Jungkat

Rumah Compact Lay-Out Optimal, Privasi Nyaman (YouTube Video)

  • 09/05/2025

Halo teman-teman, balik lagi ke Behandaks. House tour kali ini hunian satu lantai di tengok kota Jakarta dan layout-nya cocok bagi kalian yang introvert. Yuk kita lihat. e a Jadi sekarang kita di B House e tentunya kita di e ditemani oleh Bu Fara, Mbak Farah dari Kala. Makasih ee sudah mau diundang kita untuk melihat dari proyek ee dari Kala yaitu B House. Jadi kalau dari pengenalan awal nih, cerita awalnya untuk luas tanah dan luas bangunan berapa ya, Kak? Jadi kalau Be House ini di luas tanahnya tuh di 220 kurang lebih. Luas bangunan itu di 135 m² terdiri dari satu lantai. Kalau dari konsep awal yang penghuni rumah mau inginkan tuh apa ya, Mbak ya? Jadi awal itu kita dikasih brief. Em briefnya nih lumayan detail dan personal sih. Jadi mereka tuh ceritain dulu mereka tuh tipe keluarganya seperti apa. Jadi eh mereka ini adalah small family dan juga udah mereka not dari awal kalau mereka tuh introvert. Jadi memang rumah ini enggak diperuntukkan untuk mengundang tamu atau bikin acara besar di dalam. Jadi memang banyakan ruang-ruangannya itu private. Mereka juga nots, mereka suka sunset dan sunrise. Jadi kita ya gimana caranya kita akomodir itu semua di dalam rumah ini. Termasuk hobi-hobinya mereka. Mereka juga si bapak dan ibunya ini dua background dan dua hobi yang berbeda. Ibunya itu suka main piano. Mereka berdua suka traveling. Mereka berdua suka baca buku. Jadi koleksi bukunya lumayan banyak. Yang bapak itu suka masak dan bikin kopi sendiri. Jadi kita coba e akomodir. Kalau dari fasot ada yang mau diceritain enggak? Nah, yang pertama karena mereka mention mereka itu suka sunrise dan sunset dan kebetulan rumahnya ini menghadap timur. Jadi kita eh kasih sentuhan tropis juga di rumah ini. Nah, untuk modern midur-nya mungkin kita bisa lihat kalau dari fasad modern midur itu memang mau menegaskan clean lines. Jadi ada garis garis imaginer horizontal ini dari luar dari fasad sampai ke dalam itu ada. Yang kedua untuk bangunannya ya kita pakai garis imaginer tuh horizontal. Tapi untuk materialnya kita pilih vertikal lurus-lurus semuanya. Mungkin nanti akan terlihat di fasa. Terus di bagian dalamnya juga seperti itu sih. Kita bikin semuanya seragam dan setiap ruangan itu dapat bukaan pengudaraan alami. Ee materialnya pun yang kita pilih. Contohnya yang di dalam itu ada bata tempel, bata merah, sama batu alam. Jadi tetap dari segi warna dan materialnya itu masih e kompatibel sama nature warnanya juga sama seperti itu sih paling ya. Mungkin kita bisa masuk ke dalam boleh ya? Bisa boleh. Oke. Oke. Jadi ini area ya ini ini pintu kecilnya ya. Pintu kecil. Pagarnya sih dia dari sana. Mmm kalau yang pertama kali saya notice itu banyak tanaman ya gitu ya. Apakah ini memang hobi dari owner atau gimana nih? hobi memang di brief-nya mereka itu mau ada ee tanaman atau planter yang edible mungkin ini makanya tanam cabe. Oh iya sebenarnya mereka mau tanam rosemary time dan lain-lain sih. Oh, berarti emang iya ee hobi dari owner diakomodasi juga oleh Mbak Fara gitu ya dari tim juga karena ada sentuhan tropis yang kita mau kasih di rumah ini makanya memang banyak greeneries dan kita respon juga sih kayak ini pohon existingnya kalau kita lihat dia agak masuk ke dalam dinding karena kita enggak tebang sih kita respon