Jungkat

Rumah Bujangan yg Serba Hitam! InspiRaktor: Basheera Projects (YouTube Video)

  • 18/07/2025

Oke, Teman-teman. Episode kali ini cukup berbeda. Kita mau ngajakin kalian ngelihat rumah itu yang cowok banget dan semua finishingnya sengaja dibikin row. Dan kita akan ngobrol sama kontraktornya. Let's go. [Tepuk tangan] [Musik] >> Halo, Mas Tata. Halo, selamat pagi. >> Selamat pagi. Thank you, Mas, kita sudah datang ke sini dan kita akan melihat salah satu hasil karyanya ya, Mas, ya. >> Iya, terima kasihnya ya. Terima kasih waktunya. >> Oke, mungkin boleh memperkenalkan diri dulu Mas Tata. >> Oke, perkenalkan aku eh Artana eh owner dari Basira Projects. Eh, kita sekarang ada di salah satu proyek >> di daerah e Bintara. He >> eh memang tadi seperti yang disebutkan sama Mas Wicak, laki banget ini rumahnya. Laki banget. >> Laki banget sih, Mas. Dari luarnya sudah terlihat semuanya warnanya gelap >> dan semuanya raw. Iya rau sekali. Beda dari yang lain. >> Nah, kita sebelum bahas desainnya lebih lanjut, Mas, luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa ini Mas? >> Kalau luas tanah itu di 104, luas bangunannya di 215. >> Lebar berapa nih, Mas? Delan kayaknya, ya. >> Panjangnya 13 berarti ya. Dan ini cukup berbeda teman-teman. E tidak ngobrol sama arsiteknya, kita akan ngobrol sama kontraktornya. Ini menarik karena beliau akan cerita juga semua perjalanan membangun rumah ini ya Mas dengan likalikunya. >> Betul betul betul betul betul. Oke. Nah, ini kalau dari depan ini kan ketika kita lihat rumahnya cukup banyak apa ya geometrinya nih Mas desain berarti dari arsitek ya? >> Betul. Kalau desain ini dari arsitek. He. >> Siapa tuh Mas arsiteknya Mas? ee namanya Mas Hendro dari Ruang Raya. >> Oke. Oke. Kita pernah colab juga sama Mas Hendro. >> Betul. Betul. Nah, ini kita di sini Basira hanya mengaplikasikan apa yang didesain oleh ee dari ruang raya itu tadi. >> Oke. Nah, ini kan memang cukup apa ya kompleks ya, Mas ya bentukannya ya. Itu pas >> gimana proses membangunnya Mas yang aku mau tanyain Mas. >> Oke, cukup menarik pertanyaannya ya. Jadi nanti ee mungkin nanti akan kita kasih dokumentasi before-nya tadi ya. Jadi memang ini dari rumah second, dari rumah second, rumah tua kita ee merenovasi bisa 90% itu sudah kita rubah, Mas. Kita merubah fasadnya, >> kemudian merubah dalamnya. Lotnya banyak sekali yang kita rubah, Mas. >> He. Nah, ini kan emang semua requestnya ini dari ownernya ya, Mas. Maksudnya warnanya kan dominasi hitam. >> Iya. >> Terus banyak kayak apa patahan-patahannya gitu. >> Susah enggak, Mas? Oke, jadi memang ngebikinnya cukup cukup challenging ya, baik dari sisi arsitek ataupun dari sisi ee kontraktornya. Jadi kalau teman-teman lihat area yang lancip itu, >> Heeh. >> itu kita menggunakan GRC. >> Oh, itu GRC. >> Itu GRC. Jadi kadang orang ngira kuat ya pakai ee dinding >> dinding. Iya, kan berat kan. >> Berat itu kita menggunakan GRC. >> Sebenarnya banyak teman-teman kalau ee pakai kayak gitu ada banyak opsi ya. Bisa pakai plat bisa atau pakai GRC bisa. He. >> Tapi pastikan GRC-nya yang epofing. Kemudian kita tutup menggunakan e kamrotan. Catnya juga cat yang ee waterproofing. >> Oke. Jadi itu ada rangkanya dulu ya, Mas ya. Bagian atas ya. >> Betul. Ada strukturnya, Mas. Ada struktur rangkanya. >> Dan itu berarti kalau pakai GRC cuma berfungsi sebagai second skin ya, Mas ya? >> Betul sekali. >> Betul sekali. Second skin untuk nutupin yang di area lantai nya nanti. >> Oh, lantai tig deh ya. Ini >> lantai tiganya. Betul. >> Terus kemudian yang turun sini nih, Mas. Ini kan ternyata semuanya juga apa? Keamprotan semua ya. Ini dinding ya kalau yang sebelah sini ya. >> Betul. Kalau yang sebelah kiri dinding hebel standar ya. Kita plaster aci terus habis itu di kamrot tadi. Cat menggunakan waterpfing juga >> tekstur. >> Oke. Nah, terus yang sebelah sini ternyata ini beda lagi. >> Ini bata. >> Bata tapi jenisnya kita bata custom ya. Di tengahnya itu ada kayak lubang gitu untuk besi tulangannya. >> Tapi kemudian dicat hitam juga ya. >> Betul. Awalnya bata merah terus dicat ee warna hitam. Oke. >> Jadi kalau diperhatikan sebelah kanan itu tidak ada struktur kolomnya karena itu tadi yang menopang itu hanya ee besi tulangannya itu tadi. >> Berarti kombinasi ini yang bata custom, yang ini bata tempel juga semua ya, Mas >> Betul. Ini bata tempel warnanya merah itu tadi, oren itu tadi. Tapi kemudian dicat warna hitam, Mas. >> Termasuk yang sini ya, Mas ya. >> Termasuk yang >> tarik sampai ke bawah ya. >> Tarik sampai ke bawah. Ini semua bata bata tempel sampai depan sini. >> Oh, ini juga bata custom ya? >> Betul. Yang depan ini >> bata custom. Kesannya kayak roster kan? >> Iya iya kayak kayak roster ya. Padahal dia ini batak custom dan ada tulangannya semua ya. >> Betul betul Mas. >> Terus ee ada tetap ada hijau-hijaunya ya Mas ya. >> Betul itu request dari klien. Dia tetap kesan lakinya dapat tapi tetap pengin ada ee hijau-hijaunya lah. >> Oke. >> Baik di bawah ataupun di lantai du sama di lantai tiganya itu. >> Oke. Menarik teman-teman. Dari luar emang kita bahasanya cukup panjang karena fasnya cukup kompleks dan dijelaskan lengkap sama Mas Tata. Betul. Betul. Betul. Kita ke bagian pagar. Biasanya sering tanyain juga sama teman-teman. Ini pagarnya simpel aja ya dia ya. >> Simpel aja, standar. >> Cuma dibikin