Jungkat

Rumah Arsitek yang Introvert! Inspirahoms: Casa de Peppy (YouTube Video)

  • 26/12/2025

Oke, selamat datang kembali di channel Wicak Mifta. Hari ini kita mau ke rumah introvert. Luarnya itu benar-benar tertutup, tapi dalamnya ternyata nyaman dan bagus sekali. Kita ketemu sama arsitek sekaligus ownernya. Halo, saya Tara dari Bundesain Studio. Saya Arthur dari Pram Studio. Welcome to Casa Pepi. Halo, Mas Arthur. Halo. Apa kabarnya? Baik, baik. Baik ya. Syukurlah. Nah, ini kita sudah ketemu sama Mas Arthur selaku ownernya berarti ya, sekaligus arsiteknya. Arsiteknya juga dan ada interior desainernya juga dari pasangannya Mas Arthur ya. Betul. Oke, menarik banget. Nanti kita akan bahas sampai dalamnya. Nah, sebelum kita bahas di dalamnya dan desainnya, luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa nih, Mas? Luas tanahnya tuh 130 m². 13 m. Ukurannya 6,5* 20 dan luas bangunannya tuh di 178 m². Oke. Dua lantai ya. bisa bilang 2, seteng lantai. 2, seteng lantai. Nah, ini teman-teman aku juga kaget ini lebar 6,5 tapi bakalan bagus banget nanti ketika kita sudah sampai dalam. Nah, yang bagian luar nih Mas menarik sekali. Masif semuanya. Masif semua. Betul. Gimana ceritanya, Mas? Jadi area jalan depan ini kan cukup ramai ya. Ee jadi ee kita tuh enggak pengin aktivitas di dalam bisa kelihatan dari luar gitu. Jadi kita bikin bangunannya sendiri benar-benar tertutup. He. Nah, si jendelanya tuh dari area-area yang enggak bisa kelihatan aja dari depan bangunan. Oh, makanya bangunannya kalau bisa dilihat dari samping kiri kanannya tuh ada jaraknya. Ada. Iya, ada jarak ya. Jadi enggak nempel ya. Jarak. Iya. Itu untuk ee bukan cahaya sama udara juga gitu. Oke. Terus k lihat juga ini kan memang bangunannya dibikin kayak kanti lever gini ya Mas ya. Menjorok ke depan gini ya. Betul. Terus sebenarnya di atas ada kayak jendela enggak sih itu, Mas? Iya. Itu juga untuk cahaya. He kenapa kita bikin jendelanya di atas? Soalnya kan kalau di atas enggak akan bisa dilihat dari mau dari tetangga lantai du juga pun enggak bisa ngelihat gitu tapi cahaya bisa masuk ke dalam rumah gitu. Oke. Jadi emang semasif itu tapi benar-benar berbeda ketika kita masuk ke dalam ya. Iya bisa. Oke. Nah ini Mas. Ini kan dari depannya dulu ada pagarnya dulu ya. Pagarnya hitem. Terus boleh kita sambil buka, Mas? Boleh. Oke. Berarti lebar 6,5 ini dibikin full. Iya. He untuk carport cukup untuk dua mobil. Cukup untuk dua mobil dan taman di kanan kirinya. Ah, cuman ada satu yang k lihat karena tadi udah ngintip juga sampai masuk ke dalam ini ya. Ada bata tempel yang diwarnain kayak lime gitu ya maksud ya. Jadi kayak limestone gitu ya. Jadi bata tempelnya tuh sebenarnya dari batu kapur gitu sih. Jadi emang warna aslinya udah seperti ini. Emang warna aslinya. Oke. Biasanya kan yang warnanya orange gitu ya. Agak merah itu ya. Terakota ya. Kalau ini emang bahannya karena menghasilkan warna seperti ini gitu langsung. Oh, oke. Dan ini ditemui di dinding yang bagian dalam juga ya, Mas ya? Iya. Hampir keseluruhan lah gitu. Heeh. Paling yang ingin aku tanyain kenapa dipilihnya yang warna ini, Mas? Ee sebenarnya karena kita tuh pengin warnanya hangat tapi kalau misalnya terraakota, kita ngelihatnya kayak agak terlalu hangat, terlalu panas gitu rasanya gitu. Kalau ini kan mungkin di antaranya gitu agak adem tapi warnanya juga ke arah warm juga gitu. Heeh. Jadi kita milih warnanya ke sini sih ke beach gitu. Oke. Iya sih cakep ya. Dan dipadu sama yang dinding sini. Dinding kekayuan. Apakah ini kayu asli? Ini kayu asli. Oh ini kayu asli. Iya. Ini pakai kayu ulin. Oke. Dan jadi kontras banget sama sekelilingnya ya, Mas ya? Iya. Iya. Heeh. Oke. Terus sebenarnya aku pas ngelihat lagi ini juga ketika dikasih bata tempel yang warnanya kayak beach ini jadi kontras juga sama tanamannya ya Mas ya. Iya. Sebenarnya karena kita pengin bikin ee warnanya tuh cuma dua warna gitu secara keseluruhan bangunan. Pengin sesimpel mungkin bangunannya gitu. Jadi kayak elemen-elemen yang lebih naturalnya bisa lebih menonjol gitu. Iya sih. Jadi lebih pop up. Jadi ee sedikit mungkin itu ada warna merah di depan. Nah, itu apa tuh, Mas? itu tuh sebenarnya BX PLN. Eh, jadi saya praktekin sedikit. Boleh, boleh, boleh, boleh, boleh. Oh, wow. Tapi jadi kelihatannya simpel aja sih. Enggak begitu kelihatan di kamuflase. Nah, aku tadi ada yang lupa sedikit, Mas. Ini pertanyaanku kan bangunannya masif sekali, cuman pemilihan pagarnya memang tidak dipilih yang terlalu tinggi gitu ya, Mas? Iya. Heeh. Soalnya kita juga pengin e misalnya kita udah sampai carport bisa agak melihatlah keluar gitu ada siapa yang datang gitu. Heeh. Soalnya ini juga kan membuat suasana maksudnya di area sini jadi ikut dapat hijaunya juga gitu. Kalau tinggi banget kan udah benar-benar ketutup gitu kan. He kelihan walaupun introvert tapi ya berbagi hijaunya juga keluar. Oke. Nah ini kita boleh masuk. Boleh. Oke. Untuk pintu masuknya pun di kamuflase lagi. Tapi rapi banget, Mas, kamuflasenya. Iya, thank you. Coba kalau enggak ada handel-nya tuh pasti enggak akan tahu kalau itu pintu Iya. Ini udah dikamuflase juga dengan ini daun-daun jadi enggak begitu kelihatan. Oh, juga. Oke. Nah, ini kita sekarang sudah masuk ya ke dalamnya yang sebenarnya juga masih outdoor juga. Iya, betul. Oke, jadi ini ruang apa ceritanya, Mas? Ini tuh ruang