RIVAL TESLA MODEL Y SUDAH HADIR DI INDONESIA! XPENG G6! (YouTube Video)
Akhirnya Peng masuk ke Indonesia. Gua senang banget sama ini mobil karena kisah di baliknya itu keren banget. Jadi ini mobil ya dibuat oleh empat orang foundernya. Nah, salah satunya adalah Heng ya. Dia itu dulu yang punya UC Browser kemudian dibeli Alibaba dan UC Browser sama Alibaba jadi investor awal buat mobil ini. Termasuk juga Lej Xiaomi ya kan Lejun itu juga invest ke Xpeng. Nah, nama Xeng sendiri itu diambil dari He Xia. Nah, kan nama dirinya He Xiaopeng. Nah, disikat tuh jadi Xeng. Jadi, Xiaopeng atau Xeng. Dan nama lengkap dari mobil ini itu namanya sebenarnya bukan cuma Xpeng doang, tapi GXM Guang Chou eh Xiaup Motors. Nah, disingkat jadi Xpeng dan logonya bentuknya kayak gini ya. Dan ini mobil ya, perusahaan tuh benar-benar start up dari nol. Bukan perusahaan mobil yang udah lama dan kawan-kawannya. Enggak. Ini benar-benar dari nol diart dari tahun 2014 dan di tahun 2020 dia mendapatkan pendanaan 500 juta itu dari Capital Ventures dan kawan-kawan. Dan enggak nyampai 2 bulan ya di Agustus itu langsung dapat pendanaan lagi senilai 400 juta dolar. Dan mobil ini ya, perusahaan ini udah listing di Bursa Effect ya, tapi bukan di Bursa Effect Jakarta. Yang pertama ada di Hongkong ya, ada di Hangseng dan yang kedua ada di New York, New York Stock Exchange. Dan waktu mereka perdanaan itu stoknya langsung naik sampai 400% katanya. Wih, gokil ya. Jadi Xpank tuh membuktikan gitu loh, bisa loh bikin perusahaan yang sustain, stabil, eh profitable ya walaupun dia start up gitu ya. Kita tahu FinFast ya kan. Tapi kan VinFas tuh kan grup gede banget terus mereka bikin. Tapi ini enggak. Jadi salah satu foundernya itu tadi dari UC Browser dan yang satu lagi itu dari eh dulu di GAC ya di GAC tahu ION kan. Nah salah satu founder saya itu dulu dia emang researcher di GAC ION ya. Dulu belum ion masih GAC doang. Dan ini mobil pintar juga. Kenapa? Karena dia kan namanya Guangcho Siapeng Motors. Jadi di Cina itu setelah gua perhatiin mobil itu laku juga berdasarkan daerahnya. Contoh kalau di Guangcho kita akan ketemu GAC atau Xpeng tuh banyak ya. Kalau di Wuhu kita akan ketemu Cherry Jaeku dan kawan-kawan tuh banyak. Kalau di Beijing kita akan menemukan mobil Beijing baik dan kawan-kawan tuh banyak. Jadi mobil itu sesuai sama daerahnya gitu. Ada rasa nasionalisme lokalnya. Jadi kayak misalkan orang eh Jogja gitu ya, beli mobil mereknya Jogja, buatan Jogja. Orang Surabaya, Jawa Timur beli mobil buatan Jawa Timur. Itu masih ada kayak-gitunya. Tapi lihat dong, Xeng ternyata berhasil. Dan lucunya adalah yang bawa Xeng ke Indonesia itu bukan pengusaha mobil, bukan. Tapi pengusaha handphone ya. Dia bukan Indomobil, ya kan? Bukan andalan grup, bukan apa-apa tapi dia Era Jaya. Era Jaya untuk smartphone. Beh, udah nomor satu lah ya. iPhone dan kawan-kawan semua lewat Era Jaya. Nah, sekarang Era Jaya masukin mobileng ke Indonesia. Tapi seperti yang gua bilang, Xeng itu e beberapa foundernya dan orang-orang yangcipin duit ke sana. Ada orang Xiaomi, ada orang UC Browser, ada Alibaba, ya kan ya. Makanya yang masuk ke sini juga bukan mobil, tapi handphone Era Jaya. Dan kalian lihat ini adalah Xpeng G6 yang kita pinjam dari Era Jaya. Ya, mobil ini sebenarnya pertama kali launching 2023 dan 2 tahun kemudian di 2025 itu sudah keluar new modelnya. Jadi dia masuk ke Indonesia itu bulan Juni langsung eh launching X9 yang kayak gini sama si G6 ya. Tapi di GIAs 2025 alias di bulan Agustus tiba-tiba keluar G6 Pro yang varian facelift. Jadi yang kita pinjam ini bukan facelift yang nanti kalau kalian beli sekarang udah langsung dapat yang facelift. Hanya dalam waktu kurun waktu 2 bulan saja tiba-tiba mobil masuk langsung facelift. itu kayaknya pemecahan rekor mobil tercepat facelift di Indonesia yang masuk eh kurang lebih sama kayak handphone 2 bulan keluar baru. Nah, apa bedanya yang facelift sama yang non facelift? Ini kebetulan yang non facelift ya. Kalau bumper, lampu dan kawan-kawan sama tapi bagian atasnya beda. Ada sekitar empat perbedaan. Yang pertama lampu depan yang facelift itu dia lampunya itu nyambung dari ujung ke ujung kayak Stargazer. Terus logo X-nya, Xpeng-nya nih yang kedua nih dia pindah ke bagian atas sini. Jadi bukan ditaruh di tengah-tengah sini. Nah, yang ketiga bentuk velegnya beda. Kalau yang ini velegnya mengingatkan kita pada apa? Mercedes Benz ya. Terus yang terakhir di belakangnya ada semacam ducttail ya, di mana yang versi ini dia enggak punya. Nah, tapi kalau misalkan gua lihat video di luar gitu ya, Xpeng G6 yang facelift atau yang di Indonesia dibilangnya G6 Pro itu ada 84 perbedaan. >> Salah satu perbedaannya itu di autonomo systemnya dan suspensinya. Karena katanya shock breakernya beda, pair-nya juga beda di tuning ulang. Jadi ee apa yang kalian lihat di video saat ini itu enggak mencerminkan nanti yang unit datang pas kalian terima G6 Pro. Dan