REVIEW SINGKAT WULING DARION, ADA 2 VARIAN YANG BERBEDA! | SALAH SATUNYA BISA TEMPUH 1.000 KM! (YouTube Video)
Hari ini gua lagi berada di event launching wooling Darion. Nah, tadi udah dipill harganya tuh berapa. Tapi gua enggak mau spill dulu nih karena gua spill di akhir video. Sekarang gua mau kasih lihat kalian walk around tour-nya dari Woling Darion. Woling Darion ada dua. Yang pertama itu varian EV electric vehicle sama ada varian yang PHV. Yuk, gua mau kasih lihat kalian walk around tour-nya. ada apa aja fiturnya? Tapi kayaknya mungkin kita harus perhatian sekitar juga ya. Ya, mulai dari yang hitam dulu kali ya. Yuk. Oke. Ini yang di sini itu Darion EV yang warna hitam. Tampang depannya sangar banget ya. Terus lampu depannya dia sudah ada dua buah bilah DRL. Lampu utamanya sudah LED projector sama lampu se juga udah LED. Plus di bumpernya di bagian bawah ini ada ada air scop nih. Tuh ini beneran bolong nih. Jadi dia bisa meningkatkan aerodinamis, meningkatkan down force mobilnya supaya mobilnya terasa lebih napak. Ini warna hitam yang sterry black, sangar banget. Tapi kayaknya lagi dipakai untuk syuting. Jadi kita coba ke sini dulu kali ya. Nah, kita Oh, ada Omobi di dalam. Eh, mana nih yang aman? Kayaknya sebelah sana dulu kali ya. PHV. PHV yang ini dia plugin plugin hybrid EV diklaim bisa mencapai jarak 1000 km dalam sekali pengecasan ya karena dia digabung sama mesin bensin atau mesin gasolin. Oke guys, kita review yang full EV ya. Dia ini dinamakan warnanya ada yang haze gray sama yang frosty white. Untuk entry-nya udah dilengkapi sama smart keyless entry di sini ya pakai tombol. Kita buka door trim-nya gabungan warna hitam dan ada walnut brown-nya di sini. Semua bahannya kulit. Ini armr juga kulit. Door pocketnya lumayan besar. Muat sekitar buah. Aqua 600 mili kayaknya muat deh. Di sini tombol sudah full elektrik, power window, auto up and down. Semua sisi dapat. Pengaturan spion sudah ada electric retrack juga. Lalu di sini bagian supir joknya empuk banget sumpah. Plushy gitu, Guys. Terus pengaturannya elektrik, maju mundur, naik turun, reclining, full elektrik. Setir flat bottom dilapis sama kulit. Nah, ini feel-nya enak banget loh, Guys. Karena dia bulky gitu ya. Pengaturannya juga di sini ada pengaturan buat kamera nih. Ada tombol kamera, ada audio steering switch. Sini ada tuas transmisi. Di sini ada pengaturan wiper dan lampu chain. Wiper dan lampu utamanya juga sudah otomatis ya. Posisi duduk tadi gua udah coba test drive dia posisi duduknya yang comanding. Visibilitasnya juga luas banget. Kaca depan lebar. Kaca pilar A gede, terus dia spionnya tuh model tangkai floating nih. Jadi dia meminimalisir blind spot, Guys. Di sini nih. Untuk AC dia modelnya sama seperti lampu depan, diamond shape gitu. Pengaturan kiri kanan atas bawah. Sebelah sini enggak ada apa-apa ya. Ini ada untuk cut off. Cut off motor listriknya. Bahan dashboard ini plastik, tapi yang ini sudah plastik dilapis dengan kulit. Warnanya walnut brown. Speedometernya kecil seperti tablet pipih gini tapi udah digital dan full color tuh. Lanjut kita bahas bagian belakang dulu ya. Di sinilah mobil ini sangat-sangat disukai ya. Bagian keduanya electric sliding door. Nih di sini ada tuas buat pegangan ya, handle. Wuh, light room-nya gede banget. Gua memang orangnya kurang tinggi ya, tapi kayaknya untuk orang yang setinggi 190 cent juga masih aman ini. Dan yang menarik ya, elektrik retrack. Eh, electric ini juga loh, electric seat juga. Captain seat-nya maju mundur, reclining, terus ada armr juga di kiri dan kanan. Uh, wah gila. Nyaman sih. Serius