Jungkat

Review Samsung Watch Ultra 2 Setelah 2 Bulan | Bagus Banget, tapi… (YouTube Video)

  • 14/10/2026

[musik] Hai semuanya, selamat datang lagi di Project Review dengan saya Putra Reza dan langsung aja ini dia jam paling bagus, paling lengkap yang Samsung pernah bikin, Samsung Galaxy Watch Ultra 2. Generasi kedua nih buat jam Ultra nya Samsung setelah pertama rilis sekitar 2 tahun yang lalu. Jadi emang bukan produk yang rilis setiap tahun ya dan kalau ada yang sempat rilis tahun lalu, kalian pernah lihat, itu lebih ke warna eksklusif aja dan bukan seri penerusnya. Positioning jamnya masih sama karena namanya Ultra, emang utamanya adalah untuk yang beraktivitas lebih ya, makanya fiturnya masih ada diving, ada juga semakin lengkap karena sekarang ada untuk trail run juga. Enggak ngelakuin dua-duanya? Enggak apa-apa juga karena jam ini tetap bagus untuk dipakai karena tampilannya keren. Siluet desainnya emang masih mirip-mirip tapi ada beda detail. Contoh di bagian angka-angka di sekitar crown-nya, terus di bagian frame-nya juga sekitaran tombol, ini juga kelihatan lebih minimalis di versi yang baru. Kalau dibandingin sama Watch Ultra generasi pertama, Galaxy Watch Ultra 2 itu lebih tipis dan lebih nyaman untuk dipakai. Tapi yang mungkin akan lebih jadi pertimbangan bagi sebagian orang dan ini penting banget adalah dari segi ukurannya yang cukup besar yang masih di 47 mm. Dengan ukurannya yang besar tadi, Samsung jadi bisa pasang layar yang lebih lega, lebih enak dilihat karena lebih banyak informasi yang bisa ditampilkan. Resolusinya tinggi, lebih terang juga secara nits biar layarnya tetap bisa dilihat apapun kondisinya. Di seri yang baru ini juga ada upgrade lain di soal strap khususnya yang tipe marine band. Jadi ada desain yang namanya air pocket di balik strap-nya. Nah, ini tuh supaya pas dipakai ada jarak antara strap sama kulit yang bikin enggak nempel banget. Jadinya ada ruang buat napaslah supaya keringat atau air itu bisa menguap secara natural. Buat perbandingannya, ini adalah sama strap sejenis yang versi sebelumnya untuk Watch Ultra generasi pertama. Gimana? Beda kan? By the way, satu hal yang menurut saya sangat perlu diapresiasi dari seri yang baru ini untuk soal strap adalah Samsung tidak mengubah mekanisme lepas pasang dan juga ukurannya. Jadi, buat yang mau pakai strap versi sebelumnya kayak contoh di sini saya ada strap trail band versi yang sebelumnya untuk Watch Ultra pertama, itu masih bisa dipasang di Watch Ultra 2. Hal yang sama juga berlaku buat yang mungkin sekarang masih pakai Watch Ultra versi pertama tapi pengin pakai strap baru yang air pocket tadi, itu bisa juga kayak gini contohnya. Ini adalah Watch Ultra versi pertama tapi strapnya adalah dari Watch Ultra 2. Next, kita ngomongin soal fitur. Secara umum sebenarnya garis besarnya Watch Ultra ya sama seperti versi pertama tapi dengan beberapa peningkatan yang bisa dibilang signifikan bagi sebagian orang yang emang membutuhkan. Yang pertama, yang mendasar dulu deh soal tracking kesehatan. Ya, ini secara umum dulu ya. Ada menu baru yang namanya vitals. Fitur ini guna banget untuk nunjukin estimasi tingkat fit badan kita. Ada beberapa parameter yang diukur dan kalau salah satunya ada yang tidak di rentang ideal kayak kita biasanya gitu, itu bakal dikasih notif bahwa kemungkinan ada kondisi yang lagi kurang oke. Ini kalau saya ngelihatnya seperti pendamping dari energi score. Jadi, enggak cuma dari segi angka tapi ada pengukuran tambahan lainnya. Untuk dapatin datanya, pertama kita mesti pakai jamnya dulu untuk tidur selama 7 hari tanpa putus. Jujur, ini agak susah sih sebenarnya karena kadang ada aja gitu lupa pakai jamnya entah pas mau tidur kan lowbat ditinggal ngecas eh malah ketiduran atau dilepas mandi terus kita lupa pasang lagi jadinya hilang trackingnya. Kalau udah sukses, nanti tampilannya baru deh berubah kayak gini dan langsung kita bisa lihat tuh data-datanya. Peringatan yang baru lain di bagian berikutnya adalah di soal olahraga khususnya diving sama trail run. Untuk diving, Watch Ultra 2 ini sudah mendapatkan sertifikasi EN 13319. Ya, kalian bisa googling saja itu artinya apa. Ready buat diving