RTX 5090 100 Jutaan, Cuma Buat Gaming ? Rugi, Mending dipakai buat ini... (YouTube Video)
Mulai detik ini saya mau berhenti subscribe AI yang berbayar. Ya, salah satu alasannya karena dolar dan harga subscription yang makin amb. Akhirnya saya mutusin untuk beli VGA yang kemampuannya barbar dan lebih aman dibandingkan AI yang berbayar. Plus buat kerja produktivitas makin lancar, bikin video lebih bersinar. Dan satu lagi nih yang jadi game changer saat dipakai main game. FPS yang didapat bikin tersenyum lebar dan bikin lawan kalian dijamin gemetar. Dan harganya pun cuman 1800 dinar. Ya udah enggak usah sok jadi pakar. Selamat menonton. Kabinet kurang ajar. Kabinet itu maksudnya lemari ya. Tak sapu-sapu dewe. Hai Andika, Guys. Di sini kalau kita ngomongin VGA kelas monster biasanya yang ada di otak kita itu langsung wah langsung pengin main game hardcore rata kanan mentoklah Racing Ultra atau biasanya yang sultan-sultan ya beli VGA ini cuman untuk main game yang sangat berat yaitu Zuma. Bisa sih sebenarnya kalau mau cuman pamer frame rate doang, tapi sayang banget karena VGA Monster ini selain dibuat gaming yang bisa mentok rata kanan, VGA bertenaga buas kayak si RTX 5090 ini punya potensi yang jauh lebih besar dibandingkan kalian gunain cuman buat gaming aja. Padahal kalau kita jeli di zaman digital dan serba AI ini, VGA ini bisa kita gunain untuk cari duit juga. Terutama buat kalian yang kerjanya itu jualan kelas AI. Dan kalau hitung-hitungan kasar ya, di Kedi sendiri itu subscribe hampir semua AI yang populer. Contohnya kayak Gemini, Cloud, terus juga chat GBT itu kita semuanya subscribe. Dan di total-total sebenarnya sebulan itu ya untuk bikin script dan riset ya itu butuh sekitar 2,5 juta per bulan. Kali ini aja 12 ya sekitar R30 juta setahun. Dan akhirnya kita mutusin untuk nyoba bikin AI kita sendiri lokal. Cuma untuk bikin AI itu ternyata investasinya lumayan. Dia butuh VGA yang super monster. Nah, akhirnya kita coba si MSI Lightning RTX 5090 dengan totalnya 32 GB GDDR7. Ya, harganya sih emang enggak murah ya, tapi apakah beneran bisa worth it kalau kita gunain dia untuk investasi, untuk cari uang lagi? Yuk, kita bahas. Kita mulai dari spesifikasi detail PC yang kita kombinasikan dengan si MSI Lightning RTX 5090 ini ya. Cuman sebelum kita detailkan spesifikasinya kayak apa, kita coba lihat GPU-nya dulu. Karena dari semua part dia itu kayak jadi langsung eye catch-nya itu langsung di GPU-nya gitu. Asal kalian tahu ya, VGA yang akan kita bahas ini adalah VGA yang super super limited edition. Karena cuman ada 1300 unit di seluruh dunia dan setiap GPU-nya itu ada nomornya dan kita ke bagian nomor 1290. 1290 yang artinya ya kalau misalkan produk ini memang benaran menarik nanti saya mau nge-lobi MSI untuk ya harganya untuk teman sendiri bisalah ya lebih murah mungkin bisa diskon ya 10% lah. Okelah. Jadi saya bisa jadi salah satu orang yang punya RTX 5090 MSI Lightning ini dari total 8 miliar populasi yang ada di dunia. Nah, salah satu alasan kenapa kita pengin bikin AI lokal kita sendiri sekaligus bisa digunain untuk gaming juga karena si MSI Lightning RTX 5090 ini punya PCI Gen 5X16 yang punya speed dua kali lipat dibanding RTX 4090. Karena kalau kita ngomongin RTX 5090 itu kan banyak yang ngomong, "Wah, cuman upgrade di DLSS-nya, raw performance-nya enggak ada." Itu karena kalian gunain untuk raw gaming aja. Tapi sebenarnya potensinya itu lebih ada, apalagi kalau buat AI. Karena ya jujur aja ya, kalau misalkan kalian beli VGA ini, terus kalian gunain untuk main game Valoran atau cuman Excel ya, ibaratnya kayak kalian itu nyewa patwal polisi tapi kalian naiknya odong-odong. Jadi, percuma enggak bakalan nyampai cepat