Jungkat

Rumah Budget Terbatas, Tapi Jadinya Keren! Inspirahoms: Homeme.11 (YouTube Video)

  • 22/08/2025

Selamat datang kembali di channel Wicak Mifta. Hari ini kita akan berkunjung ke rumah dengan luas tanah 6* 15. Dibangun tanpa arsitek dan kontraktor dengan budget yang terbatas tapi jadi hunian yang idaman. Ya udah kita main aja yuk ke rumahnya. Let's go. Halo, perkenalkan aku Eka dan ini suami aku. Aku Virsen. Selamat datang di Homie. Oke, sekarang sudah ada ownernya. Ada Mbak Eka di sebelahku. Terima kasih, Mbak. Kita udah boleh main ke sini. Iya, makasih juga, Mas, sudah mampir ke sini. Sama-sama sudah boleh berkunjung dan akan kita grebek rumahnya. Oke, Mbak. Ini luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa? Kalau untuk luas tanahnya 90 m², jadi lebarnya 6 m, panjang ke belakang 15 m, bangunannya kurang lebih 80 m². Oke, karena dua lantai ini ya. Nah, ini desainnya apa nih, Mbak? Untuk konsepnya dari luar sini sih Scandinavian ya, Mas ya? Heeh. khasnya banget bentuk atapnya segitiga gitu. Iya. Iya. Segitiginnya ini ya. Heeh. Iya benar. Cuman ada paduadan sama nuansa tropisnya ya dari kayu-kayunya ini ya Mbak ya. Iya. Dari kayunya. Jadi biar enggak monoton karena aku kan penginnya tuh netral aja enggak terlalu mencolok. Jadi makanya pilih warna catnya tuh yang kalem tapi enggak putih juga jadi enggak cepat kotor. Nah, biar enggak monoton aku kasih aksen kayu-kayu itu. Oke. Jadi, jadi matching sih, Mbak. Ini kan agak kekrem gitu ya berarti ya. Iya benar. Terus dipaduin sama kayu. Wah nyatu sih biar enggak terlalu kontras gitu ya. Nah tadi kan aku juga sebut ini, Mbak di dibangun tanpa arsitek maupun kontraktor. Berarti semua desainnya ini mikir sendiri gitu Mbak sama suami berarti. Benar. Iya berdua. Jadi pas waktu proses pembangunannya cuman pakai jasa tukang aja Mas. Kita kalau untuk material kita cari sendiri terus desainnya juga kita cari sendiri. Keren. Nanti kita akan lihat di dalamnya. Keren. Dan ini di lantai satunya ini juga aku lihat dindingnya sepertinya agak tinggi ya. Atau karena ininya yang naik kayaknya ya dari jalan ya. Iya benar. Jadi rumah ini tuh kelihatan emang tinggi banget karena dari apa? Dari jalan sini aku naikin Mas. Oh oke. Aku naikin karena makin tahun kan jalanan ini pasti akan kebangun gitu. Jadi aku enggak mau nanti kalau rumahnya malah jadi kalah sama jalan terus jadi banjir gitu. Makanya udah dipin jadi aku Heeh. Jadi aku persiapin enggak apa-apa tinggi sedikit. Terus juga untuk karpotnya enggak takut ngegasruk mobil karena emang udah di diukur ukur ya. Jadi ini ada tingkat kelandaiannya itu aman ya. Iya aman untuk mobil aku gitu. Kalau dari pagarnya ini pakai apa nih Mbak? Nah untuk pagernya ini aku pakai ini pakai apa tuh? Lis plang ya. Lis plang. Oke. Buat menghemat budget. He. Oke. Tapi jadi cakep sih ya. Iya. Dan ini warnanya seolah-olah seperti kayu asli. Jadi menyatu sama plafon dan ininya ya, Mbak ya. Iya, betul. Terus udah ada tekstur kayunya juga. Jadi buat matchingin sama ininya. Oke. Ini boleh kita masuk enggak, Mbak? Boleh. Boleh. Ayo silakan masuk. Jadi memang akses ada dua untuk pejalan kaki sama kendaraannya. Iya, betul. Permisi. Wih. Nah, ini ternyata pas sudah di dalam sini, area