Jungkat

Review TECNO POVA 8 5G - Tetap Mantap Untuk Standar Tahun 2026! (YouTube Video)

  • 26/07/2026

HP kalian baterainya berapa? 5.000, 6.000 apa 7.000? Bangga nih. 8.000 mAh. Ini Techno Pova 8 5G. Smartphone dengan baterai terbesar dalam sejarah seri POVA ya. SOC-nya juga enggak kaleng-kaleng ya, dia pakai Demand City 7100. Jadi udah 5G dong tentunya ya. Di juga keren ya. Ada Alive Matrix display yang tampilannya bisa diatur sesuka kita. Kamera utamanya 50 megapel dengan sensor Sony Lia 600. Dia pakai high iOS 16 yang makin banyak fitur dan pas iklan. Penasaran semua kemampuan lengkapnya? Simak video kita kali ini. Ya, POVA ini salah satu lini smartphone dari Tekno yang udah enggak asing lah ya. Harusnya di telinga kita ya. Dan gak terasa aja kita udah masuk ke generasi 8 dari si Poova ini. Tekno Indonesia sendiri terbilang cukup rajin ya membawa yang satu ini ke tanah air termasuk generasi terbarunya ini. Nah, kira-kira apa yang menarik di sini? Oke, kita langsung lihat paket penjualannya aja. Pertama, dalam sini tentunya ada unit smartphone dengan screen protektor yang sudah terpasang. Kemudian ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini adalah charger 45 watt dan tentunya ada kabel USBC. Hard case-nya juga ada di sini ya, transparan ya di sini ya. Lalu ada sim trade ejector, kartu perdana aksis dan dokumen-dokumennya ya. Cukup lengkap isinya. Nah, desain smartphone ini pakai desain yang disebut sebagai interstellar spaceship desain yang memiliki kesan futuristik dan juga cukup stand out sih yang satu ini ya. Bagian back covernya juga punya corak dan motif ala-ala smartphone gaming jadi enggak polos-polos amat guys seperti ini memang udah jadi salah satu ciri khas dari seri Poova sejak lama sebetulnya. Nah, metal back cover dan frame ini sama-sama pakai polikarbonat. Bedanya bagian back cover itu pakai finishing glossy. Sementara bagian frame itu finishing-nya matte atau dove ya. Nah, warnanya itu ada empat, Arcide, gravite black, Helios orange, dan Eco Green. Untuk dimensinya tinggi 165,6 mm, lebar 7,4 mm, dan tebalnya di 8,8 mm. Sementara bobotnya itu 229 gr. Bukan yang paling tipis dan ringan, tapi wajar aja karena baterainya 8.000 mAh kan ini ya. Nah, untuk prensinya smartphone sudah punya military standar 810H dan IP ratingnya juga udah ada nih IP64. Jadi kalau cuma kena percikan air tipis-tipis atau hujan gerimis-gerimis ah masih amanlah ya. Tapi jangan diajak nyembur dalam air belum bisa. Jadi saran kami maka tetap harus hati-hati. Oke kita lanjut lihat ke sisi kanan di sini ya. Di sini ada tombol power yang menyatu dengan fingerprint scanner dan ada tombol volume up and down. Di atas ada infrared-nya. Di kiri ini kosong. Di bawah ada SIM tray. Ini untuk dual nano SIM tanpa slot micro SD card. Lalu ada mikrofon, ada port USBC dan grill speaker. Ya, untuk audio smartphone ini hanya punya satu speaker alias mono ya dan sudah mendukung fitur Dolby Atmos. Untuk kualitasnya sih standar-standar aja ya, sedikit berharap tekno bisa ngasih speaker stereo sebetulnya di sini. Oke, beralih kei depan. Ini adalah layar 6,76 inci panel IPS. Jadi ini panel yang enggak mudah ber ini itu ya. Nah, untuk resolusinya itu adalah full HD plus. Full HD Plus bukan HD plus ya. 2344 * 1080 