ROAD TO BAIC CHALLENGE: MOBIL KAMI DIROASTING! (YouTube Video)
Selamat datang di video Road to Bike Challenge edisi Ridwan Hanif. Jadi hari ini kita sebenarnya pengen ngasih tahu kalian update apa saja yang sudah kita lakukan di mobil ini. Karena terakhir kan di GIAs ya. Nah, habis GIAS kita sempat modifikasi dikit-dikit, habis itu kita siapkan dia untuk challenge dan nanti di akhir video akan ada roasting dari Om Fitra, Om Mobi, dan Arif Muhammad tentang mobil ini. Oke, kita bahas satu-satu mulai dari depan. Seperti kalian tahu di GIAs kemarin ya, mobil ini itu udah kita copot atapnya, copot pintunya, pasang pintu yang versi kebuka gitu ya. Tapi waktu kita challenge, kita pasang lagi semuanya ya. Pasti gua tahu, paham betul teman-teman. Pasti ada yang kecewa. Yah, kok dipasang lagi? Berarti cuma buat keren-kerenan doang. Ya, sebenarnya memang keren banget kalau dibuka. Tapi kalau misalkan itu membuat kita jadi sulit pada saat challenge, buat apa? lebih baik kita pasang semuanya sehingga kalau misalkan ada challenge gitu ya, terutama perjalanan jauh kita lebih nyaman dan enggak cepat capek sama kemungkinan buat menangnya itu lebih tinggi dibandingkan kita harus dibuka karena gaya gitu. Jadi fungsi itu lebih utama dibandingkan gaya karena ini kita mau challenge bukan adu modifikasi keren-kerenan ya. Terus yang kedua tadi udah kita injak-injak sampai ke pes juga diinjak-injak ya. Bahkan Omobi juga udah injak-injak mobil ini ya. Karena sekarang mobil ini sudah kita pasang PPF dari Solar Guard. Nah, mobil kami ini menggunakan PPF T Plus varian PP yang paling tangguh karena ketebalannya. Kenapa pakai PPF ini di baik? Karena gua percaya dengan Solar Guard bagian dari Saint Gobin yang sudah hadir sejak 1665. Jadi enggak usah diraguin lagi untuk kualitasnya. Selain itu, mobil kami juga sudah pakai kaca film Solar Guard Full LX series yang mana ini tolak panasnya maksimal. Sehingga buat challenge enggak usah takut kepanasan karena udah pasti adem dan enggak takut baret buat body karena sudah terlindungi oleh PP dari Solar Guard. Jadi buat yang mau samaan PPF Solar Guard dan kaca film Solar Guard bisa juga langsung hubungi AutonetC ya. Ya, di mana PPF dari Solar Guard itu dia ketahanannya sangat baik, sudah self healing juga ya. Jadi kalau misalkan kita injak terus kita baret cukup kita taruh aja di luar ya atau kita panasin lagi pakai alat infrared nanti dia akan balik lagi. Jadi enggak perlu bolak-balik ke solar guard PP buat diperbaiki ya. Jadi bodinya udah semua tapi memang yang namanya PP itu enggak kelihatan even dipegang aja. Gua pertama kali ini udah dipasang PPF belum sih? Udah katanya [tertawa] karena emang enggak kelihatan. Dan kemarin pada nanya, "Ini stikernya gimana?" Nah, stikernya tuh seperti ini. Dari depan sampai ke belakang ada tulisan rescue-nya. Nah, kemudian lanjut ke bagian depannya ya. Sebenarnya ini udah kita jelasin waktu kita di GIAs kemarin ya. Jadi, kita menggunakan bumper dari Forex ya. Belinya kalau kalian pengin di tas 4* 4 ya. di situ lengkap dan kalau misalkan kalian pengen konsultasi sama Om Dito karena kan yang modifikasi mobil ini kan gua serahkan ke Om Dito untuk sebagai konsultannya pakai apa yang cocok dan kawan-kawannya ya. Nah, ini bumper sudah kita ganti tapi winch belum kita pasang karena kemarin itu gua tanya kalau pasang winch perlu enggak nanti buat challenge-nya? Katanya