Jungkat

Review Soundcore Space 2 | Baterai SUPER Awet, ANC Mantap, Premium dgn Harga Murah (YouTube Video)

  • 10/08/2026

Headphone premium terbaru dari Soundcore ini hadirkan ANC yang mumpuni baterai tahan lama banget dan konektivitas yang terkini juga ya. Sound Core Space 2 ini pakai empat stage low frequency noise cancelling system. Untuk ANC 85% bahkan ini disebut efektif sekali buat suara bising dari mesin jet pesawat terbang dan baterainya bisa tahan sampai 70 jam sekali charge ya. Kualitas suara juga ditingkatkan dengan double layer diaframe driver. Konektivitasnya juga udah modern banget pakai Bluetooth 6.1 dan ada dukungan untuk Codex LDAC atau lduc. Ada auto play pause dengan wearing detection juga ya. Lalu ada juga dukungan AI chatbot dan AI translate. Banyak juga ya fitur si Space 2 ini ya. Langsung aja kita bahas headphone baru dari Soundcore ini. [musik] Oke, Soundcore ini subbrand spesialis audio dari angker Indonesia yang memang rajin membawa produk mereka ke Indonesia. Kali ini ada Space 2 atau Space 2. Headphone premium baru yang sekilas harganya menarik, tidak terasa premium alias enggak mahal-mahal amat ya untuk sesuatu yang disebut premium ya. Apakah ini akan jadi salah satu pilihan yang menarik atau bahkan jadi premium headphone killer? Kita lihat nanti ya. Oke, langsung aja kita bahas mulai dari paket penjualannya. Di dalamnya kita lihat isinya tentu saja ada unit headphone space 2-nya. Lalu ada travel pouch untuk menyimpan headphone ini saat dibawa bepergian. Lalu ada juga kabel audio dengan jack 3,5 mm dan ada USBC untuk isi ulang baterai headphone. Terakhir tentu saja ada paket dokumen. Nah, untuk desain secara umum Space 2 ini menggunakan desain yang cukup berbeda dari pendahulunya si Space One ya. Perbedaan yang cukup terlihat jelas adalah gagang dari headband yang langsung terhubung ke kedua ear cup. Sebelumnya soundcard menggunakan frame ekstra untuk menghubung gagang ke ear cup. Nah, gagang ini pakai bahan metal ya dan memang terserah kokoh di sini. Oke, untuk panjang gagang yang keluar dari headband ini bisa diatur untuk membantu memposisikan ear cup di telinga kita. Gagang ini juga dilengkapi dengan exel yang memungkinkan ear cup dilipat ke dalam dan diputar sampai 90 derajat seperti ini. Ini satu arah aja ya. Lalu ada juga mekanisme tilt untuk ear cup. Ini akan bantu kita mendapatkan posisi ear cup yang lebih pas lagi. Nah, beralih ke ear cup-nya sendiri sekarang ya. Desainnya kurang lebih seperti ini ya dengan logo sound core di permukaan luar serta penanda kiri dan kanan di bagian dalamnya. Untuk ear cup kanan kita lihat di sekelilingnya terlihat ada lubang udara untuk driver, ada lubang mikrofon, ada tombol volume up and down, dan ada multifunction button atau MFB. Sementara untuk di unit ear cup yang sebelah kiri di sini ada lubang udara, lubang mikrofon, ada tombol noise cancelling, tombol power atau Bluetooth, lalu ada LED indicator, ada port USBC, dan ada audio jack 3,5 mm, serta satu lagi ada lubang mikrofon di sini. Jadi secara keseluruhan headphone ini punya tiga mikrofon ini. Selain untuk menangkap suara kita saat voice call dan video call ini juga merupakan bagian dari four stage low frequency noise cancelling system. Lanjut lagi di bagian dalam ear cup kiri di sini ada satu sensor untuk wearing detection. Nah, untuk driver di dalam kedua ear soundcore menggunakan 40 mm double layer diaframe driver. Ini disebut mendukung kemampuan headphone menawarkan suara high fidality. Untuk padding di earcup ini menggunakan memory foam yang dilapis dengan protein leather. Dan padding ini terasa nyaman saat headphone sedang kita pakai. Ukuran