Jungkat

Review Zyrex D-Tech: 6 Jutaan, AMD Ryzen Quad-Core, Bisa Upgrade, Tapi... (YouTube Video)

  • 21/07/2026

Harga RAM naik, SSD naik, harga laptop jelas naik. Emangnya ada laptop terjangkau yang speknya masih lumayan? Yah, tenang dulu ya. Kalau emang butuhnya seperti itu, laptop 6 jutaan ini mungkin masih bisa dilirik sih ya. Dia pakai pressure quad core IMD Ryzen dengan basis Zen Plus. RAM-nya masih 8 gig, enggak dipangkas jadi 4 gig. Setidaknya sekarang masih belum. Bisa di-upgrade pula yang satu ini. Menarik lagi, dia punya konektor yang lumayan lengkap untuk harganya. Ini adalah Zyrex DT. Perhatikan ya, ada yang namanya Zyrex Detect dan ada Zyrex Detect Pro. Nah, yang kedua itu pernah kami review ya sebelumnya ya. Bisa dibilang ZX DCH ini adalah versi yang lebih terjangkau dibandingkan varian Pro-nya. Nah, pertanyaannya [berdehem] sekcang apa versi terjangkaunya ini? Ini terjangkau 2026 ya. Mari kita mulai dari spesifikasinya. Untuk pressor dia pakai AMD Ryzen 5 3500 U. Fabrikasi 12 nanm. Default 3DP 15 watt. Dia punya 4 core 8 tradic cash di 4 MB. Integrate graphics dia pakai AMD Radion Vega 8 graphics dengan 8 compute unit. Dalam kondisi default IGP ini memiliki kapasitas V RAM sebesar 2 GB. Tentunya ini pakai RAM systemnya. Jadi kapasitas RAM yang dipakai oleh Windows otomatis turun. Tercatat jadi tersisa 5,9 GB. Tapi tenang, di BIOSIOS kita bisa mengubah kapasitas V RAM-nya ya dan kita bisa memperoleh sampai 7,4 GB untuk Windows jadi lebih lega. Nah, untuk memori atau RAM-nya sendiri yang terpasang adalah 8 GB DDR 4 2400 MHz single channel. Laptop ini punya dua slot Sodi jadi kita bisa tambah kapasitasnya dan membuatnya jadi lebih kencang dengan konfigurasi dual channel. Untuk storage ini 256 GB SSD M.2 PCI gen 3x4. Di sini hanya ada satu slot M.2. Jadi kalau mau upgrade itu harus ganti bawaannya ya. Untuk wise contivity dia menggunakan modul real tech yang sudah support Wii 5 dan Bluetooth versi 5 juga. Kapasitas baterainya ada di 45,6 watt hour. Untuk OS pakai Windows 11 ya udah ada Windows 11 bawaannya. Kemudian untuk body front factornya adalah climell atau laptop classic. Materialnya adalah polikarbonat. Pilihan warna adalah blue. Ini yang diuji. Lalu ada rose gold juga. Nah, untuk desainnya laptop ini punya penampilan yang low profile dengan punggung layar polos yang ada logo Zyrex di pojok atasnya. Sementara warna biru tuanya itu membuat laptop ini tampak beda aja dibandingkan laptop-laptop lainnya yang biasanya kan abu-abu, hitem gitu ya. Nah, untuk ukuran panjangnya 32,1 cm, lebar 20,6 cm, dan ketebalan di 1,89 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 1,38 kg dengan charger 142 gr. Ini adalah charger 45 watt dengan konektor USB type C. Jadi, dia enggak pakai charger dengan colokan bulat ya. Ini udah konfigurasi baru berarti ya. Total bobot kalau dibawa-bawa semuanya adalah 1,52 kg. Untuk display atau layar ini ukurannya 14 inci. Dan sayangnya sih laptop ini pakai panel TN dengan resolusi 1366 * 768 piksel. Ini bukan panel TN yang biasa kami temukan. Panel TN itu biasa punya masalah adalah kita harus ngepasin ya menunduk dan menengadahnya dan kita harus ngepasin kanan kirinya juga ya. Nengok kanan jadi gelap, nengok kiri jadi gelap gitu. Harus tegak lurus. Yang ini tidak berubah kalau kita tengok ke kanan dan ke kiri. Jadi kita hanya perlu nyetel atas bawahnya doang. Jadi