Jungkat

Rumah 72m2 Hasil DIY Ownernya Sendiri! Inspirahoms: Bumi Pawa (YouTube Video)

  • 23/12/2025

Oke, selamat datang kembali di channel Wicak Miftah. Hari ini kita mau berkunjung ke rumah yang lebarnya 6 m, panjang belakangnya 12, 72 m². Tapi semuanya di DIIY sendiri sama ownernya. Halo, aku Syafi, aku Meli. Selamat datang di Bumi Bumipaw. [musik] Mas Syafi. Halo, Mas Wicek. Apa kabarnya? Alhamdulillah baik. Alhamdulillah. Kita terima kasih sudah boleh berkunjung ke sini. I sama-sama, Mas. Rumahnya yang dari depan tuh sudah mencuri perhatian [tertawa] karena banyak sekali warna kuning-kuningnya. Nah, Mas ee sebelum kita bahas desainnya, luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa nih, Mas? Kalau luas tanah 72, luas bangunan di 69. 69. Dan ini sudah direnovasi juga berarti ya. Sudah en kali. Enam kali. Oke. Masuk. Oke. [tertawa] Oke. Jadi sudah tidak seperti rumah standar developer tapi emang bagus banget. Nanti bahkan kalian bakal terkejut pas masuk ke dalam rumahnya. Nah, kita bahas fasetnya dulu nih, Mas. Ini kalau kita lihat dari depan ada satu bidang yang cukup berbeda nih, Mas. Yang sebelah sininya nih, Mas. Gimana ceritanya? Jadi sebenarnya saya desain ini pakai e geometri aja biar lebih enak dilihat karena ada segitiga segitiga gitu ya. Sebenarnya kan saya kalau ng-edesain itu sukanya yang rameai-rame. [tertawa] Oke. Jadi saya tahan di sini ditahan ee jadinya pilih material-material yang udah ada pattern-nya. Jadi kayak perforated gitu. Oh ini perforated. Cuma perpaduannya ini kan bidangnya kan sebenarnya yang sini dominasi putih ya Mas ya. Ada yang polos terus di situ ada lingkarannya. I ada yang kamprot terus perforated gitu ya. Iya. Pengin dapat semua gitu. [tertawa] Oke. Nah, ini yang lingkaran ini ada maknanya enggak, Mas? Ada sebenarnya karena ee lingkaran itu kan ee kalau dibilang maknanya luas ya, Mas ya. Lebih ke ngomongin kehidupan, ngomongin perjalanan apa lu banyak tuh berat nih ya. Sebenarnya jadi point of view aja sama ini dan ini. Jadi ada berlanjut dengan biru di pintu apa ee hitam di pintu. Lingkaran itu ya. Jadi sama ya cuma yang ini kakaknya itu adiknya gitu Iya. [tertawa] K aku juga mau tanya nih. Kenapa semuanya warnanya kuning Mas? Ada warna kuningnya gitu walaupun enggak semua banget sih. Oke. Kalau dari nama sih memang Bumi Pawa ya. Palembang sama Jawa. Nah kalau warna kayaknya ngambil dari Palembangnya deh. Iya. Kalau istri kan Palembang itu Sriwijaya itu identik dengan merah sama kuning atau gold ya sebenarnya. Nah, saya ambilnya kayaknya lebih enak kuning. E dari Fengui bagus, dari syari juga bagus gitu. Ada ada dari Rasulullah kan pernah pakai baju warna kuning di waktu hari besar. Oh, masyaallah. Treatment episode kali ini cukup filosofis nih karena informasi dari beliau sepertinya. [tertawa] Terus maaf ini agak mungkin kalau beberapa orang mengganggu tapi menurut saya ini sejarah saya dulu. Apa ini, Mas? Ceritanya, Mas? Ini filter kanister air zaman aquascape dulu zaman Apopit ya. He. He. Beralih kita main ikan. Sempat bisnis Aquaskap berarti. Sempat. Sempat jasa aku pemasangan beberapa tempat dulu. Sedikit informasi juga ini barang-barang bekas yang saya kumpulin dari zaman Montrak. Oh, gitu. Iya. Wow. Ini ini masih ada dan nanti dipakai juga di dalam. Jadi saya ngumpulin-ngumpulin barang-barang besi sama kayu. Oke. Jadi banyak yang disimpan. Nah, pertanyaanku, Mas, kenapa menyimpannya bareng bekasnya itu, Mas? Ya, biar bisa dikasih kesempatan satu kali lagi. Wih, tuh kan lagi-lagi teman-teman filosofis gitu kan. Tapi keren loh ini. Nanti di dalam bahkan semuanya banyak yang jadi lebih menarik. Oke. Nah, terus kita beranja ke sini. Ini carpotnya Ada