Ribuan orang minta saya bahas HP LOKAL ini... Advan X1 (YouTube Video)
Halo guys, David di sini, dan welcome back! Advan, legendnya brand HP lokal ya. Sekarang dia balik lagi lewat Advan X1. X1! Dua minggu terakhir, isi komen channel ini banjir request soal HP 1.7 juta ini. Karena speknya dianggap mantap, fitur juga sedap. Banjir komennya ini bukan selutut lagi ya, tapi udah sampe atap, saking antusiasnya netizen yang penasaran. Ada yang komen sih, kalau itu hanyalah buzzer bang, soalnya dia juga diajak buat komen Advan X1. Atau malah dia yang buzzer dari brand saingan buat pengalihan isu? Ya internet emang nggak bisa ditebak ya, bebas lah. Kita buktiin bareng deh, nilai bareng HP ini. Gimana nih, HP comeback pertamanya Advan, di pasar HP Indonesia, yang makin rame dan makin serem ya. Seru nih. Soalnya di pasar laptop, 2 tahun terakhir ya, nama Advan udah lumayan wangi lho. Mereka konsisten ngeluarin produk cakep harga mantep. Semoga nular ke HP juga. Kalau dari kotaknya, dia terlihat lumayan... pink ya. Di sini logo Advan, seperti logo laptop mereka, kesannya itu ada warna pink agak keungu-unguan gitu. Di sini ada Advan made to kecil banget. Made to inspire! Ini harusnya lebih gede lagi ya, biar lebih menginspirasi. Ini kecil banget. Terus ada gambar HPnya yang sangat jelas menggunakan desain kamera boba. Di sini teksturnya juga dibikin beda, di sekitar HPnya dia dibikin matte, sementara HPnya mengkilat dong, harus shining dong. Selain itu, logo X1-nya juga dibikin mengkilat, lebih shining. Dan di bawah sini ada fitur-fitur yang mereka pamerin. Layar 6.78 inci, Full HD+, tajem. Terus Mediatek Helio G100, kenceng buat harganya. Kamera depan 8MP dan kamera belakang 64MP. Di sini ada X1 aja, terus di kiri ada X1 aja, ada hitam dan putih, mungkin menggambarkan kalau... X1 ini ada 2 varian warna ya, ada yang warna putih dan warna hitam. Cocok logi yang lumayan masuk akal sih harusnya. Di atasnya ada Advan yang made to inspire, kecil. Dan di bawah ada Advan, merek Advan. Telepon seluler Vandroid, wah Vandroidnya Advan banget nih. X1 modelnya ini, terus warnanya white, ada yang black, dibuat di Indonesia. Yes, 18 watt. Di belakang ada logo Advan lagi, made to inspire. Terus ada fitur-fitur andalan seperti storage 128GB, RAMnya 8GB yang fisik, terus ada baterai 5500mAh, dan layar dengan refresh rate 120Hz. Dan di belakang sini ada desain dari layarnya ya, yang kelihatan gaming sekali ini, ada kayak Power Rangers-nya. Dibuat di Indonesia, PT Bangga Teknologi Indonesia. Kawasan industri cantik. Mari kita lihat isinya seperti apa. Ini di dalam sini ada HP-nya, di baliknya tidak ada apa-apa, polos saja, kita taruh dulu di samping di sini yang kita unbox, adalah varian warna putih. Kalau warna hitam, dari tadi dia udah mejeng. Kalau misalnya anda sadar, wih di warna hitam, kayak ada loreng-lorengnya sedikit ya, oke. Kita lihat dulu aksesoris yang kita dapatkan di sini ada... Ini kayak ada tempat buat SIM Ejector, kayak ada selipannya, biasanya kan ada... Ini kalian nggak ambil? Udah dibuka. Ilang gitu, ada senyumnya gitu. Ini kan tempat colokannya sama ini tempat buat kupingnya, nggak ada kan? Biasanya di sini, ilang. Coba, dalam. Di sini ada casing. Casing? Iya, oke. Coba kita lanjut dulu, di sini ada busanya, ada gabus