Jungkat

Rp4,999 JUTA pengen kayak iPhone - Unboxing vivo V60 Lite Indonesia! (YouTube Video)

  • 03/10/2025

Halo guys, David di sini, dan kita mau unboxing Vivo V60 Lite. Versi yang lebih hemat dari Vivo V60 regular, yang kita bahas bulan lalu. Masih inget? Vivo V60? HP yang kamera telephotonya mantep buat ukuran midrange. Prosesornya juga cakep, Snapdragon 7 Gen 4 pertama di Indonesia. Sekarang udah ada varian lightnya. Dia lebih murah 2 juta dari versi regular. 5 jutaan versus 7 jutaan. Lumayan. Seberapa jauh beda light ini sama yang regular? Oke nggak buat harga 5 jutanya? Let's go kita cobain bareng! Mulai dari liat desain kotaknya dulu ya, yang sangat vivo sekali, ada lingkaran bercahaya di... sekitar namanya, ada V60 Lite yang 5G. Ini harus diperhatiin ya, yang 5G, karena ada varian 4G juga, yang harganya lebih murah lagi, di 3 jutaan, 4 jutaan. Di pojok kiri atas ada logo vivo, terus kotaknya ada motif garis-garis lingkaran tipis-tipis, dan dia comes with AI. Ini desain depannya lumayan simple ya, nggak kayak HP-HP lain yang udah nulisin fiturnya seabrek di bagian depan. Kalau ini cuma namanya dan AI. Gitu aja. Di kiri cuma ada vivo aja, di kanan, nah ini barangkali ada agak lengkap, vivo V60 Lite 5G, di bawah sama atas juga polos-polos aja, dan di bawah juga minim tulisan ya, vivo telepon seluler, yang kita unbox ini varian RAM 8GB, dan internal 256GB, yang harganya 4.999. Varian yang kita unbox kali ini, warna biru, selain warna biru, ada juga warna pink sama warna hitam. Dan ini biru, jadi ada 3 varian totalnya. Di bawahnya ada keterangan buatan Indonesia, di produksi vivo mobile Indonesia, di Tangerang. Mantap. Desain kotak yang sekali lagi sangat simple ya, soalnya akhir-akhir ini kita udah kebiasa nge-unboxing HP, yang sampe baterai, sampe NFC-nya udah ditulis semua di bagian belakang. Kalau vivo ini nggak ada petunjuknya sama sekali, antara harus tanya sales, lihat website, lihat berita, atau nonton video unboxingnya, atau reviewnya. Sekarang kita lihat dulu HP-nya kayak gimana. Di dalamnya ada si vivo V60 Lite, nanti kita coba buka, kita tutup dulu kayak gini. Ada petunjuk soal desain bodinya lewat casing dari HP-nya. Ini casing bawaan yang bahannya dari silikon ya, sangat standar, silikon standar aja. Terus ada kartu garansi, panduan ringkas, dan ada charger yang ukurannya lumayan besar di sini. Dia flash charge yang maksimalnya bisa sampe 90 Watt. Yang kenceng punya, dan ada kabel. Ini Type A to Type C, seperti biasa. Yang terakhir ada SIM Ejector. Oke, ini isinya juga lumayan standar, ada casing, kabel, charger, SIM Ejector lengkap. Kalau misalnya casingnya hilang, atau udah menguning, kita bisa tinggal minta ke service center vivo. Itu yang selalu dibanggakan dari brand ini. Sekarang kita lihat desain dari HP-nya. Jreng! Ini... Boleh pinjam iPhone lu? iPhone 16? Atau iPhone 17 juga mirip sih. Sambil menunggu, kita keluarin dulu dari bungkusnya. Nah, ini desain dari vivo V60 Lite, yang mirip dengan iPhone base model. Ini bentuk kameranya, desain kameranya, kapsul-kapsul gitu, buletan oval, mirip kayak iPhone, dan ada 2 kamera, ini juga ada 2 kamera, bedanya ini 5 juta, ini... Ini berapa? 