harganya pun juga beda. Kalau yang ini pertama kali keluar di bulan Juli itu Juni. Juni, Juli itu harganya 599 dan yang G6 Pro itu harganya jadi 619. Jadi beda sekitar Rp juta dibandingkan dengan varian yang non facelift. Nah, gua belum tahu juga apakah ketika J6 Pro keluar yang ini discontinue dan mobil ini itu akan dirakit di handal motor Indonesia. Jadi sudah rakitan lokal. Nah, ini dia kuncinya si Xpeng G6 ya. Jadi belakangnya itu kayak silver metal, depannya seperti ini. Sekarang kita bahas desain lebih detail ya. Jadi sebenarnya kalau di Cina sana ini mobil tuh bisa nyetir sendiri jadi canggih banget dan eh Xpeng itu emang punya divisi khusus buat robotik buat dia bisa jalan autonomous sama ada divisi buat ee taksi terbang ya itu juga ada. Nah, kalau kalian lihat dia tuh sensornya banyak banget ya. Jadi kurang lebih mirip kayak di Cina. Cuma versi yang Indonesia di atasnya itu enggak ada gundukan buat leadar sensornya ya. Karena juga buat apa ada leidar di Indonesia. E di Indonesia kalau ada mobil autonomoos mobilnya baru sehari langsung rusak kali jalannya berantakan ya kan. Nah ini kita lihat di bawah radarnya itu enggak di tengah ditaruhnya tapi radarnya ada di sini. Biasanya kan bar mobil taruh tengah ya dia radarnya ada di samping kiri kanan. Kemudian dia punya sonar ya 1 2 3 ya. Jadi depan itu ada 6 sonar, belakangnya ada enam. Jadi ada 12 sonar. Nah, kameranya itu juga banyak. Betul. Nih, di sini ada kamera buat kamera 360. Di atasnya ada dua buah kamera juga kiri kanan. Nah, kemudian di sebelah kanan sini ada bulutan, ada sensor ya seperti biasal sensor buat itu ya buat lampu sama rain sensing. Kameranya ada di bagian depan kiri kanan sini ya. Ini biasanya dipakai buat yang mobil-mobil udah bisa autonomos di Cina ya. Gua pernah nyobain waktu itu. Terus sama di bagian sini ya itu ada kamera buat kamera 360-nya. Jadi di samping aja kameranya ada tiga. Jadi kiri kanan kameranya ada en. Jadi kalau di tootal kameranya ada berapa? 1 2 3 4 5 6. Banyaklah pokoknya kamera semua. Dan ke samping ini nih yang gua bilang eh banyak yang enggak suka sama desainnya MercedesBenz EQ ya kan karena bentuknya kayak telur biar air dinamis. Sebenarnya desain telur itu bagus-bagus aja contoh Xpeng ini cuma eksekusinya menurut gua yang salah dari Mercedes-Benz sehingga kelihatannya jadi kurang gimana gitu. Nah, lihat dong. Atau mungkin Stargazer lah. Beginilah kalau kalian mau bikin Stargazer facelift tuh dibikin modern bukan berantakan kayak gitu. Ini ini bagus banget. Gua suka sama desain depannya. belakangnya, sampingnya. Meskipun dia desainnya aerodinamis, telur yang banyak orang enggak suka, tapi ketika Xpeng itu bikin mobil ini aerodinamis, ya ini desainnya bisa bagus tuh. Terus dia juga sebenarnya crossover, jadi dia punya overfender, tapi overfendernya itu sewarna body. Jadi coba dikasih hitam di bagian sini, habis itu sewarna body. Bannya pakai Micheline Pilot Sport EV. Ukurannya 20 inci ya. Ini 25545 R20. Jadi kalau misalkan gua mau kriminal ya, ini ban bisa gua oploss ionic gua. Astagfirullah. Jangan. Ini peleg desainnya bagus agak-agak mirip Mercedes Benz sama kalau kita lihat cakramnya itu besar sekali dan kalipernya warna silvernya tuh mengkilat. Wuh keren. Nah bautnya ini juga rapi banget ya. Laknutnya juga tuh lihat tuh baut-bautnya bagus ya. Rasanya mahal. Sama kalau kita lihat kaki-kaki depannya, wah ini baru cakep ya linernya ya. Inner vendernya itu pakai karpet ya, bukan plastik. Jadi buat meredam juga bagus. Sama tuh lihat kaki-kakinya. Ini mobil harganya ee R99 R00 juta. Tapi dia pakai double wish bone dan aluminium loh double wish bone-nya tuh. Wih, cakep ya. Kerasa gitu mahalnya pas kita lihat kaki-kakinya. Ke samping ya. Mobil aerodinamis kelihatan modern dia pakai pintu yang gagangnya kayak gini. Gua kurang begitu suka, tapi lama-lama udah biasa. Sama dia punya nih kaca ya, double glass-nya. Ini enggak cuma sekedar double glass, tapi double glass-nya super tebal ya. Dan dia dibikin frameless jadi cakep pas dibuka. Terutama pas kita turunin kacanya ais bisa flat. Cakep benar. Begitu pula dengan belakangnya. Dia sama-sama frameless tapi kalau kita turunin dia gak bisa flat. Nah, dia cuma segini aja. Tapi dilihat nih kacanya ini dia enggak double glass, tapi ini lebih tebal dibanding kaca double glass beberapa mobil loh. Tebal banget kacanya. Jadi emang premium berasa banget nih mobil. Nah, tutup. Sama kalau misalkan kita mau buka chargernya itu bisa dari tengah, bisa dikunci atau ini sebenarnya enggak ada enggak ada tanda apa-apa ya, tapi kita bisa tekan di sini. Karena di sini ada tombol di dalam itu kayak ada tusukade gitu buat kita nekan ini. Nah, yang jadi keunggulan dari mobil ini juga dia ngecasnya cepat karena dia arsitekturnya udah 800 volt. Jadi kurang lebih sama kayak Aonic 5 dan dia bisa sampai 230 kW makanya ngecasnya cepat. Nah, ini desain belakangnya ya. Kalau kalian lihat dia