Rumah 72m2 Milik Pasangan Arsitek! Inspirahoms: Ara Putri (YouTube Video)
Selamat datang kembali di channel Wicak Mifta. Hari ini kita mau mengunjungi rumah pasangan arsitek. Dan lahannya pun unik nih karena lebarnya del panjangnya 9 sehingga punya layout yang menarik. Let's go. Halo, nama saya Ara. Saya interior desain. Saya Rizki. Saya arsitek. Selamat datang di rumah kami. Asalamualaikum, Mas Rizki. Waalaikumsalam. Apa kabarnya? Baik, Mas Wicak. Mas, terima kasih kita sudah boleh datang ke sini. Kita mau meliput rumahnya. Ini emang menarik sekali dari luar. Terus ini ada seperti yang aku bilang tadi, Teman-teman. Karena Mas Rizki dan Mbak Ara itu pasangan arsitek, ya Mas ya. Dua-duanya basicnya arsitek. Dua-duanya basicnya arsitek, ya. Wah, makanya ini banyak yang akan kita kulik hari ini. Oke, mulai dari sini dulu, Mas. Kita ke sini dulu, Mas. Oke. Tadi aku juga udah bilang, Mas. Ini lahannya kan unik nih. Ee lebar 8 ke belakang se ke belakang sembilan. Heeh. Nah, itu seperti apa ketika mendesain rumahnya? Ini tadinya rumah developer kan ya, Mas ya? Rumah udah jadi, udah dua lantai. Cuma kan ee tadinya banyak sekat ya, Mas, di bawah. Jadi kayak garas itu cuma ukuran city car doang kecil. Itu pun beloknya susah karena kan ini lebar jalan cuma 2,5 m. Jadi kan sempit banget. Masuk langsung kamar mandi, dapur. Dapur jadi makanya kita rombak agak banyak di sini. Oh, berarti kalau boleh dibilang emang dari awalnya itu akhir karena kurang begitu oke lah ya. Terus dirombak semuanya sama Mas Rizki ya. Kalau untuk fasadnya nih Mas. Nah, fasad juga tadinya kan kayak ini kan balkon ya Mas. Tadinya sih enggak ada roaster cuma kan dia udah ada bentangan strukturnya. Bentangan ininya ini enggak kita apa-apain. Cuman ini kamar utama kita majuin. Tadinya balkon juga full balkon gitu. Oh, kalau full bakon kan kayaknya mau nonton banget ya. Iya sih. Iya siang. Kita majuin b nongol lagi. Kita kasih roster sama kita kasih liqu oneu. He. Jadi biar lebih ya kalau dilihat dari situ lebih menariklah. Oke oke oke. Jadi emang tampilannya sekarang udah lebih beda lebih fresh sih. Aku bilang Mas. Kalau fasad kan ya kita ambil warna tuh paling cuma tiga elemen ya Mas. Warna abu, warna putih, sama unfinish-nya. Jadi mungkin kita ambil warna-warna netral aja sih. Oke, warna netral. Tapi kesannya jadi ini ya, Mas ya, simpel. Pas aku lihat juga ee sebenarnya dominasi putih juga ya kalau enggak putih ya. Putih sama unfinish-nya sih ya finish. Iya. Jadi kesannya terang dan apa ya? Lega gitu, Mas. Iya. Sama paling kita mainin di lighting-nya sih nanti. Oh, oke. Jadi biar kalau plafon garasi biasanya kan biasa-biasa aja. Iya. Lembangeng-lembeng doang kan. Nopi ramb ini saya bikin kayak strip biar kesannya tuh kayak lebih nyala aja kalau malam. Oh iya sih. Ini kalau malam bagus banget. Ini bikinnya pakai apa sih Mas? Gipsum aja atau gium. Yang sini sih gipsum. Cuma yang lebih ke depan ini GRC karena takutnya kan tempias Mas. He ini juga udah apa tempias kalau G lebih kuat ya. Iya daripada gyipsum kan. Tapi kalau belakang gipsum semua. Oh cakep sih ya dengan adanya di pola garis-garis gitu. Oke, lebih menarik. Setuju, Mas. Setuju. Terus di bagian bawahnya sini ini yang ini ya, Mas ya, unfinish-nya. Iya. Terus ada rosternya juga. Rooster tapi ada paduadan lagi sama dinding kamprot. Ini kamprot ya. Jadi nanti kan kalau biar enggak polos banget ya, Mas. Saya kasih kamprot sama saya kasih tali air. He. Kalau malam pun juga nanti ada lighting dari sini. oke. Lighting. Jadi biar kalau malam tuh kesannya viesnya kayak sih kalau ini mati. Jadi