Review realme P4x | Baterai Super Awet utk Gaming Non-Stop! (YouTube Video)
Realme P4X smartphone hadir sebagai partner gaming tahan lama ya. Smartphone dibekali baterai besar 8000 mAh Titan Batery. Nah, ini disebut bisa buat main game nonstop sampai lebih dari 10 jam. Bahkan Realme P4X ini disebut sebagai smartphone entry level dengan baterai 8.000 mAh dengan harga paling terjangkau di Indonesia saat ini. Bukan cuma itu aja, smartphone-nya juga dibekali dengan 120 Hz ultra smooth display. Layarnya juga menawarkan berat yang tinggi ya, mendekati 900 nitz. Ada AI gaming partner, ada military grade durability, serta ada juga fouryear fluency guarantey. Yuk, kita kupas tuntas kemampuan yang ditawarkan oleh smartphone 1 ini. Oke, Realme P series ini adalah lini yang menonjolkan kata P atau gitu ya. Dan biasanya ini cuma tersedia secara online. Nah, untuk Realme P4X ini power di sini berarti daya tahan baterai dan gaming experience yang mantap ya. Nah, langsung aja kita mulai pembahasan smartphone mulai dari isi paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada unit smartphone dengan screen protektor yang sudah terpasang. Lalu ada kabel USBA 2C dan tentunya ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ada charger 45 watt di dalamnya. Kemudian ada softcase, sim tray ejector, dan paket dokumen. Nah, Realme menawarkan smartphone ini dengan aero racing design. Ada dua pilihan warna ya, ada rally white seperti yang kami gunakan ini dan ada juga yang Phantom Navy. Untuk yang rally white ada pola retro rally stripe dengan garis vertikal berwarna hitam, silver, dan orange. Bodinya pakai gaya serba flat ya. Jadi body belakang flat, frame flat, dan layar juga flat. Tapi ada lakukan tipis di pertemuan antara frame dengan body belakang. Enggak menghasilkan sudut yang menyiku keras gitu ya. Enggak ya. Ini membuat dia jadi lebih nyaman saat digenggam karena enggak ada yang tajam-tajam. Untuk bahan frame dan body belakang tentunya ini pakai polikarbonat. untuk harga segini. Nah, untuk rating ketaran terhadap rebut dan air ada IP64. Jadi, smartphone ini kedap debu dan aman kalau kena cipratan air. Mau kehujanan tipis-tipis masih aman asal cepat dikeringin aja. Ada juga Armor Shell Protection di mana body smartphone ini diklaim punya struktur dengan shock absorbing design. Smartphone diklaim tetap aman sekalipun jauh dari ketinggian sekitar 2 m di lantai marmer loh. Ini membuatnya bisa melewati pengujian sesuai standar military standar 810H. Tapi sekali lagi kami ingatkan ini lebih untuk jaga-jaga aja. Bukan berarti kita bisa seenaknya ngelempar atau ngejatuhin smartphone ini dan berharap dia enggak akan rusak gitu ya. Ya, jangan dibanting-banting terus gitu pokoknya ya. Tetap dijaga baik-baik aja smartphone-nya. Nah, untuk dimensi tinggi 166 mm, lebar 78 mm, dan tebalnya di 9,4 mm. Bobotnya sekitar 224 gr. Lumayan berat ya. Tapi ini wajar karena baterainya emang besar banget. Kemungkinan besar juga ini disebabkan karena kombinasi baterai besar dan struktur armor sell yang digunakan tadi ya. Lanjut kita lihat ada apa di seking bodinya. Di kanan ada tombol power sekaligus fingerprint scanner dan volume up and down. Di sisi atas ini kosong. Di kiri ada SIM tray. Ini ada tiga slot ya, dua untuk nano SIM dan ada satu lagi untuk micro SD. Jadi