Jungkat

Rumah Batako Ekspos Bisa Sekeren Ini?! (YouTube Video)

  • 24/06/2024

Halo teman-teman, aku masih di Surabaya nih. Nah, aku udah di depan rumah dengan ukuran lahan 10* 20. Tampilan depannya unik banget. Material yang dipakai pun enggak biasa. Dan ternyata material di rumah ini tuh sebagian besar enggak difinishing loh. Penasaran kan? Yuk, ikutinya sampai habis. [Musik] Kita udah di depan rumah mulas nih bersama dengan arsiteknya itu Pak Hermawan. Ya, hari ini aku pengin tanya-tanya sama Pak Iwan mulai dari luas bangunan eh luas tanah dan luas bangunannya berapa? Oke, luas tanahnya sih 10* 20. Kalau untuk konsep rumahnya apa nih? Karena aku lihat cukup beda dengan rumah-rumah lainnya ya. Sebenarnya konsepnya bukan yang maunya tematik gitu sih. Ee jadi si pemilik rumah itu adalah fotografer preweku dulu gitu ceritanya. Jadi saya punya tanah yang rencananya mau dibangun dia bilang. H bisa enggak kita bikin satu rumah yang secara ininya budgetnya juga ee kita bisa tekan gitu ya ee sambil jalan lah gitu. Jadi ya kita mulai dari beberapa strategi ee pembangunan nih. Jadi misalnya kayak e karena di sini dulu ada rumahnya yang sebelumnya rumah lama. Karena rumah lamanya kondisi juga udah enggak bagus. Ee e kita makai yang substruktur-nya. Jadi struktur bawahnya itu yang kita pakai. kita bersihin yang atas. Jadi kita cuman mainin yang upper structure. Sebenarnya konsepnya sih gitu. Kalau dari Luxe ini kan kayak agak-agak Jepang ya. Itu ada maksudnya ada personal dari owner enggak yang pengin request kayak nih Luknya maunya Jepang nih. Gitu. Enggak sih? Si ownernya bilang terserah Mas Iwan katanya. Oh dibebaskan ya. Terserah Mas Iwan aja gimana. Nah kita boleh lihat dalamnya. Boleh boleh boleh silakan. Kalau di sini nih tadi pagar depannya kan tertutup banget ya Mas. He. Itu boleh diceritain enggak kenapa sih ee kayak rumahnya dari depan misterius banget gitu, terus dia agak mundur jauh ke belakang. He. Jadi waktu kita ngomongin konsep rumahnya pertama itu kan kita ee kita istilahnya kita mencoba membuat budgetnya itu terukur ya. Kita main dari luasan dulu nih. Jadi kalau budget ada sekian rupiah, kita bermain di sekian meter square ya. Karena per meter per sekarang bangunan segini. Heeh. Jadi itu yang kita sampaikan dulu ke mereka sebagai bahwa kita berbicara di platform yang sama gitu kan. Kalau dapat sekian tuh apa enggak mendingan kita bikinnya itu mundur aja sekalian. Heeh. Jadi bukan di maju. Jadi kita dapat dapat apa ya? privilege tuh setback. Oke. Berarti kalau untuk taman ya di sini ya? Taman di sini. Taman di sini. Jadi sebenarnya anak-anak juga misalnya di sini nih juga kalau ibunya lagi bersih-bersih segala macam si anak-anaknya main-main aja di sini gitu kan. Oh iya. Mereka suka banget karena sebelumnya kan di apartmen jadi mereka tuh kayak kan enggak bisa main lari-lari gitu ya. Begitu mereka pindah ke sini lari muter muter terus naik-naik sini terus guling-guling enggak karuan. Aduh. Oke. Iya. Jadi kayak ada ya ada apa ya cerita-cerita yang oh ya betapa berharganya landed house ya sekarang. Maksudnya kalau dulu banyak sekali apartemen enggak laku ya. Iya. Kalau sekarang orang pengin landed kembali kan masih untuk ngerasain menapak tanah gitu. Ada alasan tertentu enggak kenapa tamannya itu miring kayak