reduk-reduk romantis gitu loh. Enak ya kalau pas habis capek kan pulang kerja set enggak perlu terang banget tapi ya romantis aja kesannya. Nah, terus Mas kalau untuk tanaman dipilihnya emang kaktus aja ya dominasinya ya? Tadinya sih kalatea ternyata kan dia harus kena panas. Kalatea itu semua hadapnya ke depan. Oh jadi muncul semua. Jadi biar enggak ini ya udahlah ganti kaktus aja lagi. Biar enggak low maintenance lah. Iya. Kalau yang hobinya motor tuh, motor yang dipajang di rumah tuh kinclong dan ada aksesoris-aksesorisnya. Terus ini pintu ke mana nih, Mas? Ini sebenarnya kan kalau misalkan kita keluar kota, Jadi kalau ada ART tinggal masuk sini bisa tanpa dia harus ke dalam rumah. Kalau dia mau nyuci atau mau apa segala macamlah. Berarti ini nembus ke area servis ya. Servis saja untuk ART ya. Ini kalau K perhatiin emang pintunya dibikin lebar ya Mas ya? Cukup lebar ya? Ee cukup lebar ya. Oh lebar. Cuma kalau yang ini emang maksimal segitu ya, Mas. Karena ada struktur sih tadinya. Oh, ada struktur yang bisa kita bongkar tadinya. Oke, jadi ya udah emang semaksimalnya seperti itu. Tapi ini juga pintu udah diganti ya maksudnya udah bukan di developer kan. Ganti ganti pintu ganti semua sih. Pintu, jendela, keramik, plafon sih ganti semua sih. Dan untuk material lantai ini Mas, lantai carpotnya nih, Mas. Nah, carport tadinya ini sudah ganti dua kali juga, Mas. Tadi kita kayak bikin coran gitu. He di motif motif bata. Tapi ternyata kurang ini ya, kurang apa? Kurang bersih kesannya. Karena kalau di Aci karena ban mobil hitam-hitam. Jadi kita mikir cari granit ukuran 60* 60 yang motifnya semen. Oh dapatlah dari Niro. Jadi kesannya bisa lebih clean terus ya kasih batu-batu. Heeh. Cuma ya minusnya kalau ada kucing berantem berantakan. Oke. Aku tidak terpikirkan kalau ada kucing berantem. Oke. Oke. Nah, Mas sebelum kita masuk ke dalam rumah, ternyata ini tadi di balik layar kita minta tolong Mas Rizki geser mobil dulu ke depan biar bagian sininya lebih kelihatan. He. Oke. Soalnya sini juga masih ada taman juga ya, Mas ya? Iya, taman kecil biar ada hijau-hijaunya sih, Mas. Hm. Buat naruh apa? Tong sampah. Tong sampah. Karena kalau ya biar ada tempatnya aja sih. Biarini. Iya. S ada pandan Balinya. Wah, cakep-cakep. Nah, ini pipa apa nih, Mas? Nah, ini jadi kan kita AC di sini semua, Mas. Tadinya itu kita udah tanam pipa baru, cuma kan memang dari balkon kan enggak ada pembuangan dari developer sebelumnya. Kalau kita koring ulang, takutnya malah bocor ke mana-mana. jadi ini tuh jalan ninja terakhir sih. tadi udah bikin saluran ke sana cuma ternyata tuh mampet. Oh, ini baru-baru ini kita ya karena udah parah banget ya kita ini kita cat sewarna deh. Akhirnya ini pilar emang untuk struktur berarti ya Mas ya? Iya karena tadinya di sini sih ada struktur utama Mas. Makanya pas kita bongkar sempat pusing kan. Masa rumah enggak bisa lebar sih ininya. Iya iya iya iya. Jadi ya mau enggak kita pasang tiga tiang di sini. Tiang utama cakar ayam tambah lagi balok. Jadi biar karena kan kalau ini kita bongkar pasti langsung ada gaya ini kan. Ya gini kan melengkung baloknya dible lagi. jadi biar enggak gerak lah. Enak ngakalinya teman-teman. Jadi tetap cakep. Oke Mas boleh kita masuk Mas? Boleh silakan Mas. Oke sekarang gantian sama Mbak Ara ya Mbak ya untuk ngebahas dalam rumahnya. Mbak ini kamera. Iya. Gimana gimana? Kan tadi di belakang kamera katanya dia tidak terbiasa depan kamera gitu di balik layar. Soalnya biasanya kan ketemu klien langsung gitu. Nah sekarang harus Mbak di sini. Oke kita bahas rumahnya Mbak. Iya. Ini