transisi lah bisa dibilang gitu. Heeh. Nah, ruangan ini tuh jadi untuk nanti yang misalnya mau ke studio gitu dia bisa langsung masuk. Tapi kalau misalnya mau ke rumah jadi misalnya saya kan pemiliknya jadi saya langsung masuk ke sini gitu. Heeh. Jadi ruang ini kayak agak semi publik lah. Jadi enggak enggak yang di luar banget. Kalau situ kan masih luar banget. Sini udah agak masuk dulu ya. Cuman lagi-lagi tetap dipertahanin ya area hijau-hijunya ya Mas ya. Iya. Soalnya ini pengin dari studio tuh masih melihat kayak dinding yang hijau lah gitu. I Heeh. Asik banget bikin betak tuh kalau kerja tuh. Bukaan kecil sih sebenarnya. Tapi dengan bukaan kecil gini efeknya besar ya, Mas ya? Iya. Buat udara sama cahaya lumayan banget sih gitu masuk ke dalam. Dan ini sebenarnya kalau kita dari sini melihat ke sana tuh ini kan studio sana juga ada bukaan lagi untuk taman juga Iya iya. He. Oke. Keren keren keren. Cuman Mas aku mau naik dulu deh. Ini tempat duduknya dibikin floating juga. Keren sih ini. Keren. Benar-benar floating. Terus bagian sininya juga ada keran ya. Iya. Ya, sebenarnya kita cuma pengin eksperimen aja sih gitu. Terus ee pengin pakai material ini gitu. Pengin pakai mosaik dan pengin kayak kursinya tuh kesannya enggak terlalu berat lah gitu. Jadi bawahnya kan masih kelihatan ada tanahnya gitu kan. Jadi kayak secara enggak benar-benar ngeblocking area hijau. Cakep cakep cakep. Wah ini asik nih kalau ngopi sore-sore di sini. Kalau pas enggak hujan. Kalau hujan kita kehujanan ya. Iya. Oke. Nah, ini sebelum ke sini ini juga yang masuk ke dalam rumah. Mau kita intip dikit dulu, Mas? Oke, nanti kita ke studio dulu, Guys. Nah, entar ada rame dulu. Rame rame-rame pada pindah dulu. Oke, ini wih rumahnya udah cakep banget kelihatan, Teman-teman. Tapi tenang, kita akan bahasnya nanti karena kita perlu ke sini dulu. Ini menarik soalnya kantor tapi masih di rumah ya mungkin timnya belum yang sampai puluhan gitu ya. Oke. Wih. Jadi memang dari awal ini didesain sama Mas Arthur untuk rumah/studio juga. Betul. Iya. Buat studio juga. Tapi kita mikirnya kalau one day studio udah besar kita punya kantor di luar ini, ini anggapannya bisa jadi ruang kamar tamu Heeh. Karena di sini pun kita sediain ada kamar mandi nanti. Oh, oke. Berarti memang multifungsi ya? Multifungsi. Iya. Heeh. Oke. Dan tadi kan aku juga udah mention di luar berarti untuk arsitektural semua yang megang Mas Artur. Kalau untuk interior desain semua yang megang sama Ibu Tara. Dan ada yang menariknya sebenarnya aku tuh melihat ini tadinya aku pikir ini adalah TV. Ternyata ini proyektor ya dari situ ya? Iya. Jadi ini tuh sebenarnya kanvas aja. Jadi ini nyambung sama YouTube sebenarnya. Jadi layar ketiganya dari laptop. Heeh. Jadi kalau kita dengarin music gitu kan suka ada artworknya sendiri. Jadi anggapannya si artwork ini bisa berubah-berubah gitu. Kita lagi pengin artwork-nya apa kan tergantung dari video yang kita tonton juga. Jadi enggak mau nontoton juga sih gitu. Boleh kita matiin Mas karena kalau dimatiin seperti kanvas kosong aja ya. Boleh. Iya. Nah. Kok ada aja sih Mas kepikirannya kenapa enggak nonton TV? Kalau TV kan gampang. Harganya mungkin lebih murah. J Oh, menarik menarik menarik. Tapi positioningnya semua jadi rapi sih. Kalau kuli lihat di sini kan untuk material lantai pun dibedakan ya. Tadi emang kan ee lantainya untuk outdoor banget. Ketika masuk ke dalam sini dipilihnya SPC. SPC. Betul. Iya. Kita pakai SPC. Warnanya juga kita pengin ee 1 ton gitu satu ruangan ini. Jadi sampai ke plafon sama dinding pun kita pakai catnya cat tekstur. jadi satu warna gitu. Oh, iya ya. Heeh. Iya. Nah, tali air ini nanti sampai ke dalam pun kelihatan sebenarnya ini nyambung semua sampai ke dalam gitu. Oh, gitu. Jadi ini kan tali air nyambung sampai ke situ. Pintu pun sebenarnya levelnya sama Sampai ke dalam juga ada level yang di tinggi itu sama juga gitu. Ini detail dibikirinnya. Oke. Nah, terus kalau yang sini yang taman tadi ya, taman samping sebelah sini ya? Iya. Ini sih kita harapannya nanti ee ini pakai daun dolar yang besar. Jadi harapannya nanti kalau udah tumbuh sama kita sampai hijau semua gitu. Dolarambat dia ya ke atasnya. Oh iya. Sementara kita biarin bataknya aja emang jadi tumbuh aja gitu. Kayak benar-benar aging lah disebutnya gitu. He. Oke. Oke. Nah, ini lagi-lagi teman-teman menemukan pintu kamuflase karena pasti studio kantor gini harus ada toiletnya ya Mas Nah, ternyata di sini, Guys. Benar-benar full toilet ya ini ya. Iya toilet. Tapi kita sediain juga sebenarnya ada hand shower di sini. Oh. Heeh. Jadi yang tadi saya bilang kalau misalnya jadi ruang tamu, maksudnya kamar tamu gitu ee nanti tinggal pakai tirai halangin di sini. Nah, ini udah jadi e kamar mandi juga gitu. Heeh. Weh, enak memang kalau bisa ngedesain udah oh ini entar jadi begini, jadi begini. Kalau saya kan kadang tidak terpikir kan ya. Oke, terus di sini kuli lihat ada dua ventilasi. Ke mana tuh, Mas? Ini tuh ventilasi dari ruang sebelah kamar mandi ini tuh sebenarnya di bawah tangga. Heeh. Tapi ini ventilasinya untuk ventilasi dari ruang sebelah dibuang ke sini. Nah, dari ruang sini dibuang dari jendela-jendela Nakoin di sini. Oh, ternyata ada jendela nakonya di pojokan sini. Wih. Heeh. Wow. Keren, keren, keren. Ya, kayak yang tadi kita bilang ya di situ ya. Walaupun ada bukaannya