Review vivo V70 - Makin Compact Tapi Makin Mantap! (YouTube Video)
Ini adalah Vivo V70, smartphone kelas menengah dari Vivo yang kelebihannya merata di banyak aspek. Desain makin mewah dengan frame dari metal. Layar AMOLED 6,59 inci makin kompact. Kamera mantap dengan tuning dari ZIS. SOC Snapdragon 7en4 performanya cukup mantap buat harian. Storage-nya sudah UFS 4.1. Kencang nih. Baterai besar 6.500 mAh. Dan ini awet. Charging juga kencang karena ada dukungan flash charge 90 watt. Dukungan ISIM juga sudah tersedia sekarang. Makin modern lagi konektivitasnya. Jaminan update-nya panjang sampai 6 tahun. Nah, apakah ini smartphone yang cocok buat kalian? Simak video pembahasannya kali ini. Ya, ini Vivo V70. Ini adalah Vivo V series pertama yang dirilis di tahun 2026. Mungkin di antara kalian bakal ada yang bilang, "Perasa V60 belum lama dirilis. Tahu-tahu udah ada V70 aja." Enggak salah sih, V60 itu emang rilisnya sekitar 6 bulan sebelum video ini tayang, ya. Tapi buat yang belum tahu, V series-nya Vivo itu memang rilisnya setahun dua kali. Jadi wajar kalau jarak antar rilisnya itu sekitar 6 bulanan saja. Nah, walaupun jarak rilisnya enggak terlalu jauh, V70 ini katanya tetap membawa beberapa peningkatan dibandingkan V60. Kira-kira apa aja peningkatannya? Nah, mari kita bahas mulai dari paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada unit smartphone dengan screen protektor yang sudah terpasang. Lalu ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini charger 90 watt flash charge. Kemudian ada kabel USB type C, ada case, dan ada sim tray ejector serta paket dokumen. Lengkap ya isinya ya. Nah, untuk desain Vivo V7 ini pakai desain baru. Perubahan yang paling berasa dari generasi sebelumnya adalah ukurannya. Smartphone ini pakai layar dengan ukuran 6,59 inci. Sebagai catatan, V60 itu 6,77 inci. Jadi ukurannya lebih ringkas dibanding pendahulunya. Bentuk modul kamera belakangnya juga berubah ya. V7 ini pakai desain yang disebut dynamic floating camera module. Jadi semua kamera belakang smartphone ini dan juga aura light-nya ditempatkan dalam satu modul yang bentuknya kotak ya. Oh ya modul kamera ini punya ketebalan di 3,29 mm saja jadi terbilang cukup tipis dan lebih minim wobble kalau diletakkan di atas meja seperti ini. Untuk materialnya body bagian belakang itu pakai bahan kaca ya. Sementara untuk frame-nya pakai bahan metal. Ini juga peningkatan dibandingkan seri sebelumnya yang pakai frame dari bahan plastik. Tentunya ini membuat V70 jadi semakin terasa mewah dan solid. Nah, dimensinya tinggi 157,52 mm, lebar 74,33 mm, dan ketebalan di 7,59 mm. Sementara bobotnya ada di kisaran 195an gr. Perlu diingat kalau smartphone ini baterainya 6 mAh pakai frame metal dan punya kamera telefoto periscope. Ekspektasi kami setidaknya smartphone ini bobotnya ada di 200-an grusnya ya. Jadi ini sih luar biasa ya. Good job buat tim engineering Vivo yang berhasil bikin smartphone ini tetap ringkas dan ringan. Untuk opsi warnanya ada Alpine gry, golden hour, dan sandal wood brown seperti yang kami uji kali ini. Untuk kenan terhadap air dan debu, smartphone ini punya IP rating di IP6 dan IP. En artinya debu tidak akan masuk dalam perangkat. Sementara angka belakang 8 menunjukkan kalau HP ini aman kecempung dalam air dalam kedalaman dan durasi tertentu. Untuk angka belakangnya 9 itu menunjukkan ketahanan terhadap semprotan air bertekanan tinggi dengan suhu sampai 80 derajat celcius. Tapi jangan mentang-mentang dia punya IP68 dan IP69 langsung