17 juta. Iya, sama-sama 256GB, RAMnya juga sama-sama 8GB. Kalau ngeliat itunya aja. Ya, desainnya sih ini udah jelas sangat meniru ya. Ini juga flashnya ada di bagian sini. Cuma bentuk flashnya vivo, ya ini ciri khas vivo yang mereka sering banggain, ini ada aura led yang bentuknya ring seperti ini. Jadi... Woh! Kalau liat gininya doang, agak menipu sih. Ya, terima kasih! Itu kesan pertama banget pas ngeliat desain vivo V60 Lite, langsung kepikir desain kamera kapsul dari si iPhone base model dari iPhone 16, dan sekarang iPhone 17 juga masih sama. Jadi desainnya masih relevan ya. Asal ini ditutup mungkin orang yang sekali lihat aja, Wih, itu iPhone baru ya? Oh bukan, ini vivo V60 Lite, yang kamera utamanya ada 50MP, dan ada kamera ultrawide 8MP. Di sini teksturnya halus-halus, licin matte pantulannya. Ini backgroundnya agak terang, lumayan nyaru sama warna HPnya yang juga terang, jadi kita ganti background dulu. Nah, kalau kayak gini kan HPnya jadi lebih menonjol, lebih stand out, warnanya juga pantulannya jadi lebih kontras juga, ini pantulannya halus ya, warna biru yang lebih light-light gitu, sesuai namanya ada light-lightnya. Kebetulan aja. Ya sebenarnya desain dari V60 Lite ini, dia mirip kayak V60 regular ya, cuma entah kenapa pas ngelihat si V60 Lite, saya langsung ingetnya sama iPhone, bukan sama V60 yang namanya jauh lebih mirip. Mungkin karena yang V60 dia punya triple camera, jadi sama sekali beda kayak iPhone, sementara si V60 Lite, dia punya 2 kamera aja, jadi langsung dimiripin sama iPhone yang punya 2 kamera doang. Mungkin kayak gitu ya, atau karena iPhone selalu ditiru-tiru, dibandingin, sangat familiar, itu efeknya kuat ya. Buat bahan backdoornya sendiri, tentu dia dari polikarbonat, sampai ke framenya juga polikarbonat ya, di sini ada tombol power, ada tombol volume, di atas ada speaker, jadi HP ini udah stereo, terus di sini ada mikrofon, di kiri dia polos, dan di bawah ada port type C, speaker, mikrofon, dan SIM tray. Yang masuk 2 kartu nano SIM saja, jadi nggak bisa masuk kartu micro SD lagi, jadi harus dipertimbangin dari awal, anda mau ambil yang 256 atau 512GB. Bedanya sejuta, dapet storage yang 2 kali lebih banyak, 256 ke 512, dan RAMnya dari 8 ke 12GB. Jadi sejuta bedanya di sana. Ini 5 juta, yang satu lagi 6 juta. Sekarang kita hidupkan saja si HP Vivo 5G. Kalau varian LTE berarti nggak ada 5G nya ya. Ada banyak sih varian si V60 Lite ini, ada 4. Ada 4G 2 varian, dan 5G ini 2 varian lagi. Oh iya, yang unik dari V60 Lite ini, tadi kan storage nya 256 sama 512GB, dia tipe nya udah UFS 3.1 semua lho. Kenapa itu menarik? Karena si V60, si kakaknya yang lebih mahal 2 juta, dia pake UFS 2. Ini UFS 3, lebih kenceng. Dan storage nya juga lebih banyak dapetnya, di harga yang lebih murah. Sip! Jadi ini adalah penampilan paling awal dari Vivo V60 Lite! Dengan bezel yang nggak terlalu tipis, agak sedikit tebal, ini mungkin ukuran 1 spidol digarisin gitu. Di kiri atas, kanan, dan di bawah dia lebih tebal lagi. Jadi tipis, tapi nggak simetris-simetris banget. Ini ukuran layarnya 6.77 inci, resolusinya Full HD+, dan refresh rate nya 120Hz. Spek yang udah wajib-wajib sih, buat sebuah HP mid-range 120Hz, AMOLED, terus dia juga terang kalau dipake di bawah sinar matahari. Jadi standar layar sekarang udah bagus-bagus ya, mau HP apapun, asal udah 5-6 juta ke atas, udah seharusnya dia bagus. Termasuk Vivo V60 Lite ini ya, layarnya udah bagus buat HP mid-range, dia speknya udah AMOLED, dan lain-lain. Cuma emang kalau kita scroll-scroll, lihat-lihat seperti ini, masih sangat standar sih OSnya. Ini masih Funtouch OS doang, andalan Vivo di Indonesia, dari yang entry level sampe yang Fold, yang paling mahal, juga pake Funtouch OS, yang terlihat sangat sederhana ya, belum pake Origin OS kayak yang di China, yang fiturnya lebih banyak, jadi ini OS yang simple. Untungnya fitur yang termasuk wajib juga buat HP jaman sekarang, misalnya kayak AI Eraser, udah ada di Vivo V60 Lite ini. Jadi saya barusan foto si Vivo V60, beserta kabel dan base-nya, Wih, internetnya. Nah, sekarang udah ke-connect lagi, soalnya internet di studio lagi... bermasalah dari kemarin ada emailnya, dan sampai sekarang bikin stress. Fitur AI Eraser di Vivo V60 Lite ini juga butuh internet ya, biar data di servernya lebih