ini non hybrid ya. Lalu diisi bawah ada audio jack 3,5 mm, ada mikrofon, USBC, dan grill speaker. Sayangnya cuma ada satu mikrofon dan satu speaker aja di smartphone ini. Nah, untuk speakernya volume suaranya udah cukup lantang. Tapi seperti biasa ada ultra volume mode yang harusnya bisa meningkatkan lagi volume suara yang dihasilkan. Saat kami coba, sayangnya volumenya terasa enggak terlalu jauh beda ya, masih dari kesaran yang sama ternyata. Tapi secara umum ee sudah terbilang lantang ya untuk penggunaan pribadi. Nah, untuk kata suaranya bagaimana? Secara umum juga ini lebih menonjolkan ke arah mid-nya aja. Suaranya juga terdengar cukup rapi. Sudah terbilang memadai untuk kelas harganya, tapi memang cuma single speaker aja. Oke, beralih ke bagian depan. Ini adalah layar 6,8 inci. Panelnya ini harusnya IPS atau IPS level ya. Resolusinya adalah HD plus 1570 * 720 piksel. Refresh set up to 120 Hz, adaptif dan bisa turun ke 60 Hz kalau enggak ada aktivitas di layar. Beritasnya untuk indoor itu bisa mendekati 500 nit, tepatnya ada di 477 nit. Nah, untuk simulasi outdoor ternyata masih bisa naik lagi. Beratasnya bisa mencapai kisaran 880 nit. Tinggi juga nih ya. Ini udah sangat mencukupi untuk penggunaan di luar ruangan di bawah matahari ya. sudah juga sedangkan claim Realme untuk brightness yang bisa mencapai 900 nit. Lalu dia juga punya DC diming di seluruh tingkat brightness ini untuk mencegah flicker yang bisa mengganggu kenyamanan mata kita. Untuk warna layar ada dua mode warna yang tersedia, ada natural dan ada vivit. Nah, mode natural ini menawarkan gambut coverage sekitar 94,1% sRGB dengan gambut volume sekitar 94,4% SRGB. Ini udah mendekati 100% SRGB lah ya. Sementara di mode Vivit Gamut coversnya ada di 99,2% SRGB dengan gamut volume di 121,1% SRGB. Kalau untuk DC3 ini hitungannya gambut coverage-nya dan volumen-ya itu ada di kisaran 85%. Secara umum layar smartphone ini terbilang menawarkan saturasi warna yang sudah mantap ya. Nah, basel di sekeliling layar tuh masih terbilang cukup tebal ya. Sementara untuk basel bawah ini juga terlihat lebih tebal dibandingkan sisi-sisi yang lain. Untuk always on display juga tersedia tapi ini bukan yang benar-benar always on. Ini hanya menampilkan beberapa detik setelah layar relock atau kalau ada sentuhan di layar. Nah, layarnya juga punya yang namanya wet hand touch 2.0. Jadi walaupun jari kita agak basah, sentuhan jari ke layar akan tetap dikenali dengan baik. Kemudian ada earpiece ya di sini ya di beasel atas layar. Lemudian ada juga kamera selfie 5 megapel ini ditempatkan di notch kecil di bagian atas layar. Untuk bukanya F2.2 dan ini adalah kamera Fix Focus. Pereekaman videonya hanya mendukung sampai 720p 30 fps saja sayangnya. Oke kita beralih ke sisi belakang. Ini adalah sistem kamera utama yang terdiri dari 50 megapel main camera. Bukan F1.8 tentunya harus autofokus. perekaman video bisa nyampai 1080 fps. Lalu ada juga satu kamera bonus. Ada dual flash di sini ditempatkan di kanannya kamera bump. Lalu di bawah kedua kamera ada semacam ring light yang disebut sebagai pulse light. Fungsinya lebih untuk ke notifikasi. Dia akan nyala dengan beberapa efek pencahayaan kalau ada panggilannya masuk ya atau alarm aktif atau sisa baterai udah tinggal sedikit dan di beberapa kondisi