Review Shokz OpenFit Pro | TWS Open Ear Terbaik dgn Noise Reduction dan Suara Premium! (YouTube Video)
TWS Open Ear ini punya noise reduction unik banget. Ini adalah Shocks Open Fit Pro ya. Shocks menggunakan slogan open ear audio reimagine untuk TWS open ear ini. Apa yang ditawarkan Open Fit Pro ini memang berpotensi jadi pengalaman baru ya di dunia open ear wireless stereo. Tapi tentunya bukan cuma Noise aja ya yang jadi andalan shocks ini di perangkat barunya mereka juga menawarkan superior sound dengan detail suara kelas atas. Ada dukan Dolby Atmos lengkap dengan fitur head tracking. Daya tahan baterai juga cukup panjang sampai 12 jam dalam sekali isi ulang penuh. Lalu ada juga IP rating IP5. Selain itu, TWS open ear ini juga tetap mengusung gaya khas shocks open ear premium yang nyaman digunakan yang mungkinkan kita lebih awas dengan apa yang terjadi di sekitar kita. Oke, langsung aja kita coba kemampuan Shocks Open Fit Pro ini ya. Shocks. Salah satu fokus dari brand audio yang satu ini adalah perangkat audio yang tidak intrusif, tidak masuk dalam kanal telinga. Jadi enggak heran ya kalau mereka punya banyak varian open ear wireless stereo atau TWS open ear atau ada yang bilang juga namanya OWS ya. Termasuk salah satunya adalah Open Fit Pro ini yang baru saja diluncurkan di Indonesia. Open Fit Pro ini hadir sebagai jawaban shocks atas kebutuhan pengguna perangkat mereka yang ingin suara yang lebih jernih di lingkungan yang berisik. Mantap juga ya. Dengan upaya seperti ini, tidak heran kalau Shocks ini berhasil menjadi top selling number one open ear headphone dari Frost and Sullivan. Ini adalah salah satu badan analis pasar ternama di dunia. Kali ini kita akan kenalan dengan shocks Open Fit Pro ini. Kita mulai dengan lihat isi paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada sepasang open earbud, lalu ada charging case, kabel USB C2C untuk isi ulang charging case, lalu ada support aksesoris untuk earbud, dan ada paket dokumen. Open Fit Pro ini menggunakan desain signature shocks yang umum digunakan untuk tewas open ear tipe ear hook mereka. Kurang lebih seperti ini ya tampilannya ya. Untuk bagian yang mungkin bersentuhan dengan telinga kita, Shocks menggunakan ultra soft silicon 2.0. Ini disebut membuat perangkat ini menawarkan tekstur lembut yang nyaman. Apalagi ini kan sebuah TWS open ear, tidak ada earp yang masuk dalam lubang telinga kita. Ini disebut juga mendukung kenyamanan penggunaan dalam jangka waktu yang panjang. Untuk opsi warna ada white dan ada black seperti yang saya pegang ini. Shocks menggunakan nickel titanium alloy untuk flexible hook earbud ini. Jadi hook ini lentur dan bisa menyesuaikan dengan bentuk telinga kita. Tapi hook ini dipastikan tetap kuat menahan agar open earbud tidak mudah lepas dari telinga. Di bagian dalam hook ada penanda earbud kiri atau kanan serta ada proximity sensor. Ini untuk mendeteksi apakah open earbud lagi terpasang ke telinga atau tidak. Lalu ada juga dua konektor untuk charging earbud lewat Pogo PIN di cas pangkal hook. Ada satu lubang mikrofon di luar hook yang menghadap ke depan. Sementara di posisi yang berlawanan ada satu tombol pengendalian. Nah, beralih ke body earbud-nya. Di sini ada area dengan unib aluminium alloy serta bagian dengan bantalan silikon di bagian bawahnya. Nah, di bantalan silikon ini ada satu lagi lubang mikrofon. Secara keseluruhan ada tiga mikrofon di setiap earbud. Jadi total ada enam mikrofon di TWS open ear yang satu ini. Lalu di mana satu mikrofon lagi? Ternyata ada di sisi yang menghadap ke dalam mengarah ke telinga kita. Ini