gini terus miringnya ke arah ee rumahnya? Nah, karena kita nyiptain tampak tuh kan buat kita sebenarnya bukan buat tetangga. Oh, gitu. Nah, kalau kita masuk ke rumah kan paling cuma 5 menit lah, 10 menit sebelum masuk. Selebihnya tetangga yang ngelihatin. Iya sih. Nah, iya kan? Jadi, makanya sebenarnya kenapa konsepnya tertutup di sini tuh satu memang karena konsepnya kita pengin bikin justru yang dinikmati itu di dalam. Yang kedua emang dari ee penghuni pengin agak private ya, di skala mata ke atas tuh dia udah vakum. Jadi kalau dia bersih-bersih segala macam tuh enggak terekspos. Enggak, enggak terekspos. Karena pemilik rumah juga berhijab. Jadi pengin e kadang kalau di rumah kan pengin buka hijab, pengin bersin. Nah, itu sebenarnya. Makai kenapa di luar sangat tertutup, tapi di dalam sebagai kontrasnya di miringin ini sebenarnya kalau kita dari dalam biar rumputnya ini kelihatan hijau kontrasnya dapat daripada flat gitu sebenarnya. Jadi orientasinya emang emang dari dalam bukan bukan kita nyiptain tampak buat orang ya. Oh kita emang kalau dari sini nih ini kan begini kalau kita duduk sini aja kan. Ya udah kita sambil lihat ijaunya benar-benar ngahadap ke kita. Kalau misalnya e taman-taman yang biasa datar ya sedikit aja lah ya. Sebenarnya ini juga udah banyak lah yang bikin seperti ini ya miringmiring seperti itu. Ada yang miring ke luar, ada yang miring ke dalam. Cuman ini tuh intensinya benar-benar karena kita pengin yang di sini dapat ee tampaknya aja gitu. Oke. I ya ini area depan sih maksudnya ini luas banget sih buat anak-anak lari-larian dan lain-lain. Iya untuk zaman sekarang kan ya. He betul betul. Aku jadi penasaran sih sama dalam rumahnya. Kita boleh coba lihat Mas. Ini entrance-nya nih. Tapi ada sesuatu yang unik dari entrance ya. Itu enggak pakai daun pitu pertama dan bahannya itu ini bahan apa nih Pak? Polikarbonat. ini polikarbonat sebenarnya karena waktu itu kita ngobrol kan Heeh. Bahwa yang menjadi konstrainer kita kan budget. Nah, yang membuat budget bertambah itu kan sebenarnya struktur. Nah, yang mempengaruhi beban struktur itu adalah beban total dari semua bangunan. He. Nah, kalau kita pakai kaca itu kan berat. Jadi, pakainya polikarbonat karena ringan. Dengan polikarbonat ringan, kita bisa pakai plat L yang tipis ya kan. plat tipis akan ditopang oleh balok. Baloknya juga enggak perlu terlalu berat menopang beban sehingga semuanya menjadi cut karena kita memilih berat-berat yang ringan dari ininya gitu sebenarnya. Tapi kalau kayak polikarbonat gini ee terekspos cahaya matahari itu enggak apa-apa ya, Pak? Mm sebenarnya kan memang dia peruntukannya buat atap ini sebenarnya. Oh ya ya ya. Heeh. Sebenarnya peruntukannya buat atap. Kalau misalnya untuk entrance-nya sendiri ini kan ini lebar banget ya. Lumayan. Tapi tadi kata bapaknya, ibunya ee maunya lebih private gitu, tapi ini terbuka lebar sekali ya. He. Nah, ee boleh diceritain enggak dari konsep ee dalamnya ini gimana, Pak? Hm. Iya. Jadi kan memang tamu yang masuk tuh kan terseleksi ya memang sudah teman atau memang ngabarin tamu segala macam. Kalau yang depan kan memang sifatnya cuman lewat ya kan. Nah, yang masuk ya pasti sudah tahulah siapa mana. Dan konsep ini tuh sebenarnya memang bukan yang kayak kita pintu kecil apa ee pintu kecil terus