Jungkat

Rumah 1 Lantai Tapi Ada Kebun Pangannya! Inspirahoms: Rayana House (YouTube Video)

  • 15/08/2025

Selamat datang kembali di channel Wicak Mifta. Hari ini kita mau berkunjung ke rumah satu lantai yang di dalamnya ada kebun pangannya. Ya udah deh, ini dari luar aja udah menarik perhatian. Kita langsung ketemu sama ownernya. Hai, perkenalkan aku Ning Rom, seorang ibu rumah tangga. Selamat datang di Rayana House. Asalamualaikum, Mbak Ningro. Apa kabarnya? Sehat. Alhamdulillah. Kita terima kasih ya, Mbak ya, sudah boleh datang ke sini. Iya, terima kasih juga sudah main boleh datang ke sini. Kita mau menggerebek rumahnya Mbak Ning room nih, Mbak. Ini sebelum kita bahas tentang rumahnya, aku boleh tahu dulu enggak luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa? Luas tanahnya itu di 550 m ya, Mas. Terus luas bangunannya 280 man. Oke. Oke, Mbak. Ini dari depan ini rumahnya lebar sekali. Lebarnya berapa ini? Iya, ini di 23 man, Mas. Panjang depannya. Oke. Dan kuli lihat ada dua pagar ya, Mbak ya, sebelah sini sama sana. Iya. Jadi di sana tuh difungsikan ya itu untuk parkir. Kalau ada keluarga datang nginp kan jadinya enak ya, enggak ganggu jalan ya. Heeh. Jadi bisa masuknya ke situ ya. Iya, betul. Oke. Terus yang bagian tengahnya sini adalah dinding aja ya, Mbak ya? Dinding aja. Dinding yang cukup tinggi nih. Tapi kelihatan ada satu pohon tuh yang mencuri perhatian tuh pohon liang liu ya, Mbak ya? Iya. Janda merana katanya. Janda merana. Janda merana. Benar sih sebutan lainnya tuh. Iya. Terus kalau emang dari luar sekilas ya udah terlihat kumanya lebar sekali dan gentengnya juga cukup tinggi ya Mbak ya ke sana ya. Iya pakai bitumin. Pakai bitumen semua. Oke. Dan ini pagernya nih Mbak. Aku mau tanya dulu. Ini pakai apa nih? Pakai lis lis plang ya. Lis plang yang bahannya sama kayak itu tuh Mas. Oke. Makanya warnanya juga dibikin mirip juga kah? Iya sama emang. Oh emang sama ya? Ini pas ketika sampai sini ternyata ada pintu lagi menuju garasi ya, Mbak ya? Iya, garasi. Oke. Kalau dilihat dari lebarnya kayaknya cukup buat dua mobil juga ya, Mbak? Iya, cukup dua mobil sama motor sih cukup. Cuman kan baru ada satu ya mobilnya. Iya. Ya, ya, ya. Nih ee pas sekilas aku masuk kayaknya aku melihat banyak sekali menggunakan material-material yang emang natural dari alam ya, Mbak. Seperti ini. Ada batu alam ya, di batu curi namanya. Batu curi batu. biar dapat look hitamnya. Tapi warna batu aslinya. Kalau underesat kan lebih biru ya, Mas ya. Harus dicoating kalau mau gelap. Jadi ini pakai batu curi aja biar hitam-hitam gitu sih. Oke. Ini tapi tetap dicoating juga ya, Mbak ini ya. Iya, coating dop. Tapi emang warnanya emang lebih hitam sih daripada seat. Kalau seat kan ini ya. Iya. Yang di bawah ini ya kebiruan. Heeh. Enggak enggak bisa yang segelap itu kan. Oke. Dan emang paduadan warnanya dominasi ada putih, hitam, dan kayu ya, Mbak ya dari luar ya. Apakah nanti sampai dalam akan sama? Nanti kita lihat aja ya, Mbak Kita lihat bareng-bareng. Oke. Nah, boleh sampai depan sini area terasnya juga cukup luas karena emang mengingat luas tanahnya juga luas ya, Mbak ya. Ini dijadiin apa aja ceritanya nih, Mbak? Ini akses masuk aja. He. Terus ada taman kecil, ada tempat sampah, terus di sini ada prasasti ya. Nama prasasti kenang-kenangan tuh, Mas. Tuh, kita ngecap jari. Oh, git. Oh, tuh, Teman-teman. Tuh, agak berjamur dia. Kotor. Oh, jadi ini. Tapi iya ada frasa kenang-kenangan aja ini. Ee ketika dibangun udah selesai atau pas baru mau bangun, Mbak? Pas sudah selesai kita pindah ke sini terus cap j cap tangan. Tap tangan banding room, suami sama anak-anak ya. Oke. Terus kalau kuliah juga emang jadi area taman ini juga penghubung ya, Mbak ya? Antara pintu masuk sana ke