yang ingin diceritakan nih, Mas. Karena aku lihat satu di sini ada floper buat mobil. Jarang nih kita lihat nih. Iya, mobilnya pendek. [tertawa] Terus panjang jadinya biar enggak nyedok di sini. Terus dengan lahan terbatas ya udah kita kasih gajlugan satu biar bannya enggak enggak berat sebelah. Oh. Terus ini biar enggak ke belelakang jadi langsung ngepas aja. Oh paham paham paham paham. Eh ini seperti simpel tapi sangat membantu ya Mas ya kalau ada ya. Iya iya banget. Terus ada lagi Mas yang ingin diceritakan. Wah di sini ada ruangan sedikit buat nangkap udara. Nangkap udara nangkapnya gimana nih, Mas? Jadi langsung ke sana kan agak dingin di sini ya. Oh iya juga sih engak? Iya sih. Jadi kan cahaya apa angin dari atas sebenarnya kan ini kan bawah sana. Dari sini langsung ketangkap di sini turun ke sini. Oh dan ini ada satu tangga. Ini ke mana, Mas? Ini ke roof to. Ke roof toop. Tapi nanti tapi nanti kita katanya kita terakhiran aja ke situ karena sesuatu yang mengejudkan ada di atas. Nah, Mas aku mau tanya lagi dulu nih, Mas. Kuningnya ternyata lanjut ke bawah sini ya. Ini semuanya serba di DIY. Ini hobi atau kurang kerjaan nih, Mas? [tertawa] Ya, karena custom ya. Terus kalau misalkan pesan di beberapa vendor mungkin quantity-nya sedikit. Jadi kita kebetulan di sini ada kita mention nanti orangnya ya ee yang memang e profesional tapi karena saya suka ikut bikin juga. Iya, Pak. Ee minta tolong bikin ini nanti kita bikin bareng sekalian ngonten bareng gitu buat portofolionya Bapak. Oh. Oh. Bertemu sama saya gitu. Dan ini fungsinya berarti buat nutupin tipa PDAM ini ya? Iya. Terus ini mix sih sisaan kalau untuk granitnya tapi jadi bagus Mas. He. Dan ngomong-ngomong tadi di balik layar katanya ini pun baru dipasang ya lantainya yang sini ya. I baru dipasang karena memang kayaknya kok pucet gitu kalau enggak ada warna yang enak di sini gitu. Kalau dikasih abu-abu atau kayak andis mahal ya. Keramik abu-abu kok enggak nempel apa cahayanya kurang naik gitu. Cuman kalau warna terang ya ini kita agak sedikit mungkin tiap hari sering bersihin gitu tapi enggak masalah yang penting warnanya lebih enak. Setuju. Jadi nyambung nih sama si kuning-kuning ini karena kuningnya ada di situ. Ada bahkan di pipa konditnya jadi kuning. Terus mana lagi nih? Di bawah sini ada yang kuning juga. Sampai ini juga saya kuningin. [tertawa] Enggak bisa diam. Benar ya, iseng banget semuanya dikuningin kuning. Oke, kita masuk. Oke, sekarang kita bahas dalam rumahnya. [musik] Udah kelihatan ya, Teman-teman. Kuningnya lebih banyak. Aku bingung sih mau bahas dari mana. [musik] Kita bahas dari mana, Mas? Biar enggak ada yang kelewatan. Karena ini semuanya di DIY sendiri. Rata-rata. Rata-rata rata-rata. Oke, kita mulai dari sini dulu aja. Dari sini. Ini cukup unik juga loh. Maksudnya kita masuk ketemu sama apa ini, Mas? Ini ee kalau ini tempat sepatu. Kalau ini enggak diwy ya. Kayak ini beli beli itu capek gitu. Kalau ini tempat ee naruh-naruh aja barang-barang yang sering saya pakai. Kalau di sini kayak tripod. Kalau mau syuting kadang-kadang kita repot kan ya untuk bawa-bawa buka lagi buka lagi. Jadi ini di sini memang sering dipakai ya? Sering dipakai. yang paling sering dipakai sama untuk motoran lah ya. Ini enggak. Terus ini ini apa? Ini tempat menyimpan dosa. [tertawa] Ini alat-alat ee perlengkapan mobil sama perlengkapan pertukangan satu. Pertuangan. Pertukangan satu. Iya, pertukangan satu. Karena ada sampai 10 ya tadi pertukangannya [tertawa] kayaknya mungkin ya. Heeh. Oke. Terus kemudian ini DIY murah meriah cuman mungkin kalau dibilang Rp2.000 kali jadinya. Oke. Ada di toko orang enggak? Enggak. Enggak ya? Enggak. Kalau mau bikin