lubang di tengah padding atau lubang tempat telinga kita itu tinggi sekitar 6,5 cm dan lebarnya sekitar 4,3 cm. PD ini terbilang bisa menyesuaikan dengan kontur di sekitar telinga kita dengan baik untuk mendapatkan kekedapan yang baik. Dan telinga kita tuh benar-benar masuk ke dalamnya dia ya. Jadi dia enggak nangkring di atas telinga. Nah, untuk lapisan [mendengus] protein leather yang digunakan ini juga terasa lembut ya dan tidak menimbulkan rasa panas atau tidak nyaman secara berlebihan saat kita pakai headphone ini dalam jangka waktu yang panjang. Nah, protein leather ini juga digunakan untuk melapisi headband dengan lapisan memory form yang juga digunakan di bagian dalam headband-nya. Ini membantu memberikan kesan premium untuk si Space 2 ini. Nah, untuk rating ketahanan sayangnya tidak ada informasi dari soundcore, sementara untuk baterai ini luar biasa. Janjinya bisa untuk 70 jam nonstop. muter musik dalam sekali isi ulang. Nanti kita buktikan klaimnya benar atau tidak. Lanjut lagi untuk bobotnya. Unit yang kita gunakan untuk review ini bobotnya sekitar 262 gr. Nah, selain warna sea foam green yang kita gunakan ini ada juga warna linen white atau putih dan ada jet black atau hitam. Oke, sekarang mari kita coba pakai headphone ini. Ada dua opsi konektivitas di sini ya, yaitu Bluetooth atau mau pakai kabel audio dengan jack 3,5 mm. Kita coba dulu dengan Bluetooth. Untuk pairing pertama itu cukup hidupkan saja dan headphone akan masuk dalam mode pairing. Sementara untuk pairing berikutnya matikan headphone lalu tekan dan tahan tombol power selama 5 detik. Headphone akan langsung masuk lagi ke mode pairing. Nah, setelah Bluetooth terhubung, headphone ini sudah bisa kita langsung gunakan aja. Nah, untuk pengendaliannya sayangnya headphone ini tidak mendukung gesture. Pengendaliannya hanya lewat tombol yang ada. Jadi enggak ada touchpad atau touch screen di sini. Enggak ada, enggak ada, enggak ada ya. Nah, untuk pengendalian bisa seperti apa aja? Tombol NC tentu saja digunakan untuk mengganti mode ambient sound ya. Ini bisa kita atur antara noise cancellation normal serta transparency mode. Sementara kalau ditekan dua kali tombol ini ternyata bisa juga untuk pengaturan mode bass up ya. Nah, saat ini aktif Equalizer akan otomatis diubah ke bass booster. Sementara saat dinonaktifkan equalizer akan otomatis dikembalikan ke preset yang sebelumnya kita gunakan. Lalu untuk tombol volume ini tentunya bisa digunakan untuk meningkatkan atau menurunkan volume suara. Tombol volume up juga bisa kita tahan 2 detik untuk next track dan volume down kita tahan 2 detik itu jadi previous track atau track sebelumnya. Tombol yang bisa kita gunakan juga adalah multifunction button. Kalau ditekan sekali fungsinya adalah untuk play atau pause sesuai dengan logo yang ada di tombol ini. Kalau ditekan dan ditahan secara standar ini akan membuka voice assistant yang ada di smartphone kita. Lalu ada juga opsi untuk mengubah fungsinya untuk memanggil anka voice assistant dari sound core atau untuk mengaktifkan fitur AI translation. Nah, kalau ada panggilan masuk, tombol ini juga bisa kita pakai untuk menerima dan menutup panggilan dengan sekali tekan. Sementara kalau mau menolak panggilan masuk, tombol ini bisa kita tekan dan tahan, ya. Nah, fungsi untuk pengendalian panggilan ini juga tidak bisa kita ubah. Jadi, walaupun tidak ada dukungan gesture, fungsi pengendalian yang ditawarkan headphone ini sudah terbilang cukup lengkap. Lalu, dukungan aplikasi tentu saja tersedia ya untuk Space 2 ini. Kita tentunya bisa pakai aplikasi Soundcore. Nah, fungsinya bisa apa aja? Tentunya ada fungsi untuk mengubah