Jungkat

Review Sony WF-1000XM6 - TWS Terbaik dari Sony di Tahun 2026! (YouTube Video)

  • 13/02/2026

Ini TWS tercanggih dan terbaru dari Sony di awal tahun 2026. Sony WF 1000X Mark 6. Kualitas suaranya luar biasa. Noise cancelingnya dijanjikan jauh lebih baik dibandingkan pendahulunya. Fitur voice controlnya itu jadi lengkap bisa untuk mendalikan TWS maupun untuk manggil digital assistant kita dengan mudah dan cepat. Konektivitasnya juga udah pakai yang paling terkini. Desainnya juga baru nih. Fresh banget ya. Oke, langsung aja kita kupas tuntas TWS kelas teratas dari Sony ini. Sony WF1000 X Mark 6 atau Mark 6 atau yang mungkin lebih dikenal Sony WF1000 XM6 ya. Nah, ini TWS terbaru dari Sony penerus dari lini premium seri 1000X mereka. Ada banyak janji peningkatan yang diusung TWS baru ini kalau dibandingkan dengan pendahulunya WF1000X Mark 5. Peningkatannya apa aja? Menurut Sony ada peningkatan dari si noise cancelling, ada juga peningkatan dari si call quality, lalu tentunya ada peningkatan juga dari sound quality dengan penggunaan driver baru serta dukungan kontivitas yang lebih modern. Nah, seperti apa efek dari peningkatan-peningkatan tersebut? Kita akan coba cari tahu dalam video ini. Tapi sebelumnya kita akan coba kenalan dulu dengan TWS baru ini. Mari kita lihat ada apa aja dalam paket penjualannya. tentunya ada sepasang earbud beserta charging case-nya. Ada empat pasang earp ukurannya XS, S, M, dan L. Secara standar yang terpasang di earbad ini adalah earp yang M ya. Lalu ada juga kabel USB A2C untuk isi ulang charging case dan paket dokumen juga ada di sini tentunya. Nah, WF1000X Mark 6 ini hadir dengan desain earbud dan case yang sangat berbeda dari pendahulunya. WF1000X Mark 5 ini seharusnya membuatnya jadi lebih mudah untuk dikenali ya. Nah, untuk yang satu ini Sony masih menggunakan desainbad tanpa tangkai. Kurang lebih seperti ini. Kelihatannya lebih ringkes aja jadinya. Sony menyebutkan kalau desain ini membuat irbud terasa lebih nyaman saat dipasang di telinga kita serta lebih enggak mudah lepas. Tentunya desain ini juga disebut lebih mendukung kenyamanan kita saat menggunakan TWS ini dalam jangka waktu yang panjang. Untuk opsi warna ada black dan ada platinum silver seperti yang kami pakai dalam pengujian kali ini. Di bagian luar earbud di area pols ini adalah area untuk gesture tab. Ada juga logo Sony di dekat area tersebut. Sayangnya saat earb dipasang ke telinga kita, logo Sony tersebut jadi tampil terbalik ya. Di area depan earb ada dua lubang mikrofon. Lalu ada satu lagi lubang mikrofon di area belakang earbud. Total ada empat buah mikrofon di masing-masing earbud TWS ini. Membuat tewas ini total menawarkan 8 buah mikrofon untuk noise cancelling. Banyak enggak tuh? Nah, beralih ke bagian dalam body earbud terlihat ada dua konektor untuk charging earbud melalui pogo pin di charging case. Ada juga penanda untuk earbud kiri dan kanan. Selain itu, ada juga tempat sensor yang seharusnya berguna untuk mendeteksi apakah irbat tengah terpasang di telinga kita atau tidak. Lalu di ujung depan tentu saja ada nozle untuk tempat keluarnya suara dari driver tewes ini. Nozle ini diameternya 4,8 mm. Untuk driver, Sony menyebutkan kalau tewas ini menggunakan driver baru dengan diameter 8,4 mm. Untuk earp, Sony kembali menawarkan noise isolation earbud tips dengan material memory foam, tapi