disiksa secara sengaja ya. Jangan diajak berenang apalagi snorkling. Jangan. Jangan ya. Hadirnya IP rating ini lebih ke arah proteksi kalau enggak sengaja kecemplung dalam air atau kesemprot gitu mungkin ya. Nah, sekarang kita lihat di sisi kanan ada tombol power dan tombol volume up and down. Di atas ada mikrofon, ada infrared blaster juga. Di kiri ini kosong. Di bawah ada SIM tray dual nano SIM. Ini non hybrid ya dan tidak ada slot untuk micro SD card. Kemudian ada mikrofon, USBC, grill speaker stereo bagian bawah. Speakernya ini stereo dengan speaker SAT itu adya di earpiece ya. Suaranya sendiri memang bukan yang luar biasa tapi untuk kami sudah terbilang lumayan okah dengan volume suara yang terasa pas. Kita beralih ke sisi depan. Ini adalah layar 6,59 inci-nya. Resolusinya 2.750 * 1260 piksel alias kalau kata Vivo ini 1,5K. Ini lebih tinggi dari V60 yang resolusinya adalah full HD plus. Refresh rate-nya adaptif up to 120 Hz. Brightness-nya, nah layarnya diklaim punya peak brightness sampai 5.000 un nitz. Tapi harusnya hanya untuk sebagian kecil layar saat mode HDR saja. Kalau dalam pengujian kami, dalam kondisi indoor brightness maksimumnya tuh 600-an nits. Sementara untuk simulasi outdoor brightness maksimumnya ada di kisaran 1100-an nitz. ini udah lumayan terang ya, dipakai di bawah sinar matahari pun harusnya aman. Untuk alat gamut smartphone ini punya beberapa mode warna layar ada natural, profesional dan ada bright. Di mode profesional gamut coverage dan volumenya diarahkan mendekati ke 100% sRGB. Jadi cocok untuk editing foto dan video supaya warnanya tetap konsisten dilihat di berbagai layar yang lainnya juga. Sementara untuk mode natural ini mendekati 100% dic IP3. Cocok untuk yang mau layar tuh warnanya punya saturasi yang lebih tinggi. Tapi kalau masih pengin yang lebih gonjreng lagi ada mode bright yang gambut volume dan coverage itu lebih dari 100% di IP3. Nah, untuk ketebalan beel sisi atas ada di 1,4 mm turun dari 1,91 mm di generasi sebelumnya. Sisi samping itu di 1,25 mm turun dari 1,86 mm di generasi sebelumnya dan bawahnya hanya 1,77 mm. Ini turun jauh dari 2,41 mm di generasi sebelumnya. Ini membuat layernya terasa tetap lega walaupun ukurannya itu makin ringkas. Tentunya di sini ada in display fingerprint scanner juga dan ini sudah pakai 3D ultrasonic fingerprint scanner. Ini pertama kalinya V series ke bagian ultrasonic fingerprint scanner. Biasanya V series itu dapatnya optical fingerprint scanner. Jadi kemampuan baca sidic V70 ini lebih cepat dan akurat dibandingkan generasi sebelumnya. Untuk fitur always on display tersedia dan ini bukan yang 5 detikan saja. Beneran bisa nyala terus-menerus ya. Di atas layar ada earpiece untuk speaker dan untuk telepon juga. Lalu ada juga kamera depan yang disebut 50 megapel Ziz front camera. Sensornya pakai JN1 atau JN1 dengan ukuran 1/2,76 inci. Bukanya F2.0. Dan ini adalah kamera autofokus. Field of view-nya 92 derajat cukup lebar ya. Perekaman videonya up to 4K 60 fps. Beragi belakang ada 50 megap ziz OIS main camera. Sensornya Sony Lia 700V. Ukurannya 1/1,56 inci. Bukannya F1.9. tentunya udah autofokus dilengkapi dengan optical im stabilizer dan perekaman video up to 4K 60 fps. Kemudian ada 8 megap Ziz ultra wide angle camera sensornya ukuran 1/4 inci F2.2 fix focus berkamb up to 1080p 30 fps. Kemudian ada 15 megapel ZIZ OIS telefoto kamera. Sensornya pakai Sony IMX 882 yang ukurannya adalah 1/1,95 inci. Bukanya F2.65 autofokus dilengkapi dengan OIS dan berkaman