Rumah Ganteng & Bikin Nyaman Pakai Dark Tone (YouTube Video)
Hai teman-teman, balik lagi di BB. Sekarang kita mau house di rumah arsitek dengan konsep industrial minimalist look dan desain fasadnya itu kelihatan dua lantai. Yuk nonton sampai akhir ya. [Musik] Oke, Teman-teman. Sekarang kita udah bersama Pak Mateus dari MRAD Studio. Apa kabar, Pak? Halo. Baik. Wah, thank you banget nih, Pak. Enggak bisa lihat ee karya rumahnya sendiri ya. Iya, kebetulan ini rumah pribadi. Ah, I see. Boleh mungkin boleh ceritain enggak dari luas lahan sama luas bangunan itu berapa ya? Ee boleh. Jadi kalau untuk caving rumah kita nih, kita luasnya sekitar 125 m². Ini kita lebar 9. Ee total bangunan sebenarnya tiga lantai. Mungkin suka ada yang bilang kalau dari depan kelihatannya dua ya. Oh, ini tiga lantai berarti ya. Jadi sebenarnya tiga lantai, lantai satu, lantai 2, lantai tignya. Kita ada outdoor deck-nya dulu. Jadi mungkin bangunannya lebih kelihatan ke belakang. Gimana ceritanya itu konsep dari desainnya sendiri? Oke. Jadi sebenarnya kalau kita awalnya kita lihat dari kebutuhan dulu ya. Kita kan untuk sementara cuman kapasitas dua orang. Jadi kita juga enggak mau bikin tempat yang terlalu gede sampai enggak keur istilahnya atau banyak ruang kosong. Tapi ee kayaknya buat saat ini kita mesti mikirin juga harga tanah di Jakarta berbanding sama waktu yang kita pakai buat bangun gitu. Jadi emang kita siapin beberapa lahan yang kita sudah fullin, udah siapin ready tapi mungkin ada beberapa ruangan yang kita masih alihkan fungsi gitu. Cuman emang dari bangunannya sendiri kita juga mau kelihatannya enggak terlalu tinggi. Kita lebih pengin bangunannya kelihatannya lebih melebar. Jadi mungkin kalau lihat tiba sama kanan kiri rumah kelihatannya lebih pendek karena kita mundurin tuh bagian atasnya supaya rumahnya enggak kelihatan kayak terlalu panjang banget gitu. Kayak dari sisi fasadnya sendiri itu material yang digunakan apa? Ada apa aja tuh, Pak? Nah, kalau buat fasad kita rata-rata kebanyakan mungkin tonya lebih pengin ke natural color ya. Jadi kalau yang bagian bawah ini kita emang pakai expos semen. Kita cetak sendiri. Oke. Kalau yang bagian tampak depan ini yang kayu kanan ini kita pakai clay ini dari fomi. Oh. Ee. Jadi emang bahannya bisa tahan buat outdoor kayak dia tanah liat itu ya liat. Iya. Jadi dia tipis bentuknya jadi lebih fleksibel. Cuman untuk outdoor sih mereka tahan gitu. Terus oke kalau buat kisi-kisi ini kebetulan kita ngadap timur dan ini kan master kamar utama. Jadi kita pasangin kisi-kisi selain buat privacy buat nahan mataharinya juga. He. Nah untuk daerah yang terlalu panas sebenarnya kita ee kadang ada alternatif bahan. Kalau ini WPC dari VD. Jadi kita enggak pakai solid wood supaya untuk maintenance sama daya tahannya lebih tahan lama. Oh gitu. Jadi sama kayak kalau dilihat ini plafon kita kan juga motifnya kayu. Heeh. Ini juga enggak kayu solid. Jadi dia lebih tahan buat area luar yang lembab dan hujan gitu. Kalau dari gerbangnya sendiri nih Pakai material apa nih Pak? Porvorated ya? Iya. Ini jadi kita cetakan besi biasa sih. Terus ini kita konsepnya emang dibikinnya supaya parkirannya bisa dua. Jadi ini untuk ada satu yang sliding. Kalau untuk yang sisanya kita bisa emang di folding. Jadi kita konsepnya biar bisa ada dua mobil yang miring sama satu yang masuk. Jadi ini bisa full kebuka lebar. Oh I see. Soalnya kan kita ngambil batas GSB supaya kalau dua mobil maju kan area sini keambil. Jadi ini kan lebih optimal kita cuman ambil satu