adalah feedback microfon untuk mendeteksi in ear noise. Mikrofon ini ditempatkan di noise reduction ring yang di sana disebut sudah dioptimalkan untuk menangkap noise dari dalam kanal telinga kita. Untuk area tempat keluarnya suara tentunya juga ada di sisi yang menghadap ke dalam ini ya. Nah, di sini Shocks menggunakan dual 11* 20 mm driver. Nah, synchronized dual diafram desain ini disebut memungkinkan earbud yang satu ini menawarkan trael yang jernih dan bass yang memadai. Nah, untuk bass, penggunaan premium silicon diafragm juga membuat bass disebut makin terasa ditambah dengan open base 2.0. Ini disebut menawarkan bass yang lebih dalam, ya. Lalu Shocks juga menawarkan desain direct pitch 3.0. Ini disebut membuat kebocoran suara bisa ditekan. Membuat apa yang kita dengar lewat TWS Open Ear ini sulit didengar oleh orang-orang di sekitar kita. Untuk ratingan earbird ada rating IP5. Jadi, ini aman dipakai saat kehujanan atau keringetan saat olahraga. Sekarang kita lihat charging case-nya. Warnanya kurang lebih sama dengan warna earbud-nya. Case ini memang bukan yang terbilang ringkas, tapi ini masih terbilang wajar untuk open earbud tipe earh hook seperti ini. Dimensi-nya sekitar 7,9 * 6,5 * 2,5 cm. Nah, saat dibuka kita bisa lihat ada tempat untuk memasang kedua earbud. Ada juga satu tombol di area depan sisi dalam. Untuk lampu indikator ini ditempatkan di sisi depan. Sementara port USBC ada di sisi belakang. Ada juga dukan wireless charging. Jadi kalau case diletakkan di charging pad langsung bisa diisi ulang. Nah, untuk dhan baterainya disebutkan bahwa bisa bertahan sekitar 12 jam tanpa ANC dan sekitar 6 jam kalau kita pakai ANC ya atau noise cancelling atau noise reduction tadi ya. Kalau dengan case, total waktu pakainya disebut bisa mencapai 50 jam. Jadi case ini harusnya bisa digunakan mengisi ulang kedua earbud sekitar tiga kali. Nah, untuk bobotnya masing-masing earbud ini bobotnya sekitar 12,4 gr. Ini agak berat memang ya. Sementara untuk case bobotnya ada di kisaran 75 gr. Jadi total bobot TWS open ear ini kalau dibawa semuanya ada di 100 gr. Sementara tundukan Bluetooth-nya ini sudah mendukung Bluetooth 6.1 6.1 ya udah modern banget. Nah, seperti headset Bluetooth pada umumnya kita harus pairing dulu TWS open ear ini sebelum bisa kita gunakan. Untuk pairing pertama cukup buka case dan perangkat ini akan masuk ke mode pairing. Sementara untuk pairing berikutnya tempatkan kedua earbud di dalam case dan tekan tombol yang satu ini. Nah, sampai lampunya nyala-nyala gitu ya. Nah, TWS open ear ini akan mendukung SBC dan AAC ya. E, untuk memasang kedua earbad ke telinga, cukup kaitkan saja hook ke daun telinga seperti ini. Hook yang fleksibel seperti ini tentunya membantu saat proses pemasangan ya. Nah, untuk pengendalian lewat tombol secara standar shocks sudah mengatur fungsinya sebagai berikut. Tekan tombol satu kali untuk play dan pause. Tekan tombolnya dua kali untuk next track. Tekan tombol tiga kali untuk previous track. Nah, kalau meningkatkan suara atau menukkan volume suara itu juga bisa dilakukan dengan tombol ini. Tekan tombol di irbat kanan sekali lalu tekan lagi dan tahan untuk meningkatkan volume. Nah, untuk menurunkan volume tekan tombol dibat kiri sekali lalu tekan dan tahan. Ya, jadi sama saja cuma bedanya kalau mau naikin pakai yang kanan, kalau mau nurunin pakai yang kiri. Lalu untuk noise control, kita bisa juga tekan dan tahan tombol pengendalian untuk beralih antara open mode dan noise reduction mode. Nah, kalau untuk panggilan suara ada juga fungsi tekan tombol satu kali untuk menerima