Review TECNO POVA 8 5G - Tetap Mantap Untuk Standar Tahun 2026! (YouTube Video)
HP kalian baterai berapa? 5.000, 6.000, apa 7.000? Bangga. Nih, 8.000 mAh. Ini Tecno Pova 8 5G, smartphone dengan baterai terbesar dalam sejarah seri Pova, ya. SOC-nya juga enggak kaleng-kaleng, ya. Dia pakai Dimensity 7.100. Jadi, sudah 5G dong tentunya, ya. Desainnya juga keren, ya. Ada Alive Matrix Display yang tampilannya bisa diatur sesuka kita. Kamera utamanya 50 MP dengan sensor Sony IMX 600. Dia pakai HiOS 16 yang makin banyak fitur dan bebas iklan. Penasaran sama kemampuan lengkapnya? Simak video kita kali ini. Ya, Pova. Ini salah satu lini smartphone dari Tecno yang sudah enggak asing lah, ya, harusnya di telinga kita, ya. Dan enggak terasa saja kita sudah masuk ke generasi 8 dari si Pova ini. Tecno Indonesia sendiri terbilang cukup rajin, ya, membawa yang satu ini ke tanah air. Termasuk generasi terbarunya ini. Nah, kira-kira apa yang menarik di sini? Oke, kita langsung lihat paket penjualannya saja. Pertama, dalam sini tentunya ada unit smartphone dengan screen protector yang sudah terpasang. Kemudian, ada charger-nya, ada charger-nya, ada charger-nya. Ini adalah charger 45 watt dan tentunya ada kabel USB-C. Hardcase-nya juga ada di sini, ya, transparan, ya, di sini, ya. Lalu, ada SIM tray ejector, kartu perdana Axis, dan dokumen-dokumennya, ya. Cukup lengkap isinya. Nah, desain smartphone ini pakai desain yang disebut sebagai Interstellar Spaceship Design yang memiliki kesan futuristik dan juga cukup stand out sih yang satu ini, ya. Bagian back cover-nya juga punya corak dan motif ala-ala smartphone gaming. Jadi, enggak polos-polos amat. Gaya seperti ini memang sudah jadi salah satu ciri khas dari seri Pova sejak lama sebetulnya. Nah, material back cover dan frame ini sama-sama pakai polikarbonat. Bedanya, bagian back cover itu pakai finishing glossy, sementara bagian frame itu finishing-nya matte atau dove, ya. Nah, warnanya itu ada empat, Arc White, Graphite Black, Helios Orange, dan Eco Green. Untuk dimensinya, tinggi 165,6 mm, lebar 78,4 mm, dan tebalnya di 8,8 mm. Sementara bobotnya itu 229 g. Bukan yang paling tipis dan ringan, tapi wajar aja karena baterainya 8.000 mAh kan ini ya. Nah, untuk proteksinya smartphone ini sudah punya military standar 810H dan IP ratingnya juga sudah ada nih IP 64. Jadi, kalau cuma kena percikan air tipis-tipis atau hujan gerimis-gerimis ya masih amanlah ya. Tapi, jangan diajak nyebur dalam air, belum bisa. Jadi, saran kami makainya tetap harus hati-hati. Oke, kita lanjut lihat ke sisi kanan di sini ya. Di sini ada tombol power yang menyatu dengan fingerprint scanner dan ada tombol volume up and down. Di atas ada infrared-nya. Di kiri ini kosong, di bawah ada SIM tray ini untuk dual nano SIM tanpa slot micro SD card. Lalu, ada mikrofon, ada port USB-C dan grill speaker. Ya, untuk audio smartphone ini hanya punya satu speaker alias mono ya dan sudah mendukung fitur Dolby Atmos. Untuk kualitasnya sih standar-standar aja ya, sedikit berharap Tecno bisa ngasih speaker stereo sebetulnya di sini. Oke, beralih ke sisi depan. Ini adalah layar 6,76 inci panel IPS. Jadi, ini panel yang enggak mudah burn in itu ya. Nah, untuk resolusinya itu adalah full HD plus, full HD plus bukan HD plus ya, 2344 * 1080 pixel. Refresh rate-nya adaptif sampai 144 Hz. Untuk brightness-nya kalau kita coba dalam ruangan itu maksimum ada di 360-an nits. Lalu, untuk simulasi outdoor mencapai 630-an