Review TECNO CAMON 50 Pro 5G! Kameranya Makin Serius!? (YouTube Video)
Ini Techno Canon 50 Pro 5G. Penerus dari Canon 40 Pro 5G yang fenomenal itu ya. Sekarang kameranya Camon 50 Pro 5G ini udah naik kelas. Ada kamera telefoto tiga kali dengan tambahan AI super zoom hingga 60 kali. Kamera telefotonya bisa rekam video 4K. Sekarang ada super zoom flashnap hingga lima kali. Semua kamera juga bisa rekam video di atas full HD 30 fps. Desain juga naik kelas lebih premium dan lebih solid saat digenggam. Walaupun upgrade-nya banyak, kemampuan unggulan pendahurnya juga tetap dipertahankan di sini seperti kamera selfie-nya autofokus, kamera utama 50 megapel Sony Litia 700C ya. Lalu layarnya 1,5K 144 Hz curve AMOLED display, bypass charging juga ada di sini. Nah, dengan peningkatan yang dihargankan tersebut, apakah smartphone ini bakal fenomenal seperti pendahulunya? Oke, Techno Camon 50 Pro 5G. Kalau di luar Indonesia namanya sebetulnya satunya adalah Techno Camon 50 Ultra ya. Jadi kalau dari tekno pusat mereka mengubah nama dan positioning lini mereka untuk 50 series kali ini ada 50 Ultra, 50 Pro 4G dan 50 yang biasa. Nah, TNO memutuskan untuk tidak lagi menghadirkan premiere setidaknya untuk tahun ini kalau kata tekno Indonesia. Jadi, saat ini Camon 50 Ultra adalah versi paling atas. Nah, yang masuk ke Indonesia itu hanya dua ya, Cemon 50 Ultra dan 50 yang biasa. Nah, tapi Teekno Indonesia memutuskan untuk yang namanya ultra itu diganti jadi Pro 5G. Alasannya karena konsumen Indonesia sudah familiar dengan nama Cemon 40 Pro 5G tahun lalu, ya. Jadi, akan lebih mudah mengerti kalau yang penerusnya itu adalah CON 50 Pro 5G. Jadi, jangan bingung kalau di luar negeri itu enggak ada yang namanya Pro 5G. Dan kenapa dianya enggak ada yang ultra? Karena ya dua benda itu sama sebetulnya ya. Tadi kami juga sempat khawatir ya, bagaimana tekno akan menghadapi krisis RAM dan STOR tahun 2026 ini. Apakah harganya akan naik jauh, spek naik atau turun dibanding pendahulunya? Rasikan seperti apa? Nah, dari pengujian kami bisa kami bilang tekno itu berhasil menghadapi situasi ini dengan baik. Oke, langsung aja kita bahas. Tapi mulai dari paket penjualnya dulu ya. Di dalamnya tentunya ada unit Techno Camon 50 Pro 5G. Lalu ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini adalah charger 45 watt. Kemudian ada kabel USBC, ada tempered glass. Nah, untuk sotator plastiknya biasa yang sudah terpasang dari pabrikan sekarang udah enggak ada lagi. Jadi kalau mau perlindungan tambahan, tempered glass-nya harus kita pasang sendiri. Kemudian ada hard case dengan desain yang senada dengan body smartphone, ada sim trjector dan paket dokumen. Jadi, paket penjualan ini tetap terbilang lengkap ya. Yang membuat kami terkesan itu ya case bawaannya sih keren dan senada dengan bodinya ya. Nah, secara penampilan smartphone ini mengusung bahasa desain yang agak beda dibanding pendahulunya. Dari pertama pegang yang langsung terasa adalah bodinya yang lebih lebar. Sekarang semua sisinya dibuat melengkung mulai dari tepian body, back cover sampai sisi layar. Lalu body belakang Cemen 50 Pro 5G ini dibikin lebih flat di area modul kameranya, enggak nonjol lagi seperti pendahulunya. Kalau dilihat sih penampilannya sekarang jadi lebih kalem aja gitu ya. Kalau mau sedikit bermotif, tinggal pasang casing bawaannya aja seperti yang saya tunjukkan dari tadi ya. Nah, untuk material sendiri smartphone pakai back cover kaca dan frame berbahan polikarbonat. Untuk dimensinya tinggi 162,92 mm, lebar 77,47 mm, dan ketebalan di 7,38 mm. Untuk bobotnya sendiri, handphone-nya aja ini di 197 gr. Nah, untuk ketahanan bodinya smartphone sudah dilengkapi dengan empat IP rating. IP6, IP68, IP69, dan IP69K. Jadi kalau enggak sengaja kecipratan air, enggak sengaja kecemplung atau enggak sengaja kesemprot air, ya harusnya ini masih aman. Ingat, saya selalu nyipin kata enggak sengaja. Jadi bukan untuk disengajakan disiram, diceburin atau ditenggelamkan ke dalam air apalagi dibawa snorkling ke laut. Jangan ya. Nah, selain itu smartphone ini juga sudah lolos uji military standar 810H. Jadi soal durabilitas harusnya sih udah aman lah yang satu ini. Oke, sekarang kita lihat sekeliling bodinya. Di kanan ada tombol power dan volume up and down. Di atas ada grill speaker, infrared blaster, dan ada lubang mikrofon. Di kiri ada one tap button. Nah, tombol ini bisa dipakai untuk memunculkan beberapa shortcut. Untuk opsi shortcut yang tersedia bisa dilihat di menu yang berikut ini. Oke, lanjut lagi ke