REVIEW SUZUKI IGNIS GL, CITY CAR TIPE RENDAH TAPI FITUR BASICNYA LENGKAP! | PAJAKNYA CUMA 1 JUTAAN! (YouTube Video)
Buat kalian yang mau naik kelas dari LCGC tapi gak pengen budget perawatannya ikutan naik, beli ini aja nih, Suzuki Ignis GL tahun 2017. Nah, kenapa gua bilang naik kelas? Karena biarpun dimensinya kurang lebih sama seperti LCGC pada umumnya, cuman si Ignis ini kelasnya tuh satu kasta di atas LCGC yaitu city car. Jadi, dia punya beberapa kelengkapan yang enggak dipunyain LCGC. Nanti kita bahas sampai akhir ya. Makanya simak terus videonya. Yang pertama kita bahas dulu dari fasia depan. Tampang depan. Dia tampang depannya menurut gua cukup keren ya dan cukup bisa diterima. Kalau gua sih pribadi cukup suka cuman memang karena dia tipe yang GL untuk lampunya, lampu utamanya baru halogen multireflektor. Kemudian untuk yang lampu sennya juga masih boh lamp biasa. Kalau yang tipe di atasnya yang GX dan tipe tertinggi dia lampu utamanya kan sudah LED projector, kemudian ada DRL. dan pernak-pernik lain lah. Tapi overall ini juga udah cukup kok buat nemenin kalian wara-wiri di dalam kota ya. Di bawah kita biarpun di mobil ini tipe terendah tapi tetap ada nih fog lamp tetap dikasih ya. Untuk model grillnya juga dia model kotak-kotak persegi panjang dan sampai ke bawah sini nih model-modelnya. Ke samping sini juga ada motif-motifnya. Terus untuk model bumpernya dia simpel cuman memang modelnya lebih tegas karena garisgarisnya tuh kaku lurus-lurus ya. Overall sih kalau gua pribadi menurut gua cukup keren mobil ini. Untuk kap mesin juga dia enggak banyak tarikan garis aneh landai aja gitu. Ditambah ada dua ini nih, dua pentil buat nyemburin air wiper. Untuk bagian samping menurut gua modelnya juga masih cukup keren ya, karena ada beberapa sentuhan-sentuhan yang bikin body sampingnya ini terlihat keker. Pertama ini ada motif garis-garis hitam di sini di kap mesin. Kemudian dikasih lampu se. Biasanya kan di spion tapi ini masih di fender ya. Nah, yang bikin terlihat keker itu karena di bagian fender di depan maupun di belakang dia dikasih garis body seperti ini nih yang biasa kalau kita sebut tuh shoulder line ya. Jadi proporsinya kalau dilihat dari samping tuh kayak musculer gitu modelnya. Ditambah lagi sama dia dikasih ban yang cukup tebal dan veleg hitamnya ini berukuran 15 inch. Jadi overall profil samping ini cukup menarik banget. Cuman memang kalau bisa dimodif sih agak lebih rata fender lagi terus diturunin dikit sih pasti cakep banget ya. Lanjut ke bagian tengah sini. Untuk door handle kita dikasih model ini ya, model apa ini kita sebutnya ya? Model handle lah ya. Kan kalau yang kemarin Karimon tuh modelnya cungkil. Kalau ini model handle seperti pada umumnya. Terus di belakang fendernya kita dikasih motif tiga garis gini seperti motif itu ya, sepatu-sepatu yang buat running tuh. Nah, untuk desain ininya ini seperti yang gua bilang juga, love or hate relationship ya. Ada yang suka, ada yang enggak suka soalnya dia modelnya kayak matah gitu langsung. Cuman tetap yang bikin keren adalah ini. Dia punya shoulder line belakang sama seperti yang depan. Jadi kayaknya keker gitu, Guys. Untuk veleg udah otomatis sama ya, berukuran 15 inch. Bannya juga masih tebal, masih