Jungkat

Rumah 3 Lantai yg Dibangun Sendiri Sama Ownernya! Inspirahoms: Gin Contractor (YouTube Video)

  • 04/07/2025

Oke, Teman-teman. Hari ini aku mau ngajakin kalian ke sebuah rumah yang tadinya sebuah gudang terus kemudian dibongkar dan ini juga tadinya dua rumah dijadiin satu jadi rumah yang sekeren ini. Kita ketemu sama ownernya yuk. Halo, saya dengan Sugino. Selamat datang di rumah kami, di kediaman kami selamat datang di Kinhost. Pak Agin. Halo. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Gimana kabarnya, Pak? Baik. Baik, Mas. Kabarnya baik. Alhamdulillah. Ini kita terima kasih, Pak Gin. Ini kalau k lihat memang langsung mencuri perhatian ya, Pak Gin ya. Iya, betul betul. Ini gimana ceritanya, Pak Gin? Ini tadinya memang dua rumah kemudian direnovasi dibangun dari nol. Iya betul. Ini awalnya ini dua rumah nih Mas. Rumah BDN ukurannya 6* 10. 6. Jadi dua rumah 12* 10 ya. 120 luas bangunannya 270-an, Mas. 270-an. 70-an. Oke. Nah, ini kalau aku boleh tanya, Pak, konsep desainnya seperti apa nih, Pak? Ini konsep desainnya sebetulnya kan e minimalis ya, minimalis modern. kita itu dari awal untuk arsitek ini kan saya pengin satu rumah ini hunian yang mencakupi nah ruang-ruangan ini tercukupin ya he yang seperti ruang keluarga kamar gjalnya seperti ini. Terus ini kalau kita lihat pasatnya ini kan ada huruf G ini ya Mas? Oh yang itu ya Pak ya? Yang atas ya? I betul ini huruf G-nya ini sebetulnya dari simbol dari nama saya ikon beliau Pak Jin kin kontraktor. Nah, karena sudah disebut aku juga mau ceritain juga beliau ini juga seorang kontraktor dan udah lama ya, Pak ya mengerjakan berbagai projekul rumah yaul terutama hasil-hasil karya dari arsitek-arsitek. Dan ini rumahnya Pak Gin sendiri. Betul. Ini rumah saya sendiri dan ini menariknya karena beliau juga kontraktor pasti ahlinya di bidangnya. Makanya nanti kita bakal bisa ngulik-ngulik banyak. Cuma nih dari tadi teman-teman jangan salah fokus ya. Banyak sekali kendaraan lalu lalang. Iya. Ini rumahnya dipikir jalan ini masnya. Oke. Terus di rumah ini tuh sepertinya dari luar tertutup sekali ya, Pak ya, dengan second skinnya ya. Betul. Iya, betul. Tapi sebelumnya kalau kita masuk ini ruangannya ini cukup ini terang. Cukup terang dan luas ya, Pak ya. luas ini karena di pinggirannya kita kan ada skylight ya dari arsitek sudah sudah didesain bahwa ruangan itu kalau kelihatan dari luar gelap tapi sebenarnya di dalamnya itu cukup terang nanti kita lihat di dalamnya. Oke. Nah, terus tadi dari tadi juga sudah di-mention sama arsitek. Arsiteknya siapa, Pak? Kalau boleh tahu, Pak? Ee arsiteknya ini wahana arsitek ee paru dielana mungkin kenal ya, ya. Iya. Dan katanya juga apa? Bapak teman lama ya, Pak, ya? Sama beliau ya, Pak? Teman lama beliau ini. Oke, siap. Nah, sekarang kita izin boleh masuk, Pak. Boleh. Ayo, silakan masuk. Oke. Nah, ini sebelum masuk juga aku lihat ada pagar yang cukup tinggi nih ya, Pak ya? Iya, betul. Ini materialnya dari apa nih, Pak? Ini kayu ulin nih, Mas. Oh, kayu ulin. Iya, kayu ulinnya kayu Kalimantan nih, Mas. Oh, apa nih, Pak, dia kelebihannya, Pak? Kenapa di kayu ulin ini kan kayu kerasnya tahan cuaca ya, panas, kena air, anti rayap juga ini. Oke. Enggak dimakan rayap ini, Pak. Jadi, dia rayap pun enggak akan makan kayu ini. Iya, betul. Ini kayu keras ini. Dan dicatnya warna gelap ya, Pak ya? Iya, betul. Warna gelap. Ada kayaknya k lihat sama warna pasatnya juga sama atasnya. Oh ini selebar apa nih Pak? Boleh kita buka, Pak? Boleh boleh boleh ya Pak ya. 6 m ini, Mas. 6 m ya. 6 m ini. Oh jadi terbagi dua. 6 m sini 6 m 6 sana. Betul. Ini langsung bisa full. Ini enteng nih, Mas. Walaupun ini berat tapi enteng juga. Ini rodanya ini kan cukup bagus enggak roda biasa gitu. Oh. Nah, rodanya itu dibukut dia bikinnya ini. Oh, tuh teman-teman. Bukan bukan beli yang di material gitu. Ini khusus ini pesan rodanya. Nah, makanya enteng. Iya sih, aku pas dorong ini enteng sih. Padahal pagarnya juga besar. Besar besar dan berat ya, Pak. Betul. Tuh, Teman-teman sudah menemukan triknya kan sama Alinya nih. Oh, dan ini kita langsung melihat untuk area garasinya, Pak. Iya, area garasinya K kepotong tembok. Jadi ini efektifnya ini 5,8 belakangnya 8 m, Mas. Oh, 8 m. Berarti sisa 2 m untuk area tangga. Iya, area