ROMBAK MOBIL BARU‼️ Pertama Kali Ganti Muka Mini EV Pake 3D Printing #VinFastTalks (YouTube Video)
Kita akan modif finfest VF3-nya untuk kita jadiin mobilnya lebih ganteng lagi. Dan kita akan buka kap mesinnya dulu, Teman-teman. Tutorial buka cup mesin Fin F3 itu berbeda dengan mobil biasa. Karena memang butuhnya kan beda banget mobil biasa. Jadi semuanya sebauk buka mesinnya. Karena kita harus buka dua baut ukuran 13 di sini. Ini sebelah kanan dan sebelah kiri. Ini harus kita buka untuk kita masuk ke area kup. Bukan kap mesin sih karena enggak ada mesinnya. Jadi habis ini mau kita buka 13 di sebelah situ. Sebenarnya banyak sih ini mesti dijadiin muka apa aja lumayan cocok. Terus kalau dibuka cuma tinggal didorong slide ke depan. Tampas ini enteng banget. Dalamannya begitu, Guys. Lah ada laba-labanya. Lalu ini dia kap mesinnya. Kup mesin ruangan mesin. Ini baterai aki ya kan aki. Ini kompresor AC ABS booster. Udah sih. Nah, air radiator emang isinya bisa dari sini, Guys. Jadi enggak perlu buka. Udah deh, radiatornya gede banget. Radiatornya gede juga di bawah situ. Udah deh, enggak ada apa-apa lagi. Beginilah dalamannya Finvest VF3. Sekarang kita mau coba buka lampunya. Grill sudah terbuka. Kita buka lampunya. Pakai apa ini? Kayaknya ini adalah video pertama orang ngebongkar Finfast di Indonesia. Di Vietnam ada kebetulan ada cuma kita enggak tahu bahasanya. Yang ada disuruh ngencingin malah kita tahunya ngendorin bubar. So far sih mobil Vietnam kayaknya soketnya soket standar internasional lah ya. Coba dibuka ada klip bahkan di lampunya. Oh ini buat megang grillnya. Nah, ini adalah salah satu parts yang hanya ada di mobil listrik, Guys. AAS akustik akustic vehicle attention system. Karena emang mobil listrik harus bikin suara. Jadi, ini speaker yang nyala di bawah 25 km/j kalau enggak salah. Nafas yang ngungung ngung ngung itu bukan kelaker rusak. Itu bunyi inias dibubut. Mungkin nih akan ada aksesoris-aksesoris ganti jadi suara apa? Suara apa ini nih? [Tepuk tangan] [Musik] Enggak. Soalnya gua tahu masnya soalnya enggak tega karena bukan mobil dia. Makanya gua aja yang klek udah gituannya dah. Oh, lampunya begini. Ini lampunya habis ini akan di ini mau di 3D scan berarti ininya kan. Soalnya ini kayaknya buat tahu pegangannya di mana bukan? Enten banget kamunya. Rencana kita adalah mau pasang lampu bulat. Ini hanya contoh, ini belum final. Ini 7 inci. 7 inci lampu universal. Nanti kalau kita ganti di sini nih. Coba kita kita butuh grillnya. Kita butuh grillnya dulu. Entar lagi dilepas klipnya sama masnya daripada emosi lagi. Butuh kira-kira 20 menit untuk ngelepas grillnya. Karena enggak salah masnya kalau ngerusak ter gua marah. Takutnya dia kan kalau rusak dimarahin bosnya. Jadi mending udah enggak usah deh gua gitu. Coba coba pasang dulu ini buat placement dulu lah ya kira-kira ya. Nah kan di situ tuh kira-kira situlah ya gua keperain di sini nih kira-kira jadi enggak jadi jadi enggak di di luar ya enggak sejajar. Enggak sejajar tapi penginnya mendelap ke dalam. Lampu cedok lampu jedok gitu. Boleh gantian enggak? Gua belum, gua belum, belum lihat ini gimana. Pegangin, pegangin enggak kurang mundur. Nah, segitu segitu harus ke dalam banget. Heeh. Tujuh. Kalau sembilan kegedean kayaknya ya. Sembilan. Kalau yang gini enggak ada sih. H4an biasanya apa auxiliary gitu atau lampunya JK ya? JK tuuh. Oh, JK tujuh ya. itu tuh panjang banget sampai sini nih. Dan kalau kita lihat baliknya, jadi emang grillnya ini itu ada panjangnya sampai sini nih. Kalau body bumper Jimnynya aja kita potong, masa grill gini enggak kita potong. Potong potong sini set di sini kan. Sini potong, sini potong. Set kita bikin finfest ala Indonesia. Dan modifan kita kali ini sangat-sangat canggih karena akan pakai 3D ya. Iya, kita pakai 3D scanner. Jadi ini 3D scanner. Yes, betul. 