hingga 40 m. Terus ada IP69K, ada 10 ATM plus, dan military standard MIL-STD-810H. Jadi komplit banget. Saya jujur enggak paham kalau soal diving-divingan, tapi kalau baca di internet ini harusnya bisa jadi jaminan bahwa jamnya kuat. Karena memang Samsung juga bilang ini bisa dipakai diving hingga 40 m yang mana itu dalam banget sebenarnya 40 m. Terus untuk trail, nah ini lumayan banyak juga tambahannya. Yang pertama kita bisa masukin map dengan format GPX ke jamnya. Jadi buat yang sudah punya data jalur, biasanya kalau yang memang suka trail run pasti punya GPS-GPS ini. Sudah bisa langsung masukin ke jamnya via handphone dan sudah pasti dipakai ikutin saja. Untuk nyobain di sini contohnya dipakai sama tim saya yang memang doyan trail run, tentu bukan saya. Kalau saya sudah pasti ngos-ngosan, tidak kuat ya. Testing-nya di Cisadon dan itu berfungsi dengan sangat baik. Watch Ultra 2 juga punya fitur water intake yang untuk ngingetin untuk minum dan konsumsi gel atau semacamnya biar tetap ngejagaiin performa kita selama lari. Nah, kalau dari segi data, kebetulan di sini ada pembandingnya yaitu jam outdoor yang lebih di bidangnya gitu ya. Dan hasilnya secara selisih itu enggak beda jauh yang signifikan. Masih di rentang yang bisa diterima. Contoh dari segi jarak, dari segi elevasi, itu tipis-tipis saja bedanya. Jadi sebenarnya ini menurut saya bisa menjadi pertanda baik dari Samsung bahwa dibandingkan sama jam olahraga yang beneran, dalam arti jam memang fokus dan dikhususkan untuk aktivitas tersebut, Watch Ultra 2 bisa ngasih data yang oke. Di luar soal fungsi olahraga yang baru tadi yang jadi tambahan, fitur-fitur yang sudah dibawa di seri sebelumnya seperti running coach itu masih ada. Pengukuran aktivitas olahraga yang lebih general itu juga enggak ketinggalan dan masih lengkap seperti yang bisa dilihat sekarang. Oh ya, by the way, saya ngerasa banget kalau fitur auto detect olahraga atau auto pause-nya si Watch Ultra 2 ini jadi lebih cepat dan responsif dibandingkan versi sebelumnya. Jadi mulainya berasa lebih cepat, stop-nya juga lebih responsif ketika kita lagi berhenti jalan atau berhenti lari. Mungkin ini adalah faktor dari chipset baru yang memang sekarang dipakai di sini punya Snapdragon, makanya processing-nya jadi lebih baik lagi dibandingkan versi yang sebelumnya. Habis itu untuk kegunaan lain di luar kesehatan ya Watch Ultra 2 masih tentu bisa untuk menerima notifikasi, kita balas chat ya, terima telepon termasuk telepon dari WA sekalipun itu bisa masuk dan bisa langsung kita angkat lewat jamnya. Kalau yang masuk itu adalah video call, dia tetap bunyi tapi dia enggak muncul untuk videonya ya, jadi cuman jadi voice call aja karena memang enggak ada kamera kan di jamnya untuk kita video call. Terakhir buat baterainya, kabar baik di seri terbaru ini adalah Samsung pakai teknologi silicon battery, jadi dia bisa punya kapasitas yang lebih besar dibandingkan versi sebelumnya. Tapi tentu pertanyaan yang lebih penting, apakah berbanding lurus dengan daya tahannya? Ternyata belum. Belum signifikan ya, paling tidak kalau menurut saya. Jadi sepengalaman saya di seri sebelumnya Watch Ultra pertama, ini saya bisa bertahan kayak 3 sampai 4 hari lah. Nah, di versi baru ini bertahannya sama di 3 sampai 4 hari paling lama, itu pun dengan pemakaian yang standar-standar aja. Jadi kalau dari hitungannya saya nih dalam pemakaian enggak dipakai tracking olahraga ya untuk pemakaian kayak kita ya aktivitas aja tanpa olahraga yang gimana-gimana. 1% baterai itu 1 jam. Nah, waktunya ini bisa berkurang lagi tergantung dengan intensitas pemakaian misalnya kayak lagi pakai tracking olahraga, ada GPS segala macam itu akan lebih banyak lagi konsumsinya. So, misal tiap hari olahraga, tiap harinya itu ada tracking ya baterainya tidak sampai 4 hari. Kalau saya memang enggak lari, cuman paling ke gym aja, sedikit-sedikit berenang jadi tracking-nya tuh enggak kebanyak kepakai untuk GPS dan segala macamnya. Terus saya juga notice kalau saat dipakai tidur ini ini fun fact sebenarnya. Jam ini justru kerja lebih keras karena di saat tidur itulah fitur-fitur tracking yang macam-macam tadi jalan semua. Jadi, kalau misalnya ya