Jungkat

Rumah Estetik Dibangun Tanpa Arsitek! Inspirahoms: Casa de Kath (YouTube Video)

  • 08/04/2025

Hari ini aku mau main ke rumah Mbak Bunga yang didesain sendiri. Dari luarnya sepertinya sederhana, simpel, tapi dalamnya wow banget. Yuk kita main. Halo, nama saya Bunga. Nama saya Aji. Selamat datang di Kasa Deket dekat. Kas deet. [Musik] Akhirnya sekarang aku udah ketemu nih sama Mbak Bunga. Halo, Mbak. Senang banget akhirnya bisa main ke sini. Makasih loh sudah boleh main ke sini. Iya, sama-sama. Senang banget didatangin Mbak Mista. Oke, kita cerita langsung dari fasadnya ya, Mb. Soalnya aku dengar-dengar Mbak Bunga ini ngebangun rumahnya tanpa arsitek. Benar enggak, Mbak? Memang rumah ini ada tanah yang dijual, tanah kavling. Jadi kita rencana awalnya memang enggak langsung bangun. Jadi eh ya udah pondasi dulu aja lah gitu. Nanti kalau ada dana eh ternyata jadi bangunan gitu ya udah sekalian aja gitu. Dan enggak sempat kepikiran untuk makai arsitek gitu karena yang tadi begitu ada dana bangun, ada dana bangun gitu. Tapi dapat inspirasi dari mana Mbak ngebikin fasadnya bentuknya seperti ini gitu? Ee kalau punya rumah memang dulu kepengin banget yang modelnya minimalis modern. Jadi ee atasnya tuh kelihatan flat aja gitu. E jadi gentingnya enggak kelihatan gitu. Jadi kotak biasa gitu sih, Mbak. Minimalis aja berarti bentuknya ya. Dan untuk warnanya juga aku lihat ya warna-warnanya soft ya Mbak. War warnya warna natural putih terus ada kayu, ada marble gitu. Oke. Untuk luas tanahnya berapa, Mbak Bung? Luas tanahnya ini 123 ee meter. Bangunannya ee total 180 kurang lebih karena dua lantai itu ya. Iya, betul. Oke. Nah, berarti ini emang rumahnya paling ujung ya, Mbak ya? Iya, paling ujung sama sisa. Heeh. Dan prosesnya berapa lama, Mbak, ngebangun rumahnya? Kalau ngebangun rumahnya sampai jadi itu kurang lebih cuma 8 bulan, Mbak. Oh, 8 bulan. 8 bulan. Tapi sembari kita tempat itu sembari finishing. Oh, gitu. Gitu. Jadi kayak ada penambahan keramik di dinding gitu. Heeh. Ee ya pasang-pasang finishing lah dikit-dikit gitu. Rumah tumbuh lah ya gitu. Rumah tumbuh. Dan semua yang ngedesain tuh Mbak Bunga. Iya, benar. Wih. inspirasi dari Pinterest dan e di Instagram kan juga banyak apa influencer ya jadi saya lihat-lihat dari mereka itu. Tapi untuk basicnya sendiri emang mbak bunga di desainer. Wow enggak ada cang hobi dekor aja sih. Emang hobi dekor gitu. Karena teman-teman mungkin fasnya kelihatannya simpel gitu ya Mbak ya. Tapi dalamnya wah cantik banget pokoknya. Entar kalian lihat dalamnya. Oke. Nah, kalau untuk pagarnya memang dibikinnya lumayan tinggi ya Mbak ini ya. Sebenarnya ini cuman 2 m, tapi karena kita kontur tanahnya ke atas jadi kelihatan tinggi. Nah, untuk carportnya di sini lumayan panjang ya, Mbak? Ee ini untuk menampung dua mobil sih sebenarnya juga sering banyak tamu datang gitu biar enggak ganggu tetangga. Oke. Jadi, ini di depan sini juga cukup unik ya, Mbak ya. Karena ternyata kalau melihat ke arah situ tuh ada teras dulu. Teras. Heeh. Buat duduk-duduk sore. Tapi desainnya emang ditaruhnya di samping gitu ya. ini memanfaatkan sisa lahan yang tadi enggak simetris itu dibikin apa ya enaknya ya udahlah bikin teras aja buat duduk-duduk gitu. Oke. Berarti kalau misalnya buat nerima tamu juga ya Mbak ya mungkin yang enggak terlalu dikenal gitu bisa duduknya di situ dulu ya. Tapi ini sebenarnya ciri khas rumahnya Mbak Bunga tuh dindingnya selalu ada ini nih motif-motif