sisi doang. Nah, kalau aku lihat ini ada material yang berbeda di sini buat di carportnya nih. Ini apa nih, Pak? Betul. Jadi ini sebenarnya kita udah ukur kan untuk area parkirnya cukup. Ini kita pakai ee grating, plat grating namanya besi. Ini karena bawahnya kita kalau dilihat batu speed ini bawahnya langsung tanah. Jadi ini buat area resapan juga. Jadi enggak full kita cor emang area sini sama area-area buat tanaman itu kita bawahnya masih ada area resapannya. Oh, I see. Tadi kan udah ngomongin fasad sedikit ya. Tadi udah ngomongin juga. Berarti sisi itu ada area servis ya? Iya. Jadi itu ada pintu masuk servis di samping. Kalau ini pintu masuk utama kita. Oh ini pintu masuk masuk utamanya ya? Iya betul. Oke. Dari e pintu masuk utamanya ini bisa diceritain enggak mungkin apa yang mau ditunjukin yang mungkin pas masuk ee entrance. Oke. Jadi kalau kalau secara material kalau ini untuk pintu masuk pertama kita emang pakainya solid. Jadi emang solid wood makanya kita juga pakai full slap sampai ke plafon. Oke. Nah, kalau dilihat sebenarnya kita juga enggak ada handle-nya ya. Oh, jadi kita emang ee konsepnya kalau dilihat sebenarnya di samping pintu masuk ini kan masih ada ruangan nih. Ini kayak mungkin semacam ngomongnya breakfast nuk atau orang ngomongnya foyer atau ruang tamu kecil. Jadi ada tempat kita emang sengaja kita bikin pintu ini sistemnya pivot bisa didorong luar dalam. jadi nanti kita masih ada satu ruangan untuk masuk ke kiri. Nanti sisanya untuk open plan di sisa ruangan kita di sebelah kanan gitu. Ah, oke. Oke, sebelum kita masuk ya, coba mungkin bisa ceritain enggak e Pak di bagian sebelah kanan ini apa ini Pak? Nah, oke. Ini sih kita sengaja bikin pembatas juga ini pakai rooster cuman kita konsepnya juga supaya enggak terlalu full ada tembok. Nah, ini tuh pembatas sekaligus supaya buat kita ada void di tengah nih. Coba kita lihat nih. Jadi untuk area ini void-nya kalau dilihat ini nyambung sampai ke lantai ini buat ngebagi jendela ke tiap ruangan. Kayak contohnya ini master bedroom di atas. Oh. sama di sini ada e main tangga kita nih nyambung terus sampai keedak lantai 3 termasuk sampai kamar tidur. Wah, ini spoiler-spoiler the sedikit nih kita akan lihat nanti ya. Jadi kita ada beapa bukaan di dalam rumah supaya tiap ruangannya ada jendelanya gitu. Wah, kalau gitu excited nih aku buat ngelihat dalamnya. Sekarang kita bisa lihat dalamnya. Oke, ini tinggal dorong aja ya. Iya, tinggal dorong aja. Oke. Wah. Oke. Mungkin ini pintunya juga by the way agak enteng juga ya sebenarnya ya. Iya. Ini kita pakai yang saya pivot. Jadi, makanya kayak tadi dibang kita bisa dorong aja buka luar dalam, enggak pakai handle. Oke. Ee mungkin bisa ceritain dulu nih, Pak, dari ruangan pertama yang kita lihat setelah masuknya. Nah, jadi kita emang kalau dari pintu utama kita kebagi dua ruangan. Jadi yang ini sebenarnya lebih kayak ya mungkin kita sebutnya foyer ya, preparation room juga. Kadang kita kan mungkin udah siap kerja atau apa, mau jalan keluar kita ada tempat untuk nunggu duduk. Kadang kita pakai buat breakfast juga atau mungkin terima tamu. Untuk area kiri. Nah. Dari sini emang kita bikin kebagi dua supaya kalau kita masuk ke area kanan ini sistemnya udah open plan semua nih. Nyambung buat pantry, dining, sama living room. Kita sekaligus akses buat ke lantai dua. Ah oke oke. Iya iya. Ini juga pakai blinders ya. Iya betul. Ini blinds-nya sistemnya emang bisa diflap buka tutup buat ngatur cahayanya masuk sih. Oh oke. Oke. Sekarang kita ke area ee