kecil tapi efeknya jadi besar ya, Mas ya. Heeh. Heeh. Nah, di balik Mas Arthur ini ada pintu ajaib, Guys. Apa nih, Mas? Pintu ke mana, Mas? Jadi ini sebutnya e pintu jack and jail. Jadi, bisa dari dua ruang. satu dari kantor, tapi bisa juga jadi powder room dari ee ruang living. Nah, kita buka nih, Mas. Kita lihat. Tada. Dan kita kita sudah dinanti sama host nih ada berdua nih. Sekarang kita gantian sama Mbak Tara di sini. Oke, dadah, Mas Arthur. Nah, ini udah di dalam rumahnya berarti ya, bukan studio lagi. Iya, benar. Jujur aku, wow gitu loh pas pertama kali masuk. Bagus banget. Thank you. Dan ini tuh enggak biasa aja layoutnya. Nah, Mbak Tara ini sebagai desain interiornya. Interior. Aku desain interiornya. Desain interiornya. Boleh diceritain enggak, Mbak, seperti apa sih di sini? Boleh. Jadi, waktu kita karena proses pembangunan arsitek sama interiornya kan lumayan beriringan. Nah, waktu itu kita sempat e bingung tuh waktu nentuin layout karena biasanya kan living dulu e baru kitchen sama dining. Tapi karena special case kita tuh kayak suka butuh meja besar buat ngumpul atau presentasi berhubungan sama studio juga. Jadi kita mikir area ini tuh selain jadi kitchen dan dining, tapi kita kadang-kadang suka pakai juga untuk presentasi dan lain-lain. Jadi kayak masih agak semi private kali ya. Jadi kita pilih living-nya di situ biar dia menjadi area yang lebih private gitu. Oke, dan dibedakan juga sebenarnya level lantainya ya di situ ya. Iya, Ben. Tapi mungkin kita bahasnya tuh satu-satu dulu ya karena ini kayaknya cukup detail rumah ya kan tadi kan itu dari pintu situ sebenarnya kalau pintu utamanya tuh ini ya berarti. Nah, pintu utamanya ini kenapa dibikin setinggi dan sebesar ini gitu kan. Lumayan lebar kan ini ya? Iya karena jadi sengaja ini dibikin besar dan lebar karena dia kan ee anggapannya masih pintu masuk rumah. Nah, kalau tadi sebelumnya ada pintu juga, kita harus bikin ini besar juga karena dia kan untuk bawa barang dan lain-lain kayaknya butuh besar juga. Terus kenapa dibikin full kaca? Karena bisa dilihat kan di sini kita hampir enggak ada bukaan jendela dan lain-lain kan. Jadi kita pengin bukaan di luar tuh cahaya terus mesti bisa masuk juga lewat si kaca ini gitu. Oke. Oke. Nah, kalau untuk ruangan ini aja sebelum kita ke sana ini ukurannya berapa ya? MB ini tuh ee bersihnya 4,2. 4,2. 4,8. 4,8. Tapi setelah kepotong lemari-lemari kayaknya jadi tinggal 36 bersih 36. Tapi untuk ini kan meja makannya juga cukup besar di tengah. Tapi kalau untuk orang berlalu-lalang di sana dan di sini tuh masih ini ya. Masih oke banget sih ya. Bit. Cuman tadi kan kalau di luar aku ngelihatnya kan emang cukup monoton gitu ya warnanya kalau bisa dibilang ya. Nah, penentuan untuk konsep warna di dalam rumahnya ini seperti apa sih? Jadi untuk konsepnya kita tuh kenapa pemilih warna material kayak gini? Kita terinspirasi dari desain Nordic. Kita pengin bikin kayak ala-ala Nordic style kayak gitu. Jadi kita pilih ee dari pemilihan warna kayunya terus sama si kayak top table-nya pilihnya emang yang monoton. Terus warna ee HPL yang solidnya juga kayak masih satu nada lah gitu. Terus untuk yang aksen-aksennya tuh kita mainnya justru di S lemmari ini. Jadi kita pengin satu rumah ini tuh kayak apa ya? Kayak kanvas. Terus kita bisa taruh-taruh misalnya bisa taruh artwork, taruh ada yang sesuatu tuh e masih bisa masuk aja di mana aja gitu. Oke. Karena kalau bisa kalau misalnya aku lihat ya di sini kan cukup banyak warna ya. Iya benar. Tapi ini kanvasnya tuh warnanya soft aja gitu kan. Jadi kita bisa nemplokin tuh lebih lebih mudah gitu kan. Dan kalau misalnya dilihat dari sana nih teman-teman aku suka sih. Jadi ini tuh kelihatan kanan kiri ada pintu tapi di bagian tengahnya ini emang benar-benar didedikasikan untuk ini ya apa nih koleksi apa nih? Jadi kalau arsiteknya kebetulan yang punya rumah emang ngoleksi buku. Dia suka buku. Jadi kayak ini buat taruh buku-buku dia. Terus kalau aku tuh sebenarnya lumayan senang warna-warni, perintilan gitu-gitu. Tapi karena kita pengin ee bikin rumah ini tetap 1 tone, tetap ee rapi lah. Jadi di sini buat taruh segala macam warna-warninya gitu. Oke. Oke. Sebelum daripada penonton bingung, kayaknya aku butuh mention juga nih. Jadi arsiteknya itu emang calon suaminya. Iya kan? Nanti mereka bingung kalau ini. Iya kan di sini. Tapi kita kan bingung. Jadi ini rumahnya calon rumah mereka berdua emang gitu loh, Guys. Udah ada rumahnya dulu insyaallah bentar lagi mau menikah begitu. Amin. Oke. Kalau yang sebelah sini berarti enggak ada pintu ya? Tadi kita belum bahas enggak ada. Ini enggak ada pintu. Ini cuman wall panel aja semua aja ya. Oke. Dan untuk pemilihan lantainya nih juga aku langsung salfok juga sebenarnya. Iya. Kita pengin emang pengin bikin ee lumayan kontras di lantainya. Ini kita pakai basalto hitam. Ukurannya itu sengaja dipotong 14, 15 * 14,5. Terus sinatnya kita bikin 5 mili. Jadi kalau di tootal 15 cent. Jadi ketemu semua tuh si garis-garisnya karena repetisi 15, 30, 60 gitu. Keren. Dan itu teman-teman enggak cuma di sini nanti di semuanya ruangan seperti itu. Nanti kita bakal bahas itu juga ya. Yes. Oke. Nah, terus ini juga sebenarnya menarik karena kalau misalnya aku lihat ke sana walaupun kita belum ke sana ini tuh lebih rendah silingnya. Ini berapa, Mbak? Tingginya ini tingginya tuh