pikel. referate-nya adaptif sampai 144 Hz. Untuk brightness-nya kalau kita coba dalam ruangan itu maksimum ada di 360-an nitz. Lalu untuk simulasi outdoor mencapai 630 nitz. Kemudian kalau kita coba dengan simulasi outdoor dengan menyalakan high brightness, nah kita bisa dapat 962 nitz cukup tinggi udah lumayan oke untuk penggunaan di luar ruangan. Untuk color gambut smartf cuma punya satu mode warna layar. Gambut coverage-nya 85% di CP3 dan gambut volume ada di 106% di CP3. Untuk layar IPS ini gonjreng banget ya. Itu tadi di si IP3 ya, bukan sRGB. Jadi luas banget warnanya. Nah, untuk basel ini memang belum yang super tipis, terutama untuk basel bagian bawahnya. Kemudian earpiece itu ada di basel bagian atas. Lalu di bawahnya ada kamera selfie 13 megapel dengan model punch hole. Bukannya F2.2, ini adalah kamera Fixed Focus. Perekamannya sampai 2K 30 fps dan dia juga bisa 1080p 60 fps. Beralih ke sisi belakang, ini adalah adal kamera utamanya yang pakai 50 megapel Sony Lia 600 tadi ya. Bukanya F1.8, autofokus, perekaman sampai 2K lagi 30 fps dan 1080p 60 fps juga ada. Kemudian ada kamera bonus dan ada LED flash. Untuk fitur kamera dibaca aja di sini, tidak sedikit fitur-fitur kameranya ya. Nah, mari kita beralih ke yang satu ini. Alive matrix display. Singkatnya ini adalah lampu LED yang bisa menampilkan macam-macam animasi saat ada notifikasi, panggilan masuk, charging, gaming, dan lain-lain. Efek lampunya bisa dicustom. Dan menurut tekno ada 49 skenario penggunaan yang bisa memanfaatkan fitur ini. Lumayan ya buat keren-kerenan ya. [tertawa] Lanjut untuk spesifikasi internalnya. SOC-nya pakai Mediatchek Dimens City 7100. Ini adalah SOC 5G yang octa core alias 8 core. Nah, ini diklaim oleh tekno lebih baik dalam konsumsi daya, konektivitas, dan optimalisasi kamera. Dan ini dinilai sangat cocok dengan apa yang ditawarkan oleh Pova 8 5G ini. Techno itu menjanjikan bahwa smartphone ini bakal lag free selama 6 tahun pemakaian. Oke, kalau untuk RAM dan storage ada tiga varian. 6128, 8128, dan ada yang 8256. RAM-nya ini pakai LPDR 5X ya, jadi ya bukan RAM yang tua ya. Dan tersedia juga fitur extended RAM hingga 8 GB. Untuk storage-nya ini pakai UFS 2.2. Untuk baterai 8000 mAh dengan dukungan charging sampai 45 watt. Ini naik jauh dari Pofa 7 yang 7000 mAh dan Pova 75G yang 6000 mAh. Nanti kita lihat ya bagaimana data baterainya. Nah, fitur bypass charging tentunya ada juga di sini. Tekno sendiri mengklaim kalau baterai smartphone ini bakal punya baterai health lebih dari 80% setelah penggunaan dalam waktu 6 tahun. Itu hebat sih ya. Oke, sekarang kita lihat sensor-sensornya ya. Nih lihat aja dalam list ya. Sensor esensialnya ada semua dan yang penting gyroskopnya sudah hardware. Nah, untuk kektivitas tentunya udah 5G, 2G, 3G, 4G, 5G bisa semuanya ya. Wii-nya Wii 5. Bluetooth-nya versi 5.4. Untuk kecnya ada SBC, AAC, FX, AppX HD, dan LDAC juga ada. NFC tentunya ada. Dan USB OTG tentunya bisa. Nah, untuk kreativitas menyertakan dua chipset tambahan yang bernama G1 signal chipset dan juga SE1 WiFi chipset. Kalau digabungkan dengan SOJ Dimensity 7100, kombinasi ini disebut tekno sebagai triple 5G chipset performance. Ketiganya itu harusnya bekerja sama untuk memberikan optimalisasi jaringan yang lebih lancar. Oke, untuk