berarti dua lantai ya, Mbak? Iya, dua lantai. Oke. Nah, untuk lantai satunya ini tadinya seperti apa? Terus jadi apa aja nih, Mbak? Oke. Tadinya lantai satunya ini ee pintu masuknya di sini. Di sini tuh ada kamar. Di sini living room kecil. Terus di sini tuh dapur. Dapur itu cuman cuma segini aja nih. Cuma segini. Terus di sini area servis kecil juga. Jadi terlalu banyak sekat sebenarnya rumahnya. Eh, cuman e kita renov sekatnya tuh semuanya kita cut. Heeh. Eh, karena aku tuh suka banget masak kan. Aku suka banget masak. Jadi, ee aku harus maksimal dapurnya. Aku bikin full itu area kitchen. E aku tuh kan tadi mau punya preparation table tuh yang gede. Cuman karena ini juga enggak bisa nih. Ini tuh kolom kan. Kolam itu enggak bisa dihilangin. Udah gitu kolamnya tuh miring. Jadi aku enggak bisa punya preparation table yang luas kayak gitu. Akhirnya karena ini miring jadi kita tutup pakai wall panel. Seperti disengaja. Tapi sebenarnya ini aib ruangan ini sih. Benar. Tapi karena udah dibuat seperti ini, kesannya emang jadi satu kesatuan desain dapur ini sih yang dari awal sudah direncanain gitu ya. Karena Mbak Ara udah cerita, eh ketahuan deh ini apa. Tapi kalau misalnya enggak diceritain, kita enggak tahu sih, Mbak. Kayak tadi pas pertama kali aku masuk, aku pikir emang sengaja aja gitu kan. Jadi ini tuh sebenarnya udah dipoles, udah di apa tuh? dichat ulang berapa kali tetap tetap jelek gitu loh. Jadi akhirnya udah kita tutup panel aja. Oke. Jadinya lantai satunya ini pas masuk langsung los aja semua terbuka ya. Iya. Sebenarnya kan kalau misalkan ruangan tuh tergantung usernya kan kayak kita kalau misalkan mau ke klien juga banyak beberapa klien tuh yang dia enggak mau pakai living. Kalau aku tuh kebetulan emang jarang ada yang main ke sini kan. Kalau misalkan main pun ya emang teman-teman dekat tetap keluarga aja. Jadi, ya langsung main atau langsung ke atas gitu loh. Jadi, biasanya kalau teman-teman main di sini ya udah langsung nongkrongnya di sini. Iya, langsung nongkrong kayak gitu-gitu aja sih. Ya, zaman sekarang mungkin kita udah e ngelihat sih banyak yang masuk tuh langsung living lining kitchen kelihatan atau kayak gini mungkin agak beda ya, Mbak ya? Agak beda. Iya, agak beda. Apalagi ini kan tanahnya 8 * 9 ya. Nah, itu ada tantangan tersendiri enggak sih sebenarnya? Lumayan sih. Karena kan enggak pada umumnya ya, Mbak ya. Iya. Soalnya kan biasanya kan begitu masuk lihat tertawa dia. Tentu ada gitu. Tentu ada kita di walaupun kita dua-duanya arsitek interior enggak apa namanya enggak mulus sebenarnya. Jadi kita tuh banyak berantemnya revisnya lebih banyak daripada kita desain untuk klien sendiri. Cuman aku bilang kalau untuk kitchen udah please aku aja karena aku usernya kan aku yang tahu gitu. Jadi Mas Rizki pasrah untuk ini ya di kitchen ini semuanya Mbak Ara ya. Iya. Oke. Kalau untuk pemilihan warnanya nih, Mbak, dari awal emang apakah wood and white atau seperti apa pemilihan warna? Emang aku tuh kepengin ee ini kan warnanya kepengin yang homie aja sih yang yang bisa match sama ruangannya. Kalau misalkan tadi mau hitam, tapi kalau karena ruangannya tuh enggak gede banget ya. Kan kalau hitam nanti jadinya tambah gelap gitu ya. Tambah gelap. Kalau putih kayaknya monoton banget. Karena kita tuh berapa kali bikin punya klien kan abu-abu putih itu banyak banget. Hijau sage itu banyak banget. Walaupun aku suka sage kan sama suka juga. Jadi Heeh. Cuman kepengin kepengin beda. Kebetulan waktu itu ee waktu itu tuh warna HP itu baru keluar. He. Terus aku suka jadi aku langsung langsung pilih