pintu masuk kedua. Iya, benar. Oh, makanya dibikin ada ini ya, jalan setapaknya. Jalan jalan setapak. Oke. Cuma sebenarnya kita tuh jarang ke sini sih, Mas. Oh, gitu. Kita lewat sini dulu, Guys. Oh, Ag silau. Dan ini ternyata memang ee cukup satu mobil. Satu mobil di dalam cukup satu mobil. Oh. Jadi kita bisa dua mobil. He he he. Parkir di sana sama di sini. Jadi enak sih aksesnya. Bisa dari mana aja. Tapi masuk ke dalam rumah juga bisa lewat sini kan ya, Mbak ya? Berarti ya bisa. Oke. Nah, sebelum kita lanjut masuk ke dalamnya, Mbak, bahas bagian teras. Berarti ini rumah didesain pakai arsitek kah? Iya, pakai arsitek. E boleh dimention, Mbak arsiteknya? Namanya Akusata. Arsitek Akusata. Dari sini kah atau dari mana tuh, Mbak? Arsitek. Dari Bali. Oh, dari Bali. Karena suamiku kan dari Bali ya, kampungnya di Bali. Nanti ketika teman-teman masuk ke dalam rumahnya, rumahnya tuh berasa vibes ala villa di Bali ya, Mbak ya. Nah, kita sudah sampai sini. Yang sini kita bahas dulu ya, Mbak. Boleh. Oke. Nah, ternyata pas aku perhatiin ini kan menuju pintu masuknya ya, Mbak ya. Betul. Dari keseluruhan bangunan. Ternyata yang bagian sini yang dibikin ada trapesiumnya. Iya. Bentuk trapesium. Emang e request dari Mbak atau gimana? Enggak. Ini pure idenya dari arsiteknya. He. Kayaknya biar enggak terlalu polos. Cuma lurus-lurus saja ya. Oke. Berbeda. Nah, terus sebelum masuk pintu masuknya di sini ternyata aku juga melihat ini ada dua kolom ya, Mbak ya, untuk strukturnya dari atapnya ya. Menarik karena dipaduadan pakai kamprot nih ya, Mbak ya. Iya, pakai comort. Karena kan ini ada lampu sebenarnya untuk menutupin aib ya. Dia tuh kalau dinyalain lampunya Mas bergelombang. Oh, tadinya yang kolomnya ini enggak yang lurus, rapi banget gitu ya. Tadinya kalau dilihat mata sih rapi ya. Ternyata dilihat lampu kan beda. Iya, benar benar benar. Kalau lampu kan ini ya dia bisa menunjukkan lekukan-lekukan kecil aja k lebih kelihatan ketika ada cahaya dari lampu. Oke. Dan ini juga bagian dindingnya ternyata ada kombinasi juga. Yang sini pakai kayu ya, Mbak ya? Kayu bengkirai. Kayu bengkirai tuh, Teman-teman. Ini kayu bengkirai ada kacanya. Iya. Jaraknya 5 cent. 5 centan. Di belakang sini ada apa nih, Mbak? Nih tempat buat salat. Musala. Oke. Nanti kita lihat dari. Uh, cakep banget. Dan yang sini jendela aja ya, Mbak ya? Iya, jendela. Tadinya mau dikayuin juga, tapi kayak takut terlalu ramai kan. Oke. Tapi emang tidak dipasangin kusen ya, Mbak? Si jendela ini ya full dibikin full kaca. Kaca aja ya. Tapi keren sih. Jadi kesannya tuh clean aja gitu ya. Oke. Nah, ini pintu masuknya. Pintu utanya ini pintu utamanya pakai jati. Jatinya dapat hadiah dari orang tua kan. Kebetulan orang tua tuh nanam jati. Seumuran sama aku. Jadi katanya waktu aku lahir jatinya ditanam terus bangun rumah dipotong jatinya dijadiin kusen sama pintu. Alhamdulillah lumayan hemat. Iya sih. Iya sih. Itu berarti emang e dari orang tuanya Mbak Ningu emang udah disiapin atau enggak sengaja gitu? Kebetulan juga kali ya karena kan kalau kan orang tuaku tuh di kampung ya Mas ya ladang gitu loh. Jadi di pinggiran ladangnya ditanamin jati terus kebetulan emang umurnya udah udah siap panen kan jatinya. Jadi sekalian sekalian dapat bonus bonus. Kerenkeren. Oke. Wah. Iya. Ee ini ruang tamu harusnya seharusnya tapi belum difungsikan. Masih kosong 2* 3 ya atau 2* 3 setengahan kayaknya ya. Oke ya. Iya sih. Jadi terus pun di sebelah sininya juga dikasih pintu lagi dulu ya. Iya biar kalau emang entar sudah difungsikan kamu enggak bisa langsung melihat ke dalam gitu ya Mbak ya. Biar lebih privat kan. Lebih privasi. Oke boleh kita lanjut ke dalam. Boleh masuk. Nah, ini ternyata yang pas lihat. Wah, wah. Berasa seperti di villa sekali dan