juga. Tapi kalau kalian gunain dia sesuai dengan performanya, kalian bisa persanya dengan tepat ya, kalian kayak padwall ya yang bawa mobil sport. Jadi ngrender 4K, game, AI itu semuanya kencang tanpa hambatan. Jadi performa maksimal dari si GPU-nya bisa keluar gitu. Ditambah lagi Quda core sampai 21760 unit yang lebih dua kali lebih banyak juga dibandingkan dengan RTX 4090. Yang enggak kalah penting juga jumlah VRAM-nya. Kan banyak yang bilang, "Wah, Nvidia itu pelit masalah VAM." Nah, untuk GPU yang ini enggak. Karena total RAMnya itu ada di 32 GB GDDR7 dengan 512 bit. Dan selain performanya yang monster habis, coba lihat aja desainnya. Beh, desainnya itu cakep banget. Dia dibalut dengan carbon fiber back plate asli yang kerasnya ini keras banget bahan materialnya. Ngalain kerasnya ego CEO dapur yang udah dikritik tetap aja dapurnya itu enggak mau ditutup. Keras banget rancangannya ini. Super brutal, kokoh, keras banget lah ini. Kalau misalkan ibaratnya kalian mau bangun ruko baja WF-nya kalian ganti pakai GPU ini, itu masih bisa. Belum lagi ada layar 8 inch yang keren parah yang bisa digonta-ganti mulai hardware monitor jadi second screen sampai dipakaiin background wibu. Tapi VGA sekeren ini memang enggak cocok buat kalian yang rumahnya itu punya daya sekitar berapa? 900 watt itu enggak bisa ya. Karena dia bisa narik sampai 1000 watt. Jadi belum komponen PC-nya ya. Jadi kalian nyalain PC-nya langsung meledak meteran kalian kalau cuman 900 watt. 1000 watt itu di kondisi load extreme ya. Itu pun harus kita ubah dulu settingannya di switch yang ada di belakang GPU-nya pakai gantungan kunci yang ada di paket pembeliannya. Tapi kalau dipakai nge-game dan generate text to video enggak sampai segitu kok ya. kira-kira 600 sampai 800 watt lah. Tetap jangan kalau misalkan rumah kalian di 900 watt. Kalau untuk spesifikasi lain dari GPU-nya dan komponen lainnya, intinya ini adalah combo yang memang enggak akan battle neck kalau kita gabungkan dengan MSI RTX 5090 yang lightning ini ya. Cuman biar durasinya enggak panjang, kalian bisa baca di sini aja. Dan sekarang langsung aja kita coba tes dulu kalian mau gaming dulu atau AI dulu? Apa gaming. Oke, ya udah kita tes gaming dulu. Ini tanya-tanya sendiri, dijawab sendiri. [tertawa] Kita mulai dari tes sintetisnya dulu ya. Kalian bisa lihat beberapa tes dari 35 performance ini. Stress test, time spy, fast track. Tapi yang bikin Salvock itu di solar B-nya. Karena selama kita cobain laptop dan PC ini skor solar B tanpa di overclock yang paling gede yang pernah kita cobain. Dan untuk TGP-nya beneran nge-hit sampai 800 watt ketika kita lihat locknya. Gila, ini emang GPU ya. Dan untuk main game biasanya kalau kita ngetes game itu ya paling cuman 3 sampai 4 game aja. Dan ini kita cobain berapa? 8 game langsung. dan 8 game dengan skenario yang berbeda-beda. Untuk resolusi layarnya kita buat native di 4K ya. Dan kita semua tahulah Nvidia itu jagonya bikin visual apalagi lewat fitur andalannya pad tracing. Coba lihat perbandingan side by side di layar saat fitur ini off dan on. Saat off grafisnya memang sudah bagus tapi arah cahaya dan pantulannya masih kayak kaku gitu. Begitu di-onkan pencahayaan bayangan karakter sampai pantulan di genangan air langsung dihitung akurat dan jadi [musik] jauh lebih nyata. Untuk game pertama kita coba di Resident Revil Requim ya yang terbaru dan ini kita pakai empat skenario. Jadi kalian bisa lihat grafiknya itu ada multiframe generation off dua kali, tiga kali, dan empat kali. Dan di off-nya aja average FPS-nya bisa dapat di 83 maksimumnya 103. Kalau 4 kali bisa sampai 285 fps. Jadi kalau kalian main game triple A ini dan kalian punya monitor yang 240 