sininya tuh untuk teras ya, Mbak ya? Iya, betul. Teras. Oh, tapi terasnya memang dibikin ada polikarbonatnya ya, Mbak ya? Solarnya. Iya. Heeh. Solar. Oke. Ada ceritanya enggak, Mbak, kenapa sih dibikin terang di bagian sininya gitu? Iya. Jadi ee aku tuh penginnya bagian carport tetap adem karena kan buat kendaraan biar variasi terus biar terang juga rumahnya. Jadi aku pakai kombinasi ini pakai atap solar sor apa solar flat. Iya betul. Solar flat. Jadi ini ya yang sininya tuh terang. Yang sini itu enggak seterang itu. Tapi tetap masih terang karena sini sama sininya ada sumber cahayanya. Ya. Iya. Oke. Dan ini kayaknya ininya tuh untuk duduk-duduk santai ya Mbak ya? Iya. Oke. Wah asik banget sih ketika duduk-duduk santai sore-sore gini. Oh sininya juga ada roaster ya? Iya ada raster. Iya, biar ada sirasi udara. Karena papa aku tuh ngerokok. Jadi kalau main ke sini aku penginnya tuh ada spot buat dia ngerokok gitu di sini. Iya. Jadi biar enggak di dalam. Tapi di dalamnya juga tetap ada taman. Cuman emang sini buat area ngerokok aja gitu. Oh, sampai ini ya MCB-nya juga ada rumahnya dari yang model kayu-kayu gini ya, Mbak ya? Iya, Mas. Wah. Oke. Jadi area untuk masuknya pintu masuk berada di sini. Heeh. Berarti ini tuh rumah kan lebar 6 ee dipisah gini ya, Mbak ya. Separuh 3 m. Iya, betul. 3 m. 3 m. Ini cukup sih ya untuk satu mobil sama ada kendaraan motor pun masih bisa masuk. Kendaraan motor masih bisa masuk. Kalau untuk dinding ternyata k lihat ada variasinya yang sini polos-polos. Yang sini ada tali airnya ya, Pak ya. Iya. Sebenarnya sih pengin semuanya di tali air keterbatasan waktu jadi tukangnya baru selesaiin ini aja gitu. Oke. Untuk lantai carport-nya pakai apa nih, Mbak? tadi ya masih ngehemat budget. Jadi sebenarnya aku tuh penginnya batu andesit cuman karena ngehemat budget terus pas di toko bangunan ternyata aku nemu keramik yang tekstur sama bentuknya itu mirip ya udah kita pakai ini aja gitu. Jadi terus untuk membedakan sama lantai yang di teras aku bedain aja Oke. Ini lebih ke agak teraso gitu ya. Ee ada background ini enggak, Mbak untuk sebagai arsitek atau apa gitu? Enggak. Enggak ada, Mas. Nah, itu proses mencarinya material seperti apa, Mbak? Jadi, ee aku tuh kan banyak lihat di YouTube channel, di Instagram. Jadi, kita tuh sebelum bangun rumah dan sebelum ngobrolin ke tukang itu aku udah nyari-nyari dulu gitu. Jadi, aku dapat inspirasi apa itu aku save, aku catat. Jadi, selain memang nabung untuk dananya, tapi untuk inspirasinya juga. Iya, aku sudah mempersiapkan gitu sampai denahnya, layoutnya. Iya, gitu. Wow. desainnya, fasadnya. Cuman kan namanya pembangun proses pembangunan rumah itu pasti ada aja dramanya ya, Mas Jadi di tengah jalan pasti ada pasti yang berubah gitu. Cuman kan kita punya patokan nih gitu jadi enggak terlalu berbeda jauh gitu harapannya. Dan ini setelah jadi apakah berbeda jauh, Mbak dari harapan? Ee so far sih puas, Mas. So far puas ya. Heeh. Iya. Karena jadinya memang keren, Teman-teman. Nah, ini pintunya, Mbak. Pintu utamanya ini pakai apa nih, Mbak? Karena aku lihat di sini ada kacanya di atas, terus di sini seperti kayu. Tapi kayaknya HPL ini ya, Mbak ya? Iya, benar. Pintu ini tuh aku pengin pintu yang