sih warnanya. Oh jadi kayak ada cokelat dari HPL-nya tapi ada abunya juga dikit ya Mbak ya? Iya abunya dari countertop-nya ya. Iya. Heeh. Dari countertopnya sama putih tuh sama itu juga abu-abu. Itu warna apa ya Mbak yang di kitchennya itu? itu itu warna coko. Aku tuh juga suka pakai apa namanya? Suka dekorasi kan sebenarnya cuman karena barangnya tuh banyak terus ruangannya juga enggak yang luas banget. Jadi aku sengaja pakai kitchen itu semuanya tertutup. Enggak sengaja biar semuanya semua barang itu masuk ke sini enggak ada yang kelihatan di luar. Berantakan juga. Ukuran ini ruangnya berapa ya, Mbak? Ini ini 4 * 5. Oh, 4 * 5. Gini, ini kayaknya ada pintu ini menuju ke mana, Mbak? Ini ee ini pintu tuh sebenarnya kita tuh rencanain buat ruang kerja. Ruang kerja. Oh, oke. Buat ruang kerja. Cuman karena kita masih nyaman kerja di atas karena masih ada anak umur 1 tahun kan, jadi aku pengin kerja sambil ngelihatin anak gitu loh. Jadi ini tuh belum berfungsi. Belum berfungsi. Jadi ee sementara jadi gudang dulu. Jadi kita kerja masih di atas. Oh. Di kamar. Berarti aku lihat tadi juga ada pin tuh di situ kayaknya laundry ya, Mbak. Ini tu Iya, ini tuh area service gitu kan. Jadi ini tuh area service laundry, the room, terus di sini untuk storage. Terus kita juga enggak fullin dinding kamar mandi sampai atas biar bisa jadi storage. Ini juga, ini juga sebenarnya, ini sebenarnya storage sih. Oke. Jadi di sini belum emang sengaja enggak difulin gitu ya, buat buat gudang lagi gitu. Buat penyimpanan lihat penyimpanannya banyak. soalnya bingung mau disimpan di mana lagi. Dan ini pintunya tuh yang langsung tadi dari depan itu ya. Ini langsung Iya, langsung ke garasi. Oh, jadi aksesnya tadi yang pas dari depan itu yang samping ternyata langsung masuk ke sini ya. Kalau kamar mandinya boleh diintip boleh. Nah, ini. Ih, kamar mandinya imut-imut. Ukurannya berapa nih, Mbak Ara? Ee 2* 1. 2* 1. Terus pas waktu ngedesainnya ini kayaknya serba-serba putih gitu ya? Karena ruangannya enggak gede kan, jadi sengaja pilih material-material yang terang biar enggak gelap gitu. Jadi pas kita masuk buka pintu ke kanan shower, ke kirinya area keringnya ya. Klosetnya klos. Oke. Ternyata bisa ya dua kali sat ya. Bisa ya. Nah, di sini juga yang aku suka itu udara masih bisa masuk ya. Iya. Ini tuh sebenarnya pakai roaster biar kalau misalkan malam Heeh. ee kan lampunya nyala tuh. Ini dari luar tuh ada bayangan lampu gitu loh. Jadi war gitu. Jadi enggak enggak solid flat kayak gitu aja sih. Kayaknya dari tadi kan Mas Rizki juga ngebahas kalau malam ya. Kalau malam aku jadi penasaran entar kita sampai malam apa ya guys? Berarti kalau di sini di pojok sini untuk naruh ini koleksinya Mbak Ara kah atau apa ini Mbak? Ee aku suka aja sih ganti-ganti dekorasi kayak gitu kan. suka beli-beli kayak gini. Udah untuk ditaruh gini aja sih. Jadi ini untuk taruh barang-barang kayak gitu. Buat dekorasi juga ya di rumah klien gitu ya. Di rumah klien ya. Di rumah sendiri juga. Di rumah sendiri. Dan ini untuk naruh mesin cucinya. Kalau untuk ngejemurnya Mbak di atas. Oh di atas. Oke. Soalnya biasanya itu ditanyakan kan sama nonton. Jadi aku udah tanya dulu di bawah. itu itu juga tuh apa namanya sebenarnya aku tuh kepengin mesin cuci di atas sekalian area jemur gitu loh cuman gitu kan kita berantem terus kan dia bilang udah di sini aja ya udah akhirnya keputusan yang paling tepatnya seperti itu. Putusan akhirnya ya. Iya. Iya. Yang penting Ken jangan diganggu gugot deh. Iya ini kayaknya udah enggak diganggu nih Mas Rizki yang tersenyum di balik kamera. Oke