Review Samsung Galaxy Z Fold 7 Setelah 2 Minggu (YouTube Video)
Halo, apa kabar semuanya? Balik dengan Put dan langsung aja ini dia review-nya buat Samsung Galaxy Zfoldult 7. Yes. Jadi sejak unpack di New York dan sampai video ini direkam dan udah tayang artis saya sudah pakai HP ini lebih dari 2 minggu. Seperti yang harus saya pada tahu bahwa cukup banyak upgrade yang dibawa Samsung di smartphone terbarunya ini. Bagus pasti, tapi seberapa bagus. Nah, itu dia yang bakal kita omongin di video kali ini. By the way, sebelum lanjut lebih jauh, boleh di-support videonya, boleh di-like, boleh di-subscribe, boleh didislike juga. Apapun itu, makasih banyak sudah nonton video ini. Hal utama dari HP ini pasti dari segi desainnya dengan body yang lebih tipis dan menjadi perangkat yang lebih ringan. Sebenarnya agak sulit mendeskripsikan smartphone itu feel-nya kayak gimana sih dan yang emang paling benar itu adalah pegang langsung sendiri. Sebelum beli bisa banget kita mampir ke toko dulu yang masang HP ini jadi display entah di Samsung official store, di Arafon atau apapun ya. Cobain pegang. Singkatnya kalau saya bisa bilang ini HP emang enak banget ya. Kayak dipegang tuh wah tipis ya. Signifikan rasanya kalau kayak bandingin dengan Galaxy Zone 6 sebelumnya. Bahkan pas habis unpack kan disuruh nyobain gitu. Saya kayak takut-takut megang HP ini kayak selip gitu ya atau nge-los dari kantong celana karena emang tipis banget. Ini dalam konteks pas kita enggak pakai casing ya. Tapi kalau misalnya udah pakai casing tentu feel dari smartphone ini bakal beda-beda di tiap orang tergantung preferensi dari casing-nya. By the way untuk Galaxy Zfold 7 sendiri pas preorder ini kan lagi dapat promo yang namanya Z Primer Service yang cakupan perlindungannya tuh bagus banget. Kayak tahun pertama itu ada accidental damage protection, terus 2 tahun ada ganti layar dan 3 tahun untuk screen protector. Jadi kalau misalnya enggak mau pakai casing bisalah setahun pertama ini HP ya begini-begini aja supaya kita benar-benar bisa ngerasain tipisnya. Secara ukuran smartphone ini juga beda kalau kita bandingkan sama ZF 6 karena layar cover screennya lebih ideal. Rasio 21 bing 9 itu bikin HP-nya jadi gak kayak remote lagi. Lebih tinggi dan lebar sedikit sih iya tapi enak banget untuk dipakai ya aktivitas sehari-hari untuk browsing, untuk ngetik ya buat yang mungkin ngerasa di ZFol 6 ringpo karena sempit. Nah, ini udah enggak kejadian lagi di versi yang terbaru. Smartphone-nya udah tipis dan ringan. Build quality juga masih bagus banget. Bagian rangka perangkatnya dia pakai material armor aluminium yang terbaru. Terus untuk bagian back cover smartphone-nya dia dilapisi dengan Gorilla Glass Victus 2. Sedangkan di layarnya itu dia pakai Gorilla Glass Ceramic 2. Di sini saya udah pakai tempered glass ya, jadi udah ketutup layar. Tapi ya kalau misalnya enggak dipakai pun dia udah pakai Gorilla Glass yang baru. Habis itu untuk IP rating di sini dia udah pakai IP48. Jadi kalau dari segi tampilan udah premium, f tangannya mantap, dan build quality ZF 7 ini udah ceklist semua. Cuma tetap walaupun smartphone ini bagus, masih ada beberapa poin yang bikin saya sebenarnya enggak 100% srek dengan tren tipis-tipisan HP kayak gini. Yang pertama dari segi baterai. Andai misalnya nih Samsung tidak bikin HP-nya setipis ini, bukan tidak mungkin kapasitas yang dipakai ya yang bisa mereka pakai itu bakal lebih gede. Lebih tipis aja mereka bisa kok masang kapasitas yang sama dengan Galaxy ZFold 6 tahun lalu ya kan. Jadi kalau misalnya dibikin mungkin