Rumah dan Kantor di Lahan Kecil 70m2! InspiArsi: DAB Architect (YouTube Video)
Hari ini kita akan ngebahas hunian yang luasnya cuma 70 m², tapi di lantai satunya jadi kantor dan di lantai duanya jadi hunian. Kita ketemu sama arsiteknya, yuk, let's go. Halo, Mas Nabi. Halo, Mas Bicak. Weh, gimana kabarnya, Mas? Sehatshat. We jauh-jauh dari Bandung nih ke Bekasi ya. Iya buat bincak mista lah YouTube. Oke Mas boleh diceritain dulu enggak ini tuh rumahnya luas tanahnya kan 70 m². Betul. Luas bangunannya berapa, Mas? Luas bangunannya 64 m². 64 m². Dan Iya, dua lantai. Dua lantai. Dibangun dari nol. Dibangun dari enggak, awalnya ada rumah existing dari developernya. Kita hancurin total, kita bangun ulang lagi seperti ini. Oke. Oke. Dan inilah tampilan dari depan rumah ya. I cuman yang satu langsung mencuri perhatianku, Mas. Ini naiknya cukup tinggi ya, Mas ya? Cukup tinggi karena ini kalau hujan besar banjir di sini. Ini ini ada sungai kan. Nanti kalau hujannya besar ini sampai seginilah. Oh, makanya sudah dipersiapkan ya di atas sini ya. Betul. Kalau tetangga juga sama, mereka tinggi-tinggi. Oke. Dan di depan sini ini langsung ada pagarnya. Ini cukup menarik sih karena aku melihat banyak lengkungan-lengkungan kayaknya, Mas. Mulai dari depan loh ini. Iya, betul. itu emang ownernya cewek banget ya soalnya jadi suka bentuk-bentuk curve gitu jadi yang gemoy-gemoy lah gitu. Apakah semua terimplementasi sampai fasadnya juga Mas kalau enggak salah tadi aku? Iya. Jadi emang kita ee sekarang fokus ke fasad-fasad yang nyentrik ya. Jadi agak main asimetris bentuk-bentuknya. Kalau simetris kan bentuknya ee sederhana gitu. Kita maininnya agak yang satu pendek, yang satu panjang gitu malah yang gelombang-gelombang gitu. Boleh kita sambil masuk, Mas? Kayaknya di depan nih kan banyak sekali lalu lintas. Nah, kita juga mainin warna sage sih. Iya. Ini ya sage green-nya ya. Iya. Emang lagi happening juga dan cocok konsepnya sama rumah ini karena pengin nuansa-nuansa natural gitu, green gitu ya. Oke. Oh iya, dari tadi luas tanah 70 itu berarti lebar berapa? Panjang berapa, Mas? Kalau lebar 5 m. Heeh. Panjangnya sekitar 14 m. Oke. 5 * 3 14. Dan ternyata di depan sini langsung jadi area carportnya ya, Mas ya. Area carport. Betul. Sebenarnya ini harusnya ada pohon-pohon cuman masih kecil si ini si Pakis Brazil nih ya. Iya. Sama ini lewanyonya juga masih belum tumbuh. Oh iya. Ini harus ini nih rajin di ini nih dirawat dulu biar dia lebih lebat ya. Lebih lebat. Tapi kalau rencana sih kalau ini tumbuh ini ketutup semua sih. Oke Mas. Ini aku mau nanya nih. Aku enggak tahu ya Mas ya. Tapi jawab aja. Ini emang sengaja dipos dulu atau gimana ceritanya nih, Mas? Awalnya sih enggak, cuman pas akhir-akhir ownernya ngelihat kok bangunan sebelah agak mengganggu gitu. Oke. Terus sama saya saranin udah aja e beliu yang udah jadi lebat gitu. Tahunya ownernya malah beli yang ini. Oke oke oke. Jadi emang e butuh proses dulu kan dia liquannya lebat karena biar lebih ini ya rapi sininya gitu ya. Lebih rapi lebih hijau gitu. Lebih hijau ya. Oke. Dan