panggilan atau menutup panggilan. Tekan tombol dua kali untuk menolak panggilan suara. Nah, kalau dibutuhkan memang semua fungsi tadi itu bisa dikonfigurasikan ulang sendiri lewat aplikasi Shocks. Ada opsi customize controls dan ini bisa untuk semua fungsi tadi. Bahkan salah satu gesture tekan juga bisa diubah fungsinya jadi untuk memanggil voice assistant. Lalu ada apa aja selain customize controls ini di aplikasi Shocks? Nah, tentunya ada tampilan informasi baterai yang tersisa di kedua earbud serta di case-nya. Indikator baterai ini hanya per 10% ya, bukan yang benar-benar per 1% ya. Lalu ada switch noise control dengan opsi open mode dan noise reduction mode. Menarik ya, ada noise reduction mode di sebuah TWS open ear dan ada juga opsi untuk mengatur seberapa kuat noise reduction-nya dilakukan. Saat kami coba sekilas perbedaan antara open mode dan noise reduction mode memang cukup terasa di sini. Nanti kita bahas lebih lanjut dalam pengujiannya. Kita lanjut lagi. Ada opsi untuk mengaktifkan Dolby Atmos lengkap dengan switch untuk head tracking. Ini tentunya terkait dengan kemampuan virtual surround yang ditawarkan oleh TWS Open Ear ini. Suara jadi seakan-akan bisa melingkupi kita dan sepertinya datang dari arah yang seharusnya sesuai dengan konten yang sedang kita putar. Lalu ada juga basic sound effect setting. Ini adalah fitur equalizer. Shocks menjadikan lima preset yaitu standar, vokal, bass boost, trable boost, dan ada private. Kalau dibutuhkan ada juga opsi untuk menyimpan EQ yang kita buat sendiri dengan slider pengaturan 10 band. Ini lengkap juga ya. Menariknya kita juga bisa menyimpan sampai 2 preset custom EQ ini. Lalu ada multi point pairing. Ini membuatnya bisa terhubung ke dua perangkat sekaligus dan bisa langsung mengalihkan koneksi ke perangkat yang sedang memutar suara. Kalau sehari-hari kita memang terbiasa pakai dua perangkat, fitur seperti ini harusnya sangat membantu ya kita. Jadi tidak perlu harus pairing ulang mulu. Lalu ada smartware detection. Kalau aktif saat salah satu earbud kita lepas dari telinga, konten yang tengah kita putar akan otomatis dipause. Lalu saat earbud dipasang, konten akan otomatis lanjut lagi. Ada juga audio connection preferences. Ini untuk memilih apakah kita mau koneksi yang standar, low latency tapi jarak jangkauan berkurang, atau high stability tapi latenya sedikit meningkat. Nah, saat dicoba memang low latency-nya efektif sekali. Lalu ada juga panduan untuk support aksesoris. Ingat kan di paket penjalan tadi ada support aksesoris ini ya. Ternyata ini bisa dipasang ke hook seperti ini dan digunakan untuk menyangga earb saat dipasang ke telinga kita. Saat kami coba ini terasa membuat jarak speaker ke lubang telinga jadi sedikit lebih jauh. Ya, kemungkinan ini memang disiapkan kalau kita butuh beraktivitas di tempat yang membutuhkan openness yang lebih baik lagi. Lalu ada apa lagi? Ada Find My earbuds, Upgrade firmware, dan reset to factory settings. Saat buka menu lewat icon gear di kanan atas, ada juga tambahan menu untuk FAQ, user guide, dan beberapa lagi yang lain. Kurang lebih seperti itu ya opsi pengaturan dan fitur yang tersedia di aplikasi Shocks untuk Open Fit Pro ini. Tentunya aplikasi ini tersedia untuk pengguna Android dan pengguna iOS ya. Oke, sekarang mari kita coba kualitas suara dari TWS Open E ini. Nah, untuk sebuah tes open ear suara yang disan oleh Open Fit Pro ini terasa sangat-sangat berkelas. Kita coba pakai preset standar aja. Secara umum Sabilang udah punya balance yang bagus ya antara bass midt dan trouble-nya. Untuk beberapa konten