Review vivo X500 🫣 Dulu Ganteng, Tapi Sekarang… (YouTube Video)
Memang bukan buat HP yang mendang-mending, buat orang yang ada duit gitu dan rela buat keluarin duitnya untuk X Vivo X500 kok jadi begini. Ini HP paling ngentriknya lineup Vivo X500 series memang udah confirm masuk ke Indonesia dan gua suka gitu ya. Tapi pertanyaan gua adalah apakah X500 ini sebenarnya worth it buat dipertimbangin untuk banyak kalangan gitu. Karena ini kan subjektif banget gua banget yang gua suka. HP ini memang paling nyeleneh. Yang referens-nya itu ada dua. Kalau gua lihat pertama awal-awal itu sebenarnya ke iPhone karena ada kamera pleletu, tapi dia juga reference-nya ke Vivo X80 series ternyata. Jadi bisa dibilang desain ini adalah desain yang nostalgic gitu ya dari seri-seri Vivo sebelumnya. Nah, banyak yang berubah dari seri X500 reguler. Bukan cuma dari segi desain aja, tapi hardware dalamnya dan OS-nya semuanya upgraded gitu ya. Nah, buat ngejawab pertanyaan gua tadi, kita akan explore lebih dalam soal Vivo X500. Mulai dari kameranya, desainnya, chipsetnya, dan experience penggunaannya sehari-hari selama gua di Cina sana dan selama di Indonesia. Jadi, kita langsung masuk aja ke videonya biar kenal lebih dekat soal Vivo [musik] X500. Let's go. [musik] Nah, secara penamaan Vivo X500 ini sebenarnya penerus pleklek dari X300 reguler. Tapi kalau misalkan kita lihat dari segi spek dan ukuran, bedanya terlalu banyak, Pak. Ukuran layarnya naik jadi 6,59 inci, bobot meningkat 21 gr. Setup kamera pakai sensor lensa main cam dan telefoto yang berbeda. Chipset juga ada pembaruan. Beda juga ya. Dan baterai juga meningkat jauh. Jadi berasa kayak X500 itu lini baru yang dimasukin ke X Series dan penerus X300 itu sebenarnya lebih cocok ke Vivo X500 Pro gitu ya. Sama-sama kompact, wajahnya juga enggak jauh berbeda, masih ngebawa frame bullet gitu yang gede gitu ya. Tapi sayangnya memang Vivo X500 Pro itu tidak masuk resmi ke Indonesia. Jadi opsinya kalau misalkan kalian pengen upgrade ke Vivo X500 itu yang reguler ini atau langsung ke yang X500 Pro Max yang ukurannya gede banget. Oke, sekarang kita fokus ke HP-nya. kita gali lebih dalam di bagian pertama yang menurut gua paling menarik soal HP ini gak jauh-jauh dari desainnya. Nah, secara look memang berasa Vivo ini ngambil referensi kamera pleletu yang tadi gua bilang ya di iPhone 17. Tapi setelah gua lihat komen-komen kalian gitu ya di video hands on Vivo X500 series yang sebelumnya kita udah tayangin duluan, gua baru sadar kalau iya juga ya Vivo X80 itu punya siluet yang serupa tapi dia bedanya cuma dikasih warna hitam gitu ya di bagian si kamera pleletunya. Vivo X500 ini ngambil desain frame kamera yang seakan tonjolan frame-nya itu unib tapi dia ternyata ada lapisan lagi di bagian atasnya gitu ya. Agak nyiku memang tapi kalau misalkan kena jari telunjuk itu enggak masalah sama sekali. Gua pakai daily itu aman-aman aja. Dan ditaruh flat kayak begini, HP-nya itu tetap memang masih ada wiggle-nya, tapi enggak begitu goyang, enggak sampai ganggu. Bobotnya sendiri ini memang lumayan berasa gitu ya. Dia nembus ke 211 gr. Jadi ada kesan material yang mahal gitu. Dan semua sisinya memang