serius. Joknya tuh empuk, flashy, terus dia apa ya? Bahannya itu kayak napa leather sama di sininya nih ventilated-nya, pori-porinya itu gede tuh. Jadi berasa di punggung tuh adem gitu. Sama dia modelnya juga seperti dipeluk semi bucket. Wow, asli sih ini mobil sih ngiler banget. Ngiler. Untuk perlampuan juga sudah full LED nih. Lampu-lampu kabin sudah full LED, warna-warna putih semua. Jadi enggak terlihat atau dengan enggak ada lagi nuansa jadul ya. Nuansanya udah modern. Next. Di sini ada wireless charger sama ada tempat buat naruh handphone. Dan di sini bagusnya itu sudah dilapisin sama suight Alcantara gitu, Guys. Fels-nya premium banget. Ini ada dua buah cup holder. Ini ada door pocket. Oh, iya. Coba di kita coba wireless chargernya ya. Oh, mungkin ini karena contactnya enggak on jadinya enggak bisa nih, Jo. Enggak apa-apa. Heeh, enggak apa-apa. Iya. Ini lanjut dari sana. Nah, di sini ada konsol box yang besar banget tuh. Lumayan dalam ya. Fungsinya apa? Hah? Colokan itu fungsinya colokan mana ini? Iya. Ini sepertinya dongle buat Apple CarPlay dan Android Auto. Armr-nya tebal jadi empuk. Di sini juga ada cup holder dua buah. Jadi, mobil ini memang family oriented banget. Practicality-nya top notch. Lihatin gua di belakang bisa nongkrong begini, cuy. [tertawa] Ya, mungkin karena gua posternya kecil ya. Tapi kayaknya orang gede pasti juga nyaman sih. Di belakang ada pengaturan f speed AC di sini ya. Terus ini ada pocket sedikit. Terus di sini ada seatback pocket dan kiri sama kanan beda ya ini. Oh, sama-sama. Tadi kayaknya di sini ada. Oh. Beda, beda. Sor, sor. Beda mobil yang gua lihat di atas ada sunroof, kisi-kisi AC di sini. Terus sampai ke baris ketiga. Sekarang kita coba cek, kita masuk ke baris ketiganya, ya. Oke, ini kayaknya harusnya ada cara cepat buat masuk ke baris ketiga ya, cuman belum diajarin. Sekarang kita coba ces tes ke baris ketiga. Masih nyaman, Bos. Baris ketiga udah enggak ada lagi istilah anak tiri. Ini ambience-nya di baris ketiga itu temaram. Feel-nya tuh kayak di hotel-hotel gitu loh ambiencenya. Karena lampunya LED-nya tuh enggak yang terang nyorot, tapi enggak yang kurang terang juga pas gitu ambient-nya. Joknya juga enggak kalah empuk. Nih, tunjukin deh. Tuh, joknya gak kalah empuk sama baris kedua ya. Terus pervorated juga bahannya napa leader. Jadi enak. Dan apa lagi yang bisa dibahas ya? Oh, ini nih. Nih sini deh. Ada door pocket di baris ketiga sini buat naruh handphone. Ini juga ada amres tapi ini plastik ya. Kaca baris ketiga lumayan besar. Dan inilah leg room-nya masih ada sejengkal. Terus ini looks ke kabin depannya. Kita lihat bagasinya ya. Ini mobil udah modern, udah pasti electric tailgat. Mantap betul. Bagasi pipih tapi dalam ke dalam tuh. Dalam sampai segini, Guys. Setengah tangan gua lah ya. Eh, seperempat nih, kurang lebih. Nah, kalau butuh bagasi tambahan kalian bisa lipat aja kursinya yang ini dan bisa dilipat lagi kalau masih kurang ya. Tapi nanti mungkin ini kan mobil display enggak enak. Nanti kalau dapat unit review-nya kita bakalan review lebih mendalam lagi ya. Kurang lebih kalian bisa lihat lah. Nutupnya juga tinggal pencet electric tailgate, lampu plat nomor sudah LED juga putih. Udah ada kamera mundur. Terus lampu belakangnya full LED juga dengan dua buah bilah LED bar ini yang tebal. Guling bilangnya ini X eh sorry diamond shape. Lampu-lampu lainnya juga udah LED ya. Se lampu mundur lampu malam. Ada rear deve ada rear wiper, third brake stop lamp. di spoilernya difinish pakai piano black ni di bawahnya ya. Cakep sih. Sisi penumpang kiri depan door trim-nya