video up to 4K60. Adanya nama Zice di setiap kamera ini menunjukkan kalau adanya kerja sama antara Vivo dan Ze untuk kamera-kamera smartphone ini. Tapi perlu diperhatikan di sini ya, tidak ada logo Zice T Star. Kalau yang itu baru untuk flagship Vivo saja. Kerja sama dengan Zice di sini lebih ke arah tuning untuk hasil foto dan filter-filter yang bisa menghasilkan foto sesuai dengan karakter dari lensa-lensa legendaris Zize. Auralnya tentunya juga ada di sini dong ya, khas Vivo V series. Untuk ukurannya cenderung mirip seperti yang ada di V60. Fitur kamera ada banyak juga, bisa dilihat di menu kamera berikut ini ya. Nah, tuh banyak kan untuk spesifikasi internal Scnapdragon 7 gen 4 RAM 12 GB LPD dari 5X dengan fitur extender RAM hingga 12 GB. Untuk storage dia pakai 256 GB UFS 4.1 ya. Sekarang sudah pakai UFS 4.1 naik dari V60 yang pakai UFS 2.2. Sayangnya enggak ada opsi RAM storage line selain 12256. Untuk sistemingin dia pakai VC cooling system dengan luas 4.200 mm². Baterainya 6.500 1500 mAh blue batery. Ini mirip ya dengan V60. Dengan charging-nya juga sama 90 watt flash charge. Fitur bypass charging juga ada di sini ya. Untuk sensor astram gyo, proximity sensor, ambient light sensor, kompas dan lain-lain ada semua di sini. Untuk ktivitas 2G, 3G, 4G, dan 5G tentunya ya. Dukungan ISIM juga sudah ada di sini. Jadi ini adalah Vivo V series pertama di Indonesia yang support. Wii-nya udah WiFi 6, Bluetooth-nya versi 5 dan Bluetooth kodexnya wah lengkap ya, SBC, AAC, ApX, Apptex HD, Ftex adaptif, dan LDC juga bisa. Untuk NFC dia pakai NFC multifunction khas vivo banget. Jadi bisa digunakan untuk emulasi akses card. USB tentunya bisa OTG ya, tapi untuk display output belum di sini. Untuk sistem kamera ada inisplay fingerprint scanner dan Face unlock. Untuk OS dia pakai origin OS berbasis Android 16 ya. ini udah langsung pakai Origin OS out of the box dan ini adalah V series pertama yang langsung pakai Origin OS sejak dijual awalnya. Untuk update-nya, Vivo menjadikan 4 kali update Android dan 6 tahun security patch. Untuk saya sendiri udah smooth banget ya. Mau buka tutup aplikasi itu animasinya mulus banget ya. Klaimnya Vivo sih ini bakal tetap lancar bahkan kalau kita jalanin 47 aplikasi sekaligus dan mereka juga berjanji kalau OS-nya tetap lancar digunakan selama 5 tahun ke depan. Untuk fiturnya ini ada banyak banget ya. Ada origin Island, Drag and Go, one tab transfer, Office kit, private space, dan masih banyak lagi. Fitur dari Google seperti Circle to Search dan Gemini juga tentunya ada di sini. Oke, sekarang kita masuk dalam pengujian performanya. Kita benchmark dulu ya. Antutu 10 dapat 1,1 jutaan. Anutu 11 dapat 1,4 jutaan. Untuk Geig Bench 6 single core 1377, multiore di 4.255. Untuk slingshot extreme unlimited graphic skor-nya 14.184. Nah, untuk kestabilan kita lihat di Trmark Wildlife stress test tanpa kipas. Best score 7.749, lower score 5.014. Jadi kestabilannya ada di 64,8%. Sementara kalau kita kipasin base score jadi 7.757 dengan low score di 7723, stability-nya langsung naik ke 99,6%. Oke, sekarang kita lihat ke untuk gaming bagaimana. Kita mulai dari Subway servers. Game ini bisa jalan di 120 fps mulus dan lancar. Catatannya kita harus setting refresh rate-nya ke high dulu. Kalau dalam mode smart switch layarnya akan turun ke 60 Hz yang otomatis frame rate-nya ya jadi 60 fps aja. Oke, lanjut ke Mobile Legends. Setting frame itu terbuka sampai super alias 90 fps. Waktu dimainkan dengan setting grafik tertinggi, frame