Jungkat

Ringan, Ringkas, Baterai Awet dan Bisa Gaming? Review Acer Swift Go 14 AI Pro Edition (YouTube Video)

  • 06/07/2026

Laptop setipis, seringan, dan secantik ini bisa diajak main game Triple A? Jangan salah. Bukan cuman gaming triple A. Buat ngedit video sampai 4K60 sampai desain 3D juga masih aman yang satu ini karena prosesornya pakai Intel Core Ultra X7 nih, X7 yang super kencang. IGP-nya udah pakai Intel Arc B390 GPU yang kencang parah itu. Layarnya olet, udah pasti 100% di CP3 ya. Kamera 5 megapel dan punya sistem keamanan biometrik juga. Bobotnya cuma 1,1 kg, tebal cuma 1,5 cm. Beneran ringkas yang satu ini. Baterainya 71 wathour dan katanya sih tahan 20 jam lebih ya. Ya, ini adalah Acer Swift Go 14 AI Pro Edition. Oke, laptop satu ini adalah keluaran terbaru dari Linis Swift yang benar-benar kerasa premiumnya. Desainnya cantik, bobotnya ringan, dan performanya enggak main-main. Bahkan menurut Acer ya, laptop yang satu ini cocok digunakan oleh casual gamer yang butuh laptop ringkes dan enggak norak saat dipakai kerja ya, tapi tetap bisa gaming di mana aja. Tapi ini beneran enggak sih? Nah, mari kita bahas bareng-bareng dan mulai dari spesifikasi utamanya. Untuk prosesor pakai Intel Core Ultra X7 Series 3 processor 358H. Litografinya A apa itu 4 nm, 3 nanm? Ini Intel 18A ya. 18 angstrom langsung. Base p-nya 25 watt. Total dia punya 16 skore, 16 thd dari 4 performance core, 8 effisien core, dan 4 low power efficient core. Maksimum turbo frekuensinya ada di 4,8 GHz. Kapasitas Intel smart cas-nya di 18 MB. NPU-nya pakai Intelabus dan punya performa up to 50 tops. Jadi, udah jelas dia masuk kategori Coped Plus PC. Integrate grafisnya pakai Intel Arc B90 GPU. Yang ini punya total 12 Course. Ingat ya, ini X Course yang baru. Jadi beda dengan XE Course generasi sebelumnya. Ini yang X3 ya. IGP ini diklaim punya performa up to 122 tops. Tentunya udah support H266 decode serta AV1 dan Quix juga. Kapasitas RAM yang terpasang adalah 16 GB LPDDR 5X 7467 dual channel. Nah, karena pakai LPDDR 5X jadi emang ini enggak bisa di-upgrade ya. Jadi pastikan aja kalau milih yang satu ini pekerjaan kalian memang sudah sesuai dengan spek laptopnya. Untuk storage kapasitasnya ada 1 TB SSD NVMi PCI Gen 4. Hanya tersedia satu slot SSD di laptop ini. Jadi kalau butuh upgrade SSD yang terpasang itu harus diganti. Kontivitas wirusnya pakai Intel WiFi 7 BE211. Jadi udah support Wii 7 gigabit Wii dan Bluetooth versi 6. Untuk kapas baterainya ada di 71 wat hour. HS-nya pakai Windows 11 Home 25 H2. body form factornya adalah clamp cell atau laptop classic. Untuk materialnya aluminium. Ini terasa ringan, premium tapi tetap kokoh. Untuk cover area keyboard ini pakai polikarbonat ya. Nah, untuk warna ini namanya adalah steam blue. Nah, untuk desain laptop satu ini memang masih terasa mirip dengan Swift Go 14 generasi sebelumnya. Tapi kalau dibandingkan dengan yang sebelumnya, laptop ini terasa lebih ringkas, lebih slim, dan lebih mewah aja. Secara keseluruhan laptop ini masih terasa profesional. Di bagian cover atas juga terlihat motif ukiran laser berbentuk huruf S ya yang menggambarkan speed slick dan slim sebagai ciri khas laptop lini Swift. Tentunya laptop ini juga sudah lolos uji standar ketan militer. Military standar 810H. Untuk dimensi panjang 31 