Review vivo T5 Pro 5G - All Rounder 4 Jutaan dari vivo untuk 2026? (YouTube Video)
Ini adalah Vivo T5 Pro 5G, smartphone midrange baru Vivo yang katanya total maksimal dengan harga R jutaan. Kelebihannya merata di banyak aspek. Desainnya mewah, tipis, dan juga ringan. Baterainya besar ya, 6.500 mAh. Dengan dukungan charging 90 watt flash charge. SOC-nya pakai dimensi City 7400 turbo. Cukup kencang untuk sehari-hari. Setup kameranya fungsional. Enggak ada kamera bonus di sini. Dan dia [mendengus] udah pakai origin OS6 ya. Fiturnya banyak dan pengalaman pakainya mulus. Kira-kira seperti apa ya kemampuan lengkapnya? Simak video review kali ini. Ya, Vivo T series. Mungkin ada yang sudah pernah dengar dan mungkin ada yang udah pernah pakai ya T series sebelumnya ya. Di tahun 2022 yang lalu Vivo tuh sempat menghadirkan T series ke Indonesia lewat T1 series. Ya, sayangnya penerusnya itu enggak dihadirkan secara resmi lagi di tahun-tahun berikutnya. Nah, di tahun 2026 ini Vivo T series itu kembali hadir ke Indonesia lewat T5 series. Ada Vivo T5 dan ada juga Vivo T5 Pro 5G. Tapi yang kita bahas kali ini adalah versi pro-nya. Kalau gitu langsung aja kita mulai masuk dalam paket penjualannya. Di dalamnya ada unit Vivo T5 Pro 5G dengan screen protektor yang langsung terpasang. Lalu ada chargernya, ada chargernya. Ada chargernya. Ini adalah charger 90 watt flash charge. Lalu ada kabel USB A2C, ada case transparan, dan ada sim tr ejector serta paket dokumen. Cukup lengkap ya isinya ya. Smartphone ini disebut menggunakan total stylish design. Sisi depan samping dan belakangnya itu pakai gaya yang serba flat, sedangkan tepi frame-nya itu dibuat melengkung. Modul kameranya disebut pakai desain minimalis kamera module. Kedua kamera belakangnya ini ada dalam satu bump dengan desain yang minimalis. Secara umum tampilan dari smartphone ini terbilang sederhana tapi elegan. Pilihan warnanya ada tiga ya, total pink, total black, dan total blue seperti yang saya pegang ini. Nah, untuk dimensinya tingginya 163,7 mm, lebar 76,2 mm, dan tebalnya itu 7,59 mm untuk warna total black dan total blue. Nah, untuk yang total pink itu tebalnya ada di 7,69 mm. Untuk bobotnya ada di 194 gr. Jadi cukup tipis dan ringan untuk smartphone dengan baterai 6.500 00 mAh. Nah, untuk IP rating smartphone ini punya sertifikasi IP65 yang artinya kedap debu dan tahan cipratan air bertekanan rendah dari segala arah. Jadi kalau enggak sengaja kehujanan itu masih aman enggak masalah. Tapi belum untuk kecemplung air ya. Jadi memang masih harus agak hati-hati. Lanjut ke sisi-sisinya ya. Sisi kanan ada tombol power dan tombol volume up and down. Di atas ada mikrofon dan grill speaker. Di kiri itu kosong. Di bawah ada SIM tray untuk dual nano SIM tanpa slot micro SD card. ada mikrofone, port USBC, dan grill speaker. Jadi untuk audionya smartphone sudah punya stereo speaker. Kualitasnya cukup memada lah untuk kelas harganya. Volumeenya juga cukup lantang. Kalau memang saya masih kurang lantang, ada juga fitur audio booster 200% dan 400%. Saat dicoba suaranya memang lebih lantang ya. Tapi kalau untuk dengerin musik ini memang kualitas audionya jadi sedikit menurun ya kalau dinaikkan ke 200 atau 400%. Ini lebih cocok kalau dipakai untuk teleponan atau video call di tempat yang ramai atau mungkin video call-nya mau untuk didengarkan ramai-ramai. Nah, di depan