bolehlah. Order [tertawa] habis. Open order nih. Kalau ini juga buat ruang ganti aja. Serius enggak sih? Iya. Ruang ganti buat ruang ganti mereka. Itu emang apa? Gudang konsepnya sebenarnya ya. Iya, tapi ini juga sering dipakai. Yang sering dipakai di sini dan ini di situ tadi yang paling sering dipakai gitu. Sumpah ini menurutku kreatif banget sih. Karena kadang kan kita kayak bingung ya ini rumahnya mungkin kan ini rumahnya lahannya tidak terlalu besar ya Mas ya. Kayak gimana ya caranya biar enggak kelihatan sempit gitu. Ditutup aja [musik] kayak gitu ya. Nah kita masuk ke sini. Ini sebenarnya aku yang mau aku tanyain pertama adalah layout ruangannya dulu, Mas. Ini awalnya seperti ini atau udah ada yang diubah? Ee enggak ada yang dirubah. Kalau dari ee tipe 36-nya hanya 1 BR. Oke. Heeh. Ee kamarnya 2,5 * 3. Heeh. He. Kamar mandinya cuman 1,5 2,5 kalau enggak salah ya. Oke, berarti untuk ruangan ini tuh ya udah sama aja. Ya udah sama aja tapi isinya aja ini ya semuanya yang dibikin. Iya. Karena memang dari awal penginnya 1 BR aja sih. Oke, sudah cukup gitu ya. Sudah cukup sudah cukup banget. Oke, boleh diceritain dulu dari mulai Ini cuma kalau dibilang sih satu ruangan ini satu ee living room ya. Sebenarnya kita sukanya di sini ngumpul sama tetangga, sama tamu [musik] ee siapapun itu bisa di sini. Terserah nyamannya mau nelesan atau mau duduk di situ. Alo biasanya malah nonton tetangga di situ. Oke. Tapi sebenarnya tuh dari tadi aku masih salfok dulu sama apa semua yang ada di sini gitu loh. Nah, ini untuk mejanya bikin sendiri apa enggak? Enggak. Itu enggak kemari. Enggak ya. Kalau ini ini ee proyek gagal saya gara-gara salah ukur. Gagal kok jadi bagus gitu? Maksudnya gimana nih? Jadi, D [tertawa] gini ee waktu renovasi terakhir yang ee untuk bikin mezanin itu saya ingatnya itu bikin 180 cent. Eh, ternyata ee saya coba waktu itu kan ngob sama Pak Cul. Pak Cul gimana ya kita bikin e buat motong ini 180 cent aja lah. Eh, ya udah benar 180 cent. Iya, saya ingat saya ingat gitu. Ternyata sikunya L-nya itu keluar jadi 180 cent itu di dalamnya gitu. Jadi kurangnya cuman hanya 6 cent. 6 sampai 7 centti. Jadi ya sudahlah daripada dibuang udah mah ini e capek ya tiap harinya ngamplas gitu kan akhirnya ditaruh di sini akhirnya ditaruh di sini dan ternyata lucu juga ulat ulang tahun istri ceritanya [musik] itu teh oh akhirnya dipajang di situ. He. Jadi awalnya minta bunga mawar, saya bilang, "Ah, bunga mawar cepat layu." gitu. Ya udah, saya bikin aja. Eh, bikin pulang-pulang bikin itu. Tapi tetap senang kan ya istri? Tetap senang sih, cuman ya Allah istri suami aku katanya gitu. Nah, ini kalau ini apa ini? Soalnya cukup sangat besar ya. Oh, band. Apa nge-bandnya bagian bas? Masih sampai sekarang berarti ya? Alhamdulillah. Ini sekarang album keempat lagi masing cuman ya anak-anak kan sering kerja [musik] masing-masing jadi enggak ada di Spotify. Ada di Spotify album ketiganya tapi ya. Oke ini dia lagunya [tertawa] tinggal di sini aja gitu. Asik promo promo promo. Promo. Enggak enggak enggak. Nah ini masih memanjang ke sini. Memanjang ini. Boleh diceritain aja deh Mas kayak gimana nih? Ada apa aja di sini? Soalnya ini mejanya juga lucu-lucu. Ininya juga. You look good of thank you. Thank [tertawa] you. Cepat banget tanggapnya ya. Aku lama gitu. Oke. Kalau ini yang di IY itu ee ini sama ini. Ini semuanya sisaan ya. Ini sisaan saya syuting rbleya. Nah, ini nih saya tuh sering beli kopi literan atau setengah liter packaging-paaging yang bagus itu. Ini kita is kita jadiin kaki. Wah. Dan ini kuat loh. Tuh. Tapi itu ditempel ya? Eh, dibaut dari baut. Heeh. Jadi dikisi air atau batu terserah deh. Heeh. Jadi pageh gitu semuanya. Berarti