Rumah 1 Lantai yg Kalcer Abis! Inspirahoms: Hako Hus (YouTube Video)
Halo teman-teman, balik lagi di channel Wicak Mifta episode Inspirs. Kali ini kita mau mengunjungi rumah satu lantai yang culture habis. Yuk kita langsung ketemu sama ownernya. Halo teman-teman. Perkenalkan saya Rifki Abdillah. Pekerjaan saya di bidang desain interior dan ini majikan saya Pochi. Selamat datang di Hakohus. [Musik] Halo, Mas Adung. Oke. Halo, Mas. Baik, Alhamdulillah, Mas. Kita terima kasih sudah boleh main ke rumahnya. Kita boleh grebek rumahnya. Sama-sama. Nah, sebelum bahas desainnya lebih lanjut, aku pengin nanya dulu nih, luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa? Kalau luas tanah di 114 m², lebarnya 9 m lebih 5, panjangnya di 12 m. Luas bangunannya sama sama luasan tanah. Sama dengan luasan tanah. Nah, kita langsung bahas nih, Mas. Ini kan kalau aku lihat tadi pas datang ini yang mana yang rumah masa tu? Jadi itu tuh nyatu ya. He gitu. Jadi fasadnya tuh saya buat kurang lebih 1 tahun. Kalau misalkan di sebelah sini banyak keramik warna abu. He. Jadi ini tuh inspirasinya dari Om Dendi Darman. Oke. Heeh. Terima kasih, Om Dendy. Kalau sebelah sini ee dari saya pribadi. Jadi atapnya tuh saya kasih lisplang. Heeh. Si atap hitam ini. Oh ini ya atap hitam. Oh, atap hitam ini tuh lis plang. Iya. Ini tuh lisplang. Terus ada lampu gantungnya. Iya, lampu gandungnya dua ini ya. Terus bukaannya saya pakai nako. E karena rumah orang tua saya dulu semuanya pakai nako. Bukaannya ada sign sama rumah. Signnya ini cukup menarik ini. Heeh. Ini apa nih maksudnya nih, Mas? 232 tuh 23-nya ulang tahun saya di 23 bulan 2. Terus ini ada lambang pisesnya. Bisa lambang pises, bisa juga ha. Jadi hako. Nah, hako itu apa? Hako. Jadi hako tu dalam bahasa Jepang tuh kotak. Oke. Heeh. Jadi di rumah si Hako ini banyak elemen yang bentuknya kotak. Oh. Karena saya suka kotak karena kotak tuh bentuk dasar dari semua bentuk. He. Pasti berawal dari kotak ya. Mau bikin bulat, mau bikin segitiga, pasti kotak dulu. Kotak dulu yang dibuat gitu. Jadi saya suka kotak. Jadi itulah maknanya. Heh. Ini juga Mas apa tuh? Ada coronvex mirror. Ini saya pasang sendiri karena belokan. Heeh. Terus enggak ngaruh juga sebenarnya. He. Jadi orang yang pakai motor sebenarnya enggak ngarus juga langsung enggak kelihatan juga ke sini. Tapi lucu aja gitu di senter ada konvex mirror gitu. Oke. Dan ini depannya juga emang sengaja ditanam rumput-rumputan. Iya. Terus ada buntut kuda. Ini tanaman buntut kuda. Oke. Ini menarik juga. Berarti ini pagarnya juga dibikin enggak terlalu tinggi ya, Mas. Betul. Kurang lebih di 150. Terus saya bikin pagar ini tertutup semuanya plat besi. Kenapa? Karena saya orangnya enggak suka dilihat orang kalau lagi berkegiatan di pekarangan rumah gitu ya. Oke. Nah, ini kita boleh masuk Mas lewat mana nih? Boleh lewat sini aja Mas. Oke. Oh wow. Aku baru menyadari ternyata emang banyak sekali kotak-kotak ya. Baik yang di sini di bawah maupun di sini semua dibikin kotak-kotak. He semuanya dibikin kotak-kotak. Cuman aku mau tanya nih Mas ini apa nih? Apakah