bagus ya dari Bridgestone Techno ring 15. Dan ya overall dari samping seperti inilah ya. Yang bisa gua notice karena ini tipe yang bawah, jadi dia belum ada rear rear spoiler. Jadi agak plontos ya kalau dari samping. Kemudian ini spionnya masih retrack manual. Sisanya sih masih oke banget ya. Depan udah, samping udah. Sekarang belakang nih. Begitu bahas belakang. Nah, di sinilah baru terlihat ya. Ini bukan desain untuk semua orang, bukan desain untuk selera orang umum. Kalau dibilang jelek ya ada yang bilang bagus gitu. Jadi love for hate relationship juga kalau gua pribadi sih dari belakang ini bagian paling enggak enak dilihat ya. Cuman cuman ya ini yang gua bilang perbedaan LCGC sama city car. City car itu punya beberapa fitur yang dibutuhkan. fitur basic tapi yang di LCGC enggak di enggak di ini enggak dimasukin. Yang pertama, mobil ini udah ada rear devoger. Nah, rear devoger ini dia berfungsi untuk hilangin embun. Jadi kalau kalian pergi ke area yang dingin kayak puncak gitu, puncak Bogor ini kalau suka ngembun penting banget. Rear deveer. Kemudian udah dilengkapin sama rear wiper juga. Lanjut ke bawah. Untuk lampu-lampu sih masih basic ya, semua masih bohlam. Enggak ada yang LED dan lain-lain, masih bohlam seperti biasa. Berikutnya lagi, selain rear devoger, ada kelengkapan yang namanya tuas pintu bagasi. Nih tuh, ini juga salah satu hal yang biasa di LCGC enggak dikasih ya, tapi di city car pasti dikasih. Oke, untuk bagasinya juga cukup luas ya untuk ukuran mobil yang dimensi luarnya tuh agak kecil, agak kompact. Ini luas dan dia dalam nih. Tuh segini kedalamannya setangan gua lah. Oke dan berikutnya lagi biasa di LCGC juga enggak dikasih ini tonal cover. Kalau di city car biasanya dapat. Lanjut kita bahas ke bawahnya. Di mobil ini juga sudah dikasih dua buah sensor parkir ya. Tapi enggak ada sensor yang di sudut corner, adanya sensor belakang doang. Ini bahannya plastik. Kemudian campur sama ini bahan plastik buat bumper juga. Oh ya, kita bahas dari samping sini ya. Overall sih sama pasti ya sama samping kiri. Cuman gua mau notice kalau ini nih kotor aja. Nanti kalau kalian mungkin berminat untuk beli sebelum serah terima pasti diberesin gitu ya. Terus kita lanjut bahas interior. Untuk interior, door trim-nya semua berbahan plastik dengan campuran warna hitam dan ada nuansa warna putih. Door handle-nya di sini. Ini pengaturan spion sudah elektrik kiri sama kanan, tapi dia belum electric retrack. Ini ada tombol lock unlock. Dan ini juga salah satu fitur yang biasanya di LCGC enggak ada ya. Power window CCI biasa kalau di city car sudah dikasih auto down atau auto up and down. Nah, kalau di LCGC biasa enggak enggak dikasih fitur auto. Door handle-nya ini dikasih aksen warna gun metal. Jadi ada variasinya. Door pocket juga cukup lega. Ini muat satu satu Aqua botol yang 600 mili lah ya. Sama ini buat kalian taruh dokumen. Sekarang kita bahas posisi mengemudinya ya. Posisi mengemudi sih sama seperti saudaranya nih, cukup tinggi dan comending. Jadi enggak enggak ada sporty feeling-nya, cuman riling ya kalau gua bilang. Setirnya berbahan karet dan enggak ada tombol-tombol fitur apapun di setir ya, karena kan ini yang tipe rendah. Kemudian ini tuas lampu, lampu