di sini bikin ya ini bikin. E ini apa namanya? Lowtech aquascape yang enggak pakai filter. Heeh. Ada namanya Jej sama Jiji. Ada ikan hitam di dalam dua nih. Cuma datang keluar kalau makan doang dia enggak terlalu kelihatan karena warnanya hitam. Kelihatan Jeji sama Jiji ya. Jej sama jiji. [tertawa] Jiji banget. Terus ini dari talang air sisaan. Talang air yang di belakang itu dari sini sisa. Pertanyaannya nih, ngebikin-ngebikin kayak gini itu tuh emang udah di digambar dulu ya berarti ya? Digambar, direncanain dulu berapa lama prosesnya? Enggak kayak meja ini deh. Berapa lama proses? Kalau prosesnya ini cepat sih kalau sama ngecat si dihitung ngecat ya 2 jam ya kalau ngecatnya ya. Kalau bikinnya mah setengah jam mungkin cap capek. Ini juga sama cepat banget ini. Ini cepat banget ya. Enggak expect lu setengah kita bikin yang cuman lamanya dimikir gimana caranya ini dibikin biar simpel pengerjaan gampang tapi kok enak gitu aja paling saya lebih estimasi lebih ke waktu karena orangnya bosenan [musik] jadinya ya udah sebelum saya bosan saya bikin cara yang tercepat gitu bosenan aja bisa jadi kayak gini ya rumahnya ya [tertawa] baan deh oke oke kita kembali ke layar ini. Utusan Bumi Pawah yang katanya barusan banget Jadi ini emang menyambut kedatangan di Cak Mifta ya, Teman-teman. Betul. Menyambut aja. Terus paling ini Mbak. Oh iya deh. Aku mau juga mau nanya udah salfok ini tuh ternyata ada ya kuning. Gimana ceritanya? Di chat dichat aja gituat aja biar emang ditunjukkan ya. Kan [musik] kalau biasanya orang diumpetin ya. Kalau ini emang sengaja ditonjolkan. Ditunjolkan. Kemudian ini tuh sebenarnya karena rumah mungkin ee waktu itu kontraktornya budgetnya mepet dari develop dari pengembang ya. Jadinya ee ini tuh ee batako ternyata, Mbak. Hm. Batako. Jadi air tuh sering naik. Jadi saya pakai gini yang murah biar lebih aman ya dipakai kayak gitu aman. Kalau teman-teman kan pakai WPC ya kayaknya WPC agak repot masangnya satu. Yang kedua banyak yang makai. Iya sih udah mulai banyak banget sih emang yang makai. Jadi gitu waktu itu belum belum ngetren saya coba ini. Beda enggak sama yang langsung nempel? Ternyata yang foam lebih enak masangnya gitu. Cuman kita kasih list aja di bawahnya. Oke. Nah, ini apa nih? Beralih ke sini. Tapi ini enggak cuman ada ini loh, ada satu dan di situ. Kok tadi udah ngelihat ini. Berarti punyanya Mas Syafi dan Mbak Meli. Yang mana nih yang punya Mas Syafii? Yang saya yang ini. Ini rebutan keyboard. Jadi istri saya yang itu keyboardnya [musik] gede. Jadi itu istri saya karena dia lebih penulis. E dia media ee apa namanya? Kontributor media asli ya. Jadinya ribut kalau tulisannya kecil. Oke. Kalau ini apa? The kalau ini The Crust Media Agribisnis juga. Eh Indonesia cuma lebih ke internasionalnya aja. Basnya Indonesia. Ada alat musiknya tuh di situ tuh. Oh iya benar. Siapa nih yang main? Oh iya jelas. [tertawa] Ayo coba. Iya cepat. A asik. [tertawa] Bentar banget mereka kok udah selesai ya [tertawa] baru juga dengerin. Oke terus apa lagi di di IW? Di i ada lagi enggak ini di sini? Oke di I di sini ada satu. Oh ini juga tetap ya. Nih ini cari saya waktu jalan-jalan cari barang bekas ini satu atapnya. Kemudi atapnya apa? E top meble. Top meel. He. Kemudian ini ee pakai dua eh 1,5 ya 1,5 inch pipa. Pipa PVC. Oh, ini aku juga baru nyadar ya pas udah jongkok gini. Heeh. Itu PVC biar agak [musik] sedikit Mits ya. Nanyinya gitu. Tapi karena lihat harga-harga midsend tuh wow gitu ya udahlah bikin aja pakai PVSC lah gitu. Jalan ninjaku. [tertawa] Nah, dari tadi kan juga banyak banget lampu ya, lampu-lampu lucu gitu kan. Ini itu semuanya tadi di situ tuh banyak banget lampu itu lampunya semuanya