bass mungkin bisa sedikit lebih terasa dan masih kesan yang sedikit dark ya. Tapi ini enggak sampai yang selalu terasa dark juga kok sebetulnya. Nah, bass sendiri terbilang memadai banget. Bukan yang sampai luar biasa mendum ya, tapi sudah cukup bulat dan rapi. Untuk mid ini juga sudah rapi dan detail juga sudah mantap. Trbleel juga sudah memadai rapi dan ya ggak ada sibilans-sbilance gitu enggak ada rapi lah di sini ya. Terkait separasi ini memang belum yang luar biasa banget ya tapi ini sudah mencukupi dan tidak membuat suara jadi terlalu terasa tumpang tindih secara keseluruhan untuk sebuah TS open ear suara yang ditawarkan oleh Open Fit Pro ini terbilang mantap berkelas atau bisa dibilang yang paling bagus. Nah, terit respon suara ke pengubahan setting equalizer. Terbilang ini cukup baik juga ya. kami bisa dengan mudah merasakan efek saat mengubah setting slider-sider yang ada di equalizer. Hal yang kami jumpai saat mencoba sedikit meningkatkan travel, di beberapa konten kami merasa travelnya jadi agak tajam. Secara umum EQ-nya ini udah mantap. Nah, kalau buat yang suka bass gede ya saya rasa sih memang naikin bassnya deh ya sedikit naikin bassnya. Namanya juga open ear ya bass selalu jadi masalah. Tapi di sini naikin bas sedikit lagi rasanya udah hampir kayak pakai TWS biasa loh. Nah, bagaimana dengan kemampuan seroundnya? Kita coba aktifkan dulu Dolby Atmos ya. Pastikan saja handphone-nya juga punya fitur Dolby Atmos. Saat kami coba ini memang bisa menghasilkan serangan yang sudah cukup terasa melingkupi kita. Sudah terbilang memadai banget untuk sebuah tewes open ear. Udah mantaplah di sini ya. Oke, sekarang kita bahas volume suara dan noise reduction-nya. Nah, untuk volume suara kisaran 40 sampai 50% ini udah kencang banget ya. Kalau mau lebih lantang lagi kita bisa pakai volume sekitar 60%. Nah, tapi di volume setinggi ini sudah terasa seperti pakai TWS yang menutup rasanya ya karena udah kencang banget. Terlebih lagi kalau kita aktifkan juga noise reduction-nya. Sementara itu kalau udah 70 ke atas sih ya benar-benar udah kayak pakai headphone nih rasanya ya. Nah, lalu bagaimana dengan noise reduction-nya? Tapi mesti diingat dulu ya pertama-tama ya ini noise reduction ini bukan noise cancelling ya. Dijanjikan sama shock ini adalah noise reduction mengurangi ya. Jadi ini memang hanya menekan dan mengurangi tingkat kebisingan dari suara yang mengganggu di sekitar kita. Kami rasa ini sudah cukup efektif ya, tapi memang bukan untuk semua jenis noise. Kita coba tanpa mutar konten apapun dulu. Saat kami coba dalam kondisi lagi hujan di luar ya, suara hujan itu bisa diredam sampai hanya terdengar samar-samar aja. Suara orang-orang yang berbicara di sekitar kita juga masih bisa diredam dengan cukup baik. beberapa noise lain seperti suara kipas laptop yang lagi diuji di lab kami belum bisa diram sebaik suara-suara berisik yang lain. Tapi yang menariknya kalau kita lagi ada di mall yang berisik ya, kita aktifkan yang satu ini, kebisingannya itu langsung terasa sekali turun ya. Jadi misalnya kalian mau e ngetik di mall rameai gitu ya mungkin ya mau enggak berisik terganggu gitu gampang hidupin aja noch-nya udah nyaman banget. Nah kalau kita padukan dengan memutar konten ya memutar musik gitu mungkin ya. Nah, suara berisik-disit kita itu benar-benar hampir enggak terdengar. Jadinya hampir tidak mengganggu sama sekali. Secara umum ini adalah noise reduction yang seharusnya sudah sesuai sekali dengan apa yang dijanjikan oleh Shocks. Jadi, ya sangat efektif padahal terbuka nih. Oke, sekarang bagaimana kalau kita pakai open