vibes nyaman dan hangatnya pun langsung kerasa, Mbak, ketika aku pas masuk. Boleh diceritakan enggak, Mbak, ini ruangan apa ceritanya? Ini ruang keluarga tapi langsung gabung sama ruang makan. Jadi kita aktivitas keluarga tuh di sini semuanya langsung connect juga kan sama dapur, Mas. Oh, sini ya dapurnya ya. Terus e anak-anak juga lagi pada sambil nonton TV ini ya, Mbak ya. Dan ini pun si ruang penggunaan warnanya juga ya udah warna kayu putih, abu-abu dan ada hitam-hitamnya dari si kusen ya. Iya. Hitem kusen aluminium kan. Heeh. Emang permintaan dari awal kah mau tema warnanya seperti ini aja mood-nya gitu? Iya. Biar natural kan ya, Mas. Jadi kita mau mau didekornya tuh lebih gampang kan. Heeh. ketika warna-warna natural emang ketika kita mau masukin warna-warna lain pun lebih aman ya, Mbak ya? Aman. Oke. Dan ini memang seilingnya dibikin tinggi mengikuti bentuk atap kah? Iya, mengikuti bentuk atap. Cuman kalau dari ujungnya ini tingginya 3 m. Dari lantai ke itu 3 m terus ngikutin tinggi atap aja ininya. kerucutnya ya. Dan ini pakai material apa, Mbak? Yang bagian atas ini kayu ulin. Lagi-lagi kayu ulin lagi. Full kayu ulin ya. Segini ya. full kayu ulin emang kan kebetulan kemarin dapat kayu ulinnya yang bagus jadi enggak enggak ada sambungan kan. Iya loh sepanjang panjang itu tanpa ada sambungan ya. Wah. Wi lumayan nih entar bikinnya. Nanti kita akan tanyakan budgetnya di akhir nih. Oh iya aku lupa belum nanya luas ruangan ini berapa nih Mbak? Yang sininya ini. Kalau panjang ini sih 11 m. Kalau ke sininya nih 5 man kali ya. 5 manan. Oke. Nah, maaf nih, Mbak. Jadi, salah fokusnya ke area tamannya ini yang benar-benar luas sekali. Iya, lumayan untuk menyegarkan mata ya. Heeh. Ini emang dari awal dirancang untuk ya udah jadi taman aja atau mungkin future plan-nya ada seperti apa tuh, Mbak? Emang suamiku pengin halaman belakangnya yang luas. Jadi kalau kita aktivitas tuh enggak kelihatan kan dari depan. Emang mau jadi halaman aja. Jadi halaman aja yang seluas ini ya. Mungkin kalau anak-anak mau camping juga bisa kali ya, Mbak ya, di sini ya. Tinggal ini pasang tenda aja. Oke. Atau mungkin ke depan mau bikin kolam renang masih cukup juga ini ya, Iya, masih cukup. Cuma kan sekarang anak-anaknya masih kecil, takut kejebur kan. Bahaya. Jadi ya udah mungkin next plannya ya. Dan itu yang tadi aku bilang ya, Mbak ya, itu adalah area kebun pangannya. Boleh kita ke situ, Mbak? Boleh. Oh, nah ini yang aku lihat di konten Instagram-nya Mbak Ning Room nih. Oh, iya. Instagramnya apa, Mbak? Rayana House. Teman-teman bisa follow di situ. Follow ya. Wah, ini gimana ceritanya, Mbak? Rencananya ini buat Ajir. Harus tahu ajir enggak sih? Aku belum tahu. Lanjaran sayur ya. Ajir namanya. Oke. Oh, ini ya. Nanti dia akan merambat gitu ke atas sini. Ini dibantu sama bapak aku. Terus ini mertua yang bikinin yang ini. Waktu mertua ke sini dibikinin. Dibeliin ini ada cabe. Wah, enak banget. Nah, ini lagi ini lagi banyak banget ini cabainya. Oke. Boleh ambil. Nah, ini dia bawahnya nih. Pakai apa nih, Mbak? Untuk wadah dari si ininya nih, Sya. Ini dapat beli juga, beli online pakai galvanis ya. Oh, udah berbentuk seperti ini ya, rangkai sendiri di rumah. jadi dia bentuknya huruf C gitu loh. Huruf C, huruf C. Kita rangkai sendiri. Udah dilengkapin sama bautnya waktu beli. Oke. Dan jadi memang berfungsi sekali ya, Mbak ya. Kalau butuh bahan makanan apa pas lagi yang ditanam emang bisa dipanen langsung dari sini. Iya. Oke. Ini kalau kalau boleh tahu emang dari awal ee pengin punya rumah yang ada kebunnya seperti ini atau gimana tuh, Mbak? Iya. Pengin punya apa? Rumah yang ada kebunnya. Jadi kita mau apa-apa enak kan nanam cabe, ada sayur gitu sih, Mas. Oke. Terus juga aku lihat di sini juga