challenge-nya enggak butuh pakai winch jadi belum kita pasang. Nah, tadinya mau gua pasang aja lah, siapa tahu jadi ini kan jadi penyelamat gitu ya. Tapi yang jadi masalah adalah ban dan veleg kita itu ukurannya 33 inci. Kita pakai black rhino ya. Ini ukurannya R18 dan yang gua suka adalah selain model yang ganteng cakep gitu ya, dia tuh ada outer guard-nya. Jadi dia bukan beatoock sini. Kalau misalkan nanti kita pakai offroad di jalan berbatu dia baret-baret gitu ya kan wajar ya pelek baret karena kita pakai yang ekstrem gitu kan. Ini tuh bisa dibuka ya dipair atau ganti baru pasang lagi udah veleg dalamnya itu tetap aman enggak perlu kita bawa ke tukang repair apa segala macam udah cuma ganti luarannya aja. Nah, penggunaan ban dan veleg ini juga harusnya diiringi dengan penggunaan lift kit ya. Karena ini tuh speknya spek lift kit. Jadi kalau kalian punya baik BJ40 plus yang udah diganti ke ban ukuran 33 inci itu sebaiknya pakai lift kit ya kan. Tapi karena peraturannya di awal disepakati bahwa tidak boleh pakai lift kit ya, jadi yah kita tidak pasang lift kit karena kalau kita pasang ini e winch nanti tuh depannya lebih turun. Ini aja pasang bumper depan itu udah agak turun ya. Jadi pas kita coba kalau misalkan kita belok-belok gitu eh sebenarnya enggak mentok tapi kalau sambil main suspensinya dia bakalan mentok ya. Jadi emang speknya lift kit ya. Jadi nanti setelah selesai kita akan pasang winch. Habis itu kita kasih lift kit biar lebih proper e dipakai buat offroad. Terus untuk bannya sendiri kita pakai delium Tires ya. Terra rider ATX ya. Dan ini gua surprise karena waktu gua bawa di tol ternyata enggak berisik. Gua pikir ban kayak gini tuh bakal kayak helikopter. Gruk. Eh, ternyata masih enak loh ya. Masih bagus buat dion road. Jadi enggak cuma performa offroad-nya doang, tapi performa on road-nya dia juga bagus. Dan kalian bisa beli ini ya, veleg dan bannya di Mega Arvia. Nah, di atas ini ada snorkel. Kalau ini adalah aksesoris originalnya dari Bike ya. Jadi ini kita pasang waktu kita bawa mobil ini ke apa namanya? Dealer resminya baik ya, pasang snorkel. Jadi dia ngambil udara dari sini, habis itu langsung masuk ke intake ya, masuk ke ruang bakar. Nah, kelebihannya kalau diambil dari atas ini selain yang gua rasain ya, selain dia bikin mobil itu tangguh kalau misalkan kita berendam enggak kemasukan air, gua ngerasa juga ini kan mobil seperti yang gua bilang ketika udah bannya gede, pelek gede, performanya berasa ketika lewat sini ya ee rasanya jadi tarikannya agak lumayan enak ya walaupun udah pakai pendingin intercooler di bagian depan ya. Jadi gua ngerasa pasang ini performa ada perubahan dikit terutama di bagian bawah. Terus spion kita kasih warna hitam seperti ini sama seperti logo Bike dan grill yang di depan. Nah, ke samping enggak ada perbedaan. Cuma kalau kalian penasaran stikernya seperti apa ya seperti ini dia stikernya. Lanjut ke belakang. Alhamdulillah kali ini kita eh didukung oleh CAF untuk memenangkan road party season yang kelima ini. Jadi semoga kita menang kali ini ya. Dan CAF ini emang barangnya gua pakai ya. Jadi enggak cuma sekedar nempel logo atau kita kerja sama, tapi emang secara pribadi gua pun juga pakai udah sekitar berapa tahun bahkan gua nyuruh anak-anak kantor gua pakai. Alhamdulillah semuanya cocok ya. Terus ke bagian bawah bumper ini juga aksesoris ginwin