air panel bergaris. Benar sampai di dalam ya Mbak ya kalau aku ngelihat ya. Ee di sini memang didominasi garis vertikal, garis horizontal, pokoknya garis aja gitu. kita garis ya garis mostly dari Pinterest terus dari desain interior juga kan banyak yang apa ee portfolionya gitu saya contek-cantek dikitlah tapi dengan budget yang minimalis. Nah, ini berarti apa nih Mbak materialnya? Ini GRC kebetulan GRC gitu karena kan ee sesudah jadi tembok enggak mungkin bikin tali air lagi kan mesti digerinda susah gitu ya. Ya udahlah GRC toh sudah ee tahan air juga ini enggak terlalu di outdoor juga sih masih ada penutup jadi amanlah. Udah setahun aman enggak ada rembes. Udah setahun aman enggak ada rembes. Berarti ini bisa dicat ya. Dicat sesuai dengan warna yang babung request. Betul. Betul. Nah, kalau ke sini berarti udah ya Mbak divariasi juga ya. Ternyata di sini di variasi ada kan e ukuran GRC yang 20 ada biar enggak monoton gitu ya, Mbak ya. Dikasih warna lagi. Nah, di sini juga ada jendela kecil. Ini kayaknya kamar mandi biasanya kalau kayak gini. Jadi ketutup jadi enggak kelihatan ya. ditutup pakai ini. Sengaja ini. Oke, kita langsung masuk aja. Ayo, mari. Di sini ada sedikit tempat buat sepatu. Iya, rak sepatu sama ininya ada rumahnya. Iya, ada rumahnya biar kelihatan. Nah, pintunya dulu nih. Pintunya dari kayu apa ini, Mbak? Pintunya ini kayu Samarinda oven. Oke. Eh, terus di finishingnya cat semprot salak dove. Kalau ada yang mau bikin mungkin. Jadi, dia pakai cat e plitur ya. Salak salak dove. Tingg lumayan tinggi ya, Mbak pintunya ya. Tingginya ini 3 m. sekali 1,7. Oh, model kupu tarung. Jadi kalau mau loading barang gampang ya. Iya, masuknya gampang gitu. Tapi untuk sehari-hari cukup dibuka satu. Udah oke. Ayo enggak kita masuk ke dalam. Iya, silakan masuk. Wah, luas banget ya, Mbak Bunga ternyata dalamnya. Tapi pas masuk ke dalam ini benar-benar berasa luas, lega banget. Iya. Ya, itu tadi karena lahan yang cuman 123 m. Gimana caranya biar kelihatan luas? Jadi memang saya sengaja enggak menempatkan ruangan apapun kecuali poom ya di bawah. Jadi kamar memang semuanya di atas sekalian untuk khusus ruang privacy di atas gitu. Di sini ya ruang apa open area lah biar lebih lega juga ya. Emang open plan gini semuanya ya dan enggak ada sekatnya. Enggak ada sekat sama jadi langsung kelihatan tuh sampai sana teman-teman. Sampai dapur sampai belakang semuanya kelihatan langsung kelihatan. Oke. Nah ini sebenarnya yang menarik perhatian juga dindingnya Mbak langsung. Oh, oke. I ini dindingnya masih ketemu lagi nih kayak gini sama. Iya. Permainan tali air. Iya, tali air juga. Cuman kayaknya di sini ada beberapa material ya kalau aku lihat ya. Mulai dari ujung sini dulu kali mbak bunga. Jadi ujung sini ini e aku pakai multiplex lapis HPL. Oke. Iya. Oke. Nah, terus lanjut ke sini ya. Ini sama dengan ini e GRC. GRC juga gitu. Oh, ini GRC juga ya? Iya. Nah, kalau GRC kan bisa di cat ya, Mbak ya. Kalau misalnya kita bosen atau warnanya mulai pudar, kita bisa langsung cat gitu. Tapi untuk pemasangannya berarti dia harus di ini ya, di bor ya. Kalau G di bor ini sebenarnya kan ada serrupnya cuman ada diakalin gimana skrupnya enggak nonjol. Jadi agak dimasukin dikit, didempul halus. Emang tukangnya mesti mesti rapi sih, Mbak. Heeh. Gitu. Jadi, kenapa aku pasang ini sebenarnya karena ingin menutupi acian yang enggak rata gitu. Jadi ini sepanjang ini dindingnya ada yang ada rata. Iya, ada yang ada