aja kita respon pintunya kita geser gitu jadi mungkin ini bisa menjadi ee masukan juga buat teman-teman yang membangun rumah buat ngata tuh bangun rumah tuh bukan berarti semua diratain jadi tanah bangun dari nol. Tapi ternyata tuh kita bisa mencoba mempreservasi menggunakan existing yang sudah ada. Kalau ini berarti tadi yang bata yang tadi Bapak bilang ya. He material yang kita pilih ini ee memang dibikin susun seperti ini e ada ada masa tertentu ya berarti ya. Betul. Iya memang karena harus clean lines kalau me modern mid century jadi kita mau susun dia vertikal dan ini kayaknya juga menjadi vokal poin juga ya. Soalnya warnanya mencolok sendiri ya semua. putih gitu ya. Iya betul. Memang vokal pointnya ya di fasad utamanya. Fasad utama si rumah. Nah ini yang tadi saya ceritain ini ada si garis imaginernya ini sampai ke dalam. Oh iya. Di dalam juga kita ada garis horizontal itu kaca buat masukin cahaya ke dalam ee dalam rumahnya gitu. Jadi dipantulin lewat ee material antai. Oke. Nah, ini main entrance. Tapi em kita bagi sih, kita bagi em zona si private dan semi private-nya karena memang kebetulan Ibu Dewi itu mungkin nantinya ee beliau itu kan guru piano. Jadi mungkin akan ada murid atau orang tua murid yang datang. Nah, gimana caranya biar enggak mengganggu privasi mereka? Jadi sebenarnya dulu ini ada pintu untuk ke studio piano. He. Tapi kita take out, kita pindahin ke samping. Jadi di samping itu semua akses semi private. Mereka bisa langsung ke studio piano, bisa langsung ke ruang tamu, the living dan dining area. Sedangkan ini itu eh aksesnya benar-benar private. Jadi langsung ke pintu-pintu kamar mereka gitu. Oke. Oke. Jadi kita pisahin sih. Oh, bahkan berarti ternyata karena itu ruang private tapi mau tetap ada bukaan cahaya pun jadi si batanya yang di betul kita flipflip. Jadi ini sebenarnya bata tempel cuma kita ee stick kayak sandwich dibantu sama tulangan. Nih sebenarnya dulu sempat gagal-gagal juga karena ini kita iseng sih bikin DIY sama orang yang kerja di sini. Eksperimen ya? Iya. Eksperimen dulu. Akhirnya bata tempelnya tuh di kiki setengahnya. Jadi si tulangannya tuh bisa nempel terus dibantu sama frame. Akhirnya tiap tiap modul tuh ada frame-nya. Jadi dia lebih kuat. Kelihatannya ini eksperimen tapi ternyata kelihatan kayak benar-benar sudah dipikirkan dari awal konsepnya gitu ya dan yang benar-benar kelihatannya jadi lebih bagus juga gitu. Oke. Nah, kalau untuk yang si dinding ini finishingnya apa, Kak? Ah, ini batu alam. Batu alam? Batu alam sih. Jadi, ya biar sama sih materialnya tuh ya sama-sama lebih kompatibel aja sih sama tropis. konsep tropis. Sentuhan konsep tropis dan ee warnanya. Kenapa kita pilih grey? Supaya ini tetap jadi focal point si merahnya gitu. Jadi yang lain tuh warnanya kita tund aja sih. Jadi yang nyala cuma dia. Oke, mungkin sekarang kita ke area semi private ya. Oke, boleh langsung. Nah, ini akses semi private-nya ya. Jadi walaupun itu samping cuma kita tetap bikin bagus sih karena kan semi private. Oke, berarti jadi kalau tamu semua lewat sini jadinya. Kamu lewat sini semua ini tuh ee cukup kelihatan gede ya padahal tanahnya aja udah udah cukup kompek gitu. Ini berapa kali berapa nih? Ini lebarnya itu di kurang lebih ya kalau enggak salah 1,5 m. 1,5 m. Oke. Dan ini memang dari ownernya mau ada kayak gini ya ada batu-batuan aja gitu fin