keramik atau apa nih, Mas? Jadi ini tuh granit hitam dove. Saya custom. bikin semi cut gitu buat nutnya. Jadi dibikin 10* 10. Oh, jadi terkesan mozaik padahal enggak gitu. Padahal hasilnya ini granit yang 6060 biasa ya. Betul. Jadi tips buat menghemat budget jadi enggak perlu yang moza tile ya. Betul. Tapi kalau misalkan budgetnya ada lebih, lebih baik mozaik tile aja gitu. Oke. Dan ini inspirasinya apa nih, Mas? Menaruh dua lampu ini, nih, Mas, di luar. Oh, ini ee komposisi aja ya jadinya mainin komposisi waktu itu tuh emang lebih enak dua lampu gantung di depan lebih simetris, pencahayaannya juga lebih enak, lebih hangat. Terus ini juga fungsinya teras aja. Terus di sini nah ini nih ada pit fire. Buat bakar-bakaran. Jadi ini tuh kepakainya cuman setahun dua kali. Tahun baruan nih pasti. Tahun baruan. sama Idolada aja kalau pas lagi ada daging. Nah, ini kan juga berarti di sini ada pintu, tapi di situ juga ada pintu. Berarti seperti apa nih aksesnya, Mas? Heeh. Jadi ee saya bikin pintu di sini waktu itu tuh ee saya buat desainnya tuh awalnya jendela aja buat pasat di sebelah sini. Jadi waktu itu tuh kurang enak kalau misalkan jendela aja. Saya bikin pintu di sini biar orang nyangkanya kalau mau bertamu tuh lewat sini. Lewat sini. Iya kan kayak kayak apa tipikal rumah pada umumnya kan seperti betul emang gini ke sini kan ya si itunya jalurnya flow-nya gitu ke sini tapi ternyata bukan saya bohong sebelah sana oke oke oke. Iya sih sekilas tadi kayak kita seolah-olah pengin dibawa ke situ gitu. Iya padahal enggak di sini ternyata ke sebelah sini. Nah untuk bagian depan sini tuh berarti ee area taman depan aja gitu ya? Iya area taman depan aja. Sudutan sebelah sini. Ee ada area terbuka hijaunya. Ada kanopinya. Kanopinya sengaja enggak saya buat full karena lebih enak di ukuran 1 m ya. Ternyata pas saya buat ke depan tuh harus ada tihang lagi jadinya. Ee area sini biar tanamannya kena air hujan. Kena air hujan. Jadi enaknya dibuat sependek ini aja. Dan di sini juga jadi enggak ada tiang. Ya, betul. Jadi enggak ada yang ngalangin. Terus aku lihat kemiringannya emang dibikinnya ke sini ya. Dibikinnya ke belakang. Oke, menarik nih. Jadi biar beda. Jadi talangnya tuh pakai plat besi juga. Sama kayak pagar setengah heksagon gitu ya. Setengah heksagon gitu. Heeh. Benar. Jadi jatuhnya ke belakang biasa orang ke depan. Biasa kan orang ke depan jatuhnya ke belakang terus buangan ke pojok situ ya. Heeh. Ke pojokan sini. Oke. Nah, pertanyaanku Mas e rumah ini habis empat besi berapa? Lumayan. Karena saya suka plat-platan, suka besi-besian sebenarnya. Oh, gitu ya. Heeh. Kalau dari material emang suka besi. Makanya k lihat di sini kan juga ada ini kursinya pun dari plat besi juga. Iya. Iya. Ini ada teras buat saya nongkrong, ngopi apa segala macam. Nyari hide. Ini ini buatan saya sendiri kebetulan desainnya. Oh, desainnya. Heeh. Jadi ini tuh kalau di Sunda tuh namanya Jojodog. Oke. Oke. Terus kemudian di sebelah sininya ada apa lagi nih, Mas? Oke, ee ada kandangnya kucing, kandangnya pochi sama Lisa. Pochi itu yang ini, Mas, yang