tembok gitu. Jadi ini semua adalah betul ruang gitu. Jadi kita penginnya tuh sebenarnya ruang ini tuh sama ini jadi satu. He. Kalau pintunya kecil kan enggak kerasa ya. Kalau ini kan nyambung gitu kan. Terus ee cahaya juga jadi masuk banget ya dan adem banget ya. Benar benar. Cross ventilation-nya. Oke sih. Kalau di area sini ada area apa nih, Pak? Ini sebenarnya ya waktu perencanaan dan waktu aplikasi kan memang agak berbeda definisinya. Dulu ini dibuat untuk kantor, ada tempat untuk ee yang lain-lain lah gitu kan. Nah, tapi perkembangannya kan oh kita pakai buat ee ruang tamu, tempat meja makan gitu kan. ini sebenarnya. Nah, ini berkembang sih sebenarnya menurut gua berkembang dan ada beberapa hal kejutan kayak misalnya ya ini begini kan direspon dengan ee taman-taman tanaman gantung ya tanaman jam tuh aku juga enggak kepikiran tuh ada jam bisa ditempel di situ tapi ya masih enak itu aku tuh rumah biasanya sih penginnya sih enggak enggak enggak nempel sih sebenarnya kayak banyak alasanlah kan banyak juga di blog disebutin tentang bawa aliran udara lah dan segala macam tapi yang paling penting tuh sebenarnya enggak bocor sih. Oh, bocor ngantong gitu loh sebenarnya. Ini kan makanya kontrol bisa tetap di sini. Yang di sana juga enggak nempel, belakang enggak nempel. Tuh kayak lebih kalau ada overflow itu sebenarnya aman ya. Aman. Heeh. Satu. Yang kedua, kalau ada kebakaran. Oh, iya. Heeh. Dari tetangga atau dari kitanya tidak membebani tetangga atau kita tidak dibebani tangga gitu sebenarnya. Sisakan ruang-ruang untuk bisa menikmati udara luar sebenarnya. Benar, benar, benar. Karena kalau kita tutup semua yang terjadi adalah kita bingung untuk mendekor dindingnya. Enggak sih? Benar. Kalau kosong malah jadi kayak enggak keisi gitu ya. I kan enggak keisi. Terus kita bingung dekor dindingnya. Kalau begini kan sebenarnya udah kayak daylight dari ini dan segala macam. Kasih tanaman aja udah ya cukup sih sebenarnya kalau menurut saya ya. Heeh. Oke. Nah, kalau ngomong-ngomong soal dinding nih, ini pakai material apa ya, Ini batako sebenarnya. Batako. Oh, Batako ini. Batako ini sebenarnya series dari beberapa eksperimenku juga sih. Ada ada kafe kan bikin, terus ada galeri juga bikin pakai batako. Hasilnya enak untuk dilihat, masih tetap harganya juga tidak mahal gitu. Sebenarnya ini bataku biasa bukan batako khusus ya. Kita beli di beli di ini aja di tempat-tempat jual batako biasa aja gitu. Ada di finishing-finishing sesuatu enggak supaya looksnya di rumah enak? Enggak juga. Apa ya cuman rapi aja. Jadi kita kan tahu batako tuh enggak terlalu presisi berarti nnya harus berapa. Iya kan? Kayak gitu aja sebenarnya. Berarti di tekniknya lebih penyusunannya ya biar rapi teknis dan sebenarnya apapun yang disusun rapi terlihat terlihat proper gitu maksudnya. Ini kan juga iya kalau kita lihat si lantainya kita pakai bata keraton ya. Beton keraton bukan bata keraton. keraton tuh konsepnya ee dia modular tapi bukan dinding ya. Yang biasa kan dinding dia modulernya itu untuk lantai. Jadi kita pasang dulu berapa panjangnya, kita kasih tulangan setelah dapat baru kita naikin gitu. Jadi naikinnya per susun per bar ini per balok kecil ini yang ada gap-nya ini. Nah itu kalau ini berarti enggak ada siling dong ya. Seilingnya si flooring yang