sterohome-nya, terus dapetin casing silikon yang agak burem-burem sedikit, smoky sedikit, mantap. Yang murah pun, yang lokal pun, tetap memberikan yang terbaik, yang terlengkap. Oke, di sini ada buku petunjuknya, terus SIM Ejector-nya. Di sini ada kabel charger, oke. Dia Type-C to Type-A, Type-A to Type-C. Terus di sini ada charger, oke. Chargernya 18 Watt, 12 Volt, 1.5 Ampere, oke, lumayan sederhana, dan dia lumayan enteng juga ya. Mungkin kalau 18 Watt nggak harus berat-berat banget, finishingnya sih bagus ya. Oh! Di sini ternyata. Jadi di dalam kotaknya, di dasarnya itu ada si SIM Ejector, yang lumayan lucu sih, cara dibungkusnya. Kayak, kayak buka, buka, sasetan. SIM Ejector-nya sih bagus ya, bukan cuma kawat-kawat yang dipelintir jadi berlubang doang, yang ini ada 1 kepingan gitu, dan lumayan. Harusnya nggak sih, ternyata ini nggak bisa masuk, lubangnya kecil banget. Ini kan harusnya masukin sini nih, tapi ini ada kesalahan komunikasi di mana ini ya? Jadi kartasnya udah dicetak, SIM Ejector-nya kayak gini. Yang belum ngerti saya jelasin deh, coba lah. Biasanya kan kayak gini, ini SIM Ejector-nya OPPO, ada mulutnya, masukin ke sini, terus tinggal diselipin dulu. Hap! Ini lah, packing 101 dari... Harusnya seperti ini ya? Oke lah, kita langsung move on aja ke HP-nya sendiri, seperti apa nih? Ini ada Advan X1 warna putih, yang juga punya tekstur marmer-marmer gitu ya, kalau putih bahasanya langsung beda gitu, kayak keramik yang mirip marmer, sementara kalau yang varian warna hitam, entah kenapa saya ngelihatnya ini mirip marmer juga sih, tapi kayak ada kesan-kesan loreng-loreng juga. Jadi ada 2 varian, yang hitam dan putih, silakan dipilih saja seleranya seperti apa, kalau putih rasanya lebih clean aja. Di sini ada logo Advan, teksturnya seperti kaca, pantulan-pantulannya, walaupun dia dari polikarbonat, dan framenya tentu aja dari polikarbonat semua, HP 1 jutaan, rasanya masih jauh dari bahan metal, masih banyak upgrade yang lebih penting daripada bahan metal, kalau misalnya saya boleh pilih upgrade apa buat HP 1 juta, cuma apapun pilihan warnanya, kita bakal dapetin HP dengan desain 3 kamera bulat, atau yang sering kita sebut dengan kamera boba. Di sini ada LED flash, ada kamera utama 64MP, dan 2 kamera gimmick. Bentar, ini kok tajem? Eh? Bentar, di sini ada ada plastiknya lho. Unik ya, saya nggak pernah lihat HP yang ngeplastikin... Wih, ngeplastikin kameranya. Walaupun ini bukan kamera, ini ya seru-seruan aja sih 2 ini. Ya oke lah. Sementara yang kamera utama nggak ada lapisan plastik, padahal dia yang paling penting. Jadi mungkin kerasa lebih spesial gimmick yang dijaga gitu, yang dikasih akrilik, walaupun isinya apa, apapun yang dikasih akrilik kayak lebih mewah aja ya. Di sisi kanan, kita bakal nemuin tombol power plus fingerprint dan volume, di atas dia ada lubang mikrofon, di kiri dia ada SIM tray, yang bisa masuk 2 kartu non-SIM dan microSD, jadi 128GB-nya bisa ditambah lagi. Di bawahnya ada speaker, USB Type-C, mikrofon, dan headphone jack. Ini sekarang sayangnya jadi fitur yang menjadi ciri khas HP murah ya, karena HP 3 juta pun sekarang kayaknya nggak ada headphone jack lagi. Cuma HP 1 juta-2 juta doang. Lama-lama bakal hilang. Oh iya, buat speakernya ada di bawah sini aja. Jadi dia sistemnya mono ya, tapi