di sini. Iya. Dan kita juga suggestnya batu-batuan sih karena di bawah ini masih resapan air jadi enggak diflor semua. Jadi yang di belakang doang yang di floor. Oh, oke. Jadi benar-benar biar tetap alami gitu ya. Iya. Tetap ada resapan. Ini kalau kita lihat dia ada lapisannya lagi kan enggak langsung tanah. Oh. H. Oke gitu. Ee nah kalau di jendela ini jendela apa nih? Nah ini dia ruang pianonya. H ini ruang piano. Jadi ini selain jendela ini sliding door juga sih. Hm. Jendela iya dia. Pintu juga iya. Jadi jadi kalau mau masuk tinggal digeser aja. Oh. Bu juga mau full kebuka juga bisa tinggal di ini dibuka full. Iya. Oke. Nah, kalau ini apa nih? Finishing lantai nih. Ini kita pakai konkret wood. Terus kalau dindingnya kita kamprot biasa sih supaya lebih tahan karena ini area yang keekpos kan akan kena hujan dan panas terus. Iya. Nah, kalau ini apa ini? Kanopi. Ah, ini sebenarnya kenapa yang bagian ini dikanopiin ya? Selain supaya kalau ada yang datang enggak tempias hujan, tadinya itu em di sini ada catuse, kita desainin catus karena di brief memang eh ownernya itu cerita mereka akan rencana punya Big Cat. Aku juga enggak tahu sih jenis kucingnya seperti apa, tapi kita kasih space yang memang em cukup untuk kucing. Untuk maintenance juga kita lewat itu enggak sempit. Terus juga udah sediain drainasnya. Jadi kalau mereka mau membersihkan atau apa itu gampang sih gitu. Makanya dia diur juga lantainya. Nah, kalau kita lihat berarti ini kita sekarang udah lagi mau menuju ke living room ya. Iya. Oke, berarti boleh kita masuk kali ya? Boleh. Oke. Oke. Ini di ruang living room-nya. Iya, ini living areanya. Wow, kelihatan spous ya. Gede sekali gitu. Padahal tanahnya lebar tanahnya tuh kecil gitu ya. Eh, apa ya nih yang konsep utama yang mau diceritain dari Mbak Fara nih? Eh, jadi dari brief ownernya mereka memang mau yang jadi main area itu tuh eh living, dining, dan kitchen. Sebenarnya kitchen tuh lebih mendominasi sih dibanding area nonton karena memang aktivitas ee mereka Bapak dan Ibu tuh banyak di sini. Nah, ini tadi jawaban dari ee brief mereka. Mereka punya beberapa hobi ya, membaca, terus juga memasak, bikin kopi, dan lain-lain sebagainya. Nah, kenapa kita jadi bikin main area ini lebih besar daripada dibandingkan area kamar? Karena kita mau walaupun mereka itu nanti berkegiatan masing-masing, cuma tetap berada di satu area yang sama gitu. Jadi, tetap bareng-bareng misalnya ada yang nonton, ada yang baca, ada yang masak, dia tetap di area yang sama. Jadi memang main area ini kita bikin gede. Kalau lihat berarti interiornya itu dominan putih ya gitu ya. Iya. Warna terang dominan. Oke. Ini berarti semua custom ya si dinding ini ya panelnya ya. Ini bahannya apa nih Mbak? Ini plywood. Plywood iya kalau enggak salah sih plywood ya. Pis HPL atau melaminto dia ini full HPL. Heeh. yang kitchen setnya yang duko karena warnanya spesifik sih. Berarti untuk pemilihan furniture eh oleh owner tapi tetap dibantu atau ditemani oleh Mbak Farah. Iya. Sama tim interior kita juga ada Mbak Bianka. Untuk referensi desainnya juga ini ee dari ownernya mereka emang mau konsepnya seperti ini, De. Oke. Jadi memang tugas arsitek tuh untuk membantu mendengarkan keinginan klien gitu ya. Bukan yang bukan yang yang oh enggak rumah tuh kayak gini tapi mendengar oh mau bab mau kayak gimana gitu ya memang benar-benar