mukanya kayak pocong, yang hitam. Kalau Neng Lisa ini ngesibukin dirilah ngurus mereka, ngurus majikan. Oke. Oke. Menarik menarik. Nah, Mas karena tadi udah sempat dimention kan ee kayak stool yang depan nih didesain sendiri, berarti emang e bekerja sebagai apa nih, Mas? Eh, saya kebetulan interior desainer. Iya, desainer interior. E cuman untuk sekarang freelancer. Freelancer di bidang desain interior. Berarti semua rumah ini diesesain sendiri sama Mas? Semua dari awal saya desain sendiri. Cuman kalau untuk kontraktornya saya pakai jasa teman. Teman dekat. Oh, teman dekat. E namanya Tim Yusam Yusuf. Bisa dimention kalau misalkan butuh kontraktor ada Tim Yus Yusub. Oke, Teman-teman search saja di sini nanti disimpan di sini. Nah, kalau ee Teman-teman ada yang pengin didesainin juga Mas bisa langsung ke boleh kontak boleh kontak ke Hako, boleh kontak ke IG-nya saya nanti disimpan juga di sini soalnya agak susah. Abdileh RFK I. Oke, Instagramnya kalau buat ada L ya di sini. Nah, ini Mas. Ini pintunya sebenarnya yang sini. Yang sebelah sini tapi kenapa dibikin ada dua gitu? Ini pintu juga enggak sih? Ee itu jendela mati. gimana ceritanya nih, Mas? Ee kalau ini ee saya sengaja bikin sliding door karena biar enggak makan tempat ya. Kalau misalkan bukaannya Heeh. kemakan gitu tempat. Kalau misalkan bentuknya kayak gini karena Hako juga namanya berawal dari Jepang, kayaknya pintu ini juga ada Jepang-jpangnya deh. Cuman di finishingnya hitam aja. Kan biasanya Japandi warna-warna kayu gitu gitu kan. Cuman saya bikin duko hitam. Unik sih. Unik. Karena aku pikir tadi ini dua pintu. Ternyata enggak kan cuma satu aja. Iya, cuma satu pintu aja sama jendela mati. Boleh kita masuk ke dalam? Boleh. Oke, Teman-teman sekarang kita sudah masuk ke dalam rumahnya ya, Mas I. Cuman yang perlu kalian notice sekarang kita pakai sendal warna hijau dan kuning. Sendal dan kuning. Ini ada filosofinya enggak, Mas? Kenapa ee sendal tamu dikasih warna hijau gitu? Oke, jadi kan Lembang tu ciri khas dengan bolu susu Lembangnya. Kalau hakohus ciri khasnya adalah sendal ijaunya yang buat nerima tamu. Oke. Nah, di rumahnya ini gimana nih, Mas? Ketika kita buka langsung open space aja ya? Langsung open space. Konsepnya emang open space biar lebih fleksibel aja. Buat saya yang melakukan kegiatan di rumah Jadi di sebelah sini ada living room-nya. Buat saya nerima tamu juga. Teman-teman biasa nongkrong di sini buat nonton film, buat catur, apa segala macam. Sering catur juga di sini, Teman-teman. Emang senang catur. Pokoknya ini band terinspirasi juga ya, Mas ya. Jadi bisa buat main catur di sini? Oh, bisa cuman ngejumpalik bidang satnya pada jatuh. Jadi saya tuh emang suka motif checkerbard disebutnya. Motif kotak-kotak ini tuh ada terinspirasi dari brand sepatu skateboard. Oke, ini. Oh, ini ini tadi pas kita datang pertama kali ini karpet sepatu Nabi Adam. Sepatu Nabi Adam emang saya suka dengan culture skateboard. Emang saya suka bermain dulu kalau sekarang sudah pensiun. Karena takut udah makin tua makin takut dan papanya juga hilang. Jadi