cm, lebar 21,8 cm dengan tebalan di 1,56 cm. Bobotnya laptopnya aja di 1,11 kg. Chargernya 290 gr. Charger ini punya daya maksimal 100 watt ya. Tapi memang untuk charger ini tipe colokannya itu terpisah dengan adapternya. Jadi agak kurang ringkas aja. Kalau mau lebih ringkas kita bisa pakai gun charger yang udah support power delivery ya. Untuk total bobot kalau dibawa-bawa dengan charger bawaannya jadi 1,4 kg. Nah, untuk display layarnya menggunakan panel OLED ukuran 14 inci. Resolusinya WU XGA tepatnya 1920 * 1200 pikel. Aspek rasionya jadi 16 bageh rate-nya standar aja di 60 Hz. Menurut Acer tingkat kecaran maksimalnya itu bisa mencapai 500 nit dengan kelar harga mutis 100% di CP3. Nah, kalau dari pengujian kami tingkat kecaran maksimalnya di mode SDR itu mencapai 400 nits, tapi di mode HDR mencapai 662 nits. Sementara untuk gamot coverage-nya ada di 99,8% DC IP3 dengan gambut volume di 122,6% DC IP3. Jadi udah cocok kalau mau dipakai buat editing foto atau editing video sekelas profesional. Mau nonton di sini jelas mantap ya karena udah support display HDR True Black 500. Dipakai berlama-lama juga nyaman ya. Berkat ada Acer Blue Light Shield yang mengurangi gelombang cahaya biru dari layar. Seperti layar OLED pada umumnya, layar ini punya permukaan yang glossy yang agak memantukan bayangan dan cahaya. Walaupun demikian, permukaan seperti ini memang membuat warna yang ditampilkan jadi lebih cemerlang. Layar ini bisa dibuka sampai 180 derajat. Jadi mengurangi resiko engsel patah karena enggak sengaja kesenggol. Ya, tentunya ini juga memudahkan kita untuk menampilkan isi layar ke lawan bicara yang ada tepat di depan kita. Bingkai layarnya juga tergolong tipis seperti laptop premium pada umumnya. Bingkai atas sedikit agak tebal karena ada kamera di area tersebut. Nah, untuk kameranya laptop ini menggunakan kamera resolusi 5 megapel dan uniknya sudah dilengkapi dengan shutter fisik penutup kamera. Nah, saat digunakan untuk perekaman video, resolusi maksimalnya mencapai 1440p 30 fps. Menariknya, saat digunakan untuk ngambil foto, resolusi gambarnya meningkat jadi 2880 * 1800 piksel. Unik nih ya. Kamera ini tentunya sudah mendukung berbagai fitur dari Windows Studio Effect seperti auto framing, eye contact, dan background effect. Dan karena fitur-fitur ini berjalan di NPU yang hemat daya, baterai jadi bisa lebih irit, jadi bisa dipakai meeting lebih lama. Kamera ini juga sudah mendukung fitur Acer temporal noise reduction untuk mengurangi visual noise yang muncul saat digunakan. Untuk atas hasil perekaman sudah terang mumpuni detail gambar cukup rapi saat digunakan di ruangan dengan cahaya yang cukup tapi memang terasa agak sedikit gelap aja. Jadi ini harus diadjust manual. Nah, masuk ke mikrofon ini khas Acer banget ya mikrofon ya. Selain mikrofon yang ada di samping kanan kiri kamera, laptop ini juga dilengkapi dengan mikrofon di sisi bawah yang mengarah ke pengguna. Mikrofon ini akan membantu fitur noise cancelling untuk menghasilkan suara yang lebih bersih lagi. Fitur noise cancelingnya itu namanya adalah Acer Purified Voice 2.0 ya. Ini dapat diaktifkan melalui software Acer Sense. Nah, untuk pengujian kamera dan mikrofonnya adalah seperti ini. Oke, saat ini saya sedang berada di luar untuk menguji kemampuan mikrofon dan noise canceling