di atas. Iya flooring ini. Iya benar. Jadi langsung jadi kita pikir ee salah satu cross juga untuk membuat itu kan kita harus nutup plafon segala macam. Kalau ini kan secara feelnya juga udah enak ya. Iya udah hom banget sih. Heeh. Udah gitu kan. Enak. Kalau untuk ini strukturnya ini berarti pakai baja ya? Bukan ee ini ya bukan beton kayak biasanya ya. Ini baja semua sih. Jadi lebih ke waktu itu kan kita mau ke kecepatannya kan. Jadi kita setengahnya ini konstruksi kering lah. Mungkin enggak fully kering tapi ee ya pemasangan bataku ini juga bukan kering ya. Ini ada pokoknya selama melibatkan semen dan segala macam masih basah. Tapi apa tidak seperti kalau kita ee mulai dari bawah dan segala macam itu dengan cor semua. Nah, itu agak beda. Kalau kayak konsep terbuka gini tuh berarti kabel-kabelnya tuh gimana? Kan biasa kan kalau batako kan kayaknya enggak bisa ya. ee stop kontak tuh ditanam masuk ke dalam dinding ya. Benar, benar, Ben. Dan harus disusunnya rapi banget dong. Benar, benar sih. Jadi kayak ini sih. Nah, ini kan ini semua tuh harus kepikir gitu. Ini ketemu sama itu kan ini. Oh, i ini juga enggak boleh nempel. Ini sebenarnya prinsipnya sih biar kalau kita bersihin gampang. pembersihan gampang ini juga dibuat jarak ya. He tapi tetap rapi ya, terpunya fungsi-fungsi gitu. Karena ee sebenarnya enggak ada masalah sih suatu yang utilitarian itu kan sebenarnya keindahannya dari sistem-sistem yang ee terlihat gitu sebenarnya gitu. Benar-benar kalau dari lampunya nih ee enggak pakai penerangan yang ekstrem kayak di rubah-rubah biasa pakai down light dan lain-lain. Ini berarti cuma pakai spotlight ya masuknya? Ini spotlight. Ada sih downl yang di atas sebenarnya karena dia ada siling plaapon. Itu pun dimensinya kecil ya. Kecil gitu enggak enggak enggak sebesar biasanya. Yang ini tuh sebenarnya karena sayang ini kan ee teksturnya bagus ya. Kalau kita kasih sesuatu yang nempel kan enggak enggak enak liatnya gitu. Jadi kita biarin jadi semua yang sifatnya lampu tuh kita kasih di baloknya sini. Oke. Oke. Kalau untuk furnitur nih ee ini berarti a part of the design atau memang dari klien ya? Enggak sih, ini loose banget sih. Jadi si klien nanti ee ini kayak ini bekas di rumah lama. Oh. Jadi ada pilih tapi biasanya tanya, "Eh, ini boleh enggak masuk ke sini? Cocok enggak?" I aku ada ini nih kita tata oke enggak ya? Aku aku pikir sih ini kan rumah mereka ya pasti. Iya, benar sih. Nah, di lantai ini ada ruangan apa lagi, Pak? Ruangan ini tuh sebenarnya ini full untuk ini apa namanya si ruang tamu, ruang makan. Terus ini langsung nyambung ke dapur sebenarnya jadi open gitu. Terus ini kamar utama di bawah sebenarnya. Kamar utama di bawah. Terus belakang itu juga Hmm. Aduh aku suka banget sih gaya-gaya yang kayak gini nih yang benar-benar terbuka banget. Ini tuh open air gitu. Terus ee ini kan rumah lama yang dari tetangga lama ya. Kita biarin aja kayak kontrasnya aja sih sebenarnya. He heeh. Heeh. Kalau lihat terus oke sebenarnya ini jadi simpel aja ya. Iya simpel aja sih. Mereka juga hidupnya simpel. Berarti di dalam master pun ee materialnya tetap pengulangan dari depan aja ya, bukan yang kayak finishing. Biasa kan finishing interior, HP segala macam kan. Enggak. Enggak ya. Loose semua. Jadi sifatnya loose semua nih. Hmm. Heeh. Nah, ini