dibuat pakai bahan-bahan yang bagus, aluminium dan belakangnya kaca. Jadi tanpa case itu digenggamnya feels expensif gitu ya. Sama kayak harganya yang expensif. By the way, warnanya ini ada empat. Kalau di Cina masuk ke Indonesia resminya kemungkinan itu ada tiga ya, putih, hitam, dan abu-abu. Yang warna pinknya itu enggak masuk. Favorit gua itu enggak jauh-jauh dari yang warna monoton, hitam atau putih yang kayak gini. Shade-nya cakep. Oke, kita lanjut ke kamera Vivo X500 yang mana dia pakai triple lens di bagian belakangnya. Main kamera 50 megapel, Sony Lia 828. Telefotonya berubah jadi 64 megap, Litia 610 dengan fokaleng dia di 72 mm. Ini unik banget karena tulisannya dia 3,1 kali zoom. Ultra wide sama selfie-nya masih sama aja 50 megapixel. Nah, hasil fotonya kita akan cekin sekalian gua akan bahas lebih detail. Oke, kamera Vivo X series itu selalu berasa magical ya kalau misalkan kita ketemu kondisi yang pencahayaannya itu ekstrem atau low light di sini. Di main kameranya detail itu dapat dan warna-warninya entah kenapa dia on point gitu ya. Begitu juga kalau kita pakai si 2X digital zoom-nya. Tapi yang menurut gua paling menarik di sini adalah saat gua tarik ke zoom-nya di 3,1 kali atau telefotonya ya. di mana gua shoot bunga dan lebah ini yang mana itu berasa udah pakai mirrorless. Detailnya gila. Walaupun kalau misalkan kita perhatiin lebih dekat gitu ya memang ada sedikit sharpening di sini. Ada processing-nya sensor 64 megapel-nya yang baru di sini works good. Portret mode subject diambil pakai digital zoom dari telefotonya dengan vokal yang di 85 mm ya. Dia default-nya langsung lompat ke sana. itu ada sedikit inkonsistensi temperatur warna yang kadang warm kadang cold banget. Mungkin karena software-nya belum stabil ya, tapi seharusnya sudah diperbaiki saat nanti dijual ke publik. Tapi hasilnya yang kita dapat sekarang itu luar biasa bagus. Nah, ultrawide tetap ngambil vibe yang sama ya. Tajamnya ada, detailnya ada gitu kayak lensa main cam dan telefotonya. Walau begitu memang ada sedikit exposure yang berbeda di sini lebih rendah gitu ya kalau misalkan kita shoot di kondisi yang ekstrem atau gelap banget gitu. Tapi detail memang di sini tetap cakep. Last but not least adalah selfie-nya yang lumayan lebar 20 mm dan bisa nangkap foto bareng sama teman dengan gampang gitu ya. Nah, di sini kelihatan juga processing AI-nya buat nambahin detail di wajah kalau kalian perhatiin. Nah, fitur video yang baru di Vivo X500 series ada yang namanya film atau movie workshop di mana di dalamnya itu ada fitur vortex yang mana itu bikin shot muter gitu ala kalau misalkan kita pakai gimbal. Nah, selain itu ada yang namanya auto framing yang ngikutin subjek di dalam kamera kayak begini. Oke, ini adalah contoh perekaman video menggunakan Vivo X500 dan X500 Pro Max. Dan ini pakai resolusi 4K 30. Eh, sebenarnya bisa sampai 60 ya, tapi kalau di 60 kita gak bisa putar-putar balik si lensanya. Nah, di sini kita bisa putar balik langsung ya. Kita garer kameranya. Oke, gua ganti ke ultra wide. Dan sambil jalan tipis-tipis di sini gua coba untuk zoom-zoomnya. Onex. Ops, sorry. Kita naik ke atas aja ke sini. Digital