Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+ (YouTube Video)
Ini laptop pertama Polytron yang menggunakan prosesor AMD Ryzen. Harganya tenang, terjangkau, cuma kisaran R jutaan aja. Performanya juga masih lumayan kekinian nih. Pakai prosesor 6 core AMD Ryzen berbasis Zen3. RAM-nya juga masih 8 gig, enggak turun jadi empat nih ya. Padahal RAM lagi naik banget kan harganya. Bisa pesan 2 SSD pula di sini. Jadi KPSnya bisa besar sekali ya. Enggak cuma itu, laptop ini punya lima konektor USB. Sangat melimpah untuk sebuah laptop di kelas harga R jutaan ya. Laptop ini adalah Polytron Luxia with AMD Ryzen 5. Ya, Politon kayaknya makin serius nih ya bikin laptop ya. Setelah bikin tiga laptop dengan prosesor Intel, akhirnya mereka bikin yang pakai versi AMD-nya juga. Menariknya lagi yang satu ini tetap dapat garansi ADP plus selama 2 tahun penuh. Jadi enggak perlu khawatir nih kalau laptopnya kenapa-napa selama 2 tahun ya. Terus gimana performanya? Nah, sebelum kita masuk ke pembahasan lengkapnya, kita cek dulu spesifikasinya. Untuk prosesornya dia pakai AMD Ryzen 57430. Fabrikasi TSMC 7 nanmfet. Default TDP-nya 15 watt. Dia punya six core dan 12 thread. L3 cas-nya 16 MB. Integrated grafisnya pakai AMD Redon graphics dengan 7 comput. Untuk kapasitas RAM default-nya adalah 512 MB. Sayangnya tidak ada menu untuk mengubah kapasitas RAM-nya ya. Untuk memori atau RAM-nya yang terpasang adalah 8 GBR 4 3200 MHz single channel. Tapi tenang, RAM-nya bisa di-upgrade karena ada dua slot SODIM. Jadi kapasitasnya bisa kita tambah dan bisa kita aktifkan dua channel-nya biar lebih kencang lagi. Menurut Polytron kapasitasnya bisa di-upgrade hingga 64 GB. Untuk stories yang terpasang adalah 256 GB SSD M2.22 NVM PIEN 3x4. Menariknya laptop ini dilengkapi dengan dua slot M22. Jadi kita bisa nambah kapasitas tanpa ganggu SSD yang pertama tadi. Oke, untuk connectivity dia menggunakan modul real tech yang udah support Wii 5 dan Bluetooth 5. Baterai kapasity ada di 50 wat hour dan operating systemnya pakai Windows 11 25 H2. Untuk body font factornya adalah clamp cell atau laptop classic. Materialnya polikarbonat dengan finishing look seperti metal. Warnanya ini adalah obsidian grey. Nah, untuk desain laptop ini sepertinya menggunakan sasis yang serupa dengan Polytron Luxia i3. Desainnya sendiri tampak sederhana dan minimalis, jadi cocok dipakai untuk sekolah, kuliah, maupun kerja kantoran juga masih cocok. Finishing look yang seperti metal juga membuat penampilannya terasa elegan. Untuk dimensinya panjang 31,4 cm, lebar 22 cm, ketebalan di 1,8 cm. Bobotnya untuk laptopnya aja di 1,46 kg. Charger 220 gr. Ini adalah charger 65 watt ya. Total bobot kalau dibawa-bawa jadi 1,68 kg. Untuk display ini adalah layar berukuran 14 inci. Resolusinya 1920 * 1200 piksel dengan aspek rasio 16 b. Ini adalah panel IPS. Nah, kalau kita ukur ya tingkat caran maksimalnya ada 315 nit saat dalam ruangan. Untuk gambut covers-nya ada di 58,9% sRGB dengan gambut volume di 59% sRGB. Ini berarti memang layarnya masih kurang cocok untuk editing kelas profesional yang butuh akurasi warna tinggi. Tapi kalau mau dipakai untuk belajar editing aja harusnya enggak ada masalah karena panel IPS ini paling tidak warnanya konsisten dilihat dari berbagai sisi. Nah, permukaan layar laptop ini punya sifat yang nonare ya. Jadi, minim pantulan bayangan objek sekitar atau lampu-lampu yang dapat mengganggu kenyamanan penggunaan. Bingkai layar juga sudah menggunakan desain yang cukup tipis untuk sisi kanan dan kirinya. Menariknya, exel layar dapat dibuka lurus 180 derajat seperti laptop kelas atas. Ini membuat exseller aman dari resiko rusak akibat enggak sengaja kedorong. Ini juga memudahkan kita kalau mau menunjukkan isi tampilan layar di laptop