hunting atau diyimana? Belum bahas lampu dari tadi. Soalnya lampu ini tadi pas belum dihidupin itu beda ambience-nya. Pas sudah dihidupin langsung wow gitu. Kalau lampu sih barang display ya. Kalau dibilang barang display kami beli. Kalau ini barang-barang yang sebenarnya kebutuhan saya kalau syuting dulu untuk foto produk kan pakai yang kecil-kecil jadi saya pasang aja sekalian gitu. Oke, ini juga sama sebenarnya lampu-lampu panjang aja TL gitu. Kalau ini beli hunting. Jelas ini sama karena lagi ngetren. Tapi lucu banget sih. Oke, berarti katanya di balik layar juga e bisa kalau ada yang mau foto video di sini juga bisa ya, Mas ya. Bisa ngubungin ke mana itu? Boleh. Langsung aja ke Bumi Paw aja. Siap. Nah, ganti ke sini. Kita geser sedikit. Sebenarnya yang paling mencuri perhatianku tuh yang ini nih. Ini tempat apa, Mas? Ini mihrab katanya tuh. Heeh. Katanya tuh rumah itu ee sebaiknya ada mihrabnya gitu. Jadi kita memang menyiapkan dari awal ruangan ini buat salat. Hanya saja masih bingung. Sayang banget ya kalau misalkan bawnya enggak kita naikin gitu. Kayak saya suka dari awal saya dapat rumah ini kok tinggi banget ya. Udahlah dapatnya itu syukuri aja kita coba e mainin lagi gitu. Oke, mainin. Kita coba tinggiin kayaknya masih oke deh. Gitu. Jadi untuk mihrab dan di bawahnya ada ini bikin sendiri berarti. Kalau ini awal mula saya fokus di IWY. Jadi bikin di orang ternyata sudah saya gambar sudah maunya seperti ini ternyata tidak sesuai sama sekali. Jadi bukanya susah gitu. Dari situlah mulai ide buat bikin sendiri aja gitu. Iya bikin sendiri aja. Kita nyari bahan-bahannya aja. Jadi sebenarnya kalau di IY itu lebih menguntungkannya tuh ee mungkin harganya ada yang langsung jauh, ada yang dekat gitu. Tapi kalau misalkan harganya dekat pun seenggaknya alat yang kita beli itu ee bisa dipakai untuk berapa ee barang yang kita bikin gitu. Jadi dapat banyak kan gitu. Jadi berat di awal endingnya lebih murah gitu. Keren. Cuman mau kerja aja. [tertawa] Nah, ini berarti bawaan ya, ada sliding door-nya gini? Enggak, ini bikin. Oh, bikin ya. Bikin sama Pak Zul yang saya ceritain tadi sama Pak Zul itu saya bikin berdua. Oke. Dan ini lumayan naik yaing ya. Iya. Ini daripada buang kita kan waktu ee renovasi di awal itu kan tinggi banget, Mbak. Biaya untuk buang bongkaran itu besar gitu. Jadinya ee saya minta ke Pak Har untuk Pak kita coba ditaruh di belakang biar ada leveling, Pak. Kayaknya enak karena dapurnya biar kayak di Palembang. Kan banyaknya lesehan gitu ya. Saya lihat yang saya lihat kebanyakan kalau bikin acara juga lesehan. Jadi ya sudah kita naikin aja gitu. Oke. Jadi di sini kalau bisa dibilang semi outdoor ya sebenarnya ya. Masih ada atapnya juga cuma masih ada bukaan juga Betul. Karena di sini panas banget Mbak. Oke. Nah, untuk dapurnya sendiri ada cerita apa? Ini dibikin semua sendiri ya kayaknya. Iya, ini bareng sama Pak Zul kita fituring bikin bikin konten bareng, Pak. Kita bikin konten yuk sekalian ini nanti saya ee cariin barangnya gitu. Ini saya hunting Kita kalau bahan ACP atau aluminium itu mahal, Mbak. Jadi saya ee di lain di lain mahal tapi bisa ee lebih tahan dari rayap. Benar. pemilihnya aluminium gitu. Tapi di ee ini tuh barang-barang bekas dalamnya bahan-bahannya bekas ini. Ini bekas, ini bekas, ini bekas. Makanya bisa ee mungkin lebih worthed it lah. Kalau mungkin saya spill budgetnya mungkin terkejut. Berapa? Langsung aja enggak sih? E di bawah R juta kalau karena bikin sendiri. Prosesnya bikinnya berapa lama? 4 hari. Kotor dapur 4 hari. Harus sabar. Bukan cuman aku yang tercengang, tapi semuanya juga terdiam. [tertawa] Ini yang saya cerita tadi. Iya. Ini perforated yang saya buang apa yang