yang lain. Untuk kamera ini bisa digunakan untuk countdown light ya saat menggunakan fitur timer. Untuk fitur-fitur lumayan banyak ya. dibaca aja nih fitur-fiturnya. Lumayan banyak juga ya. Oke, kita langsung aja masuk ke spesifikasi internalnya. Untuk SOC dia pakai Uni SOC T7250 bukan Unisok Uni SOC ya. Nah, SOC ini dijaga suhu kerjanya dengan grafi cooling 10.000 mm². RAM dan storage-nya ini ada tiga opsi ya. Ada yang 4128, 4256 atau ada yang 6128. Untuk RAM-nya tipenya adalah LPDD 4X. Untuk storage sayangnya dia masih pakai IMMC 5.1 walaupun emang ini mmc yang kencang ya. Lalu ada dukungan juga untuk RAM expansion di sini sampai plus 12 GB untuk varian dengan RAM 6 GB yang kami uji. Mengingat storage-nya hanya 128 GB untuk yang kami uji ya. Ini agak sayang ya kalau digunakan untuk RAM expansion. Tapi memang secara standar RAM expansion ini tidak aktif. Oke, untuk baterainya 8000 mAh Titan Battery. Ini support 45 watt fast charging. Lalu ada juga 6 watt reverse charging. Realme juga menjanjikan bahwa baterai ini menawarkan 7 year battery longevity. Jadi bisa awet sampai 7 tahun ya. [tertawa] Oke, lanjut untuk sensor-sensor ada aksometer, proximity sensor, virtual gyro, light sensor dan lain-lain. Untuk kreativitas tentunya ini masih 4G ya, 3G dan 2G tentunya juga bisa. Wiin-nya Wii 5, Bluetooth-nya Bluetooth 5 dan sudah support audio connect SBC, AAC, serta LDAC. NFC ada, USB OTG bisa, FM radio ada di sini. Lumayan ada sarana hiburan gratis ya. Lalu display output lewat USBC tentunya tidak ya. Harga segini belum, belum saatnya belum, belum. Untuk sistem keamanan ada side fingerprint scanner serta ada face unlock. OS menggunakan Realme UI dengan basis Android 16 dan di sini ada janji dua kali update versi Android dan 3 tahun untuk security update. Kemudian ada janji untuk 4 year fluency guarante. Nah, jadi 4 tahun lancar terus tuh ya. Ini untuk varian dengan RAM 6 GB aja tapi ya. Jadi dalam 4 tahun OS smartphone ini akan tetap terasa nyaman digunakan. Itu janjinya. Nah, lalu ada mini kapsul tentunya ini tersedia di smartphone ini ya dan sudah dipakai desain yang lebih baru. Ini akan muncul di kiri dan kanan notch kamera selfie-nya. Menurut Realme, mini capsule di Realme P4X ini juga sudah mendukung lebih banyak aplikasi dan fungsi, termasuk untuk weather, data usage, step counter, dan banyak lagi. Oke, untuk fitur AI di sini ada AI editor suite yang berisi fitur seperti AI eraser, AI clear face, serta ada AI image mating. Ini untuk buat hasil foto jadi lebih mantap lagi ya. Ada juga AI outdoor mode. Ini fitur optimalisasi otomatis saat kita sedang menggunakan smartphone ini di luar ruangan, termasuk untuk konektivitas, layar, performa, dan lain sebagainya. Fitur E standar seperti Circle tu searchersch tentunya ada di sini. Untuk aplikasi Phak 3 ada cukup banyak ya yang keinstal di sini ya. Untungnya kalau enggak dibutuhkan aplikasi-aplikasi tersebut bisa di-uninstal supaya enggak menu-menuin storage. Oke, kita masuk dalam hasil pengujiannya ya. Langsung benchmark dulu aja ya. Antutu 11 kita pakai 3 Lite tanpa kipas R38.000-an dengan kipas R389.000an. Enggak jauh beda untuk Geig Base 6 tanpa kipas single core 436 multiore 1430 dengan kipas single core 437 multior-nya 1456. Lagi-lagi enggak terlalu jauh beda. Lalu untuk trimax sling