ee banyak motif kotak-kotak di sini juga. Oh iya ya. Iya. Meja makan. Kursinya juga. Betul. Di sini juga kotak-kotak lagi. Sini juga kotak-kotak lagi. Bedanya di keramik sana aja. Nah, ini juga ada ceritanya treatmen keramik ini. Jadi, waktu itu tuh sebelumnya enggak ada lama-kelamaan lembab. Heeh. Karena Lembang terkenal dengan dinginnya jadinya karena ada cuman gap 15 cent kalau enggak salah gap sama sama sebelah. Sebah. Jadinya ada air sering. Oh, sering dia terperangkap di dalam situ. Terperangkap di dalam situ. Jadinya lembab gitu. Jadi pas tahun 2002 mm 2023 akhir kalau enggak salah saya bikin treatment. Jadi ya udah diganti keramik ini ditutup aja sama keramik terus ada ambalan gitu. Oke. Nah, ini ambalannya juga menarik nih karena sekilas seperti menyatu aja nih ya sama ini. Nah, aku pengin yang pengin ku tanyain ini Mas maaf nih ee memang dominasi apa temanya itu gelap gitu ya? Ada hitamnya. Nah, jadi waktu saya buat eh buat desainnya, jadi emang saya pengin tiap ruangan tuh hitam putih dulu baru dekor dekorasinya bebas. Terserah saya yang saya suka yang apa segala macam bebas. Si putihnya tuh kayak kanvas, hitamnya kayak frame, frame bingkainya misalkan ya, si putihnya kanvas. Jadi sisanya bebas aja. Makanya tiba-tiba ada satu lampu yang cukup mencolok ini ya. Jamur orange ini. Oh, terus saya mau ini, Mas. Mau ceritain ee tembok. Oh, tembok. Kenapa tuh tembok? Nah, jadi tembokan ini tuh kalau sekilas kayak cat kan? Heeh. He. Nah, ini tuh bukan cat sebenarnya. Oh, Terus jadi saya waktu itu tuh eksperimen. Jadi saya pengin si ee tembokan tuh enggak pakai cat tadinya. Jadi acian aja tapi ee putihnya tuh emang agak kuning kayak rumah lama. Oh, gitu. Jadi, ini tu acian putih. Saya eksperimen pakai terus ee pakai pelamir, hampelas lagi, pelamir lagi, hampelas lagi sampai halus. Sampai halus. Waktu itu juga tukangnya sampai ngeluh, mukanya sampai kayak mochi. Nah, sekarang aku mau nanyain area sini. Ini area dapurnya menarik banget karena aku lihat sini silingnya melengkung. Bawah melengkung. Situ melengkung dan lagi-lagi kotak-kotak. Gimana nih, Mas, ceritanya, Mas? Nah, jadi untuk lengkungan-lengkungan ini yang rounded ini, jadi kan dari depan juga udah dilihatin ya, ada dinding yang seperempat lingkaran tuh, ada rounded juga di depan. Jadi pengin ngasih tahu juga kalau misalkan di dalam tuh emang banyak lengkungan-lengkungan yang saya buat. gitu. Jadi untuk area dapur ini emang saya khususkan lebih mencolok daripada ruangan yang lain. Keramiknya hijau gitu karena pengin jadi vokal poin aja gitu di hahus si dapurnya lebih dilihatin Makanya tadi pas buka pintu emang sebenarnya langsung tertuju ke sini langsung ngelihatnya dapur. Betul. Oke. Ini keramik nih Mas berarti ya? Betul. ee keramik mozaik hijau. Nah, jadi ini tuh pas saya buat desainnya tuh sebenarnya enggak hijau. Kebetulan pas saya lagi ke Bandung belanja ada obral kerami. Nah, tiba-tiba si hijau ini wah langsung jatuh cinta tuh. Iya. I ya. Dan lagi-lagi top-nya hitam kan gelap ya. Top tabelnya hitam. Jadi ketika aku melihat dari atas sini itu memang