sedikit lebih tebal ya kapasitasnya mungkin bisa lebih gede. Cuma ya balik lagi bisa jadi keputusan desain seperti ini akan lebih banyak disukai konsumen karena memang cantik banget HP-nya. Kemudian untuk camera bum, tonjolan kameranya tinggi ya. Ditambah lagi posisinya ya ada di bagian samping. Kalau HP ditaruh di meja otomatis dia agak miring sebelah dan goyang-goyang. Ya gini. HP foldable air sih sebenarnya kamera bumnya enggak tipis juga cuma karena kebanyakan pakai bentuk kamera yang bulat gede posisinya di tengah jadi mereka kelihatan lebih seimbang. Cuma ya seiring waktu hal kayak gini sebenarnya cuma soal kebiasaan aja sih. Cuman ya saya notes aja di awal. Untuk ZF 7 sendiri pakai casing ternyata emang gak terlalu menolong ya. Karena untuk bisa bikin dia rata misalnya kamera BM ya otomatis kan casing-nya juga harus tebal untuk menyeimbangkan si kamera BM yang cukup tinggi tadi. Kalau casing-nya tebal ya itu artinya kan menghilangkan esensi dari HP yang udah tipis gitu kayak sayang dan serba salah. Tapi tetap sih HP ini udah oke banget secara desain. Nah, yang lebih oke lagi dari si Galaxy Z kalau kita ngelihat dari segi spesifikasinya yang masih mantap sekali. Layar depan. Contohnya tadi udah sempat saya bahas ya, lebih besar, lebih enak dan hal yang sama juga berlaku di layar utama atau layar dalamnya. Ini lebih gede, lebih enak buat dipakai multitasking, buat nonton, buat main game dan lain-lain. Palingan yang emang cukup disayangkan sama Samsung itu adalah menghilangkan dukungan dari Sen dalam bentuk apapun. mau Sen dari seri Fold sebelumnya, mau kita pakai S Pen dari Galaxy S Ultra atau Tab Sen Pro itu semua enggak ada yang bisa di sini. Nah, ini sebenarnya pas awal-awal rilis kemarin cukup rameai ya. Samsung bilang kalau mereka menghilangkan si S Pen ini. Soalnya dari reset itu persentase user yang menggunakan S Pen di seri foldult sangat kecil yaitu cuma 3%. Saya sebenarnya jadi mikir ya yang komplain tuh di internet kayak banyak banget tapi Samsung bilang itu cuma 3% berarti user full tuh banyak banget ya sampai yang komplain yang kayak segitu banyak cuma masuk dalam 3% doang gitu. Tapi apapun itu saya sendiri sebenarnya cukup menyayangkan enggak ada S Pen sekalipun selama pakai fault saya juga jarang pakai S Pen. Tapi sebenarnya enggak pakai itu bukan karena saya enggak butuh. Tentu masih butuh. Cuman saya merasa mekanismenya emang enggak seenak kalau di S Ultra gitu ya. Kalau di S P-nya si Ultra dia kan udah masuk di unitnya jadi enggak perlu nempel di casing gitu. Sedangkan kalau fold masih harus nempel di casing. Nah, tapi untuk menggantikan ya di sini Samsung bilang kalau ya enggak ada S Pen kalian pakailah universal Stylus. Contoh di sini saya nyobain casing dari Nilkin yang sempat cukup bikin rameai juga di awal-awal ya karena mereka menyediakan stylus sendiri ya. Jadi ini mereka ada universal stylus yang bisa dipakai. Nah, ini sebenarnya enggak cuma bisa dipakai di Samsung Fold doang sih, semua HP juga bisa. Namanya juga universal stylus. Dari segi latency, sensitivitas, sama cetak-cetaknya pasti beda banget sama S Pen. S P tuh emang feel-nya udah beda banget. Tapi ya kalau untuk fungsi dasar cuman buat not taking, buat nyatet, coret-coret ya sebenarnya udah cukup. Tapi kalau emang misalnya mau pakai S Pen untuk sesuatu yang lebih serius, sketching gambar atau apapun ya emang ini berasa agak kurang sih pakai universal begini. Nah, masih dalam topik ngilang-ngilangin Samsung juga di sini ya menghilangkan under display kamera. Nah, kalau hal yang ini sih saya suka, saya dukung 