dari laptop Swift GO 14EA yang satu ini. Seperti yang kalian lihat di belakang saya, kondisi jalanan lagi ramai kendaraan. Meski begitu, suara saya masih bisa terdengar dengan cukup jelas dan noise di belakang saya bisa dideduksi dengan cukup baik. Oke, sekarang kita sedang berada di studio untuk menguji kemampuan kamera dari laptop Acer Swift Go 14 yang satu ini. Nah, kamera laptop ini bisa merekam video up to 1440p 30 fps di rasio 16 b 9. Dan untuk hasilnya kurang lebih seperti ini. Udah bagus untuk keperluan meeting online ataupun video call. Sebagai catatan buat kalian yang mau gambarnya itu optimal, pastikan kalian berada di ruangan dengan kondisi cahaya yang memadai. Gimana? Mantap kan? Oke, untuk audionya laptop ini menggunakan konfigurasi dua buah speaker yang mengarah ke alasnya ya. Di sisi kanan kiri laptop terdapat software DTSX Ultra yang dapat digunakan untuk mengubah equalizer dan preset audio. Untuk kata suaranya sayangnya memang terasa agak datar di telinga kami ya. Bassnya hampir enggak terdengar serta dominan di mid dan high-nya. Tapi untuk volum-nya udah lumayan kencang di sini. Oke, untuk konektor di kiri ada satu HDMI 2.1, ada satu USB 3.2 gen 1 type E, ada dua Thunderbolt 4 yang mendukung data transfer, power delivery, display output, dan penggunaan berbagai perangkat Thunderbolt. Beralih ke sisi kanan, di sini ada satu audio jack combo 3,5 mm dan ada satu USB 3.2 gen one type A. Nah, untuk keyboard-nya ini menggunakan keyboard chicklet dengan layout khas seri Swift. Ukuran tombolnya cukup mantap dan memuaskan di sini. Switch-nya tergolong silent, empuk, dan nyaman saat digunakan untuk mengetik. Tombol navigasi seperti page up, page down, home, dan end ini menyatu dengan tombol anak panah. Oh ya, untuk tombol anak panah atas dan bawah itu punya ukuran setengah dari tombol lainnya ya. Nah, di sini kita juga bisa menemukan tombol khusus untuk membuka software Acer Sense. Selain itu juga terdapat tombol Acer My Key yang fungsinya dapat kita atur melalui software dengan nama yang sama juga. Nah, untuk tombol powernya sudah menyatu dengan layout keyboard ya di pojok kanan atas. Tapi tenang karena tombolnya enggak akan langsung mematikan laptop saat kita enggak sengaja nekan tombol yang satu ini. Nah, keyboard ini juga sudah dilengkapi dengan backlit ya yang punya tiga tingkat kecerahan. Tingkat kecerahan ini bisa diatur dengan tombol F11. Oke, untuk touchpad-nya ukurannya adalah 12,6 * 8,1 cm. Tergolong memuaskan ya untuk laptop seukuran seperti ini ya. Touchpad-nya terletak center to body. Jadi memang agak melebar ke kanan dari tombol space bar hingga tombol Alt. Tentunya ini sudah support Windows precision driver. Oke, untuk sistem keamanan laptop ini punya sistem keamanan biometrik berupa infrared kamera yang juga sudah mendukung fitur Windows Hello. Jadi, kita bisa login Windows dengan cepat tapi tetap aman. Sementara untuk sistem pendinginnya, laptop ini menggunakan sistem pendingin aktif dengan dua kipas dan dua buah heat pipe. Intake-nya itu dari bawah, exhaust-nya ke arah belakang. Mari kita bahas aspek performanya. Seperti biasa, laptop dari Acer tuh memiliki mode performa yang dapat kita temukan di software Acerse dengan tiga opsi, yaitu silent, normal, dan performance. Opsi performancenya juga bisa kita akses