e alapandi gitu ya, Mas ya. Dari apa namanya? Dari baja. Cuman karena budgetnya terbatas, aku pesan dioke. Tukang aluminium, vendor aluminium. Nah, aku udah request pintunya kayak gini terus bisa tuh katanya kan ya ternyata yang datang itu polosan, Mas. Jadi enggak ada tekstur kayunya sama sekali dan dia itu salah ukuran, Mas. Jadi harusnya ini lebarnya 100 cent, tapi dia bikinnya jadinya cuman kurang dari 100. Jadi cuman 90 centti. Akhirnya dia nambal di sini dan kebetulan waktu itu kejadiannya aku yang jaga suami kerja dan ininya akhirnya dilapisin sama HPL sama orangnya. Tapi masih oke kok Mbak. Iya maksudnya masih enak dilihatlah kalau orang enggak nge kan kadang ya udah masih bisa ini masih bagus. Oke boleh kita masuk Mbak? Boleh silakan. Oke. Wah. Ah, ini kesan pertamaku pas masuk rumahnya homie ya. Ini pun langsung kelihatan dari depan sini sampai belakang itu ada taman ya, Mbak? Berarti ya? Iya, benar. Oke. Nah, mungkin boleh diceritakan dulu nih, Mbak layout-nya seperti apa gitu pas pendesainnya? Sebenarnya layout rumah ini tuh simpel aja ya, Mas ya. Karena lebarnya 6 m, jadi aku bagi dua aja area sebelah kiri dari teras terus langsung living room. Karena open space jadi ee apa langsung aku kas ada meja makan sedikit kecil si di situ. Heeh. Terus langsung ke taman gitu. Kalau untuk sisi sebelahnya kanannya ya udah karpot terus kamar utama, kamar mandi, kamar anak, terus yang paling ujung dapur, kitchen. Iya. Nah, pertanyaanku ini ada ikcon tangganya emang sengaja dibuatkah atau gimana nih, Mbak? Iya. Jadi sebelumnya itu desain tangga ini emang sebenarnya di tengah sih, Mas. He. Tapi posisinya ee naik anak tangga itu ada di sini harusnya. Iya. Jadi di sini apa? Iya. Muter. Iya. U terus baru ke atas. Cuman karena tukangnya pas ngitung itu enggak ketemu bordesnya bagian ini. Iya. Heeh. Jadi ukurannya enggak pas akhirnya di situ biar enggak terlalu ngambil living room gitu. Oke. Karena ini sebenarnya ada akses ke lantai dua. Iya benar. Aku juga udah memikirkan untuk ruangan-ruangan di atas kan ya, Mas ya. Jadi ya udah ini posisinya kayak gini tangganya jadinya. Oke oke oke. Dan ketika pas masuk di dalam sini ternyata emang silingnya tinggi banget ya, Mbak ya? Sampai berapa meter nih, Mbak? Masih ingat ini kurang lebih 7 meteran sampai ujung. 7. Wow. Dan tetap dibikin mengikuti bentuk atapnya. Bentuk. Iya, benar. Plafonnya ngikutin bentuk atapnya, Mas. Wih. Jadi ketika ngelihat gini, wah tinggi sekali. Iya. Rada dangak ya, Mas? Iya sih, Pak. Di atas ya. Oke. Oke. Nah, kita satu-satu deh, Mbak ceritanya kalau untuk area living-nya ini gimana ceritanya, Mbak pas mendekorasinya gitu? Kalau untuk dekorasi aku lagi suka Japandi ya, Mas ya. Warna-warnanya itu yang netral. Warna-warna kayak coklat gini ya. Terus juga aku pilih yang emang apa? Furniture yang kompact aja gitu. Heeh. Kayak ini apa namanya? Meja TV-nya Iya. Kabinet TV-nya ini yang gantung jadi enggak terlalu makan space gitu. Oh, ya. Yang bagian sininya kan enggak gantung kan jadi lebih minimalis. Terus kalau untuk sofa juga aku pilih yang multifungsi. Jadi ini bisa jadi sofa bed gitu. Oh, oke. Bawahnya ya ditarik kayaknya Oh, oke. Ini juga kayaknya enak banget kalau buat tidur juga. Ini