sampai balok bawah cuma 2,7. Jadi kita pengen mainin ee kalau sampai atas itu 3 m. Jadi ee si baloknya 30 cent. Kita tuh pengen mm mainin ada kayak compress rilis-nya juga. Jadi waktu masuk terus sebenarnya preference juga karena lebih senang mm kayak kita enggak salah lebih hom kayak lebih hangat juga kalau enggak terlalu tinggi. Iya benar. Terus kayaknya untuk kabinet-kabinet tuh masih bisa dalam jangkauan lah gitu. Event yang paling atas tuh kita masih bisa pegang sebenarnya gitu. Tapi satu lagi sebelum ke sana ini yang cukup mencuri perhatian juga ini boleh dikasih tahu enggak Mbak ini lampu apa sih sebenarnya? Karena ini kayak ada apa ya talinya gitu sampai situ. Iya, benar. Jadi sebenarnya lampu ini tuh bisa di-customize kayak ee kita tuh bisa pilih gitu. Jadi dia punya unitnya banyak. Punya ini terus punya kayak si bulb-nya yang bentuknya beda-beda. Jadi waktu ini tuh kita milih gitu bisa milih e kabelnya mau berapa meter, terus pemilihan konfigurasi lampunya kita bisa tentuin sendiri. Jadi misalnya kalau dari si ini ini tuh bisa dilepas terus kita pindahin mau pindahin ke sini dia bisa nyala juga karena si kabel ini tuh udah ada alirannya jadi bisa tempel di mana pun. Iya. Kalau ini sebenarnya cuman pemberat sih biar dia kayak lurus gitu. Soalnya ini kan nyambung ya ke sana gitu. Unik unik banget. Nah kalau ini ruangan apa? Ada pintu juga. Dapur kotor harusnya di sini. Nah. Iya ini pintu rahasia karena ee area terbatas. kita tuh enggak bisa punya dapur bersih dan dapur kotor, tapi karena kita pengin gimana ya, biar area ini tuh bisa tetap clean all the time, almost all the time. Jadi untuk yang berantakan-berantakannya ee kita masukin sini. Ini kayak dapur kotor, kecil doang sih, cuman ada kita taruh sinking. Wow, cukup kompact ya. Iya, cukup kompact. Tapi waktu itu waktu masih pembangunan masih bangunan hitam, kita sempat mikir kayak ini bakal nyaman enggak ya? Takutnya kayak terlalu sempit, pendek gitu. Tapi ee ternyata oke sih masih bisa taruh sini buat storage juga. Nah, karena kan kadang-kadang yang gini tuh berantakan di luar kurang estetik ya. Jadi kita harus taruh bikin ruangan sendiripetin lah ya sama kulkas di sini juga. Ini sing sesungguhnya teman-teman yang buat nyuci gitu kan. Kalau yang tadi cuman buat nyuci cantik ya. Iya. Cantik cuci tangan doang. Kita ke sini. Nah, ini boleh tahu enggak kenapa dinaikin dan ee katanya emang ada ceritanya ya kenapa naik terus ya? Iya. Jadi kenapa dinaikin? Di sini tuh banjir. Jadi di depan tuh banjir sekitar 30 centti. Di belakang tuh banjirnya bisa sampai 1 m, 1,2 m. Tapi kita enggak mau. Sini kan komplek, udah komplek, udah ada tetangga-tetangga lah. Kita enggak mau tiba-tiba ngebangun terus kita kayak tinggi sendiri dari depan gitu. Jadi kita akalin gimana memari depan tuh kayak berangsur-angsur naik sedikit-sedikit gitu. Ya udah, jadi ada ram dulu terus tadi naik ke sini naik 15, ini naik lagi 30. Jadi kalau misalnya dilihat dari depan sampaikan ke sini tuh naiknya sekitar 1 met. Oh iya dari depan tadi. Iya. Tapi enggak kerasa kanak. Iya benar karena kita berhenti berhenti naik lagi. Tapi ini tuh sebenarnya pijakannya juga ini loh. Kenapa enggak full gitu kan karena ini kayak biar bisa buka pintu sama bisa buka buka ini juga lemari. Oh benar. Oh iya jadi emang cukup di sini aja ya. Oke sekarang kita masuk ke sini. Naik. Oke. Nah, ini untuk living-nya ya. Living-nya kayaknya bukan sekedar living nih, kayaknya penuh cerita juga karena bukan cuma sekedar tempel sofa gitu kan. TV-nya belum ada. Mohon maaf ya. Iya, belum ada. Kalau ada yang mau masuk bisa. Boleh teman-teman kalau ada yang mau endorse langsung aja entar di sini. Siap. Nah, tapi sebenarnya kalau dari arah sana itu ininya dulu sih yang cerita dan ada ceritanya juga lagi Ben. Iya, benar. Nah, jadi ee kita tuh emang pengin waktu orang masuk langsung kelihatan kayak kita bilangnya ini kayak apa ya? Kita bilang ini pocket garden lah dan emang pengin dibikin tinggi. Jadi waktu masuk tuh udah langsung hijau kelihatannya gitu. Wow. Iya sih. Ada juga yang tanya kenapa enggak dibikin kacanya seamless? Mungkin lebih kayak lebih plong gitu kan kesannya. Tapi kita emang sengaja pengin bikin kayak ada e prakt praktisi-praktisinya karena kayak itu lebih not big style juga gitu. Balik lagi ke situ sih sebenarnya. sampai atas itu ya. Yes. Wah, ini tuh jadi sumbak cahaya juga. Ini kebetulan lagi hujan ya. Kalau misalnya enggak hujan tuh mem kalau pagi tuh masuk cahayanya dari situ. Kita ada Skylight ya. Iya, ada Skylight di atas tangga. Jadi kalau pagi tuh dari situ terus udah dari jam 11.00 sampai jam . Tuh biasanya cahaya masuk dari sini gitu. Terus saja dibikin tinggi biar ke kamar juga masuk cahayanya. Kamar. Entar kalian lihat kamarnya deh ya. Itu soal aku dari sini aku yang bisa lihat. Kalian bisa lihat. Nah, tapi aku mau nanya ini dari bawah sampai atas ini tingginya berapa? Kalau ini tingginya 5 sampai balok bawah tuh 5,4. Jadi dua kalinya ini tinggi juga ya benar-benar tadi dari situ kita kayak pendek gitu terus ini langsung tinggi banget banget. Dan ini sih juga ngasih ilusi makin tinggi ya lampu ini. Ini custom juga lampunya. Iya. Ini kita enggak custom ini emang lampunya udah ada terus sepanjang ini udah sepanjang ini. Oke. Nah, terus aksen yang ada di fasa ternyata dibawa terus sampai masuk ke dalam rumah