se, lampu utama. Di sini tuas wiper sudah ada intermittent sama ini juga nih, MIS. Jadi bisa sekali wipe doang di daerah sini. Ini PC AC sudah berbentuk bulat bisa diputarputar. Kemudian ini buat ngubah mid-nya. Info mungkin ini average bensin. Ini tombol untuk redupin redupin sama terangin ini instrumen speedometer ya. Lanjut ke bawah. Ini ada headlight leveling. Ini juga salah satu fitur DCT car yang LCGC enggak punya biasanya. Headlight leveling. Untuk ini dia tombol buat nyalain fog lamp dan ya bawahnya sih udah enggak ada apa-apa lagi ya. Nah, untuk settingan jok ya, pengaturan jok dia hanya bisa recline sama maju mundur. Untuk pengaturan tinggi rendahnya belum ada. Gua sekitar 165 ya. Dan menurut gua sih posisi nyetirnya ya okelah riling ya. Enggak enggak yang gimana banget enggak ya jangan berharap yang sporty feeling gimana enggak ya. cuman acceptable lah. Dan untuk setirnya juga ini ya, setirnya tilt tapi belum teleskopik nih setirnya. Oke sih kalau menurut gua ya. Untuk joknya juga dia dibalut sama sarung ya. Sarung kulit. Ini sarung jadi yang seperti gua bilang kemarin kalau jahit paten itu pasti rapi. Nah, kalau sarung dia agak kewer-kewer kayak gini. Jadi tergantung kalian. Preference-nya maunya gampang dibersihin atau maunya terlihat rapi. Kalau mau terlihat rapi sih biasa sarung gua lepas, tapi kalau kalian mau gampang dibersihin ya memang harus disarungin gini. Interior belakang sama juga ya. Ya iyalah enggak mungkin beda mobilnya. Sama door trim-nya bahan plastik full ditambah ada aksen putih dan ada satu buah cup holder. Nih lumayan ya ini buat ya yang ukuran 600 mili bisa nih. Cuman sayang dia door trim-nya kayak kepotong gitu nih guys. Di sini ini ada panel bodinya. Kalau seandainya ini ngikut ke sini kan jadi lebih rapi gitu ya. Cuman small meter sih. Untuk posisi duduk. Posisi duduk cukup lega. Ini depan kursi, settingan kursi gua nyetir masih ada space gini ya. Mungkin kalau yang tingginya 180 ke atas mentok nih. Headro lega. Oh iya sama ini ya. Bedanya city car sama LCGC juga di sini nih. Dia punya headr adjustable kalau yang di depan. Kalau LCGC kan biasa joknya model pocong. sama di penumpang juga adjustable headr-nya. Untuk sudut kita duduk sih sudutnya enggak terlalu tegak, tapi memang enggak terlalu rebah ya. Just about right sih kalau gua bilang. Di atas ini ada door handle. Joknya juga sudah dibalut sarung kulit ya. Dan ya, tapi satu hal yang gua notice ini kayaknya headr-nya agak ketinggian. Jadi kalau kita di belakang nih kehalang headres-nya terlalu banyak nih. Kalau headrnya mungkin segini kan kita masih kelihatan apa ya kelihatan jalanan gitu. Kita bahas kursi depan kiri. Door trim sama bahan plastik, power window, door pocket, ada cup holder. Nah, untuk penumpang kiri dikasih storage kecil. Ini buat naruh-naruh barang. Mungkin bolpen bisa ya. Glove box-nya belum soft opening, tapi cukup lega. Ada dua tingkatan ya, satu di atas, satu di bawah. Cukup buat buku servis bisa nih. Tuh masuk ya. Untuk dashboard-nya dia sama nuansa campuran hitam sama putih semua full plastik. Sudah dilengkapi dual SRS airbag juga. Ini sama kayak saudaranya nih. Kisi-kisi AC tengah sama samping beda ya. Yang kiri bundar. Yang tengah ini doang nih bersegi