rate-nya rata di 90 fps. Semoga aja sih ke depannya setting frame rate ultra atau 120 fps dibuka ya. Karena harusnya Snapdragon 7J4 ini udah sangguplah untuk main Mobile Legends di 120 FPS tanpa masalah. Lanjut ke PUBG Mobile. Untuk set tertinggi yang terbuka itu masih terbatas di frame rate ekstrem aja. Artinya 60 fps tentunya ini lancar jaya ya. Enggak ada masalah sama sekali di sini. Untuk frame rate atas 60 fps saynya masih terkunci ya. Semoga ke depannya nanti bisa terbuka lewat update-update. Nah, untuk Gyroing terbilang mulus dan akurasinya mantap ya. Namanya juga pakai hardware gyo. Lanjut ke watering waves. Kita coba dengan setting reset quality dan frame rate di 60 fps. Game-nya jalan di kisaran 35 sampai 50-an FPS. ini udah tergolong nyaman dimainkan untuk game seberat ini. Lalu untuk Gensin Impact kita coba setting highest 60 fps. Nah, rata-rata frame rate yang kami dapatkan sini adalah 50-an FPS dengan fluktuasi di kisaran 40 sampai 50 fps. Sampai akhir pengujian juga hasilnya segitu-gitu aja. Jadi masih tergolong stabil. Untuk suhunya titik terpanas di layar tuh ada di 46 derajat Celcius. Sementara si belakang terpanasnya itu ada di kisaran 45 derajat Celcius. Berikutnya kita pakai kipas pendingin. Dan ternyata hasil tuh mirip-mirip aja. Frame rate-nya ada kisaran 50-an FPS denganasi 40 sampai 50 fps mirip seperti tanpa kipas. Nah, kalau untuk ranking-rankingan performa seperti ini layak dapat ranking A plus ya, baik pakai kipas maupun tanpa kipas. Kami ah cobain beberapa smartphone dengan SOC yang sama dan V7 ini termasuk salah satu yang bisa dapat frame rate lebih tinggi dibanding smartphone dengan Snapdragon 74 yang lainnya. Oke, sekarang kita masuk ke pengujian kameranya. Di tangan saya kali ini udah ada Vivo V70. Dan kali ini pengujian kameranya bareng sama saya. Dan di sini saya gak pakai mikrofon eksternal sama sekali ya. Jadi ini suaranya direkam langsung menggunakan e mikrofon dari smartphone-nya. Oke, kalau gitu langsung aja kita mulai pengujiannya. Ngomongin soal mikrofone, kalau kita pakai mikrofon eksternal kayak gini akan ada tandanya. Sebenarnya ini fitur sederhana tapi belum semua smartphone punya. Padahal dengan adanya tanda kayak gini, kita jadi lebih yakin sumber audionya diambil dari mana. Oke, lanjut kita bahas kamera depannya. Kualitas gambarnya sih ini udah mantap ya. Detailnya tinggi dan ketajamannya pas. Dan yang baru di sini sekarang kamera depannya ini bisa rekam sampai 4K 60 fps. Untuk dynamic range ini masih tergolong standar aja. Area background terlihat masih agak over expos, tapi bagian wajah tuh masih kelihatan cukup jelas. Lanjut dari segi stabilizer. Ini juga udah cukup bagus ya. Kalau di bawah jalan videonya masih tergolong stabil. bahkan di 4K 30 fps sekalipun. Tapi kalau di 60 fps itu masih goyang, mau di 4K 60 ataupun 1080p 60 fps. Sepertinya ini bukan keterbatasan dari SOC-nya ya. Ini memang sepertinya dari software-nya saja yang belum dioptimalkan karena sejauh kami cek kamera lainnya itu masih bisa berjalan di 4K 60 FPS secara stabil. Jadi kalau mau pakai kamera depan ini kalau mau dibawa merekam sambil jalan lebih baik pakai 30 FPS-nya saja. Oh ya, kamera depannya ini punya autofokus ya, khas Vivo V series. Sampai sekarang sih masih jarang nih ada smartphone midrange yang kayak gini. Untuk kamera utamanya ini mantap banget juga ya. Enggak ada protes lah soal warna, detail, ketajaman, semuanya tuh udah mantap menurut kami. Kamera utamanya juga udah bisa merekam sampai 4K 60 fps. Tapi