jadi di lebar 5 m ini sininya untuk taman ya, Mas ya? Untuk area hijau. Betul. Sekitar 1,2 nih. Kah 1 m. 1 m ya. 1 m. Oke. Kalau ini 4 m buat motor dan mobil sih. Karena memang di lantai satunya dipakai untuk kantor. Kantor juga ya, Mas ya? Iya, betul. Kantor. Nah, ini kalau aku ngelihat ke atas kanopinya ternyata cukup unik bentuknya nih, Mas. emang dibikin miringnya tuh ke sana ya bukan sini bikin pasat oke oke oke. Dan masih pakai warna S green lagi. Tapi ada talang di situ. Jadi enggak enggak ngelempar ke rumah orang talang. Ahah. Benarbenar karena emang tetap kita harus memperhitungkan itu ya Mas ya. Jangan sampai airnya kan ke rumah orang. Jangan ganggu orang juga. Betul. Oke. Terus kalau di sini kan aku juga ngelihatnya lantai satunya kayaknya fasad rumah ini cuma satu lantai ya Mas ya. Padahal di belakang situ kan ada lagi ya. Ada dua. Jadi kalau kita lihat dari jalan yang ke sana pasti satu lantai. Kalau jalan ke sini dua lantai kelihatannya. Menarik, menarik, menarik. Oke, terus apa lagi nih, Mas? Ini kayaknya aku lihat. Iya, ini bukan jendela ya. Ini jendela. E tapi dia dibikinnya horizontal gini aja ya, Mas ya. Betul. Ini ya konsep desainnya jadi ada yang kotak, ada yang curve gitu. Biar mainin ini aja bentuknya sih biar enggak menonton. Makanya sininya tiba-tiba si pintunya. Uh, pintunya gede juga ini ya. Iya, pintunya ini pakai kayu solid. He, bentuk ya semua pintu p curve di dalam kecuali jendela ya. Kenapa, Mas, jendelanya enggak sekali? Kita mikirin eksekusinya juga. Kalau aluminium di lengkung-lengkungin agak susah nyari vendornya tuh susah tuh bisa bikin gitu tuh. Oke, boleh kita masuk, Mas? Boleh, boleh. Silakan. Oke, kita masuk nih, Mas. Oke. Oh, iya teman-teman tadi lupa belum memperkenalkan Mas Nabil. Boleh memperkenalkan Mas dari studio apa gitu. Oke, perkenalkan nama saya Nabil dari DAP Arsitektur ya dan ini juga hasil karya dari DAP. Kebetulan kita mendesain dan membangun juga gitu ya. Bacanya dap ya Mas ya. DAP. Oke. DAP ini base-nya di Bandung. Base-nya di Bandung. Cuman kita biasa mengerjakannya BABEX sih. Oke. Nah, sekarang kita lanjut lagi teman-teman. Ini pas masuk ternyata kesalnya langsung luas ya, Mas ya. Awas karena kantor kan lantai satu. Jadi emang kebutuhan di lantai satu ini untuk packing admin dan nyimpan-nyimpan buku-buku karena emang ee penjualannya lumayan ya setiap harinya. Ee jualan bukunya sampai 100 setiap harinya. Makanya ini pas sudah beroperasional nanti bakalan banyak buku-buku ya Mas di sin ya. Buku nanti ada buku yang packing. Packing kayaknya tiga orang deh. Ini yang admin satu. Oh admin satu di situ. Oke. Tapi tetap dibikin bagus ya Mas ya. Iya. H kita bikin area-area ini kayak plafonnya seperti ini. Tetap ada curve-kurve-nya dibikin kesan dramatis aja. Dan sebenarnya ada yang udah mencuri perhatian banget yaitu sini. Cuma nanti kita akan bahas lagi karena tiba-tiba ada perosotan. Jadi kita emang ceritanya dari kita dari lantai du tuh bisa langsung meluncur. Betul. Emang konsep ee rumahnya kan ownernya pengin terlihat fun kantornya muda gitu ya. dan