tuh dari ujung kaca depan ya ke atas sini ya. Ini kaca lagi warnanya hitam lagi sampai ke sini. itu kayak kayak satu bagian gitu hitam semua dari ujung ke ujung itu kayak simless dan bagian spoiler belakangnya itu dibikin floating jadi kayak hitam gitu. Wih keren ini desainnya mantap. Nah, ke belakang enggak semua orang suka tapi gua suka ya desainnya seperti ini. Dan untuk yang facelift seperti gua bilang tadi ada ducttailnya. Sisanya semua sama. Lampunya sama ada tulisan Xpeng di sini keren. G6-nya ini agak kegedean tapi okelah. sama dia punya wiper belakang itu ngumpet ditaruh di atas tapi pas dia nyapu ternyata gak terlalu gede. Cuma segini doang yang kesap. Terus dia ada kamera di belakang sini ya. Kalau misalkan kita mau buka tinggal dipencet bagian bawahnya dia akan kebuka bagasinya dan bagasinya cukup besar ya. Ini karpet mobilnya ya. Ini mobil testing jadi agak berantakan. >> A few moms later. >> Nah, bagasinya cukup luas dan kita dapat ini nih ya separasi ya. T no covernya di belakang. Tutup lagi. Nah, ini kalau kita lihat dia tuh cukup lega. Sama ini ada karpet bawaannya belum dipasang. Tolong floor matte Xpang. Nah, ini kalau kita buka bawahnya ada storage lagi yang cukup besar. Termasuk kita dapat chargerannya di sini ya. Sama ini ada e repair tool assembly buat ban. Jadi dia enggak ada ban serep. Jadi kalau misalkan kita mau nbel itu ada di situ ya. Terus kita juga dikasih vest kalau misalkan kita ada darurat di jalan pakai baju beginian kuning biar kelihat kita kelihatan di jalan enggak dihajar sama orang dan Xpeng itu kalau di Cina tuh jadi mobil mewah sebenarnya dan kita lihat dari bagasinya udah kelihatan mewahnya kayak contohnya nih tuh dia hook buat pintu belakangnya itu ada covernya kayak gini kalah nih palis terus blue-nya nah cakep blue-nya nah terus di sini lihat ada subwover berapa inchci nih gede banget tuh tangan gua aja enggak muat sama di sebelah kiri kanannya ada speaker lagi. karena emang speakernya ada banyak. Nah, sekarang kita masuk ke dalam. Kita mulai dari bagian belakang dulu. Oke, yuk kita sekarang ke belakangnya. Dan seperti yang gua bilang tadi ya, eh karpetnya belum dipasang. Dari di belakang sini kita akan dapat leg room yang lega. Headro juga lega sekali tapi atap kacanya ini pakai full kaca, tidak ada penutupnya ya. Masuk langsung nyala. Dia enggak pakai push start stop engine button. Jadi kita masuk, dia langsung nyala, AC-nya dingin. Ada di sebelah kiri kanan sini buat di belakang ya. Terus kalau misalkan kita terasa terlalu tegak, kita bisa mundurin ya. Nah, dan ini jaraknya lumayan panjang. Kemudian kita bisa buka amres di bagian sini. Pencet buat keluar cup holder elegan. Ya, itu kelasnya kayak kelas BMW, Mercy gitu ya. Set. Gua suka pay attention to detail dari mobil ini. Itu bagus banget ya. Ini mobil kelihatannya warnanya hitam suram murem-burem. Tapi kalau kalian perhatiin secara detail itu pemilihan bahan, build quality-nya sama desainnya itu cakep banget. Gua suka pegang di atasnya ini juga bahannya bagus kayak kita megang Audi atau semacamnya ya. Door trim-nya bagian sininya, tutupan speakernya ya. E bagian sini masih plastik tapi enggak masalah. Ini bagian sini itu Alcantara ya sama bawahnya baru pakai kulit dan bawahnya ini bahannya sama kayak speaker yang di atas. Cakep ya. padu padannya pas gitu ya. Terus juga ada varian yang interior warna putih itu bagus banget. Terus ini kulitnya kalau kita pegang ya dia kulitnya kayak nap ya. Sama di bagian sininya nih tuh dibikin suat cakep. Detail-detailnya ini cakep banget. Dan di belakang sini kita juga dapat pemanas kursi tapi enggak ada pendinginnya. Dia juga sudah pakai allot window, ada USBC di sebelah kiri kanan sini ya. Dan kalau kita mau buka pintu dia itu benar-benar full digital ya. Jadi eh Xpang G6 ini dia tuh mau ngelawan Tesla model Y. Jadi apa yang ada di Tesla itu ditaruh di sini termasuk yang kurang-kurangnya dari Tesla gitu. Kayak misalkan Tesla kan penginnya semuanya full digital nih tombolnya digital. Nah. Nah kalau kita tutup biasa aja sih. Tapi kalau misalkan dari keadaan darurat kita mau keluar gimana caranya nih? Sini coba dari sini. Di sini ini ada plastik ya lihatin. Nah kita pencet bagian sini. Nah, baru kita buka tarik gini ya. Seperti biasalah ya, mobil makin canggih, makin ke Tesla-teslaan. Sesuatu yang gua enggak suka di Tesla ada juga di sini. Sekarang kita ke depan. Ah, yuk tutup. Dia maju ya kan. Tapi untuk setirnya dia masih manual ya. Kayak gini. Beginilah interiornya. Kalau di foto di video itu kelihatannya biasa aja. Pas kita masuk, gua suka sama desain-desainnya ya. Eh, build quality, material, dan kawan-kawannya itu bagus ya. Attention to detailnya bagus. Kecuali satu hal ini udah sempurna lah. Gua enggak nemui ada yang aneh-aneh. Kecuali di sini nih. Ini tuh kayak agak renggang di bagian atasnya, bawahnya ya begitu. Tapi sisanya gua enggak ada komplain ya. Door trim-nya