kalau menurut kami hasilnya sedikit lebih kasar ketimbang 30 fps-nya. Tapi setidaknya videonya memang terasa lebih licin ketimbang 30 fps tadi. Dynamic range lumayan oke. Area terang bisa terekspos dengan cukup baik, tapi area gelapnya kurang terangkat sedikit. Untuk stabilizer di kamera utamanya ini aman ya. Mau pakai 4K 30 atau 4K 60 FPS sekalipun ini tetap stabil. Jadi terbukti ya kalau memang limitasinya bukan berasal dari SOC. Untuk stabilizer kamera utama bisa dibilang semua resolusi bisa berjalan dengan aman. Untuk kamera ultrawide sensornya mirip dengan V60 kemarin. Hanya 8 megapel dengan perekaman video mentok di 1080p 30 fps aja, enggak bisa lebih. Untuk kualitasnya ini cenderung standar sih. Bisa dibilang tidak sebaik kamera lainnya yang ada di smartphone ini. Dynamic range udah lumayan oke. Area terang bisa diekspos dengan baik, tapi sisi gelap agak kurang terangkat sedikit. Stabilizer juga aman, udah tergolong rapi dan stabil. Lanjut untuk kamera telefoto. Ini juga masih mirip ya dengan kamera telefoto di Fix 60. Dan sama seperti kamera utama dan kamera depan, kamera telefoto di sini juga sudah bisa merekam hingga 4K 60 fps. Untuk kualitasnya, ini juga punya detail yang mantap dan ketajamannya juga udah pas untuk kami. Kamera tele ini optical zoom-nya ada di tiga kali ya. Tapi kata Vivo ini optimal kalau dipakai digital zoom sampai 10 kali. Tapi pas kita cobain ini bisa zoom sampai 15 kali kalau lagi rekam video. Untuk dynamic range cenderung mirip dengan kamera utamanya. Area terang bisa terekspos dengan cukup baik, tapi gelapnya kurang sedikit terangkat. Untuk stabilizernya ini memang belum bisa yang sesabil kamera utama atau kamera ultra wide-nya ya. Tapi untuk kamera telefoto ini udah terhitung cukup ok lah. Nah, untuk pengalaman mult kameranya ini ada SKB-nya ya. Kalau di 60 fps mau di 4K ataupun 1080p itu kita belum bisa pindah-pindah kamera sama sekali. Tapi kalau di 4K 30 fps itu baru bisa pindah-pindah antara kamera utama dan kamera telefoto saja. Kalau ke kamera depan masih belum bisa. Sementara kalau kita pakai 1080p 30 fps itu kita bisa pindah-pindah ke semua kamera. Mulai dari kamera utama, kamera depan, kamera ultra whiteide, dan kamera telefoto. Jadi kalau mau pengalaman mult kamera yang paling maksimal pakai di 1080p 30 fps-nya. Perpindahan kameranya sih udah cukup mulus ya kalau antar kamera belakang, tapi kalau dari kamera belakang ke kamera depan atau sebaliknya suara itu bakal keputus-putus. Contohnya kayak gini. Oke, gimana? Apakah kalau kita pindah-pindah dari kamera selfie ke utama dia putus atau enggak? Kita coba hitung ya. 1 2 3 4 5 6 7 8 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19. Lanjut lagi kita bahas low light. Untuk kamera depannya ini masih cukup terang dengan detail yang masih bisa terjaga. Gambarnya memang terasa agak greeny sedikit terutama di area-area yang gelap. Tapi ini terhitung normal kok. Gitter stabilizer masih cukup terlihat kalau di bawah jalan seperti ini. Untuk 60 fps-nya ini bisa cukup terang ya. Cuman ya stabilizernya enggak aktif, videonya jadi goyang. Untuk kamera utamanya video cukup bersih dari noise dan detail juga masih bisa dipertahankan dengan sangat baik. Lalu kalau kita pakai 60 fps-nya, video masih cukup terang. Walaupun kalau untuk kami sih tetap lebih oke gambar yang 30 fps-nya ya. Untuk jiter di stabilizer videonya ini masih agak terasa tapi ya masih dalam batas wajar kok. Kalau mau yang lebih minimiter bisa pakai 60 FPS-nya. Tapi ya lagi-lagi