kita lihat ini layar 6,77 inci panel AMOLED resolusinya full HD plus ya 2.392 * 1080 piksel. Refres rate-nya up to 120 Hz. Untuk brightness peck brightness layar ini diklaim bisa mencapai 3.000 unit, tapi itu harusnya untuk sebagian kecil layar saja dalam mode HDR. Nah, kalau kita coba untuk penggunaan dalam ruangan, brightness maksimalnya ada di 619 nit. Sudah lumayan terang ya. Lalu untuk simulasi outdoor itu bisa mencapai 1348 nitz. Lagi-lagi ini sudah terang banget. Untuk color gamut, smartphone ini punya tiga mode warna. Ada profesional ini diarahkan mendekati 100% sRGB. Cocok untuk edit foto dan video supaya hasilnya tetap konsisten dilihat dari layar-layar yang lain. Berikutnya ada standar. Ini diarahkan mendekati 100% di CP3. Ini cocok buat yang suka main game atau menikmati konten dengan warna yang gonjreng. Terakhir ada bright. Ini mode yang good volume-nya paling tinggi. Pakai ini kalau gambarnya mau warnanya tuh lebih gonjreng lagi. Nah, untuk always on display di sini juga ada. sayangnya ini belum bisa untuk selalu menyala, hanya untuk beberapa detik saja. Tapi ini wajar ya di kelas harga segini. Untuk bezel ini memang belum yang super tipis, tapi enggak bisa dibilang tebal-tebal amat juga. Kalau diperhatikan bezel bawahnya sedikit lebih tebal dibandingkan bezel sisi yang lainnya. Untuk earpiece itu ada di bezel atas layar. Lalu di bawahnya ada 32 megapel front camera. Bukaannya F2.45. Ini fix fokus ya perekaman video tapi sampai 4K 30 fps. Sayangnya untuk 60 fps belum tersedia. Untuk belakang ini adalah 15 megapel Sony IMX 882 camera ya IMX 882. Sensornya ukurannya 1/1,95 inci dan ini bukaannya F1.79. Wah, lumayan serius nih tentunya. Dua dus perekaman video up to 4K 30 fps dan bisa 1080p 60 fps juga. Jadi kamera depan dan kamera utamanya sama-sama udah bisa ngerekam 4K. Kemudian ada 8 megapel wide angle camera atau tepatnya ultra wide angle camera harusnya bukannya f2.22 22 fix fokus dan perekaman video up to 1080p 30 fps. Nah, di samping modul kameranya ini ada AI Aura Light. Kita bisa atur warna lampu itu dari putih, kuning, atau bahkan kemerahan. Tingkat keserahannya juga bisa kita atur sesuai dengan kebutuhan. Ini aura light banget ya. Nah, untuk fitur kamera ada banyak. Lihat aja nih ya. Ada apa aja ya? Banyak di sini. Lanjut ke spesifikasi internalnya. SOC-nya pakai Dimens City 7.400 turbo. Untuk RAM dan storage itu ada yang 8128 dan ada yang 8256. RAM-nya pakai App 4X dan storage-nya pakai UFS 3.1. Lumayan ya, padahal dengan kondisi harga memori yang seperti sekarang di kelas harga itu biasanya masih pakai UFS 2.2 nih ya. Menurut Vivo sendiri UFS 3.1 ini punya kecepatan baca dan tulis hingga 80% lebih kencang dibandingkan yang UFS 2.2. Nah, untuk baterai dia pakai 6500 mAh Blue Ft bater dengan dukungan 90 wat flash charge. Baterai ini dikali punya 24 dimension security protection yang menjamin baterainya punya daya tahan optimal sampai 5 tahun. Fitur bypass charging 2.0 juga ada di sini. Nah, menurut klaim Vivo ini bisa membantu menurunkan panas ketika kita main game sambil terhubung ke charger. Untuk sensor itu y lengkap di sini sampai gyro hardware juga ada. Untuk kivitas dia udah 5G, 2G, 3G, 4G, 5G bisa semuanya. Wii-nya WiFi 6. Bluetooth-nya versi 5.4. Untuk kodex-nya lengkap juga di sini ya. Untuk NFC multifunction khas Vivo juga ada di sini. Selain untuk bayaran, kita