saya simpan tadi dijadiin dipasang di sini. Ini buat gas. Heeh. Buat gas. Tapi ini enggak full di dalam ya gitu. Makanya di bawah Rp2 juta karena ee ini enggak full. Jadi yang full ee ada lapisan dalam gitu. Dan ini bahannya ACP. Wow. Tapi yang aku notice di belakang sini warnanya tuh ada hijau tiba-tiba. Jadi enggak kuning lagi semua ya. Kenapa tuh? Jadi awalnya itu saya penginnya warna hijau, gold, putih, sama coklat biar lebih natural kan. Wah, pengen earthly kayaknya enak. Di tengah perjalanan bosan. Terus ya sudahlah suka yang kia-kia aja gitu. Kebetulan waktu itu belum ngetren kan warna-warna ngetren e ngejrengnya itu. Ini ada ikannya ada blue apa namanya? Blue mana? Blue karena dia kayak raptor gitu m heeh dia siklit. Oh ini satu doang. Satu doang. Eh kasihan enggak punya teman. Kelakuan dia kan emang galak gitu. Dia enggak bisa punya teman ya. Heeh gitu. Kalau tu temannya tuh nih. Oh iya itu namanya siapa ini? Boby. Bobby sama Bobby sama Mickey. Mana Mickey? Ini galak enggak, Bob? Enggak. Kalau Mickey galak. Kata siapa kura-kura pelan jalannya? Nih kencang dia larinya. Kencang tuh. Ini siapa namanya? Lompat-lompat. Bobi. Bobi. Ini adopsi dari tetangga karena ada punya anak takut digigit dan tempatnya di Oh, di sini ya? Iya. Ini rumahnya. Ayo kita nyemplung yuk, Bob. Ih, yang itu galak enggak berani. Aku ya. Ini berdarah gara-gara Mickey. Oh, iya. Padahal dia kecil ya. Iya, iya. Tapi kan dari dari kecil dia udah kabur dua kali dia. Jadi zaman dulu tuh kabur terus enggak dikasih enggak dapat makan kali ya. Akhirnya 3 hari percobaan kabur pertama 3 hari dia bisa pulang. Berarti ini emang dibikin juga sendiri Iya ini renovasi kedua bareng sama Jadi sebenarnya kalau tukang saya ee dari awal sampai sekarang pakai pemborong yang sama. Keda cocok dia bisa ngerti apa yang saya mau. Terus kemudian kita bisa sharing-sharing gitu. He. Dan saya juga dibolehkan untuk ikut rusuh aja sebenarnya. Iya. I. Nah, itu susah sih nyari yang kayak gitu sih yang bisa mengerti dan bisa menterjemahkan apa maunya kita. Tapi ini pada awalnya emang untuk jemur ya berarti atau? Iya. Cuci jemur di sini cuci jemur yang ini. Nah, ini saya bikin yang seperti ini. Nyarinya kecil gitu. Oh, pakai loncat ya biar maksudnya konsepnya untuk olahraga juga sih. Terus gimana cara iniinnya? Iya ya giniin aja. Oh, kirain loncat juga. Ini juga sisa ini juga bisa ditaruh hanger. Hanger hanger gitu. Oh, ini ya? Oh, ini juga ada. Sebenarnya kalau dari sisi situ kan enggak kelihatan ya. Tapi kalau dibuka tara ada sapu-sapu jadi bisa di bisa diginiin. Ketutupan ketutupan sebenarnya gitu doang sih. Keren sih. Tapi terus ini kan ceritanya kalau misalnya lagi santai di sini ngelihatnya ngelihatin itu berarti si siapa tadi? di kura-kura l ngol kepalanya doang bi gitu doang. [tertawa] Oke, Mas. Maaf. Lanjut ya. Enggak apaas ya. Jadi ini ada satu kamar tidur dan satu kamar mandi. Mungkin ke yang pintu kuning dulu kali. Pintu kuning. Oke. Penasaran. 1 2 3. Du dihitung jangan. Wih. Dahah. Selamat datang. Ukurannya berapa ini, Mas? Kamar tidurnya awalnya untuk awal 3 * 2 + 3 * 2. Oh, ini ini tambahannya 3 * 2 gitu. Gimana kok bisa jadi kayak gini? Mm karena awalnya zaman ngontrak sudah sempit, istri tetap ee aduh sempit banget, sempit banget. Akhirnya ya udah kita gedein dari awal. Kalau orang bilang rumah tumbuh, saya bilang budget tumbuh. Jadi rumah itu ee karena kita lihat layout-nya sudah seperti itu, ya sudah kita mau ee bukan restorasi. Jadi ee renovasinya ee enggak dibongkar gitu, dipertahanin. Mana yang bisa dibenerin kita pertahankan. Selebihnya kita maksimalkan desainnya bisa dikembangin seperti apa sih gitu. Kita manfaat bukan kalau orang langsung bongkar