panjang. Head unit juga modelan entry level tapi udah bisa CD, radio, kemudian ada media. Nah, medianya ini bisa pakai USB dan auxiliary. Ada di sini. Untuk tengahnya ada tombol hazard aja. Dan ini juga nih, ini adalah fitur yang biasa di LCGC enggak ada, tapi stikar sudah ada. yaitu pengaturan semburan arah AC. Ini arah AC atas doang. Ini kaki atas dan kaki. Sori ya ini kaki aja. Ini kaki dan front defoger. Sama pengaturan lainnya juga nih. Ini tombol untuk nyalain rear defoger. Ini untuk AC. Pengaturan fans speed AC. Dan ini suhu. Dan suhunya ini ini ya. Ini juga nih yang membedakan LCGC sama city car. Kalau city car ini dikasih suhunya mau bisa dingin atau panas, climate control kalau orang bilang. Sedangkan kalau di LCGC biasa cuman pengaturan dingin aja. Dingin doang apa dingin banget gitu biasanya. Ini pengaturan untuk ini ya apa? Air circulation. Jadi ini yang dari luar bisa masuk ini dalam kabin doang. Bagian bawah kita dapat konsol ini ya buat taruh barang juga. Storage box ada dua buah cup holder. Ini transmisinya modelnya enggak ada transmisi P karena dia adalah matic yang di sori dia adalah manual yang dimatickan. Jadi enggak ada P mode P. Lanjut ke bawah sini. Dia ada storage box juga. tray buat naruh tas mikrofon gini bisa ya atau kalian bisa taruhin mungkin uang kertas atau uang koin cuman dia enggak ada kalian mesti lapisin karet nih kalau enggak nanti bunyi kelotakan. Ini rem parkir masih model manual. Bahas bagian ke atas ya. Ini sunfiser enggak dikasih vanity mirror, cuman ada ini doang selipan buat taruh kartu. Lampu ada auto, bukan auto sih, ada off, ada on, sama ada auto mulu. Ada mode buat pintu terbuka ya. Jadi lampunya nyala. Ini ada mikrofone. Tapi kayaknya kalau kalian ambil yang tipe tertinggi baru nyala deh. Soalnya di sini enggak ada pilihan buat Bluetooth teleponi. Nih, [Tepuk tangan] Sunfiser sisi penumpang dapat vanity mirror jadi bisa ngaca. Untuk ruang mesin dia cukup kecil. Tapi enaknya mobil ini mesinnya 1200 cc 4 silinder. Jadi enggak ada rasa getar-getar gitu kalau lagi stasioner atau lagi idle karena kan 4 silinder 1200 cc tenaganya sekitar 83 horsepow ya dengan torsi sekitar 110-an Nm. Ruang mesin juga cukup kompact dan sudah dibersihin. Kalau kalian mau lebih bersih lagi nanti kalau memang beli bisa kita masukin ke auto detailing. Dan overall mesinnya bersih, kering ya, enggak enggak ada rembes. Biasa kan kalau ada rembes nih di parking-parking atau di area oli sini ada rembesan oli. Tapi ini overall aman. Sekarang saatnya kita tes jalan. Yuk, kita tes jalan yuk. Si Ignis GL 2017 ini ya. Nah, satu hal yang gua notice lagi nih, AC-nya masih dingin banget, cuy. Gigit gitu. Dinginnya tuh ada gigitannya. Pasti kalian kalau yang punya mobil berasalah AC yang udah mulai lemah sama AC yang masih segar. Kemudian untuk mobil ini juga sudah berjalan 77.804 ya odometernya. Sekarang kita langsung bawa jalan aja yuk. FYI ini adalah transmisi matic yang tidak seperti pada umumnya. Kalau kalian tahu kan matic itu ada matic konvensional, ada CVT dan lain-lain. Tapi kalau di mobil ini maticnya itu AMT, automated manual transmission yang berarti transmisi manual yang di tuh tuh transmisi manual yang dimatic. Jadi sensasinya, behavior-nya ya seperti