warnanya jadi sama ya kayak yang lantai situ ya? Heeh. Benar. Benar benar benar. Oke. Oke. Menarik. Terus ini area untuk apa? E masaknya. Terus ini juga ada ininya ya, ada cooker hood. Ini cookerhood juga saya bikin sendiri. Ini pakai gibsum. Di cover gipsum difinishing pakai cat dinding. Waktu itu saya bikin bentuknya seperti ini. Kalau misalkan untuk ee storage pintu-pintunya. Nah, ini duko, Mas. Heem. Cuman dukonya tuh enggak yang warna satu warna doang ada kayak ini ya, Mas, ya. He, enggak solid. Jadi, ada bintik-bintik bintik-bintiknya hitam. Nah, bintik-bintik hitamnya tuh saya ambil dari si backpace sama si kitchen-nya keramik mozaik ini. Oh, jadi dia biar nyatu lagi. Biar nyatu lagi. Menarik menarik. Jadi sedetail itu dan bikin bintiknya kayak gimana tuh, Mas, waktu itu? Nah, bintik-bintiknya tuh ada yang pakai brush sikat gigi gitu. He diginiin diginiin manual gini. Ada yang manualnya, terus ada juga yang dari spray gunnya. Jadi di-etting gitu. Jadi nyoba-nyoba dulu waktu itu gitu bagusnya pakai yang mana. Emang detail ya semuanya diperhitungkan dengan baik. Oke. Nah, ini ini ke mana nih, Mas? Ini area servis. Jadi di sini tuh cuman ada keran oke buat saya cuci manual atau wudu apa segala macam. Yang sebelah sini untuk laundry-nya. Laundry. Hmm. Dan emang dibikin terang ya, Mas ya, area sini ya ditutup. ada pencahayaan alami dari kanopinya. Terus Oh, ini juga cukup menarik nih. Nah, ini tuh waktu itu saya lupa bikin bu kontrol. Heeh. Jadi, ini saya bikin sendiri juga. Bentuknya seperti ini dari kaca band hitam. Tapi ini mudah dibuka, Mas. Bisa digeser gitu. Oh. Oh. Ke sini. Ke sini digeser langsung set kalau ada apa-apa sama pompa. Oke. Wih, menarik. Menarik. Jadi cakep ya. dan enggak enggak kelihatan kayak terlalu berantakan ya karena pipanya kan banyak kan dia kan dari Iya. Heeh. Ini atasnya sini plat besi lagi kan? Nah ini plat besi. Jadi ini tuh dibikin waktu sebelum ada kanopi. Jadi waktu itu tuh kanopi kanopi itu dibuat setelah 1 tahun tinggi ditinggali rumah ditinggali air hujan kena pintu. Heeh. Jadi saya bikin plat ini tuh beda sama plat yang Oh beda. Beda. Beda vendor. Heeh. E waktu itu tuh ini yang pertama waktu rumah bikin ada tukang yang bisa ngelas kebetulan. Nah, jadi saya beli plat aja waktu itu dibikinin jadi ini topian kayak gini. Heeh. Oke. Oke. Nah, terus kalau pas lagi ngelihat ke atas ini memang bagian sini yang ada yang bisa dibuka ya, Mas ya? Bisa. Heeh. Ini tuh bisa dibuka, bisa diliding buat maintenance toren. Makanya yang tadi Mas Satung bilang tuh ini ya ee harusnya sini ada tangganya itu ya. Heeh. Harusnya ada tangga yang vertikal gitu, cuma belum. Nah, Mas sebelum kita lanjut ke situ, ini kan di sini ada satu ruang lagi. Ini ruang apa nih, Mas? Oke, ini tuh kamar mandi tamu. He, silakan dibuka cuman kecil aja, enggak terlalu besar. Jadi emang diperuntukkan untuk Dan di sini putih ya, Mas ya? Iya. Pakai keramik 1030. Terus pakai mozaik octagon. Oh, yang bawah. Heeh. Hitam putih juga. Oke, berarti ini emang e kloset terus ada cerminnya sama buat showeran juga ya buat mandi