cukup tinggi. >> Oke, >> mungkin ini sekitar 2,2 >> pagernya memang request klien >> ee pengin agak tinggi. >> Oke. Terus aku juga notis ini, Mas. Ini sambil kita buka, ya. Ternyata >> naiknya cukup tinggi juga ya, Mas, ya, dari permukaan jalan ya. >> Sebenarnya alasannya karena ini daerah banjir sih, Mas. Oh, >> karena ini daerah banjir elevasi dari ee titik n0 ke lantai itu kita naik 1 m. Oh, >> naik 1 m. >> 1,2 naiknya 1,2. Kalau dilihat juga RAM mobilnya juga agak tinggi. >> Heeh. Cukup naik ke atas ya? >> Iya. Agak naik ke atas supaya tidak apa? Gasruk. >> Oh, I gasruk. >> Gasruk. Bawahnya mobil. >> Gasruk iku opo, Mas? Aduh. Aduh. Mau bahasa Indonesianya apa ya? Gasruk ya? Makanya dia apa naiknya cukup tinggi ya. >> Nah, boleh kita sambil masuk ke sini, Mas. >> Oke. Nah, ini sebelum kita lanjutin house tour-nya tadi di balik layar tuh sempat ada cerita dari Mas Tata ketika klien dibawa ke sini >> yang mayoritas orang tua itu i >> ee komentarnya cukup menarik. Mungkin boleh diceritakan, Mas. >> Betul. Betul. >> Jadi sebenarnya >> ee 80% klien basira itu kan masih muda ya, >> Mungkin 20%-nya sisanya umur-umur 45 ke atas. He. >> Nah, ketika ee 45 keatasan itu kita bawa ke rumah yang jenis seperti ini, itu rata-rata kurang cocok >> karena merasa kesannya kayak, "Loh, Mas, ini kenapa rumahnya belum jadi?" Kayak gitu. Padahal padahal sudah jadi. >> Padahal sudah jadi. >> Sudah jadi. Emang requestnya klien ee seperti itu. >> Jadi mungkin karena beda selera ya, Mas ya. Ya, kurang cocoknya di situ. >> Ini mungkin yang masih masuk anak-anak muda Genji juga masih masuk ya, Mas ya. Ya, >> betul betul betul sekali. itu masih cocok sih. >> Jadi cocok nih buat teman-teman yang mungkin mau membangun rumah seperti ini nanti juga bisa ke Basera berarti ya Mas >> Sip. Cocok gas. >> Oke. Terus kemudian di dalam sini ini kuli lihat juga semuanya di kamprot. >> Iya >> kamprotnya memang benar-benar kasar juga ya Mas ya. >> Kasar sekali. >> Mulai dari ini kolom ini kolom melingkar ini. Ini ini ini kolom struktur. >> Ini kolom struktur penginnya melingkar. Nah, ini kita bikin custom juga. He >> menggunakan ee pcasting khusus gitu. Terus baru kita cor >> sampai ke atas terus baru dikamprot. >> Ini kolom struktur sebenarnya. Jadi ya menopang beban di atas juga. >> Berarti emang bagistingnya khusus bentuknya kayak gini ya, Mas. >> Benar. Iya. Jadi harus dibikin gitu karena klien enggak mau kotak. >> Sudah berpengalaman beda nih. Terus kalau di lantainya, wah ini di lantai emang setuju sih. Makanya kenapa orang itu akan bilang ini rumah belum jadi ya? Selesai. I >> ya udah kayak gini aja ya. >> Betul. Ini hanya acian aja. >> Kemudian kita poles. >> Kita poles menggunakan mesin besar gitu ya >> supaya ee ada kesan glossynya. >> Glossy itu akan menimbul glossy itu bagus sebenarnya Mas. Tapi >> e kebetulan klien yang ini dia penginnya >> agak dibikin row. Jadi makanya kenapa kok dibikin tidak rata? Dia tuh malah pengin >> ada petakannya gini ya. >> Iya. Di area kitchen juga ada. He. >> Dia tuh justru pada saat pengerjaan pengin agak dipecahin. >> Oh. >> Pada saat pengerjaannya. Jadi kalau dilihat itu tadi kesannya kayak enggak selesai. >> Iya. Iya. Iya. Iya. Tapi iya sih jadi kesannya semua natural ya maksudnya ketika dibikin gitu ya. >> Betul betul betul betul. >> Terus ternyata pas aku dari sini juga melihat ke atas ini oh cukup unik ya karena geometrinya kompleks sehingga kita punya view yang berbeda nih ya ketika ke atas. Enggak langsung lempeng gitu loh, Mas. >> Betul. kelihatan. Tiba-tiba ada kacanya, tiba-tiba ada tanamannya. >> Wow. Dan ini emang ee nah ini yang bagian sini ternyata >> aku melihat ini ya udah spandeknya juga diekpos ya, Mas. Eh bondek deng. >> Betul. Ini kita pakai bondek. Dicat aja dicat semprot os saja. >> Oke. Nah, untuk garasinya ini gimana, Mas, ceritanya emang sengaja dibikin tidak terlalu lebar atau gimana, Mas? >> Betul. Jadi itu tadi ya, karena kita sebenarnya ee klien dari rumah second tadi, Mas. He. >> Kemudian tidak semuanya kita bongkar strukturnya. >> Garasi ini masih >> hanya aja kemarin elevasinya yang kita naikkan aja karena area banjir tadi kita finishing menggunakan kamprotan. >> He. >> Kita cat tekrot kemudian kita cat ee tekstur juga. >> Begitu juga ee plafonnya ya. >> Plafonnya sini juga ee masih natural aja pokoknya >> natural semua. Ini hanya acian aja yang di area ini hanya acian halus saja. Oke. >> Dinding kanan kiri itu juga semuanya ee kamprotan standar. >> Tapi emang sih setuju, Mas kalau ee ini kan komplek yang cukup rumah-rumah cukup lama ya. >> Dan emang banyakan struktur rumah lama tuh pasti garasinya kan emang enggak selebar-lebar rumah sekarang ya. >> Tapi disiasati gini jadi lebih cakep sih. >> Betul. Betul. Supaya ada kesan anak mudanya juga ya kan. >> Eh sebelum pintu masuk utama ternyata di sini ada satu celah ya Mas ya. >> Iya. Sebenarnya ini hanya taman kecil aja. Ee enggak digunakan untuk yang gimana-gimana. Gak sih, Mas. Hanya aja ee untuk udara aja outputnya tapi tidak dipakai untuk yang >> difungsikan gimana-gimana enggak ya? >> Karena ini nanti jadi rongga untuk ini ya, Mas ya. >> Oturasi ada celah udara di kamar mandi juga >> menggunakan boven kan. Jendela boven. >> gitu. >> Nah, sekarang kita ke sini Mas. Oke, >> ini pintunya cukup menarik seolah-olah seperti ada