3D scanner. Ini kok simpel? Kayaknya kalau di orang kayak gede banget tuh. Iya. Jadinya bisa dibilang kalau redisan rank ini bisa dibilang levelnya untuk consumer level lah. Oh. Bukan industrial yang Iya. Biasanya kalau yang industrial tuh biasanya ada lasernya. Heeh. Oh, ini enggak pakai laser. Ini enggak pakai laser. Ini pakai infrared lighter. Lider. Eh, di iPhone nah gua baru mau nanya. Kalau di iPhone kan udah ada liar tuh. Iya. Berarti ini lebih akurat? Iya, akurasinya lebih akurat lah dibanding iPhone gitu. Apa apa resolusinya juga lebih tinggi? Resolusi kalau dibanding sama handphone sama iPhone pasti lebih tinggi. Tapi kalau dibandingin sama yang kualitas industrial jauh ya itu bisa dibilang ya mungkin kalau industrial bisa tiga kali lebih tajam lah resolusinya. Cuma kalau misalkan buat modifan kita kali ini harusnya cukup ya. Iya. Susah enggak sih belajar pakai gini nih? Sebenarnya mudah kalau untuk nge-scan mudah. Yang susah itu ngedesainnya, ngegambarnya. I jadinya ketika modelnya udah dapat, datanya udah dapat, itu yang susah itu kita ngemakai datanya tuh kayak gimana. Ah, oke oke oke. Jadi ini mau coba di scan dulu nih ya. Yap, betul. Kita coba scan katanya maah semprot-semprotin. Iya, gua mau coba nge-scan dulu tanpa spray kayak gimana. Oke oke oke. Kalau misalkan enggak butuh banget juga usah. Oke. Oh, jadi spray-nya itu kalau dibutuhkan aja ya. Iya. Sebutuhnya aja, Om. Tuh, kayak gini nih. Tergantung cuaca enggak sih? Gelap, terang. Tergantung finishing cat-nya seperti apa. Oh, tergantung finishing cat. Jadinya sebenarnya kalau 3D scanner itu bagusnya itu finishingnya dove. Finishingnya dove warnanya putih. Oh, gitu. Jadinya kalau makanya kena pakai kapur tadi ya. Iya, pakai kapur itu jadinya biar ada dog finish-nya ngebikin soalnya mobilnya kayak warna cat dasar lah. I see. Oke oke oke. Mari coba coba coba coba coba coba. Oke. Berarti kalau gua nge-scan muka dia langsung kelihatan berarti sih dengan jerawat-jerawat. Bisa bisa bisa sebenarnya bisa Om. Teksturnya juga bisa dican jerawatan apa mulus gitu ya? Iya itu bisa sih, Om. Bisa sih. Bisa. Bisa. Woi, langsung muncul langsung. Oke, kita coba testing dulu, Om ya. Heeh. Sip. Kita mulai. Nah, ini bacanya kayak begini, Om. Woi, tinggal digoyang-goyangin. Kalau warna merah itu datanya belum kekumpul maksimal. Kalau udah warna hijau tuh berarti udah cukup. Wih, kayak begitu. Kira-kira Om mau coba pakai kayak gimana? Enggak, gua seben pengin coba ke muka dia sih sebenarnya. Bisa sih, bisa tapi nanti aja gitulah kira-kira. Ya, pertanyaan gua satu, dia enggak butuh anchor point ya. Maksud gua gini, lu kan tadi gerak nih di ruangan 3D lah ya. Iya, di ruangan 3D tetap ada yang poin nih. Satu, harus ada satu istilahnya ketika kita nge-scan Om itu bisa dibilang harus kita punya koordinat yang cukup kuat lah. Jadinya 3D scanner itu semakin banyak lekukannya itu semakin bagus. I see. Jadi, jadi kayak gini nih. Lakukan hitungannya lah ya. Oh, iya. Ini malah ini malah gampang nge-sannya, Om. Kalau nge-scan kayak mobil yang Pajero itu enggak ada istilahnya enggak ada alat bantu koordinatnya. Iya. Jadi kalau kayak kap mesin gitu. Iya. Cup mesin susah. Tapi makanya itu gunanya kalau Om pernah ngelihat 3D scanner-TD scanner yang lain tuh pakai dots i. I ya. Ditempelin stiker-stiker. Nah, gunanya itu untuk angkerin gitu ya, nangkep-nakkepin koordinatnya. Dari tangan gua kerekam enggak tuh? Enggak kan. Harusnya enggak sih, aman. Ini mau ditesting dulu sampai bagaimana. Setelah mobilnya selesai dian, nah tahap berikutnya adalah desaining. Nah, ini sepert bisa kalian lihat nih, ini desainnya sudah ada nih. Enaknya 3D scan begini, posisinya itu bisa presisi. Seperti bisa kalian lihat, desainnya sudah ada lampu utamanya dan lampu se-nya. Setelah desain, proses yang seru berikutnya adalah printing. Nah, proses printing ini membutuhkan waktu sekitar 4 sampai 5 hari. Dan kalau kalian lihat, sebenarnya parts-nya ini kita bagi jadi empat, Teman-teman. Masing-masing sisi, dua parts. Parts yang