fungsi MFB yang tadi ya. Lalu ada indikator sisa baterai dan ini per 10% memang ya. Lanjut lagi ada juga pengaturan untuk ambient sound. Nah, untuk mode noise cancellation kita juga bisa atur kekuatan dari noise cancelling. Tentunya semakin kuat noise cancelling sensasi tekanan ya yang dirasakan di tengah kita juga akan terasa semakin kuat. Soundcore juga sudah memberikan peringatan ya untuk hal ini ya. Nah, bagaimana dengan equalizer? ini terbilang khas sound core. Ada banyak sekali priset yang tersedia termasuk sound core signature dan ada juga opsi custom EQ dengan slider pengaturan manual 8 band. Nah, kalau butuh menyimpan custom EQ, aplikasi ini bisa menyimpan beberapa preset ya, bukan cuma satu atau dua preset custom EQ saja. Kalau butuh bantuan untuk mendapatkan preset yang sesuai dengan setara kita, ada ID juga. Sementara kalau butuh sensasi 3D sound ada preset yang bisa kita aktifkan. Ini mungkin akan lebih cocok saat kita nonton film yang sudah support seround sound ya. Ada apa lagi di sini? Ada save volume untuk membatasi agar volume suara yang dihasilkan tidak lebih dari tingkat yang sudah kita tentukan. Lalu dari menu gear di kanan atas ada juga pengaturan untuk prom tone, dual device connection, auto power off, wearing detection, serta ada juga untuk update firmware. Kemudian di sini juga ada sound mode ya. Ini kalau kita butuh mengaktifkan kodex LDAC atau lduc ya. serta ada juga AI chat settings. Nah, ini kalau kita ingin mengaktifkan wake up keyword untuk Anka. Kalau aktif dengan menyebut hei anka, kita bisa langsung ngobrol dengan voice assistant ini. Nah, saat kami coba dia bisa membantu untuk mengatur setting yang tersedia di aplikasi termasuk mengubah priset equalizer, ambience sound, dan beberapa hal lainnya. Lalu ada juga fitur AI translate. Nah, ini bisa kita pakai untuk mendengarkan orang lain dengan bahasa asing. Seperti misalnya kita lagi dalam seminar dalam bahasa asing misalnya ya. atau kalau mau ngobrol kita juga bisa pakai yang face to face translation ya. Tapi agak tas kurang sopan juga ya kalau kita ngobrol dengan orang lain pakai headset seperti ini ya. Ya kalau K papet enggak apa-apa tapi kasih tahu aja maaf ya saya pakai headset ini karena saya mau dengar kamu ngomong apa biar jelas. Bisa jadi gitu ya karena saya enggak ngerti bahasanya. Nah, aplikasi ini juga menyediakan soundspace audio library yang berisi berbagai pilihan white noise. Ini bisa membantu kita tidur, meditasi, atau menutupi suara orang yang mendengkur di sekitar kita dan lain sebagainya. Oke, sekarang kita bicara soal kualitas suaranya. Kita coba dulu dengan Bluetooth dan Konddect AAC ya. Volume [mendengus] kita atur di kisaran 50 sampai 60%. Oke, sekarang kita cek bass-nya dulu ya. Kita masih pakai kondisi standar alias preset-nya itu di sound core signature ya. BS memang belum yang super-super rapi di sini, tapi ini udah cukup mantap ya, cukup dalam walaupun bukan yang menggelegar. Nah, kalau kita pakai fitur Bass up gimana? Nah, dengan preset Bass Booster aktif bass memang jadi dominan sekarang. Lebih bertenaga dan bahkan menggelegar. Ini pas nih buat kalian-kalian yang bass head banget. Sekarang kita cek mid sound-nya seperti apa. Ini masih dengan sound cor signature ya. Mid-nya terbilang memadai dengan detail yang terjaga di sini. Tapi suara vokalnya memang agak madi ya di sini ya. Untungnya saat mencoba beberapa preset yang lain ini kesan madinya jadi berkurang dan membuat vokal jadi lebih bersih, terasa terdengar lebih natural aja atau kita juga bisa tuning manual ya untuk meet dengan menggunakan custom EQ yang tersedia. Sementara itu untuk trble ini cukup bersih dan