shot extreme open gpic short-nya ada di 1272. Untuk 3DMX wildlife stress test tanpa kipas bas 568, low score 564 udah 99,3% kestabilannya. Enggak perlu dikipasin lagi ya. Nah, lanjut untuk gaming. Nah, di sini ada game space yang disebut Realme sebagai AI gaming partner. Ada beberapa fitur yang tersedia di Game Space ini termasuk untuk mengaktifkan ultra boost untuk performa game yang optimal. Lalu ada juga tool seperti network optimization, clean up acceleration, dan do not distrap. Game-game yang bisa disertakan ke dalam game space ini bisa diatur lewat game manager. Semua fitur ini disebut akan membantu kita mendapatkan pengalaman gaming yang lebih mantap. Jadi untuk pengujian gaming ini kita akan pakai mode ultra boost serta fitur-fitur yang tersedia di AI gaming partner-nya ini ya. Mari kita mulai dari Subway servers. Saat kami coba game ini masih belum sejalan di 120 FPS, masih ketahan di 60 fps karena refresh layarnya tuh cuman jalan di 60 Hz aja. Tapi seenggaknya game ini berjalan mulus, konsisten, enggak ada masalah di 60 fps. Lanjut ke PUBG Mobile. Setting frame rate yang diakses tuh hanya nyampai ke ultra atau 40 fps aja. Saat kami coba dengan setting kualitas di smooth, game ini awalnya bisa berjalan cukup rata dekat 40 fps. Tapi setelah berapa lama frame rate-nya sedikit turun mendekati 30 fps. Belum yang terasa super-super mulus tapi masih bisa dimainkan lah yang satu ini. Untuk jaro bagaimana ya? Karena ini hanya pakai virtual gyro memang belum terasa nyaman ya. Akurasinya juga masih belum yang mantap-mantap amat. Lanjut untuk Mobile Legends. Game ini kami coba mainkan dengan setting rata kanan dengan frame rate di high atau sampai 60 fps. Secara umum frame rate-nya yang didapatkan itu terbilang cukup dekat dengan 60 fps. Cuma sesekali ada penurunan kekisaran 45 sampai 50 fps. Tapi saat ada battle yang terbilang rameai frame rate-nya bisa turun lebih jauh lagi nih mendekati 30-an FPS. Untungnya saat battle berakhir frame rate-nya tuh langsung balik lagi ke 60 fps. Memang ini mungkin bukan yang paling pas untuk main secara kompetitif ya, tapi kalau buat main santai masih sangat mencukupi lah ya. Nah, bagaimana dengan suhu smartphone saat kita pakai untuk main Mobile Legends sampai 30 menit? Di sisi depan SU tertinggi hanya mencapai sekitar 33 sampai 34 derajat celcius di bagian atas layar ini belum panas ya, belum anget bahkan sementara di sisi belakang titik terpanas ada dekat modul kamera itu pun suhunya cuma sekitar 33 dercius. Nah, kalau mau game ini berjalan lebih lancar, lebih stabil di 60 fps, kita bisa pakai setting kualitas yang lebih rendah. Mari kita coba dengan setting rata kiri nih frame rate yang dapatkan sekarang. Jadi benar-benar stabil 60 fps. Lanjut untuk Gensin Impact. Sayangnya saat game ini kita coba dengan setting lowest 60 fps pun game masih terasa kurang nyaman dimainkan dengan frame rate yang cukup sering berada di bawah 30 fps. Jadi kami tidak lanjutkan lagi ya pengujian game berat di smartphone ini dan kita langsung masuk dalam pengujian kameranya. Oke, sekarang kita mulai pembahasan kamera dari Realme P4X. Untuk pembahasannya di sini kita bakal langsung diomongin di video ya. Jadi kita enggak bakal pakai VO seperti biasanya. Dan yang pertama kali saya coba adalah kualitas video kamera