gua suka ya. Bagian-bagian tombol-tombolnya gua suka dan kawan-kawannya ya. Tapi seperti biasa Tesla sangat Tesla sekali dan yah begitulah. Contoh AC ya. AC-nya dia ventilasinya gini aja enggak ada tombol atau apa buat ngatur-ngatur. Jadi kalau kita mau ngatur AC kita pencet di sini ya. Ini buat temperatur ee bisa kita geser-geser gini tapi untuk kecepatan enggak bisa. Jadi kalau misalkan kita pengin ada tombol fisiknya itu enggak ada sama sekali kecuali di sini. Jadi, tombol yang sebelah kiri itu bisa jadi tombol AC juga. Kalau misalkan kita kanan, nah dia kecepatan hembusannya naik. Kalau kita mau ngatur ini temperatur tinggal diputar atas bawah seperti ini, ya. Tapi kalau misalkan kita pengin yang lengkap, masuk ke sini, pencet sekali, habis itu pencet ke yang tiga titik ini. Baru kita bisa atur arah semburan AC-nya ke mana. Sama kayak BYD Seal sih sebenarnya sih ya. Dan ya itu agak sedikit rese ya. termasuk mau dibuka tutup juga bisa gitu. Jadi kalau mau tutup tinggal dipencet tek buka. Nah, kurang lebih kayak gitu. Nah, ini seberapa kencangnya ada di sini. Devoger dan kawan-kawan arahnya ada di sini ya. Terus ada auto assessing sama ada buat maximum hot sama maksimum dinginnya. Seats and steering wheel kita pencet di sini. Penghangat sampai ke belakang. Pendingin ada di depan doang sama ada penghangat buat setir. Ya, gua suka sih bentuknya bagus ya, desain-desainnya bagus dan kawan-kawan cuma kalau dikasih tombol fisik ini pasti jauh lebih bagus ya. Terus enggak cuma itu. Nah, ini kalau versinya lagi santai ya. Tahu enggak sebelah kanan kita itu sebenarnya enggak ada mobil ya. Tuh, lihat ada mobil enggak? Enggak ada kan? Tapi dia ngedeteksi ada mobil karena ada pantulan kaca. Jadi dianggapnya sebelah kanan itu ada mobil ya. Visual itu penipu. Nah, ini kita lihat di sini ada tiga tombol buat trang buka belakang dari sini ya. Sama ada buat e charging. [Musik] Nanti kalau kita pencet dia akan terbuka charging port-nya. Sama indikator dia ngunci atau enggak itu adanya di sini. Nah, ada tombolnya buat buka kunci. tutup di sini. Ada ee di door trim, tapi indikatornya adanya di sini. Iya. Enggak ada lagi loh. Jadi kecanggihan. Tesla memang bagus, tapi enggak semuanya harus diikutin sama Tesla. Terus kita tinggal tarik dari atas. Ini pengaturan lebih lengkap ya. Even buat nyalain lampu. Ini kan ada lampu nih ya. Kalau kita tas seperti ini. Nah, baru mati ya. Ada SOS-nya juga sama ada buat matiin mesin di sini. ya. Tapi kalau misalkan kita mau nyalain dari depan ke belakang ya, ini kita buka dulu dari atas ke bawah. Reading lights kita pencet nanti dia akan nyala semuanya sampai ke belakang ya. Automatic headlights kita nyalain ya karena kalau enggak nanti headlights-nya mati. Terus buat ngatur jok ventilasi untuk memanas ada dari sini ya. Eh chart lock juga bisa dari sini ada 360 kameranya dan kawan-kawan overspeed alarm bisa diatur dari sini juga termasuk buat ngatur spion ada di sini juga. Nah, terus ini ada shortcut misalkan buat 360. Ini buat aplikasi, musik, e settingan mobil, sama home-nya ada di sini ya. Ini arrangementnya juga bisa kita ganti-ganti nih. Tuh, taruh sini. Terus ini ada aplikasi yang bisa kita masukin. Jadi kalau kita keektin ke ee hotspot ya, kita bisa buka YouTube ya. Ya, kurang lebih mirip-mirip kayak handphone lah ya. Ini enggak ada koreksinya aja nih. Oke, lanjut. Terus juga settingan dari mobil ini ada banyak sekali. Kalau misalkan kita bahas semuanya itu bisa banyak sekali yang bisa kita bahas ya, jadi satu video sendiri ya. Tapi intinya adalah ini untuk vehicle-nya ya. Energy curve-nya bisa kita lihat ya. Dan kawan-kawan dan kawan-kawannya, front wiper maintenance mode. Jadi kalau kita mau ganti karetnya, pencet ini dulu. Automatic front wipernya dimatiin dulu. Nah, set. Nah, ini buat kita ganti karetnya nih. Termasuk yang belakangnya. E, rear wiper itu juga buat gantinya seperti itu. Kita set lagi di auto wiper-nya ya. Untung wipernya masih ada tombolnya ya. Terus window dan kawan-kawannya bisa diatur juga dari sini. Lights ini juga ada. Dan kita bisa atur ketinggiannya dari sini juga ya. Ada seat buat kursi. Adjustmentnya, memorinya juga bisa kita atur dari sini. Drive eco standar sport itu bisa diganti dari sini ya. Tuh ada launch mode juga. Jadi buat dapatin 100 yang under 7 detik itu bisa pakai launch modenya di sini. Power steeringnya kita pakai sport saja. Brake pedal F-nya kita pakai comfort. Regeneration-nya juga bisa pakai X pedal ya, kayak e pedal gitulah. Nih kita bahas. Yuk dan kawan-kawannya. Dan kawan-kawannya semua ada di sini termasuk juga passenger airbag-nya ada di sini. Real time. Wah, driving ris alert sound matiin. Eh, starting reminder. Oke, enggak apa-apa. Assistance ya, active safety-nya. Xilot-nya ada ya. Kalau di Cina nih lebih canggih lagi bisa sampai nyetir sendiri ya. Tapi di sini enggak bisa. E line centering control auto line change parking. Dia juga