yang ada yang enggak rata airannya. Ya udahlah tutup aja pakai pakai GRC gitu. Akhirnya semuanya ditutup sampai ujung ke sana ya, Mbak ya. Ketagihan. Nah, ini biasanya teman-teman ada yang nanya chatnya Mbak. Oh, gitu. Heeh. Chatnya chatnya. Kodenya ini ee semua yang aku gunakan di rumah mostly dari Jotun. Heeh. Kalau yang ini chatnya kode white linen. Jadi e beige hint abu. Iya benarbenar. Jadi abu enggak tapi krem juga enggak ya? Iya agak nge-bage lah. Karena biar senada sama sofa. Oh iya sofanya ya. Satu. Nah tapi ini sepertinya juga ada yang menarik kayaknya di chat ya Mbak ini. Benar ini. Jadi ee pemasangannya diberi jarak kira-kira 1 mili pakai cat hitam. Jadi kelihatannya kayak lis lah ya. Ini keren banget sih. Pasti dari segi budget juga sebenarnya pasti lebih menekan ya, Mbak kalau pakai cat ini. E kurang lebih. Cuman perlu dipertimbangkan ee waktu pembuatannya memang lebih lama pasti kalau ee dari WPC atau PVC kan enggak makan waktu lama. Ini kan mesti ngebor terus ngecat, ngamplas gitu sih. Cuman kenapa aku pilih ini? Karena aku suka ganti-ganti warna cat gitu aja sih. Berarti plus minusnya emang itu ya. Iya ada. Wah keren banget sih perpaduan materialnya di dindingnya aja udah bikin ini ya. Dan lighting-nya juga ya, ini kita belum bahas ruangannya. Lighting-nya juga ini tanpa arsitek. Iya. Tapi Mbak Bunga bisa ng-edesain lighting-nya cantik banget sih menurutku ya. Mesti e memperhitungkan e jarak jadi ruangan diukur terus jarak berapa senti gitu ya kayak gitu aja. Terus jadi penegas ruang juga kan lighting itu. Benar. Benar kayak yang di sana. Jadi lighting yang di living room ada kasih apa namanya up ceiling terus dichat plafonnya warna hitam gitu. jadi penegas ini loh ruang tamu gitu. Benar karena juga walaupun simpel jadi pemisah ya Mbak ya. Cuman ada di living nih yang kayak gini. Benar. Iya betul. Nah untuk ngedesain living room-nya sendiri nih berarti Mbak Bunga tuh gimana sih peruangan ya? Berarti kan Mbak Bunga nih semuanya nganuin sendiri nih ngedesain sendiri gitu. Sebenarnya lebih kengalir ya Mbak dalam penentuan ini kayak mejanya kayak gimana kayaknya itu kan. Oh e itu saya jadi gini. Jadi ini e warnanya ya kalau mungkin warnanya warna-warni kayunya karena memang senang explore. Jadi bagian sini saya pakai coklat kemerahan dari pintu terus ee WPC-nya, meja TV-nya sama meja tamu. Oke, jadi kemerahan. Jadi coklat kemerahan. Nah, bagian ke sana udah ee sama ini sama tangga. Jadi dia 1 ton lah di sini di living room. He. Terus nanti ke sana kita mulai lihat ke coklat kayu lebih muda gitu ya. Oke. Ternyata bisa juga dipaduadankan ya Mbak ya. Biasanya kan orang ada yang 1 ton aja tuh coklatnya. Iya. Tapi itu lebih balik lagi ke selera ya. Selera. Benar. Setuju. Cuman karena Mbak Bunga suka explore dan hasilnya ternyata bagus banget sih menurutku. Jadi tegas juga nih pembagian ruangnya Dera. Di sini tuh beda warnanya sama di sana. Beda warna. Iya. Dari warna dari lighting dari panel itu. Heeh. Nah, ini tadi sebenarnya pas aku datang udah ya di di offcam tadi aku kira ini Mbak ini emang udah ada frame-nya ya TV-nya aku kayak gitu kan ternyata enggak ya enggak apa-apa loh Mbak ini justru jadi kasih inspirasi ke teman-teman seperti apa ini Mbak cara pemasangannya atau kepikirannya kok bisa gitu aku kan pengin banget mbaklis gitu loh tapi belum kesampaian ya udahlah sementara e sekalian manifest gitu ais ais jadinya cakep banget ini custom sih custom di tukang ee