ada pandan Balinya ya, Mbak ya? Terus ada itu kembang apa tuh, Mbak? Tekaria. Tekaria. Katanya sih komaria bisa lebet kan tapi ya. Ya. Dan ini juga ada akses ya, Mbak. Ke sana ke mana tuh, Mbak? Itu ke area servis ya? Ada sumur. Oh, akses dari sini dia bisa masuk sama iya tangga buat naik ke dark torrent kan. Oke. Terus kalau yang di sebelah sininya kita belum bahas nih, Mbak, karena tadi langsung fokusnya ke kebun pangan ya. Kebun. Iya. Ini berarti memang dibikin teras di belakang rumahkah atau gimana ceritanya, Iya, ini teras di belakang rumah. Eh, tadinya gambar aslinya tuh terasnya sampai mentok mentok bangunan itu terasnya kan. Tapi karena biar hemat. jadi kayaknya kita kecilin aja deh terasnya biar lebih hemat. Jadi sampai sini. Ya udah. Jadi sampai sini aja. Oke. Untuk dagingnya pakai apa nih, Mbak? Kayu ulin juga kan? Tapi emang kelihatan perbedaan ya ketika kayu ulin ditaruh di odor sama di indoor tuh warnanya dia Iya. langsung jadi tua warnanya kan. Heeh. Heeh. Heeh. Dan ini juga di bagian atasnya masih ada skylight-nya ya, Mbak ya. Untuk di teras ini ya. Biasanya yang dilakukan apa nih, Mbak? Ketika berada di teras ini nih, kita bisa macam-macam sih, Mas. Main sama anak di sini. Kalau apa lagi sensor play sama anak juga di sini. Sering barbecuean juga kan sama teman-teman. Kumpulnya di sini. Iya. Tamu datang juga biasanya kalau teman dekat langsung ngumpul aja di sini. Kita pakai gelaran tiker gitu kan langsung udah di sini aja. Karena emang enak sih ya ketika berada di sini tuh pandangan kita kan luas ya taman terus kena angin juga kan di dalam dan itu nanti masih ada ruang ruang lain lagi tapi kita masuk lagi dulu aja kali ya Mbak iya boleh oke lewat yang mana nih kita lewat sini kita masuk nah ini ee tapi bas ini sekilas ya Mbak ya berarti ini area dining-nya yang sebelah sini dan diletakkan emang bersebelahan sama dapur ya Mbak ya biar lebih mudah aksesnya biar Iya betul ok ini dari kayu jati dari Lampung lagi enggak Mbak Enggak ini dapat beliak. Kalau mungkin kualitasnya beda ya. Kalau ini kan kayunya perhutani jadi kayak enggak enggak rawan retak. Kalau ini masih gampang retak gitu, Mas. Nih kan ditambal ya. Heeh. Oh, beda kualitas. Secara kualitas tuh ternyata walaupun jatinya tua ternyata beda. Kalau jati perhutani sama jati rakyat ya namanya. Kalau ditanam sendiri tuh mungkin karena ini ya perawatan selama dia hidupnya sebelum ditebang itu ya. Oh ternyata pas aku lihat ke atas ini juga ada ini ya Mbak ya. Iya kan ala-ala farmhous je. Ala-ala farmhous jadi pakai balok ini gipsum aslinya. Oke. Cuma dilapis ini ya. Dilapis apa? Osit. Oke. Dan ternyata pas perhatiin lagi dari tadi ngelihat ke atas hampir banyak ini ya Mbak akses-aksesnya tuh kayak yang termasuk akses juga kan gawang tapi atasnya dibikin melengkung gini ya. Iya. Melengk sini. Dapur biasalah korban Pinteres. Dan pintunya juga loh ternyata. Iya pintunya. Ini pintu ke mana, Mbak? Ke garasi. Mau masuk tapi agak-agak berontakan. Enggak agak sih berentak. Oke. Rapi, Mbak. Wow. Lampunya juga tetap banyak. Akset ini ya. Garasinya luas juga. Karena temboknya doble kan, sayang. Buat dari sini kan dimanfaatin kan jadi storage sepatu kan. Oh. Oh, oke. Karena masih ada space-nya ya di sini. Iya, karena kan buat menangin ini kan apa sih arch yang dinding ini nih, Mas. Heeh. Apa tuh? Jadi double double dinding. Oh, oke. Ars yang di sini. Iya. Jadi bawahnya kita manfaatin aja. Ini emang di fungsikan untuk naruh pajangan aja ya, Mbak ya? Iya. Biar estetik cenah. W. Tapi sih cakep. Dan ininya juga enggak dibikin yang tajam ya, Mbak. Semua dibikin halus gini ya. Iya. Gambar aslinya tuh setinggi sama ini, Mas. Cuman aku minta turunin karena kayak tinggi banget penghuninya. Cebol mau naruh-naruhnya