desainnya itu seperti eartip silikon biasa. Ini mirip dengan yang ada di WF1000 X Mark 5 ya. Terkait rating ketahanan terhadap air, ada IPX4. Ini harusnya masih aman kalau dipakai saat kehujanan atau kalau kita keringetan saat berolahraga. Sekarang kita beralih ke charging case. Desainnya terlihat seperti ini. Baru dan terlihat berbeda banget dari pendahulunya. Nah, warna case ini sama dengan warna earbud-nya. Case ini menggunakan penutup tipe flip yang bisa dibuka tutup dengan cara seperti ini. Ada satu port USBC dan ada satu tombol di bagian belakang. Ada juga satu lampu indikator di sisi depan. Case ini juga mendukung wireless charging. Jadi kita bisa taruh case ini di wireless charging pad seperti ini untuk mengisi ulang baterainya. Nah, untuk daya tahan baterainya Sony menjanjikan 8 jam music playback nonstop. Sementara untuk charging cas-nya dijanjikan bisa mengis ulang penuh sampai dua kali. Jadi total menambahkan 16 jam. Kalau dijumlahkan dengan charging case-nya, kita bisa menggunakan TOS ini sampai 24 jam tanpa mengisi ulang charging case-nya. Tapi ini janjinya ya, nanti kita lihat bagaimana hasilnya dalam pengujian. Nah, untuk bobot sepasang earb TWS ini dengan earp yang M itu sekitar 13 gr. Sementara untuk charging case-nya bobotnya 45,8 gr. Jadi total bobot TWS ini sekitar 58,8 gr. Oh ya, Sony juga menyebutkan kalau earbud dan case dari TWS ini sebagian dibuat dari bahan daur ulang. Nah, sebelum TWS ini kita bisa gunakan tentunya kita harus pairing dulu ke perangkat yang akan kita pakai. Untuk pairing pertama cukup buka case TWS ini dan TWS akan langsung masuk ke mode pairing. Setelah pairing berhasil, kita bisa mencoba berbagai irtip yang disertakan dan untuk mencari mana yang paling pas untuk telinga kita. ITP yang pas dengan telinga kita biasa mendukung TWS ini menghadirkan kualitas suara yang optimal dengan kekedapan terbaik. Jadi, ini akan membantu kinerja dari ANC-nya, ya. Nah, setelah semua beres, TWS ini langsung bisa dipakai. Kita coba lihat dulu pengendalian lewat gester yang tersedia di TWS ini. Sony menyediakan preset yang bisa kita pilih untuk irbad kiri dan irb kanan secara terpisah. Ada preset ambient sound control quick assess yang secara standar digunakan untuk earbud kiri. Untuk preset ini kita bisa tap satu kali untuk mengubah mode noise cancellation. Tap dan tahan untuk mengaktifkan quick attention. Nah, di preside ini kita juga bisa mengatur fungsi quick access gesture tab dua kali dan tab tiga kali untuk membuka aplikasi tertentu seperti handle Soundscape, Spotify atau YouTube Music. Sementara untuk earbud kanan yang digunakan adalah preset playback control yang menyediakan pengaturan tab satu kali untuk play pause, tab dua kali untuk next track, dan tab tiga kali untuk previous track. Nah, saat kita menggunakan preset ambient sound control atau playback control, Sony juga menjadikan opsi pengaturan volume lewat gesture. Kita bisa tap terus-menerus di earbad kiri untuk menurunkan volume suara dan tap terus-menerus di earbud kanan untuk meningkatkan volume suara. Lalu ada juga opsi custom untuk kedua earbud. Jadi, kita bisa bebas mengatur fungsi gesture pengendalian sesuai dengan yang kita butuhkan. Sementara untuk gester terkait panggilan, kita bisa tap dua kali untuk menerima atau mengakhiri panggilan yang masuk. Tap dan tahan untuk menolak panggilan yang masuk. Oh