ya. Show juga. Betul. Oke, boleh kita ke situ, Mas Sat. Sekarang kita masuk ke kamarnya berarti ya, Mas ya. Oke. Ini ceritanya gimana, Mas, kamarnya? Ee pas aku masuk emang dominasnya agak gelap dan remang-remang ya kayaknya ya. Remang-remang. Jadi emang kenapa dibuat seperti ini? Karena emang untuk istirahat gitu ya. Jadi emang remang-remang tuh. Remang-remang. Jadi emang enak. Tapi enak sih. Benar. Buat istirahat. Jadi kenapa dindingnya yang sebelah sini hitam? He. Terus sisanya putih. Nah, jadi waktu itu tuh ini awalnya putih juga, Mas. Oh, gitu. Heeh. Tembokan ini tuh putih juga sama cuman balik lagi kayak tadi kayak yang sebelah sana lembab. Jadi saya akalin pakai cat tekstur kamprot. Oh. Oh. Makanya pas tadi aku ketika pegangin baru mau nanya terjawab kan ternyata ini cat tekstur yang model kamprot. Betul gitu. Jadi pas saya pakai cat tekstur dengan warna gelap ternyata enggak kelihatan sih jamur-jamur lembabnya itu ketutup. Iya sih. Dan ini juga kasur juga hitam juga ya, Mas ya ininya ya. Iya. Spray-nya hitam juga. Bed covernya Di sini aku melihat ada bedside table yang cukup unik juga nih. Iya. Kotak-kotak lagi. Kotak-kotak. Heeh. Ini dari apa sih, Mas, bikinnya, Mas? Jadi, BS table ini tuh dari keramik Mozaik. Nah, ini tuh bareng sama tadi yang dapur, Mas. Nih. Tapi ini kan emang tadinya itu kan, Mas, maksudnya e B table yang dari multiplex biasa gitu. Iya. Multi ee 12 mili kalau enggak salah motinya dibuat dulu rangkanya. Bentuknya seperti ini baru ditempel keramik mozaik-nya. Ada-ada aja idenya. Terus ini ada rahasia juga. Apa tuh, Mas? Jadi tempat penyimpanan saya rahasia ya. ini jadi tahu dong. Jadi tahu dong se-Indonesia. Nah, jadi ini tuh ada laci gitu buat saya nyimpan-nyimpan. Oh, tapi dia kalau ini enggak harus sekaligus gitu, Mas. Jadi ini slow motion gitu. Oke. Oke. Jadi biar enggak kelihatan gitu kamu Oh, wow. Nah, terus ini juga apa tuh? Ada dekorasi bingkai. Nah, ini tuh ini apa nih, Mas? Ceritanya ilustrasi produk yang ada di Hako. Kalau ini yang setable ini. Oh, ini. Betul. Ini yang meja makan luar. Oke. Oh, yang ini dining itu tadi ya. Yang dining room itu. Terus ada stool yang tadi jojodo gitu yang di luar. ini memang semua didesain. Nah, ini ilustrasinya sama teman saya. Ada namanya Yuda Aprilian yang buat ini dibikinin teman ini saya buat di sini biar enggak polos. Lama-lama bikin produk macam-macam kayaknya Mas sama Mas Yoda ya tadi ya. Ini Mas Yoda. Benar. Oke. Nah, kalau kita geser ke sini, nah ini banyak yang menarik. Cuman kita bahasnya satu-satu ya. Mulai dari si TV ini yang tempatnya bracketnya kayak tidak seperti pada umumnya itu tadi. Jadi ee emang saya suka material-material besi kali ya. Heeh. Jadi saya cari braket yang standing. Buat TV-nya terus biar solid gitu ya. Biar kesannya penuh. He gitu. Jadi saya pakai standing TV kayak ini punyanya yang unik-unik seperti yang di belakang sini nih, Teman-teman. Nih lihat nih. Ini apa ceritanya, Mas? Ini apa ini? Ini Paint yang di Microsoft itu ya, di Windows dulu ya. Jadi waktu itu tuh saya bingung sudutan ini tuh mau ada apa. Jadi