tangga. Betul. Area tangga. Karena itu kelihatan tuh udah ada lampu-lampu tangganya ke atas. Oh, menarik sekali. Dan ini masih sangat lega ya, Pak ya, kalau kita buat parkir dua mobil seperti ini ya. Iya. Karena di belakang bisa pakai motor bisa masuk. Oh, iya. Tuh, ada kelihatan ngintip tuh dari situ kan. Iya, gitu. Mor langsung masuk dan dibikin juga tidak terlalu tinggi, Pak, area sininya. Betul. Iya, tidak terlalu tinggi. Oke. Wah, menarik. Nah, ini yang aku juga bikin salah fokus adalah finishing-nya nih, Pak. Ini semen was gitu, Pak. Iya, ini Was. Ini sebetulnya bukan semen was ya, cat was. Cat was. Bedanya apa tuh, Pak? Was? Kalau cat was ini kan chat mau milek lah. Nanti langsung ada material lain yang di wasen. Was itu langsung semen langsung jadi, Mas. Langsung jadi. Bedanya di situ. Jadi oke terus ini aku lihat juga. Oh, ada celah ini kira-kira lampu ini untuk lampu, Mas. Oh, untuk lampu ini sebetulnya kalau kita nyalain. Oke. Wah, langsung dinyalain sama beliau. Tuh, itu lampu nih nyala nih sebetulnya cuma karena siang enggak terlalu kelihatan. Oke. Dan untuk si carport-nya materialnya ini dia pakai apa nih, Pak? Ini pakai andesit. Ukurannya ini 45* 90, Mas. Oh, makanya cukup lebar-lebar. Dan ini ternyata ada Liquanu ya, Pak ya, yang menyentai sampai sini. Udahan ini kalau 2 minggu enggak dipotong sudah nyampai ke bawah nih. Jadi susah keluar masuk ya, Pak. Iya, keluar masuknya. Ini berarti emang di atas ini tuh di balik second skinnya ini ada planter box ya, Pak ya? Iya, ada planter box cukup besar. Ada sekitar 80-an eh ya 80-an yang lebar. Oke. Nah, ini kita ke mana nih, Pak? Kalau ke sini, Pak. Ini kita masuk sambil ini di sini ada sebetulnya ini taman, cuma kita kasih pohon namanya pohon pulai, Mas. Oh, ini pohon pulai. Heeh. Pohon pulai ini. Ini 1 tahun sudah lebat banget. 1 tahun lebih lah. Oh, ini setahun lebih ya, Pak ya? Iya, setahun lebih sudah sudah sampai setinggi itu. Iya. Wow. Di taman ini kan kita bikin air-air mancur itu ada kalau malam itu ada suara-suara percikan air menenangkannya, Pak. Ya, menenangkan kalau kita sambil duduk di sini gitu. Terus di pojok sini ada area itu. Itu area ini sebenarnya gudang nih, Mas. Oh, ini sebenarnya area gudang. Nah, agak berantakan dia. Buat naruh alat-alat pembersih-bersih sama buat naruh odor juga ya, Pak. Oke. Oh, ini apa? Gemricik airnya itu emang ada permainan batu bulat. Nah, terus ini yang mencuri perhatian juga, Pak. Ini dari kayu apa, Pak? Ini kayu damar laut, Mas. Damar laut? Iya, kayu damar laut ini balok ini. Iya, ya. Full ya? Iya, Pul. Jadi, kenapa saya taruh ini? Biasanya gini, kalau misalnya kita ada tamu satu orang, dua orang enggak mau naik, Mas. Oh, gitu. Iya. Kalau malam penginnya santai di sini sambil ngopi gitu kan enak kan. H. Kalau cuma satu, dua orang teman kadang-kadang dibawa aah sambil ngerokok gitu. Oh, jadi ya udah staynya di sini ya, Pak ya. Enak ini kalau malam nih. Oke. Nah, ini berarti area pintu utama. Iya, itu pintu ini pintunya istimewa, Pak. Ini lebar sekali. Ini lebarnya 110 nih, Mbah. 110 ya? He. Dan cuma satu daun pintu ya, Pak? Iya. Daun pintu ya. Ini masih ada kaca ini karena untuk penerangan biar enggak terlalu keblok ya. Ini nuansanya masih lebarnya dapat gitu. Wah. Jadi ketika aku melihat sini kesan hangatnya dari pintunya dapat dan ini dari kayu apa nih, Pak? Ini kayu merbau. Kayu merbau. Kayu merbau ya. Merbau oven. Ini lumayan, Teman-teman, kalau bikin kayak begini ya, Pak, ya. Iya. langsung. Iya, cukup berat juga. Tapi sebenarnya enteng nanti kalau sampean buka ini bisa buka tuh kan enteng. Oh, iya sih enteng. Padahal pas pemasangannya Nah, ini pemasangannya ini waktu gotongnya bisa lima orang nih. Baru kuat nih. Wah, cukup berat nih. Nah, ini apa triknya, Pak? Biar bukanya bisa jadi enteng. Ini dari engselnya nih, Mas. Di engselnya ini pesan juga dibubut. Hm. Nih engselnya nih. Engselnya dibukut nih. Bukan yang engsel yang beli di toko. Jadi enggak. Ini khusus ini pesan Mas. Oh, makanya dia bisa flow-nya lebih ringan. Rata-rata kalau untuk pintu-pintu yang besar nih pasti dibubut dia. Siap. Siap. Siap. Nah, ini boleh kita izin masuk, Pak. Kita copot sepatu aja. Boleh copot sepatu. Siap. Wah, langsung nuansanya beda, Teman-teman. Langsung wah hangat nih pas sampai dalam sini. Nah, ini di lantai satu ada ruang apa aja, Pak? Ini lantai satu. Ini kamar tidur tamu, Mas. Boleh kita lihat, Pak? Boleh. Boleh tidur tamu. Oh, ini kamar tidur tamu. Wah. Ini ukurannya berapa, Pak? Kamar tidur ini 3* 4. 