Jungkat

Review Polytron AUDIVO Desktop Speaker | Ukuran Ringkas, Suara Menggelegar! (YouTube Video)

  • 29/05/2026

Ya, Polytron Audivo desktop speaker ini adalah speaker aktif terbaru dari Polytron yang desktop friendly. Ya, ini bisa ditempatkan di atas meja. Cocok untuk home audio, untuk upgrade speaker TV sampai untuk menemani PC, desktop, maupun laptop kita multifungsi. Nah, karena ini aktif speaker ini bisa langsung digunakan. Kita cukup sambungkan speaker ini ke sumber audio aja. Menariknya, input yang ditawarkan juga banyak. Bisa AUX input, optical input, USB, bahkan bisa Bluetooth juga. Speaker ini memang sudah siap untuk koreksi ke berbagai perangkat sumber audio. Oke, kali ini kita akan bahas speaker Polytron Audivo Desktop Speaker. [musik] Audo. Ini sebutan untuk produk audio HiFi Polytron. Ada beberapa speaker aktif yang sudah mereka rilis untuk lini yang satu ini. Lini Audifo disiapkan untuk menghadirkan pengalaman audio stereo yang immersif. Nah, yang terbaru ada Audivo Desktop Speaker dengan kode PHS5B. Ini speaker Audo dengan ukuran paling ringkas. Tapi Polytron tetap menjanjikan berbagai keunggulan lini Audo akan tetap bisa dirasakan di speaker baru ini. Langsung aja kita mulaiembahasannya dari paket penjualannya. Untuk isinya ada dua unit speaker yang tentunya untuk posisi kanan dan kiri ya. Lalu ada kabel AC input atau kabel power, ada kabel penghubung speaker kiri dan kanan, lalu ada remote control lengkap dengan dua baterai triple A serta ada paket dokumen. Nah, untuk desainnya kedua unit speaker di dalam paket ini terlihat mirip ya. Konsep desainnya tersan minimalis dan dengan seamless body. Warna dasar hitam dengan dua buah driver terlihat di sisi depan masing-masing unit. Ini disebut sebagai two way speaker system with crossover dengan total audio power output sampai 100 wat RMS. Ada 4 inci white roll round edge woover dan ada 1 inci silk dome twwitter. Kedua driver ini tidak diberi penutup tambahan ya. Untuk unit kanan ada juga satu lampu indikator di dekat driver Twitter-nya. Beralih ke sisi belakang, nah baru terlihat ada beda antara unit kiri dan kanan. Untuk unit yang kiri, sisi belakangnya hanya ada fan atau air duck atau bass reflek untuk wover di bagian atas serta satu konektor di bagian bawah. Konektor ini untuk kabel penghubung ke unit speaker kanan dengan kabel yang disertakan tadi. Untuk kabel penghubung tersebut panjangnya 3 m. Sementara untuk sisi belakang unit kanan terlihat lebih ramai. Nah, ada fan di bagian atas. Lalu ada tiga knop putar di bagian kiri untuk pengaturan master volume bass dan travel. Nah, di bawahnya ada switch on off. Lalu di kanan switch tersebut ada juga konektor AC input dan ada juga dert konektor di bagian kanan ada audio jack 3,5 mm untuk auxical audio in dan ada konektor untuk subwover serta konektor untuk ke unit speaker kiri. Nah, terkait konektor untuk subwover ini bisa digunakan kalau kita ingin menambahkan subwover ke speaker ini. Menurut Polytron, ini bisa dihubungkan ke subwover apapun selama mendukung input yang sesuai dengan yang tersedia di speaker ini. Untuk dimensi keduanya terbilang mirip ya untuk ini speaker kiri dan kanan lebar 14 cm, tinggi 24,4 cm. Nah, untuk tebalnya ada sedikit perbedaan disebabkan adanya knop putar yang sedikit menambah tebal unit kanan atau active box. Sedikit aja bedanya dari 18,7 cm untuk unit kiri ke 20 cm untuk unit yang kanan. Nah, kalau untuk bobot total untuk kedua unit bobotnya sekitar 5,5 kg. Unit kanan itu bobotnya 2,96 kg. Sementara yang kiri 2,53 kg. Dimensi ini membuatnya terbilang mudah ditaruh di berbagai tempat ya. Mau di meja kerja bisa, mau di lemari bisa, mau di rak bisa fleksibel lah yang satu nih. Nah, perangkat audio ini juga dilengkapi dengan remote. Kurang lebih seperti ini remote-nya. Terlihat ada banyak tombol di mode ini, tapi tidak semua tombol ini bisa digunakan. Informasi terkait tombol mana yang bisa digunakan tersedia di lembar panduan pengguna yang ada dalam paket penjualan. Oke, sekarang mari kita coba pakai si speaker ini ya. Ada beberapa input yang didukung oleh Polytron Audivo desktop speaker ini. Kita bisa pakai Bluetooth, AUX in, optical in, serta USB. Untuk USB ini bisa digunakan untuk memutar musik yang disimpan di USB storage yang dipasang ke port USB yang tersedia. atau menurut Polytron bisa juga untuk