gambarnya jadi lebih gelap ketimbang 30 fps-nya. Lanjut ke kamera ultrawide. ini udah terasa jomplang ya setelah melihat kamera utamanya gambarnya jadi lebih halus banget. Untuk stabilizernya ini bisa jalan dengan baik untungnya giternya memang masih ada, tapi lagi-lagi juga ini masih terbilang wajarlah. Lanjut untuk kamera telefoto ini juga hasilnya terbilang oke ya untuk kondisi low light. Detailnya itu masih bisa dipertahankan meski dalam kondisi gelap sekalipun. Dan untuk di 60 fps-nya video juga masih terbilang terang. Sedikit catatan aja ya kalau di keadaan yang gelap kayak gini di 60 fps itu kamera telenya bisa jalan tanpa masalah. Tapi kalau di 30 fps, kamera telenya ini baru bisa jalan kalau kita zoom di 10 kali ke atas. Kalau di bawah itu dia bakal pakai kamera utama yang di digital zoom. Vivo sendiri udah kasih opsi untuk auto switch lens, tapi entah kenapa ini cuma bisa untuk foto aja. Kalau untuk video belum bisa. Untuk autofokus atau low light langsung aja kita coba. Hasilnya aman. Kamera utama lancar autofokusnya. Kamera depan juga lancar. Dan kamera telennya juga lancar, enggak ada masalah. Lanjut lagi kita bahas fotografinya. Kalau di mode auto tinggal asal jepret juga hasilnya udah auto cakep. Tapi kami sempat menemukan kalau prosesing gambarnya bisa nge-bug. Bisa dilihat di bagian background langit yang di sekitar kepala Zaki ini agak terasa ke distorsi gitulah ya. Dan ini terjadi beberapa kali bukan sekali aja. Tapi terlepas dari itu hasil fotonya bisa dibilang mantap banget sih bahkan di saat kondisi low like sekalipun. Lalu hal yang menurut kami masih sulit dilawan sama smartphone lain di kelas harganya adalah foto portrait dengan boke khas dari Z. ini bikin fotonya tuh terasa makin keren dan dramatis banget. Jadi untuk kemampuan fotografinya V70 ini tetap jadi salah satu yang impresif di kelas harganya. Lanjut kita bahas fitur ekstra. Di sini ada slow motion. Ini bisa sampai 1080p 120 fps di kamera utamanya. Kalau mau yang lebih lambat ada opsi resolusi 720p 240 fps. Fitur promode juga tentunya ada ya di sini. Ini bisa untuk fotografi aja di kamera ultrawide utama dan telefoto. Untuk video sayangnya masih belum bisa. Pengaturan ISO dan juga shutter speed-nya bisa dilihat aja ya di tabel berikut ini. Lanjut lagi ada fitur dual view di mana kita bisa merekam video dari kamera utama dan kamera depannya secara bersamaan. Resolusinya up to 1080p 27 fps aja. Opsi layout dan posisi kameranya hanya bisa diatur sebelum rekam ya. Kalau udah merekam ini enggak bisa diatur lagi. Berikutnya ada fitur AI travel portrait. Fitur ini bisa ngerubah suasana foto kita jadi seolah-olah lagi traveling di tempat lain. Cara aksesnya pilih mode potrait, lalu pilih icon yang bertuliskan AI dan pilih icon yang ini. Habis itu tinggal pilih mau preset yang mana dan jepret fotonya. Setelah itu fotonya akan diproses secara online. Jadi pastikan udah terhubung ke internet. Oke, itu dia kamera dari Vivo V70. Memang ada peningkatan di bagian perekaman 4K 60 fps dan stabilizer di 4K 30 fps ketimbang Vivo V60. Tapi overall pengalaman yang ditawarkan itu masih bisa dibilang mirip-miriplah. Dan tentunya masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan oleh Vivo. Yang pertama stabilizer di kamera depan untuk 60 fps. Ini udah kami protes sejak beberapa generasi sebelumnya ya. Menurut kami di kelas harganya sih sudah harus lengkap ya stabilizer di kamera depannya. Semoga aja sih di seri berikutnya kami enggak komplain lagi tentang hal ini