punya masih punya ekstrak. Oh, denganis ya kan? Oh, dengan ini ya jendela-jenela polikarbonat yang sama ya. Oke. Jadi masih nyambung semua nih ke sana. Jadi ini masih apa ya? Enaklah. Enggak. Ini berarti kayak kalau misalnya mau dibilang proporsi dindingnya dengan bukaannya mirip-mirip deh kayaknya ya. Porsiannya ya. Iya. Karena ini hampir satu semua ruangan tuh dapat jendelanya tuh gede-gede banget lagi. Iya. Iya. Jendelanya dari bawah sampai atas sampai mentok ya. He. Kalau di sebelah situ masih ada ee taman lagi atau ini? Ini taman ini sebenarnya ke arah servis itu. Jadi servis tuh di depan gudang atau tempat ee penjaga sih sebenarnya. Jadi di situ yang sekarang jadi gudang. Tapi seharusnya tempat penjaga di depan biar kalau ada apa-apa kan di depan lebih dengar gitu. Oh iya. Ini kalau on on kayak pagi, siang sore gitu berarti memang semuanya dibuka gitu ya? Dibuka? Iya dibuka gitu. Cuman ee ya itu kalau udah mulai malam mungkin agak ditutup macam anginnya kan mulai kencang dingin. Kalau pas yang ini dibuka semua itu. Ah ngomong-ngomong soal bukaan ini nih lantai ini ada AC enggak sih? Ini enggak pakai AC. Oh ini di depan sini area living enggak ada pakai AC. Pakai AC yang pakai AC paling ya kipas mungkin baru kamar-kamar yang pakai AC. Hm. Kalau ini rumahnya hadap ke mana emang, Pak? Ini sebenarnya ngadapnya ke arah aku lupa ya. Ini kayaknya di utara ya. Oh, utara masih aman ya. Enggak langsung hadap sama matahari ya. Iya. Kemarin tuh makanya kita mikir kan utara kan bakal sepanjang hari. He he panasnya kan begitu. ini tuh sebenarnya kurang satu pohon di sini yang belum kita tanam. Jadi ee kalau lihat bayangannya ya. Oke. Ini tuh sebenarnya nanti ee akan kita pakai ee apa? Akan kita kasih satu pohon gede di sini buat shading waktu panas-panasnya itu. Heeh. E tadi aku lupa nanya pohon ini tuh pohon apa ya, Pak? Ini pohon kelor sebenarnya. Pohon banyak yang tanya juga pohonnya ini lokal apa pohon lokal? Ini sebenarnya pohon dari depan rumah waktu bongkar. Oh. Jadi kita lihat kan ee ada banyak pohon. Terus kita pilih satu pohon kelor ini yang yang mestinya pas sama karakter rumah ini kan. Kalau di lantai du ada ruangan apa aja, Di lantai du itu ada kamar anak. Ee terus kemudian ada ini tuh sebenarnya ruang-ruang ruang-ruang apa ya? Pendukunglah. Ini ada si Mulas tuh suka nge-gym. Oh Mulas itu nama si ownernya. He ya. Kita boleh coba lihat enggak, Pak? kita ke atas. Oke. Ini kalau untuk material tangganya pakai material apa, Pak? Ini besi sih, cuma besinya tipis memang ya. Bi tipis biar enggak berat ya nih. Oh. Terus ini juga ini plat besi. Plat besi juga. Oh, oke. Oke. Berarti ini dia strukturnya ee bukan yang nempel ke dinding yang sebelahnya ya? Enggak. Enggak. Ini kamar anak. kamar. Ini silingnya ngomong-ngomong lebih rendah eh lebih pendek ya dibandingkan di bawah ya? Benar, pendek. Nah, ini ee kalau kita lihat sebenarnya di sini kamar anak enggak berantakan sih, tapi kamar anaknya luas banget ya. Tuh, ada kucingnya. Ada kucingnya. Kalau ini berarti ee lantai atas kamar anaknya cuman satu. Cuman satu. Oh, iya. I dia suka di sini ngadem karena di bawah enggak ada AC. Iya, enggak ada AC di sini. Oke, oke. Berarti ee semua furnitur loose aja ya, enggak ada yang diomiz customize. Terus ada ruangan apa lagi