bisa parking otomatis. Ini cakep sih ya. Voice assistant high expay intelligent imaging transparent sasis. Ini kamera 36C-nya emang bagus banget sih. Chargingnya discharging. Terus dia hardware-nya kenapa dia bisa cepat dan set-set seperti ini? Karena dia pakai Nvidia bawaannya. Oke, ini kamera 360 seperti ini bentuknya ya. Bisa kita ganti lagi. Ini empat kamera yang tadi tuh bisa dipakai tuh. Nih, ini bisa kita jadiin empat seperti ini ya. Oke, lanjut. Nah, ini bisa kita lihat ada speaker lagi di bagian atas ini karena emang speakernya ada 18 banyak banget. termasuk yang ada di bagian sini nih. Jadi ada speaker di headr-nya. Tapi kisi-kisinya di mana ya? Gua gak nemu kisi-kisinya apa di lubang-lubang sini kali ya buat speakernya karena dia ada speaker private di bagian e head rest-nya. Terus tempat penyimpanan. Nah, sayangnya tempat penyimpanan di mobil ini tuh enggak banyak. Jadi dia tuh enggak ada laci di bagian depan sini ya. Tapi bagian bawah dia tempat penyimpanannya besar sama ada blue-nya di sini. Jadi ini bukan bukan karet tapi dudru ya. War charging ada dua kiri kanan 50 watt. Sama kalau misalkan kita masukin HP dia tuh ada bunyi kipas karena di sini ada kipasnya buat pendingin karena fast charging itu pasti panas kan. Nah sama Xpeng dikasih pendingin. Cup holder ada gede kiri kanan sama di tengahnya bisa kita buka. Nah dalamnya juga full blue mewah ya. Bagus. Gua kalau untuk kemewahan di mobil ini enggak ada komplain ya. Tapi ya itu storage-nya emang enggak terlalu banyak. Oke, sekarang kita jalan aja dulu pakai mobil ini. Sekarang kita mau cari makan siang. Nah, yuk. Ini sebenarnya kita videoin yang terakhir gua karena kelupaan ngasih tahu kalau kap mesinnya dibuka dia tuh enggak ada space lagi. Udah cuma begini aja tulisan Xpeng. Ada fin, ada buat kita naruh air wiper di sini. Tapi sebenarnya ini kalau kita intip ya. Jadi kalau kita buka di bagian sini, ini kan ada aki sama kita bisa ngintip sebenarnya. Itu tuh ada space di sini buat kita bisa isi barang-barang sebenarnya kalau misalkan si Xpeng ini enggak bikin dia tuh jadi rata kayak gini ya. Dibikin coak sedikit aja lumayan bisa buat taruh-taruh tas kecil itu pasti membantu. Dan plat bodinya tebal-tebal khas mobil Tiongkok enggak dihemat-hemat. Oke, sekarang kita dipang dan kita nyalain AC dulu lebih kencang ya, karena panas banget hari ini. Nah, untungnya si Xpeng ini baik ya, jadi bawaan dari mobilnya itu udah dikasih kaca film semuanya. Tapi ya seperti biasa mobil-mobil dengan atap kaca ini ya walaupun gua tahu dia sudah pakai kaca yang bisa menolak panasnya itu bagus gitu. Jadi tanpa kaca film pun juga udah bagus tapi tetap aja kacanya itu kan panas ya. Jadi ada kayak heat wave di atas gitu kayak kalau siang-siang panas gitu kayak ngariung gitu ya. Even ya e beberapa kali gua pakai mobil kayak gini termasuk yang ini ya. Ee kita tadi habis kena panas masuk ke yang ada atapnya. Harusnya udah enggak panas dong. Tetap ini kan kacanya panas ya. Tetap masih ada ngungunga gitu masih ada berasa gitu. Jadi ee satu hal kalau misalkan kalian pengin modifikasi mobil ini menurut gue yang paling wajib pertama kacanya dikasih kaca film tambahan atau ee harusnya sudah ada yang kalau mobil aku ya harusnya dia ada yang bawa ee apa tutupan yang otomatis gitu loh. Kayak misalkan BYD Seal juga kan dia atapnya kaca kayak gini ya. Itu udah banyak yang jual aksesorisnya buat nutup kaca bagian atasnya. Dan gua herannya ya ee waktu gua ke Cina musim panas di Cina itu panas sekali ternyata Bapak Ibu ya gua pikir ya kaca gini tuh enggak cocok buat Indonesia ternyata buat Cina pun juga kalau lagi musim panas juga menurut gua enggak cocok loh pol panasnya pol kemarin tuh hampir 40 derajat 39 derajat flack like-nya 45 derajat astagfirullahalazim panas banget jadi enggak tahu yang pro apakah ada tutupannya di atas tapi kalau misalkan ada tutupannya Uh, terima kasih sekali karena ini sangat kepakai. Kemudian kita bahas soal mobilnya ya. Banyak orang yang enggak suka dengan setirnya yang bentuknya kayak aneh kotak begini. Tapi setelah gua pakai lama ternyata enak. Jadi setir model kayak gini, tangan kita di sebelah kiri, tangan kita sebelah kanan itu kayak pas gitu ya, e amres-nya. Terus taruh di sini tangannya. Ah, enak banget ini setirnya. Ternyata lucu ya. Tuh. Kita dikiranya ngantuk ya, karena di dalam tuh ada kamera dari sebelah kanan sini dari pilar. Dia ngelihat ke kita pakai infrared. Nah, dia tahu tuh kalau kita ngantuk, kita merem, kita main HP itu dia langsung ngasih ngasih warning. Ya, seperti biasa mobil-mobil canggih zaman sekarang terlalu banyak warning-nya. Tapi gue yang suka dari mobil ini adalah dia tuh kalau ngasih warning suaranya itu elegan kayak enggak ganggu dan enggak annoying kayak tektek gitu tadi gitu-gitu ya. Biasa aja suaranya tuh enggak intenusif yang kayak tit tit atau apa gitu. Aduh yang suka bikin ganggu ya. Ini suara suara dia ngasih apa