memenuhi keinginan klien gitu. Iya dong kan mereka yang punya. Oh oke. Kalau berarti ini pun ee ada ada ini enggak kenapa tiba-tiba ada aksensi bingkai-bingkai ini gitu Mbak. emang ada intensinya atau emang Oh, ini sebenarnya karena ini sih jadi ini tuh sebenarnya pintu ini pintu pintu ke arah private. Oh, coba kita tarik ya. Mau tarik saya lupa. Harus pelan-pelan dong. Oh iya, pintu. Iya, ini pintu. Oh. Awalnya gara-gara garis pintu ini. Oh, jadi akomodir ruangan dan sebagai pemisah juga sih dari ruangan semi private ke area private. Jadi di area private ini nih isinya ee kamar-kamar sama kamar mandi dan akses langsung untuk ke ruang pianonya. Jadi dari dalam juga bisa diakses gitu. Berarti ini mungkin salah satu benang utamanya ya dari rumah intofet itu ya. Bagi teman-teman yang mau Heeh. Ya, kayak gini kita lagi syuting mereka di dalam jangan diganggu. Nah, karena garis pintu ini akhirnya e interior desainer kami bikin aksen juga sih supaya lebih selaras aja. Makanya ada garis-garis juga seperti itu. Ini juga jadinya hemat space ya gitu ya. Jadi pintu tapi sekaligus. Betul. Sekaligus jadi perpustakaan gitu ya. Perpustakaan kecil. Heeh. Oke. Oke. Oke. Ini ada tambahan storage juga di atas sama di bawah. Oh, jadi benar-benar hemat space ya. Hemat semua. space-nya kita sebisa mungkin kita pakai lah gitu. Ini juga kalau dilihat ini tuh apa ya? Ke sana tuh tinggi banget gitu ya. Padahal kayaknya enggak tinggi banget. Ini mungkin karena lampu kali ya. Iya. Dan karena kita pakai etic plafonnya. Plafonnya kita bikin high ceiling. High ceiling. Dan karena rumahnya ini madap timur jadi ee ini kemarin ide dari Ibu sih. Iya. Mau ada sobekan sedikit kaca. Jadi kalau pagi itu matahari, cahaya matahari itu kebantu masuk dari atas. Oh. Oh iya kok itu juga kelihatan tuh ya. Ada ada shadowing-nya ya. Berarti memang benar-benar padah kecil gitu ya. Tapi ternyata tuh bisa benar-benar membantu pencahayaan ke dalam gitu ya. Kalau diperhatiin juga kayaknya semua siling ini tuh semua ada tali airnya gitu ya. Nah ini ada intensif khusus berarti ya untuk dari Mbak Fara gitu ya. Mm. Oh sebenarnya sih memang yang kami tahu ya setiap dua pertemuan material itu harus ada list atau pembatasnya sih biar lebih rapi aja sih sebenarnya. Oke. Biar lebih rapi gitu ya. Tapi emang kelihatannya juga emang lebih lebih rapi dan lebih cantik juga sih ya. Lebih elok dia gitu ya. Wow. Oke. Terus balik ke konsepnya modern mid century dan juga ada sentuhan tropis. Di rumah ini memang prefer pakai kipas angin. Dari awal juga ownernya juga udah brief kami seperti itu. Oke. Mereka minimize penggunaan AC di sini. Tapi memang ee dengan bukaan ini tuh keras ya. Sekarang pun kita lagi syuting pun adem aja gitu ya. Adem aja sejuk gitu. Ee ditambah lagi ini ada ada hutan bukan kanan kiri juga kita buka di utara selatan ya walaupun kadang arah angin juga kita enggak tahu sih cuma ya mostly waktu kita beberapa kali visit ke sini memang paling dominan ya dari utara selatan ini. Makanya kita bikin openingan nih dua di sini. Oke. Supaya dia cross ventilation keluar. Nah, ini tuh e ini ya sangat eye catching ya. Kenapa bisa segede gini? Padahal lu tanahnya kecil tapi tak bisa tamannya bisa sebesar ini gitu ya. Dan ini juga berarti lagi-lagi mengakomodasi si hobinya pemilik rumah ya. Ada mau dicerit enggak dari taman ini gitu, Mbak? Oh, jadi