ya. Berikutnya lagi untuk fitur Pro ini baru bisa untuk fotografi saja. Kalau untuk video itu sayangnya masih belum bisa. Berikutnya, kemampuan pindah-pindah kameranya itu masih banyak SKB ya dan baru maksimal di 1080p 30 FPS saja. Dan yang terakhir, kamera ultrawide-nya ini terasa agak beda lah levelnya dengan kamera lainnya. Semoga sensornya bisa diganti ya di seri-seri berikutnya. Tapi terlepas dari komplain kami, V70 ini masih menawarkan pengalaman kamera yang cukup menyenangkan kok. punya kamera telefoto tiga kali dengan OIS, kamera selfie-nya bisa autofokus, punya fitur alaiz dan yang lain-lainnya membuat smartphone ini tuh terasa punya keunggulan tersendiri. Sekian pengujian kamera Vivo V70 kali ini. Kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya. Oke, sekarang kita lihat daya tahan baterainya seperti apa dengan YouTube offline video playback 1080p. Jadi, kita download dulu terus kita jalankan, ya. Kita playback. Baterai baru habis setelah 32 jam 48 menit. Ini hasil yang sangat sangat sangat bagus sekali ya. Sebagai perbandingan V60 itu bisa tahan sampai 28 jaman aja ya. Padahal SOC dan kapas baterainya itu sama persis dengan V70. Sepertinya di V70 ini Vivo sudah berhasil melakukan tuning software yang lebih baik lagi ketimbang generasi sebelumnya. Kemudian untuk streaming YouTube 1080 P30 non HDR selama 1 jam baterai berkurang hanya 3%. Mainan TikTok swipe-swipe selama 1 jam baterai cuma turun 3%. Main Gin Pack HS 60 fps selama setengah jam baterai turun 12%. Kemudian untuk charging untuk mencapai 50% butuh waktu 23 menit dari kosong sampai penuh butuh waktu hanya 50 menit. Ingat ya ini baterainya 6.500 mAh. Bisa terisi sampai penuh di bawah 1 jam ini udah mantap banget sih ya. Lanjut untuk Netflix dia udah white L1 mendukung streaming sampai full HD. Dukungan HDR juga tersedia untuk YouTube streaming sampai 4K60 dan mendukung HDR juga. Nah untuk heptic feedback memang bukannya super halus dan menur kami sudah lebih harus dan lebih nyaman dipakai ketimbang heptic feedback di Vivo V60. Nah, untuk harga Vivo V7 ini hanya hadir dengan satu varian RAM storage di 12256 aja. Dijual di harga kisaran Rp8.999.000. Untuk informasi promo dan link pembelian langsung cek ke kolom deskripsi aja ya. Oke, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, performa SOC-nya bukan yang paling kencang di kelas harganya. Walaupun demikian, ini tetap tergolong kencang dan sudah sangat mencukupi untuk mayoritas pengguna. Bahkan buat gaming kencang dia ya. Lalu opsi RAM storage itu cuma satu 12256 aja dan ini tidak ada slot micro SD ya. Jadi pastikan kalau ini sudah cukup untuk kebutuhan kalian. Kemudian untuk kamera ultrawide terasa beda level dengan kamera lainnya. Lalu ada beberapa keterbatasan di kamera seperti yang sudah dibahas ke dalam e pengujian kamera tadi ya. Seperti misalnya stabilnya belum lengkap. Detailnya cek aja lah di pengujian kamera tadi ya. Kemudian harga ini naik signifikan dibanding V60 kemarin sekitar R1,5 juta. Tapi enggak hanya Vivo ya, tapi semua brand sejauh ini harganya pada naik. Harganya ini akibat kondisi industri saat ini di mana harga RAM dan storage-nya emang naik ya. Jadi memang agak kurang fair kalau kita pakai standar harga 2025 untuk menilai produk keluaran 2026. Menurut kami Vivo masih mengusahakan ada upgrade di beberapa bagian. Jadi setidaknya kenaikan harganya tidak datang dengan stagnan atau dengan spek yang sama persis gitu ya atau bahkan downgrade spesifikasi. Soal harga kami cuma bisa bilang