bisa mengemulasikan akses card langsung lewat smartphone ini. USB OTG bagaimana? tentunya bisa. Nah, untuk keamanan dia punya screen Touch ID dan face unlock. Untuk OS dia pakai origin OS6 berbasis Android 16. Vivo menjanjikan ada dua kali Android update, berarti dua kali Android update tambahan ya dan ada security patch sampai 4 tahun. Nah, untuk fitur original ini fiturnya lumayan banyak ya. Ada drag and go, Flipkart, Origin Island, private space, one transfer dan lain-lain. Fitur untuk produktivitasnya juga cukup banyak, ada Office kit, AI creation, AI transcript assist, dan Vivo docaster juga. Intinya sih origin OS6 ini udah nyaman banget ya buat digunakan ya. Fiturnya melimpah, animasi, serta efek transisinya juga terasa mulus. Oke, kita langsung masuk dalam benchmarknya aja. Untuk Anutu 11 dia dapat sekitar R1 juta ya. Lalu untuk Geig Bandch 6 core di 1068, multicoree di 2971. Untuk sling shot Extreme Open GL grafic skornya ada di 6.056. Untuk terima qul stress test tanpa kipas. Best scor-nya di 3.701, lowest score ada di 3.664. Jadi, stability-nya bagus ya di 99%. Oke, untuk gaming bagaimana? Kita masuk langsung ke SA server. Secara default game ini jalan di 60 Hz aja, jadi mentok 60 fps. Nah, kalau mau main sampai 120 fps, kita perlu mengubah pengaturan refresh rate ke high terlebih dahulu. Nah, kalau udah diset game-nya jadi bisa jalan sampai 120 fps. Lanjut ke Mobile Legends. Setting frame terbuka itu sampai super atau 90 fps. Saat kita coba mainkan dengan settingan grafik tertinggi, frame rate itu jalan mulus di 90 fps sepanjang permainan. Jadi, lagi ramai atau sepi itu sama aja 90 fps terus. Mantap. Untuk PUBG Mobile di graphic smooth frame rate-nya itu maksimum cuma sampai ekstrem atau 60 fps. Kalau dicoba ya frame rate-nya mulus lancar 60 fps. Nah, untuk gying bagaimana? Lancar dong. Enggak ada delay sama sekali. Ini kan gyroscopnya hardware. Lanjut untuk watering wave. Kita coba dengan setting ultra performance 60 fps. Frame rate-nya tuh sekitar 40 sampai 50 kalau lagi sepi. Tapi kalau batun ke 20 sampai 30 FPS. Lanjut untuk Genensin Impact. Kita langsung coba setting highest 60 fps. Kalau dimainkan selama setengah jam frame rate-nya fluktuatif ya. Naik turun di kisaran 30 sampai 45 fps sepanjang permainan. Sesekali bisa nyuntul 50-an FPS tapi cuman sebentar-sebentar aja. Untuk suhunya setelah dimainkan selama setengah jam, titik terpanas di body belakang itu ada di kisaran 44 derajat celcius. Sementara di sisi layar titik terpanasnya itu ada di 42 derajat Celcius. Nah, bagaimana kalau kita kipasin? Rata-rata frame rate itu masih di 40-an FPS. Beberapa kali juga sempat naik ke 50-an FPS. Kalau di ranking ya, smartphone ini bisa dapat nilai B plus baik dengan kipas maupun tanpa dikipasin. Oke, sekarang kita masuk dalam pengujian kameranya. Oke, di tangan saya kali ini udah ada Vivo T5 Pro 5G dan kali ini tes kameranya bareng sama saya ya. Ah, suara yang kalian dengar ini direkam langsung menggunakan smartphone-nya. Jadi, ini pakai mikrofon bawaan smartphone-nya bukan pakai mikrofon eksternal. Kira-kira suaranya tuh kayak gini ya kalau mau dipakai untuk vlogging gitu misalnya ya. Oke, kita lanjut ke pembahasan berikutnya. Kita mulai dengan kamera depannya. Di sini resolusi bisa sampai 4K 30 fps. Untuk kualitas gambarnya menurut kami sih udah cukup oke ya. Detail dan ketajamannya masih