nits. Kemudian, kalau kita coba dengan simulasi outdoor dengan menyalakan high brightness, nah kita bisa dapat 962 nits, cukup tinggi. Sudah lumayan oke untuk penggunaan di luar ruangan. Untuk color gamut smartphone ini cuma punya satu mode warna layar. Color gamut-nya 85% di DCI-P3 dan gamut volume ada di 106% di DCI-P3. Untuk layar IPS ini gonjreng banget ya. Itu tadi di DCI-P3 ya, bukan sRGB. Jadi, luas banget warnanya. Nah, untuk bezel ini memang belum yang super tipis terutama untuk bezel bagian bawahnya. Kemudian, ear piece itu ada di bezel bagian atas. Lalu, di bawahnya ada kamera selfie 13 MP dengan model punch hole. Bukaan f/2.2 ini adalah kamera fixed focus. Perekamannya sampai 2K 30 FPS dan dia juga bisa 1080p 60 FPS. Beralih ke sisi belakang, ini adalah kamera utamanya yang pakai 50 Megapixel Sony IMX 600 tadi ya. Bukaannya F1.8, auto focus, perekaman sampai 2K lagi 30 FPS dan 1080p 60 FPS juga ada. Kemudian ada kamera bonus dan ada LED flash. Untuk fitur kamera, dibaca saja di sini. Tidak sedikit fitur-fitur kameranya ya. Nah, mari kita beralih ke yang satu ini, Alive Matrix Display. Singkatnya, ini adalah lampu LED yang bisa menampilkan macam-macam animasi saat ada notifikasi, panggilan masuk, charging, gaming, dan lain-lain. Efek lampunya bisa di-custom dan menurut Tecno ada 49 skenario penggunaan yang bisa memanfaatkan fitur ini. Lumayan ya buat keren-kerenan ya. [tertawa] Lanjut. Untuk spesifikasi internalnya, SOC-nya pakai MediaTek Dimensity 7100. Ini adalah SOC 5G yang octa core, alias 8 core. Nah, ini diklaim oleh Tecno lebih baik dalam konsumsi daya, konektivitas, dan optimalisasi kamera. Dan ini dinilai sangat cocok dengan apa yang ingin ditawarkan oleh Pova 8 5G ini. Tecno itu menjanjikan bahwa smartphone ini bakal lag free selama 6 tahun pemakaian. Oke, kalau untuk RAM dan storage ada tiga varian, 6128, 8128, dan ada yang 8256. RAM-nya ini pakai LPDDR5X ya. Jadi, ya bukan RAM yang tua ya. Dan tersedia juga fitur extended RAM hingga 8 GB. Untuk storage-nya ini pakai UFS 2.2. Untuk baterai, 8000 mAh dengan dukungan charging sampai 45 watt. Ini naik jauh dari Pova 7 yang 7000 mAh dan Pova 7 5G yang 6000 mAh. Nanti kita lihat ya bagaimana ketahanan baterainya. Nah, fitur bypass charging tentunya ada juga di sini. Tecno sendiri mengklaim kalau baterai smartphone ini bakal punya baterai health lebih dari 80% setelah penggunaan dalam waktu 6 tahun. Itu hebat sih ya. Oke, sekarang kita lihat sensor-sensornya ya. Dilihat saja dalam ada semua dan yang penting gyroscope-nya sudah hardware. Nah, untuk konektivitas tentunya sudah 5G, 2G, 3G, 4G, 5G bisa semuanya ya. Wi-Fi-nya Wi-Fi 5, Bluetooth-nya versi 5.4. Untuk codec-nya ada SBC, AAC, aptX, aptX HD, dan LDAC juga ada. NFC tentunya ada dan USB OTG tentunya bisa. Nah, untuk konektivitas Tecno menyertakan dua chipset tambahan yang bernama G1 signal chipset dan juga SI1 Wi-Fi chipset. Kalau digabungkan dengan SWC Dimensity 7100, kombinasi ini disebut Tecno sebagai triple 5G chipset performance. Ketiganya itu harusnya bekerja sama untuk memberikan optimalisasi jaringan yang lebih lancar. Oke, untuk sistem keamanan dia ada fingerprint scanner dan ada face unlock. Untuk OS dia pakai HiOS 16 basisnya tentunya Android 16. Dan Tecno menjanjikan ada dua kali Android update dan security patch hingga 3 tahun. Nah, untuk bloatware memang masih ada ya, tapi sebagian besar juga bisa di-uninstall dengan gampang. Jadi, bukan masalah. Dan yang