100%. Enggak estetik, bodo amat ya. Karena HP fault lain tuh enggak pakai under display, enggak ada yang bilang itu enggak estetik. Mungkin karena di sini Samsung naruhnya sih di tengah ya. Sedangkan yang lain kan taruhnya di pojok ya agak di pojok kan Samsung menaruhnya agak di tengah. Cuma ya sekedar hal yang perlu dibiasakan aja sih. Karena di HP batang biasa pun ya si kamera ada di tengah kan bukan di samping gitu. Intinya tetap sih saya pilih kamera yang normal begini buka under display karena yang penting jadi bisa kepakai kameranya. Bisa buat video call dengan kualitas yang lebih baik. Bisa dipakai untuk bikin video juga apalagi dengan kamera depan yang angl-nya dibikin lebar sampai 100 derajat bahkan ada format lock. Jadi buat video bagus, buat foto-foto juga mantap hasilnya. Ya, saya udah sempat bikin komparasinya under display kamera yang di ZF 6 sama kamera di sini itu selisihnya jauh banget dan ini emang mantap banget. Habis itu buat segi spec chipset. Nah, si Zfol 7 mantap juga dengan Snapdragon 8 Elite 4 Galaxy. RAM-nya besar, storage-nya juga lega. Apalagi kalau belinya pas preorder, nah itu ada free upgrade storage yang sayang banget untuk dilewatkan. Ya, bayar 256 dapat 512, bayar 512 dapat 1 tera. Itu oke banget. Untuk Antutu bagus, stress test juga saya cobain enggak masalah. enggak overheat ya, yang pasti performa powerful udah pasti ya. Ini adalah perangkat yang emang sangat bisa diandalkan apalagi untuk sebuah perangkat fold gitu. Multitasking pasti enak banget buat buka aplikasi bersamaan. Split screensit screen rame gitu aman-aman aja lancar banget sebagaimana ekspektasi kita di awal. HP GD gini juga enak banget untuk dipakai ya ngedit foto, edit video karena leluasa sekali. Performa juga lancar dengan editing yang smooth. Render pun enggak masalah cepat. Mungkin kalau kita compare sama ZFT 6 itu enggak berasa yang signifikan banget angkanya, tapi tetap ini lebih cepat. Hal yang sama bagusnya juga di sini sebenarnya adalah buat gaming. Untuk kali ini mungkin saya enggak panjang-panjang ya bahas game karena memang secara target market fold lebih ke HP produktif. Yang pakai adalah kalangan dengan kepentingan utama mereka bukan buat gaming. Tapi kalau mau pun sebenarnya bisa-bisa aja. Singkatnya Snapdragon 8 Elite di sini tetap enak untuk dipakai. lancar pada meritas skenerio pemakaian gaming kencang meskipun secara angka analytics enggak selalu ada di batas atas. Nah, yang lebih menarik untuk diulik sebenarnya dari ZFT 7 ini adalah baterainya 4.400 mAh di HP produktif emang cukup. Nah, ini nih kasusnya persis dengan Galaxy S25H kemarin. Nah, kabar baiknya ya ini baterainya bagus ternyata setelah saya cobain. Kalau untuk pemakaian yang berkutat dengan multitasking, browsing, sosial media, chatting, nonton, dengar musik, bahkan main game sesekali gitu ya, ini masih aman banget. Rata-rata pemakaian saya tuh bisa dapat screen on time sekitar 5 sampai 7 jam tergantung seberapa intensif pemakaiannya. Habis itu sedikit insight tambahan juga nih ya, bahwa pemakaian dengan cover screen yang di luar yang lebih kecil dan juga layar dalam yang lebih besar itu akan berpengaruh pada konsumsi baterainya. Layar besar bakal sedikit lebih banyak menguras dibandingkan layar kecil yang ada di luar. Tapi dengan layar luar yang makin enak, kayaknya emang frekuensi kita pakai layar si cover screen ini bakal lebih sering dibandingkan layar dalamnya. Nah, untuk ngecasnya dia masih di 25 watt. Sebenarnya masih agak cukup disayangkan. Tapi balik lagi ini masih cukup sekali karena untuk full