kita ke atas. Nah kalau untuk area tangganya nih Mbak berarti kan dari awal emang ya udah direncanakan lah untuk tangganya di pojok sini. Ya emang dari awal tangganya emang di sini kan. Oh emang dari awal di sini ya? Heeh. Cuman kita biar enggak monoton kita pakai SPC sama railingnya itu railingnya tuh tadi kan enggak L kayak Iya cuman kita pakai sampai pelakon ini biar beda aja sih. Oh looksnya langsung beda gitu ya. Oke. Oke. Dan di sini dindingnya juga kamrot. Iya. Suami aku tuh enggak enggak suka rumahnya tuh ada apa namanya? Pajangan-pajangan foto gitu. Oh, cuman kan kalau ini polos doang tuh kayak bosan banget kan. Jadi akhirnya aku minta kamprot aja deh. Ini kamprot gosok gitu. Jadi ada teksturnya. Jadi kalau misalkan kena lampu spotlight itu baru dia kelihatan. Iya iya. I gitu sih. Biar enggak bosan aja kalau naik. Setuju. Setuju. Setuju. Jadi enggak polos aja gitu ya, Mbak ya. Nah, ini kita sekarang udah di lantai du. Berarti kalau lantai du ini peruntukannya apa aja? Ee ini tuh living room sih. Jadi kalau misalkan teman-teman datang, sebenarnya aku tuh suka nerimanya teman-teman yang dekat aja kan biasanya teman-teman dekat keluarganya langsung kumpul aja di sini kayak gitu. Sini tuh awalnya dinding gitu kan. Di sini awalnya dinding. Jadi di sini tuh sempit banget. Sempit banget. Apalagi sekarang aku punya anak kecil kan suka lari-lari tuh sempit banget. Akhirnya dinding di sini aku cut terus kita lebarin bikin jendela besar di sini. Wah. Tadi di sini tuh gak ada jendela besar gini sih. Jadi ketutup semua gitu cuma ada pintu doang cuman jadinya gelap banget tuh. Terus ke ruangan ke ruangan tuh juga efeknya jadi kayak sempit kecil kayak gitu. Nah, terus pakai dinding kayak gini tuh jadi terlihat luas ya. Enggak ada sekat ya. Enak gitu loh. Terkesan sebelumnya sebelumnya sekat-sekat. Terlalu banyak sekat sih rumahnya ini tadinya jadi disulap kayak gini ya. Berarti di sini ya udah untuk ngumpul segala macam di sini semua anak lari-lari. lumayan lah. Ee tadi sih aku dengar ada cerita di balik ini, Mbak. Iya. Jadi waktu ee jadi ternyata rumah ini itu belakangnya ke kuburan. Belakang persis? Belakang persis. Belakang persis tuh kuburan. Sebenarnya waktu aku pindah ke sini tuh suami itu suami aku tuh enggak nginfoin ini kuburan, Mbak. Dia tahu aku ketakutan k orangnya. Jadi aku tahunya tuh setelah 1 tahun aku ada di sini. Bayangin coba. Kok bisa 1 tahun baru? Oh bisa. Aku aku tuh pas di sini tuh pindah Iya. Nih. Jadi aku pas pindah ke sini tuh kondisinya aku lagi hamil kan. Oke, dia itu anaknya lahir. Nah, setelah aku tahu e jadi tuh ini tuh kan dinding, Mbak. Dinding ini tuh cuman pintu akses ke kamar mandi. Kayak gitu. Jadi kita kalau ke kamar mandi itu harus keluar kayak gitu loh. Heeh. Heeh. Setelah ee aku tahu ini kuburan, aku minta di minta diut terus apa namanya? Jadi ee ada jendela besar terus aku minta ditinggiin. Cuman kalau misalkan ditinggiin takutnya enggak ada cahaya masuk. He. Jadi akhirnya kita pakai roaster biar e masih ada cahaya masuk jadi masih terang. Tapi secara psikologis kan kita enggak takut ya. Cuman gimana sih kalau malam-malam mau pipis harus keluar gitu eh ke kamar mandi. Coba lihat Mas Riz kayak benar-benar banget. Haha gitu. Udah itu karena rumahnya tuh maksudnya e masuk kayak gitu kan aku pakaiin Skylight kayak gini biar kalau misalkan siang tuh di kitchen tuh enggak enggak gelap gitu loh. Oh iya benar ini. Tapi bisa dibuka enggak Mbak? Oh itu ya bisa dibuka ya? Bisa. Itu untuk akses ke atas sih. Oh jadi udah ada tangga monyetnya buat ke atas ya? Akses ke