3 * 4. Iya, cukuplah 3* 4. Oke. AC-nya di sini kasur. Terus lengkap juga sama lemarinya ya, Pak ya? Iya. Ini sebenarnya nanti TV ini belum ada. Oke. Kamar tidur tamu ini ee biasanya ditempatin sama siapa nih, Pak? Biasanya sih ada saudara yang main yang nginp terkadang teman ada teman yang dari kampung itu kadang nginp pernah tinggal sini tinggal di sini sini. Oke. Dan enak juga ya, Pak karena posisi di bawah dia kalau sewaktu-waktu pengin keluar pengin apa bisa ya bisa ya enggak perlu ke ruang utamanya. Oke. Oh ini juga aku lihat pintunya menarik nih Pak. Mungkin kita ke sini dulu, Pak. Ini pintunya sebenarnya pintu engineering nih, Mas. Eh. Oh, tapi seperti tidak harus dilapisin HPL. Oh, ini triplek dilapisin HPL nih, Mas. He. Oke. Dan enggak ada kusennya, Pak? Enggak. Eh, kusen cuma di sini untuk Iya. untuk untuk tatapukan ini penguncinya, Mas. Oke. Entek. Ini juga custom juga, Pak, dari Iya, betul. Handle. Iya, handelnya handle tanam. Tuh, handle-nya handle tanam. Iya. Modelnya kayak gini. Iya. Dia biarin simpel lah. Keren, keren, keren. Dan warnanya dibikin abu-abu juga ya, Pak ya. Biar menyatu ya. Oke. Nah, ini ini area apa nih, Pak? Ini kamar mandi tamu di sini, Mas. Nih. Wih, ini 130 * 220. Ini sangat lega sekali untuk lega untuk kamar mandi untuk tamu ya, Pak. Oke. Karena sini kita pakai granit 660 granit tuh. Terus aku yang cukup menarik ininya loh, Pak. Dibikin seperti ini ya. Apa dia ee timbul ya yang rantai tengahnya ya? Timbul ini dikasih gutter. Ini air bisa masuk e masuk ke pembuangannya. Namanya gutternya. H ke situ. Ini sebetulnya ini seharusnya ada kaca nih Mas. Cuma untuk sementara memang sengaja saya blongin nuasai biarin luas. Oke. Setuju sih, Pak. Ketika enggak ada kaca jadi kesannya lebih luas ya? Kes lebih luas ya. Oke. Dan pintunya ini pakai kaca tapi di sliding. Iya. Kaca sliding tapi ya udah di ini apa? Di sunblas ini sunblasin ya biar enggak kelihatan. Heeh. Heeh. Heeh. Ini untuk wasffelnya. Wasffelnya dia masih dapat 120-an lah ini. H. Oke oke oke. Ini apa nih Pak? HP. Ini ini kuadra nih. Oh ini kuadra. Iya pakai kuadra nih. Kuadra seperti ini. Oh. Nah, enak kalau sama Pak Gin ee langsung semuanya tahu nih materialnya apa. Udah kerjanya tiap hari ya, Pak. Tiap hari. Ini masuk ke dapur nih, Mas. Wah, ini dapur nih. Ini dapurnya seluas berapa, Pak? Dapur ruang makan berarti, ya. Iya, betul. Ini ruang makan ini 4,5* 3,5, Mas. 4,5* 3,5. Ini dapurnya ini. Dan memang dibikin se L seperti ini. Letter L itu ada permainan keramik musek. Heeh. Musek. Ini dulu juga istri penginnya tuh dapur tuh luas gitu kan ya. Sebetulnya walaupun enggak sering masak tapi dia kalau minggu kan masak pengin punya dapur tuh yang enak gitu yang lega. Jadi nyiapin apanya semua bisa ditempat di atas seluas ini ya Pak ya. Terus kalau kita lihat di lantai satunya ee ruangnya juga untuk ruang-ruang komunal aja ya Pak ya. Iya. Tapi nanti kita lihat di lantai duanya. Waduh, kaget karena tiba-tiba luas banget. Oh, iya. Sebelum ke atas ini juga ada akses menuju garasinya ya? Ke garasi. Jadinya kalau kita kebiasaan begitu turun, Mas, turun dari mobil ini enggak langsung lewat pintu utama pasti langsung akses ke sini. Oh, malah ke sini. Nah, lah lebih dekat kan. Jadi pintu utama itu dibuka pada saat-saat ada acara lalu ada tamu itu baru baru lewat situ. Iya. Kalau yang biasa-biasa kita e tiap hari lewatnya sini. Lewatnya sini malah ya. Ya, naik turun mobil, turun motor semua ke sini. Ini aku lihat juga ada ini ya, Pak Tempat untuk kucing kucing sebenarnya. Kandang kucing nih. Oh, ini kandang kucing ya, Pak? Ya, Iya, kandang kucing sebetulnya. Ini posisinya di bawah tangga. Nah, bawah tangga nih. Nah, Pak, aku mau nanya ini kenapa dipasangin roster, Pak, untuk sekat ke ininya, Pak? Ini roster ini dipasang ini pertama kita ini penginnya ini enggak terlalu keblok ya di belakang. Terus biar ada sirkulasi juga di tangganya itu. Ini kan ada tangga naik biar ada sirkulasi. Oh, dan ini juga ada ruangannya, Pak, di bawah. Iya, ini gudang nih, Mas. Oh, ini