kita ke lawan bicara yang tepat berada di depan kita. Nah, untuk kamera mikrofon, laptop ini dilengkapi dengan kamera 2 megapel. Kameranya bisa mengambil gambar dengan merekam video hingga resolusi 1600* 1200 piksel dengan aspek rasio 4 b. Tapi kalau aspek rasionya 16 9 resolusinya turun ke 720p 30 fps. Kamera dilengkapi dengan penutup fisik ya seperti ini ya. Jadi kita tidak mudah diintip meskipun kameranya mungkin kena hack. Nah untuk tombol mikrofon ada dua buah dan tempatnya ada di sebelah sisi kanan dan kiri kamera. Kalau dipakai untuk video call atau online meeting, kualitas kamera dan laptopnya sebenarnya sudah cukup mumpuni. Mikrofonnya pun bisa menangkap suara kami dengan jelas. Dan mikrofon ini tidak memiliki fitur noise cancellation. Jadi tidak bisa menghilangkan suara bising kalau kita melakukan video call di tempat yang ramai. Tapi untuk di tempat yang ramai, suara kami masih bisa terdengar dengan jelas ya. Jadi masih bisalah dipakai ya. Oke, kali ini kita uji kemampuan mikrofon dari laptop poon yang satu ini. Seperti yang kalian lihat di sini suasana lagi ramai banget ya, terlebih ini lagi jam-jam pulang kanva nih. Untuk kualitasnya sendiri sayangnya suara dari sekitar masih bisa ketangkap, tapi setidaknya suara dari pengguna itu masih bisa ketangkap dengan cukup baik. Kali ini kita uji kemampuan kamera dari laptop Polyton yang satu ini. Untuk resolusi maksimalnya dia bisa sampai 720p 30 fps di aspek rasio 16 b 9. Hasilnya kurang lebih seperti ini. Untuk kebutuhan seperti meeting online ini udah kepakai banget. Nah, kalau yang ini adalah contoh kalau kita pakai resolusi 1200p 30 fps dengan aspek rasio 4 bing 3. Untuk kualitasnya sendiri kurang lebih mirip ya, enggak ada perubahan signifikan antara keduanya. Kemudian untuk sistem audionya, laptop ini dilengkapi dengan dua buah speaker dengan arah keluaran suara ke alas laptop. Sayangnya suara yang seal ini terasa kurang kencang ya. Sementara untuk kualitasnya boleh dibilang udah lumayan lah buat kelas harganya. Nah, untuk konektor yang di kiri ada Kensington lock slot, ada satu DC in, ada satu USB 3.2 Gen 2 type C yang mendukung display out dan power diye. Jadi bisa dipakai untuk nge-charge laptop ini. Lalu ada satu HDMI, ada satu USB 3.2 gen 2 yang type A dan ada USB 2.0 type C. Beralih ke sisi kanan ada satu micro SD card reader, ada dua USB 3.2 gen one type A dan ada 1 3,5 mm audio combo jack. Nah, untuk keyboard terlihat ini mirip seperti yang digunakan di Polytron Luxia i3 ya. Tombol, tata letak, dan kenyamanan pakainya bisa dikatakan masih mirip. Tapi berbeda dengan versi core i3-nya, keyboard di laptop ini sudah dilengkapi dengan lampu backlit berwarna putih dengan dua tingkat kecerahan. Kita bisa mengatur tingkat kecerahan dengan menekan tombol function plus F3. Nah, untuk touchpad-nya ini ukurannya 11,8* 6,8 cm dengan posisi center to body dan hampir sejajar dengan tombol space bar. Touchpad ini punya fitur palm rejection. Jadi, kusom mous itu enggak akan bergerak ya walaupun telapak tangan kita enggak sengaja menyentuh permukaan touchpad saat sedang mengetik. Touchpad ini terasa responsif saat digunakan dan enggak perlu ditekan terlalu dalam kalau kita mau klik kiri atau kanan. Pergerakan jari atas touchpad ini tergolong masih lancar ya walaupun dia pakai material polikarbonat. Oke, untuk cooling system laptop ini dilengkapi dengan sistem pendingin dengan satu buah heat pipe besar dan satu buah kipas. Untuk ventilasi pembangan udaranya ada satu itu mengarah ke belakang. Sekarang kita masuk dalam aspek performanya. Perlu diperhatikan bahwa laptop ini akan kami uji dalam dua kondisi, yaitu single channel 8 GB seperti saat dijual dan ada juga yang dual channel 16 GB dengan menambah satu keping RAM 8 GB