mana dulu nih, Pak? Ee boleh. Kalau ini pantry sih. Jadi kita enggak ada dapur. Kita jadi enggak ada dapur kotor. Kita ngomongin dapur bersih aja ya. Oke. Jadi kita cuma ada satu dapur ee dapur kebuka ini kita sekaligus ada meja bar sama buat e dining tableya kita taruh sebelahan. Jadi kurang lebih kapasitas kalau ngumpus sih mungkin 6 sampai orang ya. Heeh. Heeh. Ini untuk area makan. Heeh. Tone warna yang dipilih di sini tuh ee bisa dijelaskin enggak mungkin kenapa pilihnya seperti ini? Karena aku kayak gini ngerasa mungkin lebih e warm dan elegan gitu ya. Oke. Ee kita sejujurnya emang pilih warna yang lumayan rada gelap kalau diperhatiin karena kita kan konsepnya lumayan banyak bukaan kayak ini pas masuk aja kan sebenarnya dari sisi kanan sama kiri kita depan belakang ada cahaya kan. Jadi kita buat netralin tone-nya kita cari warna yang rada sedikit gelap gitu supaya nanti pas terima pantuan warnanya jadi lebih perfect lah gitu. Jadi enggak terlalu pucet juga warnanya. Makanya kita lumayan berani pakai warna yang lebih terang. Ini juga kan untuk pelakonnya juga kan kalau dilihat ini kita dua level ya. Area ini kan ee sebenarnya pendek. Heeh. langsung nyambung ke PO yang tinggi. Memang PO yang tinggi itu emang biasa buat udara juga ya. Iya. Jadi ada sirkulasi udara kita di tengah yang utama buatnya mau sampai ke lantai kita connect semua. Oh sampai lantai tigan. Iya. Sekaligus supaya kita feelingnya juga plafonnya enggak kayak ketutup kan. Oh, oke oke oke. Kalau untuk pemilihan kayak pentrynya sendiri itu materialnya ini juga e yang sama yang ee bukan kalau ini kita kalau furniture kita pakainya leminate biasa pakai HPL. Eh kita ini pakainya dari CS Leminate untuk full semua furniture kita sih. Nah jadi ini motifnya itu yang tekstur kalau dipegang tuh dia ada motifnya enggak rata, enggak flat warna sama kayunya doang. pemilihan e kayak warna kayu kan ada banyak ya. Betul. Kayak nyari yang pas itu sebenarnya kayak gimana sih, Pak? Ee kebetulan gitu. Mungkin buat orang emang kita butuh sampel aja sih. Iya. Jadi rata-rata kita sampling ee matching-matching bahan. Makanya satu rumah itu biasa pasti kan ada banyak brandnya karena kita cari warna-warna yang cocok aja. Warna yang cocok ya. Iya. Jadi ya mix and match dan kita harus coba-coba juga. Kalau untuk tadi kan aku masuk eh eh ke entrance dari sono, floornya tuh beda nih dari yang living area sama yang dining ini tuh. Betul. Dibedakan tuh kenapa tuh, Pak? Nah, jadi karena kita konsepnya juga open plan ee tapi supaya enggak kelihatan kayak ruangan kosong, enggak ada batasnya. Ini kalau dilihat dari batas dinding yang masuk ini sama plafon kita beda material. Jadi supaya zoning dari warna lantainya juga berasa ada perbedaan gitu. Untuk material utama sih kayak dari living room entrance sampai ke atas kita semua pakainya SPC itu motif kayu. Kalau untuk area pentry ini mungkin yang lebih heavy duty kita pakai granite. He. Ini juga kita pakai slap kan dia tergantung ukuran slap-nya. Ee ruangan di lantai ini tuh ada ada apa aja nih, Pak? Nah, jadi e oke. Jadi kalau ini kita ngomongnya mungkin area service ya. Jadi kita punya semi hidden kali ya. Kalau ini sliding ini nyambung ke area service kita ada side entrance juga. Sama kalau yang di area belakang ini kalau dibuka ini juga ada ruangan buat kalau Oh ini ada. Oh kira ini lemari tadi. Iya. Nah yang ini lemari. Oh yang ini sistemnya push button semua. Jadi kita enggak pakai handle. Wah rapi. Cuma untuk yang area ini. Ini buat powder. Oh ini powder