ya. Yes. Yes. Benar, benar. Karena semuanya ee itu balik lagi dari awal tuh pengin bikin ee enggak ada garis antara indoor sama outdoor gitu. Jadi kita usahain material-material yang bisa dipakai dari luar ke dalam tuh nyambung terus kayak gitu. Benang merah tuh nyambung terus gitu. Iya. Ben terus. Oke. Terus ada cerita apa lagi nih? Karena ini sebenarnya mau nanya juga lagi. Mejanya kenapa di bawah gitu? Heeh. Ceritanya apa tatami atau gimana nih ceritanya? Jadi sebenarnya ee kan kita tuh si meja TV tuh e ngikutin tingginya di tangga ketiga itu tuh sama meja TV sama ya dia. Iya kita tuh pengin ratain kayak gitu. Nah ini kan cuma dapat 45 sedangkan biasanya kan meja bisa di 60 gitu. Nah karena ini ee agak pendek kita bikin ini enggak mau ngalangin si ee TV gitu. Oh, ngerti. Ngerti banget. Benar benar benar. Jadi jangan sampai dianya tiba-tiba tinggi terus malah ngalangin Iya. Terus sebenarnya ini kita pengin kayak masih banyak buku-buku yang belum keedisplay kan. Jadi kita pengen taruh-taruh gitu di sini. Sebenarnya mejanya sebenarnya si meja yang ini sih yang kayunya ini. Jadi ini lebih kayak platformnya lah. Platform bawahnya sebenarnya buat tambahannya ya. Tapi kalaupun misalnya dia buat naruh e makanan juga bisa sebenarnya. Masih bisa. Iya. Iya. Benar. Benar. Berarti ini ya. Iya. Terus ini bisa diangkat juga jadi kayak bisa jadi tray gitu lah kalau misalnya. Nah, iya. Jadi kalau misalnya Oh, ini multifungsi ya. Oke. Dan kalau untuk sofanya sendiri pemilihannya seperti apa nih? Sofanya ini lumayan alot juga pemilihannya. Iya, aku tahu pasti. Ternyata milih sofa lumayan susah ya. Karena ee balik lagi kalau udah buat dipakai sendiri tuh kita kan kadang-kadang pengin cari yang look-nya emang bagus tapi balik lagi kalau udah pemakaian lama kita masih mikir kayak yang paling nyamannya tuh gimana gitu. Karena kadang tuh ada ya bagus banget pas kita dudukin kok kayak gini ya gitu. Iya. Jadi kita waktu itu kita tuh udah suka sama si sofa ini tapi warna aslinya tuh kita enggak suka karena terlalu kayak enggak masuklah sama si ton rumah ini. Akhirnya kita ee ganti custom warnanya aja. Tapi modelnya emang udah ada. Kita cuman custom warnanya. Makanya warnanya tuh kayak jarang gitu loh. Dan nyatu banget sih sama orang kesubahan di sini. Iya. Sama si kulit-kulit yang kita pakai tuh masih 1 ton lah gitu. Pas masuk ke sini juga lantainya beda ya sama yang di bawah tadi karena emang mau dibedain juga ya. Iya. Karena emang area ini kita e pengin bikin ini lebih private walaupun enggak ada pembatas sebenarnya. Jadi kalau di masih pakai batu, di sini kita udah pakai SPC. Iya langsung beda banget sih. He kayak lebih homie, lebih anget juga kalau misalnya pakai SPC tuh. Boleh ngintip ini enggak? Tamannya enggak? Boleh dong. Kayaknya udah enggak terlalu hujan nih. Boleh. Boleh. Kita buka aja ya. Oke. Boleh bukanya yang kan aku enggak tahu ya. Oh bisa. Iya. Jadi kalau misalnya dibuka ini tuh pas masuk sampai sini. Jadi kalau bisa Nah, bisa clear lagi tuh. Oh iya. Wow. Ih, langsung segar banget ya. Pas udaranya langsung masuk. Heeh. Nah, kalau ini tempat apa nih, Mbak Tara? Jadi kan nama rumah ini tuh Kasa The Pepi. Pepi itu sebenarnya anjing aku, peliharaan aku. Terus ee dari pengalaman rumah sebelumnya, aku tuh enggak punya tempat spesifik untuk mandiin dia lah. Jadi waktu itu kita kayak pengen sengaja bikin tempat buat dia mandi gitu, outdoor. Terus sengaja si tiles-nya ini kita pakai custom. Kita sengaja pilih warnanya pengen nyaruh sama tanaman itu gitu. Terus sengaja enggak mau satu warna. Soalnya kan sebenarnya tanaman kan lumayan beda-beda kan ijaunya gitu. itu kita bikin custom 10* 10 aku. Tapi kalau sekilasan ya ngelihat tadinya kayak dua gitu kayaknya ya. Ternyata pas aku berhentiin lagi banyak ya warnanya ternyata. Benar loh. Karena kan kayak ini daunnya kan lebih tua ini lebih wah keren banget. Penginnya emang nyaru sama si tanamannya. Jadi emang area ini kayak hijau gitu dan tetap ya dindingnya diterusin ya dari depan sampai belakang ya. Konsisten. Berarti ini full ya sampai atas enggak ada atapnya. Full sampai atas. Ini lebarnya 1,5. Sebenarnya area tanamannya enggak terlalu besar, cuman karena dia udah besar jadi kayak lumayan hijau lah. Iya. Iya, benar. Benar. Mungkin kalau ini enggak ada tanamannya beda banget Iya, beda feelingnya. Oke, kita mungkin geser ke sini karena aku melihat ada rumahnya Pepi kayaknya ya. Namanya Pepi. Benar. Benar Pepi. Benar. Pepita rumahnya Pepi. Karena dia anjing kecil kayak beratnya cuman 2,5 kilo jadi bisa masuk keluar. Kecil banget. Kecil. Iya, kecil. Berarti dia udah punya ini ya rumah sendiri ya. Ada AC-nya enggak diak ada. Ada ada lampunya juga loh. W betah banget. Oke, terus apa lagi? Nah, jadi kalau misalnya kita ngelihat dari angle sini, kita tuh pengen bikin ini kayak bangunan sendiri kalau ngelihat dari messing-nya. Jadi ini kayak bangunan sendiri terus ini tuh kayak ada di dalamnya gitu. Makanya material dibedain. Bataknya tuh cuman di kanan kiri terus yang ini tuh putih tuh kayak dia punya bangunan sendiri gitu. Oh iya ya. Secara messing-nya kayak gitu. Makanya ini kita enggak batain. Benar. Cuman ini benar-benar kayak kalau tadi aku lihat Squas kayak akuarium ya, tapi bukan akuarium. Iya, karena itu sebenarnya kamar tidur utama, Guys. Cuman kalian baru bisa ngintip sedikit aja