Jungkat

RTX50 Series , 99%sRGB , 180Hz TERMURAH ?? Acer Nitro V15 (YouTube Video)

  • 31/08/2025

Sekilas desainnya mirip kayak tipe lawas, tapi enggak perlu cemas. Laptop ini enggak akan dianggap sebagai laptop bekas karena performanya jauh lebih beringas dan siap dipakai untuk bertugas. Layarnya kelas, cakep kayak di kolas dan siap dipakai untuk berkreativitas. Ya udah enggak usah malas. Selamat menonton kau. Hai Andika, guys di sini. Kenalin ini adalah Acer Nitro V15 V15 laptop keluaran terbaru Acer untuk keluarga Nitro Series. Tapi secara desain enggak baru-baru banget sih, minor aja upgrade-nya. Yang beda itu cuma corak belakangnya aja. Mereka memberikan nama pet of victory dari nitro yang kata Acer ini merepresentasikan compression dan juga row for victory yang artinya intinya ini style tapi secara performa garang dan kalau secara spesifikasi jelas ada upgrade-nya ya. Kalau yang dulu itu pakai Intel Core F5 dan juga Intel Core i S7 dan GPU-nya pakai 250 atau 450. Nah, sekarang dia pakai GPU-nya itu RTX 5058 GB. Wah, menarik kan? Laptop gaming entry level tapi pakai 5000 series. Tapi pertanyaannya harganya ikut naik engak? Untuk harga kita omongin di akhir video aja lah ya biar enggak ada yang skip. Karena kan biasanya kalau saya kasih tahu di depan harganya segini. Wah skip harganya segitu. Jangan diip, Guys. Karena yang bikin video ini capek. Jangan skipskip. Sen V15 ini pakai prosesor Intel Core FF Gen 13 dengan tipenya itu 13420H dengan hybrid core. Jadi ada 4 core performance dan 4 core efisiency. Total 8 core 12 rate dengan maksimal speed-nya di 4,6 GHz. Yah, kok pakainya Gen 13, Bang? Kok enggak pakai Gen 14 yang paling baru? Yang pertama jelas karena prosesor ini tuh punya value for money yang tinggi ya. Coba perhatikan setiap laptop dengan prosesor I5, i7, Gen 13, harganya itu pasti di bawah Rp20 juta. Jadi, laptop gaming bisa jadi lebih murah, tapi performanya tetap luar biasa. Yang kedua, jelas Intel Gen 13 itu lebih fleksibel dan terbukti stabil. Kenapa fleksibel? Karena ini satu-satunya generasi prosesor yang masih support antara RAM DDR4 dan juga DDR5. Jadi, brand itu secara konfigurasi masih lebih leluasa ngeracik hardware-nya. Kalau mau harganya lebih murah, ya tinggal diracik pakai DDR4. Kalau mau harganya lebih tinggi ya dipakai di DR5. Kayak di laptop ini salah satu komprominya biar nekan cost, biar harganya itu tetap terjangkau, mereka memutuskan untuk pakai RAM tipe DDR4. Tapi untungnya secara kapasitas udah gede 16 GB. Karena biasanya untuk ya laptop-laptop gaming yang entry level kayak gini nanggung gitu dikasihnya 8 GB. Nah, ini langsung 16 GB. Karena untuk ukuran di tahun 2025 ini ya sebenarnya RAM 16 GB itu udah agak sesak apalagi kalau misalkan dikasih cuman 8 GB. SSD-nya punya kapasitas 1/2 TB atau 512 GB cukup gede. Kalau kurang tenang, masih ada slot kosong untuk extra storage. Untuk speed-nya kalian bisa lihat di layar gede kok. Hampir 5000 Mbps untuk read. White-nya hampir 4000 Mbps. Lanjut kita bahas performanya. Gimana perpaduan antara RAM SSD dan juga Intel Core i5 13420H plus RTX 5050 di laptop ini. Tapi seperti biasa kita coba dulu di benchmark syntheticnya ya. Kita coba di R23 dan single core ketika plugin dia dapatnya 1648 dan multiore-nya rata-rata itu dapatnya di 10.000 sampai 11.000 poin. Nah, kalau misalkan battery only atau adapternya dicabut, single core-nya sih enggak turun ya dengan 1608, tapi multiore-nya turun di kisaran 8.000-an ribuan poin. Seperti biasa, laptop gaming ketika baterai only pasti ada penurunan performa. Tapi yang menarik, penurunan performanya ini enggak sampai 40%. Lanjut ke tes 3D Mark. Kita coba gimana sistem coolingnya ketika dia di loop stres test sebanyak 20 kali dan hasilnya dia lolos loh ya dengan skor 99,1%. Kalau untuk skor GPU RTX 505 8 GB-nya time spend-nya skornya