ini lucu ya. Paneltian ini konsisten dilihat dari samping. Bahkan dari sudut yang lumayan ekstrem pun lumayan konsisten tampilannya. Jadi ini enggak bisa disamakan sama layar TN yang mungkin ada di dalam benak kalian yang hancur banget itu ya. Kemudian resolusinya yang namanya HD Ready 1366 * 768. Ini juga membuat ruang kerja di layar jadi terasa kurang luas aja. Tapi di satu sisi ini akan membuat kerja IGP jadi lebih ringan karena enggak perlu handle resolusi yang terlalu tinggi seperti 1080p. Kalau misalnya kita butuh resolusi lebih tinggi dan warna lebih akurat seperti untuk editing gitu ya misalnya ini bisa diakalin dengan menghubungkannya ke monitor eksternal. Oke, sekarang kita ukur layarnya. Untuk tingkat kecerahan maksimalnya ada di 255 nits untuk dalam ruangan. Gamut covers di 56,5% sRGB dengan gamut volume di 56,5% sRGB juga. Ini wajar untuk sebuah panel TN. Permukaan layarnya bersifat non glare, jadi minim pantulan dari lampu atau jendela yang mungkin mengganggu kenyamanan pemakaian. Lalu untuk bingkai layer sudah menggunakan desain yang cukup tipis lah untuk sisi kanan dan kirinya. Sementara untuk Excel ini sudah bisa dibuka lurus 180 derajat seperti laptop kelas profesional. Lanjut untuk kamera dan mikrofonnya. Laptop ini menggunakan sensor 2 megapel dan diampir dengan penutup fisik supaya lebih aman. Dia bisa mengambil foto dan merekam video di resolusi 1600* 1200 pikel kalau aspek rasionya dipasang di 4 b 3. Sementara kalau aspek rasio dijadikan 16 b 9 resolusinya turun ke 720p. Untuk modul mikrofon di sini ada dua, di sisi kanan dan kiri kamera. Untuk kualitas kamera dan mikrofon yang kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas kamera dari laptop ZX DTCH yang satu ini. Untuk resolusi maksimalnya ini sampai 1200p ya di aspek rasio 4 b 3. Untuk aspek rasio 16 b 9 itu sampai 720p. Oh ya, untuk skenario pengujian kali ini kita menggunakan lampu studio. Jadi pecahaannya lumayan terang dan untuk hasil gambarnya ini juga sudah cukup terang. Noise-nya masih terkendali meski memang detailnya bukan yang paling tinggi tapi ini sudah mencukupilah untuk kebutuhan video call atau meeting online sehari-hari. Oke, sekarang saya sedang berada di luar kualitas mikrofon dan dari laptop direct yang satu ini. Bisa dilihat ya kalau kondisi jalanan di belakang saya sedang ramai. Untuk hasilnya noise dari background memang masih bisa terdengar, tapi seridaknya suara saya juga masih bisa terdengar dengan jelas di sini. Lanjut lagi untuk audionya. Laptop ini memiliki dua speaker yang mengarah ke alas laptop. N kuat suara laptop ini memang bukan yang paling hebat untuk kelas harganya, tapi enggak bisa dibilang yang jelek-jelek amat juga ya. Ingat untuk kelas harganya ya. Untuk karakternya cenderung agak bright dengan bass yang tampil tipis-tipis banget ya. Lanjut untuk konektor. Di kiri ada satu USB 2.0 type C untuk nge-charge laptopnya. Lalu ada satu USB 3.2 gen ya. Kemudian ada satu HDMI, ada satu USB 3.2 gen one type C. Nah, yang ini mendukung output ke monitor dan untuk power delivery. Jadi bisa dipakai buat nge-charge laptop ini juga. Di sisi kanan ada micro SD card reader, ada satu USB 2.0 dan ada satu USB 3.2 gen 1. Kemudian ada satu 3,5 mm audio combo jack dan Kensington lock slot. Nah, untuk keyboard-nya [berdehem] ternyata keyboard dari laptop 6 jutaan ini lumayan enak juga dipakai buat