menghubungkan speaker ini ke PC. Saat kami coba ada laptop yang bisa pakai kabel USB C2A, tapi ada juga yang harus pakai USB A2A. Nah, kalau untuk AUX dan optical ini tentunya akan kompatibel dengan perangkat yang mendukung output tersebut. Sementara untuk Bluetooth ini tentunya bisa dihubungkan ke berbagai perangkat yang mendukung Bluetooth audio. Untuk codex dia support SBC aja. Dukungan input yang terbilang banyak ini tentunya akan membantu ya. Speaker ini bisa untuk output dari beberapa perangkat yang mau kita gunakan secara bergantian. Untuk beralih antar input, kita bisa tekan knop volume yang ada di belakang unit kanan atau bisa juga dengan tombol source di remote-nya. Unit yang aktif bisa kita lihat dari warna lampu indikatornya. Biru untuk Bluetooth, hijau untuk optical in, ungu untuk AU aux in, dan science untuk USB. Oh ya, kalau lampu indikator menyala merah itu artinya speaker ada di mode standby yang berarti tidak ada input yang aktif. Jadi sebelum menggunakan speaker ini jangan lupa pilih dulu input yang akan kita gunakan. Nah, untuk pengaturan volume kita bisa putar knalp volume atau bisa juga lewat tombol remote. Perlu diperhatikan ini hanya untuk mengatur volume speaker saja. Ini tidak mengubah pengaturan volume di perangkat sumber termasuk saat kita menghubungkan speaker ini ke smartphone lewat Bluetooth. Jadi kalau misalnya sudah mencoba memutar knal volume ke kanan tapi suara diasikan speaker tetap kecil jangan buru-buru bilang speakernya bermasalah. Cek dulu volume di perangkat yang kita gunakan. Kemungkinan besar memang volumenya masih ada di setting volume yang paling rendah. Lalu ada juga knop untuk travel dan bus. Tentunya ini bisa digunakan untuk meningkatkan atau menurunkan volume travel dan bass agar suara dari speaker ini lebih cocok dengan preferensi kita. Oke, itu ya pengendalian dasar langsung dari speaker ini. Kalau dari remote ada juga tombol untuk previous track, next track, dan play pause. Ini berfungsi saat kita pakai input USB dan Bluetooth, ya. Lalu ada juga akses ke desktop mode dari remote ini. Hah, desktop mode. Apalagi nih menurut Polytron mode ini akan meredam pantulan suara dari meja. Jadi frekuensi rendahnya itu tetap bersih dan tidak mendengung. Suara bass dan mid low disebut akan terasa lebih jernih. Desktop mode ini disarankan untuk diaktifkan kalau speaker ditempatkan di meja. Tapi kalau speaker ditaruh di stand, mode ini bisa dimatikan kalau ingin suaranya jadi lebih tebal. Untuk mengaktifkan desktop mode ini kita bisa tekan tombol EQ di remote. Sementara kalau ingin mengaktifkan mode Bazoke, nah kita bisa tekan tombol super bass ini kebalikan dari desktop mode tadi di mana bass akan sedikit diangkat. Uniknya Bzoke dan desktop mode ini bisa aktif secara bersamaan. Apa ada indikator yang menunjukkan mode yang aktif saat kami coba? Untuk mode basoke sayangnya tidak ada indikator di speaker yang bisa menunjukkan aktif tidaknya mode ini. Sementara untuk desktop mode kalau tombol IQ di remote kita tekan dan lampu indikatornya berkedip warna putih dua kali itu berarti desktop mode sedang diaktifkan. Kalau berkedip tiga kali artinya desktop mode dimatikan. Ingin mengetahui mode yang aktif dengan lebih mudah kita bisa pakai aplikasi yang disediakan oleh Polytron. Ya, ada Polytron Audio Connect yang tersedia di Google Play. Ada pengaturan apa aja? Di tambai utama ada pilihan input untuk speaker. Kalau kita pilih salah satu input yang tersedia akan muncul tampilan pengaturan tambahan yang berisi pengaturan volume, switch mode bazoke dan desktop, serta tombol mute. Khusus untuk Myphone Music, kalau kita pakai aplikasi streaming untuk memutar musik dari smartphone, akses ke menu pengaturan tadi bisa kita buka dengan menekan tombol panah atas yang satu ini. Ya, terbilang cukup sederhana sih isi dari aplikasi ini, ya. Oke, sekarang mari kita coba kuota suara yang tawarkan oleh speaker Polytron ini. Kita coba dengan knop untuk trael dan bass di kondisi standar alias diatur ke titik tengah masing-masing. Kita juga tidak aktifkan mode basoknya maupun desktop. Untuk input kita coba dulu dengan Bluetooth ya. Ee equalizer di smartphone yang digunakan juga kita flatkan aja. [musik] Kondisi standar ini bass terasa sedikit lebih menonjol dan trable agak kurang terangkat di sini. Jadi untuk beberapa lagu tertentu suara