selfie-nya. Untuk resolusinya ini dia 720p 30 fps saja. Sedikit berharap mungkin dikasihnya 1080p 30 fps ya. Dan ini seharusnya bukan keterbatasan SOC karena HP lain dengan SOC yang sama bisa ngasih perekaman 1080p 30 FPS. Oh ya, suara yang kalian dengar saat ini juga direkam menggunakan mikrofon bawaan dari smartphone ini dan juga di sini dia cuma punya satu-satu mikrofon ya. Jadi hati-hati aja kalau misalkan mau merekam video jangan sampai mikrofonnya itu ketutupan biar suaranya tetap kedengaran. Oh iya, di sini kita juga bisa pakai mikrofon eksternal ya, tapi ada beberapa SKB yang perlu diperhatikan. Pertama, kita harus nyalakan opsi OTG secara manual di menu setting. Kedua, kita juga perlu instal aplikasi kamera HP ketiga. Karena saat kami coba untuk kamera bawaannya ini dia enggak support audio dari mikrofon eksternal. Oke, sekarang kita coba untuk cek kualitas kamera selfie-nya ya. Untuk videonya ini sampai 720p 30 fps aja. Memang kami sedikit berharap untuk paling enggak 1080p 30 fps. 60 fps 30 fps sudah cukup. Untuk kualitas hasilnya ini gambarnya terang cuma memang detailnya jelas enggak setinggi 180p dan saya merasa di sini ada sedikit kayak efek-efek bloom ya kalau misalkan ada kena cahaya seperti ini. Soalnya ini lensanya udah saya pastikan sudah dibersihkan. Tapi ya hasilnya kira-kira seperti ini. Oke sekarang kita coba untuk tes dynamic range kamera selfie-nya ya. Untuk kondisinya ini pencanya lumayan sulit. Jadi belakangan saya itu lagi terang banget ya mataharinya. Dan bisa dilihat kalau background tuh udah full expose, langitnya udah putih semua polos di sini. Bahkan sampai atap-atp rumah ini ya ini udah putih juga. Aslinya sih harusnya enggak begini ya. Cuman ya seenggaknya muka saya di sini bisa trespos dengan baik ya. Jadi enggak jadi hitam atau bahkan sampai ke atas sama sekali. Oke sekarang kita coba stabilisasinya untuk video di kamera selfie ini sama dengan kamera utamanya ya. Enggak ada stabilisasi juga. Jadi di sini videonya cukup gempa ya, goyang. Jadi agak hati-hati aja kalau misalkan memang mau pakai kamera selfie maupun kamera utamanya ya untuk ngerekam video sambil jalan kayak gini. Jadi mungkin nanti bisa distabilkan di post processing, di aplikasi editing video seperti Google Photos atau yang biasa kalian pakai. Oke, sekarang kita coba untuk cek kualitas kamera utamanya ya. videonya ini resolusinya maksimal sampai 1080p 30 fps. Dan untuk hasilnya di sini bisa dilihat kalau detailnya memang bukan yang tinggi-tinggi amat ya dan juga sini terasa sedikit oversharpen. Tapi setidaknya di sini gambar kelihatan terang ya di kondisi cahaya yang memadai seperti ini. Oke, pertama kita coba dulu untuk tes dynamic range ya. Ini kamera utama si Realme P4X. Bisa dilihat kalau di sini background itu sudah over expos ya. langit bahkan sampai ke atap-atap ee rumah di bawah itu. Tapi setidaknya di sini muka Zaki kelihatan terang ya. Jadi tapi ini sudah wajarlah untuk kelas harganya. Megan over expos tapi seenggaknya muka masih bisa terekspos dengan baik di sini. Oke, sekarang kita coba stabilisasi kamera utama di kondisi siang hari ya, kondisi cahaya yang memadai. Dan untuk hasilnya ya bisa dilihat ini gempa ya. videonya goyang jadi enggak stabil karena memang tidak ada stabilisi IIS apalagi OIS di sini. Jadi mungkin kalau