gemoy-gemoy lah, lucu-lucu. Jadi banyak bentuk-bentuk yang unik-unik, lengkuk-lengkuk gitu. Oke oke oke. Nah, balik lagi. Karena di sini lantai satunya jadi kantor makanya areanya terbuka aja. Tapi tetap ada ini tempat duduk-duduk ya, Mas ya? Iya, ini tetap tempat duduk sekalian tempat nyimpan-nyimpan buku nanti. Emang permintaan owner tuh banyak lemari nanti. Karena kan bukunya banyak banget ya. Buku sama tempat Mas boleh duduk, Mas? Boleh, boleh. Silakan ya. Jadi di sini ada kemari. Oh ada di sini ada ini dalam nih bisa nyimpan banyak. Di sini nanti banyak. Oke. Dan ini sambil nyantai ngobrol nyantai nikmati suasana gitu dari koid. Iya. Nah ini ternyata teman-teman di sini ada taman tengahnya ya Mas ya. Betul. Gimana ceritanya Mas dibikinin tangan taman tengah ini Mas? Jadi emang konsepnya kita kan pengin care juga sama kualitas orang-orang yang dalam ya. Jadi tidak menggunakan banyak AC dan lampu gitu ya. Sebenarnya kalau ini dimatiin juga cahaya udah ada di sini sama jendela itu kan kalau dibuka. He. Nah, ee fight ini fungsinya untuk nanti cross ventilation sama cahaya matahari masuk gitu. Oke. Cuman di atas itu tetap ada tutupannya ya, Mas ya? Tetap ada itu biar anti maling, Mas. Kasih wiremess. Iya. Setuju setuju setuju karena ini lokasinya juga kan di ini ya jalan utama banget ya dari komplek ini ya jalan utama oke. Nah, terus ada apa lagi nih Mas di bagian sininya? Oke kalau sini ya ada wastafel ya. Ini juga ada kamar mandi kantor. Ini benar-benar berfungsi untuk sebagai toilet aja ya Mas ya. Toilet aja buat buang air kecil. Buang air besar. Kalau mandi enggak bisa sih. Oh iya cuman ya kesannya hijau ya. Ini yang unik ininya sih, granit dindingnya apa tuh, Mas? Ini dari apa sih? Dari keramik aja atau gimana? Enggak, ini granit. Oke. Oh, ini granit. Granit. Granit 15 ke 15. Cuman ini vendor yang saya biasa beli. Jadi masih jarang orang tahulah gitu. Kalau teman-teman mau tahu kayaknya harus nanya ke ini ya. Ada arsitekturul, ada Instagramnya naruh di sini ya. Betul. Oke, mantap, Mas. Oke. Terus yang bawahnya dikasihin teraso gitu ya. Iya. Motif terazo. Motif terazo. Terus kita jalan ke dapur. Nah, sebelum sampai dapur nih, Mas. Ternyata aku lihat bawahnya juga dibedain ya material lantainya ya. Ada pembatas juga antara granit dan SPC. Ini pakai SPC, Mas. Oh, ini pakai SPC. Ini tetap dibikin lengkung ya? Iya. Biar nyambunglah luar dalam gitu. Ada yang lengkung, ada yang lurus gitu. Tuh, tabelnya sini juga tetap dibikin lengkung juga. Ini ada meja stool bar lah ya. Bar sama stolnya. Nah, ini pakai solid surface. He. Furniturnya di finishing cat duo lah. Oke. Dan ini kan ee apakah interiornya dari DAP juga untuk yang mendesaink? Betul, kita desain build semuanya. Oh, termasuk interiornya. Termasuk interiornya. Oh, oke oke oke oke. Kecuali ya ini yang kita saranin beli di misalnya kayak toko Inform atau Iya. Ee IKEA kita menyarankan beli gitu. Tapi kalau yang custom-custom sama kita gitu. Oke. Biar disaranin warn yang mirip-mirip tetap gitu ya, Mas ya. Betul. Dan jauh lebih murah kalau production