roomnya nyambung. Jadi ini masuknya kalau dari pintu depan tuh ada sisi samping ada pintu masuk satu lagi sebenarnya. Oh itu yang ee service tadi dari depan ya? Iya betul. Servis dari Oke. Iya iya iya iya. E dan ini tadi e kalau mau lihat teman-teman ini area I semi ruang kerja lah ya. Semi ruang kerjanya ya. Ini contoh beberapa sampel yang biasa kita kumpulin aja sih buat pelan kerjaan sampelnya. Dan ini ee ada ada dedicated room-nya juga. Ini untuk kamar mandi. Iya service. Jadi ini pintunya juga makanya kita pakainya sistem yang jendela pakai defrosted glass. Jadi sistemnya kayak jendela karena cahayanya ini full masuk. Kalau lampunya dimatiin pun sebenarnya ini udah full cukup dari cahaya depan. Oh iya juga. Walaupun mungkin enggak kondusif buat kerja ya, tapi hitungannya maksudnya ruangannya cukup pakai natural light aja. H ruangannya jadi hidup juga tapi hiduplah. Coba lanjutin pembahasan ininya nih pantry-nya tadi belum semua dari island-nya nih, Pak. Islandnya dia pakai material apa nih, Pak? Iya. Ini kita topnya juga granite. Ee makanya mungkin sekarang udah opsi banyak kali ya. Karena kalau orang kan sekarang cenderung consideration kalau marmer kayak tinggalin makanan. Apalagi kalau makanan kita di Indonesia kan banyak yang bu gitu. Terus kayak sekarang orang dengan banyaknya konsumsi coffee coffee daily kadang-kadang suka bebercak atau apa. Kalau branital tuh sebenarnya option yang lebih heavy duty buat kalau pantry dan island tuh yang hampir enggak perlu diapa-apain deh gitu. Maksudnya dia enggak ngeresap karena enggak ada pori-pori. Dan kalau kayak gini ini ukurannya ben sekitar 120. Jadi itu ada satu slap gede yang kita bisa bikin kayak gini kan enggak ada sambungan. Heeh. Nah, ini kadang yang ukuran-ukuran ini yang kita perhatikan juga waktu kita saranin supaya kelihatannya enggak ada sambungan sih. Oh, enggak enggak ada sambungan. Enggak ada sambungan. Jadi ini kelihatannya satu slap nih. Enggak ada garis nut dua PC. Iya. I sama juga kayak yang di top table ini nih. Kalian lihat ini kan full semuanya. Oh, iya benar benar. Dan dari yang e belakangnya itu sendiri biasa kan ada yang mau samain tuh. Iya. Jadi itu sih motif aja cuman kita supaya ada aksen karena ini kan ruangan kebuka ya. I. Jadi kita supaya enggak terlalu polos semua ini sengaja kita bedain warnanya juga paling terang kan sebenarnya. Iya. Ini kita sengaja kita bikin aksen satu supaya karena open plan jadi kelihatanlah ada yang lebih mencolok gitu. Cuman emang tahunnya juga kita enggak bikin terlalu heboh. Untuk e dining table-nya sendiri sama kursinya ini custom sendiri atau gimana? Custom. Kalau untuk bangku fabrik sampai sofa kita custom. iya. Kita ee vendor kita pakai beranda itu custom bangku dan sofa. Heeh. Kalau meja ini semua furniture kita custom build sendiri. Ini juga solid wood. ini pakai kaki satu doang nih di ujung kita bikin melayang nempel di island ya. Iya. Jadi strukturnya kita jadi satu nyambung. Oke. Mungkin kita bisa lihat di living areanya ya. Ini living areanya yang voya udah sampai lantai tiga ya. Iya. Ini jadi tangganya lumayan kelihatan keekpos kalau dari sini. Oke. Ini buat ee aktivitas biasa e buat nonton ngumpul juga di sini ya. Iya. Untuk daily biasa. Nah, itu untuk main lighting kita ada skylight di atas tangga. Oh, wow. Untuk sisi yang di bawah plafonnya ada sebagian kita overlap antara si kaca sama atap yang lama. Jadi kita sudah pastiin aliran airnya itu menuju ke paling rendah. Selain tadi ada ruang servis, powder, ada lagi enggak