ya, untuk pengaturan fungsi quick akses dan opsi custom ini tentunya dilakukan dari aplikasi sound connect ya. Ini sama dengan berbagai produk audio Sony yang lain. Ada fungsi apa lagi di aplikasi ini? Tentunya fungsi pemantauan sisa baterai di kedua earbud dan case itu tersedia di sini ya. Lalu tentunya ada pengaturan untuk ambient sound control dengan opsi off ambient sound dan noise cancelling. Tapi di sini kita tidak bisa ngatur tingkat ANC-nya atau tingkat ambient sound-nya ya. Lalu ada opsi untuk listening mode. Pilihannya standar dan background music. Untuk opsi background music ini akan membuat suara yang dikeluarkan oleh TWS terasa seperti musik sedang diputar di kejauhan dengan volume yang sedikit lebih rendah. Equalizer tentunya tersedia. Ini parametric equalizer ya. Pengaturannya ada 10 band. Ada berapa preset yang secara standar udah disediakan seperti heavy, clear, hard, soft, dan game. Ada juga opsi custom untuk menyimpan preset yang kita buat sendiri. Menariknya untuk preset-priset yang tersedia pun kita bisa custom equalizer tersebut untuk fine tuning. Hasilnya akan tersimpan sebagai preset manual. Lalu ada apa lagi? Ada adaptive sound control khas Sony. Ini memungkinkan TWS secara otomatis mengubah setting sesuai dengan kondisi kita. Seperti saat kita sedang duduk, berjalan, lari di dalam kendaraan atau berada di tempat-tempat tertentu. Lalu kita masuk ke menu device settings. Nah, di sini ada banyak sekali opsi pengaturan yang tersedia untuk TWS ini. Pengaturan lanjutan untuk ambient sound seperti speak to chat itu juga tersedia. Lalu ada opsi find your equalizer untuk membantu kita mencari bentuk equalizer yang pas dengan selera kita. Nah, ada juga DSE extreme untuk upscaling kualitas audio dari sumber yang terkompresi termasuk dari aplikasi streaming juga. Cocok tuh kalau kalian punya file-file MP3 mungkin ya yang bit rate-nya agak rendah. Nah, jadi lebih cakep gitu ya. Nah, untuk opsi low latency ya untuk Bluetooth juga bisa diaktifkan dari device settings ini. Tentunya ini hanya berfungsi kalau perangkat kita juga mendukung Bluetooth L audio karena ini udah support LED audio ya. Nah, untuk pengaturan lain termasuk untuk battery care, auto power off, voice assistant, update software dan lain sebagainya tentunya tersedia. Terbilang lengkap dan bahkan cenderung melimpah opsi pengaturannya di sini. Nah, untuk baterai care ini baru ya, ini membuat case hanya mengisi ulang baterai kedua earbud sampai 80% saja. Sony menyebutkan untuk penggunaan jangka panjang ini akan membantu menjaga umur baterai earbat. Ini adalah fitur yang kami tunggu-tunggu untuk sebuah TWS. Saya akan menyarankan untuk menghidupkan fungsi ini dalam penggunaan keseharian dan mungkin mematikannya kalau mau dipakai dalam perjalanan panjang saja. Nah, terkait dukungan Codex Sony WF1000X Mark 6 ini mendukung SBC, AAC, dan LDAC atau LDAC. Seperti yang tadi sempat disebutkan, ada juga dukungan untuk low latency atau LE audio. Secara umum untuk konektivitas TWS baru ini menawarkan dukungan konektivitas yang lebih baik dibandingkan pendahulunya. Nah, terkait dukungan voice control ada yang menarik di sini. TWS ini mendukung kita mengakses asisten digital di smartphone. Menariknya, TWS ini juga mendukung voice control untuk pengaturan parameter penggunaan TWS. Ini bisa diakses dengan hot yang berbeda dari saat kita memanggil