terasa pas. Untuk dynamic range ini standar aja. Area terang masih over expos tapi untungnya bagian wajah masih cukup jelas. Untuk stabilizer, by default stabilizer di kamera depannya ini tidak aktif untuk semua resolusi. Jadi masih terasa berguncang kalau kita bawa jalan kayak gini. Kalau mau sedikit lebih stabil bisa pakai fitur steady face. Catatannya ini cuma bisa di 1080p 30 fps. Hasilnya pun masih belum cukup rapi sih kalau menurut kami. Syarat kami kalau mau hasil rekaman yang lebih stabil bisa pakai alat tambahan seperti gimbal aja. Lanjut ke kamera utama. Opsi resolusi yang terbuka bisa sampai 4K 30 fps dan ada opsi 1080p 60 fps. Untuk kualitas gambarnya ini udah oke. Detail dan ketajamannya itu pas enggak berlebihan. Untuk kami sih ini udah sesuai standar di kelas harganya lah. Buat urusan dynamic range ini masih terhitung standar aja, tapi ini masih lebih baik ketimbang kamera depannya. Area terang masih sedikit over expos, tapi wajah juga masih bisa terlihat dengan baik. Kalau di kamera utama ini, stabilizernya bisa bekerja di semua resolusi termasuk 4K 30 fps. Hasilnya udah cukup oke, walaupun kalau diperhatiin banget masih ada kedut-kedutnya sedikit. Lanjut ke ultrawide. Perekaman video di sini maksimalnya di 1080p 30 fps. Kualitas gambarnya tentu lebih rendah kalau dibandingkan kamera utamanya. Ini disebabkan sensor yang digunakan itu beda kelas. Tapi setidaknya kalau di kondisi cahaya yang cukup oke, gambarnya masih oke juga kok. Untuk dynamic range kurang lebih sama seperti di kamera depan. Area terangnya tuh masih terasa over expos tapi bagian wajahnya masih bisa terlihat cukup oke lah. Untuk stabilizer ini bisa aktif tanpa masalah. Hasilnya juga udah oke walaupun bukan yang super api. Untuk pengalaman mult kamera ini bisa ya untuk pindah-pindah kamera antara kamera depan dan kamera belakang di 1080p 30 fps. Catatannya ini cuma bisa antar kamera ultrawide ke kamera depan atau kamera utama ke kamera depan. Kalau dari kamera utama ke kamera ultrawide itu belum bisa. Lanjut ke low light. Untuk kondisi low light sih di kamera selfie-nya noise sudah mulai bermunculan dan detail juga sudah menurun. Untungnya video yang dihasilkan tuh masih cukup terang. Karena default stabilizernya di kamera selfie ini tidak aktif, jadi hasilnya juga mini cheater kalau di bawaah jalan seperti ini. Tapi ya videonya jadi goyang. Kalau kita pakai steady face hasilnya tuh jiter cukup terasa kalau di bawaah jalan seperti ini. Lanjut ke kamera utama. Kalau di 30 fps detail gambar memang sudah turun ketimbang di siang hari, tapi videonya masih terhitung rapi dan noise juga minim. Di 60 fps pun masih oke walaupun gambarnya jadi lebih gelap. Lanjut ke stabilizernya. Kalau di 30 fps giter stabilizer itu masih cukup terasa saat di bawah jalan. Tapi kalau di 60 fps gaternya malah lebih minim. Tapi gambar memang sedikit lebih gelap. Untuk autofokus langsung saja kita tes saat low light dan ternyata hasilnya aman. Lanjut ke ultrawide-nya. Kalau untuk ultrawide saat low light hasilnya sih sudah menurun jauh ya. Gambarnya sudah terlalu gelap kalau menurut kami. Untuk stabilizernya juga belum bisa yang terbilang rapi. Jadi kami sarankan pakai ultrawide ini di kondisi cahayanya yang cukup aja. Beralih ke fotografi. Secara umum hasil fotonya udah tergolong keren. Di kondisi terang hasil foto-fotonya udah sangat memadai. Tinggal