segini, Firestrike skornya segini, dan solar B yang support sama retracing skornya segini. Lanjut, sekarang kita coba untuk produktivitas. Seperti biasa kita coba di Adobe Premiere Pro dengan template yang memang bisa kita pakai, kita coba export ke 4K. Dan hasilnya untuk rendering, dia selesai dalam waktu cuma 1 menit 48 detik aja. Kalau mau export ke full HD bahkan di bawah 1 menit ya dengan 54 detik aja. Lanjut ke blender dengan template BMW. CPU rendernya dia selesai dalam waktu 4 menit 22 detik. Nah, kalau kalian ngerasa kurang kencang ya pakai GPU render-nya aja. Karena si 508 GB-nya ini bisa menyelesaikan dalam waktu hanya 27 detik. Gila. Lanjut, sekarang kita coba untuk gaming. Karena As 15 ini laptop gaming. Kita coba di game-game yang ringan dulu lah kayak Dota 2. Ini kita coba untuk best looking. Average FPS dia dapat di 57, maksimumnya bisa tembus 84, dropnya di 47 fps. Tapi kalau kita ubah settingannya jadi fastest, FPS-nya naik di 72 maksimumnya bisa tembus 120. Drop-dropnya di 60 fps. Butering wave ini entah kenapa banyak yang minta game watering wave ya mungkin karena sekarang udah banyak playernya ya. Dan wooding wave dengan setting-nya quality di average FPS dia di 52, maksimumnya di 60, drop cuma 34 fps. Delta Force dengan settingan ultra atau mentok rata kanan average FPS dia dapat di 58 maksimum bisa tembus 80 kadang dropnya bisa di bawah 30 fps sih kalau misalkan settingan low drop-dropnya itu cuma di 37 fps. Jadi masih aman. Lanjut kita coba di game yang support sama penipuan FPS atau multiframe generation atau DLSS 4.0 lah. Kita coba di Cyberpunk. Kita coba dulu kalau frame generation-nya ini off gimana hasilnya dan hasilnya cyberbank FPS itu dapat di 43 maksimum 61 tapi dropnya kadang bisa di bawah 30 fps dengan 29 FPS. Jadi sekarang kita coba naikin frame generasi-nya dua kali dan hasilnya naik FPS-nya di 73 bisa tembus 98 max-nya drop-dropnya cuma di 60. Nah, kalau kita naikin frame generation-nya ketiga kali naik juga average FS jadi 112 terus maksimumnya bisa tembus 128. Kalau 4 kali average FPS-nya jadi 121 dan maksimum FPS-nya jadi di 140. Lanjut ke game Black Meet Wukong. Black Meid Hukong ini kalau frame generation-nya off average FPS cuma di 27 terus maksimum bisa tembus 36 dropdropnya 20 fps. Jadi saran saya sih kalau untuk black midcom di frame generation tiga kali ya itu aman sih karena average FPS di 52 terus maksimum bisa tembus 71 dan dropdropnya itu di 36 fps karena kita udah coba kalau misalkan pakai high frame generation yang 4 kali delay-nya itu lumayan kerasa gitu kayak enggak nyaman dimainkan. Jadi sweet spot-nya Black Meid Wukong itu di tiga kali. Valoran game yang CPU bonet. VC FPS dia bisa dapat 124 dengan maksimumnya bisa sampai 162 FPS aman. Untuk suhu temperatur ketika main game juga di kisaran aman di 74 derajat Celcius dengan package power CPU-nya itu sekitar pakainya tuh di 35 watan. Kalau untuk GPU power-nya di 55 watt. Dan mirip-mirip sih kayak Cyberpunk suhunya juga di kisaran 75 derajat Celcius dengan package power CPU dan juga GPU sama. Dan untuk suhu temperatur permukaannya ketika kita udah stres tes benchmark dan juga main game estafet tadi kita fleir dengan suhu ruangan sekitar 28 derajat celcius. Hasilnya suhu tertinggi itu di 44,6 derajat celcius tapi di atas keyboard. Wajar seperti biasa. Nah, kalau untuk keyboard-keyboard-nya apalagi tombol WASD yang biasanya bakal kita pakai untuk main game itu aman di 34,2 derajat celcius. [Musik] Kalau ngomongin desain yah, Acer desainnya masih pakai signature nitro yang generasi sebelumnya ya. Bedanya itu tipis, coraknya masih familiar, cuma kayak ganti baju aja. Yang satu motifnya gini, yang sekarang motifnya gitu. Bahan yang dipakai juga masih sama, masih pakai plastik polikarbonat. Mungkin ke depan biar Acer Nitro ini punya feel yang juga premium, bisa