kan susah kan. Jadi agak diturunin aja deh gitu. Iya sih ini lumayan tinggi kan. Naruh yang atas ini aja juga ini ya Mbak ya. Iya udah harus pakai tangga. Heeh. Heeh. Nah kalau untuk dapur kenapa tiba-tiba ada meja ini nih Mbak? Meja bar ya istilahnya. Iya meja bar tapi belum ada kursinya. Ini untuk pemisa aja. He sekat gitu. Jadi dikasih aja meja di sini. Meja bar. Materialnya sama kayak top table. Apa nih, Mbak? Pakai apa nih, Mbak? Ini pakai kuadra. Dari kuadra. Oh, dari kuadra ya. Apa? Gurat-guratannya juga bagus banget nih dia. Oke. Nah, ini area dapurnya, Mbak. Dapur dominasinya warnanya juga cerah ya, Mbak Putih lagi. Lagi-lagi putih. Emang menyesuaikan yang itu ya, Mbak. style penginnya tuh kayak farmhouse gitu ya? Iya, kayak rumahnya Mbak Maya kan. T tahu tahu tahu tuh. Jadi referensinya emang rumahnya Mbak Maya jadi ah mau deh punya dapur kayak gitu. Benarbenar emang menginspirasi juga sih. Fost fam gitu. Keren, keren, keren. Nah, ini di sini ada kompornya lengkap ya, Mbak ya. Ee sing-nya semua dan ada perpaduan warna gold-nya ya dari si keran. Iya ya. kayak karena ini kan dapurnya kan gabung ya semi terbuka ya open space lah. He. Jadi kita pakai ini yang daya sedotnya yang lumayan kuat biar kalau kita masak ikan asin kan masak nyambal terasi itu enggak enggak kecium terlalu ke mana-mana. Oke. Oh iya Mbak sama aku pengin naik ini. Emang bagian sini full dibikin storage ya Mbak ya ceritanya. Oke. Karena emang buat naruh-naruh kah atau gimana? Iya simpan-simpan barang. Simpan-simpan bahan makan. Cuma karyanya kalau dibikin di sini juga terlalu banyak. Jadi menghemat juga kan, Mas? Jadi ini dibikin ambalan dulu aja. Kalau sekiranya nanti ke depannya butuh baru bisa ditambahin. Dia menghemat bajet dan mungkin enggak terlalu terkesan penuh ya, Mbak ya karena storage semua gitu ya. Benar. Terus ternyata di sini ada skylight-nya ya, Mbak? Iya, tapi sudah kotor belum dibersihkan. Nah, kita lanjut nih, Mbak. Ini ada ruangan laundry. Laondri. Terus pintunya nih, Mas. Nah, apa nih namanya ya? Ya, benar sih, farmhouse sih ya. Iya, karena dibikin dua ditutup tapi kebuka gitu kan. Biar anak-anak enggak ke belakang tapi tetap dapat cahaya, dapat udara. Jadi kita bikin di sini pintunya udara modelan kayak gini ya, Mbak ya. Yang bawahnya bisa ditutup. Pintu-pintu jadul zaman dulu. Orang zaman dulu kan gini ya pintunya ya. Tapi bagus loh ini, Mbak. Wah, memperkuat kesan farmhouse sih jadinya. Tuh kan langsung aku kebanyakan kayak di film-film gitu kan lagi buka pintu set gitu kan yang atasnya to. Berarti ini area servisnya di sini ya Mbak. Tiba-tiba ada warna hijau. Iya karena suami aku suka warna hijau. Jadi kita Oke kita pakai warna hijau. Oke. Tapi tidak di semua ruang ya Mbak Oke. Ada warna hijaunya. Dan ini emang area untuk laundry semua di sini. Jemur juga di sini ya Mbak ya? Iya jemur. Dan ini memang dibikin terbuka. Oke. Tapi ke depannya pengin dibikin kanopi yang bisa Oh, yang pakai remote tuh ya. Oke. Ada lagi mungkin, Mbak kalau area sini. Ini ini sih, Mas. Ini kita diwah ya. Apa sih wastaffelnya pakai sisa kuadra dari dapur kan. Kita bikin wastafel di sini. Jadi cuci-cuci keset tuh enak kita enggak jongkok-jongkok kan. Iya. Di sini langsung kita cuci-cuci. Oke. Kita geser lagi ke ruangan ke ruangan selanjutnya. Ayo. Nah, ini apa nih, Mbak? Ada enggak usah ya. Oh, gudang sih. Oh, ini gudang. Oke. Ini gudangnya gudang banget. Oh, ini gudang banget, Teman-teman. Jadi cukup tahu aja ini gudang ya. Iya. Ini gudang pakai apa nih? Bandor Heeh, pakai bandor cuman emang lagi berantakan sekali ya, Mbak ya. Bagaimana gudang mestinya. Jadi kita lanjut ke ruangan lain. Ternyata di sini juga jadi dindingnya jadi foto untuk keluarga ya, Mbak ya. Galeri wall. Galeri