transmisi manual. Seperti yang tadi gua bilang tuh, setiap pergantian gigi tuh dia berasa mm hm. Terus kalau kita ngegasnya agak ngegantung ya berasa nul-endulannya gitu. Pokoknya mirip seperti mobil-mobil manual yang kalian tuh belum terlalu familiar sama koplingnya. Jadi kadang-kadang kopling suka salah lepasnya mobilin dul-dulan percis. Bedanya di mobil ini kita enggak pakai kopling, udah enggak perlu pikirin koplingnya. Enggak perlu takut mobilnya tuh salah kopling mati gitu ya. Enggak. Soalnya kan ini udah diutomated, udah diutomasi, udah diotomasi otomatisasi gitu. Jadi satu hal yang perlu gua infoin ke kalian, rasa berkendara AMT itu noh seperti mobil manual tuh. Setiap pergantian gigi ada Hmm hmm berasa ganti gigi. Yang gua tahu sih AMT ini keunggulannya lebih irit dibanding sama matic biasa. Kita coba cek di mid-nya ya. Tuh, midver fuel ekonominya bisa 1 banding 12 sampai 13 per liter. Yang mana kalau dibandingkan sama LCGC yang matic konvensional itu kayaknya 1 banding 10, 1 banding 11 deh dalam kotak. Oke, begitulah transmisinya ya. Rasanya tuh endul-endulan dan pas di gigi satu itu rasanya seperti agak lebih nyelonong kalau kita lepas gas. Jadi kalian mungkin yang baru pertama kali bawa AMT perlu penyesuaian satu mingguan kali ini. Sedangkan sekarang kita bahas bagian kaki-kaki kita. Gua sengaja lewatin jalanan paving block dan yang enggak rata. Sejauh dari tadi sih kaki-kakinya enggak ada bunyi sama sekali nih. Tuh enggak ada gludakan, enggak ada apa. Bantingannya juga empuk. Kemudian bannya juga masih bagus ya. Jadi redaman si paving blok sama aspal yang kasar tuh lumayan teredam dengan baik. Terus untuk respon mesin juga cukup oke ya. Mesin halus, kemudian suara raungan mesin juga enggak terlalu kedengaran ya. Overall masih okelah kalau menurut gua ya. Kalau kita lepas gas dia agak lebih nyelonong dibanding matic biasanya. Matic matic pada umumnya. Karena biasanya kalau matic pada umumnya ada engine braking. Kalau ini kayaknya enggak ada deh. Rasanya tuh mirip seperti kalian kalau lepas gas di mobil manual terus kalian koplingnya kalian injak tuh mobil jadi benar-benar meluncur kan rasanya. Ser gitu aja. Nah, itu rasanya mirip. Visibilitas juga jelas karena kacanya lebar. Terus posisi duduk lebih ke arah riling. Setir juga lumayan enteng. Tapi gak enteng banget. Jadi masih ada F belok-beloknya tuh. Masih ada F. Dan bentar lagi kita lewatin speed trap. Oke loh bantingannya, peradamannya oke loh. Kita tes putar balik ya seberapa enteng setirnya. Tuh terbalik pakai satu tangan gini udah biasa gitu. hasle free lah dengan harga yang disesuaikan gitu ya. Tahunnya muda, bantingan enak, AC dingin, dimensi kompartmen. Menurut gua cukup salah satu opsi yang cukup menggiurkan ya mobil ini. Dan kita bahas lagi ya, fitur yang dikasih di city car tapi LCGC enggak ada itu adalah ini triple turn signal. Jadi, lampu SE itu kita toel dia nyala tiga kali. Biasanya di LCGC enggak ada nih. Itu berfungsi untuk kalau kita mau sekedar pindah lajur misalkan di tol ya, dari lajur tengah mau overtake ke kanan kan kalau nyalain cetek-cetek mulu kan gerah ya. Ini kita tinggal toel dikit aja tep dia nyala tiga kali. Terus pada saat masuk kiri tinggal toel ke atas. Ini ada mode