sistem keamanan dia ada fingerprint scanner dan ada face unlock. Untuk dia pakai iOS 16 basisnya tentunya Android 16 dan Techno menjanjikan ada dua kali Android update dan security patch hingga 3 tahun. Nah, untuk blotware memang masih ada ya, tapi sebagian besar juga bisa di-uninstal dengan gampang. Jadi bukan masalah dan yang paling penting bebas dari iklan HP yang satu ini ya. Oh ya, High O ini juga sudah menggunakan Glow Space design yang tampilannya ala-ala kaca gitu ya. Ya tahulah ya terinspresi dari tampilannya siapa. Tahu dong ya. Nah, untuk fitur baru ada Depth Effect Hom Screen yang bisa mempercat halaman utama dari smartphone satu ini. Misalnya nih di wallpaper gunung yang kita pakai nih ada beberapa ikon yang terlihat berada di belakang gunungnya. Lumayan ya ini nambahin estetika penampilan home screen jadinya. Untuk AI tentunya ada di sini mulai dari chatbot El AI LightMaster 2.0, AI writing, AI hub, instant transfer with iPhone dan lain-lain. Ya, benar dia bisa connect ke iPhone tapi ya di iPhone-nya mesti diinstal app-nya juga ya. Oke, kita lanjut ke benchmark-nya ya. Antut 11 dapat Rp806.000-an. Untuk Geig Bandch 6 single core 984, multiore 2.894. Untuk 3max Slingshot Extreme Open GL, graphic skornya ada di 4.279. untuk terima quat life stress test tanpa kipas. B score 2519, low score 2492, stability di 98,9% udah stabil ya. Nah, untuk gaming langsung aja kita coba ke Subway server. Secara default, game ini jalan di 60 Hz aja, jadi mentok 60 fps. Kalau mau main ke 120 fps, kita harus mengubah pengaturan refresh rate ke high terlebih dahulu baru deh game-nya bisa jalan di 120 fps. Lanjut untuk Mobile Legends. Setting frame rate terbuka itu sampai super atau 90 fps. Saat kita coba mainkan dengan settingan grafik tertinggi, frame rate berjalan mulus di 90 fps sepanjang permainan. Jadi mau ramai atau sepi ya 90 fps. Terus untuk PUBG Mobile di grafic rate maksimal bisa sampai ekstrem atau 60 fps. Satu coba ya ada kesaran 50 sampai 60 fps jadinya ya. Untuk Gyroing juga lancar banget enggak ada delay karena ini pakai gyroskop-nya hardware. Oke untuk watering wave kita coba dengan setting ultra performance di 60 fps. Frame rate-nya dapat sekitar 30 sampai 40an FPS kalau lagi sepi. Tapi kalau lagi ramai ya teoren ke 20 sampai 30 fps. Wajar sih ya. Lanjut untuk Gensin Impact. Kita coba dengan setting lowest 60 fps tanpa kipas. Kalau kita bikan selama setengah jam, frame rate-nya seperti ketahan di 45 fps. Untungnya ini terbilang cukup stabil sepanjang permainan. Untuk suhunya titik terpanas di bagian layar tuh cuma di 38 derajat celcius dan di bagian belakang itu di 39 sampai 40 derajat Celcius. Masih relatif oke yang satu ini ya. Selanjutnya kita coba juga di setting highest 60 fps tanpa kipas. Hasilnya di 8 menit pertama kita masih bisa dapat kisaran 35 sampai 45 fps. Setelah itu game-nya turun ke 35 sampai 30 fps sampai akhir testing. Menurut kami sih ini masih cukup enak ya untuk dimainkan ya. Nah, untuk SH-nya di setting lebih tinggi ini tit terpanas di bagian layar itu 41 sampai 42 derajat Celcius dan di bagian belakang ada di 42 sampai 43 derajat Celcius. Emang jadi lebih panas ya ketimbang pakai setting lowest. Nah, gimana kalau dikipasin? Ternyata hasilnya lebih oke. Game-nya bisa