jepret-jepret aja tanpa perlu otak-atik settingan tambahan lagi. Foto di mode potret pun hasilnya udah cukup rapi dan di kondisi low light hasilnya juga udah cukup oke. Walaupun untuk kamera depan masih perlu ditingkatkan lagi. Untuk fitur ekstra di sini ada beberapa. Contohnya ada slow-mo di 720p 120 fps. Berikutnya ada pro mode. Fitur ini bisa dipakai di kamera utama ataupun ultrawide. Di sini kita bisa atur ISO dari 50 sampai 3.200 dan shutter speed bisa kita atur dari 1/12.000 sampai 32 detik. Selanjutnya ada dual view. Fitur ini menggabungkan kamera depan dan kamera belakang jadi 1 frame. Oke, itu dia pengujian kamera dari Vivo T5 Pro 5G. Menurut kami sih ada beberapa hal yang sekiranya masih perlu ditingkatkan oleh Vivo. Contohnya seperti tidak adanya opsi frame rate 60 FPS serta stabilizer untuk kamera depan. Kemudian fitur stabilisasi saat low juga masih perlu ditingkatkan, terutama kalau di 30 fps. Menariknya malah di 60 fps-nya itu lebih stabil loh. Selanjutnya mungkin kemampuan kamera ultrawide-nya yang masih kurang untuk video saat Ol. Di luar hal yang perlu diperhatikan tadi, secara umum pengalaman kamera di smartphone ini masih cukup asik kok. Tinggal poin and shoot aja hasilnya udah lumayan cakep. Apalagi untuk foto-foto. Hasil video juga masih cukup oke. Apalagi kalau di kondisi cahaya yang mencukupi. Dan enggak ketinggalan fitur dari kamera ini juga lumayan banyak. Overall untuk kelas harganya, smartphone ini masih tergolong memadai kok untuk fotografi ataupun buat konten iseng di sosial media. Sekian pengujian kamera Vivo T5 Pro 5G dan kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya. Oke, sekarang kita tes daya tahan baterainya ya. Untuk lokal video playback 1080 30 fps, baterai habis dalam 27 jam 25 menit ya, 27,5 jam lah, ya. Hasil yang cukup awet meskipun belum sesuai harapan kami untuk baterai 6500 mAh. Penginnya sih bisa nyampai 30 jam. Dikit lagi tuh ya. Mungkin seiring update software ini bisa diperbaiki. Lanjut untuk YouTube streaming 1080p 30 fps non HDR selama 1 jam baterai berkurang hanya 4% saja. Sementara untuk scrolling TikTok selama 1 jam, baterai turun cuma 6%. Sementara untuk charging-nya bisa dilihat ya, hasilnya cukup memuaskan. Oke, kita lanjut lagi. Untuk Netflix, dia bisa Wifan L1 dan bisa streaming sampai resolusi full HD. YouTube bisa 4K 60 dan HDR juga. Happtic feedback ini getarannya udah cukup kuat tapi belum yang super rapi. Jadi, masih sedikit kasar. Tapi udah lumayan lah ya. Untuk WiFi sharing ini bisa tinggal hidupkan hotspot saat kita terhubung ke Wii. Nah, untuk harganya varian 8128. normalnya ada di Rp4.599.000, tapi selama masa promo launching harganya akan turun jadi Rp4.99.000. Nah, kalau untuk yang 8256 ini dijual di Rp5.199.000. Nah, selama promo launching harganya akan menjadi Rp4.699.000. Nah, promo ini berlaku sampai 8 Mei 2026 dan eksklusif hanya di official store Vivo di Shopee. Untuk detail lengkapnya bisa langsung cek aja di kolom deskripsi. Kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. pertama performanya mungkin memang bukan yang paling kencang di kelas harganya, tapi ini masih cukup kencang untuk mayoritas pengguna ya. Game berat pun masih bisa jalan lancar tadi kan. Kemudian kita juga melihat ada keterbatasan tektis pada kameranya. Kalian tinggal cek aja di bagian pengujian tadi. Pastikan itu penting atau