emang udah direncanain buat standing mirror. Jadi kayaknya pas waktu itu terlintas aja gitu tiba-tiba moodbot gitu ya di Pinterest juga ada inspirasi gitu. Awalnya saya buat sendiri ini di ini ya apa di cetak ya stiker gitu ya? Iya stiker vinil gitu terus pakai kaca yang kotak kotak langsung saya tempel langsung si stikernya gitu. Oke. Dan ini adalah satu gangan. Oh, buat ini ya, Mas ya? Heeh. Karena ini belum kepakai mungkin ya. Jadi yang pintu ini yang tadi saya jelasin jadinya saya pakai buat ibadah aja. Di sebelah sini saya pakai buat sola dadakan. Sola dadakan ya. Ini terus tetap ada aksen lengkungnya seperempat lingkaran ya. Iya. Ada sekat rounded lagi. Oke. Dan ini apa nih Mas? Kok banyak ee muka kepala-kepala ini kan manekin kepala simpan-simpan koleksi topi saya pakai manekin. Oke, terus ada apa lagi, Mas, sebelum kita menuju ke dua ruangan yang di sini nih, Mas? Mm di sini ada gantungan baju aja mungkin ya. Oke. Dan emang dibikin terbuka aja ya, Mas ya? Terbuka aja karena ee kalau waktu saya gambar sih sudah ada lemari. Cuman balik lagi budget. Pelan-pelan ya, Mas. Jadinya buat saya sendiri dulu aja yang cukup buat saya. Jadinya gantungan baju aja sama kombinasi kabinet aja sih buat nyimpan-nyimpan baju apa segala macam di semua diaruh sini. Oke. Sama ada koleksi fotonya Masung itu ya. Betul. Nah, Mas ini apa nih Mas? Dua pintu ini. Ee mau ke mana dulu nih? Mau ke studio tempat saya kerja atau mau ke kamar mandi dulu? Boleh kita ke kamar mandi dulu. Oh iya karena ada kesetnya ini ya. Oh ya. sama ya ininya ya. Cuman di sini ee beda kasta kayak tadi kata Mas Satung kan yang ada wastaffel. Ih. Oh ini wasavelnya. Ih lucu amat Mas. Heeh. Ini saya buat sendiri. Berarti kayak dari apa? Pakai hebel atau bata merah gitu. Hm. Ini bata merah. Waktu ditutup pakai bata merah. Terus ininya granit yang sama kayak lantai lagi. Heeh. Jadi kalau misalkan dihidupin buangnya langsung enggak kelihatan langsung masuk. Oh. Tetap ada buangannya di sini ya. Oh. Oke, sini untuk area wastaffelnya komplit semua juga. Ada ini ya buat hair dryer-nya. Sini untuk ee toiletnya ya, Mas. Toilet monoblok closet. Di sini ada show room-nya. Oh, oke. Itu cuma segini. Oke, oke, oke. Nah, yang sini ini tadi ya, Mas ya. Ruang studio. Iya, ini ruang kerja saya, ruang studio, ruang hobi juga. Oke, boleh kita lihat, Mas. Git. Boleh. Silakan, Mas. Wih. Ini pas masuk ke dalam sini ternyata lebih terang ya, Mas ya. Walaupun mood-nya sama karena kan dindingnya dihitemin lagi diitin lagi terus sisanya putih dindingnya. Oke. Gimana ceritanya apa nih Mas di sini Mas? Oke. Jadi emang waktu itu saya bikin ruangan ini tuh emang dibikin buat saya kerja, buat saya main game juga di sini buat emang ruang hobi. He. Oh wow. Paling sering menghabiskan waktu di rumah ini di sini, Mas. di sini pasti. Heeh. Buat main game. Buat kirain buat bekerja. Oh, enggak. Buat main game, Guys. Seringnya main game. Kerjaan kalau lagi ada aja. Terus kalau k lihat juga e ada beberapa kayak ini kan ada handycam ya, Mas ya. Di depan tadi juga ada kamera. Berarti termasuk hobi