toko gitu. Iya karena mereka kan M production ya. Oke. Ini kul lihat juga ada ini ya Mas ya. Rice cooker ya. Rooker ini kayaknya entar kalau karyawan yang udah beraktivitas di sini dia ini ya tinggal beli lauk doang ya. Betul. Tinggal masak. Oke. Jadi walaupun apa begitu dia dipakaiin kantor tetap dibikin nyaman juga ya. homi juga karena emang ownernya minta gimana kerjanya nyaman, enak. Jadi ya konsep kita kan emang grow e grow your space. Jadi kita meng-update kualitas hidup yang ada di rumah ini, gitu. Oke. Terus di sini adalah ya dapurnya. Dapurnya. Betul. Ini area masak. Ini juga customnya. Ada lemari. Oh oke. Ini buat naruh-naruh peralatan mungkin tu. Ini yang sini kayaknya buat ini ya. Gas ya? Gas. Itu gas. Betul. Oh iya. atau blue gas di sini nih. Tenang, Guys. Bukan yang kuning, ya. Bukan yang kuning. Oke, jadi taruh sini. Berarti ketika ini kan juga jadi rumahnya owner ya, Mas ya. Maksudnya dua fungsi bisa jadi pentrynya karyawan sama dapurnya si owner ya. Owar. Betul. Karena masih sendiri juga sih ownernya. Oke. Jadi dan umurnya juga masih 30 di bawah 30 lah. Jadi masih fleksibel gitu. Cuman kita buat ya ee bisa jadi kantor dan rumah gitu. Dan ini juga enggak ada exhaus, tapi kita kasih keramik di sini. Oke. Biar panasnya tetap ini ya enggak ke sini ya. Iya. Betul. Dan minyak juga nanti enggak terlalu merusak fiturnya. Betul. Lebih sini. Oke. Oh iya. Jadi salah satu alternatif. Oke. Terus di atasnya dikasih track light ya. Track light biar bikin dramatis. Nah. Ini teman-teman ternyata disiapkan untuk ini ya. Iya. Ruang untuk ibadahnya ya Mas ya. Ibadah. Ada musala. Weh, ini berkah sih maksud saya. Ini memang requestan owner dari awal. Owner emang mentingin ibadah sih. Dia emang salah satunya pengin ada space untuk sembahyang dan bisa dua orang atau tiga orang lah. Ada tempat wudunya loh, Teman-teman. Tempat wudunya benar. Benar-benar disiapin tuh. Ini yang custom lafal Allahnya tuh yang apa itu dia custom. Masyaallah. Enggak ada di kita harus ngebikin sendiri. Iya. Termasuk ada lighting-nya di belakangnya. itu juga pasti udah disiapin dulu ya, Mas ya, lighting-nya gimana, e kabelnya lewat mana gitu ya. Betul. Biar kelihatan rapi lah, Mas. Oke. Ada apa lagi nih, Mas, sebelum kita ke atas atau udah ke atas aja? Kita ke atas aja. Ini ya ini bagian favorit owner sih. Dan kita juga proses bagian tangga dan perosotan ini juga experience barulah buat kita untuk mengaplikasikannya. Apalagi perosotan ya. Kita belum pernah bikin perosotan sama sekali dan kita nyari beberapa vendor, ada beberapa drama lah di tengah jalan ada yang nyerah dan akhirnya kita memutuskan untuk bikin sendiri dan berhasil juga gitu. Nanti kita coba ya untuk dari atas ke bawah gitu. Karena emang bikin gini kan enggak mudah ya, Mas ya. Enggak mudah. Betul nih. Apa emang entar deh, Teman-teman. Kita harus nyobain merosot di sini nih kencang atau enggak atau atau ngeri atau enggak ya. Kalau di sini biasa aja, pas sudah nyampai atas kok tinggi ya gitu. Oke. Nah, karena ininya perosotan sininya untuk tangganya ya, Mas ya. Untuk naiknya