jalan di kisaran 35 sampai 45 fps sepanjang pengujian. Kalau di ranking jadinya smartphone ini dapat nilai B minus baik dengan kipas maupun tanpa kipas. Oke, sekarang kita lanjut ke pengujian kameranya. Di tangan saya udah ada Techno Pova 8 5G dan untuk tes kameranya itu bareng sama saya. Nah, di sini suaranya direkam langsung menggunakan mikrofon smartphone-nya ya. Jadi kalau mau dipakai buat vlogging itu kurang lebih kayak gini hasilnya. Langsung aja kalau gitu kita lanjut ke pembahasan berikutnya. Kita mulai dari kamera selfie-nya. Kalau di kondisi cahaya yang bagus, video selfie-nya punya detail yang cukup oke nih untuk dynamic range. Kalau di kondisi cahaya sulit, sayangnya belum oke. Area wajah bisa tkspos dengan baik, tapi area terangnya udah terlalu overpos. Dan ini berlaku di semua resolusi ya. Untuk stabilizer ini cuman aktif di resolusi maksimal 1080p 30 fps aja. Hasilnya pun sekedar standar aja. Efek jaternya masih bisa kelihatan meskipun di kondisi terang seperti ini. Kalau di resolusi 1080p 60 fps dan juga 2K 30 fps, sayangnya stabilizer enggak bisa aktif. jadinya goyang kalau di bawah jalan kayak gini. Lanjut ke kamera utamanya. Kalau di 1080p 30 fps detailnya itu agak kurang dapat dan juga gambarnya terasa terlalu terang. Kemudian kalau di 1080p 60 fps hasilnya kayak gini. Gambar jadi lebih tajam dan terangnya juga jadi lebih pas. Lanjut kita coba juga di 2K 30 fps. Hasilnya detailnya juga terasa lebih tinggi. Perhatikan ya dari ketiga resolusi ini, gambarnya terasa agak enggak konsisten. Jadi hati-hati kalau mau gonta-ganti resolusinya. Semoga aja ini bisa diperbaiki lewat update. Untuk dynamic range, ini terasa lebih baik dibandingkan kamera selfie-nya tadi. Kalau di kamera utamanya ini masih bisa menangkap sebagian highlight walaupun di kondisi pencahayaan yang agak sulit. Dari segi stabilizer, ini mirip dengan kamera selfie-nya. Efektifnya hanya di 1080p 30 fps aja. Dan hasilnya juga masih belum yang rapi-rapi banget ya. Masih ada jatiter yang terasa di kondisi cahaya terang seperti ini. Dan kalau di atas 1080p 30 fps videonya jadi gempa karena IIIS-nya belum support. Beralih ke low light. Untuk kamera selfie, detail gambarnya udah terlihat turun dan noisy. Untungnya sih gambar terasa tetap terang ya. Kalau di 60 fps gambarnya memang jadi lebih gelap sedikit, tapi cukup kelihatan kok gambarnya enggak sampai yang hilang banget. Sayangnya frame rate tidak bisa stabil di 60 fps dan sayangnya juga enggak ada opsi untuk mematikan auto FPS-nya. Lalu kalau di bawah jalan gaternya kurang lebih kayak gini, masih cukup terasa untuk kamera utama. Kalau di low light kualitasnya juga memang turun ya ketimbang saat siang. Tapi untungnya gambar masih cukup terang. bahkan di 60 fps-nya. Untuk stabilizer ini masih terlihat ya jaternya, jadi belum bisa rapi kalau di bawah jalan. Untuk autofokus kita cobain saat low light dan ini aman enggak ada masalah. Lanjut ke fotografi. Buat kami ini lumayan oke ya hasilnya. Mau dipakai saat siang atau malam hasilnya masih cukup oke. Tapi sedikit catatan aja kalau pakai digital zoom di mode portraet HDR poseksinya terasa enggak jalan. Tapi kalau enggak pakai digital zoom hasilnya aman-aman aja kok. Untuk fitur ekstra kita cobain juga ya. Contohnya ada dual