dua. >> Pegangan. Padahal cuma satu ya. >> Cuma satu. Cuman satu. >> Oke. Dan ini dibikin juga cukup tinggi, >> Betul. Dimensinya ini pintunya 2,8. >> Oh, >> 2,8. Ee menggunakan kayunya kayu jati >> solid wood. He. >> Klien pengin dimunculkan tekstur kayunya. Jadi kita pernis. >> jadi pernisnya pun ee klien request tidak mau yang terlalu rata. Jadi kalau diperhatikan ada yang coklat muda, ada yang agak agak gelap. >> Jadi ini pun pernisnya kita trial and error juga, Mas. Jadi, jadi kita coba satu lapis tambah dua lapis terus ada beberapa yang gelap. Jadi kita kasih sentuhan gelap-gelapnya. >> Iya. Iya, >> gitu. Itu ee itu tadi tril error requestan ee dari kliennya. >> Berarti banyak requestnya dari klien mungkin K bilang cukup tricky juga tapi bisa dieksekusi dengan baik gitu ya, Mas >> Betul sekali. Betul sekali. Kita eksekusi dengan baik. >> Kita masuk, Mas. >> Silakan. Silakan. >> Oke. Ini pas masuk biasanya luarnya gelap, dalamnya terang. Ternyata ini sama ya gelap. >> Gelap semua. Kebetulan ini gelap semua. Makanya tadi kenapa kok klien yang 45an ke atas kurang cocoknya di situ? Karena udara tidak terlalu masuk di sini. Memang tadi selera klien sekali kan. >> Nah, ini tadi pas kita di depan sempat disinggung dikit ini proses pembuatannya yang paling susah apa, Mas? Area sini Mas. Oke, kalau di area lantai 1 ini area tangga. >> Jadi, area tangga ini cukup sangat sulit karena tangga kanti lever ya. Ada struktur di belakang dinding sini, di dalam dinding sini ada struktur semuanya. He. >> Ini tanggakan lever dengan lebarnya 1,2 m. >> 1,2 m. Yang pertama itu dari segi >> Yang kedua dari segi ee finishing-nya. Oke, >> dari segi finishingnya di sini kita ee kalau diperhatikan ini ada motif kayunya juga. Jadi, ini sebenarnya ini ee motif kayunya, Mas. >> Ini memang yang diinginkan oleh klien itu motif kayunya muncul keluar di sini. >> Berarti berarti maaf pas pembuatan ini kan masih dipl. >> Oke. Terus kemudian ditempelin kayu. >> Ah, sebenarnya kalau pada saat pembuatannya dari plesteran itu kita bikin kayunya prik di luar dulu, Mas. >> kita bikin kayu di luar dulu. Kita cor. >> Kemudian kita pakai, kita bakar pas mau setengah kering lah ya. Kemudian baru kita tempel, kita plester lagi. Tapi plesterannya masih basah. Permintaan klien pengin ditekan. Kenapa pengin ditekan? Karena supaya muncul ee nut-nutnya ini. Karena emang pas masuk ke dalam rumah sini, ini area yang paling mencuri perhatiannya ya, Mas ya. >> Betul, betul, betul, betul. >> Karena satu dari si materialnya, terus kemudian juga geometrinya dibelok-belokin lagi. Oke. Emang sengaja dibikin miring gini ya, Mas ya? Berarti dan ternyata beda ya atas bawahnya sini ya kemiringannya ya. Kenapa dibedakan? Tujuannya salah satunya yang di area sini pengin dipakai untuk duduk-duduklah. Ketika nanti di area sini ada ee kitchen set makan, di sini bisa dijadikan tempat duduk juga. >> Kalau yang bawahnya ini batu split. Batu splitnya ini juga bawahnya plesteran. Jadi dia >> jadi langsung ditaruh gini aja dia udah >> Ini juga ada lever antara yang bawah sama yang atas ini juga ada kanti lever lagi. Jadi melayang juga ini >> Iya sih cakep cakep cakep detail ya. >> Dan si lantainya ternyata juga dibikinnya miring. >> Betul sekali. Jadi kalau diperhatikan ini itu tadi Mas kalau kita bawa klien yang ee 45 ke atas sangat tidak suka ya. Karena kan kadang kalau untuk di rumah modern sekarang ee pasangnya tidak jenis yang bata ya. Kalau di dalam living room itu ya >> biasanya pasang nut ketemu kan. Sedangkan kalau ini >> pasang batak gini sangat jarang sekali sih sebenarnya. >> Menarik menarik menarik. Oke. Nah ini terus kemudian di belakang sini ada pintu. Ke mana nih, Mas? Nah, ini kita ee berhubung ngelihat pintunya karena cukup menarik juga ini di finishing-nya pakai HPL berarti ya, Mas. >> Betul. Ini ee playwood HPL. Kemudian ada ee tali airnya. >> Ada tali air. Kemudian handel-nya sama menggunakan kayu jati yang sama seperti yang di pintu utama. Dipernis juga >> dipernisnya juga tidak tertutup sehingga masih kelihatan >> ee serat-serat kayunya. >> Dan semua ini dicustom dari Basera ya, >> Kita semua di sini ee custom dari tim kita semua. >> Oke. Ini ke mana nih, Mas? >> Kita masuk ke area kamar orang tua. >> Oh. Oh. ketika pas masuk kamar lantainya udah ini ya Mas ya normal ini >> normal ini lebih normal di sini. >> Oke. Oke. >> Ini hanya untuk ee kamar orang tua. Kamar orang tua ini ada bukaannya. Ada bukaannya untuk ya supaya lebih segar di pagi hari kan. >> Nah, kalau yang sini apa nih, Mas? >> Area sini kamar mandi. >> Boleh kita buka, Mas? >> Boleh. Silakan. >> ini kamar mandi. >> Ini kamar mandinya. Untuk kamar mandinya ini kebetulan menggunakan struktur existing. >> menggunakan struktur existing. Jadi, ini ee lebarnya 1,2 dikali 2 m. Oh, >> Menggunakan struct resisting tapi finishing-nya ee baru semua. >> Finishingnya baru semua. >> Iya. Ini standar ee pakai ya granite Nero. >> Nero semua. Terus habis itu ini kita custom interior juga dari Basira juga. >> Oh, ini wasffelnya. Oh, ininya. Heeh. Heeh. >> Terus habis itu ini ada cermin. >> Oke. Tapi menyatu sih, Mas. Maksudnya ketika dibikin semua jadi satu gini kan. Oh, iya. Ini desainnya semuanya menyatu ya. Gelap ya? >> Sini juga kan? >> Betul. Di sini juga gelap. Jadi kalau untuk area pintu ini finishingnya HPL juga. >> Tapi kalau