hebatnya dia udah punya NFC dan gyro hardware. Kombinasi NFC sama gyro hardware itu masih jarang ada di HP 1.5-2 juta ya. Itu lumayan spesial buat Advan yang berani kasih fitur yang banyak sama spek yang oke juga. HP ini punya mesin Helio G100 yang biasanya masih dipakai di HP 2 juta, terus RAMnya 8GB, dan memori internal 128GB UFS. Jadi bukan eMMC yang lambat lagi. Udah tipe yang lebih kenceng punya. Sekarang mari coba kita hidupkan saja. Kita coba liat layar 120Hznya ya. Sip! Jadi ini adalah penampilan paling awal dari Advan X1. Dari ikon-ikonnya terlihat tapi ya, terlihat seperti vivo yang sederhana, yang fitur yang nggak banyak, tapi jauh lebih bagus daripada Advan zaman dulu sih. Saya masih ingat IDOS punya mereka, ikonnya itu beda sendiri, tapi beda sendirinya dalam konteks yang negatif, nggak terlalu bagus kayak kurang mateng aja gitu. Kalau yang sekarang rasanya Advan lebih ngikutin apa yang dikasih oleh Google aja ya, jadi dia terasa lebih nyatu lagi, lebih nyambung lagi sama HP-HP yang lain, nggak ngide sendiri, dan itu mungkin jadi langkah yang bijak buat brand lokal yang mungkin pengembangan softwarenya belum terlalu dipikirin ya. Kayak disini tombol-tombol quick actionnya, ikon-ikonnya berasa enak dilihat sih. Ada baterai, auto rotate, airplane mode, berasa rapi aja yang mana yang aktif, yang mana yang nggak aktif, pemilihan warnanya juga lebih bagus rasanya, kayak memang dari sistem Androidnya, jadi si Advan tinggal ikut aja, dari aplikasi-aplikasinya juga kelihatan lebih rapi. Cuma apa ini? Ada aplikasi bawaan. Nah disini, ini maksud saya, yang ikon-ikon aplikasi yang berasa masih bikinan sendiri gitu, kayak masih agak jadul gitu, ikon-ikonnya. Jadi kalau kita bandingin sama ikon-ikon aplikasi dari 3rd party atau dari luar, kesannya rasanya beda aja. Mungkin Advan harus ngedesain ulang lagi ikon-ikon aplikasi bawaannya biar lebih modern lah ya. Cuma yang namanya desain emang muter-muter aja ya, ada yang desain dulu diangkat lagi, rasanya jadi gaul, sama ya desain yang sekarang mungkin ke depannya malah berasa jadi... Ya bebas lah soal desainnya, cuman nggak ngeblend aja kalau denganku. Kalau dari OSnya sendiri, apakah dia masih pake IDOS? About Phone? Atau dido OS? Dido, apa ini? Dido, kecil semua ya? Unik ya? Dido... Dibuat di Indonesia... Ya ya, kayak rasanya apakah itu artinya Dido, tapi bisa kalau pikirannya kemana-mana, bisa langsung auto keselip juga sih. Kenapa Dido? Dido OS? Kayak IDOS lebih bagus. Indonesia OS sih. Ya mungkin kalau ada yang kreatif bisa kasih singkatan dari Dido OS ini, atau sebenarnya dia nggak ada singkatan, cuma namanya aja seperti Color OS, Phantos OS ya, bukan singkatan, tapi Dido ini entah sih. Ya udahlah, di sini ada chipsetnya Mediatek Helio G100, RAMnya 8GB, plus yang extension software, dan ada Android 14, jadi dia belum Android 15, itu sesuatu yang harus jadi PRnya Advan, dan sayangnya dari mereka belum ada keterangan soal HP ini bakal dapet update berapa tahun ke depan. Masih belum ada keterangan resmi, belum ada info resmi. Itu ya semoga diseriusin ya, minimal 1 tahun, 2 tahun lah ya. Di sini ada memori internal, sisa 87 dari 128 dengan udah banyak kita install game, terus apalagi ya? Saya masih nggak bisa move on dari namanya. Kalau dari setting sendiri, dia lumayan