rapi. Tapi memang standarnya belum sampai menawarkan impresi yang berkelas banget. Sementara kalau tadi kita hidupkan bass up ya travel juga jadi agak tertutup. Tapi kalau memang tidak merasa butuh buas yang super dominan, beberapa preset yang lain yang tersedia itu masih tetap menawarkan balance bass dan trble yang relatif baik. Jadi secara umum saat pakai sound core signature, kami merasa suaranya tuh di awal tuh agak flat banget ya. Harmoni dan kedalaman suaranya jadi terasa agak kurang. Separasi agak kurang asik. Staing juga terasa sempit. Tapi dengan pengaturan equalizer, baik lewat preset yang tersedia maupun pengaturan manual, suara yang dihasilkan bisa terasa lebih mantap. ya. Kita sudah sempat nyoba beberapa preset ya, seperti rock, elektrik, dan beberapa preset lainnya. Suara terasa jadi lebih berkarakter dengan separasi yang bahkan jadi lebih baik di sini ya. Staging juga terasa lebih lebar, lebih menggambarkan kelas dari headphone ini, kelas atas. Nah, kemudian ini menarik ya, bahwa respon terhadap perubahan di equalizer ini terbilang baik. kita tuh bisa merasakan perubahan karakter suara dan kedalaman suara sesuai dengan setting equalizer yang kita pilih. Jadi, headphone ini memang punya potensi bisa menawarkan suara yang lebih berkelas, lebih berkarakter daripada kondisi standarnya saja ya. Nah, bagaimana kalau kita pakai kodex LDAC ya? Ee kami masih belum merasakan ada peningkatan yang signifikan dibandingkan saat menggunakan AAC. Kualitas Sor yang tawarkan masih terasa ada di kelas yang serupa sebetulnya ya. Oh ya, kalau kita pakai 3D sound Eld-nya tidak bisa diaktifkan ya, hanya AAC doang. Oke, lanjut lagi. Kita coba sekarang noise cancelling-nya. Ternyata kalau yang ini mumpuni banget. Efek kedapnya benar-benar bisa terasa ya. Suara berisik di sekitar kita tuh langsung berasa terasa teredam sampai jadi enggak terasa mengganggu lagi. Baik itu suara yang konsisten seperti suara mesin saat kita dalam pesawat atau kendaraan bermotor lain atau suara ngobrol sekitar kita itu ikutan turun ya. Enggak bisa hilang total tapi benar-benar berkurang banget ya. Untuk suara dengan pitch atau ton yang tinggi seperti suara ketukan keyboard saat ngetik itu masih bisa terdengar. Tapi udah terasa tereddam banget di sini. Jadi kalau kita muter musik dengan yang satu ini, volume rendah pun ya kalau dipadukan dengan ANC-nya itu akan membuat suara dari sekitar kita tuh hilang gitu ya. Kami merasa bahwa noise cancelling ini memang terbilang sangat-sangat efektif ya. Memang kalau ini kita aktifkan tanpa memutar suara apapun di headphone, efek dari ANC di level tertingginya bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian pengguna. Solusinya turunkan saja sedikit level noise canceling-nya lewat aplikasi ya nanti jadi lebih nyaman gitu. Nah, bagaimana dengan transparan mode-nya? Nah, saat aktif kami merasa ada desis tipis yang konsisten. Sementara suara yang kita dengar memang bukan yang paling terbuka banget, tapi dia cukup natural kok. Sebetulnya suara kita sendiri terdengar dengan baik, tidak ditahan. Nah, ini penting nih ya. Ini membuat kalau kita ngobrol saat pakai transparency mode jadi lebih nyaman. Nah, apakah ada pergeseran suara saat di mode noise canceling dan transparency? Ya tentunya ada. suara jadi sedikit lebih terbuka saat kita pakai transparan mode. Tapi secara umum ini enggak geser terlalu jauh. Nah, untuk volume kami merasa headphone ini bisa menghasilkan suara yang lantang gu ya. Volume di kisaran 40 sampai 60% mungkin akan terasa mencukupi untuk penggunaan kita sehari-hari. Tapi lagi-lagi tergantung selera kita. Volume di bawah 40% terasa membuat karakter