dilihat belakangnya ini finishingnya PVC. >> Oh >> iya. Ini belakangnya PVC. >> Oh iya ya. Supaya kalau kena air bisa lebih awet lah, Mas. >> Nah, sini area apa nih, Mas? Nah, sebenarnya kalau di area sini itu >> he >> rencana master plan-nya ya. Ini rencana master plan-nya di sini nanti ada lemari. Di sini ada lemari ketutup gitu, kamuflase >> ee rencananya dijadikan kamar ART. Oh, >> Rencana master plan-nya itu dijadiin kamar ART. Kemudian di area sini itu digunakan untuk kitchen set. >> Masterplnya karena kebetulan owner ee belum marit. Jadi nanti direncanakan oleh ee istrinya penginnya seperti itu. >> Coba kita sambil nyalain ya. >> Ah boleh. >> Oh iya. Jadi sudah disiapin semua colokan-colokannya. >> Elektrikal pelambing, air bersih, air kotor, semuanya sudah ada di dalam dinding. Jadi nanti ee tinggal >> bikin gitnya. Betul sekali. >> Ini salah fokusnya lagi emang sama lantai ya? Iya betul betul betul. Row gini cuman lebih glossy ya Mas ya dibanding yang depan ya. >> Oke. Dan ini menuju ke taman belakang >> ya. Di sini ada ee laundry area juga. >> Rencananya masterpnya akan jadi laundry area dan ee ya taman belakang area terbuka. >> Sana laundry areanya. >> Betul, Mas. >> Oh, udah disiapin semua instalasinya >> sudah. >> Pipa buangannya juga udah. >> Betul. Ee nanti di situ jadi laundry area. Kemudian di sini ee area taman belakangnya. >> Oke. Ini lebar berapa, Mas? >> Ini ee lebarnya 1 m. >> 1 m. >> Lebarnya 1 m. >> Nah, ini kalau dilihat ini kamprotan. Tapi uniknya di sini ini adalah kalau kita lihat ke atas ini tidak rata, Mas, dindingnya. >> Iya sih. >> Nah, ini request by klien juga. Jadi ini sengaja dibikin tidak rata. Ee row-nya dapat juga >> ya. Ada yang nongol dikit, ada yang ke dalam dikit. >> Betul. Betul. sampai atas ya. >> Sampai atas. Sampai atas ini 12 m ke atas. >> Oh 12 m ya. >> 12 m ke atas itu ee kamprotan terus dibikin agak kurang rata lah di situnya. >> Dan enak ya ketika ada bukaan kayak gini >> Jadi sumber udara buat semua ruang ya yang di atas ya. >> Betul sekali. Nanti pas kita di lantai du itu satu-satunya sumber udara dan cahaya. >> Satu-satunya. >> Oke kita masuk lagi, Mas. >> Silakan. Oke, Teman-teman di fasad di lantai satu udah banyak banget cerita ya, Masul. >> Di lantai dua, lantai t pasti lebih banyak lagi. >> Banyak >> sebelum naik aja di tangganya ini udah ada cerita juga nih. Karena aku ngelihat dari sini aja ini anak tangganya kelihatan sini lebih tipis, ini tebal. >> Iya, betul. Salah satu request dari klien ini membuatnya juga cukup tricky. Besi tulangannya jadinya harus kita sesuaikan untuk menyesuaikan becastingnya tadi. Kalau dilihat dari sini >> ini lebar >> ini 15 cent. Kemudian di sini kita mengecil mengecil mengecil. sampai di sini cuman sekitar 10 cent. Jadi kita menyesuaikan besi tulangannya dan ee pegastingnya juga. >> Itu ujian kontraktor ya, Mas ya. >> Ujian kontraktor. >> Kan kadang orang bilang arsitek tuh pusing ngegambarnya. Oke. Tapi di lapangannya juga jauh lebih pusing ya, >> Betul. Kita harus bisa mengimplementasikan apa yang arsitek mau, apa yang klien mau itu harus kita >> ujung tombaknya dari kalian gitu ya di kontraktor ini ya. >> Walaupun tetap berkolaborasi pasti ya Mbak ya dengan arsitek. Nah, ini juga menarik juga. Ini belum dibahas. >> Ini galvanis. >> Ini galvanis. Kemudian ee kita menggunakan cat ee besi. >> He. Tapi kalau ini >> ee salah satu center point di rumah ini. >> Berarti di sisi sini semuanya difulin pakai seperti ini ya. >> Betul. Break cas seperti ini. >> Bri cas-nya sampai full atas. >> Sampai full atas. >> Ini dikasih celah buat ada ambiance light-nya ya, Mas ya. >> Betul. Betul. Ini untuk ya biar ee ketika lampu dinyalain satu lampu aja ini kan menarik. Jadi hanya LED stripnya saja >> atau hanya ee lampu tangga saja. >> Lampu tangga. Oke, kita sekarang masuk di lantai dua. Berarti >> lantai du >> ini cukup menarik juga sih. Aku lihat di sini dari level lantainya juga di sini ada sunken living. Benar ya, Mas ya? >> Dan ini naik sana entar ada turun lagi. >> Jadi split level enggak? >> Betul sekali. Ini memang salah satu challenge kita juga Mbak ini struktur existingnya tuh sebenarnya yang sangkennya struktur existingnya. nya itu sebenarnya yang sangkennya. Kemudian kita bikin ee split level di sini. >> Tujuannya ada split level ini adalah ya supaya ada sangken di sini tadi ya, Mbak >> Supaya ada sangken di sini dan turun ke sini untuk area outdoor-nya. >> Turun lagi ya untuk outdoornya ya. >> Turun lagi kita meminimalisir pembongkaran ya. Jadi ya udah kita bikin split level ke atas terus ke bawah lagi. >> Oke. Kalau boleh tahu ini kedalamannya berapakah >> untuk kedalaman sangkennya ini di 60 cm. >> 60 cm. >> Di 60 cm. Kemudian untuk dimensinya ini 6 m * 5 m. >> 6 * 5 m. Kemudian kalau untuk high ceiling-nya ini di 7 m. >> Wih, tinggi juga, Mas. >> Betul sekali. 