gudang. Dari situ gudang. Kalau biasanya kalau gudang ini kalau diblok kan dia pengap kan ada sirkulasi udara juga bisa masuk juga. Oke, monggo kita ke sini, Pak. Lanjut kita. Nah, ini area tangganya berarti berada di bagian belakang dari rumah. Betul. Ini sudah mentok nih. Yang menariknya ini materialnya dari apa aja nih, Pak? Ini ini dari conwood nih, Pak. Oke. Material conw ini. Jadi kalau conw ini sebenarnya penggantinya material kayu ya, kayu solid. Kalau sekarang kayu solid itu kan mahal, makanya alternatifnya kayu conw ini tebalnya 2,5 cm, Mas. Oke. Jadi yang kayu solidnya cuma di area-area tertentu aja ya, Pak dipakaiin ya. Betul. Oke. Terus ini ada handelnya yang lengkap dengan lampu. Lampunya pencahajaan. Kita naik. Ayo monggo, Pak. Oke, sekarang kita sudah di lantai du ya, Pak ya. Di lantai du ini ada apa aja nih, Pak? Lantai du lantai dua ini kita jalan ini di depan ini poder room, Pak. Wow, cukup unik ya emang layout-nya ya, Pak ya? Iya, cukup unik nih. Di sini powder room cukup besar juga. Ini ukurannya kisaran berapa, Pak? Ini ukurannya ini 2,20 * 170. Oke. Tapi yang menarik ini teman-teman kalau lihat ke atas emang sengaja udah difulin aja ya sampai atas ya, Pak ya? Ee ini berin terang nih, Mbak. Langsung belum ada skyl-nya langsung masuk ke sini. Jadi emang di sininya terang banget sih. Terus di sini juga masih ada tambahan jendela besar lagi ya, Pak ya. Langsung menerus ke taman dan ada tamannya loh, Teman-teman. Jadi ini kayak second skin gitu ya, Pak jadinya. Iya. Wow. Dan warna kamar mandinya masih sama nih. Serba abu-abu. Iya. Serba abu-abu. Ini dari bahan kuadra juga. Kuadra juga sama kayak yang di bawah ya, Pak ya. Berarti ya. H berarti ini untuk area emang powder room aja ya di sini yang kering aja berarti. Iya. Betul kering aja. Oke. Terus ada lagi enggak, Pak, yang mau diceritain nih kira-kira? Kalau di atasnya itu berarti dikasih itu kaca skylight langsung gitu. Skylight juga. Nah, di sini ada kisi-kisinya juga ya, Pak ya. Berarti yang di depan tadi kisi-kisi ini angin bisa masuk nih, Mbak. Karena enggak ada kaca ini di depan. Iya. Jadi full. Selain cahaya angin juga bisa masuk semuanya di sini. Oke. Pintunya emang tinggi-tinggi semua ya, Pak, di rumah ini ya. inian tinggi banget ya. Tapi emang kalau untuk kamar mandinya sengaja semuanya dipilih pintu kaca. Kaca ya. Kenapa tuh Pak? Ada alasan yang pertama kesannya tuh enteng. Oke. Ee terus kalau kita buka kan mesinnya masih bisa menyatu itu. Heeh. Dan kelepesannya kan enteng kalau untuk ini. Oke. Dan kalau misalnya kena air maintenance-nya lebih gampang. Iya. Maintenya lebih gampang juga dibandingkan dengan kayu. Siap. Nah, ini ada yang menarik juga. Tiba-tiba ada ruang kecil musala. Ini musala. Betul. Waktu desainnya ini kita kan ada permintaan musala dari arsitek. Mau taruh di mana nih? Akhirnya taruhlah di lantai du ini. Oke. Tapi yang cukup menarik sebenarnya bentuk ininya ya, Pak. Emang enggak dikotakin gitu? I enggak betul. Karena kenapa enggak dikotakin? Ini biasanya nuangsanya ini lebar, Mas. Lebih luas ya? Lebih luas. Dulu awalnya desain pertama kan mau kotak. Heeh. Waktu kita pembahasan saya penginnya ini area luas gitu kan. Iya. Karena ini dapat ini 2 man ya. M 10 lah. Nah, begitu sudah di bikin lengkung giniung jadi lebih luas ya. Lebih luas. Wah. Dan ini tuh kan sampai atas ya lengkongnya tu sampai atas banget teman-teman. Dan itu nyambung ya skylight-nya dari yang tadi power itu ya, Pak ya. Nyambung sampai ujung situ. Nyambung. E ini tingginya berapa, Pak? Dari bawah ini sampai ini 7. 7 m ya. 7 m. Tinggi banget. Di sini emang kesannya ya, Pak. Dan ini kita akan memasuki ke mana ini? Nih, ini masuk ke Liping ini ee ruang tamu. Kalau ini aku dengar-dengar katanya emang ada permintaan khusus ya dari Pak Ikin untuk ada satu ruangan yang luas. Gimana tuh, Pak ceritanya? Ini waktu kita desain itu saya kan biasa untuk ngumpul-ngumpul ya, biasa ngumpul-ngumpul sama teman ee sama arsitek. Saya pengin ada satu ruangan yang cukup luas. Akhirnya ditaruh di lantai 2 ukuran 6 * 7 ini. 6 * 7. 