dari Bik. Jadi kita pasangnya itu di dealer bik. Sebenarnya bumper dari Bike sendiri juga ada beberapa pilihan cuma gua pilih yang paling friendly buat naruh plat nomor sama ada kamera mundurnya di belakang sini. enggak perlu kita pusing naruh plat nomor di mana gitu. Nah, cuman ini gua belum sempat ya. Dia kan bumpernya tuh warna silver. Nah, parking sensornya yang tengah ini belum kita hitamin ya. Jadi tinggal dihitin doang. Terus ini kalau kita punya hook trailer tinggal taruh sini masukin ya. Cuma enggak kita pasang. Dan kalau misalkan kita butuh rescue, nah ini ada tetap ada nih. Padahal bawannya standarbag sudah ada, tapi ini juga masih ada. Jadi fungsinya tuh masih sama. Nah, antena ini sengaja agak sedikit miring ke bawah ya, karena ini antenanya panjang. Kalau misalkan tegak kita udah coba dia bakal nempel nempel jadi bunyinya tuh enggak enak. Nah, kalau gini itu dia aman dan kayak ini ya kayak mobil RC ya. [tertawa] Ini part yang sama dengan yang dipakai di e Akira Jimbo. Karena ini emang tadinya dipasang di Akira Jimbo. Kita pindahin radio-radionya segala macamnya ya. Ee kita juga berhemat. Wah, ini mohon maaf agak sedikit berantakan. Ini alat yang akan dipakai offroad nanti ya. Nah, ini kebetulan part-part dari mesin HL ya udah kita pakai semua ya. Jadi gua pakai mesin HL tuh bukan cuma seperti yang gua bilang tadi buat showcasing di video apa segala macam, tapi emang kita pakai ya. Kayak misalkan nih racet handle set ini juga kita pakai ya kan. Dan kualitasnya dia juga sangat amat baik seperti mobilnya baik. Dan yang gua suka dari mesin HL dia tidak hanya bagus tapi juga service centernya lengkap dan ada garansi Slack ganti baru. Jadi kalau misalkan kalian pakai ini ya terus udah lama gitu Slack gitu ya dia akan ganti baru ya. Jadi mereka sepede itu dengan produknya dan ini nih lihat nih keren. Ini adalah magnet tambahan. Jadi kalau misalkan kita pasang seperti ini terus kita buka baut nanti dia bautnya tuh ikut angkat lebih kuat dibandingkan dengan magnet biasa. Tapi juga bisa dibikin anti magnet seperti ini. Kalau digini nanti dia jadi menjauh magnetnya gitu. Keren ya. Bisa gitu ya. Pokoknya mesin gua udah pakai, udah teruji dan yang paling penting kalau misalkan kita punya power tools-nya elektronik kan dia kan ada rusak apa segala macam itu tinggal bawa ke service center dibetulin hari itu juga bisa jadi atau kalau misalkan enggak ada spare part-nya biasanya dikirimin dari Jakarta langsung gitu. Wah mantaplah pokoknya. Nah terus di belakangnya ada RCK juga dari tas 4*4 ya. Ini mereknya Expedition. Ini bagus sekali. Kenapa? Karena beberapa rak itu kadang-kadang suka bunyi-bunyi. Gua gak suka. E bahkan gua bilang ke Om Dito, "Pasang rak ya, Wan ya. E biar nanti barang-barang itu enggak lompat-lompat ke depan gitu. Pas lagi offroad kan goyang-goyang, gubrak-gubrak lompat-lompat. Bahaya tuh tiba-tiba apa namanya bisa maju ke depan nih si obeng-obeng gini kan bahaya ya. Nah dengan pakai ginian tuh kita bisa ikat-ikat di sini ya pakai kabel T atau pakai ikatan beneran gitu kan. Nah, cuman gua yang enggak suka itu bunyi-bunyi kan biasanya. Nah, cuman punyanya Expedition ini bagus. Gua udah uji ya sepanjang jalan kita road party ini enggak ada bunyi-bunyi aneh dari si rak belakang ini. Jadi, good job nih Om Dito kalau emang naruh barang-barang itu bagus ya. Justru malah yang bunyi ini nih. Harusnya