kerasa nih kayaknya nih dari penampakannya. Oke, oke oke. Terus kalau yang sebelah sini juga ada wall panelnya ya, Mbak ya? Berarti ya. Iya. Aku kombinasiin wallboard sama wall panel. Oke. Dan ada lighting-nya, Mbah. Itu apa, Mbak? Kok ada satu rumah itu di Iya. Jadi itu sebenarnya kan ada banyak colokan kan berantakan banget, Mas. Jadi aku tutupin. Terus kebetulan aku punyanya itu yang ada di rumah. Jadi itu sebenarnya penutup meteran listrik, tapi aku pakai itu. Iya. Jadi rada nonjau dikit gitu. Tapi tapi kesannya malah jadi rapi, Mbak. Karena kan enggak kelihatan berantakan kan kabel kan. Benar. Karena kabel kan emang kalau enggak diwadahin pasti ke mana-mana. Iya, benar. Makanya biar enak dilihat aja gitu. Jadi aku pakai itu. Terus di sebelah sini juga ada cerminnya untuk ini kayaknya feed check nih. Mau pergi ke mana. A. Iya. Jadi mau pergi bisa ini dulu ngecek. Nah, kalau yang sebelah sini Mbak ada ruang apa nih ceritanya? Biasanya sih scroll-scroll HP di sini gitu ya. Iya. Santai atau apa namanya ya? ngedit-ngedit video gitu di situ. Gitu sih. He karena bikin kontennya banyak nih Mbak Eka nih. Jadi teman-teman jangan lupa untuk follow Instagramnya juga. Apa nih Mbak? Boleh dimention Mbak? Homi.11. Homi. Apa tuh Mbak artinya Mbak? Ada artinya enggak? Iya. Pengin akun-akun rumah yang homi aja sih gitu. Oke. Jadi teman-teman juga bisa nanti kalau ada pertanyaan tentang rumahnya atau gimana cari tukangnya atau gimana mendesainnya silakan DM ke situ ya Mbak ya. Boleh, boleh. Oke, terus kita lanjut, Mbak. Hostnya, Mbak. Iya, silakan. Sini juga ada lemarinya. Oh, ini yang tadi juga dibilang ruang makannya dinding. Iya. Jadi, karena anak masih kecil-kecil, jadi paling ya kecil dulu enggak apa-apa yang penting fungsional aja gitu. Oke, kemudian kita geser ke belakang sini nih, Mbak. Nah, ini ceritanya area apa, Mbak? Karena aku lihat di sini juga ada dua keran nih. Iya. E jadi ini tuh area servis karena kan untuk sementara sebelum lantai du selesai tapi karena bertahap jadi kita taruh di sini ada dua keran sih. Yang satu untuk mesin cuci terus yang sebelahnya untuk area wudu. Jadi makanya ada area ini apa ada leveling lantainya Mas gitu. Ada leveling lantai dari sini turun dulu sampai turun ke bawah situ. Iya. Terus untuk yang area wudu di sini tuh di bawah ada itu apa? Floor drain-nya. Oh makanya di sini. Iya di situ dikasih gantungan buat jemur. Iya gitu. Memang sininya ada Oh, ternyata terbuka ya, Mbak? Iya, benar, Mas. Jadi karena pengin sirkulasi udara yang bagus gitu ya, jadi aku emang pengin banget rumah itu ada tamannya di dalam, terus sirkulasi udaranya juga bagus gitu kebuka. Aku enggak mau yang terlalu tertutup gitu. Ini enak sih ketika situ dibuka sini kan juga bisa. Iya. Jadi alirannya pas. Heeh. Gitu. Wow. Dan ini ada tanaman pandan Bali satu monstera. Terus ini apa nih, Mbak? Iya. Ini pakis Brazil. Pakis. Oh iya deng. Oh iya deh. Iya pakis Brazil. Pakis Brazilnya tapi masih di dalam sini ya. Biasanya kan dia udah sampai tinggi ke atas. Iya karena emang belinya masih kecil maksudnya belum yang setinggi itu banget. Terus kan karena cahaya mataharinya enggak terlalu terik di sini jadi pertumbuhannya agak lambat. Jadi pas aja gitu taruh