namanya warning itu kayak sopan gitu loh. Menyenangkan jadinya gitu ya. Nah terus dia punya speedometer di bagian tengah sini besar. Eh, ngih tahu dia hijau. Dia bisa baca tadi hijau. Tulisan lurusnya berubah jadi hijau loh. Oke. Gua gak notiis dari kemarin. Gua ngenotisnya kadang-kadang suka ada kuning, suka ada merah ya. Ternyata itu nyambung sama ee lampu merah. Tapi memang kalau di Cina itu sudah terlalu canggih ya. Jadi si Xpeng ini tuh petanya udah bisa terintegrasi dengan lampu merah dan angkanya itu real time. Jadi misalkan lampu merahnya ada angka nih di speedometer sini ya di bagian layar tengah sama speedometer itu juga ada angkanya berapa dan kalau misalkan kita pakai Android Auto yang di sebelah kiri sini dia juga bisa ngelihatin ee belok kiri kanannya berapa meter lagi juga ada. Jadi informasinya lengkap yang kurang cuma dia enggak ada headup display-nya di bagian atas. Nah, terus pengoperasian speedometer ini juga agak sedikit unik ya. Di sebelah kanan kita akan menemukan tombol ini. Tombolnya dipakai buat ngatur audio dan kawan-kawannya. Yang sebelah kiri dipakai buat ngatur AC. Nah, tapi kalau kita pencet D du dua kali, D sekali dia jadi cruise control, Dua kali dia jadi nyetir otomatis ya. Dan adasnya land keeping assist ada troller juga canggih. Jadi udah levelnya lebih tinggi dibandingkan dengan mobil yang ada di pasaran. Sekarang kita bisa nyusul lewat kiri atau kanan pakai lampu sein. Kalau misalkan depan kita lambat, kita ada Land hogger, pencet lampu se kiri aja. Nanti dia akan ngecek apa belakangnya ada mobil. Kalau enggak ada, dia akan bisa nyusul. Udah kita tinggal santai aja. Tapi yang pasti setir kita itu harus tetap dipegang. Kalau misalkan enggak dipegang dia ada warning-nya juga. Nah, terus informasi di balik kiri kanannya ini juga bisa kita atur. Caranya gimana? Kita tahan lama. Jadi, ini tombol e rollernya ini tinggal tekan yang agak lama. Nah, nanti bisa kita ubah yang tengahnya. Bisa smart drive seperti ini atau kita bisa bikin jadi map seperti ini, ya. Terus yang kita putterin nih rollernya nanti akan berubah jadi informasi ya eh power yang kita gunakan, TPMS-nya sama ada kecepatan ada di situ juga. Kalau di sini kita keluar kecepatan, maka di tengah sini kecepatannya akan hilang. Tuh, sebelah kiri pun juga sama. Jadi, kalau kita putar informasinya bisa dibikin sama yang sebelah kanan ya. TPMS-nya dua biji kiri kanan gitu. Buat apaan ya? Nah, ini kita yang kirinya buat kecepatan aja lah. Jadi seperti ini. Jadi, eh informasinya tuh berguna yang bisa kita atur gitu ya. Cuma memang kalau BMW itu ada namanya produk genius. Jadi ada sales, ada produk Genius. Produk genius itu dia yang menjelaskan tentang produk, cara menggunakan, dan kawan-kawannya. Karena mobil-mobil canggih seperti ini itu banyak ee trik-trik atau teknik-teknik untuk mengatur sesuatu yang emang kita harus diajarin atau kita harus baca buku manual. gitu. Kalau misalkan kalian enggak ngerti gitu ya, ini gimana caranya ya kan. Nah, berhubung gua orang yang suka ngulik gitu, gua cek dulu beberapa hari ini gimana caranya segala macam baru gua bikin video. Jadi gua ngerti beberapa hal di mobil ini yang ee enggak usah mobil peng ya. Gua kadang-kadang beberapa orang tuh gua ini tuh gua enggak suka mobilnya gini-gini lah. Lu atur aja. Emang bisa? Ya bisa. Jadi ini kita udah ngomongin driving impression, tapi yang dia bahas semuanya teknologi. We karena emang mobil Tesla sekali ya kan. Apa yang ada di Tesla, pengoperasian yang ada di Tesla ada di mobil ini. Cuma untungnya tombolnya enggak kayak Tesla. Tombolnya tuh lebih manusiawi. Kalau Tesla kan pakai bulatan gitu yang kalau kita pencet kiri kanan itu agak repot ya. Nah, ini tuh enggak. Sama ada tombol bawahannya di sini nih. Sip. Kemudian posisi duduknya ini kursinya tuh enak, empuk ya, terus juga lebar. Bagian sininya juga tapi ini bagian tengahnya sini tuh kayak agak kurang supportif ya. Sisanya oke, sama headr-nya agak sedikit keras. Terus untuk kursinya ya, kita dapat pengaturan tombol di sebelah kanan sini ya. Begitu yang sebelah kiri dia sudah elektrik juga. Untungnya ee pengaturan kursinya enggak aneh-aneh ya. Dan ketika gue nyitir mobil ini, seperti biasa gua suka mobil dengan visibilitas bagus. Mobil ini visibilitasnya lumayan bagus meskipun dia modelnya kayak telur gitu ya buat aerodinamisnya biar bagus ya. Karena dia itu eh coefisien of drag-nya cuma 0,24 aja. Itu bagus banget. Jadi sangat aerodinamis. Biasanya mobil-mobil zaman sekarang itu yang aerodinamis itu di 0,29. Beberapa tahun lalu bisa 0,29 tuh udah hebat banget. Sekarang 0,24 tuh kayak wow 0,24. 