untuk memperlihatkan potensi sesungguhnya. Oke, kita masuk ke Cinebans R23. kita colok ke charger ya di stabilitas selama setengah jam skor tertinggi yang dicapai adalah 8.093 poin. Sementara skor yang dapat dipertahankan ada 7.400 sampai 7.700 poin. Sementara kalau tanpa dicolok ke charger skornya sempat bertahan di 8.000-an poin sebelum akhirnya turun ke 7.600 sampai 7.700 poin. Jadi skor saat charger dilepas tetap mirip seperti saat charger terpasang. Untuk suhu kerjanya pasar melakukan Sinab R23 stabilitas selama 30 menit. Supressor terlet bergerak di rentang 80 sampai 86 derajat celcius saja. Oke, kita langsung masuk ke Adobe Premiere Pro 2026. Videonya full HD 60 fps yang 5 menit kita pakai open sial ya. Untuk single channel itu butuh waktu 11 menit 50 detik. Sementara untuk dual channel video selesai dalam waktu 9 menit 33 detik. Nah, untuk editing di aplikasi ini sepertinya cocoknya materi videonya yang 1080p 30 fps aja kali ya. Nah, untuk suhu kerjanya lagi-lagi suhu prosesor terlihat bergerak di rentang 81 sampai 86 derajat celcius saja aman. Lanjut ke Davincy Resolve 20.3 software video kelas profesional tapi ini versi gratisannya. Untuk video full hari 60 fps yang 5 menit ya single channel sesuai dalam waktu 14 menit 38 detik. Dua channel sesuai dalam waktu 9 menit 36 detik. Lagi-lagi di sini juga kelihatan bahwa materi videonya mendingan pakai 1080p 30 fps bukan yang 60. Nah, untuk suhu kerjanya lagi-lagi kita lihat suhu kerja prosesor hanya di kisaran 85 sampai 86 derajat celcius saja. Aman, aman banget. Lanjut ke CapCut. Videonya masih full HD 60 fps. 5 menit lagi. Kita lihat untuk single channel saya dalam waktu 3 menit 59 detik. Untuk dual channel 3 menit 12 detik. Nah, cocok nih ya kalau kita mengedit video 1080 60 fps. Enaknya pakai aplikasi yang satu ini aja. Sementara su prosornya pada saat penggunakan aplikasi ini berada di waktu saat sedang exporting. Kalau pas ngedit sih enggak setinggi itu. Lanjut untuk Time Spy Graphicle channel-nya ada di 806 poin, dua channel di 1094 poin. Jadi performa IGP-nya naik sekitar 35% kalau dipakai dalam kondisi dual channel-nya aktif. Nah, tentunya mau tahu juga dong performa gaming-nya seperti apa. Nah, kurang lebih seperti ini ya. [musik] Nah, sekarang kita su kerjanya. Kita sudah main setengah jam Gensin Impact suor terlihat ada kisaran 78 sampai 81 derajat celcius. Untuk permukaan body setengah jam main Gensin Impact untuk area keyboard area paling panas ada di tombol 5 dan sekitarnya ya dengan suhu sekitar 45 sampai 46 derajat celcius. Tentunya untuk area palm restnya aman di bawah 35 derajat Celcius. Kalau diperhatikan SUS tinggi ini hanya terjadi kalau beban kerja si laptop tuh sangat berat. Seperti kalau lagi main game seperti ini. Kalau cuma dipakai buat ngetik-ngetik doang sih, bikin presentasi, browsing, bahkan presentasiin presentasi tadi itu enggak ada masalah. Suhunya tidak akan setinggi itu. Lanjut kita lihat kecepatan storage-nya ya, kecepatan SSD-nya. Dengan kesadisma kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 3.616 MB/s dan kecepatan tulis di 1481 MB/s. Nah, untuk kecepatan tulisnya terasa agak kurang tinggi ya untuk SSD PC Genry walaupun emang udah jauh lebih kencang daripada kalau kita pakai SSD yang SATA. Lanjut untuk daya tahan baterainya kita set brightness di 150 dan volume suara di 25% untuk 1080p local video playback baterai habis setelah 6 jam 50 menit ya. Ini saya harapan aja untuk laptop 6 sampai 8 juta ya walaupun kami berharap bisa sedikit lebih irit lagi sampai 8 jam asik kali ya ini 7 jam kurang 10 menit nih ya. Lanjut untuk charging. 