6,7 >> 7 m ya. Dan kalau lihat ke atas eh ada hitam lagi tuh. Udah pokoknya >> hampir semuanya >> semuanya ya. Di sini emang dominasi warna abu dan hitam. Tapi aku juga ini sofanya benar-benar ngepas banget ya. Berarti custom juga. >> Custom. Betul. Kalau dilihat ada tangga di situ. Terus habis itu di situ ada stopan juga. Jadi itu sofanya pun juga custom. >> Jadi ngepas semuanya ya. Warnanya juga dikasih coklat tapi gelap banget. Oke. Nah, aku mau tanya soal dindingnya karena menarik juga untuk finishingnya di sini. Kamprot. >> Benar, Mas. Tapi >> di bagian belakang TV dikasih sedikit aksen nih. >> Itu kalau tadi kata Mas Tata nih, di balik layar dikira orang tuh apa ya? Padahal itu HPL. >> Betul sekali, Mbak. Jadi kebetulan di rumah ini hampir semuanya tidak ada yang dicat. >> Jadi semuanya ee kamprotan, >> hanya kamprotan natural. >> Ee itu tadi tidak ada dinding yang muluslah. tidak ada yang mulus. Nah, di sini kita kasih aksen ee playwood dan HPL untuk backdrop TV-nya. Kadang itu kan backdrop TV itu kan ee kotak persegi panjang gitu ya. Klien penginnya vertikal >> I ke atas ya. >> Betul. Bukan yang horizontal. Kesannya kalau dilihat seperti ee aluminium kalau dilihat >> HPL-nya. Tapi sebenarnya ini bukan aluminium. Ini >> ee HPL. >> HPL. Sekarang HPL itu emang motifnya macam-macam ya. macam-macam, Mbak. >> Iya. Mau yang cari motif fabrik ada, motif kayu emang udah ada. Motifmerazo ada juga. >> Jadi itu teman-teman bisa pakai HPL sebenarnya tergantung kreativitas ya. >> Nah, kita sekarang ke sebelahnya HPL ini kan kamrot Mas. Tadi ada cerita menarik juga kamrot ini kan juga macam-macam tuh jenisnya tuh Mas. >> Betul betul sekali. >> Seperti apa ini, Mas, cara untuk menentukan oh ini udah pas nih tingkat kekasarannya atau >> Oke. Oke, bagus sekali ya ini ya pertanyaannya. Jadi kita di Basira juga ee ada namanya sampling material, Mbak. Jadi sampling material itu >> kita nanti akan coba samplingkan ukuran 1 atau 2 m² ke klien untuk menentukan apakah kamrotan ini sudah cukup oke atau tidak menurut klien. Karena kan beda-beda ee klien itu, Mbak. Jadi nanti secara teknisnya itu kita rubah di nozle-nya itu spray-nya itu nanti kita >> spray itu pengaruhnya ya di >> itu pengaruhnya di situ salah satunya. Oke, kalau udah acc baru dilanjut >> baru dilanjutin dan itu standar yang kita pakai untuk klien tersebut gitu. >> Klien yang lain belum tentu suka. >> Benar sih, karena kan beda-beda juga ya kebutuhan tiap orang ya. Betul. Betul. >> Nah, masuk ke sini untuk areaingnya, plafonnya ini dibedakan nih, Mas. >> Betul. Jadi untuk di area sini ee kita nyebutnya area miniar. >> Mini. Di sini ada meja barnya, Playwood HPL. Finishing-nya. Di belakang sini kita pakai holo, Mbak. Jadi supaya muncul industrialnya >> ini menggunakan holo. Terus ini playlywood HPL. Atasnya ini yang berbeda. Jadi ini kita pakai ee plafon PVC. >> Menggunakan Duma di sini. >> Klien di sini penginnya yang DOV. >> Benar. >> Karena emang terlihat sih ya dari fasad tuh emang lebih suka yang mat-mat aja yang dove. Enggak enggak yang cling cling cling gitu ya. Dan emang benar ya dikasih bosiologi ini langsung semakin laki juga ya. >> Semakin laki >> dan menyatu dengan konsep rumahnya. >> Betul. Industrialnya jadi lebih dapat lagi kan. >> Oke. Dan ini jendela-jendelanya juga cukup menarik ya Mas. >> Iya. Di sini hampir semuanya kita frameless juga jendelanya klien penginnya ee frameless di area sini. >> Ukurannya juga beda. Tiba-tiba ini ada di bawah sini. >> Ini kotak. >> Ini kotak kecil terus di ujung sini agak memanjang. Panjang lagi. Jadi beda-beda. >> Beda-beda. Pusing enggak, Mas? Bikin >> lumayan itu, Mbak. >> Entar kalau salah gimana? Tadi ada cerita lucu juga nih. Jadi biasanya kan kalau tukang tuh ngerjain tuh harus rapi kan standarnya. >> Betul. Standarnya kita harus rapi. >> Kalau belum rapi kan malah >> dikomplain. >> Dikomplain biasanya. Kalau ini >> kalau rapi malah dikomplain. >> Jadi pada akhirnya tukangnya udahlah begini aja kayaknya. >> Tukangnya merasa belum selesai tapi klien wah udah cocok ya. >> Udah selesai loh belum ini. Tapi kalau untuk lantainya di sini pasangnya normal ya, Mas? >> Normal. Di sini >> enggak miring ya? Enggak miring. Ini pakai Nero standar 6060 ukurannya. >> Oke. Oke. Nah, ini sebenarnya menarik juga ini. Ini sebenarnya untuk apa, Mas? >> Ini nih storage saja. Ee dia tetap tadi pengin ada holonya supaya ada kesan industrialnya. >> Berarti dia rangkanya juga dari holo ya. >> Kita ke sini dulu mungkin karena udah turun nih. Aku >> sini dulu. Boleh boleh boleh. >> Nah, ini sama level lantainya turun sama >> beda ya kayaknya ya. >> Elevasi yang ini sama yang di Sangken ini lebih turun. Lebih turun lagi. Mana? >> Ini lebih turun 10 cent. >> ini lebih turun 10 cent dari sangken. >> Kenapa? Kalau boleh tahu >> alasannya karena kan luar itu area roof top kena hujan. >> Jadi supaya air itu tidak masuk ke dalam rumah >> di situ. Jadi makanya kenapa kok ini lebih turun luar nanti lebih turun lagi. >> Lebih turun lagi. >> Untuk mengalirnya air itu. Ya, >> betul sekali, Mbak. >> Oke. Nah, pintunya yang mana nih? Dua ya berarti ya. >> Sini. Betul. Ini ada geser dan yang di sini ada yang swing. Nah, ini menarik juga ya. Ada yang swing, ada yang geser. Kita lewat sini aja kali. >> Betul lewat situ boleh. Nah, ini sebenarnya ada yang swing. Ini juga request dari kalau dibuka ini masih pagi loh. >> Ini masih pagi. Nah, baru cahaya ilahinya masuk. Pak >> dikira teman-teman tadi pas kita masuk rumah sudah malam, Mas. >> Malam. Betul. Padahal masih jam 10 >> seperti malam. Nah, di bagian sini ini cukup menarik juga loh. Gimana, Mas, proses pembuatannya nih? itu tadi ya. Ini semuanya baru semua di area sini. Ini tadi yang disebut eh second skin >> Jadi eh ini ada bata tempel. Proses pembuatannya pun cukup challenging