sisi bawahnya ya. Ini adalah slot dual SIM tanpa dukungan micro SD. Lalu ada mikrofon, port USBC, dan grill speaker. Terlihat ya, smartphone ini sudah dilengkapi dengan dual speaker. Keluaran suara speakernya udah cukup lantang ya di sini. Untuk kualitasnya sendiri sih udah ok lah sebetulnya ya. Stanya sudah memadai untuk berbagai kebutuhan. Beralih ke depan ini adalah layar 6,78 inci AMOLED curve display resolusinya 1,5 264 * 128 piksel. Refresh rate 144 Hz adaptif. Secara default refresh layar diatur ke 120 Hz. Kalau enggak ada aktivitas di layar refres-nya akan turun ke 60 Hz. Kalau ma merasakan refresh set yang 144 Hz, kita harus atur refresh rate ke high terlebih dahulu di menu setting. Lalu atur manual refresh rate ke 144 Hz untuk aplikasi yang mendukung. Oke, lanjut ke brightness. Saat kita uji di kondisi indoor, brightness maksimumnya itu bisa mencapai 423 nits. Nah, kalau kita pakai simulasi untuk outdoor, berat maksimalnya itu bisa mencapai 1280 nit. Ini udah terang banget, ya. Kemudian ada dua mode warna disediakan, yaitu ada original color dan bright color. Di mode original color, warna layar itu diatur hampir mendekati 100% di CP3. Kalau di mode bright color, warna layarnya lebih dilepas di sini ya. Bahkan gambut volume-nya bisa melebih 100% di CP3. Sayangnya memang di sini belum ada mode warn yang diarahkan ke 100% sRGB. Jadi kalau mau ngedit pakai HP ini ngatur warnanya agak hati-hati ya. Oke, lanjut. Untuk always on display itu juga tersedia di sini tapi memang bukan yang benar-benar always on. Ini nyalanya beberapa detik aja. Nah, untuk basel menurut kami ini udah tergolong tipis dan terlihat simetris di keempat sisinya. Cakep nih ya. Lanjut beralih ke sisi atas layar. Di sini ada earpiece serta kamera depan yang ditempatkan di area punch hole seperti ini. Kameranya ini punya resolusi 50 megapel bukaannya f2.4. Ini kamera autofokus ya. Perkaman video up to 4K 30 fps. Opsi 1080/60 fps juga ada di sini. Lanjut isi belakang. Oke, sekarang kita lihat kamera yang pertama. Ini adalah kamera utama 50 megapel Sony Lia 700C. Bukaannya F1.8 optical image stabilizer dengan autofokus perkaman up to 4K 30 fps. Opsi 1080p 60 fps ada juga di sini. Di bawahnya ada kamera telefoto tiga kali resolusinya 50 megap juga. Bukanya F2.8 optical im stabilizer autofokus. Perkaman video up to 4K 30 fps dan 10860 fps juga tersedia. Lalu di sisi kanan, nah di kanannya ini adalah kamera ultra wide 8 megap bukanya F2.2 fix fokus. sayangnya ini sedikit beda ya dibanding yang 40 Pro sebelumnya di mana kalau dulu ultra wide-nya itu autofokus ya kalau di sini ini fix fokus. Untuk perekaman video ini up to 2K 30 fps. Sayangnya di sini opsi 1080p 60 fps-nya belum ada. Lalu di bawah kamera ultrawide ada LED kecil berwarna merah. Nah, LED ini akan menyala ketika smartphone sedang merekam video dengan kamera belakang atau ketika smartphone-nya sedang charging. Sementara untuk LED flash posisinya terletak di bawah LED yang berwarna merah tadi. Oke, sekarang kita lihat untuk spek internalnya. SOS-nya pakai Mediatch Demens City 7400 Ultimate. Untuk unit yang kita pakai ini dia pakai RAM 8 GB LPDD 5X dan storage-nya 256 GB UFS 2.2. Ada juga yang pakai opsi RAM 12 gig dengan storage 256 dan ada yang RAM 12 gig dengan storage 512 GB. Untuk baterai 6 mAh. Ini naik signifikan dari pendahulunya ya. yang dulu kan 5.200 mAh. Untuk charging dia sampai 45 wat. Untuk bypass charging ini bisa cukup aktifkan lewat menu settings atau lewat overlay game tools. Jadi fitur ini enggak cuma bisa dipakai untuk gaming doang, bisa dipakai untuk kebutuhan yang lain juga. Untuk sensor-sensor ini lengkap semuanya ya, termasuk gyroskop, hardware juga ada di sini. Konektivitas tentunya 5G, 3G, 2G, 4G bisa semuanya ya. ISIM sayangnya belum bisa di sini. Untuk Wii udah WiFi 6, Bluetooth versi 5.4 dan untuk Bluetooth kodex-nya lumayan lengkap. SBC, AAC, APTX, APX HD, LDAC itu ada semuanya. Untuk NFC ada, USB-nya tentunya bisa OTG, tapi untuk display output masih belum bisa. Untuk sistem kameraman dia punya optical inisplay fingerprint scanner dan ada face unlock juga. Untuk OS dia pakai High OS 16 basisnya Android 16. Smartphone dijanjikan akan mendapatkan tiga kali Android update dan ada 5 tahun security update. Sejauh kita pakai smartphone ini sih kita enggak nemu iklan ya di dalam aplikasi bawaannya. Kalau ada sih itu biasanya berbentuk notifikasi dari aplikasi Palm Store atau App Market bawaan iOS. Nah, kalau cuma notifikasi sih tinggal dimatiin aja notifnya beres ya. Untuk