HPL, tukang kuning. He. Jadi diukur benar-benar diukur sampai dulu ya. Diukur ya sampai ke sininya juga diukur. Ini kan masuk berapa senti gitu tapi tidak merusak. Ini enggak pakai silen, enggak pakai apa nempelnya. Jadi plek gitu. Makanya harus presisi biar enggak pakai silin lagi dia udah masuk. Jadinya bisa kayak gini juga. Jadinya menyatu ya Mbak sama keseluruhan konsep ruangan juga ya. Benar. Oke. Dan lagi-lagi bukan garis-garis kalau bukan rumahnya Mbak Bunga. Di sini juga ada kisi-kisi kayak gini. Iya. Ini WPC. Nah, ini kalau ini beda. Kalau ini bukan GRC, tapi ini PVC. Oh, iya benar. Iya. Lebih mulus terus apa agak lebih tipis ya kalau Iya. Dan sebenarnya dari pemasangannya mungkin lebih cepat juga ya. Lebih cepat cuma disilen pakai klip gitu setengah hari paling jadi. Jadi kalau itu kan perlu ketelitian hari 3 hari. Jadi teman-teman kalian pilih yang mana coba? tulis di komen kalau mau apa niru nih di rumah mbak bunga boleh kan teman-teman ada boleh dong kalian mau niru yang ini yang ini pokoknya banyaklah mau ditiru yang mana gitu banyaklah lihat Instagram dekat lihat aku dulu gitu iya lihat Mbak Bunga tuh sering dia ng-review seisi rumahnya ya Mbak ya iya benar biar enggak salah kan kalau kalau mau pasang di rumah ya kan bisa cari inspirasi dulu benarbenar nah lantainya juga ini warna abu-abu ini 60* 120 benar betul betul pasang batak jadi Untuk lantainya sama semua, tapi di bagian dapur ternyata ada perbedaan juga lagi. Pakai apa, Mbak? Vinil. Ini aku pakai vinil, Mbak. Oke, kita ke sini dikit. Nah, kalau ini apa, Mbak? Kolom berarti, ya. Ini kolom. Kolom tapi ya ee di dilapislah. Dilapis pakai multiplex sapel biar lebih manis gitu. Sebenarnya kadang kan orang ada yang benci nih sama kolam nih. Iya, sebenarnya ganggu karena gimana caranya biar enggak ganggu ya di tengah-tengah soalnya. Ya udah. Iya, aku pasang aja ini e panel gitu. Cuma sebenarnya plusnya tuh kalau dari situ jadi enggak terlalu keekpos banget ya, Mbak. Bagian sini sedikit lah ya. Bisa kayak ada sedikit. Nah, karena kan ini bentangannya cukup panjang ya, jadi harus ada tiang penyangga lagi biar lebih aman gitu. Benar. Mau enggak mau harus ada ini. Tapi ternyata kalau kita bisa ngakalinnya juga jadi oke aja kok sebenarnya. Serak kasih apa ambalan atau lighting di sini boleh kalau mau. Itulah rencana ke depannya Mbak Bunga. Oke. Aku cuman kasih polosan aja ngasih inspirasi. Tapi benar sih kolom itu bisa jadi apa aja sih? Bisa divariasiin jadi apa aja. Oke. Eh, oh ini ada ini powder room. Powder room di bawah tangga ya. Walaupun enggak ada berarti enggak ada ruangan apapun selain powder room ini aja udah dikasih satu di bawah. Jadi kalau ada tamu ya mereka cukup di sini gitu kita beraktivitas. Nah, ini jendela yang tadi kita lihat dari luar ternyata buat di area kamar eh power ini ya. Simpel tapi sesuai fungsinya sih dan cukup lega juga walaupun di bawah tangga ya. Iya. Iya. Headro-nya tuh masih iya, masih dapat banget nih di sini. Oke. Dan was di pojokan sini. Iya. Nah, bahkan detail kayak gini nih di ujung ini. Iya. Ini sebenarnya ini folden ya, Mbak? Iya. Ada ada ada folder foldernya dua di sini sama di situ. Heeh. Jadi kalau air apa habis nyuci kamar mandi bisa lewat ee kanan kiri gitu. Wah. I benar juga sih ya pertimbangannya. Walaupun mungkin ini enggak terlalu besar ya. I cum dibuat kayak gitu jadi lebih cepat kering juga. Iya benar. Oke Mbak kita lanjut lagi. Oke Mbak Bunga untuk dapur dan ruang