voice assistant. Hey, headphones, pause music. Hai assistant, jelaskan apa artinya active noise canceling. Oke, di sini juga ada dukungan untuk 360 reality audio. Ini fitur spasial audio khas Sony ya. Uniknya 360 reality audio ini juga bisa digunakan saat TWS ini terhubung ke TV Bravia. Jadi, ini bisa kita manfaatkan untuk menikmati konten yang mendukung fitur seperti Dolby Atmos misalnya. Sekarang kita bahas kualitas suaranya. Oke, fitur-fitur memang udah banyak ya tadi ya, banyak banget, tapi pada akhirnya yang penting adalah kualitas suara dan efek dari fungsinya. Kan secara umum tewes ini ya berkelas udah kami udah langsung bisa menikmati kualitas suaranya dalam kondisi standar alias flat aja gitu. Detail suaranya sangat baik. Tapi ini memang yang kita harapkan dari sebuah TWS kelas atas seperti ini ya. Dalam setting flat aja bassnya udah terasa detailnya dan cukup menghentak. Bukan yang berlebihan tapi ini pas. Kalau butuh ditingkatkan tentunya ada opsi untuk meningkatkan bassnya ya. Saat ditingkatkan TWS ini bisa menggelegar bassnya. Tidak sehebat headphone kelas atas misalnya seperti yang ada di WH1000X Mark 6 ya. Tapi untuk tewes ini mantap dan lagi-lagi ini berkelas banget. Di sisi mid-nya detail terasa juga mantap di sini. Suara vokal itu bening dan artikulasi itu jelas banget. Lalu untuk sisi high, detail lagi-lagi terjaga dengan kejernian yang sangat baik untuk sebuah TWS. Dalam kondisi flat aja udah menyenangkan. Kalau dibutuhkan masih bisa dibost lagi dan hasilnya tetap baik, enggak jadi hancur. Overall separasi sih udah luar biasa. Kalian bisa mendengarkan detail-detail semuanya itu berasa terpisah tapi tidak out of sync. Udah berkelas lah intinya ini berkelas aja kalau ada suaranya ya. Oke, sekarang kita lanjut ke ANC atau active noise cancelling. Memang lagi-lagi tidak bisa disandingkan dengan headphone tertutup ya yang gede itu ya. Tapi dalam pesawat pun kami sudah merasakan peredaman yang sangat mumpuni. Pastikan aja bahwa irtip yang dipilih itu sudah pasilnya akan mantap untuk ukuran TWS kelas atas. Ini juga efek dari penggunaan prosesor baru ya, NQ3 serta integrated prosessor V2 tentunya. Nah, untuk ambient sound rasanya ini udah cukup terbuka. Memang bukan yang paling terbuka tapi setidaknya sudah cukup nyaman. Menariknya di sini dia tidak nge-boosting banyak noise ekstra seperti pada beberapa headphone atau TWS yang lain, tapi uniknya suara percakapan di sekitar kita jadi bisa terdengar dengan sangat-sangat baik. Jadi ini cukup unik ya. Nah, kalau kita sekarang bicara soal latensi tentunya masih terasa ada sedikit latensi kalau dipakai buat gaming, terutama kalau dibandingkan dengan headphone yang ada koneksi kabelnya ya. Akan tapi ini wajar dan cenderung sudah sangat baik untuk TWS berbasis Bluetooth. Oke, sekarang mari kita uji kemampuan mikrofonnya. Oke, saat ini kita sedang berada di studio untuk menguji kemampuan mikrofon dari TWS Sony WF 1000 X Mark 6 yang satu ini. Jadi, kita bakal menggunakan tiga skenario ya. Yang pertama kita bakal menguji di kebisingan kemacetan. Jadi, suara yang kalian dengar saat ini adalah suara yang direkam menggunakan kamera yang sedang kita pakai untuk merekam video ini. Dan yang ini adalah hasil perekaman menggunakan TWS Sony yang satu ini. Menurut kalian bagaimana? Apakah suara saya masih terdengar dengan cukup jelas? Selanjutnya kita juga