aplikasi pihak ketiga, untungnya di sini enggak terlalu banyak juga. Kalau enggak dibutuhkan juga masih bisa di-uninstal dengan mudah. Nah, kalau bicara soal fitur AI ada banyak ya, termasuk ada Ella di sini atau asisten AI dari Techno. Untuk fitur-fiturnya bisa kita cek di menu settings. Terlihat ya lengkap banget di sini. Lalu ada beberapa fitur AI di aplikasi galeri bawaan juga seperti AI auto zoom. Nah, di sini kita bisa cropping foto dengan bantuan AI. Hasil croppingnya juga presisi nih ya. Lalu ada AI HD enhancement. Fitur ini bisa tingkatkan ketajaman foto yang diambil dengan jarak zoom hingga 60 kali. Terlihat ya, foto yang diambil dengan jarak zoom sangat tinggi sekalipun masih bisa dibuat terlihat lebih tajam lagi. Lalu ada AI flare remover. Di sini kita bisa menghapus flare yang ada di foto ini. Membuat foto kita bebas dari pantulan cahaya yang mengganggu. Sepertinya ada HP lain yang butuh ini juga ya. Selain yang satu ini. Lalu, AI shadow removal ini bisa dipakai untuk menghapus bayangan di foto kita. Nah, selain fitur AI bawaan, fitur AI dari Google seperti Gemini dan Circle to Search itu juga tersedia di sini. Nah, ada satu fitur baru yang disempatkan di HOS 16 ini, yaitu one tab flash memo. Dengan fitur ini, sistem akan pelajari informasi apa yang sedang tampil di layar kita. Nanti hasil rangkuman dari flash memo akan tampil di Minh Hub. Nah, mhub di sini berisi beragam rangkuman informasi yang ditangkap oleh Flash Memo tadi. Contoh rangkumannya seperti ini nih, ya. Nah, seperti ini ya. Selain bisa mempelajari informasi yang sedang tampil di layar, flash memo juga bisa dipakai sebagai shortcut untuk tindakan tertentu. Contohnya di tampilan layar kita ada informasi terkait destinasi wisata. Nah, kita bisa pakai flash memo sebagai shortcut navigasi ke destinasi wisata tadi. Lebih mudah ya, enggak perlu repot-repot pindah aplikasi terlebih dahulu. Oke, langsung kita masuk dalam pengujian performanya. Kita mulai dari benchmark dulu. Untuk Antutu 10 tanpa dikipasin kita dapat Rp806.000-an. Kalau dikipasin dengan Antoto 10 kita dapat Rp825.000-an. Ant 11 tanpa kipas Rp1.11.000-an. Kalau dengan kipas jadi Rp1.2.000-an. Lalu untuk Geig 6, single core ada di 1059, multiore di 3.157. Untuk terima sling shot extreme open GL IS 3.1 grafik skornya ada di 6.432. Sekarang kita lihat kestabilannya dengan terima quatless tress test. Best score di 3.889, lowest score di 3.853. Jadi, stability-nya tinggi di 99,1%. Itu tanpa kipas. Jadi ya udah 99 enggak perlu kipasin lagi ya. Lanjut untuk gaming. Oke, supaya performanya maksimal kita perlu atur setting performanya terlebih dulu di menu overlay high boost ya. Kita langsung mulai dari Subway servers. Nah, untuk main game yang satu ini refer layarnya otomatis turun ke 60 Hz. Ini buat pengalamannya kurang seru aja ya karena frame rate jadi terkunci di 60 fps. Solusinya kita bisa atur refresh game ini secara manual lewat menu settings. Setelah refresh diatur ke high baru tuh frame rate-nya bisa jalan di 120 fps. Tapi memang opsi refresh set 144 Hz untuk mendapatkan 144 FPS itu masih belum tersedia untuk game yang satu ini. Kita lanjut ke Mobile Legends. Setting frame yang terb sampai ultra atau 120 fps. Hasilnya di opsi setting kualitas tertinggi sekalipun frame yang dapat itu bisa mencapai 120 FPS dengan lancar. Udah kerasa keentengan game yang satu ini ya. Lanjut PUBG Mobile. Opsi frame rate yang terbuka di graphic smooth itu bisa extreme plus atau 90 fps. Kita coba satu match ya dan frame kita dapatkan bisa mulus lancar di 90 fps. Tapi saat akhir pengujian ada sedikit frame drop nih. Tapi ya overall pengalaman mainnya udah sangat asik lah di sini. Untuk jaro ing bagaimana? Mulus lancar dong. Enggak ada masalah di sini kan pakai hardware gyro. Lanjut ke Gensin Impact. Langsung kita setting highest 60 fps. Nah, secara default setting visual effectnya itu akan otomatis diatur ke low saat kita pakai opsi grafic highest. Ya, kita coba mainkan game tanpa kipas dan rata-rata frame yang kita dapatkan ada di 40 fps dengan fluktuasi frame rate di 33 sampai 45 fps. Performanya sendiri cukup stabil ya selama setengah jam dimainkan. Micro starter ya masih ada, tapi pas dimainkan sih enggak terlalu terasa lah efeknya. Untuk suhu body belakang titik terpanas ada di dekat modul kamera dengan suhu di kisaran 43 derajat Celcius. Sementara suhu area lainnya itu di kisaran 36 sampai 40 derajat Celcius. Untuk bagian depan area terpanas ada di dekat kamera selfie dengan suhu tertinggi di 42 derajat