makannya ini berarti kan juga ngedesain sendiri dan ini kalau misalnya aku lihat dari depan situ kan emang udah kelihatan semua ya di sini ya. Nah ini dalam mendesain dapurnya seperti apa nih Mbak Bunga? Eh, ini kan dapur satu-satunya. Jadi memang pengen ada island-nya supaya kesannya lebih inviting. Terus bisa aku sambil masak mungkin sambil menjamu tamu di sini gitu. Oke. Untuk pemilihan materialnya juga aku ngelihat juga variasi nih. Oh iya benar. Ini apa aja Mbak Bunga? Ini mozaik bukan sih, Mbak? Nah, itu bukan. Itu prikat namanya. Oh, dia dipotong-potong. Iya, jadi keramik ya dipotong-potong. Mungkin di gerinda sendiri tapi ukurannya gede ini. Ini 30 * 30 jadi tinggal plekplek gitu loh. Enggak kecil-kecil gitu masangnya. Heeh. Oke. Dari ser segi harganya lebih murah ya Bu. Setengah lah. Setengah harga. Cuma yang tadi Mbak Bung mau bilang kan masuk ke bagian dapur dan ruang makan ini tuh coklatnya beda. Beda gitu. Ini lebih ke Japandi. Oke. Nah, ini bisa diceritain enggak sama dapurnya nih ada pembagian ininya apa aja nih? Ya. Jadi ee ini tadinya ini kan beton ya. Oke. Terus aku kasih keramik. Keramik ee 80* 80. Cuman ke keramik itu karena luas ini ee luasnya itu 3 m ya ke situ. Jadi nnya tuh kelihatan ee jadi kotor nat apalagi nat putih ya. Tuh kotor terus ee sering copot natnya. Jadi aku lapis sama ini. Ini namanya tft top. Oke tp dari Aika. E ini per lembarnya kayaknya enggak sampai sekitar sejuta lah, tapi satu lembar gede. Nah, tapi untuk pembagian ininya nih kabinet-kabinetnya berarti seperti apa tuh, Mbak? Berarti disesuaikan lagi ya sama kebutuhan kita ya? Iya, sesuaikan kebutuhan. Jadi kalau ini aku sih di bawah ini aku tempat simpan bumbu. Heeh. Terus yang atas aku sebenarnya kebutuhan akan kabinet enggak terlalu banyak, Mbak. Karena aku bukan yang pengkoleksi. Jadi kayak misalnya ini ini nih kosong, Mbak. Jadi, nah gitu doang. E jadi enggak perlu sampai atas juga sih karena e enggak dipakai gitu. Jadi ya sesuai kebutuhan masing-masing sih gitu. Oke. Oke. Di sini cukup lega juga untuk prep areanya ya. Prepnya. Nah, ternyata di sini singnya juga ini pakai apa nih? Dari mana nih, Mbak? Snya nih ini ee ini jadi materialnya rock granit. Rock granit itu 80% granit. Jadi udah anti scratch juga. Terus juga bownnya kan gede dalam. Jadi kalau mau pasang apa ee loot cuci piring banyak udah langsung plek masuk situ. Nah, ini biasanya teman-teman nanya nih brandnya apa nih? Oh, ini dari CGS Sing. CGS sing tuh ada tokonya di online gitu. Eh, ada di Pasar Baru kalau di Jakarta. Tapi di beberapa kota ada di online, di Instagram juga ada. Nah, ini sister belinnya belangkuk. Oh, menarik banget nih. Berarti harganya lebih miring. Lebih miring Oh, mau main overdable kok. Sama kerannya juga gitu. Udah satu paket ya, Mbak ya? Eh, ini kalau aku ada yang ee banding, tapi kalau ini aku beli satu-satu. Hmm. Soalnya ini menarik sih menurutku. Iya. Apalagi ada ini kan besi ini kalau panci panas ya. Heeh. Dia enggak langsung kena bawah gitu loh. Singnya tuh teman-teman dicatat tadi. CGS sing. CGS sing langsung masuk ya entar kita. Nah, terus di sini dikasih island dulu ya. Iya. Island sebenarnya bisa makan di sini cuman di sini juga ada meja makan. Iya. Ini ya untuk makan-makan santai lah, ngemil-ngemil gitu. Kalau itu untuk family gitu. Oke. Ini warnanya beda sama itu ya, Mbak ya. Nah, ini ini sebenarnya teraso. Jadi kalau kita angkat berat banget, Mbak. Berat banget. Ah, ini teraso banget