wall. Dia kan niatnya pengin pakai yang zaman now itu loh, Mas. Yang kita bingkai itu fotonya kecil ya kan. Cuman tapi setiap event kayak kita foto nikah, foto newborn itu kan selalu dapat cetakan bingkai dari vendornya kan. Jadi kayak udahlah kita manfaatin aja daripada daripada bikin lagi cetak lagi beli lagi. Terus untuk apa juga kan? Ya udah ditaruh sini aja dikasikan ya Mbak ya. Dan ternyata di pojok sini ada dua ruangan ya Mbak ya. Ini apa nih? Kamar kayaknya. kamar kamar tamu karena kan anak-anak kan masih tidur sama-sama belum berani tidur sendiri jadi ini masih jadi kamar tamu kamar tamu nah yang sini kamar mandi ini kamar mandinya ngikutin Mbak Maya lagi. Pakai ini kan Subway ya. He subway tapi yang ijaunya agak kemin gitu ya. Iya hijau. Iya biar lebih berwarna aja kan di luar udah putih-putih pengin kamar mandi yang pop up gitu kan. I biar enggak terlalu sama gitu ya. Bnya pun juga diwarnanya yang kuning gitu ya, vanila gitu ya. Oke. Ini ruangan kamar mandinya ukuran berapa, Mbak? 2,5* 3 man ya. 2,5* 3 man dan dipisah ya sini area shower. Padu padan warna kayak gini dari banding room atau dari arsitek kemarin? Kalau ini ini terinspirasi dari Mbak Maya juga ini. Oh gitu. Iya kan sekarang tuh dibilang kota yang enggak kota amat. Terus waktu itu lagi bangun rumah tuh kan lagi hamil, mobilitas kan susah karena kita mau pergi-pergi jadi modal Instagram aja, nyontek-nyontek aja. Oke. Oh, gitu teman-teman caranya. Oke, kita keluar. Kita keluar. Boleh kita lanjut ke sini Boleh. Ini kamar tamu ya. Kita masuk. Oh, wah. Jadi ada satu dinding yang langsung dikasih aksen di sebelah situ. Iya. Hijau lagi. Hijau lagi. Oke. Nah, ini untuk lantainya juga aku lihat dibedain ya, Mbak ya, yang di kamar sini ya. Iya. Kan tadinya mau pakai SPC itu, tapi kayaknya perawatannya agak Iya. Agak lebih repot. Udahlah pakai granit aja. Granit aja. Jadi lebih apa perawatannya lebih mudah gitu ya. Iya. Terus tapi tetap masih dapat kayu-kayunya gitu kan. Sekarang apa aja kan ada kan. Ya Mas. Betul. Betul. Betul juga. Masih ada jendela yang mengarah ke area belakang tadi ya, Mbak ya? Kesan farmhouse-nya dapat sih emang. Terus untuk furnitur juga ini apakah dari jati yang sama juga, Mbak atau enggak? Enggak. Ini tuh dari rumah yang lama ya. Kan dulu kita masih nge-cos tuh. He. Biar cepat aja lah yang ada di toko waktu itu kan. Oke. Terus ini juga ada satu ruangan ya, Boleh. Tapi ini ruangan main. Oh, ruangan main. Boleh kita boleh kalau mau masuk boleh enggak apa-apa. Masuk tuh mainan. sudah penuh dengan vandalisme ya. Dioret-oret di mana-mana jadi kanvas lukis. Oh, jadi memang disediain satu mumpung anak-anak masih kecil semua ya. Iya. Jadinya kan karena ini tadinya kan untuk kamar anak ya, cuman karena anaknya belum mau tidur sendiri jadi ya udah mainannya mereka yang taruh Semuanya taruh sini. Sama ini PC suamiku. Suamiku suka main game ya. Oh oke. Makanya pakai yang apa? PC yang ini apa? casing-nya yang juga tinggi nih. Iya, di paling gaming lah. Si paling gaming. Tadinya kan ini harusnya di kamar, cuman ternyata kalau anak-anak mau tidur kan dia main game tuh enggak bisa. anaknya jadi enggak tidur. Jadi malah ikutan main. Iya. Jadi ditaruh sini dulu. Nanti kalau anaknya udah pisah tidur mungkin bisa ditaruh di kamar. Baiklah. Baiklah. Tuh ee sebagai solusi buat teman-teman yang suaminya juga hobi gaming. Oke, Mbak. Boleh kita ke situ, Mbak? Wah, lagi-lagi kita berada di ruangan ini yang bisa melihat taman nih. Nih menurutku kayak ini salah satu vokal point yang terbaiknya ya, Mbak ya, dari rumah ini ya. Nah, ini kita nyambung ke mana ceritanya kalau ini Mbak? Ini area untuk salat ya, musala. Oh, yang kita lihat dari depan tadi ya. Iya, yang kita lihat dari depan tadi. Wah, enak