6 * 7 ya. Wah, ini akhirnya dapat ruangan ini lega ya, Pak ya. Ini termasuk favorit saya ini sering nonton karena kita bisa kadang ke karaokean bisa. Oh iya benar buat kumpul-kumpul juga ya. I biasa untuk ngumpul sama teman-teman dan saudara-saudara keluarga besar. Oke. Jadi kalau untuk lantai du ini utamanya ya untuk ruangan ini ya kemakan banyaknya ya. Cuman sebenarnya kalau kita perhatiin semua ini sudutnya detail-detailnya cukup menarik nih Pak. Mulai dari sini dulu. Di sini ada bukaan yang besar banget. Iya ini besar banget. Ini ada taman bisa nyambung ke taman. Jadi pada saat ada acara AC enggak enggak dinyalain cukup dibuka angin baru masuk dan anginnya pasti banyak banget yang masuk ya, Pak ya. Jadi ini sebenarnya taman beneran ini ya. Kadang kalau orang enggak tahu kira taman-tamanan ini. Iya benar-benar ini tanaman beneran ya, Guys. Beneran ditanamin beneran di sini jadi hijau-ija ya, Pak. Walaupun di dalam rumah kesannya masih dapat ijaunya gitu ya, Pak. Ini unsur alamnya masih dapat. Oke. Nah, terus di sini dikasih sofa aja. I dikasih sofa dan ini loh area ininya tuh masih luas banget ya di sini. Jadi kalau misalnya di sini digelar karpet lagi gitu masih bisa ya Pak kalau ada acara. Nah untuk dindingnya semua konsisten ya Pak? Iya sama. Jadi kita semua sama cat kesannya itu kan karena kita pengin luas itu ya seolah kan buas itu kan terang kan masanya terang dan ya udah cuman satu itu doang ya jadi enggak terlalu ramai juga ya Pak Dindingnya. Ya. Jadi ngelihatnya itu enak kalau satu kita fokus itu kita kadang-kadang pulang kerja sudah capek-capek ngelihat sesuatu yang banyak warna-warni itu pusing lagi ya, Pak. Benar, benar, benar. Ini langsung jadi satu gitu. Jadi terkesan clean aja. Jadi furniturnya yang bisa dimainin berarti ya, Pak ya. Oke. Nah, terus ini kalau misalnya aku lihat ke atas ini, ini ada sesuatu yang menarik juga. Jadi ini tuh lantai tiga ya, Pak? Iya, lantai tiga sebenarnya. Nah, tapi ini bagian sini ini desainnya cukup menarik. Mungkin bisa diceritain enggak? Ini kalau desainnya ini kan sebetulnya melayang, Pak. Ini ya, cukup melayang ini. Jadi dari kita ini arsitek ini enggak boleh ada kolom nih. Eh, ini sepanjang ini melayang ini. Jadi, kalau kita kan memang sebagai kontraktor ya, kita sudah tahulah apa yang kita lakukan kan. Ini pembersihannya cukup kuat di situ. Oke, berarti ini pakai pembersihan yang cukup kuat. Terus seperti apa lagi tuh, Pak? Iya. Ee setelah itu di sini karena ada tangga ini tangga ini bisa menumpang juga untuk area sini. Jadi ee jadi beban ini bisa masuk ke sini juga. Oh, ini kan ada tangga bisa menopang dengan yang melayangnya aja, Pak. Berarti itu jadi tangganya jadi satu kesatuan sama ininya ya, Pak ya? Cukup menarik loh ini karena cukup besar juga enggak ada kolomnya sama sekali. Enggak ada kolomnya sama sekali. Wah, jadi makanya kesannya luas itu dari sini nih. Iya, benar-benar karena kalau misalnya ini ada sekatnya pasti udah langsung beda ya, Pak. Pasti beda udah beda saya. Okeudah bed. Terus yang bagian sininya juga dilengkung lagi nih. Iya, betul. lagi lengkung lagi. Ini permainan ini arsiteknya yang bagus biar jadi satu kesatuan desainnya itu ya, Pak ya tadi ya. Melengkung-melengkung semua. Oke. Untuk lantainya juga udah langsung berbeda. Iya. Berbeda. Ini lantainya lantai parket nih. Pakai parket dengan warna coklat tua ya, Pak. Mirip warnanya sama yang di fasad tadi itu ya, Pak ya. Betul. Mirip. Karena kan nuansanya awalnya kan dinding sudah terang itu kan kita ada kombinasi sedikit di bawahnya agak gelap. G ini kalau pada saat malam nih lampu ini kan lampunya pakai sistem juga ya. Bisa redu, bisa terang itu enak sekali. Kalau malam enak sekali apalagi di sini buat movie time gitu ya, Pak. Buat nonton film malam nonton film. Oke. Terus di sini aku ngelihat sebelum kita ke ruangan ini ada tangga juga. Tangga ini. Tangga ini menuju ke area servis nih sebenarnya, Mbak. Oh, ke area servis. Ini di sono itu ada kamar pembantu, kamar mandi, area jemur. Area jemur. Oke. Dan masih sesuai dengan fungsinya kah? Apa? Masih. E kalau untuk kamar pembantu kebetulan pembantu kita kan sering pulang ya, jadi dia kosong. Jadi untuk sementara buat gudang aja. Oh, buat gudang dialih fungsikan ya, Mas. Di fungsikan untuk gudang aja. Oke. Dan di bagian situ aku lihat dipasang roster juga, Pak. Roster ini losternya sebenarnya menghubungkan ruang kerja saya ini. Oh, nanti kalau kita masuk ke dalam ada ruang kerja, ada ruang