sih. Benar. Nah, karena teraso itu stain, ya. Nah, karena stain itu ya udahlah aku tutup pakai HPL. Jadi, inilah HPL, Mbak. Lapis pakai HPL. Oke, gitu. Wah, enggak kelihatan ya. Cari yang motif anu marble gitu ya. Tapi emang gara-gara motif yang dipilih tepat jadinya ya cocok aja ya. Enggak kelihatan mungkin kalau motif kayu agak kelihatan. Agak kelihatan. Iya benar. Terus pemilihan lampu-lampunya tuh juga lucu-lucu. Jadi ini iya satu salah satu penegas ruang lagi nih lighting kan. Jadi di sini menegaskan ini dining area atau bisa pakai karpet juga sih. Jadi walaupun open space tapi ruangannya tetap terbagi sih Mbak. Kalau ini udah tegas banget di sini ruang macan. Tapi di sini aku salvok. Oh iya. Kalau ini kayaknya buat ngopi-ngopi nih, Mbak Bunga. Iya. Biasanya ee suami sih suka apa kerja di sini karena ada colokan dekat colokannya. Oh iya, benar ya. Bisa buat kerja di sini. Jadi buat WH lah di sini. Nah, ternyata di sini masih ada. Iya. Kalau ini void peruntukannya sampai atas loh. Iya. Ini ini void taman kering dulu, Mbak. Oh, aslinya taman kering ya? Taman kering. Cuman aku perlu e ada kebutuhan untuk naruh ini appliance ini ya. Nah, jadi ya udahlah taruh lemari di sini ya. Memang itu full ya, tertutup ya, Mbak. Jadi airnya memang enggak bisa masuk juga ya. Engak tapi e udaranya dari roster sama dari ruang ini ada ruang jemur, ada lubang anginnya. Jadi ya udah tamannya dikorbankan tapi karena masih ada kebutuhan lain. Gitu. Oke, masih ada cerita lagi nih, Mbak. Oh, ini tadi belum dibahas ya. Kita sudah bahas sedikit. Dia pakai vinil di area vinilnya apa, Mbak? Dari mana? Kodenya apa? E vinil itu banyak yang nanya juga. Aku kasih link tapi memang habis. Jadi nanti kalian cari sendiri. Banyak finil yang bagus kok. Cuman pilih aja ketebalannya. Ini pemakaian setahun sih. Setahun aman ya. Peman setahun. Iya. Oke. Berarti tergantung dikasih list transisi. Iya. Jadi emang makin tegas lagi area dapurnya sebelah sini. Oh iya ini loh ternyata di area dapurnya ruang makannya juga sudah siling. Dikasih pemisah lagi, pembeda lagi pokoknya semua kekayuan tapi beda-beda ya mbak. Karena karena senang explore bosenan gitu loh. Keren banget sih rumahnya jujur. Jadi bawahnya ini tuh lega banget, luas banget. Enggak ada ruangan apapun ya Mbak ya. Kecuali powder room. Kamarnya di atas semua. Yuk, Mbak kita ke atas. Ayo, mari. Mungkin kita cerita sedikit untuk tangganya ini, Mbak. Iya. Nah, ini tangganya tadinya memakai ee keramik ya. Heeh. Tapi kan aku punya anak kecil terus takut kan lari-lari naik turun. Ya udah, akhirnya terus sama mau bikin kesan warm juga biar senada sama ruang tamu. Akhirnya pasang parkit ini. Parkit terus dikasih list PVC lah dengan ada lighting juga. Emang banyak warna coklat di sini. Dan lighting ini buat jadi makin ini lagi ya, makin pop up warna. Iya, pop up lagi. Jadi pas tadi aku baru datang kan soalnya sofanya menghadap ke sini ya, Pak ya. Oh, gitu. Langsung sama tangganya dan ternyata di atas itu masih ada pencahayaannya juga. Pencahayaan. Betul. Pakai jendela mati ya, Mas. Pakai jendela mati. Tapi aku kasih roller blind supaya bisa ngatur intensitas cahaya. Karena kalau dibuka pas lagi cuaca panas tuh memang panas, Mbak. Terus parketnya kalau terpaparan ya udah kasih. Nah, ini menarik juga loh pembagiannya. Ternyata ini enggak dibawa sampai di bagian atas. Beda lagi nih. Ini ya. Heeh. Waktu itu ee enggak tahu ya tukangnya bikin ada ban-banan gini ya. Jadi ya udah jadi