dari awal memang mereka tuh request mau ada inner courtyard bukan backyard. Memang maunya di tengah ruangan ya. Gimana caranya sih kita akomodasi dan kebetulan ee dari arah mata angin rumahnya juga menghadap timur. Jadi enak kita untuk bikin si inner cordyard-nya ini gitu. Oke. Terus juga kita presiap ruangan itu eh ya efisiensi di ruangannya sih. Jadi makanya kita bisa dapat taman tetap gede dan kayak nyambung aja sama area dalam. Ini akses service buat ke toren dan eh lain-lainnya sama ada outdoor AC beberapa di atas gitu sih. Mungkin kita bisa pindah ke area kitchen I. Wah nih kalau di kitchen nih kelihatannya warna ini sege hijau ya. Betul. Nah, apa yang mau dicerita nih, Mbak Farah dari kitchen ya? Eh, jadi ee di dari awal kami itu sudah di-Brief kalau mereka itu noate. Jadi, enggak pakai enggak pakai ART. Iya. Dan rumahnya tuh mau selow maintenance mungkin. Kenapa kitchen ini gede? Jadi sebenarnya semua elektronik tuh ada di sini. Mesin cuci pencuci piring, alat pembersih rumah, vakum, terus emm alat masak mungkin semuanya udah ada ya. ee diutilis sama fixture-nya. Makanya dia gede dan memang akomodir hobi dari kedua owner sih. Mereka emang suka di dapur. Makanya dapurnya juga kita tetap bikin kebuka dan ee dari segi warna, material tuh udah menyesuaikan sama yang mereka memang mau gitu. bisa jadi ini ya berarti ya ee ide teman-teman ya yang mau ah kayaknya enggak mau punya art juga malas kayaknya kalau setiap hari bersih-embersih tuh ternyata dengan konsep e custom furniture gitu semua eh semua diin place dengan dimasukin satu-satu furnitur-nya eh apa equipment-nya jadi bisa lomp juga ya. Iya dan tetap rapi sih yang penting. Oke. Kita juga tetap kasih bukaan ya di sini di area sink. Heeh. Terus e sebenarnya kalau di kompor enggak ada emang enggak ada akses jendela sih tuh. Cuman karena udah full bukaan jadi aman aja sih setiap masak. Oh iya seperti itu. Oh ini ini tadi yang kakak bil abak bilang duko ya? Iya ini duk duko finishingnya karena warnanya memang kita benar-benar sesuaiin sama yang e ibunya mau. Oke. Kalau ini top table-nya. Top table-nya ini kita pakai solid surface. Solid surface. Oke. Solid surface. Kalau yang si dinding ini backpash. P biasa ya. Ini pakai keramik. Iya. Jadi kelihatan benar-benar apa ya? Kelihatan rapi gitu ya. Padahal kelihatannya kalau diperhatin banyak sekali. Banyak barangnya. Iya. Tapi kelihatan rapi, bersih gitu ya. Betul. Ini juga ini sih apa? Ee sekedar aksen aja sih. Jadi ada yang tertutup, ada yang terbuka. Tergantung fungsi masing-masingnya. Mungkin kalau ini kayak eh appliance kitchen appliance yang dia bisa pajang gitu. Sedangkan yang tertutup tuh mungkin yang kayak kompo apa ee panci atau alat-alat masak, bumbu-bumbu dapur, semuanya tuh hidden di dalam. Jadi tetap rapi kelihatannya. Nah, terus tadi udah akomodir hobi ee memasak terus bikin kopi. Nah, library itu selain di sini ini sebenarnya sebagian kecil kita bikinin juga mini library. Jadi, ini peruntukannya bisa untuk belajar kerja, terus mungkin mau online meeting yang enggak terganggu. Ini ada di sini. Wow. Iya, ya. Bisa bisa akomodir space banyak juga di sini ya. Iya. Ini dibikin kompact banget sih. Memang sesuai kebutuhan mereka. Mereka bisa istirahat. Terus di bawahnya ada storage tambahan, ada jendela juga. Jadi langsung view-nya itu ke taman. Lagi-lagi ya kalau bisa