karena kita kalau dilihat di sini ini juga canty lever. Jadi klien memang penginnya ee canti lever. Jadi ini kita harus mempertimbangkan struktur ini. >> Kemudian ini ee kita bikin struktur casting. Nah ini e struktur dinding. Kemudian kita tempel bat tempel ini awalnya warnanya oren >> yang kayak tadi di bawah. di bawah >> akhirnya dicat >> dicat warna hitam >> dan semuanya ya >> semuanya Mbak termasuk yang area sini ini juga area >> ee duduk-duduk untuk area santainya ini. Ini kita custom juga yang tadi ee di tengah sini sebenarnya ada besi tulangannya. >> Oke >> untuk perkuatan karena kalau dilihat di area ujung sana tidak ada struktur kolam sama sekali. >> Iya seperti ini kemiringannya ya Mas ya. >> Ini miring sana miring. Ini aku agak pusing juga lihat atas juga miring Mbak. Lihat ini kan kalau misalnya kita lihat sisi apakah ini ada kesamaan gitu misalnya ini level kemiringannya sama dengan yang atas atau berbeda semua kah? >> Beda semua >> jadi itu tadi geometrinya hampir semuanya beda. >> Jadi kalau kita lihat di sini ini juga ini ke sini ke atas terus ini turun ujung sana tidak ketemu dengan ujung sini. Oke, >> itu yang itu tadi challenging juga. >> Berarti ini hanya untuk estetika ya kalau bisa dibilang ya. >> Estetika second skin >> yang atasnya itu ya untuk nutup area ketiganya tadi. >> Iya. Tapi untuk kemiringannya ini kan ya untuk estetika juga ya kepuasan lah. >> Betul. Betul. Betul. >> Oke. Bahkan sebenarnya di sini juga ada ini ya Mas celahnya. >> Ini juga ada celah tidak tertutup. Kita siapin untuk area pot juga Mbak. Ini untuk tanaman kan >> lter box-nya. Di dalamnya juga sudah ada pipa itu supaya tinggal nyiram dari dari dalam otomatis tinggal dia tinggal nyiram buka keran aja sudah kesiram semua. Jadi ini sebenarnya fungsi tadi kalau dilihat dari depan ini sebenarnya fungsinya dari untuk blanter box itu. >> Oke. Nah ini nih >> ini ini juga di enggak ditutup full dikasih apa namanya celah udara juga ya >> Di sini ini sebenarnya karena area hujan ya. Jadi kalau hujan memang ee tampias >> supaya ya hujannya ke bawah gitu aja. Jadi tidak banyak air di sini tidak terlalu banyak juga. >> Untuk lantainya masih sama ya? >> Sama glossy >> sama. >> Terus penginnya juga agak row juga di >> Iya. Nah ini ini dibagi juga sih areanya. Nah kalau di sini >> betul. Nah ini kita di sini menggunakan kaca tempered Mbak. >> Ketebalannya 1 cent dengan jenis kaca yang eh frameless. Oke. >> Nah, ini kemudian kita lapis menggunakan kaca film dengan 80%. Jadi, kalau >> keseluruhannya ya. >> Iya, betul, Mbak. Jadi kalau dilihat tampak fasad itu hampir semua ditutup menggunakan e kaca film. >> Makanya di dalam tadi tuh lebih gelap gitu vi-nya karena emang tapi keinginan kliennya seperti itu ya. >> Seperti itu. Betul. Ini juga ditutup pakai kaca film sama Iya. Ini juga, Teman-teman. >> Jadi, pas kita udah di dalam lagi. Nah, beda kan? sudah tidak terlihat kalau ini di pagi hari. >> Iya. Di sini ada >> kamar mandi ee sama ininya finishingnya HPL. >> Kalau ini >> Oh, ini powder room ya berarti ya? >> Untuk finishingnya berbeda daripada yang di bawah. Di sini lebih industrial >> kalau dilihat. Ee top table-nya juga hanya beton dan dci aja. >> Kemudian backplace-nya pakai batu alam. Anak muda sih ya emang ya style. >> Oke. Kalau ini apa, Mas? >> Betul. Ini ee area ruang kerjanya klien. Jadi bisa dilihat di sini area ruang kerjanya. Di sini yang uniknya ini adalah plafonnya. Jadi plafonnya di sini >> plafonnya >> adalah dag-dakan aja, Mbak. >> Dak-dakan aja. Terus pasting-nya dilepas. Udah hanya gitu aja enggak difinishing apa-apa. Jadi ini salah satu yang uniknya ini di sini. Terus lampunya juga ee nongol kananya dak-degakan. >> Ini benar-benar menunjukkan kayak emang ini ownernya banget ya. >> Ownernya banget >> soalnya ruang kerjanya beliau ya. >> Betul betul. Ini spesifik banget ini. >> Spesifik banget. Dan di sini ada bukaan >> yang tadi itu yang kita bilang satu-satunya sumber cahaya ya >> dimanfaatin ya. Betul. Ini kaca frameless. >> Tapi ini menarik ini frameless tiba-tiba ada variasinya. Betul. Dia tetap pengin ada udara. Tapin ada udara sedikit di area ruang kerjanya. >> Akhirnya di ya udah deh dikasih >> dikasih ee kusen aluminiumnya. >> begitu. >> Siap. Lanjut lagi, Mas. >> Boleh lanjut ke ruang selanjutnya. >> Sekarang kita ada di sunken living-nya nih. >> Nah, kalau di sini tadi belum kelihatan sisi dinding yang ini nih, Mas. Beda lagi ternyata bukan kampret. >> Beda beda lagi. Jadi kalau yang di area tangken ini sampai area atas menggunakan salah satu merek semen namanya Monster Box. Oke. >> Kenapa monster box supaya dapat kesan putihnya kalau pakai semen hitam pada umumnya itu nanti kesannya lebih hitam. Sebenarnya ada opsi lain ya, salah satunya menggunakan MU2 itu bisa juga, tapi kebetulan di sini setelah kita coba-coba kita aplikasikan ee monster box lebih putih dapatnya. Kemudian di sini kita kasih eh shadow line. Di sini kita shadol line eh list U gitu supaya lebih rapi. >> Lebih rapi sih rapi. Betul. >> Nah. Ini di sini juga dikasih sedikit ini kan miring gitu ya emang udah disiapin dari awal buat tempat gitar ya berarti ya di sini. >> Betul emang sudah disiapkan. Kenapa kursinya custom? Karena itu tadi kita sudah kita harus menyesuaikan kemudian stop di sini. Nah di sini bisa dijadikan ee alat musik sebagai