pakai metal atau aluminium sih ya, Acer ya. Sisanya masih mirip-mirip aja. Cuman awalnya saya pikir ini exhaus-nya kenapa dia langsung ke layar ya? Karena di bagian belakang dan langsung ke layar. Tapi ternyata ada jeda antara cover C dan LCD yang enggak langsung mengarah ke layar. Jadi bagian frame bawahnya itu juga lebih tebal. Harusnya sih udara panasnya itu mantul dari layar ke bagian depan layar sih. Harusnya ya. Harusnya sih aman. Untuk bobot mereka klaim ada di 2,1 kg dan saat kita tes lebih berat 24 gr ya kita anggap aja sama lah ya. Ketebalannya 2,35 cm. Bobot ini tergolong ringan dibandingkan dengan kebanyakan laptop gaming yang rata-rata itu di atas 2,3 kilo. Sekarang kalau ngomongin layar yang saya suka dari SER itu baik di seri entry atau seri flagship-nya itu selalu pakai layar yang lebih baiklah dibanding kompetitornya. Contohnya kayak Acer Expire yang N100 yang harganya R jutaan kemarin itu udah pakai panel IPS yang cakep. Nah, kompetitornya kebanyakan ya enggak semuanya ya, kebanyakan pakai TN kalau enggak IPS level. Kalau di seri Acer Nitro V15 ini malah kayak cenderungnya itu all in gitu, gak ada yang dikompromi di bagian layar. Layarnya ini 15,6 inch pakai rasio 16 b 9 dengan resolusinya full HD dan yang buat all in itu refresh rate-nya sih di clash harga entry level dia masukin refresh rate 180 Hz. Dan seperti yang kalian lihat di tes-tes Valoran dan juga game-game yang udah pakai multifame generation itu masih bisa ngangkat kalau di 180 Hz. Skal gambut layarnya juga enggak dikasih yang setengah-setengah. Pengujian kita di Kalman bisa sampai sRGB itu ya di 99,7%, Adob RGB 85,6%, P3-nya 80,9%. Kalau untuk brightness sih standar brightness-nya itu ada di 273 nitz. Kalau untuk webcam kira-kira hasilnya seperti ini dan menurut saya sih hasilnya agak kurang ya karena resolusinya cuma di 720p belum 1080p dan dia kayak nge-zoom banget gitu jadinya karena di 720p walaupun Windows studio effect-nya ada. Jadi kalau misalkan background effect background effect-nya juga langsung ngeblurnya itu ngeblur yang kurang gitu menurutnya. Jadi saran saya sih kalau ada budget mending beli webcam eksternal sendiri lah. Webcam eksternal sekarang murah kok karena sekarang sudah enggak zamannya COVID kan ya. dulu pas COVID bisa sampai sejuta. Sekarang 100 200.000 ada. Dan untuk mikrofonnya dari tadi yang kalian dengarkan adalah suara mikrofonnya laptop ini langsung. Uh, tapi dia juga ada software tambahannya ya. Ini nih quick panel yang sama aja kayak Windows Studio Effect jatuhnya ya. Dengan form ve vor, inch, laptop ini pakai full size keyboard jadi lengkap ada numeric pad-nya. Tapi ada satu hal yang menarik dan menurut saya patut diapresiasi. Ukuran tombolnya ini gede-gede gitu. Jadi cocok buat jerry saya yang lumayan gede juga. Size number pad-nya itu dibuat lebih ramping biar tombol-tombol huruf utama tetap punya ukuran gede. Dan untuk backl-nya sayangnya enggak bisa diganti ya, enggak bisa RGB. Cuman kalau buat saya pribadi sih enggak ada masalah karena backl-nya ini warnanya enggak warna putih, dia warna orange. Jadi unsur gamingnya itu masih dapat. Warna backlit ini disebut amber backlight sama Acer. Warnanya itu kayak tomat yang setengah matang antara orane dan merah merona. Lanjut ke bagian yang sering kita sentuh, kita raba-raba, dan kita gosok-gosok. Apa itu? Touchpad. Size touchpad standar aja, tapi dia udah punya sertifikat Microsoft Precision touchpad. Bahannya solid, feel-nya smooth. Jadi buat gestur multitouch kayak scroll, zoom atau pins geser-geser ke text view semuanya responsif dan mulus. Kalau tadi bagian fisik lumayan kita kritik ya, sekarang kita puji di bagian konektivitasnya karena portnya lengkap dan semua berguna. Enggak ada sama sekali 2.0 yang jadul. USB-nya type E 3 buah dengan satu portnya always on USB. Jadi laptopnya