celcius. Sementara area lainnya itu ada di kisaran 37 sampai 40 derajat celcius saja. Jadi kalau tanpa kipas smartphone ini dapat ranking B. Nah, bagaimana kalau kita kipasin? Nah, kalau pakai kipas ya, rata-rata frame naik sedikit ke 44 fps dengan fluktuasi di kisaran 36 sampai 50 fps. Jadi kalau dikipasin rankingnya naik jadi B plus. Sekarang kita coba watering wave. Setting grafik kita atur ke quality frame rate 60 fps. Frame rate yang kita dapat cukup fluktuatif ya di kisaran 35 sampai 50 fps. Sesekali memang frame rate-nya turun di bawah 35 fps. Walaupun demikian, frame rate juga sempat naik beberapa kali di atas 50 fps. Untuk sub di belakang titik terpanas ada di dekat modul kamera dengan suhu di kisaran 43 derajat celcius dan area lainnya di 36 sampai 40 derajat celcius. Sementara untuk bagian depan titik terpanas ada di dekat kamera selfie dengan suhu tertinggi di 42 derajat celcius. Sementara untuk area lainnya ada di kisaran 37 sampai 41 derajat Celcius. Masih cukup oke ya. Sekarang mari kita uji kameranya. Di tangan saya kali ini sudah ada Techno Camon 50 Pro nih. Langsung aja kita lihat kemampuan kameranya seperti apa. Untuk pengujian kali ini saya dibantu sama Provinsia. Untuk sampel ee dia yang ambil tapi untuk skriptin dan pembahasannya masih bareng sama saya. Seperti biasa yang pertama kali kita mau cari tahu adalah kemampuan mikrofonnya. Suara yang lagi kalian dengar sekarang ini adalah suara langsung dari mikrofon smartphone-nya. Kita enggak pakai mikrofonal di sini. Nah, menurut lu kemampuan mikrofonnya gimana, Bin? Ee sebenarnya kemampuan mikrofonnya sudah cukup baik, cuman noise kita itu juga ikut ketangkap. Jadi, suara kita ketangkap, suara sekitarnya juga ketangkap seperti itu. Oke, jadi suara kita sih jelas, cuman enggak tahu kenapa ya ini noise-noise di sekitar tuh masuknya jelas juga. Iya, ya. Semoga ada fitur noise reduction sedikit ya. Nah, masih ngomongin mikrofon tentunya kita juga penasaran sih kalau pakai mikrofon exal support atau enggak. Ini kita coba pakai mikrofon dan untungnya suaranya bisa masuk dengan baik ya. tentunya kalau untuk vlogging yang lebih serius, mikrofon eksternal lebih direkomendasikan terutama untuk jarak jauh seperti ini. Nah, tapi sayangnya di smartphone tekno ini tuh belum ada indikator mikrofonnya. Jadi kalau kita pakai mikrofon exernal seperti ini, kita tuh jadi agak kurang yakin gitu. Itu sumber mikrofonnya masuk dari mikrofon smartphone-nya atau dari mikrofon exal. Lebih baik sih kalau di UI kameranya itu ada indikator ya, supaya lebih yakin kalau benar suaranya itu dari mikrofon eksternal. Tapi untungnya sejauh ini kita coba suaranya aman sih. Kita lanjut bahas kamera selfie-nya dulu. Untuk resolusi maksimalnya bisa sampai 4K 30 fps ya. Di sini kualitasnya sendiri termasuk bagus. Untuk kelasnya detailnya bisa ditangkap dengan baik. Soal ketajaman juga oke pas menurut kami ini juga berlaku di opsi 1080p 60 fps ya. Kualitasnya juga masih terjaga di sini. Lanjut ke dynamic range. Area langit masih over expos nih sedikit tapi area wajah ini termasuk yang exposur-nya bagus banget. Kita juga coba di full HD 60 fps dan dynamic range-nya konsisten ya. Hasilnya mirip-mirip aja. Dari segi stabilizer hasilnya udah lumayan stabil ya. Kita juga sudah coba di Full HD 60 fps dan hasilnya bisa sedikit lebih rapi menurut kami. Lumayan lah ya. 4K 30 stabil, Full HD 60 stabil. Ada loh ya stabilizernya gak lengkap di Full HD60 enggak stabil tuh ada aja. Lanjut ke kamera utamanya. Resolusi maksimalnya tuh bisa sampai 4K 30 fps juga. Buat kualitasnya sendiri termasuk yang bagus banget ya. Detailnya dapat, karakter warnanya juga pas. Di sini juga ada opsi 1080p 60 fps dan hasilnya juga masih bagus nih. Untuk damic range ini terbilang lumayan ya. Area terang bisa diekspos dengan baik. Tapi menurut kami area wajah nih masih agak sedikit gelap nih. Kurang keangkat dikit aja. Di sini ada mode HDR untuk video. Saat dicoba, sayangnya efeknya kurang gitu terasa ya. Dari segi stabilizer video di 4K 30 FPS hasilnya stabil. Kalau diperhatikan banget emang masih agak kedut-kedut sedikit sih. Belum yang super rapi. Tapi overall mah udah okelah di kelas harga segini. Menariknya kalau kita pakai di Full HD 60 FPS stabilizernya menurut kami ya bisa sedikit lebih rapi di sini. Sekarang kita lanjut ke kamera telefotonya. Untuk resolusinya menarik ya, bisa sampai 4K 30 FPS juga. Dan kualitasnya sendiri udah terbilang bagus dengan karakter warna yang cenderung warm atau hangat menurut kami. Hal