sini. Iya karena kalau udah dia sampai di om. Iya. Heeh. Tinggi banget bisa tinggi banget. Oke. Terus ini juga aku lihat ada bench-nya ya, Mbak ya. Emang sengaja dibikin untuk bersantai-santai. Iya benar. Oke. Dipadu badan sama rumput sintetis ini ya. Sini ya. Iya betul. Nah, ternyata di pojok sini ada sebuah akuarium. Hobinya siapa ini? Suami. Oh, baiklah. Oke, oke oke. Oh, ya. Tadi aku sempat e kelupaan belum bahas. Ternyata di situ juga ada lampu-lampunya ya, Mak, ya. Ini kayaknya kalau malam berasa kayak di kafe-kafe gitu. Lampu kafe. Iya, penginnya sih gitu. Jadi kita tuh emang kaum rumahan, Mas. Jadi emang jarang maksudnya enggak bukan jarang sih agak malas keluar jadi pengin rumah tuh yang benar-benar ya homi banget gitu ada suasana kafe bisa gitu jadi lebih betah di rumah aja sih gitu nanti namanya namanya Homie terus di sebelah sini nih Mbak ada sini ada dapur dapur oke ini luasannya berapa, Mbak? Masih ingatkah kalau luasnya 2,25 m * 3 m? He gitu. Jadi emang aku buat segaris ini aja 3 m lebar 5 lebar 3 m. Terus ya udah ini ada kompornya singnya untuk semua utensils-nya appliances-nya ditaruh rapi di sini ya Mbak ya. Oke oke oke. Nah ini untuk sirkulasi udara berarti harapannya ke sini berarti ya Mbak ya. Dia heoke jadi sebenarnya dapur ini tuh rencananya kamar kamar ketiga. Jadi rencananya ada tiga kamar. Cuman karena tadi posisi tangga yang bergeser harusnya di bawah tangga ada kitchen. Jadi kitchennya pindah ke kamar ketiga ini. Makanya bentuknya tuh masih ini ada pintu. Iya. Ini jendela. He oke oke. Tapi ya emang jadi lebih memanfaatkan ya karena juga udah ada ruangnya kan ya. Heeh. Heeh. Jadi ya udah disesuaikan aja dapurnya jadinya sama luas ruangannya ini gitu. Oke. Baiklah. Terus kalau aku lihat juga ternyata lantainya beda ya Mbak yang di sini ya. Lagi-lagi motif kekayuan. Iya, sengaja emang aku bedain aja. Jadi emang bagian sini biar lebih gampang mix and m terus bisa terkesan luas aja gitu sih, Mas. Jadi aku pilih yang polos terus granit yang agak besar 60* 60 cent. Iya. Oke. Heeh. Nah, tadi sebenarnya teman-teman di balik layar kita sudah sempat cerita juga. Jadi ee rumah kenapa ini kan rumah dibangun dari nol ya Mbak ya? Dibangun dari nol. semua didesain sendiri dan dibangun tanpa kontraktor juga ya, Mbak ya. He itu karena ada alasannya juga karena enggak pengin KPR rumah akhirnya memilih jalan. Benar banget. Wah, mungkin boleh diceritain dikit nih, Mbak? Siapa tahu jadi inspirasi juga buat teman-teman nih. Iya. Jadi ee emang dari awal menikah kita tuh enggak pengin ada KPR rumah gitu. Jadi segimanapun jalannya kita berdua yang ngejalanin, ya udah kita milih untuk ngontrak di kontrakan tiga petak, Mas gitu. Jadi emang kita sederhana Jadi kita pilih untuk kontrak dulu, terus kita kumpulin budgetnya terus sebelumnya juga emang ada tanahnya udah ada, udah siap. Jadi untuk ngumpulin budget bangun rumahnya aja gitu sih. Jadi kita nunggu dulu deh sampai budgetnya terkumpul. Benar-benar sabar dulu aja gitu. udah terkumpul baru kita mulai nih proses bangun rumah dan itu dari nol. Nah, karena untuk menghemat budget itu tadi aku pilih untuk enggak pakai kontraktor, enggak pakai arsitek gitu. Wih, tapi keren keren keren keren. Jadi