suara jadi agak kurang keluar aja. Sementara di atas 70% komposisi dan kerapian suara juga udah mulai turun. Tapi kami merasa bahwa volume 70% ke atas ini juga agak terlalu keras sih sebetulnya untuk penggunaan harian. Dan ini juga didukung oleh si fiturnya Save volume di aplikasi Soundcore yang sudah beberapa kali mengindikasikan eksesif kalau kita setting volume di 70%. Nah, bagaimana dengan lensinya? Secara umum saya merasa bahwa ini sudah menawarkan latensi yang cukup rendah ya. Setidaknya kalau device yang kita pakai ada di dekat headphone. Buat nonton film atau nonton video delaynya hampir enggak terasa. Tapi untuk gaming memang kayak merasa kalau memang benar-benar mau hilang lensinya atau tidak ada delay-nya, pakai aja headphone ini di mode kabel. Iya, masih bisa tancep kabelnya. Oke, lanjut lagi. Mari kita coba kemampuan mikrofonnya. Oke, sekarang saya sedang berada di studio untuk menguji kemampuan mikrofon dari Sound Core Space 2 ini. Di sini kita akan menguji kemampuan mikrofonnya dengan beberapa skenario, ya. Yang pertama yaitu menggunakan kebisingan jalan raya seperti ini. [musik] Nah, dapat teman-teman dengar gimana kebisingan yang ada di sekitar saya. Nah, kira-kira gimana nih kualitas mikrofonnya? Apakah suara background dapat diram dengan baik? Apakah suara saya dapat ditangkap dengan baik juga di headphone-nya ini? Sekarang kita lanjut untuk pengujian selanjutnya. Menggunakan kebisingan dari musik yang keras ya. Nah, seperti ini musiknya. Gimana? Apakah suara saya masih dapat terdengar dengan baik? Apakah suara noise di sekitar saya juga dapat direndam di sini? Selanjutnya kita tes dengan masih menggunakan musik, tapi di sini ada vokalnya. Nah, untuk suaranya kurang lebih seperti ini. [musik] Nah, gimana teman-teman? Apakah suara di sekitar saya dapat beranam dengan baik? Apakah suara saya dapat terdengar dengan jelas? Ya, ternyata suara berisik di sekitar kita tuh bisa ditekan. Ya, kadang memang masih bisa ada sedikit yang bocor, tapi yang penting suara kita tuh jadi masih bisa ditangkap dengan relatif baik. Untuk kelas harganya ini ah dibilang cukup memadai. Nah, pertanyaan sekarang, apakah headphone ini nyaman saat dipakai? Secara umum headphone ini terasa nyaman banget saat dipakai. Ya, setelah penggunaan [berdehem] cukup lama, area telinga memang masih terasa agak gerah walaupun kami ada di ruangan beracapi ya ini wajar ya. cuman agak gerah aja enggak sampai terasa tidak nyaman. Bantal memory form juga terasa empuk. Sementara grip dari headband ini terbilang cukup mampu menahan headphone terjaga di posisinya tapi tidak memberikan tekanan berlebihan ke kepala kita. Oke, sekarang mari kita bahas daya tahan baterainya. Soundcore ini terlihat memberikan janji yang luar biasa ya untuk daya tahan baterai. Pertanyaannya apakah beneran bisa nyampai 70 jam? Nah, kita coba dengan Kodex AAC. Volume di 50% jadi normal ya. Lalu ANC-nya tidak aktif. 70 jam emang janji kalau ANC tidak aktif ya. Nah, kita lihat sekarang baterai si Space 2 yang kami uji itu baru habis setelah bukan 70 72 jam. [tertawa] Jadi, ini sudah lebih dari janjinya sound core. Sementara kalau ANC kita aktifkan ini kita aktifinya full ya. Kita enggak tahu kalau dia janjinya 50 jam tuh di berapa ya. Nah, kalau kita aktifkan mentok ANC-nya paling kencang kita dapat sekitar 45 jam. Jadi balik lagi mengingat kita tes di kondisi ANC maksimum ya rasanya ini harusnya wajar ya bahkan mungkin sedikit melampau ekspektasi. Oh ya by the way 45 jam dengan ANC yang full tadi ya berarti kita udah bisa pakai dia untuk dua kali naik penerbangan terlama dan terpanjang di dunia tanpa harus ngisi ulang baterai. [tertawa] Jadi