atas biar gampang. Nah kalau misalnya untuk di atas ini berarti di bawah sama di atas warnanya masih sama aja ya furniturnya masih senang a iya masih sama ya kelihatannya ya. Iya. Iya. Sebenarnya ini tuh yang lantai du tuh enggak di-build inin ya. Yang dibuild itu baru lantai satu aja. Jadi lantai dua tuh furniture lama yang udah kita punya. Ya udah kita tata aja kayak gitu. Oke, sekarang kita pindah ke ruangan lainnya. Eh, Mbak sini berarti. Nah, di sini ada pintu dulu nih. Ini pintu pintu ke kamar mandi. Boleh lihat? Boleh, boleh. Wih, ini kamar mandinya. Kamar mandinya ternyata cukup besar ya. Nah, tapi akhirnya ada warna-warna itu tuh, Mbak. Akhirnya ada warna hijau ya. Yang tadi yang tadinya mau ke mana? Masuk yuk, masuk. Yang tadinya warna sage itu mau aku taruh di kitchen set, cuma karena udah banyak banget kan warna sage, akhirnya aku taruh di sini. Tetap ya ternyata aku juga surprise. Oh, ternyata kamar mandinya warnanya hijau sage. Ini ukurannya 2,5 * 1,2. sebenarnya enggak yang besar-besar banget juga sih, tapi terbagi areanya gini ya. Iya, area basah sama area kering. Aku waktu itu cuman kepengen warna hijau sama alat-alatnya mau warna hitam aja gitu aja. Jadi dalam pikiran itu dulu. Oke. Dan jadilah seperti ini. Iya. Jadi kayak gini. Terus untuk pintunya tuh enggak masif banget gitu kan kita pakai kaca kayak gini sih. Jadi nanti di area TV ini tuh kan ee sebenarnya masih belum sepenuhnya. Jadi rencananya tuh aku mau bikin kabinet ini tuh jadi nanti orang itu enggak tahu di sini tuh ada pintu sebenarnya. Jadi kita mau bikin kayak pintu kamuflase. Oh, jadi atasnya buat area penyimpanan. Pintunya tuh ada kamuflasnya gitu. Lagi-lagi penyimpanan kan soalnya barangnya banyak. Apalagi ada anak-anak Oke, berarti entar ngumpet pintunya hidden doors ya. Di mana pintunya? Di situ. Oke. Tapi entar ya itu rencana ke depannya. Oke. Nah, ini ada tiga pintu kamar tidur semua kah? Ee yang ini kamar tidur anak. Ini kamar utama. Ee ini ke balkon. Ini akses toko balkon. Ke mana dulu nih, Mbak? Ke sini dulu Kamar tidur anak. W anaknya lagi sekolah. Ukurannya berapa ini, Mbak? Ini 3 * 2,3. Nah, kalau untuk konsep kamar tidurnya sendiri seperti apa? Kalau kamar tidur ini tuh juga sebenarnya enggak di-build in kan. Jadi barangnya ada udah ditata aja gitu. Kebetulan ee anak aku yang pertama tuh suka banget Hot Wheel. Hot Wheelnya tuh banyak banget. Jadi berantakan. Jadi biar enggak berantakan tuh di kita susun kayak gitu sih. Wih, tapi cakep banget ya. Jadi kelihatan semua set. Heeh. Sama ada aku juga aku juga enggak begitu ngerti Hot Wheel kan papahnya sama anaknya. Jadi dia tuh anaknya enggak enggak enggak enggak ngebuka, udah paham gitu loh. Jadi di apa namanya? Ditata sama dia. Weh, sebenarnya masih ada di bawah dia mau pasang di atasnya ke aku. Tapi aku bilang kayaknya terlalu banyak ya. Tapi aku baru mau bilang sih, Mbak, ini entar jangan-jangan semuanya full nih. Itu masuk kamar. Wah, gitu. Jadi, kalau misalnya areanya di sini juga kebagi, di situ buat e kasurnya ya, Mbak ya. Iya, kasurnya. Ini sengaja emang enggak pakai dipan karena dulu tuh anak yang pertama tuh suka jatuh kan, sekarang ada anak yang 1 tahun kan. Jadi kita ee emang sengaja mau pakai kasur tanpa dipan dulu. Jadi kalau misalkan main tuh biasanya di sini ada playemate sih. Jadi, jadi aman kayak gitu. Tapi pas masuk kamar tidur emang lantainya warnanya juga langsung beda ya sama. Iya, langsung beda. Biar tiap ruangan ada kayak apa namanya? Suasananya masing-masing gitu sih. Iya, benar benar. Nah, terus setiap kamar juga ini ya, Mbak ya? Ada jendelanya. Oh, ada balkonnya, Guys. Kita balkon. Iya. Gede gitu biar kalau siang tuh enggak terlalu gelap gitu kan biar terang. Oke, ini sekarang kita ke kamar tidur utama. Ini kamar tidur utama. Wah, ini ukurannya berapa, Mbak? Ini ukurannya 4 * 4. 