sama kombinasi dua warna hitam dengan walnut brown. Bahannya full kulit. Baahnya ini plastik tapi berasa plastiknya lebih tebal ya. Door pocketnya juga gede. Ini ada electric power window. Nah, jok supir depan eh jok penumpang kiri depan dia tidak elektrik ya, Guys. Manual reclining, sliding pun sama tapi ya untuk mengusung practicality gitu kan. Ini ada bahan soft touch. Sebenarnya bukan soft touch sih, dia seperti plastik yang dilapis sama kulit. Enggak full soft touch. Glove boxnya kita lihat sebesar apa. Lumayan luas bukaannya. Tapi actually volume yang bisa ditampung kayaknya agak kecil ya, karena dia mipih menyempit gitu ke dalam golf boxnya tapi sudah soft opening. Mm area tengah kisi-kisi AC-nya di sini dia masih mengusung X shape juga nih, diamond shape. Dan yang menariknya, Guys, nih gua kasih lihat ya, gua lupa tadi nih, pengaturan AC-nya dia pakai tombol enggak pakai touch screen. Ini lumayan ini ya, lumayan membantu nih. F speed, nyalain kompresor, hazard, rear defoger atau front devoger. Ini buat ngatur climate-nya nih, ngatur suhu. Yang EV kurang lebih udah kita lihat. Sekarang kita lihat bedanya yang PHV ya. Apakah ada perbedaan? Kalau tadi sih gua tes terus enggak ada perbedaan sama sekali. Kita lihat dari belakang dia tetap sama ya. Joknya kulit, perforated, bahannya kulit. Kemudian warnanya walnut brown. Captain seat juga konfigurasinya sama elektrik. Pengaturan sama semua fitur-fitur semua sama. Sekarang kita lihat dari sopirnya. Oh, sama persis, Guys. Confirm sama persis. EV ataupun PHV sama. Jadi enggak perlu kita review lagi lah, ya. Paling nanti kita lihat dari mesinnya. Cuman ini banyak yang mau foto. Gua enggak enak ya kalau bahas mesin. Eh, ya udah. Oh iya, ini yang belum dibahas kaki-kaki ya. Kaki-kaki dulu. Kita lihat ini mau PHV atau EV sama ya. Dia dapat veleg ring 17. Bannya profilnya 215/55. Warnanya two tone, warnanya dua ya, dari hitam sama silver. Dan menariknya di sini dia dikasih cover mur jadi terlihat clean bannya. Lupa, Guys. E, kita coba lihat charging port-nya, ya. Ini dari si yang EV dulu yang gua baca sih tadi udah CCS2, udah AC/DC juga tuh. Oke, sekarang coba kita lihat yang PH seperti apa charging port-nya. Kayaknya sih sama aja. Bedanya dia ada mesin aja gitu, Guys. Nah, oke. Oh, ini untuk yang isi bensinnya. Ini port untuk isi bensin. Berarti bukanya dari depan tadi. Sekarang coba yang untuk pengecasannya. Kayaknya sih sebelah sana ya. Wah, ada orang lagi. I port pengecasannya di sini nih. Tapi ini ada orang jadi nanti aja kali ya. Kita lihat ruang mesinnya yuk. Si PHV. Oh ya, untuk dari depan bedanya yang PHV dia ada grill. Kalau yang EV enggak ada ya. Karena dia butuh Nah, itu yang EV. Kalau yang PV karena dia tetap butuh pendinginan ke ruang mesin makanya grillnya dibuat bolong-bolong. Tapi hasil akhirnya tampang depan itu jadi terlihat lebih sangar yang PHV. Kalau untuk mesinnya layout-nya seperti ini. Nanti detailnya kita taruh di layar aja ya. Mulai dari mungkin tenaganya, motor listriknya, dan lain-lain. Sekarang kita lihat ruang depan C EV. Apakah ada bagasinya? W lowong banget, Guys. Ini yang EV ya. lihat dong. Nah, ini mungkin ke depannya kalau ada yang jual rasa-rasanya bisa di apa? Ditumpukin pakai kompartmen gitu loh, Guys. Jadi depannya bisa dipakai buat bagasi ya, taruh barang. Karena di sini ruangnya gede banget, cuy lowongnya tuh. Iya kan. Ini harusnya sih nanti ada yang jual aftermket partch-nya buat tutupan gitu ya. Terus di sini ada buat taruh barang. Ternyata bisa test drive, Guys. Kita bisa langsung test drive. Gak perlu ngantri ya. Ya udah kita cobain