view yang bikin kita bisa merekam dengan dua kamera sekaligus. Catatannya hasil perekamannya itu agak gepeng kayak gini. Semoga bisa diperbaiki ya lewat software update. Berikutnya ada slow motion dan ini bisa di kamera utamanya ya. Resolusinya mentok di 720p 120 fps. Lalu untuk promode juga ada untuk manual fotografy. Untuk video sayangnya belum support. Oke ya pengujian kameranya. Kalau ditanya apa yang kurang ada beberapa ya. Pertama tidak ada kamera ultrawide. Tapi untuk kelas harga segini di tahun 2026 memang sudah jarang yang ada ultrawide-nya. Lalu stabilizernya ini hanya mentok di 1080p 30 fps aja. Kemudian inconsistensi hasil perekaman di beda-beda resolusi untuk kamera utamanya. Semoga saja hal-hal ini bisa diperbaiki lagi ke depannya. Overall kamera dari smartphone ini memang bukan yang luar biasa hebat, tapi untuk smartphone yang fokusnya bukan di sektor kamera, yang satu ini masih cukup oke untuk kebutuhan sederhana. Sekian dulu pembahasan kamera kali ini. Lanjut lagi ke pembahasan berikutnya. Oke, sekarang kita lihat daya tahan baterainya ya dengan YouTube offline video playback 1080p kita jalankan dan baterai habis di 25 jam 3 menit. Sebetulnya harapan kami kalau baterainya 8.000 itu ya dekat-dekat 30 jam ya. Jadi hasil seperti ini cenderung ya oke-oke aja ya. Meskipun demikian ini tetapnya lebih baik dibandingkan PVA 75G ya yang pendahulunya yang daya tahan baterainya itu cuma di kisaran 23 jam. Oke, lanjut untuk YouTube. Streaming 1080p 30 FPS non HDR selama 1 jam baterai berkurang 5%. Untuk tiktokan scrolling selama 1 jam, baterai turun 6%. Untuk PUBG Mobile selama setengah jam main itu baterai turun 6%. Untuk Gensin Impact highest 60 fps selama setengah jam baterai turun 9%. Ya, walaupun di pengujian baterai video playback itu cenderung standar ya, tapi kalau kita pakai untuk uji gaming ternyata hasilnya oke nih ya. Oke, lanjut untuk charging. Untuk mencapai 50% itu butuh 41 menit. Sementara dari kosong sampai saya penuh. Butuh waktu 1 jam 32 menit. Ini keren sih melihat ini baterainya 8.000 mAh. Ini bukan 5.000 mAh loh. Kami akan bilang ini lumayan bagus bahkan di 7.000 mAh. Ini 8.000 mAh bisa 1,5 jam udah oke banget. Lanjut lagi. Untuk Netflix dia udah white fan L1 dan bisa streaming sampai resolusi full HD. Untuk YouTube dia bisa 2K 60 fps dan support HDR juga. Untuk heptic feedback getarannya udah cukup kuat ya, tapi belum yang super rapi, masih agak kasar di sini. Untuk Wii sharing sudah bisa, tinggal hidupkan hotspot saat terhubung ke Wii. Nah, untuk harganya yang 6128 itu mulai dari Rp3.999.000. 8128 mulai dari Rp4.699.000. Sementara 8256 itu mulai dari Rp5.299.000. Oh ya, Tekno juga akan memberikan bonus berupa akses ke cloud storage sampai 256 GB selama 3 tahun untuk setiap pembelian POVA 8 5G. Bahkan untuk varian terendahnya sekalipun. Lumayan loh, 3 tahun loh ya. Nah, menurut Tekno sendiri ini adalah salah satu cara untuk mensiasati kenaikan harga RAM dan storage ya. Oke, untuk info selengkapnya silakan cek di kolom deskripsi aja. Kita langsung masuk dalam kesimpulannya. Kita lihat hal yang perlu diperhatikan dulu. Speakernya memang sudah mendukung dual Atmos, tapi sayangnya masih mono. Lalu untuk bezel bagian bawah ini masih cukup tebal ya. Kemudian tentunya dia cuma