Hz, monitor kalian itu enggak sayang gitu herz-nya ya, masih bisa kepakai. Di game pragmata sama juga kita pakai empat skenario dan kalian bisa langsung lihat chartnya. Average FPS untuk yang off itu di 82. Kalau yang di empat kali average-nya bisa tembus di 223. Indiana Jones multiframe generation off average FPS di 61 tapi ketika naik 4 kali jadi 195. Terus James Bond first light dengan frame generation off average FPS masih dapat 112 dan kalau multifame generation di James Bond ini ada sampai 6 kali dan kalian bisa dapat average FPS 424 sampai 500 fps. Nah, ini buat monitor-monitor yang punya 500 Hz. Di Cyber bank dengan multifame generation of average FPS atau ya multifame generation ini berarti raw performance-nya ya. average-nya dapat di 83 dan untuk multifame generation 4 kalinya dapatnya 270. Lanjut ke Black Meid Wukong. Untuk MFG off itu average FPS 86 dan untuk MFG 4 kali dapatnya di 264 FPS untuk average. Lanjut ke gameering Wave dengan MFG off. Dia dapat average FPS 74 dan kalau misalkan 4 kalinya dapatnya di 285 fps. Nah, kalau untuk Valoran sebenarnya yang bekerja gras itu CPU-nya tapi dia punya fitur yang namanya Nvidia Reflex dan nanti akan kita bahas. Dan di Valoran dapat average FPS di 398, maksimumnya di 411. dan di semua game tadi, coba ini perhatikan ya, karena saya cuma mau mainan chart aja. Kalian perhatikan di suhu dan juga di power-nya, di TGP-nya. Nah, untuk di beberapa game TGP-nya itu bisa nge-hit di 630 watt kayak di James Bond, di prakmata itu di 600 watt, dan di resident refil itu di 700 wat sampai 750 watt. Nah, untuk suhunya itu bisa ditahan di bawah 80 derajat celcius. Gokil enggak? Nah, rahasianya bisa mendinginkan, ibaratnya dia bisa mendinginkan microwave ya. Karena untuk sistem coolingnya dia udah pakai yang water cooling. Sekarang kita bahas fitur-fitur dari Nvidia-nya. Yang ini menurut saya juga ngebantu banget ketika kalian nge-game, contohnya di game-game Valoran atau game-game yang support dengan Nvidia Reflex. Karena Nvidia Reflex ini sesuai dengan namanya, bikin reflek kita seharusnya itu lebih cepat. Jadi, kalau kalian masih kalah dengan fitur Nvidia reflek ini, mending mainnya Zuma aja. [berteriak] Biasanya kan kalau kita kalah adu tembak itu kan pasti ada aja yang dikambing [musik] hitaminnya ya. Kayak misalkan ya kalau misalkan kalah tembak kalian nyalain mouse koneksi mayor teddy. Nah si Nvidia Reflex ini hadir buat membungkam semua alasan itu tadi ya. Secara bahasa gampangnya ya. Teknologi ini memangkas habis antrian data antara prosesor dan GPU yang hasilnya sistem latency alias jeda waktu dari ujung jari kalian menekan tombol mouse sampai pelurunya benar-benar keluar di layar monitor jadi super instan. Jadi kalau kalian tekan mouse pelurunya langsung dar gitu. Jadi enggak ada yang namanya del. Karena kalau kita main game kompetitif yang kita butuhin tuh sebenarnya selain skill juga reflek. Makanya pemain-pemain esport itu biasanya pensiun di umur 30-an karena reflek-nya itu semakin berkurang. Nah, dengan Nvidia Reflex ini harapannya pensiunnya bisa lebih tinggi lah ya. Umur-umur 60 baru pensiun atlet esport gitu bisa kalau pakai si fitur Nvidia reflex ini atau pas kalian pakai Nvidia reflex main Valoran dan kalian juga live streaming tapi live streamingnya burik. Nah, Nvidia juga punya fitur menarik. Jadi, Nvidia ngasih solusi yang paling elegan lah lewat kombinasi Codex EV1 dan hardware encoder di GPU RTX 50 series mereka. Jadi, bahasa gampangnya codex EV1 ini dia bisa nampilin visual yang tinggi tapi dengan bit rate yang kecil. karena lebih kecil, data yang diproses itu jadi kecil juga. Jadi enggak bebani internet dan enggak ngebebani PC-nya juga. Dan kalau kita