enggak perlu pakai KPR ya, Mbak ya, untuk punya suuhinya. Ternyata bisa, Teman-teman. Nih, ada nih buktinya. Jadi, jangan didebatkan lagah Keren, keren, keren. Inspiratif. Boleh kita sambil lanjut lagi house ya. Di sebelah sini ada apa? Boleh. Kalau ini kamar anak. Oh oke. Wah lucu sekali kamarnya. Ini yang mendesain merancang di kamarnya ini dari Mbak Eka kah atau? Iya benar. Semuanya desain sendiri. Interior semua desain sendiri walaupun tidurnya sebenarnya masih sama orang tua. Iya gitu kanya ada ini chat ya Mbak ya? Oke. Divariasi dibikin Iya. Heeh. Lengkung-lengkung ada rumah-rumahnya gini. Oh, ini meja belajarnya. Ini luas berapa nih, Mbak? Untuk kalau untuk luasnya 3 m * 2,5. 3 m * 2,5. Heeh. Ini kali 2,5. Oke. Oh, ini juga ada hiasan untuk ini mainannya anak wheels. Iya, benar. Oke, ada lagi mungkin yang mau diceritakan, Mbak, dari ruangan ini? Cuman ini sih, Mas. Ini persiapan untuk AC. Jadi, pas bangun rumah emang udah kita siapin semua gitu. Bu ee semua kelistrikannya. Iya. Heeh. Jalur listrik, jalur pembuangan AC, pipa-pipa itu udah kita rencanain gitu. Jadi walaupun nanti bertahap ngisinya tetap udah ada. Jadi enggak harus bobok-bobok lagi, enggak berantakan lagi. Harapannya gitu sih, Mas. Benar, benar, benar, benar. Karena juga mau ngomongin berproses pembangunannya karena ternyata lantai duanya pun juga masih belum full ya, Mbak ya. Benar. Iya, belum selesai untuk lantai duanya. Oke, nanti kita bahas lagi. Kita ke sini dulu nih, Mbak. Nah, ini apa nih, Mbak? Ruang apa? Kalau ini kamar mandi. Ukurannya mungil banget sih, Mas. Kompek cuman 1,75 * 1,75. Tapi nuansanya ini ya, Mbak ya. Cerah ya. Terang ya. Kesannya lebih luas. Jadi keramik ini sampai atas gitu buat menghindari jamur juga sih. Lembab jamur semua lengkap. Udah ada water heaternya, ada exhaust fannya juga ya. Oke. Dan untuk wasffelnya ternyata ditaruh di luar. Jadi kita juga lebih nyaman untuk aktivitas di wastaffel Iya. Tanpa harus masuk. Harus masuk. Iya. Benar. Misal cuma mau gosok gigi atau cuci tangan kan enak. Enggak perlu ngantri teman-teman di dalam. Ben tapi ada satu yang menarik tuh dikasih signage ini nih. Tuh lucu banget. Berarti cowok-cewek boleh masuk ke sini Iya karena cuman satu satu-satunya. Oke. Oke. Nah, kalau aku ngelihat ke sini sepertinya ada pintu yang di kamuflage. Ini kamar master kah? Iya, ini kamar utama. He. Ada cerita enggak, Mbak, kenapa sih di kamuflase? Ini pakai WPC ya? Oke. Ada cerita enggak, Mbak, kenapa di kamuflase? Iya. Jadi, kamar ini kan posisinya pintunya menghadap ke living room. Nah, untuk jaga privacy terus untuk e biar ada suatu aksennya gitu ya, M yang berbeda ya. Oke, boleh kita lihat masuk. Ayo, ayo. Permisi. Wah, ini nyaman sekali. Ini ukuran berapa, Mbak? Kamar Mas ukurannya sih sebenarnya cuman 3 * 3 m, Heeh. Jadi penginnya sih e walaupun ukurannya cuman 3 * 3 m, aku pengin semuanya masih ada di sini gitu kayak lemari. Nah, karena lemari ini juga lemari sleding, jadi aku taruh di sini tuh masih bisa aksesnya buat buka. Jadi di sini masih ada lebih luaslah, masih ada kesan luasnya jadinya. Karena lemarinya aku posisinya taruh di situ gitu. Oke. Dan ini juga ada WPC lagi ya, Mbak ya, untuk aksennya. Oh, dan ada warna berkombinasi. Warna