enggak gini. Nanti kita ganti ininya aja. Bumpernya bagus. Ininya nih yang enggak bagus nih plastiknya. Nanti kita ganti aja. Oke. Nah, ini kelupaan Black Fu. Nah, ini kita pakai DR770X ya. Ini waktu 1 million Journey kemarin itu kita pakai dan itu bagus banget ya. Kenapa bagus? Dia itu three channel. Jadi ada depan, belakang sama interior. Interiornya tuh dia bisa lebar banget. Jadi kita nyetir itu jendela kiri kanan tuh kelihatan. Ya, kita masuk sekarang. Nah, sekarang kita masuk. Ini yang gua bilang black-nya. Jadi kamera anteriornya seperti ini dan dia bisa infrared ya. Jadi kalau misalkan malam itu dia kelihatan. Nah, yang gua suka adalah DR770 Xbox 3 channel ini kalau kita buka, nah ini radio nih dari Jimny kelihatan ya udah sobek-sobek. [tertawa] Emang biasanya intercom itu yang kalahnya tuh di sininya G. Tapi semuanya masih berfungsi dengan baik. Ini sebenarnya udah sobek-sobek juga cuma dikasih ini ya tutupan. Nanti kita beli aja lah kabelnya. Bisa enggak sih beli kabelnya doang? Bisa ya kayaknya. Bisa nih. Oh bisa bisa. Aman. Ini sama yang dipakai di akira Jimbo. Nah, ini nih 770 Xbox ini dia tuh buat ngerekamnya device-nya tuh pisah. Jadi, ada box ya ini udah di lem ya sama ada kuncinya. Jadi kalau misalkan nih di jalan, nama juga orang di jalan ya, tiba-tiba ee terjadi kecelakaan. Nauzubillah minzalik semoga tidak ada kejadian. Nah, terus ee lawan kita tuh dia masuk ke dalam mobil mau menghilangkan bukti ditarik aja sret sret gitu kan. Udah dia hilangin lah. Enggak bisa. Kenapa? Karena e boknya ada di sini. Sebenarnya box bisa ditaruh di mana aja ya, di kolong, di mana, dalam dashboard, di belakang pun juga bisa. Tapi ya ini kan kita rencana mau pakai offroad, kemungkinan ada basah-basahan juga atau mungkin ada challenge yang harus dibuka gitu ya. Nah, ini tuh taruh sini. Insyaallah lebih aman. Jadi enggak usah ke mana-mana gitu. Dan Black Fu itu basecam yang menurut gua bagus banget ya. Gua tuh dari sebelum COVID udah pakai BlackF dan semua mobil yang pakai BlackF itu belum pernah rusak. Biasanya descam tuh ada aja rusaknya lah, memory card-nya lah, apanya lah ya kan. Tapi kalau Black Fu itu enggak tahu ya, awet banget ya. Jadi lebih lama descap-nya dibandingkan dengan mobilnya gitu. Kita keburu ganti gitu mobilnya apa. Oke, karena bakal dipakai offroad kotor-kotoran. Karpet dasar juga udah kita tambahin. Sama di belakangnya itu kursinya itu kan dia bahannya kayak semacam blueru ya. itu kita ganti sama bahan kulit. Jadi kalau misalkan kena air apa lumpur dan kawan-kawan bersihinnya gampang dan itu kita pasangnya di Omeri Ferrari jok. Nah, yang terakhir audio kita sudah ganti semua full pakai Venom ya. Jadi gua penginnya OIM look dan ready buat offroad gitu. Jadi kayak misalkan nih Twitter-nya speaker depannya itu enggak kelihatan udah diganti. Begitu pula dengan speaker belakangnya. Bahkan gua pakai subwover kolong ya sama prosesor itu gua minta tolong yang gampang dilepas. Jadi di bawah itu kayak kabelnya itu ditambahin switch lagi buat dicopot. Kalau misalkan gua pengen e offroad-nya nanti, wah kita mesti nyebrang sungai ini. Nah, kita selamatin dulu. Kita copot udah kita bawa ke tempat yang aman baru kita bisa nyebur. Karena ini udah didesain biar bisa dipakai atap kebuka kena hujan. Buktinya speakernya taruh sini ya biar lebih aman. Kalau di pintu kan nanti dicopot pintunya ya