nih, Pak? Di lantai du ini ruangannya sebenarnya ruangan-ruangan ini sih. Ini sebenarnya buat nonton. Ini sebenarnya enggak di sini nih. Jadi dulu nih kita desainnya nih sofa di sini. Nah, di situ tuh TV yang layar gede di situ TV-nya maksudnya di tembok. Di tembok situ. Oh, terus kenapa enggak direalisasiin, Pak? Keren. Itu belum belum. Jadi orang bisa duduknya di sini terus ngelihatnya sini. Ini karena sempit. Kalau kita taruh di sini meja juga enggak mungkin kan. Jadi di situ. Tapi kenapa ee ruangan yang ini enggak dixtend aja sebenarnya kan itu bisa di istilahnya didak juga. Heeh. Heh. Tangganya ditempelin aja. Jadi cuman benar-benar ee enggak ada void sama sekali. Tapi ini hubungan ruangnya dan jumlah lantainya. Hm. Hm. E pertama jumlah lantai akan membesarkan. Meter square means apa? Cost ya. Cost. Heeh. Itu satu. Yang kedua ya hubungan ruangnya juga enggak terlalu terlalu tertutup ya. Ini enak sih. Jadi bisa lihat apalagi kan ini relingnya enggak tertutup ya. Benar. Benar. Jadi kita bisa lihat langsung begini. Kalau kita lebih sempit di situ ya terbatas. Oh ini bahkan bisa lihat ke arah dapur juga ya. Iya benar. Jadi ini ini bisa langsung semuanya gitu. Oke. Oke. Kalau ini flooring berarti enggak ee cuman ini aja acian aja. Cuman acean aja. Jadi yang dari tadi yang beton keraton itu diaci. Oke. Oke. Kalau itu area apa, Pak? Ini ini tuh area ini tuh area jemur servis, dan tempat main anak-anak. Multifungsi ya pokoknya multifungsi. Jadi ya emang semuanya kompact di sini. Tapi di sini nih kita masih punya space gitu buat buat main-main gitu. Di sini ini kamarnya anak kan? Oh, berarti ada akses langsung di sini? Ada akses langsung. Jadi ini dari sini mereka keluar terus mereka bisa ya main dan segala macam. Kalau jemuran udah ini sih kalau main petak umpet anaknya sih seru banget sih karena bisa ngumpet di mana pun ya. He. Area mainnya banyak banget ya. Benarbenar he ya. Karena mungkin dulunya di tempat tertutup vertikal akhirnya jadya ya kayak lebih puas senang ya puas jadi lari-lari gitu. Mereka senang banget sih. Senang banget mereka. Kalau untuk lantai dua ini ada area lain lagi Pak? Udah sih lantai dua ini cuman ini sebenarnya. Ini rumahnya emang e komact banget. Jadi simpel sih ya enggak terlalu banyak ruang terus ya udah ya secukupnya aja Benar benar benar. Pak habis ini mungkin aku ngobrol-ngobrol sama ownernya dulu ya. Boleh ya? Boleh, boleh, boleh. Kebetulan di bawah di bawah. Oke, Teman-teman kita udah sama Bu Syifa selaku owner dari Rumah Mulas nih. Aku pengin tanya-tanya sedikit ee dari sebelum ee rumah ini nih, desain yang pengin ee diaplikasikan tuh apa sih, Bu, dari request awal Ibu? Pengalaman kami tuh dengan beberapa tempat tinggal tuh tetap apartemen gitu. di apartmen itu dengan anak-anak. Percaya apa enggak percaya kita setiap kayak weekend kita tuh bawa anak-anak itu ke tempat yang jauh yang perumahan yang banyak ee kayak apa sih? Rumput-rumput luas gitu. Dan kita melepas anak-anak dan anak-anak tuh dengan senang banget lari-lari di situ sampai kita beliin bubble gun kayak gitu. Jadi mungkin orang-orang di orang-orang di situ ini ngapain sih gitu kan. I. Tapi buat anak-anak itu benar-benar suatu pengalaman yang sangat menyenangkan gitu. Terus kita pikir, "Wah, kayaknya kita kalau punya rumah