pakai skenario lain, yaitu menggunakan musik yang kencang. Untuk sekarang bagaimana? Apakah suara saya masih terdengar dengan jelas? Lanjut lagi nih, kita bakal menggunakan musik, tapi yang musik yang satu ini ada vokalnya. Nah, untuk yang sekarang musiknya udah ada vokalnya nih. Menurut kalian bagaimana? Apakah suara saya masih terdengar dengan cukup jelas? Secara umum hasil yang diperoleh sudah lebih baik dibandingkan pendahulunya. Dalam kondisi tidak ada keramaian suara kita terdengar lantang, mantap, artikulasi jelas semuanya. Saat ada keramaian di latar belakang, suara kita akan terdistorsi tapi masih bisa didengarkan dengan baik. Suara latar belakang cenderung berhasil ditekan di sini. Bahkan suara penyanyi pada pengujian berlatar musik yang menggunakan vokal sudah bisa dihilangkan. Jika dibandingkan dengan TWW Sony terdahulu bisa jadi ini adalah hasil yang terbaik. Akan tetapi kami masih sedikit berharap bahwa suara itu bisa lebih rata dan tidak terlalu terdistorsi saat ada kebisingan di latar belakang. Oke, overall jika yang dicari adalah kualitas suara. WF 1000 X Mark 6 dapat menawarkan yang terbaik untuk sebuah TWS di tahun 2026. Mendengarkan musik dari genera apapun itu asik. Jika terasa kurang, EQ dengan mudah dapat kita atur sesuai dengan preferensi pribadi kita. Tapi bagi saya sih TWS ini sudah enak tanpa tuning EQ tambahan. Dipakai nonton film pun udah asik. Oke, sekarang kita lihat daya tahan baterainya. Nah, dalam pengujian kami daya tahan baterai TWS ini ternyata cukup hebat ya. Setting-nya di sini adalah kita pakai Kodex AAC lalu volume di 60% dan ANC-nya kita hidupkan dan kami memperoleh sekitar 9 jam dalam pengujian ANC aktif ini. Ini 1 jam lebih panjang dibandingkan janji Sony yang 8 jam. Ya, ini hasil yang sangat baik karena biasanya kan kalau janji 8 jam itu bukan pakai ANC ya. Ini pakai ANC dan kita dapat 9 jam. Seandainya kita pakai batery care yang menahan pengisian sampai 80% aja tadi ya seharusnya TW ini bisa aktif nonstop mendengarkan musik sekitar 7 jam dengan AC ini masih terhitung bahkan normal untuk TWS kelas atas itu ah sudaha dikurangin 20% loh. Oh ya sebagai catatan dalam pengujian TW sisi kanan sebenarnya habis duluan dibandingkan sisi kiri. Jadi yang 9 jam tadi itu TWS kanannya TWS kiri itu habisnya sekitar setengah jam lebih lama. Nah, kalau sekarang kita lihat saat dicharge dalam case, satu kali pengisian dari kosong hingga penuh itu membutuhkan waktu sekitar 50 menit. Setelah satu kali pengisian penuh, charging case tersisa sekitar 51 sampai 52%. Jadi, case ini memang bisa menambahkan dua kali pengisian penuh atau dalam pengujian ini sekitar 18 jam dengan ANC. Dua kali pengisian penuh ini benar-benar sesuai dengan janji Sony ya. Ini membuat total penggunaan dengan ANC bisa mencapai 27 jam. ini sudah baik. Walaupun kami sebenarnya berharap Sony memberikan charging case dengan baterai yang sedikit lebih besar ya. Mungkin supaya bisa tiga kali pengisian penuh gitu supaya totalnya bisa di atas 30 jam ya. Kalau kalian tanya harganya, Sony W 1000X Mark 6 ini dijual dengan harga kisaran Rp5.499.000. Oke, sekarang kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, bisa jadi belum semua orang akan cocok dengan eartip memory foam seperti ini. Fitting akan sedikit hit and miss. Ya, perlu dicoba-coba. Untungnya kalau mungkin kurang pas dengan irtip bawaan, kita masih