nih. Entar mungkin kita ceritanya lebih lengkapnya di atas kali ya, seperti apa. Oke, ke sini dulu. Tapi ini ada pintu. Aku udah ngelihat. Nah, iya ini tuh ada pintu. Terus kita ini udah naik ee dua tangga ada pintu. Ini sebenarnya pintu untuk ke servis. Oke. Ini finishingnya apa, Punten? Ini pakai e cat kamprot. Oh, tapi cakan roknya yang ini ya, yang halus gitu ya, yang kecil-kecil. He. Nah, di sini tuh ada pintu untuk ke e area servis. Oke. Di atas berarti ya? Iya. Jadi di atasnya tuh beda sama tangga ini sama tangga buat ke kamar. Sengaja warnanya kita pengen merah. Kita tuh lumayan senang kayak eh the red theory gitu. Jadi kalau misalnya Iya. Terus kita samain juga sama si reling kan. Jadi emang udah e warnanya kurang lebih satu nada semua gitu. Terus tiba-tiba ada yang kayak pop kalengnya Benar, setuju sih. Jadi enggak mati juga ya. Soalnya kan warnanya hampir kayak cenderung mau sama sama semua gitu. Tiba-tiba ini kan ada merah, ini juga merah panjang gitu sampai atas. Nah, untuk tangganya sendiri nih, kenapa di sini enggak ada relingnya? Jadi emang pengin kesannya tuh sebenarnya emang kurang kids friendly. Mungkin nanti kalau udah anak-anak beda cerita ya. Cuman kayak pengin bikin emang plong aja sih. Kayak enggak mau ada pembatas lagi gitu. Cuma entar bisa dipikirkan lah ya ke depan masih bisa ditambahkan gitu. Benar kelingnya bagu di sini doang satu. Oke. Dan ini juga ada lampu-lampunya loh. Tiap dua anak tanja ya. Heeh. Sampai atas. Karena di atas ini kita udah enggak ada kasih lampu kan. Jadi emang penekan untuk naik tangganya dari sini. Nah ini untuk lebar tangganya dulu deh. Berapa? Cukup lebar loh ini tangganya. Ini bukan 90 sih ini udah 1,2 kayaknya. I benar-benar benar kan 1,2. Jadi si M kita tuh pakai keramik sebenarnya ini pakai granital motif kayu. Si granital itu ukurannya 30 * 120. Kita enggak pakaiin SPC karena kita tuh kurang suka aging-nya gitu kalau pakai Iya. Benarbenar. Nah, si Granitel ini tuh ukurannya 20 * 120. Jadi untuk panjangnya sebenarnya pas untuk satu tangga panjang ini. Tapi karena tangga kita 30, jadi semuanya kita potong. Kita potong 15. Terus sisa 5 sentinya tuh kita pakai buat si ketebalannya ini. Wah, keren banget sumpah. Jadi enggak ada yang kebuang sih. Iya, enggak ada yang kebuang terus jadi tetap rapi gitu. Iya iya. Dan ini juga enggak motong ya karena sama ya. Heeh. Panjang. Terus kita emang sengaja pengin di tengahnya itu ada nut gitu kayak kita pengin itu kayak plank-pleng kayu gitu sebenarnya. Oh iya ya. Seperti kayak gitu ya. Heeh. Sengaja pengin ke sana jadi kayak emang plank kayu gitu. Oke. Nah, kalau untuk skylight-nya sendiri nih full emang ada kisi-kisinya Iya. Ini kisi-kisinya tuh ee untuk bantu cahaya juga. Jadi kalau dari sini tuh masuknya pagi deh kayak sekitar jam 09.00 sampai jam 10. Dia tuh masuk cahaya. Terus kita senang karena mm dia bikin garis-garis gitu si shadown-nya. Cahaya ilahi ya. Oke, kita lanjut lagi ke atas. Ini ada yang mau dibahas lagi enggak dari tangganya atau apa? Berarti kalau di atas isinya kamar tidur dong. Benar. Kamar doang. Heeh. Cuman kamar doang. Kamar doang. Nah, tapi ternyata pas sampai atas ini masih ada jendela lagi loh di Iya, jendela. Jadi kalau tadi ngelihat di fasadnya eh si bagian bangunan depan tuh itu kan dibikin kayak masuk 6060 kan karena kita bikin pocket garden di kanan kiri. Nah, pocket garden itu salah satunya bisa dilihat dari sini. Jadi ini untuk bantu sirkulasi udara juga. Oke. Jadi enggak ini pengap juga ya. Enggak pengap. Oke, kita lanjut. Tapi kita ganti pemain dulu. Oke, sekarang balik lagi sama kita nih, Mas ya. Ini masih ada lantai dua yang belum kita explore. Cuman ini yang mencuri perhatianku pas ketika melihat sini area dindingnya semuanya putih semua gitu. Iya. Jadi emang kita pengin di area atas ini konsepnya udah berbeda sama yang di bawah. Jadi pengin benar-benar ruangannya udah putih aja di atas gitu. Heeh. Kayak clean gitu semua ya jadinya Nah, di atas ini ada apa aja berarti Mas? Di atas tuh ada ee dua kamar mandi, ada tiga kamar. Sama ada ee satu wastaf sharing gitu. Oke. Nah, ini pertama-tama kita langsung melihat di sini ada pintu kamuflase lagi. Ke manakah ini, Mas? Yang ini masuk ke master bedroom. Wih, cuman pas lihat ini sepertinya silingnya semua sama ya tingginya ya. Satu garis semuanya. Iya. Cuma yang ini kita bikin pendek sih. Heeh. Ada alasannya tertentukah sebenarnya yang ini kita cuma pengin main jadi kayak ada bok-boks gitu kayak di garis-garis ini gitu loh. Jadi kayak ada permainan ruang ya pas ketika kita di sini ya. Iya. Kayak tadi di bawah kan ada yang mendek, ada yang meninggi lagi. Nah, ini juga kita bikin ada pendek, ada tinggi lagi gitu. Wow. Boleh kita masuk, Mas? Ini keren banget. Widih. Ini langsung salah fokusnya karena ada bukaan sebesar ini nih. Ini di kamar ya. Nah, kenapa Mas dibikin ada bukaan sebesar ini? Heeh. Jadi, e satu-satunya sumber cahaya dari ruang ini kan semuanya dari belakang gitu. Heeh. Jadi makanya kita bikin jendela ini menghadap ke belakang sana gitu. Jadi kita melihat si tamannya lagi gitu. Taman yang di belakang itu ya. Yang di belakang itu. Oh, oke. Terus sama Mas Artur dikasih sini ada meja. Ini meja untuk apa ceritanya, Mas? Jadi meja ini tuh sebenarnya kalau misalnya tim kita bertumbuh nantinya, nah ini jadi meja kantor juga nanti kita kerjanya