basic juga, berasa ngikut-ngikut sistem bawaan Google aja, ada safety and emergency, ada digital well-being, ya emang harus ada, itu fiturnya Android. Di sini Dura Speed, saya nggak pernah lihat Dura Speed apa tuh? Eh, apa nih Dura Speed? Kalau saya baca keterangannya, DuraSpeed ini fungsinya buat melancarkan aplikasi yang lagi berjalan, dengan membatasi aplikasi background yang di belakang. Jadi notif mungkin bakal ditahan-tahan gitu. Ini lumayan penting sih. Kalau kita allow semua, baru notifnya jalan semua ya. Bahaya juga kalau ada yang penting, tapi ini mati, notifnya nggak masuk. Nah, di sini ada fitur spesial function juga, yang biasanya seru nih. Jadi ada flip to silent, kalau misalnya ada telepon masuk, kita tinggal flip buat matiin teleponnya, lumayan umum sih, cuma di sini ada ditunjukin, lumayan, kita bisa pake smart answer, ada app clone, jadi bisa double WhatsApp. Yup, WhatsApp ada, di sini Facebook juga ada, WeChat ada, QQ. Apa itu? Oh, belum di install. Kalau kita install baru bisa. Ternyata tinggal khusus 4 ini aja ya. Kita balik ke speknya lagi, soal layar yang dari tadi kita lihat ini, dia punya ukuran 6.78 inci ya, dengan bezel yang standar aja buat HP 1 jutaan, nggak lebih tipis tapi nggak lebih tebal, dan yang penting, di sini kameranya udah tipe tompel, bukan tipe poni lagi, kayak HP 1 jutaan kecil yang kemarin kita bahas, kayak Redmi, kayak Itel, kalau udah 1.5 juta, levelnya udah pake tompel, jadi kelihatan lebih clean, dari refresh ratenya sendiri udah 120Hz, jadi kalau dari scrollingnya dia mulus, dan tulisan-tulisan gambar semuanya terlihat tajam, kalau dari warnanya sendiri, saya nggak terlalu ngefans sih, nggak terlalu apa ya, nggak terlalu ngepop gitu, rasanya agak sedikit keijauan, sedikit gitu, sedikit kebiruan gitu, agak beda aja sama layar yang emang bener-bener bening. Sama soal brightness layar juga, bukan kekuatan dari Advan X1 ini ya, kalau kita pake di bawah sinar matahari, rasanya harus berusaha keras buat ngeliat apa, apa isi layarnya. Kalau di cuaca yang mendung, baru dia jadi mendingan, karena brightnessnya cuma sekitar kurang lebih 500 nits lah. Buat speakernya sendiri, rasanya agak mendem ya, iya sih, rasanya agak mendem sih, dan saya bisa dengan pede bilang, walaupun ini harganya sejutaan, karena kemarin-kemarin kita udah cobain HP 1.3 juta, 1.2 juta Redmi sama Itel, yang rasanya lebih keluar aja, lebih nendang aja dari si Advan ini. Kalau yang kemarin saya kasih nilai 8 ke kedua HP itu, ini mungkin 6.5 kali ya, buat standar HP 1.5 juta. Volumenya sih kenceng ya, jadi kalau buat didengerin rame-rame, ini masih bisa diandelin, kita lagi kerja dari jauh, masih bisa diandelin, cuma kalau jernih atau apa, ya standar aja lah. Malah di bawah HP 1 juta kecil. Nah, sekarang kita masuk ke bagian yang paling diandelin oleh Advan X1 ini, sampai dia pake gambar-gambar yang Power Rangers gitu, karena dia adalah HP yang mesinnya kenceng. Buat harga 1.5 juta, skor AnTuTu 400 ribu lebih itu udah termasuk bagus ya. Buat HP 2 juta pun ada yang masih 200 ribuan, ada yang 300 ribuan, ini 1 jutaan, udah dapet 415 ribu, itu mantep karena speknya juga termasuk, yang paling bagus kali ya, nggak banyak HP 1.5 juta yang pake Helio G100, RAM 8GB, dan memori UFS. Sama fiturnya juga ada gyro, sama