nih, kita harus ada rumput yang luas yang anak-anak biar bisa explore gitu. Halaman-halamannya juga harus luas, ya. Benar. Terus ada batu-batu kerikil juga. Karena anak-anak kalau di tempat makan yang ada batu kerikilnya sambil menunggu gitu, biasanya anak-anak tuh main kerikil gitu. Jadi, anak-anak tuh benar-benar mengeksplore alam yang enggak pernah didapetin sebelumnya di apartemen, ya. Benar. Benar gitu. Jadi itu udah pokoknya ee rumah itu buat anak-anak. Jadi rumah itu enggak cuman gedung aja. Rumah itu justru halaman, justru e kerikil dan itu rumah banget gitu. Kita pengin menciptakan ee image ee rumah yang seperti itu yang anak-anak bisa nyaman dan explore gitu. Terus kita juga bilang sama ee desainernya, kita enggak pengin gangguin tetangga juga gitu. Oh, i yang kalau misalnya ee anak-anak kan gitu pas lagi dakd-dagakdog gitu ternyata ee di sebelah lagi tidur atau apa gitu. Jadi kita benar-benar bisa peacefully. Peacefully untuk tetangga dan untuk ee keluarga ini juga ya. Iya. Iya. Benarbenar gitu dan bisa ngekplore gitu. Jadi memang kita kasih space ee dengan tetangga itu biar anak-anak tuh benar-benar bisa lari atas, bawah, kiri, kanan gitu. Oke. Kalau untuk ee looks-nya dari segi ee tampilannya Ibu udah request enggak atau kayak ya udah ee bebasin aja ke Pak Iwan. Jadi dari awal itu memang e suami itu sudah tahu karakter desainer ini itu ee dan kita benar-benar membebaskan Pak terserah deh ee kita percaya sama tis-nya Pak Iwan. Jadi Pak Iwan mau bikin model apapun kita percaya bahwa itu oke gitu. Anggap aja Pak Iwan akan membangun rumahnya Pak Iwan gitu. Oh, dengan dengan kata-kata dengan konsep seperti yang kita sampaikan untuk anak-anak rumput ini ee apa benar-benar mengeksplore ya sudah jadilah seperti ini gitu. Nah, dengan ee desain seperti ini awalnya nih karena kan menurut aku kalau untuk ee desain yang seraw ini yang sementah ini di expo ceilingnya ee enggak difinishing itu kan enggak semua owner bisa terima apalagi dengan kondisi sudah berkeluarga dan anaknya lumayan banyak gitu. Lumayan banyak. Karena kan kalau misalnya anak lumayan baik banyak pertimbangan kan. Ee kadang kan owner kalau enggak di finishing debu enggak ya dan lain-lain gitu. Nah, dari sisi ibu dan bapak gimana nih? Iya. Paling kita cuman ee kayak misalkan ini sih pastikan aja rumahnya ini aman buat anak-anak. That's it gitu. Kayak misalkan ee dengan ruang terbuka di lantai du tuh bagaimana biar anak-anak itu tetap bisa lari-lari tapi aman. He di jendela di di buka jendela itu tetap ada seperti itu. Terus kayak tangga ini apakah aman, Pak untuk anak-anak gitu? Satu rumah jadi playground ya. Jadi kayak enggak ada satu tempat yang khusus buat playroom atau tempat main ya, tapi everything ya. Iya. Everywhere is playground. Oke, kerenkeren. Nah, tanggapan Ibu nih setelah rumah ini jadi dan ditempatin, ada enggak kesan-kesannya? kesannya itu sebenarnya ya kalau kita pastinya berkesan gitu ya, tapi yang lebih lucu lagi itu kesannya itu malah berkesan buat orang-orang yang lewat. Gimana itu maksudnya, Ibu? Jadi kayak gini, sampaikan ee ibu saya tuh rumahnya enggak jauh dari sini gitu. Tamu-tamu ibu tuh sampai dibawa ke sini jadi kita lagi di kamar tuh tiba-tiba ada ngebel gitu, ternyata ibu peserta tamunya gitu. Terus ee ini tuh ee ini yang