30 menit pertama kita mencapai 29% sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 2 jam 10 menit. Ini sih tergolong normal. Nah, dengan performa dengan e kemampuan seperti itu, pengin tahu dong harganya yang tepat tuh berapa? Oke, kita lihat sekarang laptop Polytron yang always on ini dijual dengan harga kisaran Rp7.109. Rp199.000 ternyata. W lumayan miring ya. Tertarik ada excllusif launch-nya loh di Blibi. Dari tanggal 25 Mei sampai 3 Juni 2026. Kita bisa mendapatkan bonus backpack dan smart CCTV kalau membeli selama masa preorder tersebut. Nah, untuk keterangan lebih lengkap bisa langsung cek di kolom deskripsi aja. Yang jelas sih yang menarik ini kalau untuk garansinya dia dapat 2 tahun untuk garansi normal dan 2 tahun untuk garansi ADP plus. Garansi accidental damage protection plus ini akan meng-cover kerusakan akibat kelalian pengguna seperti rusak tiba-tiba laptop jatuh ke dalam air, bencana alam, kebakaran, kerusuhan dan masih banyak lagi. Bahkan generasi ADP plus ini juga meng-cover akibat dari aksi pencurian atau perampokan. Tentunya untuk klaimnya itu kita butuh bukti kuat seperti rekaman CCTV saat rumah lagi dibobol atau mobil kita dibobol gitu ya misalnya. Begitu menariknya garansi ADP plus ini dapat diklaim lebih dari sekali selama masa garansi dengan nilai maksimal seharga total laptop milik kita. Nah, kita bisa mengklaim garansi ini melalui 64 service center resmi Polytron di 33 provinsi di Indonesia. Oke, kita langsung dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM-nya itu 8 GB single channel. Sebaiknya sih upgrade ke dual channel biar performanya lebih kencang dan kapasitasnya juga jadi lebih lega aja. Lalu SSD-nya ini hanya 256 gig. Biasanya sih harga segini kalau tahun lalu udah 512, tapi ini 2026 ya. SSD udah mahal, RAM udah mahal. Jadi sekarang 256 aja. Untungnya ada slot kedua. Jadi kalau mau upgrade masih cukup gampang. Kemudian untuk layar ini belum 100% sRGB dan suara speakernya juga kurang kencang lalu dia belum punya Microsoft Office. Tapi harusnya yang terakhir ini bukan masalah ya karena tersedia banyak alternatif yang gratis juga. Dan tentunya kalau kita mau nginstal Microsoft Office di laptop ini bisa, tapi beli dulu lisensinya. Lanjut dari menariknya dia udah pakai prosesor 6 core Zen 3. Ini mempunyai untuk multitasking ya, kuat untuk editing full HD 60 fps dengan aplikasi tertentu dan kencang juga untuk gaming tipis-tipi. Sirja juga terkendali aman banget. Dia punya dua slot SODIM, ada dua slot M.2 konektor USB-nya melimpah, ada slot micro SD, keyboard-nya punya backlit, ada garansi ADP plus selama 2 tahun, dan ADP plus ini meng-cover kerugian akibat aksi pencurian pula. Nah, jadi pertanyaannya Polytron Luxia with AMD Ryzen 5 ini cocoknya buat siapa? Laptop seperti ini harusnya cocok buat pelajar atau mahasiswa nih ya. Harganya terjangkau, performa oke, dan bisa di-upgrade nantinya kalau memang dibutuhkan. Lalu dia punya ADB plus juga selama 2 tahun. Jadi enggak perlu was-was kalau entar kenapa-napa pas dipakai. Mau dipakai untuk kerja kantoran juga harusnya oke asal kerjaannya memang cocok dengan speksi laptop. Buat yang cari laptop untuk belajar editing video harusnya bisa juga sih ya. Terutama kalau edit videonya cuma pakai materi video 1080p. Kalau mau dipakai ngedit serius sebenarnya juga bisa juga asal laptop ini dibuat ke monitor yang akurasi warnanya lebih tinggi. Tapi tetap 1080p ya. Pastikan aja RAM-nya udah dual channel supaya ngedit dan ngeksportnya lebih maksimal atau lebih kencang. Kemudian pastinya laptop ini juga bisa dipakai untuk coding asal aplikasinya cocok dengan spesifikasinya. Jadi kalau butuhnya laptop R jutaan yang performanya udah oke buat tahun 2026, RAM-nya bisa di-upgrade dan bisa masang 2 SSD M.2 dan punya accidental damage protection selama 2 tahun penuh, Polytron Luxia with AMD R5 ini bisa jadi salah satu pertimbangan yang menarik. [musik]