banget dan masih sangat lega ya, Mbak ini ya? Iya, cukup. Kalau ada acara keluarga ya bisa salat di sini, bisa berjamaah di sini cukup. Pas kiblatnya madap ke sanaah, Mbak? Agak serong sedikit. He. Jadi, kita mau bikin mihrab tuh bingung ya kalau jadi ya udahlah dipolosin aja karena kan agak miring sedikit gitu. Jadi, iya ya. Jadi ngebikinnya juga agak susah jadinya. Ya udah. Iya kan? Jadi ya udahlah kayak gini aja. Oke. Terus ini juga aku lihat ada lemari, Mbak. Iya. Ini untuk simpan alat salat ini sih. Ini niatnya untuk robot vakum cuman Oh, udah disiapin tempat belum nih. Jadi nanti si robotnya keluarnya dari sini nih, Mas. Kita makanya dia ada lubangannya di sini. Iya untuk si robot vakum itu. Oke. Oke. Ya sih ini juga bisa dibukanya dua arah ya. Iya bisa dua arah. Jadi kan kita kalau mau buang air tangki kotor apa gampang juga. Dan emang si jendela ini kan sini jendela sini ternyata juga disambungin jendela juga ya Mbak ya. Iya kaca. Kaca. Oke Mbak. Nah ini ceritanya apa nih Mbak? Ruangan ini kamar utama ini luas sekali. Luas ukurannya berapa ini, Mbak? 5 * 5 m ya. Tapi sama area working closet. Oh, 5 * 5 m. Terpisah sama yang sini ya. Nah, ini juga langsung kelihatan ada satu chandelier-nya ya, Mbak ya. Memperkuat kesan ini ya. Rumah farmhouse-nya di atasnya. Ternyata ini plafonnya juga dibikin bertingkat, Mbak. Iya, ya. Biar farmhost itu farmhost si paling farmh host si paling farmhost. Tapi bagus sih, Mbak maksudnya jadi apa? Point of view yang unik juga kan karena dibikinnya bertingkat seperti ini. Oke. Terus di sini beraradi ada satu kasur. Kasur sama stra. Anak aku kan masih aku tidur di sini biar minimal jatuh. Enggak enggak tinggi-tinggi kan. Jadi di pantai aja. Saya aja itu sebenarnya tuh apa ya? Hidden door Oh ini iya tapi lagi ada kasur. Oh ya udah. Tapi kelihatan berarti emang ini bisa dibuka tutup gitu ya Mbak ya? Iya pintu ada dua kanan kiri. Oke oke oke. Nah sebelah sini ada apa nih Mbak? Ini pintu bentuknya lagi-lagi arch lagi. Iya ada arch-nya di atas. Korban pintes pokoknya. Mas ini bikinnya lumayan susah dong pas minta ke vendornya Mbak. Iya. Kata dia sih kalau pakai aluminium enggak bisa ya, tapi diusahakan katanya. Alhamdulillah sih dapat bisa. Jadi iya sih melengkung itu rapi. Oke. Nah, di luar sini area apa ceritanya, Teras. Heem. Buat santai-santai. Tapi sebenarnya jarang jarang diakses ke Kayaknya lebih seringnya di teras itu Iya, teras belakang. Ini pakai batu curi cuman disusunnya beda kan. Kalau di depan kan bata, kalau ini random gitu. I untuk nyusunnya ya. Oke. Dan ini kalau yang sebelah sini akses yang ke depan tadi. Iya, betul. Jadi bisa parkir mobil di sini. Jadi kita kalau beli tanaman-tanaman juga bisa langsung ke Dan ini nyambung ke yang taman tadi. Aku baru ng juga, Mbak. Ternyata bagian sininya emang sengaja ada pola ini ya, Mbak. Jadi di tengah-tengah jalan dibikin ada tali air. Tali airnya ya. Oke. Oh, yang sebelah sini juga jendela-jendela yang dari kayu. Kayu lagi. Iya. Nah, yang sebelah sini apa nih, Mbak? Ceritanya ini meja komputer tadi buat Oh, tadinya di sini. Tadinya di sini. Cuman kan ya itu kan kalau anak-anak tidur jadinya enggak tidur. Malah nonton bapaknya. Oke. Nah, kita ke sini. Iya, boleh masuk ya. Emang pintunya juga dibikin agak-agak kamuflase ya, Mbak yang sini ya. Iya. Putih-putih. Putih-putih. Wah, ini area putih-putih lagi bikin klosetnya putih-putih. Wah, ini pertanyaanku nih, Mbak, yang sering k tanyakan juga nih dari lemari sebanyak ini kayaknya porsi Mbak Ning room nih yang banyak nih. Iya, benar. Oke, gimana ceritanya, Mbak? Lagi-lagi kan pengin farmh host tadi, Mas. Jadi tipenya sama kan ini yang ada lisnya, lemari ada lisnya gini-gini lagi. Oh, ini ini ada satu ruang yang ke kamar mandi