ruangan lain gitu? Kalau untuk ruangan lain pertama kita paling ada ee storage di bawah tangga biasa. Makanya kalau dilihat ini kan kita sebenarnya tangganya pakai rangka besi dan solid ya untuk stepnya. Cuman kita sengaja khusus ini aja yang khusus kita cor supaya kita bisa manfaatin bawahnya. Oh iya iya iya. Sama paling kalau area belakang ini kan sebenarnya void buat nyambung ke atas. Jadi kalau mataharinya jalan nanti kan cahayanya pindah dari belakang. Oh. Eh tapi sebenarnya kalau dilihat di belakang tembok dining yang di belakang situ kita ada laundry areanya. Oh di sini ada laundry area ya. Kalau di sini aksesnya di mana nih Pak? Ini sliding semua bisa dibuka. Oke sliding. Oh kalau dari ini pakai material apa nih Pak? He ini kita ini kita aluminium biasa. Jadi kita pakai kalau ini serinya madella jadi dia tingginya bisa sampai 2,8 aluminium sama paling dailynya kalau kita lagi enggak pakai AC ini kita ada insect screen juga. Oh wow. Iya i ya. Jadi ini ada semi taman kecil di belakang dan itu area laundry ya berarti ya. Betul area laundrynya di belakang. Karena sekarang kita kalau ngejemur setelah pakai mesin cuci lumayan ya. Enggak perlu direct sunlight sih. Lebih Kamar semua lantai du ya. Lantai dua. Jadi lantai satu kita enggak ada haar sama sekali. Oh, kita mungkin bisa langsung lihat. Boleh, silakan kita lihat ya kamar di atas. Oke, ini tangganya tadi ya pakai material kayu juga. Iya. Jadi untuk stepnya kita solid food ini biar nyambung sama rangka bawah dan railingnya kita pakai besi. Pakai besi. Oh, si. Nah, aku lihat nih ada ada aksen ini apa nih, Pak? Nah, ini juga sama. Jadi bahannya mirip sama untuk railing-railing kita. Jadi, kan kalau dilihat kayak kaki meja bagian luar. e lampu sampai reling kita ada plat besi. Nah, ini juga sebennya plat besi ini hidden lamp nih. Ini ada Iya, dari bawah. Jadi kita bisa nyalain e saklarnya. Jadi ini ada kita custom untuk nyambung ke LED-nya. Wow. Jadi kan biasa sebenarnya orang kan suka taruhnya di atas nih buat nar ke bawah gitu. Cuman kita kan ambience-nya cuma mau ambil dinding ini supaya lebih terang. Karena kan sebenarnya kita udah natural light juga sampai malam pun enggak apa-apa. Jadi kita kalau kita pakai sorot kayaknya rada over. Makanya kita cari yang penting giniya udah enggak gitu apa aja. Oh. Oke, oke, oke. Nah, nih sekarang kita ke lantai duanya ya. Iya. Nah, lantai du ada kamar apa dulu nih kita ke mana nih, Bang? Jadi basicnya kalau lantai dua sebenarnya kita ee untuk layout kita punya dua kamar, tapi untuk sementara kita cuman bikin satu untuk master. Yang satu ini kita masih pakai buat ee ruang kerja. iya. Ruang kerja ee mungkin ngomongnya breakout room ya buat kadang ada tamu juga mungkin yang naik ke atas. Nah, ini sebenarnya tinggal dibatas ini untuk lewat kamar. Oh, oke. Iya. I jadi ini pun kita udah siapin kalau di sini ada jendela buat nyambung ke void bawah. Oh, void bawah yang belakang tadi ya. Bawah. Iya. Ini cahayanya juga masih masuk. Cahayanya bagus banget ya. Tadi ee arah orientasi rumahnya timur ya. Iya. Berarti pas ke siang hari. Iya. Jadi dia muter makanya voet kita depan belakang masih masuk. Oh oke. Oke. Jadi ini sebenarnya untuk persiapan kamar kedua. Spaus dan luas juga ya. lumayan memang memang buat ruangan bisa dipikirin juga ya buat ruangan ee tidur ke depannya ya. He. Oke. Kalau di bagian sini, nah ini kita siapin kamar mandi sih. Jadi kamar mandinya emang ini untuk istilahnya untuk kamar mandi kedua atau guys bathroom kali ya. Kalau kalau yang ini