apa nih berarti ya? Hijau. Hijau agak kecoke. Sage green. Sage green. Iya. Yang lagi ngetren juga nih warna ini nih ya, Mbak ya. Iya. Biar kesan adem aja sih gitu, Mas. Kan di kamar ya. Asik kok. Asik. Biar lebih nyaman. Iya. Cuma yang aku lihat satu ini. Wuh, si gordennya ternyata sampai atas ya, Mbak Iya. Biar terkesan lebih luas gitu sih, Mas. Karena kan emang mungil banget nih kamarnya. nya gitu. Terus kasur juga kan udah barang-barang besar jadi biar agak luas. Kalau plafon divariasi ya, Mbak ya. Ada ambience light-nya ya. Kalau pas tidur malam apakah yang sering dinyalain yang ambience Mbak? Biasanya sih pakai lampu tidur, Mas. Oh malah lampu tidur ini ya? Oh iya sih. Oke. Asik asik asik. Oke. Ada lagi yang ingin diceritakan dari ruangan ini, Mbak yang aku kelewatin? Udah sih, Mas. Segitu aja. Oke. Oke. Dan berarti tinggal satu area lagi nih di atas nih. Nah, tinggal yang terakhir nih, Mbak. Ini berarti atas lantai du saat ini difungsikan sebagai apa nih, Iya, karena rumah ini kan masih bertahap pembangunannya. Jadi emang kita selesaiin lantai satu itu harapannya sih nanti pembangunan lantai du enggak berantakan di area bawah. Jadi, kita langsung bikin tangga, Mas. Gitu. Iya. Terus untuk lantai duanya ya langsung kita du tiap ruangan kecuali living room itu udah didak semua gitu. Oke. Itu ada ruang gudang berarti. Iya. Jadi itu kita manfaatin untuk gudang. Jadi emang tanpa keluar itu fasad udah kita rapihin semua gitu. Tapi khusus sebagian gudang ini emang belum selesai gitu ya. Belum selesai. Dan tadi juga ee sebelumnya di balik layar nanti pun akses tukang-tukang pun bisa lewat samping rumah ya, Mbak ya. Harapannya sih gitu kan biar enggak berantakan di area sini. Jadi Iya. Karena di sebelah ini masih tanah kosongnya masih kebun. Jadi ee aksesnya tuh bisa lewat samping nanti gitu tukangnya. Walaupun walaupun bertahap tapi semuanya sudah dipikirkan. Jadi insyaallah tidak mengganggu kenyamanan yang di sini ya Mbak ya. Oke. Ada ruangan apa lagi mungkin Mbak yang aku belum ini kita bahas udah sih udah semua ya. Oke, berarti saatnya kita closing. [Musik] Oke, Teman-teman kalau udah duduk bareng berarti ini kita udah masuk ke closing dan sudah ada Mas Firsa di sini. Aku akan integurasi Mas Virsa. Sudah siap, Mas? Insyaallah. Oke. Nah, di awal kan aku juga udah bahas tadi dan mungkin di tengah-tengah video juga budgetnya terbatas. Boleh tahu enggak, Mbak Eka, Mas Virsa, ini budget pembangunan rumah ini tuh menghabiskan berapa sih biayanya? Kalau untuk budget sih ee kisaran 400-an sih, Mas. Di 400-an. Iya. Oh, masih sangat terjangkau ya untuk rumah dua lantai ini berarti ya. Iya. Tapi itu emang wilayah Tangerang, Kabupaten Tangerang sih, Mas. Kan kita belum tahu nih kalau di berbeda daerah gitu ya. Iya, pasti ada perbedaan. Pasti kan ada perbedaan dari upahnya gitu-gitu lah ya. Macam-macam ya. Oke. Tapi keren dan itu dibangun tahun kapan? Benar. 2024. Tahun lalu 2024 ya. Oh. Proses pembangunannya berapa lama tuh, Mbak? Mas, kurang lebih sampai rapi. Kita pindah itu 5 bulan. 