mode? Nah, di sini memang kita jadi lebih mudah mendengarkan suara yang ada di sekitar kita ya. Tapi saat kita mengetikkan open mode dan tidak tengah memutar konten apapun, ada sedikit suara mendesis yang bisa kami dengar dari TWS open ear ini. Kalau untuk ngobrol open mode dengan volume sekitar 50% pun masih mungkinkan kita mendengar suara lawan bicara dengan ya lumayan ok lah di sini ya walaupun udah kencang suaranya. Kalau mau suara dari sekitar kita masih mudah didengarkan, kita bisa pakai open mode ini dengan volume suara di kisaran 20 sampai 30%. Suara dari Ibad tuh masih terasa cukup bisa dengar dengan baik juga dan ya bahkan bassnya masih bisa terasa juga loh. Nah, untuk volume di atas 70% ada sedikit penurunan kualitas suara tapi tidak turun jauh ya, hanya ada sedikit penuran saja di tingkat kerapihan suaranya tidak sampai yang terlalu mengganggu. Lagi pula volume di at 70% itu sudah ee terasa terlalu lantang sebetulnya untuk penggunaan normal. Oke, pasti ada yang nanya apakah suara dari TWS open ear ini bocor keluar sampai terdengar orang di sekitar kita? Ternyata tipis banget. kami coba di volume sekitar 50% hanya sayup-sayup tipis saja suara yang bocor dan ini masih terbilang wajar. Nah, tapi kalau kalian rasanya benar-benar tidak mau e terdengar suara-suara yang di telinga kita itu ya enggak mau kedengaran sama sekali keluar, ada pilihannya dalam EQ tadi ada pilihan untuk private ya. Ini memang membuat kualitas suaranya jadi agak beda lah ya. Ee enggak segitu hebatnya seperti yang lain. Tapi paling enggak orang sekitar kita tuh lebih sulit mendengarkan apa yang sedang kita putar. Sekarang mari kita coba mikrofonnya. Nah, kurang lebih seperti ini ya hasilnya ya. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas microfon dari OWS Shocks Open Fit Pro yang satu ini. Untuk skenario pertama, kita akan coba dengan simulasi berisik jalan raya. Nah, gimana? Apakah suara saya terjalan dengan jelas dan apakah suara dari background bisa terdam dengan baik? Selanjutnya kita akan coba dengan musik yang keras. Sekarang gimana? Apakah suara saya terdengar jelas? Apakah suara musik bisa teredam dengan baik? Selanjutnya kita akan coba dengan musik yang keras dengan vokal juga. [musik] Sekarang gimana? Apakah suara saya terdak bisa terdemung dengan baik? Secara umum mikrofon ini bisa menangkap suara kita dengan baik bahkan di tempat ramai sekalipun. Tapi untuk background sound, nah ini memang belum yang sampai bisa hilang total gitu ya background sound atau noise-noise-nya. Setidaknya itu tidak mengganggu suara kami ya. Ya, jadi secara umum Shocks Open Fit Pro ini memang sudah bisa dikatakan berkelas untuk TWS Open E. Dia memang sukses menawarkan pengalaman yang sangat-sangat berbeda ya. Oke, untuk daya tahan baterainya kita coba muar musik nonstop dengan kect AAC di setting volume 50%. Hasilnya tanpa noise reduction TWS open ini bisa bertahan lebih dari 12 jam. Ini hasil yang lebih baik dari saat kita mencoba Open Fit 2 Plus yang sebelumnya. Ini memang udah sesuai dengan klaimnya dari Shocks. Sementara dengan noise reduction, baterai habis setelah sekitar 6 jam. Ini cukup jauh bedanya dengan tanpa noise reduction ya. Tapi lagi-lagi ini terbilang mencukupi juga. Dan lagi-lagi ini masih sangat sesuai dengan janji dari shocks. Nah, untuk charging-nya ini terbilang kencang ya di awal ya. Baterai kedua earbuds ini bisa terisi sampai 50% di bawah 10 menit. Tapi memang untuk mencapai 100% butuh waktu sekitar 30 menit kalau mau dari kosong sampai penuh. Tapi udah cukup mantap ya. Yang paling penting kan tuh yang awal-awalnya