ada NFC, jadi kombinasi yang jarang. Let's go main MLBB dengan settingan super, dan grafik yang standar saja. Nggak perlu HD, karena ya buat HP di bawah 2 juta, nggak perlu kita tinggiin lah kualitas grafiknya. Yang penting mulus udah bagus. Ini rasanya mulus sih, sama responsif loh. Ini yang saya suka dari si Advan X1 ini. Wow! Makan! Oke! Minimal bawa 1 temen. Ini kalau Magia terlalu maju juga memang terlalu teledor ya, karena dari tadi fokus ngomong. Ini saya suka sih. Dia gerakannya berasa enteng, beda sama Redmi yang berat, cuma harap diingat Redmi itu 1,2 juta, ini 1,7 juta. Speknya jelas lebih bagus. Dari performa jelas lebih enak buat main gamenya. Akhirnya kita udah lama nggak cobain HP di atas 1,5 juta. Dari kemarin kita lagi asik cobain HP 1 jutaan sih. Eh ketekan. Kalau kita lihat hasil grafiknya sendiri, di awal emang tinggi ya sesuai pengalaman main barusan, dia bisa naik turun kecil-kecilan di sekitar 90 fps, tapi setelah sekitar 15 menit, dia tiba-tiba drop ke sekitar 60 fps. Ini agak aneh sih. Padahal HPnya nggak kerasa panas. Jadi entah nggak optimal di bagian Mobile Legendsnya, atau dari software HPnya yang tiba-tiba nurunin performanya, tetap enak sih di 60 fps, cuma nggak bisa dijaga kayak pas awal-awal main. Semoga kedepannya gamenya bisa jadi lebih optimal ya, mau dari Advan-nya atau dari Mobile Legendsnya, karena potensi dari Helio G100 itu lebih dari yang sekarang Advan-nya kasih. Harusnya bisa 70 rata atau 80 rata, bukan turun gitu. Yang spesial dari Advan X1 ini, buat HP harga di bawah 2 juta masih jarang, yang punya gyrofisik. Jadi kalau kita buat main keker-kekeran dengan cepat pakai goyangan HP, ya udah responsif. Ya, ini demo-nya sesimpel ini sih. Selain buat keker-kekeran gini, gyrofisik juga punya fungsi ke fitur stabilisasi kamera video ya, yang nanti bakal kita lihat. Cuma nggak otomatis ada ya, HPnya juga harus sediain fiturnya baru bisa. Coba nanti deh. Kita langsung lihat aja fitur di dalam aplikasi videonya, atau aplikasi kameranya. Di sini nggak ada sih sayangnya, walaupun HPnya punya gyrofisik, si Advan nggak masukin fitur buat EIS atau fitur stabilisasi apapun. Jadi video quality, grid, anti-flicker, mikrofon, dan di sini... fungsi layout... nggak ada sih, harusnya sesimpel dia ditaruh paling depan, karena itu fitur yang penting ya buat stabilin ya. Ini cuma mode-mode doang, nggak ada sih, nggak ada stabilisasi sih. Normal, tidak ada. Ya buat foto aja berarti ya, sayang juga nggak dimaksimalkan. Kalau buat Genshin bagaimana? Oke, kita hajar si bossnya dulu, pake motor sama healing dulu. Hop, hop, hop, hop, hop, hop, hop, hop, hop, hop. Hop, hop, hop, hop. Hop, oke. Hop, hop, hop, hop, hop, hop, hop, hop, hop, hop, hop, hop, hop. Oke, belum ganti. Hop, hop, hop. Oke, kita spam-spam saja. Hop! Ini tentu aja di settingan lowest ya. Nggak mungkin bisa lebih dari itu buat HP 1... Habis?! Kalau grafiknya sendiri buat game berat seperti Genshin, Lumayan mirip kayak MLBB tadi ya. Di awal kerasa enak dia bisa dapet 40-an fps, cuma setelah main beberapa saat dia turun. Jadi sekitar 30, kadang di bawah 30, kadang di atas 30. Jadi setelah main beberapa saat HPnya ada penurunan performa ya. Kalau kita pakein cooler mungkin hasilnya bakal lebih stabil lagi. Agak aneh sih buat saya, ya