kalian mau bawa videonya sambil jalan bisa pakai gimbal ataupun mungkin distabilkan di post processing ya atau bisa pakai gul photos juga. Oke, sekarang kita coba kamera selfie-nya Realme P4X kalau di kondisi low light. Untuk hasil gambar sih di sini masih terang ya, cuman memang detail sudah berkurang dan juga noise mulai muncul terutama di bagian-bagian yang gelap. Oke, sama kayak kamera utamanya, kamera selfien-nya Realme P4X ini juga enggak dilengkapi dengan stabilizer ya. Jadi kalau kita bawa jalan kayak gini di kondisi low light, dia hasilnya juga gempa dan ya bisa dilihat gambarnya bergoyang-goyang ya, tidak stabil. karena memang tidak ada stabilizer dalam bentuk apapun di sini, baik itu electronic image stabilizer ataupun optical. Jadi mungkin agak hati-hati aja kalau mau bawa smartphone ini video sambil ngetak video sambil jalan. Oke, sekarang kita coba perekaman video kamera utama Realme P4X di kondisi low light ya. Kalau di kondisi low light sudah jelas hasilnya beda dengan kondisi siang hari. Di sini detailnya sudah mulai menurun dan juga sudah mulai muncul banyak noise di sini ya. Untuk gambar sih masih cukup terang ya. Cuman memang untuk noise-nya di sini cukup berasa ya. Di kamera utama Realme P4X kondisi malam hari. Oke, sekarang kita coba stabilisasi kamera utama kalau dipakai jalan ya ini di malam hari di kondisi low light dan hasilnya ya sendiri kalau ini cukup gempa. Jadi memang kalau tidak urgen banget untuk jalan ya video sambil jalan mungkin bisa dipakai kameranya sambil steel aja atau berdiri aja karena ini videonya bisa dilihat cukup gempa ya tidak ada stabilizer apapun di sini. Oke sekarang kita coba kemampuan autofokusnya. Langsung aja kita coba di kondisi low light. Sekarang kita taruh sebuah objek di depan sini ya dekat dekat kameranya lebih dekat. Nah, bisa dilihat kalau kecepatan autofokusnya memang bukan yang paling cepat, paling tinggi, tapi dia bisa ada autofokus di sini ya. Dan kalau misalkan objeknya kita hilangkan seperti ini, dia bakal balik lagi ke objek yang ada di kameranya. [musik] Oke, itu tadi pembahasan kamera dari Realme P4X. Untuk kebutuhan foto dan video basic, terutama di kondisi C yang mencukupi, kameranya masih memadai lah untuk kelas harganya. Tapi memang perlu diperhatikan kalau kamera selfie-nya ini cuma 720p 30 fps. Jadi hasilnya enggak bakal sedetail kalau kita pakai resolusi 1080p 30 fps. Oke, itu tadi pembahasan kamera dari Realme 4X. Sekarang kita lanjut ke pengujian berikutnya. Oke, sekarang kita masuk dalam pengujian daya tahan baterainya. Nah, untuk pengujian baterai sekarang kita pakai standar baru ya. Brightness Lir kita atur ke kisaran 200 nits. Kisaran 200 nits ya. Untuk YouTube offline video playback 1080p baterai baru habis setelah nyaris 33 jam. 32 jam 52 menit. Ingat SOC yang digunakan tu masih pakai fabrikasi 12 nanmaya tahan baterainya gila banget. Meskipun pakai 8.000 mAh ini gila banget. Jadi kalau sampai ada yang bilang, "Wah, 12 nanm boros baterainya." Enggak tuh hampir 33 jam tuh. Pada akhir saya harus bilang sih, mau pakai 12 2 1 nanomu 100 nanom yang penting apa daya tahannya gimana bukan berapa nanometernya. Lanjut untuk YouTube streaming 1080 30 fps baterai berkurang cuman 3% selama 1 jam. Lalu swipe-swipe TikTok itu baterai cuma turun 5% dalam 1 jam