membangun begini itu begini kayak gitu gitu. Jadi kayak museum ya. Jadi kayak Iya. Iya. Jadi kayak apa sih? Kayak apa ya? Mungkin di depan tuh harusnya ada loket gitu ya. Dan rotor wisata. Terus kalau enggak gitu kadang ee kan saya juga baru lahiran ya. Baru lahiran itu ee kan ada kunjungan-kunjungan dari teman-teman gitu kan. Ke sini katanya mau ngunjungin adik bayi Tapi buat begitu iya. Begitu kita keluar apa keluar bawa bayi gitu pertanyaannya gitu. Ini tuh atasnya itu tamannya itu bawa ke rumahnya ya rumahnya. Terus bayinya ditaruh di itu kan di swinging chair itu dan mereka foto-foto. Oh karena emang spot-fotonya bagus ya di sini gitu. Jadi ee maaf ya kita banyak-banyak tanya rumahnya ya. Iya enggak apa-apa gitu. Jadi kayak yang kayak piknik gitu dan foto spotnya itu biasanya yang dirumput-rumput itu ya seperti mereka berpiknik gitu loh. Oh iya sih karena memang kalau dilihat looks dari depan rumahnya ya kayak enggak di Indonesia gitu ya. Mungkin kelihatannya kayak kayak seakan-akan liburan di luar negeri gitu ya. Iya. Semoga emang di dalam rumah ini kita bisa liburan terus setiap hari sih Amin. Amin. Amin. Emang emang mendukung banget sih ya desainnya ya. Oke Ibu kalau gitu makasih banyak nih atas ee ceritanya nih. Rumahnya benar-benar bagus banget. Thank you banget, Bu, sudah diizinin buat kita keliling-keliling hari ini. Mungkin habis ini aku ngobrol-ngobrol lagi sama Pak Iwan. Boleh, boleh. Thank you, Ibu. Iya, terima kasih juga. Sama-sama. Yeah. Nah, Teman-teman, kita sudah balik lagi bersama Pak Iwan nih. Aku pengin tanya soal durasi desain dan durasi konstruksi dari rumah ini. Berapa lama, Pak? Ee durasi desain sih enggak lama ya, 3 bulanan ya. 3 bulan standar. Cuman mungkin konstruksinya itu yang mungkin ee 2,5 menginjak 3 tahun kayaknya sih. Kayaknya soalnya waktu perjalanan di ee konstruksi itu waktu itu ada COVID. Banyak musibah lah. Maksudnya kita jalan berapa persen keputus, jalan lagi berapa persen keputus. Jadi ya lebih ke sabar-sabar aja sih nungguin ininya gitu. Ini juga enggak pemilik rumah juga buru-buru kan jadi kayak lebih santai lebih santai. Lebih santai. Oke. Terakhir nih Pak boleh tahu enggak sih kalau untuk budget rumah ini berapa? Oh budget karena udah mungkin hampir 3 tahun ya. Jadi berkembang sih dari pertama budget itu dikeluarkan oleh si klien, terus kemudian terakhir tapi sampai terakhir tuh sebenarnya enggak sampai 1 M. Enggak sampai 1 M. Karena memang dari segi luasan rumahnya bukan yang full ini dimanfaatin untuk 10* 20 ya. Iya. Benar, benar, benar. Jadi kita tuh kira-kira separuhnya lah. Separuhnya dari 1020 10 sih kita juga banyak void ya kan. Terus enggak banyak sekat gitu kan. itu yang mungkin bikin bisa lebih efisien gitu dan lebih simpel juga ya rumahnya ya padat lebih simpel. He. Oke teman-teman mungkin segitu aja nihnya dan aku yakin teman-teman pasti penasaran banget sama style-nya Pak Iwan ya. Bisa dicek di mana nih karya-karya Pak Iwan lainnya di Hermawan Dash atau juga bisa di Ara Studio. Oh di Ara Studio. Oke langsung dicek aja nih teman-teman dan ee kalau ada pertanyaan tambahan boleh banget komen di bawah. Jangan lupa like, share, and subscribe YouTube channel Arsita. kita bakal ee banyak ngeliput rumah-rumah yang keren lagi. Thank you. See you.

Lihat di YouTube