misah antara atas bawahnya gitu. Tuh keren banget. Nah, ini karena karena penasaran jadi aku pakai WPC. Kalau itu HMR laminate. Kalau ini masih jersey. Jadi tiga tiga ee tiga material yang berbeda. Kalau kita lihat dari sini, wah cakep sih kok perpaduannya. Masih warna-warnanya pokoknya abu-abu puk. Masih masuk banget. Iya. Oke. Nah, di lantai du ini kan berarti isinya kamar tidur ya. Kamar tidur private area ya. Heeh. Nah, dari mana nih, Mbak kita mulainya? Boleh, Mbak. Mau ke kamar utama dulu? Boleh. Kamar utamanya berarti di depan ya, Mbak? Iya. Iya. Mari. Wow, lega juga kamarnya. Kala kamar utamanya ukurannya berapa ini, Mbak Bung? Ee untuk area kamarnya ini kamarnya aja 20 m. 20 m. He. Tapi kan ada apa? Kamar mandi kecil. Iya. Kamar. Kamarnya sebenarnya tuh simpel, cuman tetap ada ciri khas mbak bunga ya. Garis-garis lagi. Iya. kayak ini udah pasti udah konsep yang dari depan dari bawah di bawah juga sampai ke atas biar sekalian satu tema kan Mbak ya semuanya ya Mbak ya di sini nah untuk mendesain kamar utamanya seperti apa ini Mbak Bunga iya ini kalau ee kamar utama saya pakai granitle dengan motif kayu biar lebih warm terus juga ini ini PVC jadi PVC diaplikasikan ke dinding belakang jadi sekalian jadi backdrop juga Mbak gitu terus ini ada meja rias yang nyambung sama meja TV gitu. Oke. Nah, di bagian sini untuk kasurnya dan ini tuh ada jendela. Iya. Ini ini ke menghadap ke luar. Di luar ini enggak ada balkon sih di sini, Mbak. Jadi ini langsung ke lebih ke rumah tetangga depan. Oh, iya. Ada ada pohon kan di situ. Jadi sekalian nutupin lah ke arah dalam gitu. Benarbenar enak sih di sini dapatnya view-nya view pohon ya, Mbak ya, bukan view rumah tetangga. Jadi kalau dibuka lebar pun enggak ada tetangga juga sih yang ngelihat. Benar. Iya, benar. Oke, untuk di bagian sininya wah cantik banget nih. Nah, ini ee multiplek lapis HPL GRC seperti yang di bawah tadi. Pengis sama persis. Keren, keren, keren. Dan sini kamar mandi. Iya. Pintunya di situ ya? Mau lihat? Boleh, boleh. Oh, lemarinya di sini nih. Iya, lemari sini Mbak nih. Nah, kamar mandinya cukup berbeda ya, Mbak? Kalau di bawah tadi kan powder room warnanya mungkin kayak putih-putih ya. Putih ya. lebih putih kayu. Kalau ini lebih ke marble ya, marble grey gitu. Terus juga ada ini nih apa namanya? Iya, lubang ventilasi ya, Mbak. Cukup lebar juga gitu ya. Iya. Oke, kita lanjut ke ruangan lain, Mbak. Iya, silakan. Ee ini ada kamar anak remaja, ya? Iya, di sini. Mari. Nah, warnanya juga ternyata ya netral aja ya, Mbak ya. N permainan warnanya yang netral aja. Iya. Tapi ada sedikit yang berbeda nih. Ini agak warna kem agak kuning ya. Kuning ya. Kuning oke. Di ujung sini itu abu. Ini lebih ke abu gitu. Nah, kamarnya juga ternyata ukurannya cukup besar-besar ya, Mbak ya di sini. Tapi emang di dalam kamarnya itu simpel jadi enggak terlalu terkesan penuh. Iya. Enggak terlalu kesan karena di sini kan kasurnya di bagian sini. Nah, ini nih ruangannya cukup lega banget. Bisa buat beraktivitas, buat main anak-anak atau apa. Anakku kan suka baca jadi dia ya udah baca-baca di sini. Ada space-nya ya, Mbak ya, di sini ya. Nah, untuk lantainya ini, Mbak. Iya, lantainya ini ee granitle juga homogenous style ya. Yang ukurannya tuh kayak vinil 15* 90 kalau enggak salah. Terus dipasang hering bon ini. Pas keluar sini nih juga beda lagi loh, Teman-teman. E iya, ini vinil sih. Iya, vinil lagi. Ini kayaknya mirip yang di dapur ya, Mbak warnanya