kerja saya itu ada lohter. Saya pengin ada sirkulasi juga udara gitu biar enggak tertutup ya, Pak ya. Dan untuk di ini ada skylight-nya lagi. Sky. Skylight-nya kita ada permainan kisi-kisi. Heeh. Ee itu sebenarnya biar enggak terlalu terang sekali gitu kalau siang. Iya. Biar biar enggak terlalu silau ya, Pak ya. Berarti untuk materialnya pakai apa aja tuh, Pak? Itu materialnya itu pakai aluminium tuh, Pak. Oh, aluminium enteng. Dan kalau dilihat kayak gini pas lagi ada cahaya jadi bagus juga ya, Pak. Itu bagus. Iya. Dan emang di area sininya tuh ke atasnya udah plong aja ya, Pak ya. Iya. Enak kan kalau plong terasa benar-benar luas. luasnya. Oke, boleh lanjut ke sini. Boleh. Ini nih pintunya sama kayak di bawah, Teman-teman. Sama. Sama. Nah, kalau ini berarti kamar ini kamar utama. Ini kamar saya nih. Oh, ini kamarnya Pak Gin. Ukurannya berapa nih, Pak? Betul. Ini ukurannya 4,5 * 3,5. 4, 3, konsep kamarnya sendiri seperti apa nih, Pak Gin? Ini sebenarnya konsep sama seperti awal. Kita kan pengin si yang simpel-simpel aja ya. Ini kita pengin yang simpel desainnya. Makanya untuk pemilihan material pun saya juga enggak ada yang seperti ukir-ukiran itu. Kita juga enggak enggak ada. Kita cuma naruh satu lukisan aja. Lukisan juga kotak. Lemarinya juga simpel aja. Ini kan empat pakaian banyak di sini ya. Full ya ini lemari ya, Pak. Ini masih dapat TV juga kita sambil nonton masih dapat. Dan kalau ini pemakaian warnanya sedikit lebih soft ya, Pak ya. Enggak terlalu tua gitu biar enggak tua semua ya, Pak. Biar enggak monoton ya. Memang kita ini sukanya yang agak terang. Heeh. Karena kenapa? Karena karena kan rumah kita itu kan awal sudah kecil ya. Di awal kecil kalau dengan material yang kita terang kesannya tuh luas. Berarti gimana ngakalinnya ya biar terlihat luas seperti itu ya. Berarti kalau di sini untuk kasur ini untuk meja rias dan di balik ini meja rias. Ini balik ini masih dapat ini lagi nih. Dapat mtapel sama kamar mandinya lumayan. Wah luas nih teman-teman di sini. Ini kamar mandinya luas. Ini kamar mandinya ini masih dapat 2,40 185. Oh. Dan emang sengaja dipelongin aja enggak ada sekatnya ya, Pak di sini. Tapi di sini kalau aku ngelihat emang arahnya udah diturunin ke arah floor drain ya. Ini ini mungkin satu hal kenapa ini materinya lain? Karena karena saya kan sebagai orang kontraktor saya manfaatkan barang-barang yang sisa. Oh oke. Oh gitu ya. Disembunyikan di kamar kedur utama aja Pak ya. Di kamar. Ini sebenarnya materialnya material bagus. Ini material kuadra nih. Ini kuadra ya, Pak? Iya, kuadra ini. Jadi saya setiap purek kan pasti ada sisa material gitu. Kita manfaatin aja buat rumah kita sendiri. G iya benar benar benar. Ditaruh di sini ya, Pak ya. Iya. Ini materialnya Bnya material bagus cuma kita ngakelin aja ya-ali yang mana gitu. Ini juga kuadra, Pak. Iya, kuadran juga cuma beda warna. Beda warna ya. Lebih terang di area showernya. Dan ini udah dikasih tempat kayak gini ya. Enak ya. Jadi, Pak buat naruh-naruh kayak masih tetap ada jendelanya di ujung S. Terus kalau prosetnya kan mestin udah gantung. Oh, iya. Modelnya yang udah floating gantung. Jadi mudah juga, lebih simpel juga ya, Pak. Iya. Untuk bersihnya di bawah lebih gampang. Iya. Iya. Benarbenar pintunya sama kayak gini tadi. Sesuai benar ini masih ada wasfel sama cerminnya yang besar banget. Lanjut lagi. Ini ruang. Oh, iya. Ini ada tempat AC-nya ternyata di sini ya, Pak ya. Iya, AC. Kalau kita ngelihat AC-nya ini cukup rapi karena ngumpet. Iya, diumpetin. Jadi ada rumahnya ya, Pak? Iya, ada rumahnya. Nah, ini area kerja yang sudah sempat dimension. Rang kerja saya ini nyampai ke atas ini. Oh, iya. Wow, ada skylight-nya juga di atas itu dan nyambung ke roster yang tadi kita mention itu ya, Pak ya. Oke. Kalau untuk area kerjanya emang dari awal di sini nih, Pak. Di dalam kamar masih betul ya. Masih satu kamar. Ini kalau kita malam misalnya istri tidur duluan ini kita tutup kita bisa konsen. Oh. Oh, ini kan ada masih ada walaupun satu ruangan tapi masih tetap ada pemisahnya ya. Pak ada pemisahnya ini masih ada pemisahnya. Oke, lanjut lagi. Oke, Pak Gin kita ke lantai tiga ya. Nah, ini tangganya juga. Tangganya ini ke lantai tiga. Ini kalau materialnya masih sama, Mbak. Ini pakai material