charge itu biasanya hanya butuh sekitar 1 jam lebih sedikit aja. Sedikit buat software ya udah pada tahu Android 16 dengan One UI 8. One emang ya Samsung bilang bahwa ini adalah software yang dibikin untuk mengakomodir layar yang lebih besar. Makanya emang perbedaan-perbedaannya tuh mungkin enggak kelihatan signifikan kayak cuma dari segi interface-nya ya, dipoles supaya lebih oke tampil di layar besarnya si Galaxy Zfold 7. Sebenarnya saya bisa bilang kalau One8 ini agak sedikit terburu-buru ya karena kalau dilihat emang enggak banyak perubahan. Mungkin akan lebih cocok kalau ini disebut kayak One UI 7.1 gitu atau mungkin 7.5 5 ya belum lompat ke OneU8 karena memang perbedaannya itu enggak sesigfikan itu untuk kayak naik digit. Tapi balik lagi itu kan keputusan Samsung bukan keputusan saya. Tapi tetap ini masih bagus banget. Yang bagus banget juga dari AI ya. AI masih komplit banget ya dari yang bawahnya Google Circle to Search ada live Gemini ya. Kalau misalnya buat kalian cari info ngobrol sama Gemini ya enggak ada teman buat ngobrol juga bisa dipakai ya. Lego set nomor berapa ya itu? B cycle dari Lego DC, Batman, Batman VS, Harley Quinn. Nomor setnya 76.220. Mau coba cari tahu harga atau detail lainnya? Habis itu untuk fitur-fitur kayak audio eraser ya untuk generative edit, object eraser itu dibuat lebih mudah untuk dipakai. Jadi dari segi software One UI, Galaxy AI semua masih mantap di Galaxy Zfold 7. Next kita lanjut ngomongin kamera juga nih. Nah, ini sebenarnya saya udah sempat bikin video sendiri yang ngomongin kameranya si ZF 7 dengan Galaxy ZF 6 ya bisa ditonton kalau belum linknya saya taruh di deskripsi. Untuk ZFT 7 udah pada tahu upgrade nih 200 megapel di kamera belakang. Lensa utamanya sudah berasa ultra sisanya sama aja tapi tetap mantap. Cuma kalau saya ngelihatnya ini adalah upgrade yang memang harus banget dilakukan Samsung untuk bikin fault mereka tetap relevan paling tidak ya sampai ke depannya. 3 tahun 2 tahun yang lalu kamera fold biasa-biasa aja itu masih bisa diterima. Setahun belakang itu mulai dikejar dan tahun depan pasti itu makin sengit. Makanya kalau Samsung enggak upgrade kamera fault mereka tahun ini, wah berat banget pastinya. Nah, dengan body yang makin tipis di fault ini kayaknya saya juga lihat di masa mendatang tugas engineer Samsung itu bakal nambah. Karena kalau mereka pengin upgrade kamera lagi, mau pasang ultrawide yang lebih bagus atau pakai periscope yang lebih cakep, pastikan harus nambah ruang lagi di kameranya. Nah, dengan HP yang lebih tipis seperti ini ya, sekarang aja kamera B udah tinggi kan. Apalagi kalau speknya mau dinaikin, wah pasti perlu adjustment lain ya. Tapi balik lagi, namanya teknologi nantinya bisa aja ada terobosan baru yang saya bikin excited nih. Nanti ke depannya bakal kayak gimana kalau Samsung pengin upgrade kamera lagi karena ini udah tipis kamera begini ya. Kita lihat aja nanti ke depannya. Oke, jadi balik lagi ke ZFT 7. Kamera Ultranya emang mantap secara hasil sangat bisa diandalkan dengan detail yang baik sekali. Kontras juga tinggi, warna tetap cukup natural. Dan kalau dulu fault itu kurang afdol buat foto-foto. Sekarang buat dibawa foto harian, buat traveling, wah udah aman banget. Terang oke. Low juga enggak masalah. Sesuailah sama smartphone yang bilang kameranya di kelas ultra kayak Galaxy S25 Ultra. Untuk ultra wide walaupun secara specilnya masih oke ya untuk dapetin view yang lebih lebar. Paling ya tetap kurang rekomendasi dipakai di kondisi low light. Terus untuk telefoto 3X hasil juga oke banget. Walaupun emang enggak berubah speks-nya, tapi tetap ini saya suka ya untuk ngambil foto yang mungkin enggak jauh-jauh amat dengan detail yang oke. Gedung-gedung, foto makanan supaya bisa dapat komposisi yang lebih padat atau orang itu pas semua. 