udah enggak ada suaranya lagi. Nah, taruh sini lebih aman ngadapnya ke bawah enggak kena air. Nah, begitu pula pun dengan audionya gua bikin sebisa mungkin harus bisa enggak jadi bermasalah kayak listrikan karena kita pakai offroad. Dan yang terakhir lagi-lagi dari mesin Al ya. Ini automatic tireair kit ya. Kalian tahu kan kalau beberapa mobil itu yang bawaannya enggak ada ban serere itu dikasih tirepair kit. Kenapa? Karena kalau misalkan kita bannya kena paku atau semacamnya tinggal dipompa, habis itu dia punya cairan yang langsung bisa otomatis nambel ya. Nah, kalau udah biasa pakai itu udah merasakan nyamannya kita akan malas buka-buka ban serep karena ini benar-benar tinggal dicolokin ya terus dia bisa nambahin angin terus bisa langsung otomatis nabel kita langsung jalan lagi. Ini prosesnya berkali-kali lipat lebih cepat daripada kita harus gonta-ganti ban serep. Bahkan orang zaman sekarang itu udah jadi sk langka gitu, ganti ban serep gitu, enggak kayak orang zaman dulu gitu ya. Dan ini ya kalian bisa beli lagi misalkan udah habis nih kepakai ya cairannya, cairan penambal ban daruratnya ini kalian bisa beli lagi ke mesin L. Jadi dia enggak cuma jual kompresornya aja. Terus kompresornya sendiri ini juga jadi penyelamat juga karena buat offroad biasanya kan dikepesin ya e tekanan bannya. Nah, pas nyampai on road lagi gak mungkin dong kita pakai ban kempes. Kita bawa jalan yang ada nanti bannya rusak ya. Nah, kita kencengin lagi pakai ini. Dan waktu 1 million journey, alhamdulillah ya ini enggak pernah kepakai tapi ini berapa kali kepakai karena kita lewat overroad kita kempesin, kita naikin lagi, kempesin, naikin lagi. Waktu di Kalimantan sama di Borneo yang Malaysia di atas gitu sempat ini ya, Jal ya, di pantai ya kan si pala mater ya udah kita kempesin keluar dari ini langsung kita naikin lagi ya. Ini penting banget dan dia tuh ada auto cut off-nya. Jadi kalau misalkan kepanasan dia tuh enggak enggak terus-terusan gitu kan dia akan mati sendiri nunggu adem baru nyala lagi gitu. Jadi ee ada cut off-nya biar dia tuh lebih awet gitu. Jadi beli sekali bisa dipakai buat seterusnya gitu. Kalau yang lain kan kayak ginian nih udah panas hajar terus akhirnya dinamonya gosong gitu. Dan ini bagus ya packaging-nya kecil ramping. Di bawahnya ada velcroya. Jadi kan biasanya bawahnya karpet tinggal ditaruh strek dia enggak akan bunyi-bunyi karena sebel banget. Kalau ginian tuh dia bunyi-bunyiuk gitu kan. Ini enggak bikin bunyi di dalam mobil. Gua kantor di kelaten Jawa Tengah ya. Terus nanti kalau misalkan ada kedaruratan misalkan longsor gempa bumi, butuh mobil buat rescue, ini yang akan jadi mobil rescue kita. Nah, terus di bawah ini juga ada fog lamp ya. E kemarin kita ganti LED karena kan kalau kuning sudah ada di sini nih fog lamp-nya ya kan. Ini kita ke e Yong Motor Jaksel. Nah, sekarang saatnya diroosting oleh mereka bertiga. Gas, Om. Gimana ngomong sih? Mau 5 menit, lebih dari 5 menit juga enggak apa-apa. Ini durasi masalahnya kita mau syuting mau segera mulai maksudnya gini gini durasi video udah mulai ya. Durasi video gua lebih panjang lebih bagus. Breaknya bisa banyak. Time lagi. 5 menit. Stop. Udah, udah. Oke. Pertama, pertama, pertama dulu. Pada saat mobil ini pertama kali dipajang, hah enggak ada atapnya. Enggak ada atapnya untuk menarik perhatian orang. Iya. Tapi sekarang langsung dia takut lagi