hobinya klien. >> Iya. Nah, di bawah tangga juga menarik juga ya. Ah, dikasih batu-batu aja di situ. Dan kalau kita ngelihat ke arah sana full jendela semua di sini baru full jendela besar itu ya. Betul. >> Satu-satunya itu ada di sini >> buukaan sumber cahaya sampai atas. Sumber cahaya. Betul. >> Oke, kita lanjut ke atas. Nah, kita >> ke area tangga ini udah beda lagi lantainya, Mas. >> Kalau di sini pakai yang motif kayu. >> Betul. Di sini kita pakai SPC >> termasuk yang di area sangken >> itu pakai SPC. >> Nah, kemudian pas naik tangganya ini stepnya ini kita menggunakan jati. kita menggunakan kayu hand >> sama kayak handel pintu sama kayak pintu utama >> di finishing menggunakan pernis >> sehingga masih terlihat tadi ee >> urat-urat kayu >> urat-urat kayunya >> tapi di sini tadi ada cerita cukup menarik tangganya agak sedikit lebih tinggi Mas ya >> betul betul betul jadi mungkin kalau teman-teman lihat di sini tangganya mungkin kurang SNI ya agak lebih tinggi kurang standarnya >> kurang >> dah agak lebih tinggi. Apa? Karena kita menyesuaikan elevasi atapnya. >> Hm. >> Dan menyesuaikan area master bedroom-nya. Supaya di master bedroom-nya masih tetap nyaman, kita mengambil keputusan mengorbankan tangganya sedikit. >> Tangganya dikorbankan dikit lah. >> Betul. Yang penting area living room sama area master bedroom masih kesan nyaman. >> Tapi tadi Mas Timoti ownernya setuju soalnya buat like day juga katanya. >> Nah, betul. Kalau bangun tidur, mau tidur olahraga, bangun tidur olahraga lagi. Nah, kalau di sini Mas, ini bisa dibuka ya? >> Oh, iya bisa. >> Nah, ini pengin dijadikan area kerja tapi order sama kliennya. >> Tapi belum ada ya? Belum terpasang. >> Belum terpasang mejanya. >> Oh, wah asik banget di sini. >> Private ya areanya ya? >> Private tidak ada yang bisa mengganggu >> Heeh. Sambil sebat rokokan. Sambil rokokan. >> Oke, kita naik. >> Silakan sambil naik. Berarti kalau di atas ini hanya kamar tidur, >> master bedroom, terus ada walking closetnya klien. >> Ternyata master bedroom-nya ada di paling atas >> di sini tiganya. >> Nah, ini tentunya kan pasti juga request kliennya juga cukup detail apalagi untuk kamarnya beliau seperti apa. >> Betul. Jadi memang di area master ini ee kita di sini pakai backdrop pakai ada backdrop-nya playwood HPL. Dinding masih sama seperti living room tadi juga. >> Di sini ada bukaan juga, Teman-teman. Karena semua bukaan jendela besarnya ada di belakang cahayanya. >> Dan masih sama seperti di area kerja ada yang untuk terbukanya. >> Jendela hidupnya. >> Oke. Di sini untuk area kasurnya ya, Mas. Di tengah-tengah. >> Betul. Area kasur >> side table samping kanan kiri ini masih sama. Dan di sana walking closet. >> Working closetnya. >> Working closet. >> Oh. Nah, ini nih, Mas. Dikasih variasi. >> Betul. Plafonnya di sini kita pakai plafon gibsom sebenarnya. Terus habis itu kita cat hitam. Ada variasi sampai ke living room >> itu kita pakai playwood dan HPL, Mbak. >> Biar buat variasi aja. >> Variasi aja, Mbak. >> Biar enggak hitam semua dan cukup luas ya area pelonnya. >> Nah, ini kita menuju ke >> menuju ke area walking closetnya. >> Nah, di sini ternyata ada kamrot lagi. >> Jadi, dindingnya benar-benar variasi banget ya di kamar ini. >> Jadi semuanya dikamprot hampir semuanya tidak ada yang mulus dindingnya. >> Oke. Dan kalau lurus ke sini ketemu sama wastaffel. Nah, ini menarik juga loh cerita wasavelnya karena custom. >> Betul, Mbak. Jadi ini wasel ini kita custom, Teman-teman. Ini semuanya pakai beton. >> Ini semuanya pakai beton. Ee kemudian kita tempel keramik Mozaik. >> Oke. Dan warnanya hitam. >> Warnanya hitam. Requestnya >> sampai dicustom ya. Emang karena enggak ada ya? Sesuai keinginan klien ya? >> Sesuai gambar yang harus harus dibikin sendiri ya. >> Tidak ada. Kalau ini beli, kemudian ini juga ee custom beli. >> Oke. Dan di belakang ini ada jendelanya juga, Teman-teman. >> Betul. Jendela untuk arah roof topnya. >> Nah, di sini ada satu pintu yang di kamuflase. Kalau ini apa, Mas? >> Betul. Ini sebenarnya untuk area utility, ya. Jadi ee bisa untuk referensin ya teman-teman juga supaya area utility itu terkesan rapi. >> Boleh diintip? Boleh. Jadi ini ee ada area torrent, pompa pendorong, filter, >> dan roof top itu melalui sini semua. Awas ya, Mbak kejeduk. >> Iya. Oh, karena di sini cuman berapa nih, Mas, tingginya? >> Iya, ini sebenarnya tinggi. >> Eh, aku enggak kejeduk kok. Aku aman ternyata. Kok tinggi banget lu. >> Ini ketingginya 1,6 m cuma nan. >> Jadi, kita tidak merubah struktur ini, Mbak. >> Ini kita tidak merubah struktur ini. Ini pakai BVC. >> Heeh. Ini kalau dibuka toren ya. >> Oh, ada di situ. Toren di sini. Betul. Baru ke sini area rooftop. >> Roof topnya ada di sini. Oh, ini outdoor AC-nya di sini. >> Betul. Oder AC itu tadi yang saya bilang kita tidak merubah atapnya ini sama sekali. Kita menyesuaikan elevasi living room terus master bedroom. Jadi mengorbankan tangganya tadi. Ini tadi yang ee aku bilang dari depan ini pakai GRC. >> Oh iya. Ini >> ini menggunakan GRC. >> Oh iya >> ini GRC semua >> bisa diketok ternyata. >> Iya. Jadi kalau lihat ini pakai GRC semua. Terus ee kamprotan >> dikamprot >> kamprotan jadi sebagai second skin untuk nutup lantai tiganya. >> Ayo kita lanjut lagi, Mas. >> Ke bawah >> are walking closetnya. Udah udah enggak kaget lah kalau