3X ini juga menurut saya ideal untuk kita pakai foto di mode portrait. Makanya pas unpack kemarin tuh saya banyak banget ngambil sampel-sampel portraet karena emang bagus, saya suka hasilnya. Padahal ini kan bukan bagian yang spesial dari si F 7. Di kondisi OL, telepotonya masih oke, cuma emang noise-nya akan lebih kelihatan. Untuk kamera depan hasilnya juga bagus dan sama sekali tidak mengecewakan di macam-macam situasi. Turun detail pas light sudah biasa, tapi ya okelah sebenarnya. Nah, di bagian video ini juga tidak ada masalah selama cahayanya cukup bukan yang lolet banget hasilnya masih sangat baik. Oke, sekarang kita coba sampel nih perekaman video pakai Galaxy ZF 7 Resolia 4K30. Ini di lensa utama 1X. Coba kita pindah ke ultra wide. Dapat segini nih ya. Jadi dia ultra wide setah kayak gini. Steady ya, stabil. Oke, kita pindah ke satu balik lagi ya. Warnanya dynamic range ini. Dynamic range-nya juga kelihatan ya dari daun-daun segala macam. Sekarang kita coba ke 3X. Nah, ini 3X-nya seperti ini untuk rekaman 3X. Balik satu. Ini pindah ke kamera depan. Ini untuk perkaman kamera depannya masih di 4K30 juga. Kalau buat nge-vlog harusnya enggak masalah. Udah oke banget secara kualitas. Tapi kalau emang kita pengin dapetin ACR paling proper, seperti biasa kita bisa flip ya pakai cover screen untuk menggunakan kamera utama. Hasilnya kayak gini nih. Nah, begini nih hasilnya kalau kita ngerekam video pakai kamera utama dibantu dengan cover screen-nya dari Zfold 7. Oke banget. Di bagian belakang ya kita bisa lihat gedung-gedungnya kalau misalnya kita pindah ke ultrawide. Wah ini dia kalau kita pindahin ke ultrawide proper banget ya. Ini untuk ng-vlog asik banget sih untuk kameranya. Hasilnya tidak mengecewakan lah ya. Bisa langsung lihat dari sampelnya berikut ini. Oke, habis ini kita cobain ke tempat lain ke kondisi low light hasilnya bakal seperti apa. Oke, sekarang kita ah balik ke dalam studio untuk 4K30 kondisi low light dalam sini ya. Nah, ini kita lihat di labu detail-detailnya kayak gimana ya. Oke sih, detailnya bagus-bagus aja. Sampingnya ada komik-komik ya. Warnanya masih oke. Masih oke. Kita next sini. Ada Pikachu. Wah, ini juga masih bagus sih ya. Detailnya masih bagus, masih cakep. Sini ada. Nah, itu Snorlex masih bagus juga detailnya enggak jelek sama sekali. Dan sini kita pindah ada Lego. Legonya sih masih bagus juga. Detailnya enggak ada masalah sama sekali ya. Sekalipun dalam kondisi di kamar bukan yang terang-terang amat tapi hasilnya masih bagus. Sekarang kalau ke subjek orang. Nah, hasil kayak gini dalam ruangan. Kamera belakang di 4K30. Hasilnya sih bagus ya selama tidak kondisi yang gelap banget ya. Kalau low light misalnya kalian lagi pakai nongkrong ya bareng teman atau mungkin lagi main gitu dalam ruangan yang tidak terang-terang banget kayak siang-siang hasilnya masih bagus-bagus aja. Itu dia untuk kamera dari Zfold 7 ya. Ini untuk kamera belakang. Habis ini saya coba kasih kamera depan dan juga under display. Eh under display. Lupa ini udah ggak ada display kamera dalam ya yang ada di layarnya. Nah, kalau sekarang ini kita pakai kamera depan yang di depan banget dari si Zfold 7 untuk perekaman video masih oke, enggak jelek sama sekali hasilnya. Bisa langsung lihat di sini yang jelek tim yang di belakang itu. Ya, itu doang yang jelek ya. Ini