dipasang lagi atopnya semua. Sih, kayak gitu. Padahal keren. L ini gua boleh jawab enggak? Enggak usah. Enggak usah dijawab. Engak usak usah dijawab. Dia dia tahu di GIAs itu penontonnya banyak. Dia harus mamerin pencitraan yang luar biasa. Di situan itu orangnya adventurer gitu. Enggak takut kotor mobilnya. Motor takut juga ditutup ternyata. Astaga. Ini gua boleh jawab boleh sama ini enggak mau dari depan dulu nih. Nanti lu ada sesinya habis ini buat jawab. Nih ada light barat ini jadi lampu se omar warnanya orange dan dekat banget lagi di tengah. Iya lampu se tuh pinggir loh bukan di tengah. Ini bukan lampu se lah. Ini lampu kuning. Hah kuning apa orange. Cuman ini bumper yang dia buat dari besi dari bawah sampai atas itu menunjukkan niat buruk. [tertawa] jelek jelek banget. Tapi tapi emang di challenge yang kali ini gua berharap adaelong enggak? Tapi lu senang kan gua pasang ini kan ada tempel dorongak berharap enggak berharap ya ini enggak usah aneh. Oke. Ee Pak Ridwan mau bumper yang seperti apa? Ada seperti Pak Arif Muhammad, Pak Fitra. Oh enggak, enggak ada yang full gitu. Kita mau ya tabrak-tabrakan sehingga saking fullnya ini bumper, Ridwan mobilnya jadi paling ceper depannya. [tertawa] Tuh paling pendek. Dia juga pakai ban yang paling gede 18 inci. He iya 18. Ini mestinya ban ini itu pakai lift kit. Ini beatlock beneran enggak? Boleh jawab boleh jawab. Nah, beat beneran enggak? Jadi kemarin gua tanya itu beatlock beneran? Oh, bukan. [tertawa] Jadi cukup cukup cukup cukup cukup cukup cukup cukup. Ini kalau baret bisa diganti bisa dicopot beneran pinggirnya emang lihatnya itu buat buat attraction doang. Blockebi. Bitl tadi. Ampun, ampun. Om, om, om, om, om, lihat, lihat stikernya om. Lihat set, set, set, set. Tulisannya apa? Rescue. Dia lupa di challenge terakhir dia yang harus direscue. Iya, makanya. Atau mungkin sebagai pengingat sebagai pengingat. Pengingat rescue mie. Harusnya yang ini boleh dijawab deh. Kenapa rescue? E emang mau dijadi mobil rescue dan doa juga semoga tidak direscue. [tertawa] Enggak masuk akal ini. Kalau ada spidol nih malam-malam nih kalau kita ngidinpiein. [tertawa] Aduh. Oh tapi ini kerum-kerumannya udah hilang Om. Emang yang rapper cuma Om Mobi emang itu dari awal loh. Terus terus nih ya dia ban keren. Kalau ini sampai ada kenapa-napa, kempes segala macam. Ban serapnya kecil. Hah? Ini kecil beda ini kecil. Ini ban standar. Ban standar. Tahu alasannya kenapa? Kenapa, Pak Ritwan? Kami enggak punya tutup ban ukurannya 18 inci, cuman punya yang ukuran standar. Tapi kok bisa sih, Wan? Tadi di channel gua lu ngata-ngatain e masalah endorsan, ternyata lu juga [tertawa] Hah? Apanya? Membutuhkan endorsan. Iya, karena modifnya mahal. Kenapa lu ngata-ngatain gua [tertawa] tadi? Gimana sih? Bulbar belakang. Hmm. Eh, artinya mobil yang apa? Tidak ada endorsan? Enggak ada ya? Ada semua [tertawa] berantakan banyak barang. Tapi jujur ya, jujur ya, Wan ya, pas di GIAs itu tampilan mobil lu yang yang paling menarik emang. E tapi begitu dipasang atapnya jadi iya. Karena kalau misalnya dia bawa mobil dengan bentuk kayak gini pas GIAs kemarin, dia dikasih parkirnya tempat lo Rif yang paling belakang. [tertawa] Ini buat apa? Dia pengin parkir paling ingat enggak waktu challenge season 1? Oh, gantung sempak enggak? Iniempak ini tu buat buat mempermudah naruh barang supaya barang yang ditaruh