ya. Lalu untuk PUBG selama 30 menit dengan setting smooth ultra baterainya berkurang 3%. Main Mobile Legends setengah jam dengan settingan rata kanan frame rate high, baterai berkurang 4% selama setengah jam tuh ya. Nah, untuk kedua game yang tadi kalau memang dimainkan terus-menerus harusnya klaim sekitar 10 jam dari Realme memang benar-benar bisa dicapai. Nah, Realme juga menyebutkan kalau smartphone ini mendapatkan rekor moodi untuk smartphone entry level dengan ketahan bermain game MO moba secara nonstop terlama dalam satu kali pengisian daya. Oke, sekarang kita lihat untuk chargingnya. mencapai 50% itu butuh waktu 47 menit. Dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 44 menit. Jangan protes dulu. Ingat baterainya 8.000 mAh bukan 5.000 bukan 6.000. Chargernya 45 watt. Jadi hasilnya udah cukup bagus ini sebetulnya. Lanjut lagi untuk Netflix Whitefine L3 sayangnya ya. Jadi untuk menikmati konten berkualitas tinggi ini belum bisa langsung streaming. Kita harus download dulu kontennya lalu aktifkan opsi HD download video quality. Nah, untuk YouTube kita bisa streaming sampai 1080p 60 fps tentunya tanpa HDR. Nah, untuk hptic feedback ini gitarnya lumayan oke ya. Akurasinya juga terbilang relatif baik. Kita enggak komplain lah dengan hpchik feedback yang tersedia di sini. Untuk Wii sharing ternyata bisa dengan menghidupkan fitur hotspot saat kita terhubung ke Wii. Oke, untuk harganya sayangnya saat video ini dibuat kami nanya terus berapa sih harganya? Info yang kami dapat cuman nanti harganya R2 jutaan gitu ya. Jadi info harga pastinya akan kami tambahkan di kolom deskripsi video ini saat sudah resmi diumumkan. Kita langsung masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, performa ditawarkan oleh SOC-nya e belum terasa yang superer mantap untuk game berat atau game esports yang level kompetitif gitu ya settingannya ya. Ini lebih ke arah untuk game ringan atau esport santai bisa tuh ya. Lalu perekaman video kamera selfie ini cuma nyampai 720p 30 fps aja. Tapi ya ini new normalnya 2026 sih. Emang begini kalau udah harga R jutaan sering banget ketemuin kayak begini. Apalagi ini kan fokusnya di baterai sebetulnya. Lalu storage ini masih pakai IMMC dan sayangnya untuk Gyrial Gyro. Body juga terasa tebal dan berat tapi ya lean itu karena baterai besar dan mungkin ada yang protes layarnya kok HD plus. Tapi menurut kami seenggaknya tampilan di layar masih belum sampai kelihatan yang pixelated banget gitu ya. Lagi pulaun HD plus ini juga bikin smartphone ini jadi hemat baterai kan. Dan buat kalian-kalian yang potres wah bilang burik burik burik burik tanpa melihat kalian sehari-hari pakai HP apa sih? OLED 4K. [tertawa] Kjempai kayak gitu enggak protes. Lanjut untuk kelebihannya daya tahan baterai mantap dengan 8000 mAh Titan baterai ya. Ingat S yang dipakai ini masih fabrikasi lama ya. Jadi dengan kelihatan seperti ini ini mantap banget cuningannya nih ya. Lalu tampilan warna di smartphone ini terbilang bagus nih dengan tersedianya mode yang mendekati 100 sb dan ada mode dengan saturasi warna yang bisa lebih tinggi lagi. Sama sekali enggak kerasa kurang warna. Lalu refresh r-nya 120 Hz adaptif. juga terbilang tinggi. Lalu dia punya notification light dalam wujud pulse light yang bisa mendapatkan lighting dengan warna