banyak, biar hasil hapusannya juga lebih rapi, database-nya luas. Kayak gini, coba kita hapus... Apakah hilang? Woi deh, cakep sih ini. Si Vivo V60 Lite juga punya fitur AI lain, yang bisa kita akses di kameranya, yang namanya AI Four Seasons ya, jadi dia bisa bikin foto-foto kita berasa lagi di negara 4 musim. Sekarang mari kita lihat skor AnTuTu dari HP ini. Vivo V60 Lite menggunakan Mediatek Dimensity 7360, yang termasuk baru sih, pertama kali di Indonesia, agak belibet ngomongnya, karena 7360 itu sebenarnya rebranding dari 7300 doang, yang udah banyak dipake di HP mid-range lain juga. Jadi 7360 technically pertama di Indonesia, belum ada yang pake, cuma ya sama-sama aja, kayak yang udah-udah. Kata Mediatek, yang baru ini lebih efisien lagi lewat tuningan software. Ya apapun yang nggak bisa kita buktiin langsung lewat angka, lewat spek hardware, itu permainan marketing mereka lah. Jadi anggap aja dia ini kayak 7300. Skor AnTuTu-nya sendiri di 900 ribu ya, kedengerannya besar, tapi ini adalah AnTuTu versi 11, bukan versi 10 lagi. Kalau versi 10 dia sekitar 750 ribuan, jadi ya sama-sama aja kayak Dimensity 7300. Ya AnTuTu 11, kita harus mulai biasain lagi sama angkanya, dari dulu kayak 2-3 tahun belakangan, kita patokannya sama AnTuTu 10 kan? Ini harus mulai transisi lagi deh, tiap AnTuTu yang lebih baru, pengukurannya lebih banyak, total angkanya juga lebih gede. Untungnya kalau buat ngukur-ngukur speed storage, angkanya nggak bakal berubah ya, yang namanya speed storage mah kalau lebih kenceng ya, karena memang lebih kenceng aja. Kalau ini dia sama buat standar UFS 3, di 2GB per detik kira-kira. Buat settingan, dia di Super HD, jadi 90 fps, ini skinnya mantap nih, Cloudy. Jadi gimana? AOE dulu tembak luas gitu ya. Kalau burst, coba ya. Kayaknya jangan maju deh. Woh! Woh! Mantap! Oke, asis doang. Nggak bisa pulang ini main Brawl. Sekali maju, tidak ada jalan pulang. Mantap juga, mobility. Oh! Blink! Wih dih! Ya wih dih! Mantap! Buat performanya sendiri juga wih dih ya, ini dapet 90 fps serata, jadi dia bisa maksimalin settingan yang dikasih oleh Mobile Legends-nya. Kalau bisa kebuka 120, mungkin bisa tembus 100-110 atau bahkan 120 ya. Karena Mobile Legends game yang lumayan enteng sih, cuma settingannya di 90 aja udah stabil, jadi udah mantap. Oke, siapa tau bisa... Ha! Wih dih! Gila, OP ini, OP ini. Oke, ini buat nge-blink ya. Oh nih, hei! Gios! Antara kita yang jago atau musuhnya yang nggak mikir. Karena maju-maju doang. Mari kita farming... naga unboxing ini. Karena selalu kita hajar pas lagi video unboxing. Ini lumayan, kalau lawan boss itu kan lumayan berat ya, performanya lumayan... Kayaknya jangan terlalu cepet deh. Wih! Wih! Wih! Nah, biarin dulu. Eh, tapi kalau dibiarin dia terbang. Jadi udah... Yeay! Oke, ini mah kayak nge-farming banget, kayak nggak ada wibawanya gitu ya. Kalau buat performanya sendiri sih, buat Genshin, lancar sih. Frame rate-nya berkisar antara 30-40an fps buat setting medium ya. Jadi ya ini lagi-lagi performa mid-range yang standar, yang lain juga sama. Santai ya, kalau terbang ada bantal, terus kalau energi mau habis, kita istirahat dulu. Ini ngomong-ngomong soal energi, baterainya sampai 6500 mAh. Ya, mirip kayak si V60 ini. Tambah lama baterainya tambah tebel aja, si Vivo. Cuma desain bodinya, untungnya masih bisa dijaga di bawah 8mm ya. Ini sekitar 7,6mm dan beratnya di 194. Jadi semuanya terkontrol dengan baterai yang tetap besar. Sesuai sih kayak namanya, ada light-lightnya. Nggak tau nggak ada hubungannya ya, light lebih enteng. Suaranya nggak terlalu rapi ya, stereo sih. Tapi rasanya nggak terlalu detail, nggak sebening itu ya. Stagingnya ya bagus kanan-kiri, karena stereo. Bawah lebih kenceng 60-40 ya. Bass