untuk pegangin lampunya dan parts untuk bagian mangkoknya atau bagian estetiknya yang terlihat dari luar. Setelah selesai diprinting, barulah habis ini kita pasang di mobil. Nah, ini memang masih prototype yang pertama nih. Tapi so far sih kayaknya sudah lucu ya. Hmm. Jadi, proses desain udah, 3D printing-nya sudah kita fitting di mobilnya. Dan gimana hasil akhirnya? Akhirnya setelah proses 7 hari FinFas-nya udah selesai dengan muka yang baru. Jujur gua baru lihat mobilnya hari ini karena kemarin ketika baru selesai dari bengkel mobilnya langsung di towing ya kan untuk dipajang di bootnya UPPF dan U Film di acara PEVS teman-teman. Nah, jadi ini lagi di pameran ya kan? Kebetulan banget timingnya pas ketika gua modif eh pas banget pada pameran. Jadi ya udah akhirnya kita ke boot untuk bisa dipamerin di sini teman-teman di bootnya UPPF dan U Film. Ini hasil akhirnya ya kan sesuai ekspektasi gua memang. Jadi kalau kita lihat agak detail, jadi ini kalau kalian lihat bahannya ini masih 3D print, Teman-teman. Jadi ini 3D print asli ya. Jadi opsinya sebenarnya bisa 3D pin asli dipasang di mobil atau 3D print. Kemudian kita molding menggunakan fiber ataupun bahan apapun baru itu dipasang di mobil. Nah, cuma karena kemarin kita ngejar waktu jadi mau enggak mau kita pakai bahan 3D print-nya dulu. Tapi ini kalau misalkan mau diplicate cepat banget pasti karena kita benar-benar cuma tinggal di molding molding molding molding pakai fiber tempel udah jadi. Nah, kelebihannya pakai 3D print ini jadi kiri dan kanan itu seimbang benar-benar simetri karena ya cuma tinggal di mirror aja ya kan. Terus ini juga udah dikasih apa ya istilahnya kayak semacam jalur gitu buat enggak setting lampunya. Bohlamnya juga dikirim dari AS ya kan. Nah, ini pakai lampu yang universal 7 inci teman-teman. Jadi 7 inci 7 inci. Terus lampu se-nya. Nah, ini pakai punya lampu se-nya yang Suzuki Caribbean ya. Jadi di sini dan di sini. Grillnya juga akhirnya kita otak-atik. Jadi aslinya Finfest VF3 itu ada yang VVV kecil itu. Itu gua minta om tutup pakai dempul terus dihitin ulang lampu ini dan segala dudukannya. Ini sebenarnya sebenarnya PNP teman-teman tapi yang tidak PNP itu adalah grillnya. Kenapa? Karena grillnya Finfest itu chrome-nya ini. Itu sampai sini nih harusnya. Nah, itu yang harus dipotong. Jadi gua potong di sini set terus ditutupin biar lebih rapi. Tapi akhirnya ini. Ini adalah wajah VF3 yang seharusnya dari awal nih. Gua suka banget beneran hasil akhirnya begini. Modifikasi mini EV ya kan ini lucu banget. Benar-benar selucu itu. Gimana k menurut kalian? Lucu apa enggak, Guys? Aduh, kalau gua sih suka banget sih. Kalau kalian bertanya tentang budgetnya ini kira-kira habis sekitar antara 6 sampai Rp7 juta. 3D print-nya sendiri itu mungkin estimasi se Rp3 juta, Teman-teman. Nah, sisanya itu untuk beli lampu-lampunya. Jadi, kalau misalkan kalian lampunya mau proyektor, nanti akan lebih mahal. Ataupun merek lampunya misalkan yang enggak bermerek bisa juga lebih murah, Teman-teman. Terus juga nanti harusnya ada yang mesti dilakukan sama wiring-nya. Nah, ini wiring-nya kita enggak nyolder apapun. Jadi, pakai soket ketemu soket. Jadi sebenarnya untuk estimasi di bawah R juta ya bisa mengubah muka jadi selucu ini menurut gua sih worthed itu. Pengorbanan yang harus dilakukan balik lagi hanya motong si grill tadi itu. Nah, lucu banget. Enggak sia-sia pengerjaan waktu seminggu. Thank you banget Exitos Dage AS ya kan udah support. Thank you banget. Thank you banget. sampai tanggal 4 Mei mobil ini akan terus ada di sini di PES 2025 di J Expo Kemayoran Teman-teman di bootnya UPPF dan juga U Film. Jadi kalau kalian mau lihat langsung langsung aja datang ke sini. Kalau kalian kepengin bikin kayak begini kalian bisa langsung kotak ke Exitos. Next kita modif apa lagi ya? Atau kita pakai road trip. Jangan lupa dilike, jangan lupa subscribe. Saya si jalan. See you next video guys. Bye bye.