dan pola tertentu. Ada rating AP64 dan military S8 10H ya lebih aman kalau enggak sengaja kena cipratan atau jatuh dari tangan kita. Kemudian ada dukungan untuk micro SD bahkan ini enggak perlu ngambil slotnya SIM card jadi triple slot ya. Lalu masih ada NFC dan FM radio juga. Penting nih. Jadi pertanyaannya smartphone ini cocoknya buat siapa sih? Ya, jadi Realme P4X ini akan cocok untuk yang mencari smartphone dengan baterai besar. dan daya tahan yang terbilang baik ya, tapi harganya enggak mau yang tinggi-tinggi amat ya. Ya, mungkin untuk HP kedua atau orang-orang yang jarang ketemu colokan listrik ya, tapi butuhnya yang di R jutaan. Enggak mau tuh R5 jutaan ya. Ya, ingat ya, memang harganya memang harus segini karena kondisi globalnya seperti ini. Bukan karena Realme-nya wah ini harus R jutaan nih nairnya R jutaan. Enggak, enggak, enggak, enggak. Emang ini harga yang pantas kok ya sebetulnya ya. Kalau dibilang R jutanya rasnya udah pantas karena udah baterai R8.000 nih ya. Nah, kalau kalian sendiri menurut kalian sendiri kira-kira tepatnya ini harga yang pantas untuk si Realme P4X di saat ini di tahun 2026 ini harusnya berapa sih? Coba tulis di kolom komentar yang pantas ya. Bukan yang kalian pengen tapi yang pantesnya.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Pasar smartphone midrange di pertengahan tahun 2026 ini sedang menghadapi badai kenaikan harga yang kian tidak masuk akal, memaksa konsumen untuk ekstra jeli dalam...
realme C100 membuktikan bahwa ponsel kelas menengah ke bawah tidak selalu harus berkompromi soal daya tahan. Di tengah persaingan pasar yang ketat, perangkat ini...
Menemukan True Wireless Stereo dengan fitur Active Noise Cancellation premium biasanya membutuhkan anggaran jutaan rupiah. Namun, kejutan datang dari Realme Buds...
Pasar True Wireless Stereo (TWS) ramah kantong kembali diguncang oleh kehadiran perangkat terbaru yang berani membawa spesifikasi kelas atas ke segmen harga...
Pasar ponsel pintar kelas menengah sering kali didominasi oleh nama-nama besar yang membuat kita abai terhadap permata tersembunyi dengan potensi luar biasa....
Pasar smartphone kelas terjangkau kembali diguncang oleh kehadiran realme C100 yang membawa spesifikasi di luar nalar, terutama lewat baterai raksasa berkapasitas...
Kapasitas daya yang masif sering kali menjadi daya tarik utama saat memilih ponsel pintar baru, tetapi benarkah angka besar pada spesifikasi menjamin daya tahan...
Di tengah gempuran ponsel pintar yang makin tipis dengan kapasitas baterai yang begitu-begitu saja, pasar teknologi dikejutkan oleh kehadiran sebuah perangkat yang...
Pecinta gadget kembali dikejutkan dengan kehadiran lini terbaru yang membawa spesifikasi di luar kebiasaan kelas entri. Kali ini, perhatian tertuju pada daya tahan...
Pertarungan di kelas flagship killer kembali memanas lewat duel sengit antara iQOO 15R dan Realme GT7, dua ponsel yang datang dari generasi berbeda namun membawa...
Tren perangkat audio open-ear kini semakin memanas dengan kehadiran realme Buds Clip, sebuah dobrakan baru yang siap menantang dominasi merek premium di pasar TWS...
Pasar ponsel pintar di rentang harga Rp 7 hingga 10 juta tahun ini membawa kejutan yang tak terduga, di mana peta persaingan justru terasa kurang bergairah akibat...

