sedikit aja, tipis banget. Nah ini 6,5-7, dia sifat suaranya, karakter suaranya mirip kayak HP-HP Vivo yang lain. Yang treblenya tinggi, yang terasa bright, yang kedengaran lumayan tajam ya. Apalagi kalau kita buka video yang ada suara orangnya lagi ngomong. Kalau podcast Raditya Dika, memang lumayan bright sedikit ya. Kalau 200% bisa 400% juga. Malah lebih enak ya 400. Kayak lebih serak-serak tapi jadinya kayak ngeimbangin suara yang bright itu jadi lebih imbang rasanya. Sekarang kita coba tes foto-foto. Coba fotoin detail dari garis-garis yang ada di kotaknya. Garis radialnya, tipis-tipis. Terus kita foto si robot ini, yang saya lupa dapetnya dari mana. Dari mystery box ya harusnya ya. Selalu kayak mystery box kalau robot-robotan figur ini. Dan si V60 regular. Karakter warnanya lumayan kontras ya. Warnanya serba kuat, bayangannya warna hitamnya juga kerasa pekat, kuat juga. Ini prosesnya lumayan kenceng sih. Lumayan beda sama karakter foto V60 regular yang emang udah kolaborasi sama ZEISS. Racikan warnanya. Yang bisa kita pilih biar lebih cerah, atau lebih natural, yang lebih agak puder-puder tapi lebih nyata. Kalau V60 Lite ini dia lebih berani, lebih nge-punch, lebih nampol aja kontrasnya. Kalau anda suka rasa-rasa yang kuat, ini bagus. Tapi kalau pengen yang kelihatannya natural, ini terlalu keras sih. Buat perekaman kamera depan, Vivo V60 Lite bisa ngerekam sampai resolusi 4K 30 fps. Itu resolusi yang tajem, cuma dia nggak bisa aktifin stabilisasi ya. Jadi seperti yang bisa anda lihat, ini videonya gempa-gempa. Goyang-goyang, getar. Kalau kita pengen video kamera depannya lebih stabil, kita bisa aktifin stabilisernya. Cuma sebagai kompensasi, resolusinya bakal turun ke 1080p aja di 30 fps juga. Memang lebih stabil sih. Kalau saya, kayaknya lebih nomor 1 stabil daripada tajem. Apalagi 1080p juga udah lumayan tajem, warna juga terjaga. Kalau dari dynamic range, lumayan putih ya. Oh, kira-kira kayak gitu. Ada awan-awannya. Ya, Jakarta lagi lumayan berkabut, jadi awannya juga nggak se-cemerlang itu emang aslinya. Kayak gini, kira-kira video kamera depan dari Vivo V60 Lite. Kesimpulan buat Vivo V60 Lite. HP ini... Lebihnya apa ya? Tapi kurangnya juga... Apa ya? Nggak bikin jiwa tergerak hore-hore, tapi nggak kecewa juga. Posisinya itu kayak di tengah gitu. Harganya 5 juta, speknya nggak bisa dibilang wow ini the best, tapi nggak bisa dibilang wah parah nih. Serba cukup buat harganya. Nggak kurang, nggak lebih. Prosesor emang nggak super ngebut, tapi dia bisa stabil di 90 fps buat main game kompetitif. RAMnya gede, bisa sampe 12GB kalau mau nambah duit. Storage juga besar, setengah terah, UFS 3.1, kalau mau nambah duit. Untungnya, buat varian yang manapun, mau 256GB, 512GB, baterainya tetep sama, 6500 mAh, dan chargingnya juga kenceng. Dibungkus dibentukan bodi yang mirip kayak HP populer, alias cari aman. OSnya ya standar aja, Phantosnya Vivo, layar yang kenceng, terang, ini udah wajib buat HP 5 jutaan, speekernya udah stereo, NFC multifunction ada, sesuai ekspektasi. Palingan bagian kameranya aja, jangan ngarep dia bisa sama kayak V60 regular, mantan-mantang namanya mirip. V60 Lite ini justru bisa motong harga sampe 2 juta, karena lensa zoomnya ilang, dan rating tahan airnya juga lebih rendah sih, nggak bisa sampe nyemplung air kayak V60. Dia tahan cipratan aja. Jarang-jarang sih, saya dapetin kesimpulan yang rata gitu. Kalau anda sendiri kayak gimana? Apakah ini positifnya terang atau negatifnya gelap? Atau sama kayak saya ya, di tengah ya memang gitu HP mid-range. Demikian unboxing Gadgetin buat Vivo V60 Lite. Like kalau anda suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yow! Dislike! Lite kalau... Closed Caption by @Subbox.id Like! Lite!