enggak pakai AC di sini tuh enggak pakai AC sih gitu. Tapi kompact pun bisa muat dua meja belajar ya. Meja kerja gitu ya. Iya. Bukaan besar ya. Untuk teman-teman yang mau punya rumah, yang suka UFH gitu ya. Betul. Mau bisa lihat hijau hijau ternyata ini salah satu idenya nih ya. Inner courtyard ya namanya ya gitu ya. View-nya langsung ke inner courtyard. Oke. Oke. Kalau untuk ukuran. Ukurannya ini kalau enggak salah ya lebarnya tuh sekitar 2 man lebih sih. Terus ee eh sori panjangnya 2 man lebih. Lebarnya itu 2 m kurang 18 kalau enggak salah ya. Satu aku agak lupa juga sih. Oke, kurang lebih segitu. Oke. Jadi tetap bisa akomodir ya. Oh, ini bahkan pintunya sliding untuk biar enggak makan tempat space. Betul. Oke. Warna dan aksennya pun kita samain ya, tetap sama konsep di dalam rumahnya. Berarti ini bisa jadi tips juga ya, Teman-teman yang punya luas tanahnya kecil, sempit, tapi mau punya ruangan dengan pakai pintu sliding. Betul. Bahkan tuh kalau K lihatnya juga di sampai lurusin ke atas gitu ya. Iya. Ini jadi aksen aja sih di atasnya, tapi katanya ee seragam gitu. Jadi satu bahasa gitu ya. Ini bisa jadi ide juga nih teman-teman. Bilang ke arsitek teman-teman untuk tolong dongetnya dibikin lurus ke atas. Oke. Oke. Kalau yang ini apa nih? Terus kita move. Nah, ini itu emm powder room. Jadi untuk yang mau ke toilet enggak perlu ke dalam ya. Di sini ada powder room juga. Ini sama ya pintunya sliding. Aksanya pun juga sama seperti pintu lain kita bikin seragam. Nah, ini juga kecil. Ini cuman 1,3 deh kalau enggak salah. Lebar ininya 14. Oh. Oh iya ya. Tapi tetap meskipun keun tapi tetap bisa iya masuk ya untuk shower sama bahkan untuk toilet juga ya dan tetap ada bukaan udaranya juga di atas. Jadi ini enggak ada ekha ya di sini. [Musik] Mmm benar-benar kompact tapi benar-benar sangat bisa memenuhi semua kebutuhan ya. Nah, kalau ini ada access service. Jadi, di samping ini untuk laundry dan janitor. Oke. Oke. Kita tetap bikin dia skylight sih. Jadi terang walaupun dia nanti jemur baju dan lain-lain enggak enggak tempias tapi tetap kering gitu. Oke. Oke. Berarti kita ke koridor tadi kali ya. Koridor yang tadinya bisa diakses dari depan cuma kita akses dari sini. Oke, dari hidden door ini. Ini ya highlight dari video ini ya. Iya. Nah, ini koridor private-nya. Oke, jadi finishing-nya walaupun ini lebarnya cuman 1,2 kita bikin light semua sih dari material pintu terus dinding. Jadi biar enggak terkesan lebih sempit. Ini ee dua pintu ini nih memang beda karena ee ini pintu master bedroom, ini pintu kamar anak. Kita emang bikin dia barndor as e request dari cornernya sih. Makanya kita bikin sliding terus dia keekpos juga relnya. Oke. Ini cuman 1,2 tapi looksnya enggak enggak sempit ya. Iya karena kita pilih warnanya lebih yang light terus ininya sliding. Jadi apa bisa cutting space untuk kita buka swing door gitu. Jadi benar-benar pemilihan warna tuh berg apa berpengaruh ya pada pada pemilan kesempitan ruangan gitu ya. Oke. Bahkan ternyata dengan ee dilihatin nih struktur si pintunya nih kelihatannya juga cakep ya. K aksen juga jadi enggak cuma lorong terus udah gitu tetap ada aksen dari si relnya. Keren. Kalau ini pintu kamar mandi sharing eh pintu kamar mandi anak. Konsepnya sih sama finishingnya kurang lebih sama ya. Hitam dan putih aja enggak terlalu banyak main warna. Oke. Tapi kalau