paling penting bebas dari iklan HP yang satu ini ya. Oh ya, HiOS ini juga sudah menggunakan glow space design yang tampilannya ala-ala kaca gitu ya. Ya, tahulah ya terinspirasi dari tampilannya siapa? Tahu dong ya. Nah, untuk fitur baru ada depth effect home screen yang bisa mempercantik halaman utama dari smartphone yang satu ini. Misalnya nih, di wallpaper gunung yang kita pakai ini ada beberapa icon yang terlihat berada di belakang gunungnya. Lumayan ya, ini nambahin estetika penampilan home screen jadinya. Untuk AI tentunya ada di sini mulai dari chatbot Ella, AI light master 2.0, AI writing, AI main hub, instant transfer with iPhone, dan lain-lain. Ya, benar dia bisa connect ke iPhone. Tapi ya, di iPhone-nya mesti di-install app-nya juga ya. Oke, kita lanjut ke benchmark-nya ya. AnTuTu 11 dapat 806.000-an. Untuk Geekbench 6 single core 984, multi core 2894. Untuk 3DMark Sling Shot Extreme Open GL graphic score-nya ada di 4279. Untuk 3DMark Wild Life Stress Test tanpa kipas base score 2519, lowest score 2492, stability di 98,9%. Sudah stabil ya. Nah, untuk gaming langsung saja kita coba ke Subway Surfer. Secara default game ini jalan di 60 Hz saja, jadi mentok 60 FPS. Kalau mau main ke 120 FPS kita harus mengubah pengaturan refresh rate ke high terlebih dahulu, baru deh game-nya bisa jalan di 120 FPS. Lanjut untuk Mobile Legends, setting frame rate terbuka itu sampai super atau 90 FPS. Saat kita coba mainkan dengan setting-an grafik tertinggi, frame rate berjalan mulus di 90 FPS sepanjang permainan. Jadi mau rame atau sepi ya 90 FPS terus. Untuk PUBG Mobile di grafik smooth frame rate maksimal bisa sampai ekstrem atau 60 FPS. Saat dicoba ya ada kisaran 50 sampai 60 FPS jadinya ya. Untuk gyro aiming juga lancar banget enggak ada delay karena ini pakai gyroscope-nya hardware. Oke, untuk water wave kita coba dengan setting ultra performance di 60 FPS. Frame rate-nya dapat sekitar 30 sampai 40-an FPS kalau lagi sepi, tapi kalau lagi rame ya turun ke 20 sampai 30 FPS. Wajar sih ya. Lanjut untuk Genshin Impact, kita coba dengan setting lowest 60 FPS tanpa kipas. Kalau kita mainkan selama setengah jam frame rate-nya seperti ketahan di 45 FPS. Untungnya ini terbilang cukup stabil sepanjang permainan. Untuk suhunya titik terpanas di bagian layar itu cuma di 38 derajat Celsius dan di bagian belakang itu di 39 sampai 40 derajat Celsius. Masih relatif oke yang satu ini ya. Selanjutnya kita coba juga di setting highest 60 FPS tanpa kipas. Hasilnya di 8 menit pertama kita masih bisa dapat kisaran 35 sampai 45 FPS. Setelah itu game-nya turun ke 35 sampai 30 FPS sampai akhir testing. Menurut kami sih ini masih cukup enak ya untuk dimainkan ya. Nah, untuk suhunya di setting lebih tinggi ini titik terpanas di bagian layar itu 41 sampai 42 derajat Celsius dan di bagian belakang ada di 42 sampai 43 derajat Celsius. Emang jadi lebih panas ya ketimbang pakai setting lowest. Nah, gimana kalau dikipasin? Ternyata hasilnya lebih oke. Game-nya bisa jalan di kisaran 35 sampai 45 FPS sepanjang pengujian. Kalau di ranking jadinya smartphone ini dapat nilai B minus baik dengan kipas maupun tanpa kipas. Oke, sekarang kita lanjut ke pengujian kameranya. Di tangan saya sudah ada Tecno Pova 8 5G. Dan untuk tes kameranya itu bareng sama saya. Nah, di sini suaranya direkam langsung menggunakan mikrofon smartphone-nya ya. Jadi kalau mau dipakai buat vlogging itu kurang lebih kayak gini hasilnya. Langsung aja kalau gitu