5 bulan ya. Oh, cepat juga ya. Dibangun tanpa bantuan arsitek maupun kontraktor. Berarti apakah setiap hari ngunjungin ke proyek gitu atau gimana? Ya itu tadi sih karena emang kita enggak pakai kontraktor. Jadi mau enggak mau kita tetap harus ngontrol sih, Mas. Cuman emang pas awal-awal pembangunan kayak pondasi itu tuh sampai naik bata itu kita paling ngontrolnya enggak terlalu intens gitu aja sih. Heeh. Jadi ee kalau ada butuh kurang material kita cuman ngubungin toko material. Toko material iya gitu. Cuman kita lebih intens dan apa namanya dan sering kontrol itu pas finishing sih Mas yang lebih ini langsung karena langsung kelihatan kan. Iya. Heeh. Heeh. Dia sih setuju karena memang pekerjaan finishing tuh yang sepertinya kalau Heeh. Paling detail. Dan kalau kita tiap hari itu sebenarnya enggak terlalu banyak kelihatan ya, Mbak ya. Soalnya kan Iya. Paling salah miskomunikasi sama tukang mungkin. Miskomunikasi sama tukang kita sudah menggambar desain tapi tukangnya atau salah persepsi atau kita rubah lagi. Oh padahal sudah ada gambarnya. Sudah ada gambarnya. Sudah ada gambar denahnya sudah ada kasih ke tukang. Tapi tukangnya mungkin salah persepsi jadi bilang lagi ke tukangnya lupa atau gimana. jadinya lain ya, akhirnya dia harus ngulang lagi. Mungkin kalau ada tips dan trik nih dari Mbak Eka maupun Mas Virsa untuk teman-teman yang mungkin sedang mengalami proses pengin bangun rumah sendiri juga gitu. Kalau tips sih dari aku harus komunikasinya itu harus benar-benar ini sih sama tukang itu benar-benar kita tuh semua harus diomongin gitu di awal. Enggak cuman di awal sih sebenarnya setiap dia kerja misalkan e ada bagian pasti bangun rumah kan ada bagian-bagiannya nih. Pertama kayak pondasi dulu terus nanti naik bata gitu-gitu. Nah itu tuh setiap stepnya itu kita harus memang kontrol terus komunikasi lagi, ingetin lagi. Karena ya tukang kan juga manusia Mas jadi pasti ada lupa terus ada miss juga kayak gitu sih. Apalagi untuk proses finishing itu penting banget sih. Beneran penting banget. Jadi kalaupun bisa kita seharian bisa kontrol sih. Iya. Kayak misalkan pemasangan granit itu kan benar-benar yang harus jelas. Kalau enggak kadang-kadang ee tukang suka ngide sendiri gitu. Iya benarbenar dan kadang lebih ngeyel tukangnya gitu. Nah kemarin itu posisi tukangnya lebih tua kan dari aku ya. Jadi terus juga karena udah kenal orang tua jadi mereka apa dia tukangnya tuh merasa ngeyel gitu loh. Merasa dia tuh benar. Oke. Oke. Ya udah berarti kalau gitu cukup sih dari aku. Nah, paling kalau teman-teman ada yang pengin tanya-tanya lebih detail kayak tadi ya, Mbak yang udah kita sebut, follow ke Instagram-nya Oke. Ada di TikTok juga, Mbak, atau di platform lain? Ada. Di TikTok juga sama. Oh, Mii 11. Oke, gitu teman-teman. Langsung aja tanya-tanya lebih lengkap, lebih detailnya ke Mbak Eka sama Mas Virsa di situ. DM atau ke TikTok-nya mereka juga. Dan ya udah berarti cukup sekian episode Inspirums kali ini. Terima kasih banyak teman-teman yang sudah nonton. Jangan lupa subscribe, follow Instagram kita Wakson Miftajana dan Instagram Inspira Hing sorry salah. Dan follow Instagram Inspira Homes. TikTok kita juga Wicak Mifta dan Inspira Homes. Dadah. Thank you sudah nonton. Makasih. Pituk. Entar dulu K dulu San. Oman mau keluar. Dia ngintip-ngintip nih. Nih pelakunya. Pelakunya pemirsa. Selamat datang di hom

Lihat di YouTube