pakai satu kamera saja di sini. SOC-nya ini juga sedikit turun ketimbang generasi sebelumnya ya. Walaupun kalau kami rasa performanya tidak bisa dibilang ketinggalan jauh dan masih relevan untuk smartphone masa kini. Kemudian untuk kemampuan baterainya ini masih di bawah harapan kami untuk baterai 8000 mAh. Ya, tapi sebetulnya sih terlepas dari dia pakai baterai ukuran berapa kalau dibandingkan dengan pendahulunya ini lebih irit. Lalu ini tipikal 2026 ya. Harganya mungkin terasa naik signifikan dibandingkan generasi sebelumnya ya. Tapi ya lagi-lagi 2026 memang seperti ini gitu. Semua brand akan melakukan hal yang sama. Jangan dipikir hanya yang satu ini doang. Jadi, jangan trek-tk mahal. Karena mahal itu adalah perbandingan terhadap yang lain yang sama. Berarti lihat yang launching di 2026 harganya sama enggak? Harganya lebih tinggi enggak dari ini atau lebih murah dari ini? Rasanya sih kurang lebih aja ya. Ah, oke dari segi menariknya ya. Desainnya keren dan pakai Alive matrix display. Baterainya ini ya 8000 mAh. Tetap besar sih ya. Kan tadi bilang ya tetap lebih irit daripada pendahulunya. Lalu layar 144 Hz dan warnya juga cukup oke walaupun pakai IPS ya. IPS ada yang bagus dan yang penting ini enggak gampang burn in. Kemudian kontivitasnya sudah 5G dan ini seharusnya lebih mantap ya karena katanya kan di-support sama dua chipset tambahan yang dikembangkan sendiri oleh Teekno. Lalu dia punya NFC, masih ada infrared blaster, masih ada loh infrared blaster-nya ya. Dan dia pakai HOS 16 yang banyak fitur dan paling penting adalah bebas iklan ya. Nah, lalu sensor juga lengkap. Groskop hardware masih ada di sini. Paket jalan juga lengkap. Ada charger, case, serta screen protector yang sudah terpasang. Bahkan ada bonus cloud storage selama 3 tahun. Semoga setelah 3 tahun storage harganya membaik lagi ya. Oh ya, ini enggak 720p atau HD Plus ya. Ini full HD plus ya. Ya, kalau dibandingkan dengan generasi sebelumnya, upgrade yang paling terasa di Pova 8 5G ini memang ada di kapasitas baterainya jadi lebih besar dan juga ada gratis cloud storage. Di tahun 2026 ini kita emang harus lebih peka dan lebih detail ngelihatnya ya. Misalnya kita lihat di sini ya, turun dari 7.300 yang dulu ke 7.100 yang sekarang. Tapi kenyataannya apa? Yang berubah itu enggak banyak ya. Performance untuk gaming-nya mirip-mirip aja. Lalu untuk baterai memang ada harapan untuk 8.000 mAh. Harapan yang tinggi, tapi kalau dilihat dibandingkan dengan pendahulunya ini ter lebih irit. Jadi biar bagaimanapun terserah mau dia baterai 8.000, 7.000, 6.000 atau berapapun pertanyaannya apakah dia lebih irit dari pendahulunya? Yes, dia lebih irit. Ini adalah fakta fakta yang harus kita perhatikan di sini bahwa mungkin di atas kertas kelihatannya kurang gitu oke, di atas pengujian mungkin enggak oke. Tapi kalau dilihat yang benar, sebetulnya benda yang satu ini masih sangat menarik untuk tahun 2026. Jadi, pada akhirnya untuk smartphone keluaran baru ya tahun 2026 di kelas harganya, kami rasa tekno yang satu ini cukup menarik. [musik]

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Tecno

Inovasi pintar, gaya masa depan. Jelajahi jajaran smartphone, tablet, dan laptop TECNO dengan desain futuristik, performa ekstrem, dan harga paling kompetitif.