mantap sekali daya tahan baterainya ya. Nah, bagaimana untuk waktu chargingnya? Saat kami coba dari baterai kosong charging itu selesai dalam waktu kurang lebih 1,5 jam ya. Ini efek dari fast charging-nya. Sepertinya ini cukup cepat juga ya. Mengingat daya tahan batera-nya yang mencapai puluhan kali lipat dari waktu chargingnya sendiri. Bahkan kalau kata sound core, charging 5 menit saja sudah membuat kita bisa pakai dia selama 4 jam. Oke, untuk harganya Soundcore Space 2 atau Space 2 ini harga resminya ada di Rp2.599.000. Tapi, tapi bengan pengamatan kami di toko online official Soundcore di beberapa marketplace, Soundcore memasarkannya di kisaran Rp2.99.000. harga yang menurut kami sangat layak untuk apa yang ditawarkannya atau bahkan kemurahan untuk apa yang ditawarkannya. Oke, sekarang kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, preset standarnya ini agak kurang asik aja nih karakternya ya. Terkesan sedikit menutupi kualitas atau kapabilitas maksimal dari headphone ini. Kemudian di sini tidak ada IP rating untuk dia tahan terhadap air ya. Kemudian kalau setting AC-nya dipentokin mungkin akan ada yang merasa telinganya kurang begitu nyaman ya. Tapi again, ini kalau misalnya kita butuh ANC-nya e kedap ya, ini menyenangkan. Kalau misalnya enggak senang bagaimana ya turunin aja settingannya kan ada settingannya. Ini bukan ANC yang tanpa settingan. Oke, lanjut. Dari sini menariknya daya tahan baterainya luar biasa. Tanpa ANC bisa nonstop sampai 70 jam lebih ya. Bahkan kalau dengan ANC bisa e ANC maksimal bisa sampai 45 jam. Lalu ada banyak priset equalizer. Bahkan ada fitur custom EQ dengan opsi menyimpan banyak equalizer pilihan kita atau buatan kita. Kemudian dia punya potensi untuk menurkan suara yang relatif berkelas untuk kelas harganya dengan bantuan EQ. Respon terhadap pengubahan EQ juga terbilang bagus di sini ya. Dia bisa membantu menyesuaikan karakter suara sesuai dengan preferensi kita. Kemudian dia juga punya dukungan untuk kodex lduck. Kemudian Bluetoothnya udah versi 6 juga. Ada dual device connection juga di sini. Ada wearing detection, noise cancelling sudah menurkan kekedapan yang bagus banget dengan kemampuan menahan suara berisik di sekitar kita yang dengan baik. Di sini earc juga terbilang nyaman dengan pakai memory form dan protein leather. Headband juga bisa menahan headphone dengan baik di kepala kita, tapi tekanannya tidak berlebihan dan enggak tajam lah di kepala ya. Dan memang di sini enggak ada gesture control, tapi opsi pengendalian dari tombol yang tersedia terbilang udah cukup banyak. Penggunaan tombol ini harusnya membuat input ke headphone jadi lebih pasti dibandingkan gesture yang swipe-swipe tap-tap gitu ya. Nah, kemudian dia juga punya Anka voice assistant untuk pengendaliin headphone lewat suara dan tentunya dia punya adukan Transit juga ya dari aplikasi Soundcore. Pertanyaannya sekarang headphone-nya cocoknya buat siapa? Sound Core Space 2 ini akan cocok untuk mencari headphone dengan baterai super awet. ANC berkelas, suara yang cukup berkelas, tapi harganya tidak tinggi-tinggi amat gitu. Fitur yang ditawarkan juga terbilang berkelas ya di sini ya. Bahkan cenderung lebih mendekati headphone dari kelas yang ada di atasnya yang dua kali lipat harganya atau tiga kali lipat harganya. Kemudian yang satunya ini akan jadi cocok banget untuk opsi upgrade bagi siapapun yang masih pakai headphone class entry mungkin ya yang masih minim fitur gitu ya, tapi enggak mau keluar budget berlebihan. Cocok banget nih ya. Secara umum berbagai hal yang ditawarkannya menurut kami membuatnya sangat layak untuk dipertimbangkan.

Lihat di YouTube