ya. Betul. Ini tangga lebar 80 tapi kalau yang bagian atas sudah 60 centti-an lah. Karena emang cuma owner doang yang ke atas itu. Di atas cuman area rumah kayak inilah apartemen yang studio gitu. Cuma ada satu kamar dan satu kamar mandi. Studo. Oke. Nah, ini yang kita buat ya tetap ya kesan kayunya ada. Awalnya ini harusnya kayu juga bagian sini, cuman dia beli fen style-nya kelebihan. Oke. Heeh. Jadi kita coba di tangga kata saya. Eh tahunya bagus akhirnya dilanjutin sampai bawah gitu. Oh harusnya sama kayak gini ya kayak atasnya ya. Betul. Dan ya jadi kesannya lebih oke sih. Oke. Oke. Jadi ini ya lebih ada ee perpaduan warnanya yang menarik ya Mas. Betul. Jadi beda gitu tangganya. Nah, Mas, pas ketika kita ke atas, aku baru melihat secara lebih detail, ternyata si perosotan ini ada kayak lapisan ininya ya, Mas ya, kayak epoxi. Epoxinya gitu ya. Atau emang pakai epoxi doang atau gimana, Mas? Epoxi terus difinishing lagi biar licin pakai lilin. Oh, lilin yang buat ini, Mas apa? E kalau mati lampu gitu. Iya. Oh, iya. Dipakai kayak gitu. Oh, biar licin gitu. Kalau epoxi doang kemarin kita coba keset ghenti-berhenti. Oke, kita ke situ dulu entar ya, Teman-teman ya. Kita nyobanya terakhir setelah house tour semuanya. Betul. Yang sini simpel sih, cuma ada jendela bulat itu. Oh, biar cahaya matahari masuk. Tetap ada cahaya di koridornya. Ya, betul. Nah, ini agak sempit sih, cuman 1* 2,5 ya kamar mandi utamanya. Oke, jadi belok belok kiri ada ini ya untuk tempat toiletnya ada mastaffel di tengah dan ada shower. Jadi emang ownernya juga suka warna emas. Jadi di aksen-aksen tertentu ada warna emnya juga kalau dari bawah juga. Oh, oke. Ini juga kalau aku lihat juga finishing dindingnya dibikin beda ya, Mas ya, atas dan bawahnya ya. Betul. Tetap warna hijau cuman ini pakai ee warna sage yang bawah agak ee hijau tua tapi beda, beda inilah beda tekstur. Beda teksturnya ya. Cuman yang motif teraz itu tetap kita pakai sama. Oke. Oke. Nih. Ini masih tetap konsisten pintu pintunya tetap masih lengkung ternyata. Benar kayak kata Mas Nabil nih pas sudah di dalam. Lucu-lucu dia penginnya. Nah, kita masuk kamar ya. Oke, ini kamar owner. Oh, wih. Kamarnya simpel aja nih ya, Mas ya? Kayaknya ya. Simpel. Ini ee queen bed. Terus ee nanti di situ ada TV. Oke. Di sini untuk area make up ya. Ini pakai PPC lah untuk pemanisnya. Heeh. Ini ada lemari buat ownernya. Oke. Buat inian dia ya. Semua pakaian-pakaian taruh situ. Oh, ternyata di situ jendela ada si jendela ini yang kelihatannya jendelanya kalau kita dari seberang jalan ya, Mas ya. Betul. Kita cat juga tuh gentengnya warna Sage. Oh, iya. Itu pakai genteng apa, Mas? Metal ya? Iya, metal pasir. Spandek pasir. Pasir. Terus ini ukuran kamarnya berapa sih, Mas? Kalau ini sih sekitar 2, seteng ke hampir tiga ya ke situ. Karena ini kepakai s kam mandi. Jadi bentuknya agak L. Oh iya agak L gini ya. Ini gordennya juga kita sumputin sih itunya di situ ya ada tempatnya buat gordennya ya. Jadi enggak kelihatan relnya di atasnya. Dan semua silingnya kayaknya di variasi modelan ini ya