zoom. Nah, untuk zoom-nya yang biasa reguler itu 3,1. Kalau yang Pro Max itu di 3,5. Mentoknya yang reguler ada di 15 kali. Wow, wow. Kalau yang Pro Max itu ada di 30 kali. Jadi, double ya. Oke, kita balik ke ultrawide. Ah, oke. Kayak gitu kira-kira untuk hasil videonya. Gimana menurut kalian? Apakah cakep? Tipin main kalau yang Pro Max itu bisa sampai 4K 240 FPS. Oke, kita lanjut ke bagian selanjutnya yang menurut gua menarik juga yaitu di bagian performance. HP ini pakai chipset Dimensity 9600 M di mana memang secara spek dia identik sama Dimensity 9500 yang tahun lalu dipakai sama X300. Sayangnya opsi RAM 16 GB itu tidak ada lagi. Jadi semuanya berubah ke 12 GB RAM untuk semua opsi storage-nya. Untuk experience penggunaan dailynya sendiri ini mungkin akan serupa dengan Vivo X300 tapi dengan UI dan UX yang membaik tentunya ya karena udah pakai origin O7 dan penggunaan baterainya juga lebih lama gitu karena di topangnya itu sama kapasitas baterai yang gede banget Pak. Nah gua udah tes skore benchmark pakai Antutu di Vivo X500 itu dapat di 2,8 juta poin dan Geekbench-nya itu di 7.000-an Ribuan poin multicore score origin OS7 yang datang out of the box bikin si Vivo X500 ini lebih optimized, lebih smooth. Animasinya juga mereka itu sebutnya kayak spring animation atau kayak ngepair gitu. Ngepair apa? ngepel kayak [tertawa] kayak twing twing twing gitu loh. Jadi gua salut banget sama tim design interface-nya Vivo yang masukin fitur-fitur tadi ya si animation gitu dan ada fitur-fitur yang menarik juga kayak wiggle glans sampai pet pulse yang ada di lock screen. Dua jempol karena lucu banget dan bikin HP-nya jadi makin fun buat dipakai. Ngih aja gitu kalau misalkan dipamerin ke teman. dan fitur productivity kayak origin workbench yang baru itu ngambil vibe yang kayak stage manager gitu kan dan itu wor to try di HP ini. Yes. Karena kalian bisa pakai di X500 series juga ganti-ganti aplikasi itu jadi kayak apa ya beda gitu kayak HP lainnya. Jadi kayak desain laptop, interface laptop itu tuh dimasukin ke HP gitu. Tapi memang sebenarnya cocoknya itu lebih ke HP foldable-nya Vivo. Kayak kemarin itu gua pegang XF 6 karena layar dalamnya kan dia lebih gede, lebih kotak gitu ya. Jadi kalau misalkan kita pakai si workbench-nya itu jadi lebih masuk akal aja. Nah, di sini bisa dipakai tapi ya tergantung orang aja kali ya, tergantung preferensi kalian. Nah, dari segi baterai dia improve-nya itu 25% kapasitasnya ketimbang X300 karena ukurannya juga makin gede gitu ya. Jadi, extension penggunaan harian kita akan sangat-sangat berasa di sini. Gua memang belum ada data spesifik untuk penggunaan baterai SOT-nya gitu ya. Tapi nanti akan kita bahas setelah dia sudah resmi masuk ke Indonesia dan gua juga punya waktu lebih lama gitu buat cobain langsung di regen Indonesia dan pakai data segala macam. Karena di kemarin di Cina itu enggak bisa masukin pakai SIM gitu ya. Nah, charging speed sendiri ini masih sama 90 watt wired dan 40 watt wireless. Jadi secara teori itu akan lebih lama ngecasnya ketimbang X300 [musik] karena speed-nya sama tapi kapasitasnya meningkat. Nah, last but not least kita bahas soal layarnya ya dan speakernya. Ukuran