4 * 4. Ini juga sebenarnya belum dibuildin sih. Terus karena kita dua-duanya kerja di rumah juga terus masih nyaman kerja di kerja di atas biar sambil ngawasin anak-anak. Jadi di sini area tidur, di sini area kerjanya. Oh iya benar-benar. Jadi kalau capek langsung tidur. Ini yang Mbak Ara yang mana ini ya? Ini aku di sini nih. Iya, soalnya kursinya ini. Aku suka nebak gitu bersebelahan. Ini Mas Rizki ini Mas kayak kursinya kecil ya Mas Riz. Tapi kalau untuk rencana ke depannya berarti mau seperti apa, Mbak? Diinnya rencana ke depannya kamar ini ee apa namanya? Area kerja nantinya mau pindah ke bawah. Jadi ini tuh mau full full lemari aja. Terus di sini tuh tadinya mau cuman kasur terus atas-atas e samping-sampingnya cuma setable gitu Oh oke. Mau simpel aja sih sebenarnya. Dan di sini juga tetap ada bukaannya. Tetap ada bukaan. Sebelumnya di sini tuh balkon gitu. Hm. Sebenarnya ada ada pintu terus balkon. Cuman kan enggak berfungsi ya menurut aku. Aku push ke luar terus jadi jendela besar biar biar terang gitu. Kalau si dan lebih luas juga jadinya ya. Kesannya kayak lebih luas ya. H. Ah, nyaman banget loh kamar tidurnya enak, simpel. Tapi emang sesuai fungsinya gitu. Kerja di sini juga nyaman banget sih sebelah-sebelah. Jadi kan lebih gampang kalau mau bertengkar ya. Iya, iya. Benar, benar, benar. Jadi sebelumnya rumahnya itu terlalu banyak sekat kan. Jadi, jadi tuh banyak banget ruangan yang kebuang. Jadi tuh ruangannya jadi udah sempit, banyak yang kebuang gitu. Jadi, akhirnya itu aku gedein ke sana itu juga aku gedein. Iya. Jadi luas ya. Iya. Balkon juga tadinya kecil banget. Boleh, boleh, boleh. Ini tuh area jemur aja, enggak ada yang spesial sih di sini. Ih, tapi lumayan besar loh, Mbak. Ini masih ini area jemur aja. Berarti di sini area menjemurnya yang harusnya jadi cuci juga di sini ya? Iya. Aku kan maunya gitu kan. Aku maunya di sini mesin cuci langsung jemur. Cuman Iya. Iya. Ee suami aku punya pertimbangan-pertimbangan lain. Cuman ya udah deh ngalah aja. Akhirnya tadi ngisinya di bawah. Akhirnya di atas. Nah. Oh, ini berarti yang ini ya tanamannya ya dari atas ini ya, Mbak ya? Nyiramnya. Oh, benar sih tadi kata Mbak Ara kalau yang tadi di situ balkon memandang apa? Benar kan? Ternyata mau memandang apa kan atap tetap panas juga soalnya kan ini kan menghadap barat tuh. Jadi begitu buka buka pintu tuh langsung samber matahari itu kan cahaya matahari. Oke. Oh, berarti kalau makin siang sebelah sini panas ya Mbak. Panas banget. Panas banget. Oke oke oke. Ini kalau misalkan ditanya kenapa enggak pakai rally? Heeh. Oh ya. Aku mau nanya itu lupa. Ini kan sebenarnya bahaya ya buat anak kecil ya. Kenapa enggak pakai link? Karena karena ini kan fasad itu sebenarnya yang ee dominan suami aku yang bikin. Aku udah minta reling nih di sini nih. Cuman katanya kalau misalkan ada e ada reling fas tu jadi aneh dia enggak mau. Jadi lebih baik anak-anak enggak ke sini. Ya udah lagi-lagi ngalah aja kan. Jadi ya udah pintunya dikunci aja ya. Iya, nol aja deh yang penting kitchen urusan aku. [Musik] Oke, terima kasih Mas Rizki Mara kita udah boleh muter keliling rumahnya dan ini kalau udah duduk bareng seperti biasa teman-teman udah pada penasaran Mas berapa sih budgetnya untuk membangun rumah jadi seperti ini? Kalau untuk budget karena ini renovasi ee sebenarnya