nanti di sini gitu. Asik ya punya bisa duduk sini terus view-nya belakang situ juga yang cakep Iya. Dan kita bikin ini floating sih. Jadi ee kita paten si mejanya. Oh. Heeh. Jadi maksudnya dari bawah pun dia bisa ngelihat gitu. Jadi kalau dari ranjang tuh enggak kehalangan sama meja kan atau sama dinding gitu untuk ngelihat ke bawah Oh iya iya iya. Oh, K pikir ini juga tebalnya semua sama. Ternyata enggak ya. Ke bawah sini dia semakin menebal ya buat struktur ininya ya. Jadi ee selain struktur ini tuh nanti di bawah sini bisa buat naruh kabel listrik gitu. Jadi nanti masuk ke dalam sini supaya kabel-kabelnya tuh enggak muncul dari atas gitu. Supaya rapi juga sih nanti setup-nya gitu. Nah, sebelah sini area untuk apa nih, Mas? Kalau ini boleh kita lihat nih. Ini tuh wardrop aja sih gitu. Jadi kita ngebagi aja. Jadi saya kebagi dua ini. Heeh. Ini empat buat ya calon nanti. Oke. Oke. Oke. Cuman ada satu yang mencuri perhatianku lagi. Ini kayaknya dibikin setinggi 2,4 m ya. Se ininya HPL-nya ya. Iya. Kita pengin bikin ee dari rumah ini juga modul-modulnya tuh pas sama modul dari bahan-bahannya gitu. Makanya kita bikin 2,4 m gitu. Biar apa tuh, Mas? Biar enggak banyak waste. Enggak banyak waste. Iya. Heeh. kan soalnya modul kan 2,4 kayak 1,2 biasanya gitu. Jadi bisa ee ini lebarnya 60 jadi dibagi dua jadi udah jadi satu pintu gitu dengan HPL-nya sama gitu kan dibagi dua jadi satu pintu jadi enggak banyakist gitu. Hindnya juga lucu-lucu nih. Oke. Nah, terus kemudian ternyata aku perhatiin juga ini model plafonnya pun dibikin gini nih, Mas. Enggak yang lurus. Iya. Jadi ee ini tuh kita bikin supaya kalau misalnya dari ranjang sebenarnya cahaya tuh enggak langsung kena mata. Bisa kalau dilihat dari sini pun bayangannya enggak terlalu terang di sini gitu. Jadi kita bikin kayak ada coove juga ke atas gitu. Jadi si lampu tuh agak naik dibandingkan si e plafonnya. Jadi lampu juga agak nyumput kan gitu enggak benar-benar kelihatan gitu. Tapi itu juga membuat efek di ranjang tuh enggak begitu kelihatan He enggak silau. Oh. Terus ee kita pembagian cahayanya penginnya kan satu ruangan gitu kan, satu area tuh cahayanya full. Makanya kita bikin di ujung sini ada e indirect, di sana ada indirect, lalu di atas untuk ee bagian tengah ruangannya gitu. Oh, I. Dan ini apakah bentuknya kan kayak pelana, apakah ngikuti bentuk atapnya juga atau enggak, Mas? Iya, ngikutin bentuk atapnya. Heeh gitu. Oke, menarik menarik menarik. Dan satu kasurnya di sini. Simpel ya, clean, minimalis semua. Ini lampu ya, Mas? Iya. Lampu. itu tinggal dipencet ininya. gini ya. I tarik. Nah, gitu. Wah, keren. Nyari printilannya semua nih. Keren, keren, keren. Nah, kita menuju ke sini. Ini ruang apa? Karena terang tapi terangnya pun merata. Jadi ini kita e pengen eksperimen pakai barisol sih, pengin coba juga karena ya mungkin di ee project rumah kan residensial jarang pakai e barisol. Saya pengin coba dan maksudnya fungsinya kan dia buat cahaya merata. Saya pikir untuk area ee dandan rias gitu, itu cocok sih gitu. Benar, benar, benar. Setuju. Nah, ini ada pintu lagi. Ke mana nih, Mas? Ini pintu ke master. Ke mana? mana aja bukannya kamar mandi ini. Oh, Dan ini pun layout-nya menarik ya, memanjang ke sana. Gimana ceritanya nih, Mas? Jadi ee yang tadi ada pocket ini yang ada jaraknya itu. Ini tuh untuk udara ke sini gitu ke area wasffel. Dan di sini pun ada skylight sebenarnya gitu. Oh. Oh, iya ya. Jadi masih dapat terangnya juga. Yang sini juga masih ada. Oh, ada celahnya. itu untuk udara sih keluar gitu. Oh si keren keren keren. Ini ukuran lebarnya berapa sih, Mas? Lebar panjang ini lebarnya tuh 1,2. Heeh. Panjangnya sendiri itu 2,4. Heeh. Gitu. Cuma kita bikin si area shower tuh lebih panjang. Boleh kita lihat, Mas, ke dalam sini, Mas. Iya. Area showernya lebih panjang, ya. Iya. Jadi kita bisa naruh karena lebih panjang gitu, kita bisa naruh si ee anduk tuh di posisi ini. Nah, ini tuh enggak kebasahan dari sini. ya karena cukup jauh ya. Iya cukup jauh. Jadi benar-benar di sini tuh area basah. Begitu di sana udah kering gitu. Heeh. Jadi sudah berhanduk di sini di sana udah kering. Jadi enggak kotor sampai ke sana gitu. Heeh. Kulihat ternyata ada celah-celah ini ya Mas ya di sininya ya. I untuk jalannya air atau gimana Mas? Iya. Jadi ee saya tuh bikin got-gotan ini supaya level dari ee kamar tidur ke kamar mandi itu enggak harus turun 5 cent kan biasanya gitu ya. Jadi satu level karena dari saya ee saya tuh takut suka ke pentok kakinya gitu. Heeh. Kalau ada beda level. Jadi makanya di situ ee dibikin satu level tapi dibikin got-gotan supaya air tuh bisa mengalir ke area shower sini gitu. Nah ini sama area showernya juga ada tempat buat duduknya ya Mas ya. Ya, sebenarnya area ini tuh mungkin bisa buat duduk, tapi untuk kayak misalnya kaki juga kan bisa ngebersihin lebih mudah gitu kan. Heeh. Oke. Nah, kita lanjut ke mana lagi nih, Mas? Ayo. Ini ke area shared bathroom gitu. Hmm. Heeh. Jadi, ini tuh ee kalau dilihat ini tuh untuk kamar mandi. Terus di sini ada kamar anak dan kamar anak di sini. Cuman menarik ya ketika semua tertutup ya udah kayak satu space saja gitu ya. Iya. Heeh. Wow. Nah, ini bikin ada detail kecil yang mungkin ini centilnya arsitek aja ya. Jadi ini diing dibikin segitiga gitu supaya garisnya tuh ketemunya hanya satu kalau ditutup gitu. Oh Iya ya. Ini