layar di Vivo X500 menurut gua yang paling pas kalau misalkan kalian sebelumnya pakai HP-HP Compact kayak misalkan fortex gua itu orang yang pakai HPHP ukuran 6,3 inci sebelumnya itu Galaxy S23 dan terakhir gua pakai iPhone 16 Pro. Naik ke sini itu berasa puasnya dapat, tapi portable-nya juga tetap ada gitu. Sayangnya memang layar ini tuh pakai teknologi yang namanya LTPS gitu ya. Beda sama LTPO karena dia frame rate-nya enggak bisa turun ke 1 Hz. Jadi pas di AOD itu dia enggak bisa turun ke 1 Hz tapi mentoknya di 60 Hz sampai tertingginya memang itu dia lebih tinggi dari sebelumnya di 144 Hz untuk aplikasi tertentu gitu ya. Gua pakai HP ini beberapa kali di kondisi outdoor juga buat motret-motret atau buat ya daily usage. Itu layarnya terang banget gitu ya. Dan speakernya ini ternyata tidak cempreng sama sekali malah lebih kebulet gitu ya. Gua dengerin lagu poson di sini asik gitu nampol bahasnya ada gitu ya. Ada suara ada suaranya pasti ada suaranya cakep lah. Bagus. [musik] So, Vivo X500 walau dari segi penamaan sebenarnya jadi penerus Vivo X300, tapi rasanya kayak ini adalah lini baru di seri Vivo X500. Desainnya berubah jadi kayak gini. Ada yang enggak suka tapi gua yakin ada juga yang fine atau bahkan suka sama desainnya. Kayak gua. Ukuran layarnya pas ya buat gua yang suka HP Compact, tapi butuh naik sedikit gitu, upgrade sedikit biar sosmetan itu makin asik di layarnya yang sedikit membesar. Kameranya surprisingly enggak kalah sama seri Pro Max. Bahkan hasilnya itu gua PD buat sandingan side by side bareng sama kakaknya, entah itu yang Pro atau yang Pro Max. Chipsetnya walaupun dia identik gitu ya sama sebelumnya dan opsi RAM juga ini nurun jadi cuma 12 GB aja. Tapi penopangnya si baterainya itu yang kasih experience pakai HP-nya jadi lebih puas, lebih lama. Dan Origin OS7 ini juga worth buat kalian coba. Gua yakin banyak yang akan suka sama fitur-fitur lucu di HP ini. Buat kalian yang belum nonton konten-konten lucunya itu ada di IG Basidottech. By the way, balik ke pertanyaan di awal, apakah Vivo X500 worth it buat dipertimbangin? Gua akan lihat harga resminya dulu. Belum ada kabar dari Vivo Indonesia. Kalau kita lihat kenaikan SRP Cina itu di 2,9 juta 11100 yuan gitu ya untuk yang base storage-nya. Jadi perkiraan harga di Indonesia bisa sampai berapa ris? 18 Rp juta itu mahal Pak buat H buat HP ini mahal Pak. Tapi memang ya experience yang didapat itu beda. Apalagi kalau Vivo masukin combo teleconverternya gitu ya. Yang mana itu gua enggak tahu juga apakah dimasukin ke Indonesia atau tidak. memang bukan buat HP yang untuk experience yang berbeda sama HP-HP lain gitu. Dan spesifik mau explore kameranya Vivo. Ini udah cukup. Jadi kita akan kawal terus ya. Dan kalau misalkan kalian ada pertanyaan sebelum resmi ya boleh lemparin aja ke bawah ke kolom komentar. Kita akan berbagi di sana. Kita akan sharing-sharing. Kalau misalkan ada pengalaman yang gua bisa sharing juga di bawah. Nanti akan gua cantumin aja di bawah. So, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Ini HP menarik sih menurut gua. Bodo amat orang-orang bilang jelek sebenarnya. Bodo amat. HP menarik Pak. Gua kagak bohong. Cel