mengetik ya tombolnya. lumayan empuk, jadi nyamanlah dipakai. Menariknya di sini ukuran tombol anak panahnya dibuat sama seperti tombol lainnya, jadi enggak kekecilan saat kita pencet ya. Disalakan juga tombol khusus untuk home and page up dan page down di pinggir kanan. Jadi tidak perluan tombol function kalau mau dipakai. Menariknya lagi dia udah punya lampu backlit warna putih di sini dengan dua tingkat kecerahan yang bisa diubah dengan menekan tombol function plus F4. Nah, untuk touchpad areanya itu 12 * 6,3 cm dengan posisi sejajar dengan tombol space bar. Ini posisi touchpad paling ideal yang kenyamanan mengetiknya jadi paling optimal ya. Untuk pergerakan jari atau touchpad ini terasa lumayan mulus lah. E untuk tombol klik kanan kiri juga solid saat ditekan. Oke untuk king sistem pendingin laptop ini memiliki satu heat pipe dan satu kipas. Lubang pembaangan udara panasnya itu mengarah ke belakang ya. Nah untuk aspek performanya kita lihat di sini pengujian kali ini dilakukan dengan dua konfigurasi. Pertama kami pakai RAM 8 gig bawaannya. Kedua, kami tambah lagi satu keping RAM tapi bukan 8 gig namanya ya 4 gig aja. Jadi kapasitas totalnya jadi 12 GB dual channel. Kenapa 4 gig, Bang? Ya karena kalau pakai 4 gig upgrade-nya lebih murah. Ya, saat video ini dibuat, harga RAM Sony 4 GB termurah itu masih ada di bawah Rp500.000 ya. Tapi ya kalau udah naik lagi jangan salahkan kami ya, karena harga memang naik terus. Kita langsung lihat untuk Ceb R23 dengan charger di stabilitas selama 30 menit. Skor tertinggi yang dicapai adalah 2.993 poin dengan skor yang dapat dipertahankan di 2.900-an poin. Untuk Sans R23 tanpa dicharge skornya itu jadi 2.600 sampai 2.700 poin. Ya, agak turun tapi enggak jauh-jauh amat sih sebetulnya. Lumayan modern settingannya. Nah, untuk suhu kerja dengan Snabbes R23 stabilitas selama setengah jam, kita lihat supressor itu terlihat bergerak di rentang 71 sampai 75 derajat Celcius saja. Lanjut untuk Adobe Premiere Pro 2026. Untuk video full HD 60 fps yang durasinya 5 menit yang bisa kita pakai. Kalau pakai open CL, single channel saya dalam waktu 17 menit 18 detik. Sementara dual channel saya dalam waktu 11 menit 39 detik. Ini waktu eksportnya masih melar panjang ya dibandingkan durasi videonya ya. Oke, sekarang kalau kita pakai full HD 30 fps yang 5 menit deh hasilnya gimana? Single channel 7 menit 23 detik. Kalau dual channel 5 menit 2 detik. Nah, harusnya kayak gini nih ya. Waktu ekspornya mirip dengan durasi videonya atau ya yang lebih bagusnya kalau lebih cepat ya. Nah, kalau di full HD 30 jadi bisa tuh ya. Nah, untuk suhu kerja yang melakukan full HD video exporting dengan Open CL suhu tertinggi prosesor hanya mencapai 74 derajat celcius. Lanjut untuk capcut ya. Video full HD 60 fps selama 5 menit. Single channel 9 menit 11 detik, dua channel 7 menit 15 detik. Hampir mendekati durasi videonya. Tapi masih lebih lama dari durasi videonya. Kita coba lagi versi full HD 30 fps yang 5 menit. Full HD 30 fps seperti apa, Bang? Seperti yang kalian tonton ini. Ini full HD 30 fps ya. Oke. Single channel 5 menit 1 detik. Eh, udah kencang. dua channel 3 menit 57 detik. Nah, ini mantap nih. Waktu eksportnya udah jadi mirip atau bahkan lebih cepat dibandingkan durasi videonya. Jadi kayaknya lebih pas pakainya CapCut kalau mau ngedit di laptop ini. Ya, lanjut kita lihat SU kerjanya pada saat