itu bisa lebih mudah masuk ke ruang kabin. Mental masuk ke Iya. Kalau di bawah kan agak susah masuk ke kabin kan. Enggak, enggak, enggak. Ini tuh ee Ridwan kan p anjing. Jadi biar mana gu [tertawa] anjing ini doc itu loh. Dok apa namanya? Iya iya iya. Docnet apa? Dognet ini. Ini kita sih hari ketiga challenge mungkin udah bau banget nih mobil dalamnya ya. Iya. Bayang Ridwan. Wah. Tapi ini aman ya, Wan ya? Antena ngeplek-ngeplek ini aman ya. Iya. Ini antena dari ee mobil sebelumnya. Radionya gua pindah. Oke oke oke. Entar radionya mana? Kok enggak ada di laci, Pak? Kenapa laci? Ee biar sama kayak mobil sebelumnya. Repot dong. Ini pakai dari yang biru ini dari akira Jimbo. Ini buat lampu. Itu buat lampu. Ini bisa nyala walaupun enggak dikontak. Nyala. Enggak tahu ya. Coba coba lihat nyala enggak? Enggak tahu gua. Nyala nyala. Ah, ini lucu. [tertawa] Lucu nih malam-malam kita kerjain. Wah, lu jahat lu. Lu banget gua pagi-pagi enggak bisa starter. [tertawa] Eh, tapi ini dari semua ban yang paling gede Ridwan loh nih. Ukuran bannya. Belok enggak? Gesrot. Enggak. Enggak aman. Merencanakan apa dengan ban sebesar ini, W?ind yang lain. Gua sudah menyiapkan lift kit sebenarnya. Sudah menyiapkan winsch juga sebenarnya. Tapi ya kalau misalkan gua pasang witch nanti makin turun [tertawa] ya kan mau pasang lift kit enggak boleh ya udah akhirnya gua simpan dulu aja. Bentar bentar di depan lu pasang full tapi di belakang enggak. Apanya full bumper. Emang ada belakang full bumperang ada full bumperak. Enggak ada Om Fitra belakangnya doang. Bagian bawahnya. Bagian bawahnya doang ya. Satu ya boleh dilanjut silakan. Enggak. Oh ya udah. Ya udah. Jadi seperti itu roastingnya. Enggak ada dong apa dari tadi? Bukan, bukan, bukan bukan. Udah kebukti kan? Ya. Terus terus kenapa ditutup atapnya? Sedangkan digas dibuka. Hah? Gua tahu akal busuk kalian sepanjang jalan nanti. Akal busuknya suuzon sih sama teman-teman. Sangat suuzon. [tertawa] Sudah episode 5 masa tidak suuzon? Ih apa? Apa? Apa suzonnya? Apa? Ya pastilah. Lah hah dia suzon sama kita. Astaga Ridwan kalau atap dibuka maksudnya. Iya pasti kalian akan dia enggak bisa menemukan jawaban yang logis lainnya. Akhirnya dia menyalahkan suzon ke kita. Iya. Gua kalau mau offroadan sendiri sih gua buka. Cuma berhubung bareng kalian lebih baik dipasang saja. Oke, nanti kan ada pasti ada challenge offroad sendiri-sendiri lu buka ya. susah dong. [tertawa] Iya dong. Bukanya effort lagi dong. Ya emang effort. Dan gua kan enggak bawa pintu itu sementara. Aduh jadi tampilan menipu tuh di gias tu. Iya makanya buat doang emang buat dibuka tapi tidak untuk bersama kalian. Pamer doang di gias juga sama-sama kita. Terus ini kenapa bumper harus yang sebesar ini? Ee ini bumper pertama Forex buat BJ40 di Indonesia. Jadi belum ada yang pakai tapi mungkin sekarang udah ada. Jadi bukan ngikutin biar beda sama Arif sama Om Fitra, Om Mobi. Bahkan waktu di pasang pertama kali gua enggak tahu lu pakai bumper apa kan belum dipasang. Ya emang enggak ada yang bilang lu menginspirasi kita sih. [tertawa] Tadi tadi lu bilang tadi kita juga ngomong sekali. Enggak. Terus ini ini kenapa? palsu. Jadi kalau misalkan nanti kita offroad-nya ke tempat berbatu terus bagian sininya itu baret. Nah, mereka itu menyiapkan mereka itu menyiapkan spare part-nya baret. Jadi bisa dibuka dan dipasang lagi. Bukan bit tapi bukan