warna hitam juga ya. >> Udah pasti request-nya seperti itu. >> Semuanya hitam >> di sini semuanya hitam. Dan ini ternyata menjorok ke dalam. Ada pintu kamar mandinya. >> Ada pintu kamar mandi. Pintu kamar mandi. Ini pakai PVC. >> Floating PVC. >> Nah, hitam juga, Mbak. Kalau boleh tahu kenapa Mas e dipilih material ini? >> Ini kita pakai Nero ya. Pakai Nero terus habis itu dindingnya pakai e mozaik. >> Memang itu salah satu requestan juga dari arsitek dan kliennya. >> Kemudian ada area kayunya itu kita pakai kayu ulin supaya tahan terhadap air juga, Mbak. >> Dan di area kamar mandi ini uniknya ada skylight-nya. >> Ada. Jadi langsung terang ya buka. Oke. Tapi kamar mandinya ini emang tidak terlalu luas ya, Mas ya. >> Berapa ukurannya ini Mas? Ini kamar mandinya cuman ukuran 1,2. >> Kali ee 2 m pas. Ini struktur existing. >> Jadi mengikuti >> ngikutin kalau enggak mau. Ya udah. >> Oke, kita udah selesai keliling rumahnya tadi sama Mas Tata. Tapi kita ada personil tambahan padahal yang punya rumah. Guys, boleh memperkenalkan diri dulu, Mas? >> Iya. Halo. Eh, nama saya Timoti. E, saya seorang entrepreneur di bidang periklanan. >> Oke. Nah, ini langsung aja, Mas. Setelah udah duduk kayak gini, kita langsung ini aja. Gimana? Puas enggak, Mas, sama rumahnya nih? Nah, di depan kontraktornya langsung. Kayaknya mereka sama-sama enggak enak gitu ya. Jadi aku jembatannya kan gimana? >> Soal puas ya. Saya ngerasa ee saya juga cukup banyak mau ya dalam arti maksudnya saya sebelum bangun rumah udah ada set of eh expectation maunya seperti apa gitu. Udah ada gambaran kebayang banget. Kebetulan karena saya juga background-nya seni gitu, jadi >> memang agak nyeleneh gitu. Dan overall ee saat berjalan projectnya juga banyak ya, maksudnya banyak kita trial error juga banyak yang gagal apa gitu-gitu tapi ya eh kalau secara overall project bisa dibilang puaslah. Udah udah sangat mendekati apa yang e visi saya di awal >> Weh, berarti kalau dikasih rate berapa nih, Mas, dari 1 sampai 10? Eh, kalau 10 sih paling minta retensi ditambah sih >> yang awalnya 3 bulan jadi 13 bulan >> terus 10 baru. >> Oke, berarti emang ini sudah ditempatin berapa lama, Mas? >> Aku baru tempatin mungkin sekitar 45 bulanan kali. Sekarang aku ngisinya pelan-pelan. >> ngisinya pelan-pelan. Aku dari ruangan-ruangan yang memang aku pakai dulu kayak kalau di bawah tadi kan masih pada kosong tuh. >> Heeh. He. >> Itu memang aku kan personally juga masih tinggal sendiri jadi belum masak. Jadi emang dapur mungkin nanti setelah menikah atau apa gitu-gitu kayak sekarang lebih kepakai living room terus aku ada pentry mungkin kayak makan Gojek, tempat istirahat dan tempat kerja. >> Oke. Terus mungkin ee biasanya nih Mas kalau udah duduk kayak gini teman-teman pengin tahu budgetnya nih habisnya berapa sih? >> I kalau di tootal itu aku berarti kena per meter persinya itu R juta berarti ya. Cuman kan ini aku spesial case ya, karena kan banyak struktur yang aku udah pakai. Jadi kayak kemas tata aku enggak dak lagi gitu. Jadi mungkin kayak seperempatnya tuh aku udah bikin tinggal bayar 3/4nya gitu. >> Oke. Nah, tinggal dikaliin sama luas bangunannya tadi itu ya teman-teman. Disiapkan kalkulatornya dihitung bangun aja ya, Mas ya. Belum sama gambar berarti itu tadi ya. >> Ee belum sama gambar. Belum sama gambar. Belum interior juga ya. Belum isi. >> Iya. Ini kita ceritanya bangunnya karena kan lagi bercerita sama kontraktornya. Iya, dari Mas Tata ada yang mau ditambahin atau diomongin ke Mas Timoti gitu kan. >> Oke, kalau dari aku ee alhamdulillah kalau kliennya puas bisa merekomendasikan ke teman-temannya, merekomendasikan basira ke teman-temannya. >> Berarti udah klop ya kalian enggak ada apa-apa nih baik-baik aja kan ya. Alasumuran juga >> berarti lebih enak ya tektokannya ya. Oke. Oke, Teman-teman. Ada lagi mungkin yang mau disampaikan sebelum aku tutup? >> Ee udah sih ya kayaknya >> sudah ya. Oke, sebelumnya makasih banyak udah boleh main ke rumahnya. Cerita banyak di sini tadi sama Mas Tata. Mas Tata juga makasih. >> Sama-sama. >> Ee bisa teman-teman ambil pelajarannya mungkin tadi yang di ee dijelasin semuanya edukasi semua bermanfaat banget pasti buat teman-teman. Kalau misalnya masih ada yang kurang puas bisa langsung aja tanya-tanya ke Mas Tata di mana, Mas? Boleh eh Instagram kita Basira Projects, ada TikTok-nya juga. >> di situ nanti ada di bionya ada nomor WA-nya juga bisa dihubungin. >> Oke, kalau untuk Mas Timoti ada yang mau di-share? >> Kalau di akun rumahnya ada di Calsy House, di Instagram sama di TikTok juga sama Kalsy House. >> Oke, itu teman-teman bisa di-follow semua langsung tanya-tanya juga mau naik ke ownernya boleh, ke kontraktornya juga boleh >> dan jangan lupa ke arsiteknya. Oh iya benar. Arsitek >> arsiteknya dari Mas Hendro namanya Ruang Raya. >> Ruang. Oke Mas Hendro kita pernah colab tapi aku enggak ikut waktu itu. Belum pernah kenal juga secara langsung. Oke jangan lupa juga follow Instagram kita Wicakon Wiftajana Inspira Homes. TikTok kita juga Inspira Homes dan Wicak Mifta. Bye byye. >> Terima kasih. >> Ini kita pakai e pakai kaca. Pakai kaca. Astagfirullah. Sebentar Mas. Iya, enggak apa-apa >> San. Ulangin ya. Oke. >> Oke. Jadi di sini kita menggunakan kaca tempered ee ketebalannya 1 mili dan frameless >> eh 1 cent. Astagfirullah. H

Lihat di YouTube