kalau untuk kotaknya Zfold 7 bisa dilihat di sini ada casing-nya S25 Voltra. Kita bisa langsung lihat hasilnya seperti yang bisa kalian saksikan sekarang dan habis ini saya kasih yang terakhir untuk kamera dalam yang ada sebagai penggantinya under display. Nah, ini dia sekarang hasil video dari kamera yang ada di layar dalam sebagai pengganti under display dan saya suka banget hasilnya. Ya mungkin emang bukan yang paling bagus banget, tapi kalau dibandingin sama under display ini sih jelas lebih oke ya. lebih kepakai karena ya itu dia bisa dipakai untuk video call anglennya lebar banget tuh bisa lihat white banget ya bisa untuk foto-foto sama teman-teman bisa untuk video call juga ya mungkin kalau dibandingin sama kamera belakang ya tentu enggak sebaik itu tapi ya sebagai pengganti daripada under display kamera ini jelas lebih bagus buat yang penasaran under display hasilnya kayak gimana sih? Nah, ini hasilnya kalau pakai yang under display kamera ya. Udah gambarnya enggak sebagus yang tadi, lebih sempit. Resolusinya juga cuman full HD doang, cuma bisa sampai 1080p. Yang tadi bisa 4K 60 bahkan bisa ngerekam sampai format lock. Jadi hasil memang lebih bagus. Makanya ya saya sih setuju-setuju aja Samsung menggantinya dengan lensa seperti ini. Oke, jadi itu dia untuk sampel foto dan video dari Samsung Galaxy Z4. Langsung saja kita akhiri dengan masuk ke kesimpulan apakah smartphone ini worth iteli. Jadi dengan berbagai upgrade yang dikasih Samsung di seri terbaru, Zfold 7 sudah tentu masih akan menjadi smartphone foldable yang dicari dan diminati. Smartphone yang bagus dan dapat peningkatan di waktu yang menurut saya tepat untuk tetap relevan di kerasnya persaingan. Banyak saingan enggak masalah kayaknya ya. Karena tetap smartphone ini menurut saya bakal laku meskipun bukan satu-satunya foldable tipis di pasaran saat ini dan juga ya punya beberapa poin yang hilang gitu kayak dukungan SPAD yang sudah tidak ada serta baterai yang masih segitu-gitu aja. Hal-hal begini sepertinya emang enggak bakal ngaruh kalau ke konsumen awam sebab ya kualitas Samsung untuk sebuah smartphone foldable memang sudah bagus ya reputasinya. Smartphone-nya sendiri bekerja dengan sangat baik. Jadi simpelnya ini perangkat yang works ya. Jadi itu menurut saya udah lebih dari cukup untuk mereka yang tidak pusing-pusing dari segi spek di atas kertas yang mungkin bakal sedikit lebih picky ya itu entusias sih tapi jumlahnya kalau kita bandingkan sama konsumen awam tentunya bakal lebih sedikit jadi ya Samsung tenang aja walaupun saya bilang ini smartphone yang upgrade-nya memang harus karena dorongan waktu agar supaya tetap relevan di sengita persaingan tapi ya ini tetap smartphone yang bagus akan tetap dicari tetap menarik dan kalau emang kalian ngerasa cocok sama smartphone ini dengan kebutuhan kalian silakan akan dicoba aja ya. Selama se preorder juga bagus-bagus banget promonya. Z Premier Service itu enggak bakal kalian dapetin setelah pre-order nanti ya. Jadi kalau misal kalian beli di toko-toko online gitu ya, mungkin harganya kelihatan lebih murah ke depannya tapi kalian enggak akan dapetin benefit yang sama. Jadi ini adalah satu hal yang bisa jadi pertimbangan juga. So, jadi itu dia untuk review kali ini si Galaxy Zfold 7. Makasih banyak nonton sampai habis. Boleh di-like, boleh di-share, boleh disislike juga. Apapun itu, makasih banyak k nonton. Putra pamit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya dan seperti biasa have a nice day.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...

