ini juga terasa di 1080p 60 fps. Jadi mau di 60 fps atau 30 fps karakter gambarnya itu masih mirip. Urusan dynamic range saat kita coba di kamera telinnya ini kalau kita perhatikan ya area terangnya tuh masih agak over expose ya. Tapi setidaknya area di wajah atau area gelapnya ini bisa keangkat dengan baik. Urusan stabilizer di kamera telefotonya ini memang belum bisa stabil-stabil banget cuman ini hal yang wajar untuk sebuah kamera telefoto ya. Kita memang gak bisa bandingkan dengan kamera utama atau kamera ultrawide-nya. Sekarang kita pindah ke kamera ultra wide. Untuk resolusinya bisa sampai 2K 30 fps bukan 4K di sini. Sayangnya di sini belum ada opsi untuk 60 fps ya, mau itu di 2K atau di full HD. Hasilnya sendiri terbilang mencukupi menurut kami. Detailnya memang enggak sebaik kamera utama dan telennya ini sih, tapi overall gambarnya masih bisa terlihat dengan baik di sini. Lanjut ke dynamic range-nya. Untuk area terang ini bisa ditangkap dengan baik, tapi untuk area wajah masih terlihat gelap ya di sini. Dari segi stabilizer, kita coba jalan seperti ini. Hasilnya ternyata bagus ya. Stabilizernya bisa bekerja dengan baik. Kita lanjut ke pengalaman mult kameranya. Untuk pinda-pinda kamera seperti ini efektifnya di 1080p 30 fps aja ya kalau kita mau akses dari ultrawide, main cam tele-nya. Untuk kamera selfie di sini belum bisa. Dari segi transisinya sendiri udah cukup cepat dan relatif mulus. Kalau untuk urusan konsistensi warna udah lumayan oke, terutama untuk kamera utama dan ultrawide-nya. Kalau untuk kamera telennya sendiri agak beda sih menurut kami meskipun enggak sejauh itu juga. Nah, masih ngomongin video, di sini kita mau ngomongin topik spesifik mengenai frame rate-nya saat merekam video. Nih, diamon 40 Pro 5G kemarin kan kita sempat menemukan kalau frame rate videonya itu bisa drop sampai belasan FPS. Nah, apakah di smartphone ini juga punya kendala yang sama? Kita coba di 4K 30 fps. Rata-rata frame rate yang bisa didapatkan itu di kisaran 28 fps. Ini kita cobain selama setengah jam ya, setengah jam merekam nonstop. Ada sedikit frame drop cuman enggak sampai belasan FPS. overall masih oke. Lalu di Full HD 60 FPS juga gak ada masalah. Gak ada penurunan frame rate yang signifikan menurut kami. Dan kita udah coba di kamera utama, tele, selfie, ultrawide, semuanya itu aman. Sekarang kita lanjut ke kondisi low light. Kita coba di kamera selfie ini dulu. Di 4K 30 fps gambarnya terlihat soft di sini ya. Udah agak halus gambarnya dengan noise yang mulai bermunculan. At least gambarnya masih bisa terlihat terang lah di sini. Kita juga coba di full HD 60 fps. Gambarnya jadi terlihat lebih gelap dan juga kami menemukan adanya efek motion blur gitu di area wajah. Urusan frame rate aman di 30 atau 60 fps gak ada masalah. Gak ada isu frame drop di kondisi low light seperti ini. Untuk stabilizer di 4K 30 fps hasilnya stabil videonya. Untuk efek gitternya sendiri masih cukup terasa di sini. Kalau di 1080p 60 fps gaternya bisa sedikit lebih teredam. Jadi overall videonya memang bisa lebih rapi kalau kita pakai 60 fps. Ya, kita lanjut ke kamera utamanya. Untuk 4K 30 fps detailnya enggak sebaik di kondisi terang sih. Menurut kami nih detailnya udah menurun. Dari segi noise menurut kami tergolong minim. Dan menariknya meskipun di kondisi segelap ini, kamera utamanya masih bisa menangkap gambar dengan terang. Kita juga iseng cobain di full HD 60 fps dan hebatnya masih bisa terang nih gambarnya. Biasanya di kondisi seperti ini kita pakai 60 fps itu udah gelap banget. Tapi di sini masih oke. Dari segi frame rate juga aman. Enggak ada isu frame drop di sini. Kalau dari segi stabilizer, kita coba di 4K 30 fps. Menurut kami gambarnya ini belum tergolong rapi ya. Saat di bawah jalan tuh kedut-kedut dan jaternya itu masih terasa di sini. Kalau di full HD 60 fps guncangannya masih bisa diredam dengan baik dan jaternya sendiri juga jadi lebih minim di sini. Tapi entah kenapa saat dibawa jalan seperti ini kameranya itu seperti ada isu autofokus ya. Autofokusnya seperti lari-lari gitu. Selanjutnya kita cek kamera ultrawide-nya. Hasilnya ya seperti inilah ya. Hasilnya udah soft banget. Gambarnya juga gelap. Untuk frame rate masih aman sih. Enggak drop sampai 20-an FPS juga. Masih tetap bertahan di 30 fps. Dari segi stabilizer, jaternya cukup terasa. Di sini saran kami sih pakai ultrawide-nya di kondisi cahaya mencukupi aja ya. Gimana dengan telefotonya? Hasilnya kurang lebih mirip ya di 4K 30 fps gambarnya terlihat soft dan noise juga