kalian pakai Watch Ultra 2 menjelang tidur kayak 1 1 1/2 jam sebelumnya dan kalian sudah lihat baterainya itu di bawah 20% mending langsung di-charge dulu sebelum tidur. Soalnya kalau kita bablas kayak ngerasa ah 20% cukuplah buat dipakai tidur gitu aman sampai pagi. Mungkin bisa ya, tapi ada kalanya juga pengalaman saya pas saya bangun baterainya habis dan tracking-nya mati, tracking tidurnya putus di tengah jalan. Jadi ya sayang banget enggak dapat datanya gitu ya. Apalagi pas kita masih ngumpulin yang data 7 hari pertama itu untuk fitur vital itu sebel banget sebenarnya karena ya keputus baterainya. So, sedikit insight tambahan juga dari segi baterai ini dari tim saya waktu dia trail. Untuk perjalanan sekitar 5 jam moving time itu baterainya kepakai 50% jadi kalau hitungan kasarnya 1 jam itu 10% ya sebenarnya lumayan banyak ya daya tahannya. Untuk pemakaian yang cukup berat ya lumayan banyak kepakainya tapi kalau misalnya buat dipakai maraton sebenarnya masih cukup tapi kalau olahraganya sudah kayak lari ultra gitu kayaknya bakal kurang baterainya. Untuk nge-charge ini jam sebenarnya cukup cepat dengan charger bawaannya itu butuh sekitar 1 jam lebih sedikit saja sudah bisa full charge. Tapi kalau saya cobain untuk wireless charging pakai power bank yang sudah support Qi 2 sekalipun nah ini dia belum bisa. Jadi overall untuk 1 jam ultra terbarunya Samsung memang ada poin-poin yang bikin saya enjoy banget pakainya kayak saya suka banget tapi ada juga poin yang akhirnya sedikit di bawah ekspektasi. Yang menyenangkan tentu adalah soal desainnya ini lebih baik, lebih tipis, lebih enak dipakai, lebih keren dan dia enggak berasa gede gitu saja menurut saya. Build quality-nya jempolan, sertifikasinya super komplit untuk sebuah smartwatch, bukan sportwatch ya, smartwatch. Terus untuk strap-nya juga, aduh, senang banget enggak diutak-atik sama Samsung, thank you banget, jadi saya bisa pakai strap yang lama. Terus untuk performanya kencang, layarnya bagus dengan nits yang tinggi, fitur kesehatannya juga komplit, begitu juga untuk olahraganya. Nah, itu dia yang di bawah ekspektasi, cuman dari segi baterainya aja, karena dengan kapasitas yang ditingkatkan tentu kita expect baterainya bisa bertahan jauh lebih lama, tapi sayangnya untuk makai saya belum seperti itu ya. Dengan baterai yang lebih besar ternyata selisihnya tidak signifikan dibanding versi sebelumnya. Lebih awet dari Watch Ultra 1, iya, tapi ya enggak besar sampai yang beda 1-2 hari atau bahkan sampai beda seminggu gitu, enggak, belum sampai situ. Dan satu lagi yang mungkin bakal jadi pertimbangan bagi sebagian orang adalah jam Samsung ini seperti biasa hanya bisa pairing ke HP Samsung. Jadi kalau kalian mau cross ekosistem ke HP sebelah belum bisa saat ini. Jadi itu aja sih sebenarnya dan tetap menurut saya Watch Ultra 2 ini adalah rilisan baru yang solid dari Samsung untuk memperbarui seri Ultra mereka. Soal harga emang ada di atas 10 juta, mungkin kelihatan mahal, tapi sebenarnya masih bisa dibilang wajar untuk jam-jam flagship yang seringkali ya jam-jam sportwatch sekalipun gitu yang flagship emang harganya di atas 10 juta. Jadi menurut saya dibilang mahal banget enggak juga karena memang ada segmennya di situ. Lalu apakah ini jamnya bisa bikin orang yang pakai jam olahraga sportwatch serius untuk beralih? Mungkin bisa ya kalau emang mungkin dia pakai HP Samsung, tapi lebih kecil lah peluangnya. Soalnya biasanya buat yang mereka udah punya pilihan jam sendiri gitu sportwatch, mereka udah loyal banget, sulit pindah ekosistem, tracking-nya mungkin mereka udah percaya banget, kecuali ya memang pengin pindah ke satu ekosistem ke produknya Samsung, gitu sih. Kalau menurut kalian gimana? Untuk Galaxy Watch Ultra 2, apakah sudah ada yang beli, ada yang sudah pakai, ada yang punya Watch Ultra pertama, apakah kalian pengin upgrade ke versi baru? Coba komen saja di kolom deskripsi di bawah. Untuk sekarang case kita dulu buat sedikit share pengalaman saya dari Samsung Watch Ultra 2. Makasih banyak sudah nonton sampai habis. Saya Reza pamit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya. Dan seperti biasa, have a nice day.

Lihat di YouTube