dengan cepat ya, pakai shortcut function plus huruf F. Oke, sekarang mari kita lihat konsistensi performa diband R23 stability test. Untuk skor maksimal di mode normal, skor itu mencapai 18.492 poin dan di mode performance skor bisa mencapai 19.658 58 poin. Sementara untuk skor yang bisa dipertahankan di mode normal ada di kisaran 15.500 sampai 15.600-an poin. Di mode performance di kisaran 17.400 sampai 17.500-an poin. Nah, sekarang kita juga tes performanya saat enggak nyolok ke charger ya. Hasilnya skor maksimal itu ada di 15.256 poin dan skor yang bisa dipertahankan ada di kisaran 13.400 sampai 13.500-an poin. Ini terlihat sedikit lebih rendah ya saat dibandingkan dengan kondisi kita nyolok ke charger. Tapi cuma sedikit lebih rendah. Enggak terlalu jauh kok sebetulnya. Nah, untuk suhu kerjanya di mode performance SUIP itu sempat stabil di scius pada run pertama tapi kemudian suhu turun ke kisaran 93 sampai 96 derajat celcius dengan sesekali spike ke 100 derajat celcius. Suyunya memang terlihat agak tinggi ya, tapi ini wajar melihat ini adalah Cine Bench ini mendorong kerja prosesor ke 100% terus-menerus. Jadi kalau memang pekerjaan sangat membanding CPU, kami sangat menyarankan untuk bekerja di ruangan AC atau ubah modenya ke mode normal. Karena di mode normal SH-nya terlihat lebih rendah dan lebih aman di kisaran 85 sampai 90 derajat celcius dengan spike sekali aja ke 94 derajat Celcius saja. Oke, kita lanjut aja langsung ke aplikasi beneran ya. Ini Blender 5.1. Kita coba untuk pakai BMW 27 scene untuk CPU render sesuai dalam waktu 2 menit 9 detik. Sementara untuk GPU render dengan one API yang hanya 23 detik saja. Nah, menariknya karena IGP di laptop ini lumayan kencang, kita juga bisa sekalian tes hasilnya kalau kita pakai barber shop yang lebih berat. Kita lihat sini dengan GPU Renter dengan 1 IP s dalam waktu 5 menit 47 detik. Sebagai perbandingan sebuah laptop gaming, laptop gaming yang besar ya dengan RTX 3050 butuh waktu 6 menit 50 detik saat pakai kuda ya. Jadi GPU-nya sudah yang terpisah itu. Jadi hasil di PR ini udah mantap banget ya. Nah, Su kerja pada saat melakukan barbersop GPU render dengan one API, su CPU terlihat sangat aman di kisaran 66 sampai 78 derajat celcius saja. Tuh kan aman bisa ya. Lanjut ke Adobe Premier Prosisi 2026. Video yang digunakan yang baru ya, yang durasinya 5 menit pas. Hasilnya untuk 4K60 video exporting-nya butuh 7 menit 43 detik. Sementara untuk 1080 fps butuh 2 menit 3 detik. Udah kencang nih ya. Bahkan harusnya untuk 4K 30 fps udah oke banget. Nah, SU kerja untuk 4K60 VDX portet juga aman di sini ya. SU CPU ada di bawah 70 derajat celcius dan spike-nya cuman ke 71 derajat celsus. Oke, lanjut ke Davinci Resoft 20.1. Eh, ini software video editing yang kelas profesional tapi ini versi gratisnya ya. Videonya masih sama, durasinya 5 menit pas. Untuk 4K 60 fps video exporting butuh 9 menit 26 detik. Untuk 1080p 60 fps, video export butuh 2 menit 33 detik saja. Untuk suhu kerjanya di 4K6 video exporting di awal proses eksport suhu itu sempat bertahan di 100 derajat celcius tapi kemudian turun dan bertahan di bawah 90 derajat Celcius. Ini wajar karena Da Vinci yang versi gratis itu memberi beban yang berat ke CPU saat proses ekspor. Oke, kita lanjut ke CapCut video editor. Masih video yang sama ya, durasinya 5 menit. 