kan yang diganti itu hampir 60% Mas. Oke. Nah, mungkin kisaran itu antara 250 sampai 300. Untuk budget building-nya, sipilnya. Kalau untuk interior sih sebenarnya karena kita masih buildingtin di dapur. untuk dapur kan kemarin sebenarnya tuh ee saya budgetin ke dia. Oh, gitu ya. Oh, ada budget. Oh, ada maksimalnya ya. Oke. Cuma karena dia pengin yang lebih proper, agak mahalnya di uples-nya kayak hoods, kompor, segala macam. Oke. Karena komplit juga ya tadi ya. Ya, Mbak, Mas, aku di baw karena kan dia kebutan juga pengin bikin konten masak. jadi harus ada off segala macamnya gitu Oh, kita tunggu konten masaknya, Mbak. Oh, oke. Oke. Dan itu ee di tootal-total berarti budget untuk interior yang paling banyak di dapur ya untuk saat ini Dapur paling banyak. Oke. Yang ini atas masih mungkin enggak sebanyak di bawah gitu. Enggak sebanyak di bawah. Belum dibilangin sama sekali malah di atas ya. Heeh. Tapi next-nya seperti yang tadi sudah disampaikan sama Mbak Ara kan next-nya sini mau dibuildin juga ya untuk furniturnya ya. Nah itu di kisaran berapa, Mas? Kok senyum kurang lebih di 100-an sih. 100 lebih. Oke. Oke. Dikitlah karena emang sesuai sama hasilnya dan semua itu kan termasuk le banyak storage sih Mas karena kita butuh storage yang banyak kan furniture tuh yang mahal kan bikin storage-nya ya kayak bikin lemari kan. Iya, biar barang tuh tetap rapi gitu loh. Oke. Oke. Itu teman-teman jadi udah kebayang kan. Nah, terus ee proses pembangunannya, proses renovasinya itu berapa lama sih, Mas? Itu kurang lebih 5 bulanan lah. lama banget sih. Karena kan kita misalkan nih kamar yang tadi dulu, kamar utama dulu kita ke kamar anak tidurnya. Kamar anak kita pindah-pindah gitu loh. Oke oke oke oke. Ya, 5 bulan, 6 bulan sih kira-kira. Oke. Dan emang emang itu ya yang menariknya aku dengar tuh tadinya mau ini eh jadi meremet sekalian. Meremet. Oke oke oke. Nah, terus kan tadi di awal banget video aku juga bilang kalian kan juga pasangan arsitek. Berarti ketika mendesain ini semuanya didesain sendiri juga ya? Oh, kalau kita ngerjain sih masih berdua di sini. Kalau untuk workshopnya beda lagi. Jadi ee jadi kalau misalkan kita tuh enggak desain aja kan jadi desain and build. Jadi kalau misalkan ee apa namanya? Kita ke klien tuh e biasanya kontak langsung kalau enggak ke aku ke Rizki kayak gitu. Jadi nanti kita desainin dulu setelah desainnya oke baru kita build semuanya Oke. Itu untuk interior ya maksudnya saat ini lebih ke interior atau saat ini. Saat ini lebih ke interior. Oke. Jadi kalau ada teman-teman nih Mbak pengin didesainin interiornya gitu ngontaknya ke mana? Itu bisa ke Instagram-nya IDcor Living. Nanti di situ di bayonya ada kontak aku sama Rizki. kayak gitu. Kalau ada yang pengin naik-naik tentang rumah ya, pengin mbak ini e kode HPL-nya apa ini penintilannya apa gitu. Oh itu bisa ke Instagram pribadi aku, Ara Putri. Oke tuh teman-teman komplit ya pokoknya kalian tanya-tanya langsung aja ke situ. Terus silakan tanya paling lengkapnya. Ada lagi mungkin yang ingin disampaikan Mas Rizki Mbara? Udah sih kayaknya cukup ya. Oke ya udah segitu dulu berarti episode Inspirs kali ini teman-teman. Terima kasih banyak sudah nonton dan jangan lupa subscribe channel kita, follow Instagram kita Wicakso Miftajana dan Instagram Inspiraum juga TikTok kita Wicak Mifta dan Inspiraums. Dadah. Thank you. Lagi 2,5 * 3 bukan? Iya, 2,5 * 3. Ulanginul Ulangin ya. Ini untuk ukurannya berapa, Mbak? Ini 2,5* 3. Oh. Dan terbagi untuk area kering. Sor salah. Kita ulang. Aku juga tiga. Aku agak mikir sih, cuman enggak apa-apa deh.