conwood. Mat. Heeh. Nah, ini tangga yang floating tadi, Teman-teman, yang melayang di bawah itu. Kalau untuk di lantai 3 berarti isinya kamar tidur nih, Pak. Iya. Ini ada dua kamar tidur yang ukurannya sama. Oke. Ee terus kamar mandi. Ini untuk kamar mandi sharing ya untuk anak karena anak ee anak saya kan ada dua cowok semua, Mbak. Oke. Ini ke mana dulu nih, Pak? Ini ke kamar anak yang gede nih. Kalau untuk kamar tidur anaknya ini ukurannya berapa, Pak? Ini 3 m * 2,7. Ini 3 m * 2,7. Tapi kalau untuk kayaknya aku ngelihat ya udah sama aja ya kayak penggunaan materialnya, pemilihan lemarinya, warna-wem. Ini satu ini warnanya putih nih. Ada permintaan anak pengin terang itu. Iya, benar. Berarti beda sendiri nih, Pak. Beda sendiri ya. Putih. Kita juga masih ada ini ee jendela masih ada sirkulasi kalau dibuka. Cahaya juga masih bisa masuk. Oh, dari void yang tadi. Tadi berarti banyak manfaatnya. Iya, manfaatnya. Jadi bisa masuk kalau dibuka. Dia multifungsi berarti ya. Void itu ya emang satu untuk semua ya, Pak. Betul. Nah, ini kamar madi juga lucu juga nih. Lengkung nih. Ini yang dari bawah tadi. Wah. Oh, iya yang musala ya? Iya, yang musala. Betul. Musala. Terus ke atas jadinya kamar mandi ternyata. Kamar mandi melengkung kan. Oh, jadi ini kamar mandi yang cukup beda sendiri juga ya, Pak. Berarti kalau ukurannya kayak gimana nih? Karena lengkung ya, Pak? Iya, ini ukurannya sebenarnya 2 man ke sini 180-an juga nih sebenarnya. Cuma karena lengkung aja potong itu ya. Dapat Skylight juga dapat juga di atas ujung. Jadi kalau kita lihat emang di rumahnya Pak Agin ini tuh pencahayaannya, pengudaraannya semuanya diperhatikan ya. Semuanya ada skylight-nya ya, Pak. Cuman nih e sebelum aku lanjutkan, teman-teman suka tanya, emang enggak panas ya gitu rumah banyak skylight-nya? Enggak sih sebetulnya kalau kita yang bawah pertama kan ada AC. Heeh. Terus kita sendiri ee semua itu kerja ini kalau siangnya jarang ada di rumah. Oh, berarti dibalikin lagi juga ya, Pak ya sama penghuninya seperti apa aktivitasnya ya? Kalau orang yang tiap hari di rumah mungkin merasa panas ya. Oh iya iya. Nah, kalau dari atas ini wih point of view-nya kayak gini, Teman-teman. Ternyata jadi ngelihat itu langsung ke area bawah luas banget. Luas. Iya. Luas. Berarti masih bisa ngobrol juga sama yang di bawah ya, Pak, ya? Masih kedengaran. Masih. Masih kedengaran. Dan di sini dipasang kaca gede banget ya. Full. Gede. Full. Ini kaca mati. Ini saya masih ada jendela yang untuk maintenance ini. J kalau untuk pembersihan kaca itu masih bisa lewat. Berarti aksesnya sudah dibikin ya, Pak? I sudah dibikin. Jadi lebih mudah semuanya. Oke, kita masuk ke kamar anak saya yang satu. Ini sama nih persis kamarnya sama. Ukurannya sama juga ya? Iya, sama ukurannya. Oh, 3 m * 2,7. Cowok juga ini Pak. Cowok cowok juga. Cuma ini enaknya ini langsung ke taman nih, Pak. Langsung ada taman. Kalau dari pasar bisa kelihatan. Oh, iya benar. Oh, yang G tadi itu ya? Iya. Yang G tadi ini dibuka full kayak gini juga enggak kelihatan ya. Jadi kalau maintenance-nya bisa dibuka juga. Oh enak ya. Jadi kalau misalnya ini aja anginnya dapat banget nih masuk nih teman-teman. Iya anginnya masuk nih. Kita lanjut ngobrol-ngobrol lagi di bawah. Boleh. Oke. Oke teman-teman udah saatnya kita duduk bareng. Saatnya kita tanya-tanyain lebih lengkap lagi nih sama Pak Agin. Pak Agin, berarti ee ini posisinya cukup unik nih dalam artian perspektifnya kan gini, Bapak sebagai kontraktor tapi mengerjakan rumahnya sendiri juga. Iya. Itu gimana tuh, Pak, ceritanya, Pak? Biasanya kan kalau mengawasin projject okelah lah ini rumahnya sendiri nih yang dikerjain. Mungkin apakah lebih detail, lebih wah ini ini gini atau gimana tuh, Pak? Ini sebetulnya memang e ini cukup menarik ya pertanyaannya. Kita sebagai kontraktor ngcin rumah sendiri gitu. Justru kalau di e posisi itu kita malah lebih cepat, Mas. Oh, gitu ya. Iya, lebih cepat. Karena kalau di punya kita sendiri kan untuk memutuskan kan harus saya sendiri kan. Nah, terpenilaian karena yang memakai saya sendiri gitu. Ini untuk pertimbangannya itu cuma antara saya sama langsung pekerja gitu bedanya di situ. Oh, tadinya aku malah pikir oh ya udah ee mungkin jadi lebih lama karena mungkin ee digeser dulu timnya ke proyek lain. Enggak masih, lebih cepat ya. I ju kalau pertama itu yang kedua itu kalau hari Minggu, hari libur ini kan prek-prep banyak yang libur masuklah ke sini pekerja langsung masuk ke sini, Mas. Oh, gitu ya. Iya. Jadi kalau hari Minggu tanggal merah itu yang kerja bisa 25 orang bisa 30 orang ngumpul di sini ramai gitu karena oke. Karena di tempat lain mereka enggak bisa kerja. Iya. Enggak bisa kerja kan bantulah gitu kan ya. Enak yang ngatur apa bosnya sendiri. Oke. Oke. Nah, karena jadi lebih cepat itu boleh tahu enggak, Pak, berapa lama makan waktunya pembangunannya? Ini sama interiornya 1 tahun. 