untuk isi dindingnya berarti keramik juga ya? Keramik juga. Tapi ada aksen lagi-lagi si horizontal itu. Iya, betul. Ada garis imaginer itu selalu ada sih di dari luar sampai ke dalam rumah. Wah, kerenkeren. Nah, ini pintu utama yang tadi kita lihat dari depan mereka akses private dari sini dan ini adalah pintu ke studio piano. Jadi, gitu. Berarti yang tadi yang ngebata-bata. Betul. Kita buka si bata-bata itu di sini. Kita buka a di sini. Nah, ini dia. Oh, iya. Oke. Bata itu dari depan. Oh, jadi untuk owner yang introvert itu masuknya di sini. Iya, masuknya dari sini. Oke, berarti mungkin sekarang kita ke ruang piano boleh? Silakan. Oh, ini ruang pianonya ya? Betul, ruang pianonya. Oh, jadi ini sebenarnya sih bisa digeser-geser sih kalau yang si Klavinova ini kalau dia mau buka full gitu. Tadinya di layout awal itu pianonya satu di sini, satu di sini. Ini ada meja dan storage kecil untuk nulis dan lain-lain gitu. Oh, ini custom. Ini custom. Oh, bagus ya. Masih sama ya ada kayak country house tapi modern material kayunya nih lebih gelap kan dia pakai. Iya ini full sampai siling itu karpet supaya peredam. Karpet peredam suara kalau ada ini kan berarti akustik ya gitu ya. Kalau untuk bangun ruang akustik di rumah tempat tinggal itu ada ada kesulitan tersendiri enggak sih, Mbak? Em enggak sih, yang penting pilih material insulasinya yang tepat aja. Kita konsultasi juga sih, tanya ke memang yang sudah berpengalaman gitu untuk pilih material dan lapisan-lapisannya tuh apa aja gitu. Mungkin ini berarti udah semua ya yang sudah kita bahas ya keuangannya. Berarti mungkin kita bakal bahas sisanya yang mau di-highlight lagi di ruang living ya. Boleh, silakan. Oke, siap. Oke, jadi kita udah di penghujung akhir video nih. Kira-kira dari Mbak Fara, ada yang mau di-highlight enggak dari yang mungkin dari kita tadi udah obrolin ternyata masih ada yang belum dibicarakan gitu. Oh, paling mau ini aja sih. Eh, jadi si modern miduring ini dari dalam sampai eh dari luar sampai ke dalam memang masih terus kita bawa ya dari clean lines, clean geometric form, terus juga memang enggak cuma bentuk sih mengikuti fungsi sih sebenarnya. yang tadinya di brief awal itu sebenarnya owner itu mau e rumah rumahnya tuh dua lantai sebenarnya tapi ternyata setelah kita bikinin opsi satu lantai dan dua lantai di satu lantai pun juga udah mengakomodir semuanya sih iya kalau di inat-ingat lagi kan apa luas tanahnya kom gitu ya cuma satu lantai dan di Jakarta nyata tuh masih cukup relevan ya masih cukup relevan dan nyaman-nyaman aja enggak perlu tingkat dan enggak perlu gede banget. Enggak. Oke. Oke. Kalau untuk pembangunan lamanya berapa lama nih pembangunan ini? Waktu itu 1 tahun kita mendesain itu arsitek sama interior ya 6 sampai 8 bulan total. Jadi in total ya mungkin hampir 2 tahun kali ya. Kalau untuk kesulitan yang ditemui ketika proses pembangunan? Kesulitan pasti banyak sih. Cuma yang kesulitan yang unik itu pas kita bikin si bata tempel di fasa depan. Oke. Karena ya kita berdua kita eh project manager sama tukangnya kita sama-sama belajar sama-sama eksperimennya gimana ya biar bisa achieve ee di sesuai sama gambar yang kita bikin gitu. Karena saya pun kami pun juga belum pernah kan ngerjain langsung gitu. Jadi kita sama-samalah coba-coba sampai ketemu. Ee kalau untuk masalah tadi kan kita lihat nih dari tadi itu