4K 60 video export itu butuh waktu hanya 5 menit 33 detik. W mantap ya. Jadi sudah mirip nih waktu ekspornya dengan durasi videonya. Untuk 1080 60 FPS video export-nya butuh 2 menit 21 detik. Nah, jadi kalau pakai CapCut mantap nih sampai 4K 60 fps juga masih kencang XD exportingnya. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K60 video export SCP sempat spike aja ya ke 93 dan 97 derajat celcius di awal dan akhir. Tapi selain spike dua kali itu suingnya ada di bawah 85 dersus. Oke untuk terima grafik skornya sekarang kita lihat untuk firestke ada di 15.51 poin dan untuk time spy di 6.180 0 poin. Sebagai perbandingan pressor Intel Core Ultra 9 288V itu skor time spnya di 4088 poin. Ini yang IGP-nya dulu terkenal kencang ya. Yang ini jelas lebih kencang daripada yang dulu dianggap kencang. Oke, IGP udah jelas kencang. Jadi langsung aja kita tes buat gaming ya. Ada game-game trip E terbaru juga di sini. Dan hasilnya seperti ini. Oke, untuk suhu kerjanya kita mainkan game Sabang 2077 selama setengah jam. Kita lihat suhu CP dari kesaran 74 sampai 77 derajat celcius dan sempat sekali spike ke 80 derajat Celcius di tengah-tengah pengujian. Untuk suhu permukaan titik terpanas ada di dekat lubang pembuangan udara di kanan atas yang mencapai 53 derajat Celcius. Tapi ini ya namanya juga lubang pembuangan udara panas ya. Kalau untuk permukaan keyboard titik terpanas ada di area tengah dengan suhu di kisaran 37 sampai 42 derajat celcius. Untuk area kanan dan kiri yang sering kita sentuh suhunya itu menarik ya karena bisa tetap ada di kesaran 31 sampai 37 derajat Celcius saja. Kalau untuk Palmres itu aman di 32 derajat Celcius. Oke sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya. Dengan kristal disma kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 7.036 36 MB/ dan tulisnya ada di 6330 MB/. Kencang banget sih ini ya. Udah cocok untuk laptop premium seperti ini. Oke, sekarang kita lihat daya tahan baterainya. Seperti biasa untuk pengujian baterai kita gunakan mode performa di normal berarti sekit 150 dan volume di 25%. Hasilnya saat kita gunakan untuk lokal video playback 1080p baterai baru habis setelah 20 jam 10 menit. Jadi udah mantap ya pakai X86 loh. Ini bisa 20 jam. Oke, lanjut untuk charging testnya. 30 menit pertama terisi di 58%. 60 menit terisi di 93%. Dari kosong sampai penuh butuh waktu hanya 1 jam 36 menit. Ini kencang banget. Harapan kita di 2 jam ini 1,5 jam doang. Oke, sekarang kita lihat untuk harga dan paket penjualannya ya. Laptop cantiknya satu ini mulai dijual di harga Rp26.999.000 Dan semua ini sudah mencakup Microsoft Office Home 2024, gratis langganan Microsoft 365 selama 1 tahun dan garansi 3 tahun yang mencakup 3 tahun layanan dan 3 tahun spare parts. Dan sudah ada juga Acercidental damage protection yang aktif di tahun pertama. Dan yang menariknya dalam periode promo sampai 31 Juli 2026, setiap pembelian Swift tipe apapun dengan harga di atas 20 juta, pembeli akan berhak mengklaim hadiah monitor portable Dual Screen tipe A open Open 16 PD3Q. Ini layar yang unik sekali ya, lihat aja tampilannya. Unik banget. Tentunya Acer juga punya promo setelah 0% up to 12 bulan di toko offline yang bekerja sama dengan Acer. Ditambah lagi untuk pilihan laptop ini sebelum tanggal 31 Juli 2026 juga