budgetnya ada mungkin lebih mudah lah ya. Ini juga ada tangga ke atas. Itu kasur juga atau apa enggak? Tempat nongkrong aja sebenarnya. Kepikiran apa nih Mas? Bisa jadi kayak gini bikin sendiri kan? Iya. Ini eh maaf ya. Ini saya mention dulu ini jauh. tinggi karena emang sisanya segitu. [tertawa] Oke. Beli besinya kurang. Beli besinya kurang waktu itu. Jadinya ya udah e Pak kita gedein aja stepnya sekalian kita olahraga karena kan jarang keluar juga. Ini sebenarnya meja cuman belum kelar yang tadi itu sampai sekarang saya belum kelarin. Oh bisa naik kita? Bisa. Coba yuk. Boleh. Ayo kita naik dulu ya. Eh Di mana nih Mas di atasnya? Kalau di atas ya ini aja yang kita DIY dari sini sama eh yang lantai ya pasti DIY sama Pak Har berdua. Terus kemudian ini stiker. Kalau ini enggak bikin ya. Yang di bawah semuanya bikin. Ini enggak bikin. Ini pesan. Kalau ini ya tinggal disesuaikan aja. Hanya kemarin saya nambah colokan Mbak di mana ini? Ini nambah. Oh iya. Karena ee waktu itu waktu saya bikin ini masih agak bingung colokannya mau ditaruh mana enaknya. Jadi sekalian aja ee pas ee finishing kita coba kalau udah jadi ininya gitu. Tapi saya bikin rangka dulu kemarin si Pak e apa minta tolong ke tukang karena saya ngerjain yang bawah. Jadi bagi tugas bagi tugas. Udah minta bikin frame-nya aja dulu nanti atasnya saya cari. Mungkin ini akan jadi akrilik ya, Teman-teman. Karena kalau dikasih e top table-nya kayu bukan masalah udah biasanya sih jatuhnya mungkin agak gelap karena lampunya ini biar ada biar bisa nyorot ke bawah biar bisa nyorot ke bawah akilnya yang yang bening aja. He kakinya dipraktikin nah jadi kita itu ceritanya aku di bawah nih kan bisa tetap lihat ya. He Mbak Mifta. Hai turun turun. Oh iya boleh nanti ya. [tertawa] Nah, ini udah turun lagi kan Mbak Syafiya. Cuman ini ada cerita juga katanya pertama kali DIY ini ya. Ee ini bukan pertama kali di yang tadi yang dipan yang tadi tatami ya kalau kita bilang. Ini tebak berapa teman-teman? Habisnya 1,2 aja. Ini dari multiple ini bisa dibuka. Nah, Tara. Wow, banyak banget yang kita taruh di sini. Udah kayak gudang beneran. Aku pikir tadi bawahnya ini mau bilang Mas ini bawahnya spray ya? atau bed cover gitu kan. Ternyata macam-macam ya. Iya, itu soft geigbag bass masuk tuh ee untuk buat nongkrong di depan apa tiker. Terus ini buat pijet [tertawa] biasa kita tadi selesaian di semuanya ya sama ya alat-alat lain gitu yang tapi ini tetap yang jarang dipakai. Iya. Iya. Ternyata penyimpanan ininya juga banyak banget ya storage-nya ya ada. Tapi aku suka sama kamar ini karena terang banget situ ada jendela. Oh iya, ini benar-benar terang. Memang benar gedenya 190 cent. Iya, gede banget loh itu. Wow. Biar lebih homnya di sini cuma langsung ngintip tetangga. Ah, kayak gitu. Dulu waktu saya bikin ee belum jadi depan tetangga bilang, "Mas, mau bikin warung." Karena frame-nya gede banget gitu. Tapi sayangnya ini enggak bisa dibuka, ya? [tertawa] Enggak, enggak enggak mau gitu. Segede itu dia bisa dibuka. Oke, ini masih ada satu ruangan terakhir Boleh, boleh. Ayo, Mas. Kamar mandi ini. Kalau kamar mandi ini yang diubah apa aja dari yang bawaannya? Layout. Oh, layout-nya berubah. Layout-nya. Wah, sebenarnya penginnya kalau secara sunahnya kan jangan menghadap kiblat ya. Ternyata tidak bisa. Saya tuh enggak ngerti apa-apa waktu itu mau ngedesain aja. Yang penting desain desain desain bagus di mata gitu. Ternyata ke fungsinya kurang gitu. Ternyata kalau wastafel itu nempel sama kamar mandi bisa bisa aja eh lembab kamar apa si kamarnya wasel kamar basta sama kamar sor gitu. Nah, ini akhirnya kita harus korbanin nih mau mana, Mas. Wastafel ada atau ee sipot-nya ee ini BC-nya