karena kalau kita lihat thermalnya, suhunya, HPnya nggak sepanas itu ya. Cuma 4-2-4-3 derajat doang. Kalau HP-HP lain mungkin bisa sampai 4-5-4-6 derajat. Mungkin Advan mainnya terlalu aman di X1 ini, nggak pengen HPnya berasa panas sampe nimbulin kesan negatif, cuma rasanya jadi terlalu hati-hati aja. Rasanya terlalu cepet aja. Batasnya buat turunin performa HPnya. Sekarang kita cobain kamera 64MP-nya yang pake sensor Sony IMX782. Ini, wuh kok agak nge-lag barusan. Ini Advan, oke. Terus ada bebek pintar. Eh, eh, eh, eh, eh, eh, eh. Oke. Eh, gitu ya? Atau karena low light ya jadi shutter speednya dikelanin gitu. Buat hasil fotonya sendiri, saya suka sih sama ketajaman yang bisa ditangkap oleh Advan X1. Jadi sensor 64MP yang angkanya gede, Jadi emang berasa, dia bisa kasih foto yang detailnya bagus, dynamic range juga oke, cuma warnanya aja yang buat saya belum terlalu cerah, belum terlalu keluar karena feelingnya agak puder gitu ya. Mirip kayak kalau kita pakein filter yang agak... apa ya, agak jadul-jadul gitu kayak kamera manual atau kamera yang sengaja kita presetnya kita ganti. Jadi bukan hasil yang natural dan bukan hasil yang nampol warnanya. Dari detail sih udah bagus. Cek-cek, jadi ini adalah hasil perekaman dari Advan X1 di resolusi 1080p 30 fps. Kalau dari dynamic range-nya kurang luas ya, karena sekarang udah jam setengah 5 sore, tapi langitnya masih blonde, putih semua. Kalau dari warna, dia mirip kayak kamera buat foto sih, agak pudar. Kalau dari suaranya, saya kayak dengernya mirip kayak laptop-laptop yang lagi conference call gitu ya, kayak pake webcam gitu. Mikrofonnya agak kurang bagus. Kalau menurut anda kayak gimana? Apakah sesuai dengan spander anda suara dari mikrofonnya ini? Karena suara juga bagian yang lumayan penting kan. Dan beginilah hasil dari Advan X1. Kesimpulan buat Advan X1. HP comeback Advan yang langsung ngebawa spek bagus ya buat harganya. Prosesornya udah enak buat main game, sampe Genshin pun udah sanggup. RAMnya gede, 8GB, storagenya 128GB, UFS, gyro ada, NFC ada, layarnya 120Hz, resolusi juga Full HD. Dari mesin, dia cakep. Dari power, dia kenceng. Buat kenceng-kencengan, udah mantep. Tapi dari estetik, emang selera lah ya, desain HP yang ke iPhone-iPhonean gini. Mungkin banyak yang suka. Kalau buat saya, udah saatnya move on sih, ke desain yang lebih berkarakter. Software juga harus diseriusin Advan, soal update ke Android baru, soal fitur-fitur di Dido OS, kayak rekaman video juga kalau misalnya ada stabilisasi, dia bisa maksimalin hardwarenya, gyro fisiknya dengan lebih bagus lagi, lebih full lagi, rasanya lebih lengkap. Sama soal mikrofon juga, anda udah bisa denger sendiri gimana kualitasnya tadi. Kalau anda emang pengen cari mesin doang, spek yang kenceng di kelasnya, Advan X1 ini menarik sih, tapi kalau anda pengen yang lebih allrounder, pake HP bukan buat gaming doang, HP dari brand lain nggak kalah bagus ya, mikrofonnya lebih bagus, terus layarnya lebih terang, dan lain-lain. Jadi ada pilihan lah, buat kelas 1.5 jutaan. Jadi gitu aja, unboxing Advan X1 dari GadgetIn. Like kalau suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo! Closed Caption by @subbox.id Kayaknya tinggal ini deh, brand lokal yang comeback lagi. Evercoss apa kabar? Ini tuh udah jualan Airfryer.