lantainya itu semua sama nih materialnya, finishingnya. Ini bahan apa nih? Kita pakai SPC. SPC. Kalau untuk dari pemilihan warna ada ada konsep tertentu. Oh, kita pilih warnanya yang light supaya di dalam ruangan itu masih terasa bright dan tetap terlihat luas sih. Kalau gelap kan takutnya malah jadi ruangannya jadi lebih gelap dan sempit ya. Iya, gitu. Oke. Oh, sama ini mungkin yang kita sekarang lagi berada di ruangan ini kok kayak ini atapnya kok enggak ada atap-atap kuda ya? K-kuda atap ya. Ada rangkanya di atas plafon. Nah, ini sebenarnya yang melintang horizontal ini ya, selain aksen si garis-garis itu ya. Ee ini balok. Balok kita cover ya udah sekalian jadi gantungan buat kipas. Oh, gitu sih. Oke. Nah, terus yang dudukan ini sebenarnya kita akal-akalin buat ini sih ee naruh lampu. Jadi lampunya kita umpetin di dudukan ini nih yang keliling. Jadi lampunya diumpet dia di atas itu. Oh. Oh, bahkan iya ya enggak ada enggak ada spotlight ya. Lampu ya? Iya. Kita enggak pakai spotlight. Oke. Biasa kan kalau e ceiling etik seperti ini kita biasa pakainya lampu gantung atau ya mungkin spotlight dari bawah atau wall lamp. Nah, ini gimana caranya lampu tetap di atas tapi enggak kelihatan. Jadi kita akalin bikinin dudukan gitu. Jadi dia cuma nyorot ke atas baru dipantulin ke bawah. Cahayanya juga jadinya enggak yang ee gimana ya sakit di mata gitu ya. Tapi menyebar luas gitu ya. Iya. Menyebar luas gitu sih. Ini bisa jadi apa ya konsep ide buat teman-teman gitu ya. Kalau bangun rumah tuh enggak perlu pakai sportlight gitu. Karena sekarang zaman sekarang oh dikit-dikit spotlight ternyata dengan pencahayaan ee tidak langsung seperti ini pun bisa menyebar luas dan tetap terang gitu ya. Dan tetap terang. Oke. Oke. Bahkan kayaknya lebih lebih ke sana lebih hom ya. Iya. Lebih kayak le pilihan warna juga nentuin sih warna lampunya. Ee ada tips enggak ya dari Mbak Farah ke teman-teman gitu yang mau bangun rumah? Ini kan apagi tahun baru 2025 gitu. Ada enggak tips-tips tertentu gitu? Ee tipsnya sih yang penting tahu kebutuhannya. Jadi, kita bisa efisiensi di ruangan, di budgetnya juga, terus em seimbang antara mungkin kebutuhan sama luasan tanah yang mereka miliki gitu sih. Paling kalau tipsnya sama mungkin minta bantuan profesional. Oke. Untuk bangun untuk enggak malu-malu tanya ke arsitek ya. Iya. Karena biar bisa ee arsitek itu sebenarnya ya cum cuma bantuin aja sih. Bantuin mecahin masalah yang ownernya itu punya gitu. Oke, kalau untuk budget nih, budget untuk satu untuk rumah beous ini apa? Kalau be House kebetulan kami kontraktor dan ownernya tuh sepakat untuk enggak dikasih tahu sih. Oke. Oke. Cuma kalau mau rehat trench-nya mungkin ada di web-nya arsitak ada ya? Oh, ada. Oke. Oke. Nanti untuk teman-teman yang mau bangun rumah, yang sudah jatuh cinta dengan desainnya Kala, mau hubungin Kalau lewat mana nih, Mbak? Bisa lewat Instagram kami di @kcalidas dan website www.calidas.com. Oke. Oke. Nah, itu mungkin untuk teman-teman silakan cepat-cepat hubungin kala karena entar lagi bakal ramai nih yang yang udah jatuh cinta nih dengan desa kala nih. Oke. Nah, untuk teman-teman lagi kalau misalnya mau bertanya silakan ketik di kolom komen nanti kita bantu jawab sama kalau saya suka dengan video ini silakan like sama subscribe ya dan jangan lupa untuk nyalain notifikasinya. Bye bye.

Lihat di YouTube