29 jadi biasa aja tapi ini sangat aerodinamis. Nah, pilarnya ini gede tapi lumayan tegak dan posisi kita tuh lumayan ke depan ya. Jadi dashboardnya tuh enggak sepanjang itu. Kita tuh ngelihat kiri kanan tuh gampang. Nah, sama ini spionnya itu dia tuh di pilar sebenarnya ya, bukan di body tapi karena dia lumayan keluar jadi kita bisa lihat di tengah-tengah itu ada sela-sela. Tapi ini spionnya itu lebar sekali. Jadi, mobil ini punya lebar itu 1,92 mampir 2 m. Secara dimensi ini mobil memang pas kita duduk gitu ya rasanya enggak terlalu lebar, tapi pas kita lihat dimensinya, kita lihat angka-angkanya, gila ini mobil lebar banget. Mungkin salah satunya juga karena si spionnya itu dia panjang banget ya. Suara klaksonnya enak ya, rasanya Eropa sekali. Dan mobil ini udah kita bawa dari Jakarta ke Klaten juga. Tapi waktu itu ganti-gantian sama anak kantor. Terus yang gua suka dari mobil ini juga adalah kalau kita pencet lampu se dia tuh ada layarnya di speedometer berubah jadi spion. Ini gua suka banget. Biasanya yang punya kayak gini itu cuma Hyundai. Kalau kita pencet ee lampu sein ya, kiri kanan, dia langsung berubah jadi kamera. Tapi di mobil ini juga sama persis tuh ya. Emang dia beda ya, lebih kecil dan ngotak. Tapi ini menurut gua udah sangat ngebantu banget. Dan biasanya kalau udah pakai beginian lu akan jarang lihat spion ya. Jadi sebenarnya spion dilipat aja tuh sebenarnya enggak masalah karena dia ee fold. Dia ngambil kameranya itu dari kamera di body bukan kamera yang ada di spion ya. Ya, tapi pas kita lipat juga kamera 360-nya juga enggak ikut kelipat kok. Jadi aman ya. Kita buka kamera 360 juga masih bisa enggak terdistorsi gitu. Ini bagus nih. Kapan lagi kan ngelihat gua nyetir spionnya gua tutup. Tapi emang gambarnya bagus sih. Dipakai di malam pun juga gambarnya tetap bagus. Nice. Oke, lanjut lagi kita bahas mobilnya. Nah, sekarang driving-nya gimana, kenyamanannya gimana? Tadi kita udah ngomongin tentang how to operate-nya, betapa canggihnya mobil ini, ya kan? Sekarang gua mau ngomongin spesifikasi dulu ya. Karena jujur ini mobil agak membingungkan sebenarnya karena eh waktu launching kemarin dia cuma punya satu harga yaitu 619. Entah itu buat standard range atau yang long range. Tapi kalau kita buka website-nya dia ada dua pilihan yang standar range sama long range. Nah, pas kita download browser-nya dia cuma ada yang standar range aja yang long range-nya enggak ada. Nah, kalau kita mengacu pada browser yang ada di website dan untuk yang varian yang standar range only ya, dia pakai baterai dari litium ferosfat punya penggerak RWD dan tenaga mesinnya 258 HP 440 Nm torsinya 0 ke 100 hanya dalam waktu 6,9 detik saja. Dan untuk range-nya dia itu 435 km dengan baterai 66 kWh dan 435-nya itu kabar baiknya menurut WTP bukan NEDC ya. Kalau NEDC mungkin sekitar 500 ya dan sebelah kanan kita ada kereta bisa pas begitu ya. Dan untuk yang long range itu baterainya sekitar 80 kWh ya. Ada dua versi, ada yang LFP sama NMC. Gua berharap yang masuk Indonesia itu yang LFP. LFP memang lebih berat dibandingkan dengan NMC. NMC ini sebenarnya lebih bagus, lebih mahal ya, cuma ee resiko terbakarnya lebih tinggi dan degradasinya itu enggak sebagus LFP umumnya ya. Tapi eh yang masalah dengan baterai NMC adalah dia kan kandungan nikelnya tinggi. Beda sama LFB yang udah enggak pakai nikel ya. Kalian tahu sendiri kan penambangan nikel di Indonesia seperti apa gitu ya. Jadi, gua lebih e senang kalau mobil listrik itu pakai basisnya LFP karena enggak menggunakan nikel ya. Jadi, kurang lebih seperti itulah soal baterai. Jadi, kalau teman-teman pengin beli mobil listrik, pengin yang lebih ramah lingkungan, gua saranin beli yang LFP aja ya. Baterainya dicek dulu apa tuh. Kalau untuk performance menurut gua ini udah lebih dari cukup ya. Ya, bayangin 0 ke 100-nya menurut Brosur itu 6,98 detik ya. 6,9 detik kok. 6,98 6,9 detik. Dan kalau di website itu 6,2 detik. Mana yang benar? Harusnya gua bawa alat dragi cuma ketinggalan ee di Jakarta. Jadi kita enggak bisa ngetes 0 ke 100-nya. Tapi menurut browser yang ada di website eh di website-nya ya itu 6,2 detik. Nah, tapi lebih akuratnya harus kita coba lagi. Tapi 6 detikan, 7 detikan itu udah kencang banget ya. Udah lebih dari cukup. Gua rasa orang jarang yang sampai bawa itu sekencang itu ya karena juga bahaya juga. Dan eh beberapa mobil listrik juga 0 ke 100nya 3,8 detik tapi enggak dibekali dengan stopping power yang cukup. Nah, mobil ini remnya bagus. Dia punya grip yang cukup dan kita ketika kita ngerem itu juga mumpuni remnya. Hanya saja untuk feelingnya ini agak sedikit sensitif ya. Kalau misalkan dibikin lebih eh halus lagi itu pasti lebih enak. Kalau untuk pedal gas gua enggak ada komplain ya. Pokoknya untuk driving dynamics ini so far mobil oke banget loh. Handling-nya oke, kursinya oke, buat jarak jauh juga enak ya. Kecuali yang belakang ini tadi agak kurang maju sedikit aja. Kisahnya gua enggak ada komplain. Terus juga mobil ini lebar seperti yang gua bilang ya. Pas kita bawa pakai jalan-jalan gitu ya, kayak rasanya tuh enggak selebar itu. Padahal lebar banget. Handling-nya juga akurasinya bagus ya. Ee nih lihat tuh e responsif ya. Balik sendirinya tuh juga enak gitu. Suspensinya