omongin buat produktivitas kayak sekelas ya produksi YouTube-nya DK ID aja sih ya. Kalian lihat sendiri aja deh performanya. Contohnya kayak Premiere 4K cuman 35 detik. Kalau full HD cuman 19 detik. Terus kayak Blender pakai KUDA plus GPU itu cuman 5,53 detik. Apalagi kalau yang Blender OP X only pakai GPU itu cuman 3,37 detik. Bayangin render cuma 3 detik. Saya ketip aja. Oh, ketip tiga kali ya ketipnya. Tetap tiga tiket. Oke, sekarang kita lanjut ke bagian AI on devices. Karena dengan VAM 32 GB kalian mau AI lokal di sini sih mau apa aja bisa. Apalagi di kondisi AI cloud itu makin bahaya ya privacy. Apalagi kemarin juga ramai tentang pencurian data tentang AI cloud ini. Karena kemarin salah satu library AI yang paling populer di dunia LLM versi 1.82.7 dan 82.8 8 ternyata udah kemasukan backdoor alias disusupi hacker. Efeknya ya enggak main-main. Bayangin aja si hacker langsung ngegarong isi server kita. Kunci skripsinya dicuri. File berisi password disikat sampai dompet cryptonya juga diangkut. Nah, lebih parahnya lagi kalau ekosistem AI ini pakai sistem server Kubernetes. Wah, apalagi nih Kubernetes? Jadi, Kubernetes ini sistem inti kelas dewa yang ngontrol seluruh ekosistem server perusahaan. Ingat ya, namanya itu Kuber Netes, bukan yang lagu itu yang kayak netes telur cendol dawet bukan ini? Eh, liriknya gimana sih? Kok saya jadi lupa? Nah, mereka bakal nanam pintu belakang atau backdoor dengan akses setara pemilik. Alhasil, seluruh ekosistem server bisa dikendalikan penuh sama si hacker. Nah, itu kan benar-benar ngeri ya kalau kejadian. Nah, kalau kita punya GPU RTX 5090 Lightning dari MSA ini, kita bisa bikin transisi kayak gini atau kayak gini, tapi lokal tanpa bantuan cloud. Gila gak? Terus gimana bikin efek transisi tadi jadi aman? Gampang kok. Nih saya tunjukin. Pertama buat ngeracik ide dan nulis prom-nya kita pakai O lama karena sistem ini pintar. jalan 100% offline, kita bisa masukin data rahasia. Kalau biasanya sih saya masukin data NDA dari brand ya. Jadi mau NDA atau embargonya itu sepetik apapun aman karena ya di sistem saya sendiri paling minusnya cuman satu ya, kita harus terus update datanya karena ini kan offline ya sama kayak software update di HP lah. Kita harus update terus biar dia makin enggak ketinggalan zaman. Begitu naskah prom-nya matang langsung kita lempar ke Confi UI buat disulap jadi video. Di arena ini kita bisa bebas milih engine AI apa yang kita butuh. Mulai dari one yang efisiensinya lagi viral, ada hunyuan video untuk hasil foto yang realistis sampai kok video X untuk adegan cinematik. Dan tahu enggak apa yang paling gokil? Bikin transisi tadi itu cuma butuh waktu hitungan menit aja. Aslinya untuk alur kerja yang sebrutal itu tadi ya, wah kalau PC biasa pasti menjerit [musik] minta ampun. Tapi karena ini pakai MSI Lightning RTX 5090 dengan RAM 32 GB tadi, semuanya sukses dilibas rata tanpa keringat sama sekali. Dan ini adalah hasil beberapa generate AI yang sudah kita buat. Dan kalau misalkan AI offline, enaknya kalian bisa generate apapun sesuai dengan imajinasi kalian tanpa ada boundari, batasan. Tapi ya jangan dibuat aneh-anehlah ya. Untuk fitur lain, Nvidia jelas dia juga ada Nvidia App dan juga ada Nvidia Broadcast. Ini di beberapa video saya ng-review laptop Nvidia udah pernah saya jelasin sebenarnya. Cuman intinya Nvidia App ini ibarat remote control universal buat PC kalian. Nvidia sekarang udah ngebuang cara lama yang ribet. Pengaturan grafis dan optimalisasi game dilebur jadi satu aplikasi yang super ringan, modern. Dan yang paling penting udah enggak ada lagi kewajiban buat login. Karena untuk download driver aja ngapain login kan enggak penting ya. Jadi sekarang cukup