ya selamat datang di tahun 2026 ya. Lanjut untuk kelebihannya. Kameranya ini mantap banget. Ini khas Vivo V series banget. Kamera selfie udah autofokus mantap ya. Ada Ziz Professional portret di sini. Fitur kamera berlimpah, storage udah kencang pakai UFS 4.1. Desain makin ringkas dan mewah. Frame metal back covernya kaca. Layar AMOLED 120 Hz. Fingerprint scanner pakai ultrasonic. Sekarang baterainya lebih awet sekarang. Charging-nya kencang. Speakernya udah stereo. Always on display-nya beneran nyala terus. Rating IP68 dan IP69 udah ada di sini. Lengkap ya. Konctitivitas juga lengkap. NFC multifunction juga ada. Sudah support eIM sekarang. update OS 4 kali dan ada security update 6 tahun. Nah, pertanyaannya smartphone ini cocoknya untuk siapa? Sama seperti V series generasi sebelumnya tentunya yang satunya jelas cocok untuk yang mencari smartphone midrange dengan kelebihan utama ada di kameranya. Untuk yang mau ngonten misalnya kamera depannya yang autofokus akan sangat-sangat bermanfaat. Buat yang suka fotografi ini juga mantap. Kamera lengkap termasuk ada kamera telefoto periscop. Tapi selain itu kelebihan smartphone cukup merata di berbagai aspek lainnya juga. Desain mewah dan kompact. Baterainya keren banget. Layarnya juga keren, performa enggak malu-maluin, dan janji update OS-nya juga panjang. Apakah pengguna V60 cocok upgrade ke sini? Menurut kami sih ee masih belum pas mungkin ya. Vysics itu masih relevan lah untuk tahun 2026. Sementara kalau pengguna V series yang lebih lama, yang lebih tua, ah itu mungkin lebih pas buat upgrade ke sini apalagi kalau kebutuhannya emang cocok. Pada akhirnya kalau yang dicari adalah smartphone dengan kemampuan yang allrounder. Cocok untuk berbagai kebutuhan, tapi ukurannya mau yang ringkas dan baterainya irit banget. Rasanya Vivo V70 ini layak untuk dilirik. [musik]
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Tren ponsel pintar berdimensi ringkas kembali mencuri perhatian lewat kehadiran vivo X300 FE, sebuah perangkat kompak yang digadang-gadang menjadi idaman baru para...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...
Di tengah sengitnya kompetisi adu tajam lensa smartphone, kemunculan sebuah ponsel pintar yang sepenuhnya menanggalkan kamera justru memicu rasa penasaran yang...
Persaingan vivo X300 Ultra dan OPPO Find X9 Ultra melampaui sekadar adu spesifikasi di atas kertas. Melalui pengujian ekstrem dari stabilitas suhu, efisiensi daya,...
Pasar smartphone kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menjawab keresahan terbesar setiap pengguna gawai: daya tahan baterai. Kehadiran lini...
iQOO kembali menggebrak pasar smartphone tanah air lewat lini terbarunya yang membawa spesifikasi baterai di luar nalar. Melalui impresi pertamanya, David GadgetIn...
Bagi seorang tech enthusiast yang dikenal setia pada satu brand, berpaling ke perangkat lain bukanlah perkara mudah. Namun, kehadiran OPPO Find X9 Ultra tampaknya...
Bagi para gamer yang sering frustrasi karena baterai smartphone mendadak sekarat di tengah-tengah push rank, iQOO Z11 5G hadir membawa dobrakan teknologi yang sulit...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Pasar smartphone flagship kembali diguncang oleh kehadiran vivo X300 Ultra, sebuah perangkat yang tidak hanya mengaburkan batas antara ponsel dan kamera...
Pasar ponsel kelas menengah kembali diguncang dengan kehadiran vivo T5 Series yang mendefinisikan ulang arti ketahanan sebuah smartphone. Dijuluki sebagai "HP...


