melakukan full HD video export. S tertinggi prosesor tercatat hanya mencuh sekitar 73 derajat celcius saja. Oke, sekarang mari kita coba kemampuan gaming laptop ini. Tentu saja konfigurasinya langsung kita pakai RAM 12 GB dual channel ya. Gimana? Masih bisa lah ya main game ya. Nah, sekarang mari kita lihat suhu kerjanya. Main GTA 5 selama 30 menit. Suor masih bisa terkendali di bawah 80 derajat celcius. Untuk suhu permukaan bodinya setengah jamanin GTA 5 terlihat bahwa hampir slow R keyboard itu suhunya di atas 40 derajat Celcius. Hanya dari tombol paling bawah dan yang ada di pinggir kanan saja yang suhunya ada di bawah 40 derajat Celcius. Lalu untuk palm rest ini suhunya masih aman masih di bawah 35 derajat Celcius. Tapi tenang aja, Sus tinggi ini hanya tercapai kalau beban kerjanya memang tinggi banget ya pada saat lagi main game seperti ini. Kalau dipakai buat ngetik, nonton, browsing website gitu atau pekerjaan ringan lainnya gitu ya, suhunya ya jelas rendah sih, enggak akan setinggi gini. Sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya dengan Crystal DMK. Kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 2059 MB/ dan tulis di 1458 MB/s. Lanjut untuk daya tahan baterainya kita pakai setting berada 150 dengan volume suara 25%. Untuk 1080p lokal video playback baterai habis telah 4 jam 40 menit. Tentunya hasilnya terasa agak di bawah harapan kami untuk tahun 2026 ya. Harapan kami harga segini tuh bisa dapat 6 sampai 8 jam gitu ya. Tapi ini harusnya ya bukan dimaklumi tapi dimengerti gitu ya. Bahwa memang dengan prosesor tipe yang sudah agak lawas ini ya daya tahan baterai tidak akan bisa hebat-hebat amat. Selain muter video kali kita juga menguji daya tahan baterai dengan Prosiion Office Productivity Benchmark. Pengujian ini akan mensimulasikan aktivitas buka tutup serta bekerja dengan aplikasi Word, Excel, PowerPoint, dan Outlook tanpa henti sampai baterainya habis. Hasilnya laptop ini bisa bertahan selama hampir 4 jam ya. Mirip-mirip ya 3 jam 52 menit. Enggak jauh beda dengan hasil tes video playback kami. Tentunya kalau aktivitas office yang dilakukan dengan diselingi istirahat setelah berapa waktu kerja datan baterainya akan lebih lama ya. Oke, sekarang kita lihat untuk charging-nya. Setengah jam pertama baterai terisi di 36%. Untuk dari kosong saya penuh butuh waktu 2 jam 1 menit. Nah, ini sesuai dengan harapan kami 2 jam pas nge-charge-nya. Oke, untuk harga menurut Zaris Indonesia harga resminya adalah Rp6.500.000 untuk versi RAM 8 GB Rp7.600.000. R000 untuk versi RAM 16 GB. Nah, kalau kalian tertarik, laptop ini bisa didapatkan di Zarex official Store dan di sejumlah online marketplace juga. Ee untuk garansi ada 1 tahun dari ZX Indonesia. Nah, sekarang mari kita lihat hal yang perlu diperhatikan. Pertama, dia pakai tipe prosesor keluaran lama dengan RAM 8 GB single channel. Ini buat pengalaman pakai agak sedikit kurang responsif karena dipadukan dengan Windows 11 yang baru. Sebaiknya sih mungkin nambah RAM satu keping lagi. Minimal 4 GB lah ya. Jadi kapasitasnya naik dan dual channel-nya langsung aktif di situ. Tapi kalau butuh alternatif lebih ringan bisa juga pakai alternatif OS lain seperti pakai Zorin OS atau ya yang lainlah yang berbasis Linux. Kemudian kapasitas SSD-nya ini hanya 256 GB. Sebenarnya ini udah oke buat harganya tapi agak kurang kalau kita butuh instal banyak aplikasi