juga fotografia kah atau enggak juga sebenarnya suka cuman tidak terlalu mendalami karena susah ternyata. Kalau misalkan hobi tadi saya suka skateboard dulu suka fingerboard juga ada fingerboard. di sini. iniingong gitu. Terus poster-poster juga di sini pro skateboarder yang saya suka. Dan ini buat duduk-duduk santai. Heeh. Terus ini bukaan juga nak lagi. Nako lagi. Terus ini buat fleksibel aja sih kalau misalkan nanti insyaallah punya istri misalkan saya lagi di sini tuh bisa beb pengen mialkan. Oh baiklah. Dari sini bisa ngover jadi drive through. Oh iya. Baiklah. Jadi bisa langsung ya ke sini. Eh sebelah banget sama dapur. Sebelah sama dapur itu ya. Oke. Semua sudah terkonsepkan ternyata sama. Oke kita ngobrol-ngobrol closing, Mas. Oke teman-teman kita udah selesai ya, Mas ya tour-nya ya. Wah terima kasih banyak. Ini kita sudah diajakin keliling, Mas. Sama-sama. Terima kasih juga. Nah, Mas yang biasanya ini pertanyaan paling ditunggu-tunggu sama teman-teman itu merenovasi rumah ini dari bangunan existing butuh budget berapa sih, Mas? Oke. Jadi karena dulu renovasi dari ee eing lama ya, jadi existing lama tuh ternyata banyak kekurangannya, strukturannya, ternyata besinya kecil-kecil, Mas. Waktu itu tuh rencana emang mau rumah tumbuh nantinya untuk lantai du. Heeh. Jadinya yang tadinya mau hemat budget langsung ngikutin existing yang sudah ada gitu ya, ternyata malah jadi minus renovasi tuh kalau misalkan sipilannya tuh sekitar di Rp3 juta per meter waktu itu yang saya bangun tuh di 114 sekitar di 3engahan lebih lah, Mas. Kalau misalkan sipilannya aja belum sama kitchen dan pagar yang perbesian. Oh, perbesian itu belum semua ya? Pokoknya semua itu untuk sipilnya tok sipilnya aja. Tapi kalau misalkan untuk semua kayaknya di 400-an waktu itu. Dan untuk pembangunannya, renovasinya itu memakan waktu berapa lama, Mas? Oke. Jadi waktu itu saya estimasi itu awalnya di 5 bulan beres penginnya waktu itu tuh ngejar lebaran kalau enggak salah pada tahun itu. Tapi karena waktu pembangunan awal ternyata si strukturnya tadi yang jadinya masalahnya di sana. Jadi harus ganti semua titik struktur. Jadinya sekitar berarti Januari saya mulai beres tuh di September akhir. Oh, lumayan lama ya? Lumayan lama. 9 bulan. Oke. Ada lagi, Mas? Ee pesan-pesan kali. Pesan-pesan lagi. Oh, ada lagi pesan-pesan lagi. Boleh. Buat Mama, buat Umi, buat Ibu. Ada tiga ya. Oke, jadi eh terima kasih buat doa-doanya sampai saya mempunyai rumah yang saya inginkan buat saya tinggali, buat saya kerja juga. Terima kasih ee sudah menyayangi anak bungsu ini sampai sekarang sudah dalam nih kerasa. Nah, aku mendengarkannya kerasa juga. Okelah daripada nanti suasana jadi tambah harum kita tutup aja teman-teman. Thank you sudah nonton jangan lupa subscribe channel Wicak Mifta, follow Instagram kita, Wicakso Miftajana dan Instagram Inspiroms, TikTok Wicak Mifta, dan TikTok Inspirams. Dadah. Dadah. Jadi mau gantian sama kamu? Iya, kamu aja kamu. Yuk, gantian yuk. Kamu aja nanggung, nanggung. Dikit, nanggung dikit. Tadi kok enggak apa-apa enggak? Ayo, ayo. Oh, ya.