bisa memanfaatkan third party berbahan lain yang sudah tersedia di pasaran. Yang pakai bahan silikon misalnya ya. Tapi tentunya ya akan sedikit berbeda hasilnya. Paling enggak kita punya pilihan ya di situ ya. Nah, untuk noise cancelling dari mikrofonnya ini terasa belum yang paling rapi. Akan tapi kalau dibandingkan dengan sebagian besar TWS kelas atas ENC-nya ini tergolong sudah cukup baik. Kemudian bentuk body TWS ini agak besar ya. Mungkin beberapa orang harus mencoba dulu apakah cocok atau tidak dengan telinganya. Setidaknya dia enggak punya tangkai yang mudah kesangkut-sangkut gitu ya. Oke, dari sini yang kami suka kualitas suaranya ini adalah tewas yang berkelas dan mantap banget bahkan tanpa mengubah EQ sekalipun. Lalu EQ itu bisa dimanfaatkan untuk membuat tewas ini jadi sesuai dengan preferensi pribadi kita. Terserah sukanya seperti apa. Rasanya parameter EQ yang tersedia itu akan bisa mengakomodasinya. Lalu kodex Eldak yang tersedia ini menawarkan ekstra detail bagi yang piky mengenai hal satu ini. Dan tahan baterainya juga dalam pengujian dengan ANC tergolong awet untuk TWS kelas atas. AC-nya terasa kedap untuk sebuah TWS. Terutama kalau irtip yang dipakai udah pas. Kita bahkan bisa menikmati musik di keramaian, di alam terbuka atau dalam pesawat yang berisik. Yang jelas lebih baik dari pendahulunya. Lalu untuk here true atau ambiience sound-nya ini cukup terbuka dan yang penting percakapan bisa terdengar dengan jelas. Mikrofonnya sekarang sudah meningkat kemampuannya dibanding pendahulunya. Lalu tersedinya batery care membuat TWS ini seharusnya bisa punya umur yang panjang. Sangat cocok untuk tewas dengan harga di kelas atas seperti ini. Kemudian tersedia konektivitas untuk dua device sekaligus itu membuat kita bisa beralih dengan cepat antar dua perangkat utama kita. Yang penting di sini kita tidak bergantung pada tipe atau brand device yang kita pakai. Lalu ada perlindungan IPX4 membuatnya lebih aman untuk berolahraga dan kena hujan tipis-tipis pun masih aman ya. Tersedianya LA audio membuat latensi jadi lebih rendah. Selain itu, fitur aura cash juga sudah bisa diakses ya di sini ya. Kemudian voice control yang tersedia ini memudahkan pengendaliannya. Kita bahkan bisa memilih mau menggunakan voice untuk mengendalikan fungsi TWS atau untuk berbicara langsung dengan AI assistant di smartphone kita tanpa nyetting macam-macam lagi. Intinya fitur pada TWS ini terasa berlimpah. Sesuailah untuk kelasnya. Ya, pertanyaannya TWS ini cocoknya buat siapa? Nah, kalau kalian mencari TWS terbaik untuk reproduksi suara, menurut kami WF1000X Marxis ini berada di jajaran puncak TWS kelas atas. Baterainya juga awet ya. Sekian banyaknya fitur yang dijedakkan dalam TWS ini menurut kami bermuara pada satu hal saja. Kualitas suara terbaik dalam beragam kondisi tanpa perlu banyak setting-setting. Ini lebih penting dibandingkan menyediakan banyak fitur tapi membuat penggunanya harus berusaha tuning sana sini setting ini, itu dalam beragam kondisi lingkungan yang berbeda untuk mendapatkan kuasa yang prima. Pengguna seri TW Sony terdahulu akan bisa merasakan kenyamanan yang lebih baik dan lebih effortless aja ya dengan WF 1000X 6 ini. Ini adalah TWS yang sukses memadukan kualitas suara kelas atas, kecanggihan serta fitur terkini dengan kenyamanan serta kemudahan pakai dalam penggunaan keseharian.

Lihat di YouTube