dihadapin ke kiblat. Karena kalau ke sini biasa saya kepanjangan. Kalau mau pakai produk yang baru, yang kecil-kecil saya belinya yang ini yang paling worthed ya gitu. Bentuknya yang saya suka gitu. Agak modern sih ya. Oke, oke, oke, Teman-teman. Sekarang kita udah di atas di roof toopnya Mas SFI yang berada di depan rumah nih, ya, Mas, ya. Prosesnya naik. Tadi kita persingkat karena kita melewati tangga yang ini ya, tangga penuh perjuangan kayak ya, Mas, sampai atas ini. Iya, [tertawa] tangga penuh perjuangan. Belum lagi bikinnya tipis ya ini. Jadi jarinya agak susah nempelnya. Oke. Dan ini kenapa, Mas? di atas ini dibikin roof top. Terus kemudian [musik] si gendengnya dicat biru. Kalau biru katanya mah dari satelit itu yang tahan dan mungkin enggak bisa didetek yang apanya itu yang sempat ramai kan di China itu pakai pada biru-biru. Jadi dan kuat paling kuat katanya biru untuk ee ininya menahan ketahanan cuacahan cuaca gitu. Padahal saya juga mikir harusnya putih ya gitu. cuman [tertawa] ee katanya better biru katanya dan saya belum menelisik lebih lanjut nelisik tapi emang tampilannya jadi lebih beda sendiri ya. Oke. Dan ini roof toop paling sering digunakan untuk apa, Mas? Tiap sore ngopi. Ngopi ya? Ngopi. Kalau ya ini suas-sua apa namanya? E cuaca begini nih sering banget. Bagus banget. Kemarin itu langit oren gitu. Matahari di sebelah sana kalau tiap sore. Iya. Siap. Mungkin jam . Kalau pas matahari ada enggak berembun gini? Jadi keluar pun pemandangan masih asri ya sebelah sana. Nah, sekalian berhubung kita sudah di atas Mas, jadi proses pembangunannya, renovasinya kan katanya berjalan enam kali. Itu makan waktu berapa lama, Mas? Makan waktunya dari 2023. Terus 2023 sampai sekarang dan jadilah seperti ini. Betul. Itu pun juga proses pengisian interiornya karena banyak yang DIY juga perlahan semua ya, Mas ya. Perlahan. Iya. Boleh tahu enggak, Mas, proses semuanya sampai jadi rumahnya seperti ini itu menghabiskan budget berapa sih? Sempat ngitung enggak tuh? Terutama yang banyak DIY-nya tuh. Mm kalau saya totalin dulu ya, paling gampangnya itu kurang lebih tuh Rp139. Rp139 juta udah sama isinya. Oh, Semua sama isinya. Wah, tapi ya itu teman-teman karena banyak yang DIY, banyak kreasinya sendiri jadi bisa memangkas biaya ya Mas Betul. satu lagi ee mungkin nanti saya akan mention tukangnya ya nanti gitu. Ee beliau juga salah satu tukang yang bisa diajak untuk ee bernegosiasi sama kita bareng ngerjain bareng gitu sama ee ada dua yang satunya khusus untuk besi ee dan ee apa namanya ee pintu-pintu atau apa kusen-kusen gitu yang satunya spesialis untuk pembetonan dan pembersihan. Oh, oke. Jadi untuk struktur saya alhamdulillah tukang tersebut memang orang sipil jadi enggak main-main gitu. Banyak hal yang saya belajar dari beliau gitu. Nah, itu entar teman-teman biasanya ada yang nanya, "Eh, mau kontak tukangnya?" Nah, tapi teman-teman tanyain dulu bisa enggak menjangkau area mana aja ya, Mas ya? Karena tiba-tiba minta di Jogja ya kali tetangga ini tetangga kluster. Tetangga kluster ada tetangga kluster. Oke, nanti teman-teman [musik] kalau mau nanya lebih lengkapnya berarti nanti kita kasih di bawah sama ditanyain aja ke boleh ya. Bumi Pawa ya. Bumipawa. Iya. Heeh. Oke teman-teman thank you yang sudah nonton sampai selesai. Jangan lupa subscribe channel kita, follow Instagram kita juga Bakson Muftajana Inspiroms dan [musik] Instagramnya klikin. Dan TikTok-nya juga ada semua. Pokoknya lengkapnya ada di kolom deskripsi. Dadah. Dadah. Kalau ini full desain sendiri, hanya dimarahin sama tukang kusennya. Apa aja yang udah dirubah, Mas? Kalau dirubah fasad jelas. Oke, coba kita lihat sini aja. lari

Lihat di YouTube