1 tahun? 1 tahun ya? Sama interior. Oh, padahal bangunan tiga lantai juga ya, Pak ya? Iya, tiga lantai juga. He. Wah, keren, keren, keren. Wih. Terus ada ee cerita-cerita ini enggak, Pak? Misal kendalanya apa pas bangunnya atau gimana, Pak? Kalau kendala sih ada sih banyak karena ini kan cukup detailnya sebenarnya cukup rumit ya. He. Cuma e kita keunggulannya kan sudah biasa ngerjain ini dengan arsitek wahana ini sudah terbiasa ya untuk masalah kendala ya ee bisa bisa diatasiah bisa cepat gituasi. Kalau yang jagonya beda bilangnya ada kendala banyak tapi bisa diatasi. Keren keren keren. Karena emang teman-teman ee rumah yang bagus itu tidak hanya dari arsiteknya tapi utamanya juga dari kontraktornya seperti beliau. Jadi kalau teman-teman ada yang mau bangun rumah mungkin bisa ke Pak Gin juga ya, Pak ya. Dengan Gin Kontraktor. Gin kontraktor ya. Nah, itu ada Instagramnya. Instagram ada website atau apa lagi, Pak? Ee ada TikTok. Instagram. Oh, ada TikTok-nya juga Pak Gin juga yang ngetiktokin tuh, Pak. Atau Oh, biasanya ada orang kita sih. Aku kira Pak Gin sendiri nih yang ngetiktokin ada tim, Mas. Ada tim, ada timnya ya yang ngerjain, ya. Terus kemudian, nah ini pertanyaan ditunggu-tunggu juga nih, Pak sama teman-teman biasanya. Ee biaya bangunnya itu berapa nih, Pak? Waduh, biaya bangunnya ya. Aduh, kita tanyain langsung kan. Iya, biaya ini yang jelas nih ya di atas dua lah. Di atas dua. Di atas dua em ya. Iya, di atas dua emen. Karena memang kalau aku lihat juga kan material yang dipakai kan juga apa kayak contohlah jendela aja segede-gede gini ya, Pak ya. Iya, betul. Kaca biasanya yang mahal itu biasanya kan permainan seperti aluminium, kaca gitu kan. Dan yang itu juga rata-rata semua custom semua ukurannya ya, Pak ya. Ada lagi mungkin dari Pak Gin yang ingin disampaikan nih ke teman-teman atau yang lagi bangun rumah atau apa tips-triknya? Iya untuk untuk teman-teman yang sekiranya mau membangun rumah ya mungkin yang pertama harus nyari arsitek arsitek yang baguslah gitu ya. Karena kan rumah itu untuk hunian. Untuk hunian kita harus bisa nyaman. Yang kedua harus nyari kontraktor yang memang benar yang tanggung jawab yang bisa dipercaya itu pasti. Banyakan cerita di luar sana juga yang kontraktor sudah dikasih termin kabur ya, Pak ya. Iya kabur. Itu ada juga gitu. Jadi kalau untuk bangun itu sebenarnya harga tuh relatif tinggal tergantung kelas-kelasnya gitu. Kadang-kadang ada juga orang membangun nyari harga yang paling rendah tapi dia enggak memikirkan efeknya gitu. Kontraktornya cuma asal-asalan, kantornya dia enggak enggak jelas gitu kan. Bahaya itu ujung-ujungnya malah bisa rugi entara dia kabur atau entar pekerjanya juga asal-asalan akhirnya bongkaran lagi. Ya, Pak. Sebenarnya kalau orang membangun itu kan simpel nih, Mas. Kalau kita mau bangun nih, kita tinggal lihat aja hasil karya kita. Saya membangun ke saya ini game kontrakter tinggal liihat aja karyanya prek-prek mana aja gitu kan. Itu benar enggak gitu kan. Kadang-kadang kalau orang membangun belum lihat hasil karyanya sudah langsung memutuskan karena harga rendah kan. Oke, mungkin cukup dari cukup sekian video kali ini. E terima kasih banyak sekali lagi, Pak Gin. Kita sudah boleh main ke sini. Boleh. Wah, rumahnya keren banget. Dan ya udah ee teman-teman jangan lupa subscribe channel kita, terus jangan lupa follow Instagram kita juga, Wicakson Muftajana, Instagram Inspiroms dan TikTok Inspirom dan juga TikTok Picak Mufta dan banyak lagi lainnya ada di deskripsi ya. Oke, dadah. Oke, dadah. Oke, halo saya dengan Sugino. Selamat datang di rumah kami, di kediaman kami Gin Host. Selamat datang. Selamat datang.

Lihat di YouTube