tidak untuk kalian. Lalu untuk always on display ini juga belum bisa yang terus menyala ya, cuma beberapa detik aja. Nah, dari sini menariknya desainnya stylish, cukup tipis dan cukup ringan padahal baterainya besar ya. Baterainya di 6500 mAh. Ya udah lumayan awet juga baterainya. Charging dengan 90 watt flash charge-nya ini ternyata kencang juga ya. Performnya juga stabil. Layarnya AMOLED 120 Hz pakai origin OS6. Banyak fitur dan pengalaman pakainya juga mulus di sini. Setup kamera juga fungsional ya. Di sini enggak ada kamera-kamera bonus gitu ya. Jadi empat kameranya enggak perlu dua kepakai semua. Lalu dia punya AI aura light yang bisa diatur warna dan tingkat kecerahannya. Sensor juga lengkap termasuk ada gyroskop hardware juga. Paket penjualan juga lengkap. Charger masih ada, casing silikon masih ada. screen protektor juga udah langsung terpasang. Nah, pertanyaannya jadinya Vivo T5 Pro 5G ini cocoknya buat siapa? Nah, untuk yang nyari smartphone dengan desain yang modern, minimalis, dan enggak terlalu mencolok akan cocok di sini ya. Buat yang nyari smartphone dengan baterai besar tapi bodinya tetap tipis dan ringan ini juga cocok. Apalagi yang satu ini baterainya lumayan awet. Jadi bisa tahan seharian lah ya tanpa harus takut kehabisan baterai di tengah hari. Lalu untuk yang nyari smartphone midrange dengan OS yang kaya fitur dan pengalaman pakai yang mulus ini juga cocok apalagi performanya juga terhalang memadai dan cukup stabil untuk kelas harganya. Pada akhirnya kalau yang dicari adalah sebuah smartphone R jutaan di tahun 2026 ya dengan kelebihan yang cukup merata di berbagai aspek alias allrounder, kami rasa Vivo T5 Pro 5G ini sangat menarik untuk dipertimbangkan.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Tren ponsel pintar berdimensi ringkas kembali mencuri perhatian lewat kehadiran vivo X300 FE, sebuah perangkat kompak yang digadang-gadang menjadi idaman baru para...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...
Di tengah sengitnya kompetisi adu tajam lensa smartphone, kemunculan sebuah ponsel pintar yang sepenuhnya menanggalkan kamera justru memicu rasa penasaran yang...
Persaingan vivo X300 Ultra dan OPPO Find X9 Ultra melampaui sekadar adu spesifikasi di atas kertas. Melalui pengujian ekstrem dari stabilitas suhu, efisiensi daya,...
Pasar smartphone kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menjawab keresahan terbesar setiap pengguna gawai: daya tahan baterai. Kehadiran lini...
iQOO kembali menggebrak pasar smartphone tanah air lewat lini terbarunya yang membawa spesifikasi baterai di luar nalar. Melalui impresi pertamanya, David GadgetIn...
Bagi seorang tech enthusiast yang dikenal setia pada satu brand, berpaling ke perangkat lain bukanlah perkara mudah. Namun, kehadiran OPPO Find X9 Ultra tampaknya...
Bagi para gamer yang sering frustrasi karena baterai smartphone mendadak sekarat di tengah-tengah push rank, iQOO Z11 5G hadir membawa dobrakan teknologi yang sulit...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Pasar smartphone flagship kembali diguncang oleh kehadiran vivo X300 Ultra, sebuah perangkat yang tidak hanya mengaburkan batas antara ponsel dan kamera...
Pasar ponsel kelas menengah kembali diguncang dengan kehadiran vivo T5 Series yang mendefinisikan ulang arti ketahanan sebuah smartphone. Dijuluki sebagai "HP...

