mulai bermunculan. Kita juga coba di full HD 60 fps dan hasilnya mirip-mirip ya. Gambarnya masih agak noisy dan cenderung soft juga gambarnya. Sepertinya sih memang sensor telefotonya bukan pakai yang kelas atas punya, cuman overall di kondisi low light seperti ini masih cukup bisa digunakan lah hasil videonya. Berikutnya kita mau cek soal autofokusnya nih, terutama di low light. Kita coba di kamera utama di 30 fps. Autofokusnya cukup cepat dan akurat. Kami juga sudah coba di full HD 60 fps. Kalau untuk autofokus ke produk seperti ini cenderung aman sih, lancar-lancar aja autofokusnya. Tapi memang kami menemukan saat di bawah jalan-jalan ya, entah kondisi siang atau kondisi malam, fokusnya bisa lari-lari. Tapi kami menemukan di kondisi seperti ini doang sih pas lagi di bawah jalan. Kalau kondisi umumnya sih cenderung lancar-lancar aja. Untuk kamera telefotonya, autofokusnya juga terbilang cepat di sini enggak ada masalah. Untuk ultra wide, sayangnya smartphone ini enggak bisa autofokus nih. Sebenarnya ini bukan yang jadi deal breaker banget sih, terlebih untuk kelas harganya. Cuman karena di Comeon 40 Pro 5G kemarin bisa ya kita bingung dong kok di sini gak bisa. Tapi untungnya kamera selfie-nya masih autofokus ya dan ini masih jadi fitur yang sangat langka ada di kelas harganya. Autofokusnya sendiri juga lancar dan enggak ada masalah. Selanjutnya kita bahas kualitas fotonya. Untuk foto sih kualitasnya udah mantap banget ya. Di kondisi pencahaya manapun kamera smartphone ini sangat bisa diandalkan. Enggak ada masalah. Ultra wide-nya yang agak kurang di video kalau difotografi masih lumayan kebantu lah dengan prosesing nightpot-nya. Jadi gambarnya masih bisa dipakai. Dan untuk saya pribadi sih untuk kamera telefotonya ini sebuah upgrade yang signifikan dan bisa kepakai untuk foto orang. Ini lebih enak untuk pakai kamera telefoto. Sekarang kita bahas fitur ekstranya. Ada beberapa di sini yang kita cobain. Pertama, kita cobain slow motion-nya. Di sini tidak ada opsi resolusi atau frame rate yang bisa dipilih ya. Dari segi kemulusan gambarnya memang bukannya mulus-mulus banget sih, seperti masih agak interpolasi gitu. Dan kita juga mesti memaklumi kalau kualitas video di slow-moik mode video normal. Ini hal yang wajar, terutama untuk kelasnya. Berikutnya kita coba fitur promote. Ini adalah mode untuk manual fotografi. Untuk pro video sayangnya belum ada di sini. Fitur ini bisa kita pakai untuk kamera utama, ultrawide dan telefoto. Untuk kamera selfie belum bisa di sini. Untuk detail ISO dan shutter speed bisa dilihat aja di tabel berikut ini. Lanjut kita cobain fitur andalannya Technocamon yang ini nih. Namanya adalah flashnap. Fitur ini bisa kita pakai untuk foto objek yang bergerak cepat. Nih, menariknya, fitur ini bisa dipakai di semua kamera belakangnya, gak cuma di kamera utamanya doang. Hasilnya tergolong bagus. Objek yang bergerak bisa ditangkap dengan baik. Dan fitur menarik di flashp ini sebetulnya adalah kemampuan auto shutter-nya. Jadi, sebetulnya kita enggak perlu manual mencet tombol shutter-nya. Kalau kameranya mendeteksi ada gerakan cepat, dia bisa ngejepret sendiri. Itu menarik tuh. Tapi kalau mau jepret sendiri juga bisa sih. Dan menariknya di flash step ini adalah shutter speed priority. Jadi, shutter speed-nya bisa lebih tinggi ketimbang di mode foto normal. Berikutnya kita juga cobain boke video. Bisa dipakai di kamera utama dan telefotonya juga. Untuk resolusi mentok di full HD 30 fps saja. Untuk apertur sendiri bisa kita dari f1.0 sampai F16. Lalu ada dual video. Ini bakal menggabungkan perekaman video kamera utama dan kamera selfie jadi 1 frame. Untuk resolusinya sendiri maksimal mentok di Full HD 30 FPS. Ada dua opsi dual video yang tersedia. Ada mode feature in feature dan ada side by side seperti ini. Lalu fitur berikutnya yang kita cobain juga ada AI art galery. Di sini kita bisa mengubah gaya foto sesuai selera kita. mulai dari art style foto sampai mengubah aparance kita. Untuk template-nya bisa kalian lihat di sini ada banyak nih preset-presetnya. Sebagai ceritaan, setelah foto diambil, fotonya akan diproses AI secara online. Jadi pastikan smartphone kita terhubung ke internet kalau mau pakai fitur yang ini. Nanti hasilnya seperti ini nih. Lumayanlah buat lucu-lucuan. Tak ketinggalan ada fitur Skyshop. Ini bisa dipakai untuk mengubah suasana langit foto nih. Jadi misalnya di Jakarta langitnya itu banyak polusi. Pakai Sky Shop aja entar langitnya bisa jadi cerah cerah bening. Oke, itu tadi pengujian