yang diskan tuh terasa agak dark aja. Bass memang terasa dengan yang cukup megah ya, tapi ini memang belum terasa bulat dan bersih-bersih amat. Me sudah terbilang memadai dengan detail yang terbilang mencukupi. Sementara travel sudah terbilang cukup rapilah. Saat mencoba mengaktifkan mode basok, bass terasa jadi lebih diangkat lagi, lebih megah lagi. Tapi ini juga membuat suara secara umum terasa jadi lebih dark lagi. Ini seharusnya akan cocok untuk yang suka dentuman bass yang koncong-koncang banget. Untungnya kerapian bass ini masih terbilang terjaga bahkan di mode bas oke pun ya. Sementara saat menggunakan desktop mode bass terasa agak diredam. Ini mengurangi kesan suara dark tapi bukan berarti bassnya jadi terasa kurang. Suara jadi terasa cenderung lebih netral. bus, mid, dan travel tidak ada yang menonjol. Nah, bagaimana kalau kita coba pakai input lain ya? Kita juga pakai dengan AUX juga. Secara umum karakternya masih terbilang sama dengan saat kita pakai Bluetooth. Bagaimana dengan kenop pengaturan travel dan bass yang tersedia? Nah, keduanya terbilang berfungsi dengan baik ya di sini ya. Benar-benar bisa menawarkan pengaturan dengan cepat dan sederhana untuk fine tuning karakter suara. Oke, bagaimana kalau kita pakai equalizer? Nah, saat kami coba dengan smartphone yang mendukung equalizer, respon suara speaker saat mengubah equalizer di smartphone-nya terbilang relatif baik juga. Jadi itu bisa jadi opsi untuk fine tuning karakter suara. Terkait separasi suara ini sudah terbilang relatif cukup baik ya. Suara tidak terasa tercampur dan tumpang tindih. Dan untuk staging ini tentunya akan berbeda-beda tergantung bagaimana kita menempatkan kedua speaker ini. Nah, kalau ditempatkan dengan jarak yang mencukupi staging yang ditawarkan akan terbilang memadai. Untungnya kabel pengubung antar speaker yang disediakan politron terbilang cukup panjang ya 3 m. Lebar juga nih ya. Terkait volume suara tentunya sudah lantang. kami coba dengan volume 60% sudah terasa memenuhi seluruh ruangan lab kami. Nah, di volume tinggi sampai 80% kerapian suara itu masih terbilan cukup terjaga ya. Dan untuk volume di atas itu terasa sedikit ada penurunan balance di suara tapi volume 90% terasa sudah sangat kencang dan mungkin di penggunaan sehari-hari kita tidak akan butuh pakai volume setinggi itu ya. Secara umum apa yang ditawarkan oleh Polytron Audivo Desktop Speaker membuatnya jadi cocok untuk mendukung berbagai aktivitas kita. Always on dengan kualitas suara yang memadai. Oke, untuk harganya speaker Audivo desktop speaker ini dimasarkan dengan harga kisaran 1,2 jutaan saja. Nah, kalau tertarik ada eksklusif launch untuk speaker ini dari tanggal 2 sampai 9 Juni 2026 di Tokopedia dan TikTok Shop. Detail-nya cek di deskripsi video ini. Oke, kita masuk dalam hal yang perhatikan. Pertama, kodexnya tuh cuma SBC aja. Kita sedikit berharap ada AAC juga, tapi masih banyak sebetulnya speaker-speaker model yang pakai SBC. Jadi, ya sudahlah ya enggak apa-apa juga ya. Lalu kalau tidak pakai aplikasi, kita akan sulit mengetahui apakah mode Bazoke atau desktopnya aktif atau tidak. Lalu perlu diingat, remote yang disediakan adalah remote infrared. Jadi memang butuh diarahkan ke speaker unit kanan kalau kita butuh melakukan pengaturan lewat remote. Dari si menariknya opsi konektivitasnya terbilang banyak ya, bisa dihubungkan ke beberapa perangkat sekaligus. Kualitas suaranya juga terbilang memadai untuk kelas harganya. Mantap. Ada mode bazoke dan desktop untuk penyesuaian bass dengan mudah. Tunik sederhana untuk karakter suara itu bisa lewat ng putar yang tersedia. Jadi cepat aja di situ ya, Trbleel dan Bus. Kabel penghubung antar speaker itu lumayan panjang juga 3 m ya. Lalu ada remote control dan ada dukungan aplikasi juga. Jadi speaker ini cocoknya untuk siapa? Nah, Polytron Audivo desktop speaker ini tentunya akan cocok untuk yang butuh speaker aktif ringkas allrounder, fleksibel, dan bisa untuk berbagai kebutuhan di tempat tinggal kita atau di kantor juga bisa sih harusnya kalau misalnya enggak ada masalah keberisikan ya. Harganya juga terbilang tidak terlalu mahal. Untuk apa yang ditawarkannya? dipakai buat upgrade speaker dari TV atau upgrade speaker dari laptop bisa banget. Secara umum yang satu ini bisa jadi perangkat audio yang sangat layak untuk dilirik.

Lihat di YouTube