ada Intel Software Advantage Program dengan bonus yang mencakup gratis langganan Adobe Premiere Pro atau Adobe Creative Cloud Photography selama 6 bulan. Lalu ada gratis game Battlefield 6 dan ada gratis game Everwin. Nah, untuk tiga penawaran ini perlu diklaim dulu ya secara manual melalui website softwareover.com. Oke, sekarang kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. pertama untuk RAM kapasitasnya hanya 16 GB dan karena pakai LPD dari 5X jadi enggak bisa di-upgrade. Tapi mengingat tahun 2026 ini harga memori beneran naik segila-gilanya ya harga laptop ini masih wajar pakai helm 16 gig ya. Apalagi kalau kita lihat laptop kelas premium lainnya yang pakai prosesor terbaru dan RAM-nya 32 gig. Harga itu jauh lebih tinggi dari laptop yang satu ini. Jauh jauh banget ya. Lalu charger bawah terasa saya kurang praktis lah buat di bawah ya. Untungnya kita bisa pakai gun charger yang support power delivery. Kemudian ada tambahan lagi untuk beberapa skenario yang di mana memang e software itu mendorong hanya prosesor doang ya. Ngpush prosesor banget itu suhunya bisa agak tinggi. Tapi secara umum main game sih masih aman ya, masih adem-adem aja. Oke, lanjut untuk sisi menariknya. Desainnya cantik, bodinya ringkas, bobotnya juga enteng banget. Pressor juga beneran kencang parah. Ini pakai Intel Core Ultra X7 358H. Arsitektur baru jadi lebih efisien. Buat multitasking jelas nyaman banget. IGP-nya kencang parah. Udah kayak GPU di laptop gaming yang satu ini ya. Mau editingin foto atau video 4K kencang. Dipakai buat 3D modeling bahkan masih bisa juga. Mau gaming kencang apalagi kalau udah support XISS frame generation yang bikin gameplay-nya makin smooth. Mau jalan aplikasi AI yang ringan pakai NPU bisa banget. SSD-nya juga lega dan kencang banget. Layar OLED, nyaman, dan cocak dipakai. buat apa aja. Baterai irit charging-nya kencang. Setengah jam pertamanya udah hampir 60% ke isi ya. Kemudian walaupun tipis tapi konektor lengkap bahkan punya HDMI ukuran yang besar juga. Lalu dia punya sistem kameraan biometrik dan kameranya juga dilengkapi dengan setter fisik. Kemampuannya juga sangat memuaskan. Wii-nya Wii 7 future proof nih ya. Garansi juga 3 tahun. Spare parts dan layanan lengkap dengan Acer accidental damage protection di tahun pertama. Dan yang mesti diperhatikan tadi, simak aja mundur lagi tadi kalau mau dicek ya. Bonusnya berlimpah apalagi yang monitornya tuh keren banget tuh. Ya, jadi Acerwi Go 14E Pro Edition ini cocoknya buat siapa? Ah, dipakai buat pebisnis atau pekerja kantoran yang butuh laptop ringkas, ringan, tapi tetap powerful banget. Ini cocok ya. Butuh laptop yang cocok buat WFA ini cocok. Baterainya awet. Chargernya bisa pakai gun charger yang ringkas. Kameranya support Windows Studio Effect dan noise canciling-nya mantap benar ya. Mau jadi content creator yang mobile mungkin butuh laptop tipis dan ringan tapi bisa dipakai buat ngedit video sampai 4K. Ini juga cocok banget ya. Atau nyari laptop ringkas tapi tetap kencang buat dipakai gaming. Mungkin pengin main game di manap pun dan kapanpun. Ini jelas bisa ya. Intinya kalau dicari adalah sebuah laptop tipis, ringkas dan ringan yang punya performa seperti laptop gaming. Rasanya Acer Swiftco 14 AI Pro Edition ini sangat layak untuk dipertimbangkan.

Lihat di YouTube