bit. Lu merencanakan offroad tapi takut baret ya. Bukan takut baret. Jadi bisa di-place ada spare part-nya dan ini bisa kalian beli di Rhino langsung. Terus stiker kuning tuh apa ceritanya tuh? Itu mobil rescue kan ada kuning-kuningnya. Oh SAR SAR ya. Oh itu kan warna warna rescue sama gitu kan. Muda atau orange ini inspirasinya SAR. Ini TNI yang normal yang hitam aja karena raper jadi rapper kan katanya PDB. Ini ada DG apa ini di dalam? Gua bingung pasti bahas mobil gua. Kenapa dibully mobil Omobi dah? Itu angang pantas dibly enaka aja. Ini ini buat naruh-naruh barang. Jadi kalau misalkan ada barang yang kita pakai offroad, dia tinggal ditali ke sini. Karena kalau ditaruh sini kan pasti goyang-goyang kan. Jadi kita udah siapin kabel tice-nya. Tapi tumben enggak ee lu biasanya kayak katalog tapi sekarang kayak minimalis. enggak cuma minimalis tapi kita nge-recycle. Jadi kayak HT itu pakai dari mobil sebelumnya gua pindahin. Kar ini recycle nih. Enggak enggak. Jadi mobil yang lama itu bisa kita pakai juga barang-barangnya gitu loh lah ya. Iya, dia juga dari mobil yang lama. H radionya enggak beli baru persama. Beli persis sama. Oke, oke, oke. Begitu. Terus kenapa bannya cuman empat? Ban serepnya beda? Udah ada tapi, tapi betul yang dikatakan Omit. [tertawa] Oke, oke, oke, oke. Tapi baguslah Ridwan lah dia demi endorse dia ee mengabaikan keselamatannya kan. Good, karena lu cuman satu-satunya dari kita berempat yang belum pernah champion. Thank you, thank you. Ma doanya ya? Enggak, enggak gimana [tertawa] sih sama sekali enggak sih? Kita doain. Yuk, kita mulai yuk. Let's go. Yuk. Jadi, itulah hasil roastingannya ya. Nah, gua sendiri di road party kali ini tentu saja gua harapannya pasti jadi juara lah. Tapi juara itu nomor sekian sebenarnya. Gua pengen berusaha semaksimal mungkin se kuat tenaga ya. Dan gua bisa menunjukkan juga ke mungkin nanti ada anak gua udah gedean dia akan nonton gitu ya bahwa eh bapaknya gitu itu tuh kalau kerja emang bersungguh-sungguh gitu. Gua enggak mau males-malesan, santai-santai. Ya mungkin kalau adu ngomong gua kalah sih dibanding yang lain ya. Tapi ketika challenge gua harus semaksimal mungkin bagaimana caranya harus menang. Gua sendiri kangen banget sama road party ya. Kangen keseruannya sih. Eh, dulu zaman kita sekolah, kita kan berkompetisi ya, sering ikut lomba gitu. Tapi ketika kita sudah kerja gitu kan, kita sudah dewasa kayak apa ya? Kita merindukan masa-masa kita berkompetisi, kita ikut lomba, merasakan kemenangan. Itu yang udah lama hilang gitu. Ketika kita itu sudah keluar dari masa-masa sekolah gitu. Even di kuliah aja kita masih berkompetisi sama teman kita gitu kan, buat nilai mana yang paling bagus. atau mungkin ikut pemilihan ketua BEM atau semacamnya. Nah, ketika udah itu tuh udah kerja tuh kadang-kadang kompetisinya jadi toxic gitu kan. Ya, semoga road party kali ini itu eh semuanya berjalan lancar ya, sehat, selamat, bisa kembali ke rumah masing-masing. Itu yang paling penting dan tentu saja gua rindu sama fnya road party yang ee susah buat didapatkan di tempat lain gitu. Spiritnya beda gitu. Ya itu aja mungkin buat teman-teman. Jangan lupa untuk like dan subscribe dan tonton juga di channel Om Fitra, Om Mobi, Arif Muhammad ya, tentang road to bike challenge-nya versi mereka. Seranif, sampai jumpa di vlog berikutnya. Terima kasih telah menonton. Bye bye.