kita lanjut ke pembahasan berikutnya. Kita mulai dari kamera selfie-nya. Kalau di kondisi cahaya yang bagus, video selfie-nya punya detail yang cukup oke nih. Untuk dynamic range kalau di kondisi cahaya sulit sayangnya belum oke. Oke, area wajah bisa terekspos dengan baik tapi area terangnya sudah terlalu over ekspos. Dan ini berlaku di semua resolusi ya. Untuk stabilizer ini cuma aktif di resolusi maksimal 1080p 30 fps aja. Hasilnya pun sekedar standar aja. Efek jitter-nya masih bisa kelihatan meskipun di kondisi terang seperti ini. Kalau di resolusi 1080p 60 fps dan juga 2K 30 fps, sayangnya stabilizer enggak bisa aktif. Jadinya goyang kalau dibawa jalan kayak gini. Lanjut ke kamera utamanya. Kalau di 1080p 30 fps, detail-nya itu agak kurang dapat. Dan juga gambarnya terasa agak terlalu terang. Kemudian kalau di 1080p 60 fps, hasilnya kayak gini. Gambar jadi lebih tajam dan terangnya juga jadi lebih pas. Lanjut kita coba juga di 2K 30 fps. Hasilnya detail-nya juga terasa lebih tinggi. Perhatikan ya, dari ketiga resolusi ini gambarnya terasa agak enggak konsisten. Jadi hati-hati kalau mau gonta-ganti resolusinya. Semoga aja ini bisa diperbaiki lewat update. Untuk dynamic range ini terasa lebih baik dibandingkan kamera selfie-nya tadi. Kalau di kamera utamanya ini masih bisa menangkap sebagian highlight walaupun di kondisi pencahayaan yang agak sulit. Dari segi stabilizer ini mirip dengan kamera selfie-nya. Efektifnya hanya di 1080p 30 fps aja. Dan hasilnya juga masih belum yang rapi-rapi banget ya. Masih ada jitter yang terasa di kondisi cahaya terang seperti ini. Dan kalau di atas 1080p 30 fps, videonya jadi gempa karena EIS-nya belum support. Beralih ke low light. Untuk kamera selfie, detail gambarnya sudah terlihat turun dan noisy. Untungnya sih gambar terasa tetap terang ya. Kalau di 60 fps, gambarnya memang jadi lebih gelap sedikit. Tapi cukup kelihatan kok gambarnya, enggak sampai yang hilang banget. Sayangnya frame rate tidak bisa stabil di 60 FPS. Dan sayangnya juga enggak ada opsi untuk mematikan auto FPS-nya. Lalu kalau dibawa jalan, jitternya kurang lebih kayak gini, masih cukup terasa. Untuk kamera utama, kalau di low light kualitasnya juga memang turun ya ketimbang saat siang. Tapi untungnya gambar masih cukup terang bahkan di 60 FPS-nya. Untuk stabilizer, ini masih terlihat ya jitternya. Jadi belum bisa rapih kalau dibawa jalan. Untuk auto fokus, kita cobain saat low light dan ini aman enggak ada masalah. Lanjut ke fotografi. Buat kami ini lumayan oke ya hasilnya. Mau dipakai saat siang atau malam, hasilnya masih cukup oke. Tapi sedikit catatan aja, kalau pakai digital zoom di mode portrait, HDR processing-nya terasa enggak jalan. Tapi kalau enggak pakai digital zoom, hasilnya aman-aman aja kok. Untuk fitur ekstra, kita cobain juga ya. Contohnya ada dual view yang bikin kita bisa merekam dengan dua kamera sekaligus. Catatannya hasil perekamannya itu agak gepeng kayak gini. Semoga bisa diperbaiki ya lewat software update. Berikutnya ada slow motion dan ini bisa di kamera utamanya ya. Resolusinya mentok di 720p 120 FPS. Lalu untuk pro mode juga ada untuk manual fotografi. Untuk video sayangnya belum support. Oke, itu dia ya pengujian kameranya. Kalau ditanya apa yang kurang, ada beberapa ya. Pertama, tidak ada kamera ultra wide. Tapi untuk kelas harga segini di tahun 2026 memang sudah jarang yang ada ultra wide-nya. Lalu stabilizer-nya, ini hanya mentok di 1080p 30 FPS aja. Kemudian