kayaknya ya. Tapi kita bahas yang ini dulu nih, Mbak. Betul. Oh, boleh. Oh, ini yang tadi dibilang ya, pintu kamuflas. Berarti ini yang pintu yang kamuflase yang tadi ya, Mbak ya? Iya. Jadi ini kayak sebaliknya gitu. Ada kaca kalau lagi fed check. Oke. Baiklah. Lagi feedek di sini kita ngaca dan ini arah bukanya ke depan situ ya. Ke depan. Iya. Jadi kita enggak praktikin karena ada kasur ya di depan teman-teman. Heeh. Terus yang sebelah sini yang kamar mandi. Kamar mandi. Kalau yang tadi kan pakai cermin. Ini pakai apa? Bluetooth glas ya. gelas. Oke. Jadi enggak langsung kelihatan juga siapa yang di dalam. Oh, wow. Kamar winya beda. Wih, ini warnanya beda sih, Mbak ya. Ini lebih ke terakota orangen gitu ya. Ini tuh pengin warnanya apa sih? Gradasi gitu loh, Mas. Kayak yang di Pinterest itu. Cuman gagal dapat warnanya. Ternyata terlalu kontras. Harusnya kan yang mirip banget. Cuman jadinya kayak gini kayak Tetris ya malah. Ini apa sih, Mbak? Ini keramik kan? Keramik biasa atau apa? Iya, keramik 10* 10. Oh, emang kecil-kecil gini dia. Dan emang agak bertekstur gini ya. Iya, bergelombang ya. Oke. Cuman menariknya di sinya ternyata ada buat duduk ya, Mbak? Iya. Buat kalau kita gosok-gosok luluran kan di sini bisa sambil di sini sambil duduk. Oke, sini area closet dan wastaffelnya di depan sini. Iya. Wffel. Ini kalau untuk sanitnya emang aku perhatiin banyak sekali yang warnanya gold ya, Mbak ya. Kamar mandi sini gold. Kamar mandi yang luar tadi black. Eh, oke. Berarti sudah semua ruangan ya? Iya, sudah selesai. Oke, kita habis ini ngobrol-ngobrol nanyain budgetnya ya, Mbak ya. Nah, Teman-teman, sekarang kita udah duduk bareng. Berarti saatnya kita closing nih, Mbak. Wah, beneran aku baru merasakan duduk di sini melihat situ tuh enak banget ternyata, Mbak. Hijau-hijau. Apalagi anak kan. Benar sih. Benar sih. Nah, ee aku boleh tahu enggak, Mbak? Ee untuk membangun rumah ini tadi kan pakai arsitek juga, pakai kontraktor juga ya, Mbak, ya? Itu menghabiskan biaya berapa, Mbak? Kan kalau untuk bangun tuh aku ulin sama sanitary sama granit itu kepisah ya dari RAB kontraktor. Jadi, kalau di kontraktorku itu bangun rumah ini di 1,25-an. Heem. 1,25. Gambar arsiteknya tuh di 20-an kita gambar rumah. sama apa denah ya segala macam pokoknya gambar rumah arsiteknya itu deh 20 jadi gambar kerjanya itu. Iya itu 20 teman-teman tuh udah kebayangan. Nah kalau untuk proses bangunnya Mbak kita di setahun 2 bulan. Setahun 2 bulan berarti 14 bulanan ya bangunnya itu. Tuh bulan. Tapi memang mungkin ee prosesnya lumayan lama karena mengejar biar rapi gitu kali ya Mbak ya. Tapi pas sudah jadi gimana Mbak? Udah puaskah atau kayaknya masih ada project selanjutnya nih rumahnya diginiin. Sejauh ini sih puas ya, cuman karena pakai kontraktor itu tadi jadi kan ada garansi Mas enak kayak di ini kan masih ada retak-retak rambut itu kita bisa klaim garansi. Ini kan masih ada beberapa tuh dibenerin retak-retakannya. Oke. Iya sih itu ada plus minusnya gitu. pakai kontraktor enaknya itu. Oke, oke oke. Dan kalau dari teman-teman ada yang masih pengin nanya-nanya detail tentang rumahnya, boleh ke Instagramnya apa tuh, Mbak? Ke Rayana House. Oke, silakan mampir. Silakan mampir. Silakan difollow di-follow dan tanya-tanya lengkap aja di situ ya. Oke, kalau dari kita ya udah cukup sekian. Terima kasih teman-teman yang sudah nonton sampai selesai. Jangan lupa follow Instagram kita, Wickson Mifta Jana, TikTok Wicak Mifta juga, dan TikTok Inspiraums. Ada juga Instagram Inspiraums sih. Oke, dadah. Thank you sudah nonton yang di sebelah situ. Hijau lagi. Bebek be. Halo. Halo. No rumah lagi apa? Tapi masih nyambung sih. Iya. 11. Sini lima. Oke. Belum sama yang situ kan, Mbak? yang di dalamnya belum

Lihat di YouTube