satu pintu aja. Terus untuk urusan audio dan visual kalian wajib pakai Nvidia Broadcast aplikasi bertenaga AI. ini bisa nyulap kamar kosan biasa jadi studio profesional. Fitur noise removal-nya juga udah kita coba dan cakep banget ya. Kalian mau suara keyboard mekanikal yang di dekat mic aja itu hilang. Mau kenalpot blong, mau minggu-minggu ada tukang gerenda itu aman aja. Oke, sekarang kita bahas harganya ya. Dan menurut saya sih MS ini kayak kayaknya enggak mau nyari margin deh di GPU ini karena dia produksi cuman 1300 unit kan. Nah, untuk harganya kenapa diproduksi 1300 unit Super Limited Edition? Karena sebenarnya margin MSI itu enggak ada ya di kondisi GPU yang lagi mahal kayak gini. Dia dijual dengan harga Rp105 juta. Kayak mahal banget. Tapi sebenarnya MSI marginnya tipis banget. Dia tuh bikin GPU ini kayak cuma nunjukin, "Wah, ini nih kita bisa bikin GPU yang kencang." Sebenarnya poinnya itu aja. Tapi sebenarnya kalau kita ngomongin Rp105 juta itu mahal atau enggak, coba kita hitung-hitungan ya. Biasanya ya buat DKID aja ya. DKID ini kan produksinya cuman YouTube aja, bukan company yang gede, bukan pakai agen AI. Nah, jadi untuk cloud, Gemini, dan juga CGBT kita itu enggak subscribe yang model yang large yang paling tinggi gitu, enggak. Itu aja kita menghabiskan sekitar Rp2,5 juta per bulan. Nah, si MSI ini kan dia punya garansi ADP 3 tahun ya, harga Rp105 juta kita bagi berarti 36 bulan. Berarti per bulan sebenarnya mirip-mirip aja. Jatuhnya cuma sekitar Rp2,8 juta. Tapi value-nya yang kita dapat sebagai gantinya sebenarnya lebih besar. Sebenarnya kalian bisa beli pakai kartu kredit ya untuk bayar 2,8 juta per bulan. Kalian cari aja biasanya program bank itu ya 36 bulan 0% itu ada yang jatuhnya sama kayak kalian subscription AI juga sekitar 2,5 juta per bulan. Terus apa aja kelebihannya dibandingkan AI cloud? Ya jelas dia enggak butuh koneksi internet. Jadi, privacy itu lebih aman karena servernya ya enggak butuh ke sana. Lokal di sini aja. Kita bisa generate AI secara offline. Jadi, materi promosi kita enggak akan disedot jadi bahan percobaan oleh server cloud anta berantah. Kedua, produktivitas ngebut buat konten. Kita bisa hajar render video dan animasi 3D belasan kali lipat lebih cepat. Waktu yang hemat ini bisa kita pakai untuk melibas project lain. Jadi, ini bisa dibilang bukan gaming aja ya sekarang ya. Nvidia itu bukan cuma GPU untuk gaming, tapi bisa buat cari duit juga. Ketiga, performa gaming-nya ya jelas rata kanan dengan teknologi terbaru Nvidia kayak di LSS 4.5. Ada MFG yang bikin kualitas visual semulus film layar lebar dengan responsivitas dengan setingkat ya atlet-atlet esport. Kalau kita omin kekurangannya jelas GPU ini bukan untuk semua orang apalagi untuk orang yang daya rumahnya itu cuma 900 watt bukan ya. Karena dia bisa generate power sampai 1000 watt. Ingat ya, 1000 watt itu bukan total dari semua pixinya, cuman GPU-nya aja. Jadi kalian jelas butuh PSU yang lebih gede juga. Selain itu ya kalian lihat kekurangannya ya ukuran VGA-nya karena 1000 watt ukurannya itu sangat-sangat masif ya. Kayak semua komponen itu kayak VGA semua gitu di dalam PC-nya. Ya, kesimpulannya kalau kalian anggap alat ini cuman untuk bantuan kalian dapat frame rate yang gede di gaming, ya jatuhnya mahal sih. Tapi kalau kalian jadikan alat ini produksi utama si RTX 5090 Lightning Z ini adalah investasi bisnis yang menurut saya masih masuk akal. Dan jujur setelah saya nyobain si Nvidia RTX 5090 Lightning Z ini, saya jadi kepengen sih. Mungkin MSI kalau lihat video ini ya harga diskon lah atau barang X display atau ya yang udah dipakai gak apa-apa diskon-diskon 50% bolehlah ya. Sayaudi and see you on the next video.