kalau dipakai di tol itu enak, nyaman. Lewatin speed bump, lewatin ee apa sambungan antar jembatan itu enak ya. Even di MBZ pun buat gua ini mobil masih enak. Nah, cuman kalau kita pakai di kecepatan rendah dan jalannya agak kurang bagus, menurut gua dia eh sedikit bouncy ya. Jadi dung dung dung dungnya gitu berasa gitu ya mikro-mikronya dan lompatan terlalu cepat. Kayaknya si pernya itu terlalu kencang dia. Kalau pernya dibikin lebih lemas dikit kayaknya lebih enak sih ya. Tapi sekali lagi ini varian yang G6 biasa. G6 Pro. Kalau gua baca di luar itu dia kaki-kakinya, shock breaker sama e pairnya, spring rate-nya itu beda semua. Jadi harusnya lebih bagus ya. Mungkin nanti kalau misalkan yang G6 G6 Pro udah ada unit buat ngetesnya, itu harus kita coba. Dan peredaman kabinnya pun juga bagus. Suara luar, suara kolong, suara angin itu kedap. Bahkan waktu kita di tol itu bawa 140, 150 enggak kerasa waktu kita lihat speedometer loh sudah 140 padahal di dalam tuh masih santai gitu ya. Enak dan adasnya pun juga bagus ya. Jadi kalau kita e bawa jarak jauh ya, misalkan kalian butuh mobil yang suka dipakai jarak jauh misalkan tiap hari jalan dari Bandung Jakarta gitu ya, Bandung Cirebon gitu kan. Ini mobil sih buat jalan di tol, nyetir sendiri itu enak banget. Adasnya pintar ya. Benar-benar kita udah tinggal klik dua kali udah nyetir sendiri santai kitanya. Parkir juga bisa sendiri. Emang enak sih ini mobil tuh terasa mahalnya tuh ketika kita bawa ini mobil rasanya enggak kayak mobil Rp00 juta, rasanya kayak mobil miliaran. Itu sih yang gua senang dari itu mobil tuh ketika kita bawa itu rasa premiumnya tuh melekat banget gitu. Even e tahu Lexus RZ? Enggak. Enggak tahu kenapa gua lebih suka ini dibanding Lexus RZ ya. Nah, untuk audionya dia pakai Exopera, suaranya enak ya. Tapi untuk sekelas level Harman Cardon belum sampai ke sana. Mungkin bisa dibilang kayak BOS yang premium yang kayak dipakai di Palis atau semacamnya, tapi belum sampai se Harman Cardon sih gitu. Nah, ini kalau udah jalan gini nih jalan 70 80 suspensinya enak pas. Ya wajar sih di Cina emang jalannya bagus. Makanya ketika di Jakarta gitu ya, ketika di Klaten ketemu jalan-jalan masuk gang desa gitu ya, itu yang ngerasa bouncy-bouncy kecilnya itu yang agak kurang enak. Tapi kalau udah gini jalan teng, aduh enak banget nih mobil. Tek tek. Nah, udah jalan otomatis. Tapi tetap harus kita pegang ya. Jadi si Xphone G6 ini kan emang diproyeksikan menjadi rival-nya Tesla Model Y dan di Cina sendiri benar sih ketika G6 keluar banyak orang yang cancel model Y ee dia lebih pilih ini gitu. Tapi memang hampir di semua aspek dia lebih bagus dibandingkan dengan model Y ya. Buat yang sudah coba model Y ya pasti pahamlah. Tapi sayangnya kenapa berkiblatnya ke Tesla ya? Karena menurut gua Tesla tuh banyak hal-hal nyebelin yang seharusnya mobil tuh enggak seperti itu gitu. Ya, kayak tombol-tombolnya kurang banyak gitu kan. Pengoperasiannya juga semuanya full touch screen, enggak ada tombol sama sekali ya kan. Terasa futuristik untuk awal-awal terasa keren dan emang kayak ahead of its time ya. Cuma ya gitulah apalagi kaca di atas ini ya. Seandainya dikasih tutupan itu pasti akan lebih nyaman lagi dipakai di siang hari. Kalau di sore-sore kayak gini ya uh enak sekali enggak ada masalah. Ee pas siang-siang panas. Ampun. Panas banget. Kemudian tadi kan ada namanya X pedal. Gua lupa tuh kalau gua mau jelasin itu. X pedal ini sebenarnya sama kayak one pedal operation atau ee iPedal kalau di Hyundai ya. Kalau menurut gua, a pedal ini bisa berfungsi dengan baik, tapi feeling naturalnya enggak begitu sih. Sama e pedal-nya itu e X pedalnya itu dia enggak benar-benar sampai berhenti. Jadi dia tetap harus pakai injak rem. Eh, kurang lebih mirip-mirip kayak rasanya punyanya Nissan Serena e Power lah. Jadi dia regenerative breaking-nya berasa kita mesti lepasnya tuh pelan-pelan gitu ngikutin. Tapi pas sudah benar-benar kita lepas dia enggak berhenti. Tetap kita harus pakai inject rem. Nah, sama dia juga punya regenative breaking yang bisa kita atur e level 1 2 3 ya. Cuma menurut gua mendingan pakai level 0 aja sih. Paling enak sih dibandingkan kita pakai level 1 2 3 atau mendingan ke Expedal aja sekalian gitu ya. Jadi setelah kita nyobain Xpeng G6 ini sebenarnya mobil bagus dan rasanya enggak seperti mobil harga Rp600 juta sih. Rasanya kayak mobil 1,2 M. Mungkin kalau kalian pernah nyobain Tesla Model Y, this is much better than Tesla Model Y. Tapi justru ke Tesla-teslaannya itulah yang menurut gua jadi titik minusnya. Karena seandainya ini mobil udah power trend apa segala macamnya seperti ini ya, suspensinya seperti ini, tapi ke Tesla-teslaannya dikurangin, wah ini mobil cakep benar sih ya. Karena sesuatu yang mirip Tesla itu mengganggu. Itu aja mungkin vlog kita kali ini. Buat teman-teman yang udah beli, coba komen di bawah ser Arif. Sampai jumpa di video berikutnya. Bye- bye.