kalau kita tutup kan kayak enggak kelihatan ya. Heeh. Itulah. Wih, gila keren. Keren, B. Itulah yang bikin aku kayak enggak nyangka. Ini cuma kotak, kotak, kotak ya. Dan orang enggak nyangka kalau ini pintu sebenarnya karena pas dibuka gini baru kelihatan. Wah, luar biasa referenshipnya ini. He ya. Ruangan ini dua-duanya tipikal sih gitu. Jadi enggak ada yang favorit gitu. Heeh. Jadi ukurannya sama. Nah, ini paling dari lighting-nya sih Jadi lighting-nya sendiri kita sediainnya posisi-posisi yang enggak kena mata juga gitu. Oh, heeh. Makanya kayak kebanyakan kita indir semua gitu. Dari situ ya. Situ sini. Iya, Ini posisi kasur kira-kira gini berarti, Jadi ee ini udah disediain kan ukuran kayak 60 cent gitu. Ini tuh untuk wardrop nanti sampai sini. heh. Terus di sini nanti meja belajar di Meja belajar ke sini. Di ujung tuh nanti ranjang full mepet sama dinding. Jadi ada cahaya dari sana. Gitu. Heeh. Heeh. Keren, udah ada rencana, Pak. Keren, keren, keren, keren. Oke. Nah, cuman aku melihat ada satu detail yang menarik karena biasanya pintu dengan XL pivot ini kan kendala pasti jadi lecet ya, Mas ya, Ding ya. Ternyata dikasih plat. Nah, ini ee ini sederhana sih pengerjaannya. Jadi kita kasih plat supaya enggak lecet di dindingnya. Dan si ee dari ee key-nya ini dibikin dibengkokin gitu. Bengkokin lagi, ya. Ee jadi ini untuk jadi tabukan si pivot gitu. Jadi enggak harus pakai door stopper lagi gitu. Ini udah jadi bagian dari door stopper gitu. Oke. Dan di sini pun juga ada share share wastaffelnya. Heeh. Wel. Oke. Berarti wastaffelnya memang sengaja dibikinnya ditaruh di luar ya, Iya. Jadi kan ee kalau misalnya udah ada dua anak gitu, jadi kalau misalnya ada yang lagi pakai air gitu di toilet, nah ini bisa ee pakai wasffel gitu di luar gitu. He lucu, lucu. Lucu. Nah, yang sini yang kamar mandi ini kamar mandinya untuk anak gitu. Oh, he temanya kurang lebih mirip ya, Mas ya? Iya, kurang lebih mirip. Ini pakai material yang sama sih gitu. B ngukur ininya juga sama juga ya. Iya, ini sama. Iya. Oke, yang sebelah situ adalah toiletnya. Sini area showernya ya. Oke. Adakah yang ingin diceritakan, Mas, di area sini? Oh, untuk area yang tengah sini. Jadi ee area tengah sini kan enggak ada cahaya sebenarnya kalau misalnya dindinginya full semua gitu. Mak kita bikin sobekan-sobekan dari kamar mandi ini. gitu. Jadi ini tuh untuk cahaya kalau misalnya kayak lagi siang hari enggak pakai lampu gitu. Udah udah ada cahaya dari sini gitu. Ini Cuman enggak dibikin yang transparan ya di sunblast ya? Iya. Dibikin sunblast transparan. Terus yang tadi juga ee supaya dindingnya kayak dia kayak kesannya ada balok menumpang gitu sih di sini. gitu. Makanya kayak ada yang tingginya 2,1, ada yang tingginya 2,4 gitu. Jadi kita ee banyak main di ee bidang dan ruang gitu sih. Ken. Oke, kita udah selesai cerita rumahnya sangat detail dan lengkap. Terima kasih nih udah mau ceritain semuanya. Semoga jadi inspirasi buat teman-teman yang nonton dan pastinya mereka pada penasaran budgetnya berapa. Siapa yang mau jawab silakan. Kalau budgetnya sendiri itu di 2 M gitu. Udah include semuanya atau hanya bangunannya saja? Udah include semua bersama furniturnya ya. Isi-isinya semuanya. Oke. Dan itu di tahun berapa ngebangunnya? Baru selesai sih ini. 2026. Baru selesai banget. Oh, baru banget. Oke. Dan itu berapa lama sih untuk proses pembangunannya? Proses pembangunannya tuh hampir pas setahun sih. Pas setahun dan itu sesuai ekspektasi ya? Pas ya? Ee sesuaah. Sesuai ekspektasi. He. Dan berarti yang saat ini menempati di sini siapa? Saya sendiri. Oke. Berarti Mbak Tara menunggu waktu ya? Bersama anjingnya nanti. Tadi ada kan anjingnya udah gede ya sekarang ya. dimasukin aku geli banget lagi. Gat g adik-adik aja lu. Oke, mungkin ada lagi nih yang mau apa disampaikan ke teman-teman yang mungkin tadi kelewat apa-apa Mbak Tara mungkin ada yang mau ditambahin mungkin dalam mendesain rumah gimana. Heeh khusus untuk desain belum ada sih kalau mau masuk. Oke. Kalau ingatnya di Heeh. Oke. Pesan aku mungkin untuk teman-teman yang mau bangun rumah ee rumah kan untuk ditinggalinnya lama. Jadi ee kalau prosesnya lebih lama sedikit tapi ngejar lebih rapi, lebih nyaman enggak apa-apa. Jadi jangan buru-buru ya. dinikmati aja prosesnya. Nikmatin prosesnya biar pas jadi happy. Oke. Dan enggak mesti mirip misalnya mereka terinspirasi dari ini enggak mesti kayak gini ya. Disesuaikan sama mereka juga lagi ya kebutuhan. Ben sesuai kebutuhan sukanya, warnanya, side-nya juga pasti jadinya beda tapi bisa tetap bagus. Oke. Nah, itu teman-teman akhirnya mau nambahin. San masukin yang tadi San yang diajarin San. Oke. Oke. Ini kalau misalnya teman-teman ada yang mau apa ng-edesain juga di kalian bisa ngubungin ke mana nih? Misalnya ada yang mau renovasi atau bangun rumah. Kalau saya arsitek di Pram Studio. Kalau aku e untuk interior di Bun Design Studio. Oke, nanti ada di sini ya, Teman-teman. Terima kasih banyak sekali lagi udah kolaborasi sama AWM di Inspira Homes. Benar-benar menginspirasi teman-teman semuanya nih. Makasih juga yang sudah pada nonton. Jangan lupa follow Instagram kita Wicksonjana, Inspira Homes dan ada Instagram Cikin juga dan TikTok-nya semuanya ada di sini. Bye byye. Thank you. Belum di sini. Belum. Di sini pernah ada anjingnya? Belum. Coba. Coba Gat masuk.

Lihat di YouTube