manualnya juga nih, Guys. Jadi, kita bisa gonta-ganti gigi sesuai keinginan kita juga. Kalian kalau mau menghindari perasaan dul-ndolannya, nah ini nih caranya nih. Kalian mainin mode manualnya nih kalau kalian mau lebih enak gitu ya. Jadi ibaratnya seperti benar-benar bawa mobil manual tanpa kopling. Kaki kiri gak perlu mainin kopling, tapi kita tetap ada sensasi gonta-ganti giginya. Ya, benar. Kalian kalau beli mobil ini pakai mobil di dalam kota gitu ya, kayaknya mode manualnya lebih enak deh ganti giginya jadi bisa disesuaikan dengan keinginan kalian. Nah, ini mode sekarang mode manual nih ya. Tuh, kalian kedengaran enggak? Dia enggak akan ganti gigi kalau kita enggak ganti. Nah, ini salah satu siasat kalau kalian punya mobil ini dan berkendaranya lebih enak. Emang AMT-nya ini masih bikin kagok ya kalau habis belokan nih kayak gini. Suka tuh suka nge-drop dulu deret baru ngegas lagi tuh. Ya, enaklah. Overall tinggal butuh adaptasi aja. Jadi, gimana menurut kalian, Guys? Kalau menurut gua sih mobil ini worthed banget ya, soalnya harganya juga udah menarik banget. Sekarang mobil ini bekasnya dijual di harga Rp100 juta kecil. Dan buat kalian yang mungkin enggak mau keluarin cash segitu banyak, kalian bisa kredit juga dengan DP rendah. Kemudian angsuran cuman R2 jutaan. Yang menarik lagi yang bikin apa ya? Gua juga kaget gitu setelah gua cek ya. Pajaknya guys, mobil ini pajaknya cuman Rp1.100 per tahun dan masih nyala sampai Februari tahun 2026. Jadi kalau kalian mau beli mobil ini juga udah enggak usah pusingin namanya pajak ya kan perawatan dan lain-lain. Tinggal gas aja cuy. Karena ya seperti yang gua udah explain tadi udah gua jelasin kaki-kaki aman. Ban juga masih tebal, masih empuk. Kemudian interior AC juga masih dingin banget, mesin halus. Cuman memang transmisinya perlu adaptasi sedikitlah buat kalian yang memang terbiasanya sama matic konvensional, CVT gitu ya atau mungkin bahkan DCT, DSG mungkin akan butuh sedikit adaptasi kalau masuk ke AMT ini. Jadi, ya secara overall buat kalian yang mau naik kelas, mungkin sekarang punya LCGC, mau naik kelas ke city car supaya punya fitur yang lebih banyak gitu ya dan punya fitur yang lebih fitur-fitur basic itu lebih ada bisa pertimbangkan mobil ini sih. Suzuki Ignis tipe GL tahun 2017. Kalau gitu sekian dulu Coco review kali ini. Buat kalian yang sudah nonton, terima kasih banyak. Dan kalau kalian punya ide atau pengin mobil-mobil lain yang di-eview, kriterianya seperti apa, sharing aja di kolom komentar, ya. Sama buat kalian yang sudah pakai Ignis ini juga boleh sharing-sharing di kolom komentar gimana rasa berkendara sama perawatan si AMT. Jadi kita bisa saling bertukar informasi. Oke, jangan lupa mampir juga ke Instagram gua di Coco Driver 92 dan TikTok Coco.driver. Thank you for watching, guys. See you in the next video. Bye. Lupa jelasin, ya. Ini ada fitur unik dan fitur keamanan sih menurut gua ya. Kita enggak akan bisa starter kalau kita enggak nginjak rem. Tuh, tuh. Tuh, kita injak. Terus keunikan lainnya nih dikasih aksen detail kecil ya. Bentar gua keluar dulu. Nah, tuh di bawah dikasih garis tiga. Itu sama seperti yang ada di fender belakangnya. Unik aja sih, cuman detail kecil yang bikin bikin wow aja. Yeah.