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Episode Terakhir.....
Oleh DKID Media
10m 24s

Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....

Brand Terkait

Vivo V60

Vivo V60 hadir di Indonesia sebagai smartphone kelas menengah yang membawa desain modern, kamera berkualitas, serta performa yang stabil untuk berbagai aktivitas digital. Perangkat ini dirancang untuk pengguna yang membutuhkan smartphone seimbang untuk komunikasi, hiburan, fotografi, dan produktivitas ringan. Vivo menempatkan perangkat ini sebagai pilihan yang menggabungkan teknologi kamera ZEISS...

Vivo V60 Lite

Vivo V60 Lite hadir di Indonesia sebagai smartphone kelas menengah yang menonjolkan desain ramping, baterai besar, dan kamera yang praktis untuk kebutuhan harian. Perangkat ini dipasarkan sebagai pilihan yang seimbang untuk pengguna yang ingin tampil stylish tanpa meninggalkan kebutuhan utama seperti layar bagus, pengisian cepat, dan performa yang stabil. Di...

iPhone

iPhone adalah smartphone premium dengan kamera pro dan performa tercepat berkat chip Apple Silicon. iPhone menghadirkan desain elegan, keamanan tinggi, dan ekosistem Apple terintegrasi untuk pengalaman terbaik.

Vivo

Vivo menghadirkan smartphone dan perangkat pintar dengan kamera canggih serta desain stylish. Vivo dikenal dengan teknologi fotografi inovatif, performa andal, dan fitur modern untuk kebutuhan komunikasi, hiburan, dan produktivitas.