itu 50% kan tahannya lumayan lama juga tuh. Nah, kalau kita cas dengan casing-nya ya, case ini akan berkurang sekitar 30% untuk sekali isi ulang kedua earbud dari kosong sampai penuh. Jadi, ini memang bisa untuk isi ulang sampai sekitar tiga kali ya. Total waktu pakai memang cukup sesuai dengan klaim 50 jam dari Shocks. Oke, untuk harganya Shocks Openfit Pro yang kelas premium ini harusnya ya dipasarkan dengan harga kisaran Rp4.499.000. Jadi terlihat banget ya, ini posisinya memang ada di atas Open Fit2 Plus yang sempat kami review beberapa bulan lalu. Wajar pengalaman yang tawarkan TS Open Ear ini memang berada di atas open Fit2 Plus bahkan bisa jadi jauh di atas. TWS open ear ini dilindungi oleh garansi resmi dari Shock selama 2 tahun. Kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama dia hanya support kodex SBC dan AAC. Sebenarnya kalian berharap ya bahwa perangkat audio wireless di kelas harga segini tuh sudah menawarkan codex high definition. Apalagi kan kualitas suaranya udah bagus banget nih ya. Kemudian buat yang sensitif masih akan bisa mendengarkan suara noise tipis yang cukup konsisten muncul saat kita menggunakan open mode. Kemudian bobot earbud dan case terbilang agak berat ya untuk sebuah TWS open ear. Lalu terlepas dari kami suka adanya tombol fisik di sini tapi gesture untuk volume up dan volume down ini mesti latihan banget ya untuk mencetnya ya. Nah, dari sebenarnya seperti produk SOS pada umumnya, fitting ke telinga itu nyaman banget. Mau diajak beraktivitas termasuk untuk olahraga di luar sekalipun ini nyaman dan enggak mudah lepas, enggak berasa loose sama sekali. Kemudian ada noise reduction. Ini bukan hal yang umum ya di TWS open ear. Menariknya noise reduction ini efeknya terbilang cukup mantap sebetulnya ya. Lalu suara se juga terbilang bagus, rapi, bass juga terasa mantap. Secara umum ini memadai untuk berbagai aktivitas. Mulai dari sekedar teleponan, dengarin musik, sampai nonton film pun udah oke ya. Ya, buat nonton film juga pas karena ada mode low laten bukannya benar-benar sampai enggak ada delay sama sekali, tapi delay-nya udah minim. Bahkan menurut kami banyak di antara kita yang tidak akan merasakan delaynya. Untuk daya tahan baterai juga terbilang mantap. Yang satu ini saat kami coba ini memang sesuai dengan janjinya Shocks. Kemudian isi ulang baterai tergolong cepat untuk 10 menit pertamanya. Aplikasi pendukungnya juga udah mantap. punya IP rating lagi. Ratingnya di IP55. Jadi lumayan aman karena keringat, kehujanan, gak ada masalah. Tapi ingat ya, ini untuk earbud-nya bukan untuk casingnya. Kemudian dia juga sudah mendukung multipoint pairing, ada smartware detection dan ada Dolby Atmos juga. Serta garansinya ini 2 tahun. Jadi TWS open ear ini cocoknya buat siapa ya? Untuk yang satu ini kami cukup setuju dengan shocks. Ini akan cocok untuk orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan tapi tetap ingin adanya perdaman kebisingan di dalam kondisi tertentu. Umumnya kebutuhan seperti ini dipenuhi dengan pakai dua lat terar pisah. misalnya satu TWS open ear, satu lagi TWS yang biasa. Nah, dengan Shocks Open Fit Pro ini cukup menggunakan satu perangkat saja untuk mengakomodasi kedua kebutuhan tersebut. Terlebih lagi kualitas suara yang tawarkan di sini juga memang berkelas ya. Jadi ini benar-benar bisa jadi teman aktivitas sehari-hari yang mumpuni banget. Apa yang ditawarkan oleh TWS Open Eir ini secara ekeluran membuatnya bisa dikatakan open ear wireless stereo paling unik dengan set fitur terlengkap yang tentunya sangat menarik untuk dilirik saat ini. [musik]