inkonsistensi hasil perekaman di beda-beda resolusi untuk kamera utamanya. Semoga saja hal-hal ini bisa diperbaiki lagi ke depannya. Overall kamera dari smartphone ini memang bukan yang luar biasa hebat. Tapi untuk smartphone yang fokusnya bukan di sektor kamera, yang satu ini masih cukup oke untuk kebutuhan sederhana. Sekian dulu pembahasan kamera kali ini, lanjut lagi ke pembahasan berikutnya. Oke, sekarang kita lihat daya tahan baterainya ya dengan YouTube offline video playback 1080p kita jalankan dan baterai habis di 25 jam 3 menit. Sebetulnya harapan kami kalau baterainya 8000 itu ya dekat-dekat 30 jam ya. Jadi hasilnya seperti ini cenderung ya oke-oke aja ya. Meskipun demikian ini tetapnya lebih baik dibandingkan POVA 7 5G ya yang pendahulunya yang daya tahan baterainya itu cuma di kisaran 23 jam. Oke lanjut untuk YouTube streaming 1080p 30 fps non HDR selama 1 jam baterai berkurang 5% untuk TikTok-an scrolling selama 1 jam baterai turun 6%. Untuk PUBG Mobile selama setengah jam main itu baterai turun 6%. Untuk Genshin Impact highest 60 fps selama setengah jam baterai turun 9%. Ya walaupun di pengujian baterai video playback itu cenderung standar ya tapi kalau kita pakai untuk uji gaming ternyata hasilnya oke nih ya. Oke lanjut untuk charging. Untuk mencapai 50% itu butuh 41 menit sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 32 menit. Ini keren sih melihat ini baterai 8000 mAh. Ini bukan 5000 mAh loh. Kami akan bilang ini lumayan bagus bahkan di 7000 mAh. Ini 8000 mAh bisa satu setengah jam udah oke banget. Lanjut lagi untuk Netflix dia udah Widevine L1 dan bisa streaming sampai resolusi full HD. Untuk YouTube dia bisa 2K 60 fps dan support HDR juga. Untuk haptic feedback getarannya udah cukup kuat ya tapi belum yang super rapih masih agak kasar di sini. Untuk WiFi sharing udah bisa tinggal hidupkan hotspot saat terhubung ke WiFi. Nah untuk harganya yang 6128 itu mulai dari 3.999.000 8128 mulai dari itu mulai dari 5.299.000. Oh ya TECNO juga akan memberikan bonus berupa akses ke cloud storage sampai 256 GB selama 3 tahun untuk setiap pembelian POVA 8 5G. Bahkan untuk varian terendahnya sekalipun lumayan loh 3 tahun loh ya. Nah menurut TECNO sendiri ini adalah salah satu cara untuk mensiasati kenaikan harga RAM dan storage ya. Oke untuk info lebih lengkapnya silakan cek di kolom deskripsi aja. Kita langsung masuk dalam kesimpulannya kita lihat hal yang perlu diperhatikan dulu. Speakernya memang sudah mendukung Dolby Atmos tapi sayangnya masih mono. Lalu untuk bezel bagian bawah ini masih cukup tebal ya. Kemudian tentunya dia cuma pakai satu kamera saja di sini. SOC-nya ini juga sedikit turun ketimbang generasi sebelumnya ya, walaupun kalau kami rasa performanya tidak bisa dibilang ketinggalan jauh dan masih relevan untuk smartphone masa kini. Kemudian untuk kemampuan baterainya ini masih di bawah harapan kami untuk baterai 8.000 mAh ya. Tapi, tapi sebetulnya sih terlepas dari dia pakai baterai ukuran berapa, kalau dibandingkan dengan pendahulunya ini lebih irit. Lalu ini tipikal 2026 ya. Harganya mungkin terasa naik signifikan dibandingkan generasi sebelumnya ya, tapi ya lagi-lagi 2026 memang seperti ini gitu. Semua brand akan melakukan hal yang sama. Jangan dipikir hanya yang satu ini doang. Jadi jangan teriak-teriak mahal karena mahal itu adalah perbandingan terhadap yang lain yang sama. Berarti lihat yang launching di 2026, harganya sama enggak? Harganya lebih tinggi