aja. Test drive-nya antri. Tapi gua mau kasih lihat kalian nih. Ini media yang naik full load tuh tujuh orang. Yuk kasih lihat tuh. Kelihatan enggak, Guys? Diisi full muatan tujuh orang. Yang depan dua, belakang juga orangnya besar dan menurut gua duduknya lumayan oke sih. Alright, gua penasaran nih, Guys. Ini kali pertama gua nyetir PH EV ya. Biasanya kalau EV udah tiap hari kita setel dulu dia pengaturan setir til telescopik. Untuk pengaturan jok juga sudah elektrik yang tadi gua bilang. Jadi pengaturannya cukup akurat ya. Let's go. Tuas transmisi sebelah kiri. Tuas se. Nah, di sini baru terasa sedikit bedanya nih, Guys. Oh ya, ini ada sunroof. Kita buka supaya lebih terang. Yang PHV ini terasa getaran mesinnya. Walaupun sedikit sih, enggak sampai yang getar gitu banget enggak. Tapi ada sedikit vibrasi dari area depan. Sedangkan kalau yang full EV tadi udah gua test drive, dia 100% halus. Coba ya. Tuh. Enggak tahu ini karena mesin bensinnya lagi ngisi baterai atau lagi nyala. Kalau nanti mesinnya mati jadilah halus gimana enggak tahu juga sih. Tapi ini yang gua rasain yah. Ini rasanya di tengah-tengah halusnya EV ada vibrasinya mesin bensinnya ada. Cukup aneh sih karena ini kali pertama gua bawa PV ya. Tapi overall mobil ini emang family dan comfort oriented banget. Kekedapan kabinnya, kabin insulationnya itu bagus. Pada saat tadi pintu gua tutup langsung dep di kabin tuh langsung lebih sunyi. Visibilitas kaca depan lebar, blind spot minim. spion kiri kanan dia model floating, jadi blind spotnya lebih minim lagi. Udah level 2 adas ya, jadi bisa baca sepepeda. Dan tadi dia setirnya koreksi sendiri. Kalau gua keluar jalan tanpa pakai ini tanpa pakai se dia ngelawan gitu. Oke, ini belok kiri ya, Pak ya. Oke, so far sih ini kalau dipakai sama cewek buat jemput anak gitu ya, enggak bakal kesulitan sih karena posisi duduknya comanding, ada sunroof jadi kabin tuh berasa terang banget lah. Mata tuh kayak high definition gitu loh bawa mobilnya. Respon setir middle jadi enggak terlalu enteng yang artificial tapi enggak berat banget. Ada feel-nya gitu ya, ada bobotnya. Terus setirnya dia ini udah dibalut kulit flat bottom. Kita ke kiri. Bantingan lembut. Road noise tereddam dengan cukup baik. AC dingin. Entertainment system udah pasti modern banget ya. Dia juga ada smartphone interconnection. Jadi udah ada Android Auto sama Apple CarPlay. Cuman yang belum gua bisa terima ini bukan terima dalam artian negatif ya, gua belum terbiasa sama PHV nih. Di otak gua nih EV tapi kok ada vibrasinya dari depan gitu. Jadi aneh aja. Tapi so far sih nyaman. 100% nyaman ini mobil. Boleh sekali lagi enggak, Pak? Putar sekali lagi. Boleh ya? Kita masuk aja dulu. Enggak apa-apa. Enggak apa-apa karena masuk tetap harus masuk nanti. Enggak apa-apa kita jalan lagi aja. Oke. Tadi saya tinggal bilang satu kali putaran lagi. Oke. Nah, ini kalau ngelewatin jalan sempit ini memang dibikin sempit kali ya supaya bisa ngelatih. Yes. Tuh enggak enggak kesulitan, Guys, ngelewatin jalan sempit kayak gitu. Padahal mobilnya gede. Heeh. Betul. Karena ya itu visibilitasnya luas. Kita juga posisi duduknya jadi PD ngelewatin jalan seit. Langsung ke kanan. Heeh. Langsung ambil kanan aja. Saya tinggal dulu. Tuh ya. Ini kita lewatin paving blok. I satu kali lagi. Satu putaran lagi. Oh, sekali lagi. Sekali lagi. Bisa enggak? Boleh. Aman. Oke, makasih, Pak. Nah, ini lewatin paving block paling berasa ya tadi belum dibahas. Gerudukannya teredam dengan baik. Tuh, halus gitu. Berasa kayak jalanannya enggak bukan paving block. Mantaplah. Oh iya, respon mesin nih terakhir