kameranya Techno Common 50 Pro 5G. Kalau ditanya apa yang kurang atau perlu diperbaiki tentunya ada ya beberapa. Yang pertama kami menemukan di Full HD 60 FPS kadang autofokusnya bisa lari-lari sendiri. Semoga ini bisa diperbaiki lewat software update. Lalu, ultra wide-nya ini downgrade ya dibanding Common 40 Pro 5G tahun lalu. Kualitasnya menurun dan sudah tidak ada autofokus di sini. Kemudian untuk video low light masih perlu ditingkatkan lagi sih, terutama kamera ultrawide dan tele-nya. Kemudian belum ada pro video. Sedikit berharap tekno bakal kasih fitur ini lewat update software. Terlepas beberapa kekurangan tadi, overall kami merasa puas dengan kamera smartphone ini. Di harga segini kelengkapan kameranya udah komplit banget. Semua kameranya fungsional. Bahkan udah ada kamera telefoto dan telefoto ada OS-nya. Penting loh. Lalu kamera utama tele bahkan selfie-nya bisa 4K30 dan Full HD60. Ini menarik. Dan lebih menariknya lagi stabilizer videonya bisa jalan di semua resolusi dan frame rate yang tersedia. Lalu kamera selfie-nya autofokus. Masih jarang ada fitur seperti ini di kelas harganya. Lalu kualitas fotonya bisa diandalkan di berbagai kondisi. Mau low light juga bukan masalah. Fitur ekstranya banyak dan akhirnya frame rate video yang jadi isu di Comeon 40 Pro tahun lalu sudah diperbaiki di sini. Jadi enggak ada lagi tuh frame drop saat lagi merekam video. Overall di harga R jutaan ini adalah smartphone dengan kamera paling menarik menurut kami. Apakah ini upgrade jauh dari Comeon 40 Pro 5G tahun lalu? Menurut kami hadirnya kamera telefoto menjadi upgrade yang signifikan. Tapi untuk kamera utama, kamera ultrawide, dan kamera selfie itu masih mirip-mirip aja. Bahkan cenderung downgrade di ultrawide. Jadi diperhatikan aja. Kalau kalian butuh banget kamera tele, silakan aja upgrade ke sini. Tapi kalau enggak butuh-butuh banget, sebaiknya Techno Caron 40 Pro 5G kalian itu dipakai dulu aja sampai rusak deh. Jadi kalau kalian mungkin pengguna Tchnocamon 30 atau di bawahnya atau belum pernah pakai Tchnocamon ngincer kamera yang oke di harga R jutaan ini adalah salah satu opsi paling menarik. Sekian pengujian kameranya Techno Camon 50 Pro 5G. Kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya. Oke, kita lanjut lagi sekarang ke pujian daya tahan baterainya. Dengan YouTube offline video playback 1080p non HDR, kita bisa mendapatkan 28 jam 17 menit sebelum baterainya habis. Sudah lumayan oke ya di sini ya. Kalian dapat 28 jam. Walaupun dengan baterai sebesar ini sebetulnya harapan kami 30 jam lah harusnya ya. Lanjut untuk YouTube streaming ya. Ini pakai internet ya. 1 jam streaming 1080p non HDR. Baterai turun 5%. Mainan TikTok scrolls scroll selama 1 jam, baterai turun cuman 6% saja. Gensin Impact HS 60 fps selama setengah jam, baterai turun di 10%. Ya, overall tetap aja kami merasa bahwa untuk baterai 6500 mAh, kami sedikit berharap kemampuan baterainya lebih awet lagi dari ini. Tapi setidaknya smartphone ini sudah bisa bertahan lebih dari 24 jam untuk nonton video ya. Oke, sekarang kita tes chargingnya dengan charger bawahnya 45 watt. Untuk mencapai 50% butuh waktu 32 menit. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 15 menit. kelihatannya standar aja, cuma 1 jam 15 menit. Tapi kalau ingat kapasitas baterai yang besar dan charger bawaan cuma 45 watt, hasil ini sebetarnya tergolong bagus. Oke, lanjut lagi. Untuk Netflix, dia udah bisa WF L1 dan bisa streaming sampai resolusi full HD tanpa dukungan HDR. Untuk YouTube, dia bisa streaming sampai 4K 60 fps plus ada dukungan HDR juga. Untuk heptic feedback, nah ini getarannya belum terasa kuat ya, tapi seenggaknya getaran yang dihasilkan tuh relatif pendek dan akurat, jadi sangat usable. Untuk Wii sharing bisa enggak? Nah, bisa. Tersedia di sini. Cukup aktifkan menu hotspot saat smartphone-nya terhubung ke jaringan Wii. Oke, untuk harganya varian yang 8256 ini harganya di Rp5.499.000. Sementara untuk yang 12256 di Rp5.999.000. Kalau mau yang paling besar di 12512 ya, jadi 12 gig RAM dengan 1/2 TB storage itu ada di Rp6.999.000. Ya, memang kalau dibandingkan dengan 40 Pro ya harganya terasa naik ya. Tapi menurut kami kenaikannya enggak sesigfikan itu. Enggak sampai membuat smartphone ini terasa kemahalan. Terlebih upgrade yang dihadirkan cukup terasa kan di sini. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan ya. Harganya cukup naik ke timbang pendahulunya tapi kedakan harganya bukan yang sampai membuat smartphone-nya terasa kemahalan. Ingat, ini sebetulnya varian ultra bukan pro loh sebetulnya nih ya. Jadi memang harusnya harganya di atas pro yang setahun lalu ya. Lalu ultra wide-nya sayangnya ini downgrade jadi fixed focus. Kemudian belum ada dukungan isim di sini. Belum ada juga opsi warna layar yang mendekati 100% sRGB. Ini kami sangat berharap ada sebetulnya buat ngedit-ngedit ya. Lalu baterai smartphone ini masih belum seawet baterai 6500 mAh di smartphone yang lain. Walaupun tetap aja sih rasanya lumayan awet. Dari si menariknya dia punya kamera telefoto. Itu yang pertama ya. Kemudian semua kamera bisa ngerekam di atas full HD. Kemudian di sini ada optical image stabilizer di kamera utama dan telefoto. Penting banget nih ya. Lalu kamera selfie-nya itu udah autofokus. Itu juga penting. Fitur kamera terbilang banyak termasuk ada flashnap ya yang sekarang bisa dipakai di semua kameranya. Body wah ini terasa solid dan premium banget. Bodinya juga terasa lebih tipis dan cukup ringan. Dia punya empat IP rating. Lengkaplah semua IP rating-nya. Infrared blaster juga ada. Bypass charging juga bisa. Dan bypass chargingnya enggak cuma buat gaming doang. Paket penjualan juga lengkap. masih dikasih case bawaan yang keren plus tempered glass ya di sini jadi enggak perlu nyari-nyari lagi sebetulnya. Lalu OS start dari Android 16 dan ya update-nya juga lumayan banyak dan security pass-nya juga panjang. Kemudian fitur Techno AI-nya sekarang sudah tambah lengkap ya. Techno Camon 50 Pro 5G. Pertanyaannya apakah ini adalah upgrade yang signifikan dari CON 40 Pro 5G? Menurut kami ada sih beberapa yang signifikan sih. Contoh yang paling terasa sudah ada kamera telefoto sekarang. Ini jarang banget ditemui di kelas harganya. Bahkan ini adalah smartphone class mid range yang punya telefoto yang paling murah saat video ini dibuat. Lalu upgrade yang cukup berasa ada di baterai juga yang sekarang kapasitasnya udah jadi lebih besar lagi. Nah, untuk pengguna Camon 40 Pro 5G apakah perlu upgrade ke sini? Kalau kalian merasa butuh kamera telefoto dan kemampuan baterainya itu menarik sekali buat kalian, menurut kami sih boleh aja upgrade ke sini. Yang beda hanya ultra wide-nya yang jadi fixed focus. Selain itu, yang satu ini juga cocok buat yang mencari smartphone dengan kelengkapan yang sangat komplit direntang harga 5 sampai R jutaan. Kalian bisa bilang ini adalah salah satu smartphone allrounder paling menarik di kelas harganya saat ini. Jadi, sesuai yang kami bilang di awal, dari semua hasil tes ini, kami bisa bilang bahwa Techno berhasil menghadapi situasi tahun 2026 ini dengan baik. Good job buat Tekno.
Video Lainnya
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Persaingan ponsel sejutaan semakin sengit berkat kehadiran dua saudara kembar yang menawarkan spesifikasi menggoda. Meski sekilas tampak serupa dengan layar mulus...
Pasar ponsel pintar kelas entri kembali diguncang oleh kehadiran Tecno Spark Go 3, sebuah perangkat yang tampaknya siap mendefinisikan ulang ekspektasi pengguna di...
Pasar ponsel pintar kembali diguncang oleh kehadiran gawai ramah kantong yang secara mengejutkan tampil sangat identik dengan desain perangkat flagship termewah...
Kenaikan harga smartphone di kelas entry-level sering kali membuat kita berekspektasi lebih terhadap peningkatan fitur yang dibawa. Namun, Tecno Spark Go 3 justru...
Pasar ponsel pintar kelas menengah kembali diguncang oleh kehadiran Tecno Camon 50 yang membawa kombinasi spesifikasi ekstrem, mulai dari baterai raksasa hingga...
Kondisi pasar teknologi global belakangan ini memang sedang bergejolak, memicu lonjakan harga yang cukup terasa pada berbagai perangkat elektronik modern, termasuk...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp3 hingga 5 jutaan menjelang momen Lebaran kini terasa jauh lebih menantang sekaligus memuaskan. Pasar mid-range tahun ini...
Pasar laptop premium super tipis kini kedatangan penantang baru yang siap mengusik dominasi nama-nama besar. TECNO Megabook S14 hadir mendobrak stigma dengan...
Pasar ponsel pintar kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menantang batas desain konvensional. Melalui Tecno Pova Slim, industri disuguhkan...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp 1 hingga 5 jutaan kini terasa seperti menjelajahi medan perang spesifikasi yang sangat sengit. Menariknya, pergeseran tren...
Pasar ponsel pintar di penghujung tahun selalu menyajikan kompetisi sengit, di mana deretan perangkat baru saling sikut demi memikat hati konsumen yang bersiap...

