enggak dari ini atau lebih murah dari ini? Rasanya sih kurang lebih saja ya. Ah, oke. Dari sisi menariknya ya, desainnya keren dan pakai alive matrix display. Baterainya ini ya 8.000 mAh tetap besar sih ya. Kan tadi dibilang ya, tetap lebih irit daripada pendahulunya. Lalu layar 144 Hz dan warnanya juga cukup oke walaupun pakai IPS. Iya, IPS ada yang bagus dan yang penting ini enggak gampang burn in. Kemudian konektivitasnya sudah 5G dan ini seharusnya lebih mantap ya karena katanya kan di-support sama dua chipset tambahan yang dikembangkan sendiri oleh Tecno. Lalu dia punya NFC, masih ada infrared blaster masih ada loh infrared blasternya ya. Dan dia pakai HiOS 16 yang banyak fitur dan paling penting adalah bebas iklan ya. Lalu sensor juga lengkap, gyroscope hardware masih ada di sini. Paket penjualan juga lengkap, ada charger, case serta screen protector yang sudah terpasang. Bahkan ada bonus cloud storage selama 3 tahun. Semoga setelah 3 tahun storage-nya membaik lagi ya. Oh ya, ini enggak 720p atau HD plus ya. Ini full HD plus. Ya kalau dibandingkan dengan generasi sebelumnya, upgrade yang paling terasa di Pova 8 5G ini memang ada di kapasitas baterainya jadi lebih besar dan juga ada gratis cloud storage. Di tahun 2026 ini kita memang harus lebih peka dan lebih detail melihatnya ya. Misalnya kita lihat di sini ya, turun dari 7.300 yang dulu ke 7.100 yang sekarang. Tapi kenyataannya apa? Yang berubah itu enggak banyak ya. Performance untuk gaming-nya mirip-mirip aja. Lalu untuk baterai, memang ada harapan untuk 8.000 mAh, harapannya yang tinggi. Tapi kalau dilihat di bandingkan dengan pendahulunya, ini tetap lebih irit. Jadi bagaimanapun terserah mau dia baterai 8.000, 7.000, 6.000 atau berapapun, pertanyaannya apakah dia lebih irit dari pendahulunya? Yes, dia lebih irit. Ini adalah fakta-fakta yang harus kita perhatikan di sini. Bahwa mungkin di atas kertas kelihatannya kurang gitu oke, di atas pengujian mungkin enggak oke. Tapi kalau dilihat yang benar, sebetulnya benda yang satu ini masih sangat menarik untuk tahun 2026. Jadi pada akhirnya untuk smartphone keluaran baru ya tahun 2026 di kelas harganya, kami rasa Tecno yang satu ini cukup menarik. [musik]
Video Lainnya
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Persaingan ponsel sejutaan semakin sengit berkat kehadiran dua saudara kembar yang menawarkan spesifikasi menggoda. Meski sekilas tampak serupa dengan layar mulus...
Pasar ponsel pintar kelas entri kembali diguncang oleh kehadiran Tecno Spark Go 3, sebuah perangkat yang tampaknya siap mendefinisikan ulang ekspektasi pengguna di...
Pasar ponsel pintar kembali diguncang oleh kehadiran gawai ramah kantong yang secara mengejutkan tampil sangat identik dengan desain perangkat flagship termewah...
Kenaikan harga smartphone di kelas entry-level sering kali membuat kita berekspektasi lebih terhadap peningkatan fitur yang dibawa. Namun, Tecno Spark Go 3 justru...
Pasar ponsel pintar kelas menengah kembali diguncang oleh kehadiran Tecno Camon 50 yang membawa kombinasi spesifikasi ekstrem, mulai dari baterai raksasa hingga...
Kondisi pasar teknologi global belakangan ini memang sedang bergejolak, memicu lonjakan harga yang cukup terasa pada berbagai perangkat elektronik modern, termasuk...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp3 hingga 5 jutaan menjelang momen Lebaran kini terasa jauh lebih menantang sekaligus memuaskan. Pasar mid-range tahun ini...

