ya. Respon mesin. Respon mesin kita coba ya. Bedanya EV sama PH EV. Untuk mode berkendaranya coba kita lihat di sini. Driving mode masih Eco ya. Coba kita tes yang sport. Wow. Oke. [tertawa] Berasanya sih lebih galak yang PHV ini ya dibanding yang EV. Mungkin karena dia gabungan dua mesin jadi bensin sama EV. But correct me if I'm wrong. Mungkin kalau ada salah tinggal dikoreksi aja di kolom komentar. Tapi ya yang gua rasain di mode sport ini, ini lebih gigit. Wow. Walaupun memang ada vibrasi dari itu ya, dari area mesin. Tuh, dia ada koreksi tuh kalau enggak pasang adasnya bekerja. Kalau gua sedikit mau keluar tuh dia koreksi tanpa pasang se ya. Jadi, ya bisa di-review dari sisi spopir gitu ya. Kalau di belakang gimana tuh? Wih, enak banget sih bisa sampai tiduran. Coba. Aduh. Captens seat soalnya ya. Sama full elektrik pengaturannya. Sampai belakang bisa rebah banget. Bisa bobo sepanjang jalan. Keren. Keren. Kalau MiaV dia ada dua ya. Tadi sebelah sana kan kita udah lihat tuh buat isi bensin. Ini colokan charging ininya nih. Buat listriknya ada dua. Tambahan dikit si Woling Darion ini merhatiin estetika juga ya. Dia kayak Toyota Alpard. Rel sliding door-nya enggak ditaruh di sini nih. Biasa kan MPV sliding door ditaruhnya sini. Tapi dia diselipin di kaca jadi looknya clean. Ya udah guys, jadi sekian dulu ya review singkat atau walk around tour dari si Wooling Darion EV maupun PHV. Untuk e secara interior eksterior sih hampir enggak ada bedanya. 95%-an sama. Bedanya hanya di grill aja. Kalau yang EV dia tanpa grill. Jadi overall looks-nya itu lebih manis, lebih stylish. Kalau yang PV dia grillnya bilah-bilah diamond gitu. Jadi terlihatnya lebih sangar, lebih laki. Untuk harganya yang EV dibandrol Rp350 jutaan, yang PHV di R00 jutaan kecil aja. Nah, kalau kalian pilih yang mana nih? Ee atau PHV? Coba sharing di kolom komentar ya. Dan gue juga mau share punya empat pilihan warna dan ada satu warna yang menurut gua menarik banget, cakep banget nih. Orchit purple namanya. Kalau mungkin gua ada budget untuk bungkus, gua bakalan bungkus yang ini sih. Karena unik banget, nyambung gitu loh sama bahasa desain eksterior si Woling Darion ini. Alright guys, kalau gitu sampai di sini dulu ya videonya. Terima kasih yang sudah menonton sampai akhir. Sampai jumpa lagi di review berikutnya. Bye bye. Gimana bangga enggak? [tertawa] Gila, langsung nafsu siu lihat sema mobil loh. Ditanya bangga kok langsung nafsu sama mobil. Kirain mau bahas mobilnya aku masih ini soalnya masih excited sama tuh mobil. Iya kan nanya apa suaminya kan diundang ke launching mobil gitu. Bangga enggak? Oh iya bangga banget sih. Udah gitu take over official account lagi gil. Jadi hari ini gua selain di-invite untuk ini nge-live di akun sendiri, tadi gua jadi host juga di akun official wooling-nya. He. Nge-live di TikTok mereka. Jadi gue yang jadi host gitu. Gue yang megang akun mereka dipercaya sama Wuling gua. Terima kasih banyak buat Woling Indonesia ya. Eh, semoga banyak nglaunching produk baru lagi [tertawa] jadi bisa manggil kita lagi ya. Iya. Iya. Biar sering-sering ya. Terus gimana tadi? Menurut kamu mobilnya? Mobil sih itu oke banget ya si Darion. Dan wah itu kalau benar-benar punya uang dingin ya dan benar-benar lagi nyari MPV. He. Kayaknya langsung beli pasti itu orang-orang. Apalagi yang EV itu harganya menarik banget, Guys. Rp350 jutaan coba. Wah. Ibaratnya gimana ya? Semuanya ada stylishnya, ada kerennya, ada teknologi, ada nyamannya dapat. Heeh. Terus brandnya juga brand besar juga kan. Wing tah lah ya. Heeh. Siapa yang enggak tahu Woling ya istilahnya. Cuman