit ya lebih dari sehari ya. Ini memang mantap ya namanya baterai gede ya. Untuk YouTube streaming 1080p 30 fps non HDR selama 1 jam baterainya turun 6%. Untuk swipe-swipe TikTok selama 1 jam baterai turun 5%. Untuk Gensin Impact lowest 60 fps 30 menit baterai berkurang 7%. Jadi untuk daya tahan baterai ya jelas enggak bisa diadu sama yang 5000 mAh ya. Ini jelas lebih awet ketimbang yang 5.000 atau 6000 mAh. Jadi ini ya lumayan ok lah untuk 7.000 8.000 mAh ya. Nah untuk charging untuk mencapai 50% butuh waktu 51 menit. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 36 menit. Kami sedikit berharap dia bisa di bawah 90 menit sebetulnya. Lanjut lagi untuk Netflix dia udah bisa white fan L1 jadi bisa streaming sampai full HD. Dukan HDR saynya belum ada di sini. Untuk YouTube streaming sampai 2K 60 fps. Untuk heptic feedback getaran dihasilkan cukup presisi dan halus. Mungkin untuk sebagian orang terasa sedikit kurang kuat aja. Nah, untuk harganya kami belum memperoleh detailnya saat video ini dibuat ya. Nanti akan kami update dalam deskripsi lah ya setelah harga resmi dipastikan karena waktu kita uji sampai video ini tayang harga resminya belum tampil. Oke, by the way eh seiring dengan diluncurkan yang satu ini, Oppo juga meluncurkan Oppo A7 Pro Max 5G. Ya, ini varian yang lebih tingginya. Baterainya super besar. Ini 10.000 mAh. Chargernya itu ada di 80 watt Supervook. Layarnya 6,78 inci, AMOLED 1,5K, refresh 120 Hz juga. RAM-nya 8 gig, storage 256 GB. Kamera utama dan selfie-nya sama-sama 50 megap. Bedanya di kamera utama sekarang sudah ada optical image stabilizer. Untuk ketahanannya A7 Pro Max 5G juga sudah punya IP66, IP68, IP69, dan IP69K ditambah dengan claim military grade shock resistance. Intinya ini adalah varian yang lebih maksimal dari Oppo A7 Pro series. Oke, sekarang kita balik lagi ke A7 Pro 5G yang kita bahas dari tadi. Kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, speakernya baru ada satu di sini ya. Kemudian dia belum punya kamera ultrawide. Lalu, masih ada beberapa keterbatasan di sisi kameranya seperti dibahas tadi. Kemudian untuk mode warnanya ini sayangnya belum ada yang mendekati 100% sRGB. Nah, dari si menariknya baterainya besar 8.000 mAh dengan daya tahan yang cukup oke di sini. Dukung chargingnya juga kencang dan yang penting banget chargernya itu langsung disertakan dalam paket penjualan. Bobotnya juga terbilang ringan untuk smartphone dengan baterai 8000 mAh. Layarnya AMOLED 120 Hz. Tampilannya mantap di sini. Kamera selfie-nya, ah ini mantap nih. Kamera selfie-nya tuh lebar ya dan bisa autofokus. Ini adalah sebuah fitur yang agak langka ya. OS-nya. Nah, ini bebas dari iklan. Ini kenyamanan yang sering suka dilupain ya. Lalu dia udah 5G. Sor juga lengkap. NFC ada ya. Giro juga ada hardware-nya. Lalu dia punya IP rating lengkap, IP6, 68, 69, 69K. Jadi janji durabilitasnya ini enggak bercanda memang. Kemudian ada asuransi perlindungan kesehatan baterai selama 6 tahun. Jadi after sales-nya mantap nih dipikirin sampai 6 tahun ya. Di tengah harga smartphone yang mengalami penyesuaian akibat harga komponen yang semakin tinggi, produsen sepertinya dituntut untuk menawarkan nilai lebih lewat aspek yang lain. Dan di smartphone Oppo kali ini, kapasitas baterai dan durabilitas jadi nilai lebih yang ditawarkan. termasuk tadi ya ada garansi 6 tahunnya itu ya. Jadi pertanyaannya Oppo A7 Pro 5G ini cocok buat siapa? Menurut kami smartphone dirancang untuk kalian mencari smartphone untuk penggunaan sehari-hari dengan baterai besar dan awet tapi bobotnya relatif ringan serta punya janji durabilitas yang tinggi. Ee kalau misalnya gue pakai untuk aktivitas yang kebanyakan di outdoor gimana? Ya mungkin cocok ya kan? Jadi enggak perlu repot mikirin charging dan ketahanan yang ekstra ya untuk kondisi di luar ruangan. Kalau menurut Oppo, HP ini pas buat yang suka selfie atau live streaming. OPPO juga bilang ini cocok untuk orang tua, apalagi yang suka video call, ya. Baterainya juga tahan lama. Kalau menurut kalian sendiri bagaimana? Tulis pendapat kalian di kolom komentar.

Lihat di YouTube

Brand Terkait

Oppo A7 Pro 5G

Konsep "Selfie Bareng, Banyak yang Masuk" terwujud lewat Oppo A7 Pro 5G yang memaksimalkan kamera depan sudut lebar dan baterai jumbo.