ya? Iya. Iya, sama persis macam-macam ya, Guys, di sini. Oh, iya. Ini Mbak bunga apa ini? Heeh. Oh, ini kamar ini. Ini yang aku bilang kamar untuk penyimpanan dan juga ee wadrop. Oh, lemari-lemaria khusus ya di situ berarti. Oke. Ada apa lagi nih, Mbak Bunga? Di sini ruang kerja atau ruang belajar anak sih, tapi di sering dipakai untuk ruang belajar sini. Weh, iya. Enak ya di pojokan sini terus terang banget karena emang dapat banget nih cahayanya dari sini. Iya, dari void. Dari void ini. Heeh. Kalau ini nuansanya lebih ke apa ya? farm ya. E bukan minimalis lagi sih, ini lebih ke farm house ya karena ada list plank kayak gini gitu. Tadi di sini aku lihat ada ini kamar mandi dong harusnya. Kamar mandi. Iya benar. Nah beda lagi kamar mandinya. Kayaknya ini lebih colorful ya kamar mandinya ya, Mbak. Enggak flat aja. Ini mulai dari pemilihan warna ini mozaik pakai warna hijau di bagian area basahnya ya Mbak ya. Dan sama nih jendelanya juga sama kayak di kamar mandian tadi. Sama ukurannya sama persis gitu sepanjang ini ya. Ini dia memang kamar mandinya juga cukup banget. Heeh. Udah. Iya benar. Cakep sih, Mbak kamar mandinya. Oke. Ada satu ruangan lagi. Kayaknya ini ruangan servis ya. Area ruang jemur tuh di sini. Wow. Ruangannya cukup lega loh, Teman-teman. Oke, kita mulai dari sini. Berarti ini ada untuk mesin cuci. untuk mencucilah di sini ya. Ngejemurnya di sini. Ngjemurnya sini gitu banget. Nah, ini Mbak kosong. Ini kosong. Ini sebenarnya aku mau jadiin tempat untuk nanti taruh bench di sini terus bisa nyantai-nyantai. Enggak punya rooftop kan jadi di sini. Tapi nantilah next time gitu. Ternyata menariknya itu di situ ada jalusinya maksudnya dikasih buat angin masuk ya. ya, buat sampai ke bawah juga kan, Mbak, lewat lewat dari kisi-kisi ini biar enggak pengap gitu dan juga biar jemurannya cepat kering gitu. Oke. Oke, Mbak Bunga kita udah selesai nih keliling rumahnya. Cerita rumahnya seru banget sih, Mbak. Ternyata itu suka dukanya pasti banyak juga ya, Mbak ya. Ngedesain sendiri gitu ya, Mbak ya? He banyak. Apalagi bangun sendiri dari awal kan dari em mulai beli besinya, beli pasir, semen segala macam kan dihandle sendiri. Terus ee aku cuman sama tukang pemborong gitu loh, Mbak. Ee saya menyediakan material mereka yang ngerjain gitu ya. Ee untuk supervisinya mungkin jadi kurang gitu kan, jadi enggak detail, enggak teliti karena juga kita sama-sama belajar kan, Mbak. Iya. Gitu. Jadi waktu waktu bangun itu ee ini sebenarnya lantainya enggak kayak gini. Jadi setelah setahun menempati ee lantai ini ambles yang bagian sana dikit sih ee bongkar ulang dipasang keramik baru. Nah, Teman-teman biasanya penasaran Mbak Bunga budget ngebangunnya tuh berapa sih gitu? Kurang lebih di R5 juta per meter. Oke. Itu di tahun di tahun 2000 eh 2021, maaf 2022 saya sudah nempatin gitu. Kalau ada teman-teman yang mau tanya lebih lanjut ke Mbak Bunga bisa ke mana? Boleh dengan senang hati membantu bisa follow aja akunku Kasa Dekat. Oke. Entar pasti Mbak Bunga balas kalau lagi enggak sibuk ya, Mbak ya. Mungkin ada lagi yang ingin disampaikan, Mbak, ke teman-teman. Udah itu aja sih. Udah itu aja kayaknya tadi udah semuanya ya, Mbak. Udah cukup detail. Terima kasih banyak teman-teman yang sudah nonton sampai akhir. Enaknya habis ini kita main ke rumah siapa lagi ya? Tulis aja di kolom komen. Jangan lupa juga follow Instagram kita Wicakson Miftaj, Jana, Inspira Homes dan TikTok Wicak Mifta.

Lihat di YouTube