bedanya tadi yang gua rasain ya itu EV sama PH EV. Ee aku pribadi jauh lebih prefer yang EV tapi beda lagi ke preference orang-orang lah ya. Masing-masing kan beda-beda gitu. Terus bedanya PHV sama hybrid tuh apa sih? PHV itu plugin hybrid electric vehicle. Kalau hybrid itu sistemnya hybridnya itu baterainya kapasitasnya kecil. Oh. Nah, terus dia pengecasan ulangnya hanya memanfaatkan energi kinetik dari pengereman, dari deselarasi gitu. Oh, jadi dia baru paham ngisi baterainya. Hm. Enggak ada colokannya atau listriknya itu ya batanya. He yang PHV ini dibuat. Jadi kalau baterainya itu habis, kita mau pakai full elekrik, kita bisa ngecas baterainya secara manual. Tapi kalau kita enggak cas bisa jalan enggak? Bisa. Habis banget ya kita berarti ngandelin full jadi mobil bensin. Itu benar-benar kayak mobil amfibi jadinya. Hm. Listrik full bisa, bensin full bisa. Tapi kebetulan aku belum pernah nyobain sampai nol ya apa efeknya ke mobil bensinnya. He. Sonnya kalau di sistem hybrid biasa yang dulu itu kalau hybridnya mati total baterainya rusak. Let's say. Heeh. Mobilnya pincang lim masuk lim mode namanya. Jadi mobilnya pasti itu enggak enak banget di bawnya. Nah, enggak tahu deh itu bakal kejadian juga di PHV apa enggak. Hm. Ini soalnya kadang kan mungkin malas ngecas atau apa kan pikiran masih bisa isi bensin. Heeh. Jadi belum tahu ya ininya ya. kayak gitu ngapain ya dengan beli mobil bensin ya? Intinya perbedaan terbesar ya itu PHV plugin hybrid electric viccelikle. Jadi baterai yang di bawahnya bisa dicas juga. Kalau hybrid biasa pengecasan baterainya itu dari energi kinetik yang terbentuk. Hmm. Berarti kita enggak isi bensin sama sekalipun masih bisa ya ngandalin baterai aja ya. Enggak yang PV Iya berarti benar-benar jadi EV total pun bisa gitu ya. Iya. Tapi kembali lagi enggak tahu juga kalau bensinnya dibiarin nol banget apakah ada iya apakah ngaruh apa enggak itu gua belum sampai situ sih belajar he ya berarti secara pajak kalau EV kan udah pasti lebih murah kan PHV sama kayak mobil bensin. Mobil bensin malah cenderung setahu aku malah pajaknya lebih tinggi karena kan dua mesin. Iya sih makanya tuh banyak banget komen kok beli hybrid dong coba. Apa gua memang aku memang enggak suka karena hybrid itu mobil tanggung. Mendingan sekalian ya. EV udah pakai listrik doang lebih murah, pajak lebih murah. Iya iya ya dapatnya juga benefit dari electric vehicle kita nikmatin semua di situ. Memang enggak semua orang ke situ ya karena kan ada pasti ada pertimbangan kalau yang tinggalnya di luar kota. Heeh. Bentar-bentar pinggir dulu. Iya sih untuk yang akses listriknya mungkin lebih susah. Susah atau enggak yang mungkin jalannya tiap hari bolak-balik Iya. Jauh provinsi jauh-jauh gitu ya. Ya itu PHV jadi pilihan pasti. He he he. Oke. Jadi sudah cukup jelas ya. Heeh. He terima kasih informasinya. Enggak enggak enggak salah donging. [tertawa] Enggak salah dipilih. Kata dikasih pertanyaan yang mungkin orang pada penasaran juga Tata bisa jawab. Iya. Cuma memang untuk efeknya apa kalau misalkan salah satunya habis total dibiarin terus he ya itu belum ada yang ini deh. Siapa tahu ada yang nonton yang sudah punya siapa tahu bisa share efeknya apa gitu. Ini kita bicara kalau dibiarin nol dalam jangka panjang ya. Kalau nol terus diisi besoknya habis dibiarin 1 hari 2 hari mungkin ada efeknya si kali ya. Heeh. Kalau dibiarin sampai berbulan-bulan gitu enggak tahu juga deh. Oke, sekian. Semoga membantu, Guys. Jangan lupa bungkus Woling Darionnya kalau bisa melalui gua. Jadi, gua bisa nyalurin ke sales gua dapat persenan. Okay, bye bye.