Mas ya. Ada lengkung. Heeh. Ada lengkungnya dibikin up siling ya. Betul. Iya. Di bawah juga ada lengkung gitu. Iya. Biar enggak kotak banget. Nah, ini tuh berarti ceritanya rumahnya barusan jadi, Mas. Baru jadi. Baru jadi. Baru banget tadi pagi atau kemarin? Baru apa ya? Februari akhir Februari. Jadi, Februari akhir. Cuman yang persotan belum jadi-jadi karena wah pusing banget itu bikinnya. Akhirnya jadilah seperti ini gitu karena ya belum pengalaman namanya juga. Tapi ownernya puas sih akhirnya kita bikin yang kayak gini. Dan ini juga kita cuman ngeluarin budget Rp8 juta. Oh iya iya. Bikin persotan. Oh, sedangkan itu ada pakai fiber nawarin Rp0 juta kalau pakai fiber akhirnya ya udah jadilah seperti ini. Ayo kita coba, Mas. Oke. Oke. Berarti ini juga rumahnya belum dihuni ya, Mas ya? Belum. Habis lebaran dia rencana huninya. Oke. Karena juga pasti kan perlu mindahin apa kegiatan kantornya juga ya. Betul. Oke, Teman-teman. Sekarang kita akan mencoba. Oke. Oke. Huh. Tapi asik sih ini. Wih. Ini sih benar-benar waking up inner child sih ya. Iya. Jadi benar Mas ee setelah aku merasakan di perosotan ini kita ini ya pas lagi pusing kerja gitu kan. Wah mau perosotan benar deh biar fresh gitu. Seru-seruan di sini emang permintaan owner juga ya. Akhirnya kita mau enggak mau eksekusilah dan jadilah seperti ini gitu. Asik kok. Asik kok. Asik. Asik. Oke. Nah, untuk membangun rumah dan kantor seperti ini, Mas, butuh biaya berapa sih, Mas? Nah, ini kan dari before-nya nanti saya kirim ya fotonya. He. Nah, ini dari dihancurin total sampai terbangun seperti ini kita untuk sipilnya di R20 juta. Oke. Nah, untuk furniturnya kita di sekitar R0 juta semuanya. Ya, itu dikerjakan dari departi full. Karena ini klien kebetulan kenal sama saya dan dia udah ngontak kita dari kapan? Heeh. Dan dia sudah konsultasi budget duluan gitu. Jadi pengin lantai satu seperti ini, lantai du seperti ini. Jadi ya sebenarnya sih kita emang menampung semua requestan tapi tetap ons budget juga gitu. Gimana caranya? Dan biasanya teman-teman kalau masih punya pertanyaan atau pengin minta dibangunin juga dari DAP berarti ngontaknya ke mana tuh, Mas? Kalau di Instagram ada DAB. Oke. Nah, kalau yang untuk pembangunan ada da.bill. Oh, terpisah ya? Terpisah. Di website-nya juga ada daabarts.co gitu. Oke. Oke. Jadi, gitu teman-teman. Kalau kalian ada lahan 70 m², mau dibikin bangunan dua lantai juga bisa seperti ini. Cantik seperti ini. Bahkan ada perosotannya. Oke, ada lagi mungkin Mas yang ingin disampaikan? Udah sih. Oke, ya. Wis, berarti kalau seperti itu sudah komplit semua ceritanya. Teman-teman jangan lupa untuk subscribe channel Wicak Mifta, follow Instagram kita juga, Wicakson Mifta Jannel dan Instagram Inspira Homes dan TikTok Wicak Mifta juga. Thank you sekali lagi, Mas Nabi. Terima kasih banyak, Mas I. Terima kasih teman-teman yang pada nonton. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. Dadah. Thank. Halo, Mas Nabil. Halo, Mas Mufta. Bicak. Eh, sorucak. Aduh, atau istri? Oh, istri. [Musik] Mas aman ya? Aman. Aman. Huh. Tapi asik sih.