bisa jadi powerbank saat kondisi laptopnya mati sekalipun. Terus ada Thunderbot 4 sampai LP juga ada. Wii dia udah pakai versi 6 dengan Bluetooth-nya versi 5.1. Kualitas suaranya juga lumayan kencang. Bassnya ada ya walaupun tipis ya. Kira-kira demo suaranya seperti inilah. world of silver no more breakin killer take me somewhere unfamili bring me back where we karena ini laptop gaming jadi software pendukungnya juga harus harus ada dan harus niat ya. Dan Acer itu seperti yang kalian tahu mereka punya Acer Nitro Sense yang warnanya sekarang berubah warnanya amber backl sama kayak keyboard-nya. Di sini kita bisa setting performa monitor sampai download aplikasi AI dan ada tab experience zones. Nah, tab Experience zones ini menarik. Di sini tempat ngumpulnya software-software AI dari Acer. Mulai dari purified view, buat auto framing webcam, purified voice buat noise cancelling, dan PL T9 Pro Clip buat auto record momen clutch di game. Jadi enggak ada lagi tuh yang namanya eh tadi enggak ke-record padahal udah nge-kill banyak. Enggak ada. Udah di-recordin sendiri sama Aser. Di bagian software selain Windows ya ada Office 2024 plus Office 365 basic. Jadi Office-nya ada dua dan si Office 365 ini bisa bersinergi dengan Cilot Plus. Terus ada bawaan juga dari Adob Creative itu free selama 2 bulan. Lumayan banget tuh. Dan ini tanpa harus masukin kredit card lagi ya. Jadi kita hemat sekitar R500.000 lah. Karena kalau kita lihat di marketplace untuk Adobe Creatif itu sebulan sekitar R9.000. Apa yang bisa diharapkan dari baterai laptop gaming? Ya, ya baterai laptop gaming itu hampir semua lah laptop gaming itu pasti boros. Ya, ibaratnya enggak mungkinlah kalian punya motor 2000 cc, tapi kalian isi bensin per tali dan kalian berharap 1 minggu bisa enggak habis-habis gitu, enggak mungkin. Di sini juga sama di pengujian kita di PC Max 10 dengan mode balance dia itu cuma bertahan di 6 jam 56 menit. Dan kalau untuk real use-nya ketika gaming kita coba 10 menit dia berkurangnya udah 9%. YouTubean 10 menit berkurangnya udah 5%. Jadi ya lumayan boros ya. Okelah. Jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Acer Nitro V15 yang menurut saya bakalan cocok banget buat kalian yang pengen laptop gaming dengan harga yang masih masuk akar. Meskipun desainnya dalam tanda kutip ya kayak masih pakai signature yang sebelumnya ya, kayak ganti corak doang tapi dalamannya gahar di kelas harganya. Dengan Intel Core FF 13420H dipadukan dengan GPU RTX 5050. Laptop ini udah bisalah kalau digas buat skenario gaming, editing sampai rendering. Layar juga enggak dikasih setengah-setengah. IPS-nya cakep, color gamutnya juga cakep seperti yang kita tes di Kalman tadi. Refresh rate-nya over power sampai 180 Hz. Software pendukungnya juga niat. Kekurangannya paling di kipas ya. Kipasnya ini kalau misalkan kita pakai multiame generation tiga kali atau empat kali itu lumayan berisik. Tapi memang berhasil buat bikin laptop ini adem. Seperti yang kita lihat di SU performance bagian dalam dan juga bagian permukaannya tadi. Nah, sekarang masuk ke bagian harga. Harganya berapa, Bang? Nah, untuk yang IFF itu harganya di 17199 dan untuk yang Core i7 13620H itu di 19199. Dan harga ini udah include Acer garansi ya. Yang Acer itu garansinya sekarang 3 tahun spare part dan service. Jadi 1 tahunnya itu ADP atau accidental damage protection. Jadi mau jatuh kesiram atau kesiram sambil jatuh amanlah ya. Pokoknya ADP-nya dicover sama Acer 1 tahun. Overall buat kalian yang pengen ngerasain sensasi Cyberpunk dengan di atas 100 FPS, game-game DLSS generasi keempat di atas 100 FPS tapi budget kalian mungkin belum cukup ya si Sit V15 ini bisa masuk ke radar lah karena untuk varian RTX 5050 dia termasuk yang salah satu yang lumayan terjangkau. Saya di Kud and see you on the next video. Bye bye.

Lihat di YouTube