dan simpan file ukuran besar. Lalu yang benar dipertikan adalah layar TN 1366 * 768 piksel-nya. Ya. Ya, mungkin kalau Zaris mau naikin dikit harganya biar bisa pakai IPS e full HD bisa lebih nyaman lagi dipakai. Tapi paling enggak untuk TN-nya ini adalah salah satu TN yang enak untuk dilihat karena paling enggak untuk diputar kanan kiri itu tidak hampirlah hampir tidak ada perubahan ee tampilan. Lalu kemudian untuk daya tahan baterainya ini memang di bawah harapan kami untuk tahun 2026. Tapi ya tentunya ini karena pengalaman kami di 3 tahun terakhir. Jadi harapan kami memang seperti itu. Tapi ini kan prosornya e sebetulnya ya ramai dipakai di 2019-2020 gitu ya. Kalau diingat-ingat zaman dulu segini ya okelah udah lumayan lah gitu ya. Lanjut untuk garansi normal memang cuma 1 tahun dan memang tidak ada Microsoft Office. Tapi sekali lagi ini wajar untuk e yang terjadi di kelas harganya saat ini dan tentunya kita bisa nginstal sendiri Microsoft Office kalau mau tapi setelah beli lisensinya. Nah, dari si menariknya performanya ternyata masih cukup kencang untuk kelas harganya saat ini. Lalu kalau kita cek ternyata dia masih kuat ngedit video di 1080p 30 fps ya. Bahkan kalau naik ke dual channel cuma dengan nambah 4 gig aja itu udah cukup kencang dia kalau pakai CapCut. Kemudian untuk gaming tipis-tipis juga masih bisa ternyata di sini ya. Kuat juga buat ngetik-ngetik bikin Excel atau presentasi. Dan RAM-nya paling enggak udah 8 gig bukan yang 4 gig juga. RAM-nya juga sodim, jadi bisa di-upgrade. Dan karena ini RAM DDR4 ini jauh lebih terjangkau buat ng-upgrade ketimbang kalau dia tiba-tiba pakai RAM DDR5 gitu ya. Lalu untuk kapasitas VAM-nya untungnya ini juga masih adjustable bisa diatur. Kemudian kualitas kameranya cukup oke untuk laptop 6 jutaan. Keyboard nah ini ada backlit-nya. Konektornya juga lengkap ya di sini ya. Lalu untuk [mendengus] charger udah USB type C ya. Jadi pertanyaannya ni ZX DTCH ini cocoknya buat siapa? ini seharusnya cocok buat untuk pelajar atau mahasiswa mungkin yang ee dananya terbatas dan harus belinya sekarang gitu ya. Selama tugas sekolah atau kuliahnya bukan yang berat kayak render 3D sih harusnya bisa sih pakai laptop ini buat sekolah atau kuliah. Harga juga masih Rp jutaan jadi enggak terlalu memberatkan keuangan sih harusnya ya. Lalu untuk pekerja harusnya juga lumayan cocok selama pekerjaan memang pas dengan spek laptop ini. Ngetik bikin Excel bikin presentasi masih lumayan lah di sini pastinya. Ini juga cocok buat yang pengin punya laptop dengan dana ya ya 6 jutaan ya. Tapi enggak mau yang bekas ya. Kami juga tidak menyarankan yang bekas sebetulnya atau enggak mau yang garasnya enggak jelas gitu ya. Ya tahu kan kalau beli laptop bekas kita enggak tahu orangnya pernah dulunya maka seperti apa gitu ya. Apakah pernah jatuh? Apakah pakainya di pernah di atas kasus sampai overheat gitu atau pakainya sering kebentur-bentur gitu ya. Bahkan mungkin yang menjual ke kita pun enggak sadar bahwa laptopnya sudah punya masalah. Intinya kita enggak tahu apa yang akan terjadi gitu ya. itu untuk e kondisi kita beli laptop bekas pada akhirnya. Kalau memang dananya hanya ada di 6 jutaan dan butuh laptop yang performanya masih lumayan, RAMnya langsung 8 gig dan masih bisa di-upgrade serta garasinya juga jelas, ZX ini bisa jadi salah satu pertimbangan untuk kelas harganya.

Lihat di YouTube