pemilihan warnanya kenapa biru nih Pak? Ee ya mungkin ini lebih buat beda warna ya ada tone. Jadi kita satu karena ini kan kita enggak jendela kalau untuk ruangan ini. Oh iya iya. Jadi ee ininya juga temboknya ini kita bikin lebih terang. Heeh. He. Supaya ada aksen yang lebih terang. Karena untuk ruangan kamar mandiri justru kita enggak kebetulan enggak dapat layout ngatur light-nya karena kita belain untuk dapat yang belakang. Oh iya. Oke oke oke. Nah tadi sebelum ke ruangan ini ada ruangan kan ya ruangan master ya tadi ya. Betul. Ini untuk kamar tidur master. Ini ada aksen juga nih sebelum ke toiletnya. Oh jadi ini kita bikinnya miring emang karena kita bikin supaya enggak terlalu kelihatan maju kan. Cuma ini e panel buat listrik, Wii dan servis lain-lain gitu. Jadi ada semi kabinet buat main router kita. Cuman kita sengaja bikinnya miring supaya enggak terlalu akses kayak ada lemari maju Iya. I benar benar. Ini master bathroom. Nah, kalau ini kita juga pakai solid nih. Jadi kalau dilihat suka ada yang lihat mungkin kan suka lihat-lihat kalau di Pinterest atau apa ada beberapa pintu yang bisa full save sampai plafon. Nah, itu kadang kita cari material yang emang harus di atas dari ee batas modulnya supaya bisa tinggi kayak gini. Makanya kita tentuin pakai solid wood. Robi ini tingginya berapa nih? Dari floor to ceiling ini? Iya. Ini 2,8. Oh, 2,8. 2,8. Oke. Ini di ruangan masternya. Iya. Jadi kalau masuk ini ada akses buat ke walking closet. Satu sisi ini. Ini yang tampak depan. Oh, ini tampak depan tadi ya? Tampak depan. Jadi itu mungkin kisi-kisi ee untuk yang cover fasad kita juga masih kelihatan. Kalau di dalam ini kita ada satu separator pembatas buat antara dari ranjang buat nutupin si walking closet juga. Jadi ini juga ke depannya masih bisa ada opsi tempat ekstra buat lemari baru. Oh. Eh. Nah, sementara kita ini sih portable. Jadi ini layar buat proyektor. Jadi kita ada taruh proyektor di belah ranjang buat ee semi pengganti TV aja. Oh, aku suka banget nih lihat tadi masuk-masuk ada meja melayang ini. Oh, oke. Iya. Ini sistemnya kita ini buat racing table. Di ujung. Jadi ini juga kita bikinnya seless sebenarnya. Ini bisa dibuka ada cerminnya di dalam. Oh iya iya i. He. Jadi sehari-harinya kalau emang enggak pakai kita bisa tutup karena kita juga menghindari supaya enggak ada pantulan si cermin berlebihannya itu. Ah iya iya. Nah ini buat nyambungin dari lemari itu sampai ke sininya dua desain. Wow. Kalau misalnya di masom tuh biasa kan ada kamar mandi gitu. Ini kamar mandi dalam sebenarnya makanya deat kamar mandi. Cuma ini kita bikinnya hidden dipush. Oh wah gila. Tadi benaran enggak kelihatan sih ini. Wah seless banget ya. Iya, ini push. E kita ada door close-nya juga. Jadi kalau emang setelah masuk ini, dia bisa otomatis ketutup. Ri banget ya. Nyambung ke void tengah. Oh, iya. Iya. Jadi natural juga masuk. Tapi ini pakai ini ya buat glasb. Betul. Untuk lebih ngeburumin deh. Jadi enggak terlalu frontal juga. Benar. Benar. Kalau dari ini tadi ini beda material ya, Pak? Iya. Ini jadi granita semua full full. H kamar mandi utama kita lantainya mungkin rada beda. Ini kita pakai deking sama kayak deking outdoor. iya. Jadi ini lebih keset juga sih bahannya. Iya iya iya. Jadi kita enggak pakai orang kan mungkin pakainya ya keramik granital marmer dan lain-lain. Nah ini kita motifnya kita sengaja pakai kayu jadi kita rada beda biar enggak licin juga ya. Iya ya. Salah satu plusnya adalah dia juga enggak licin. Tembok shower ini sama sih. Ini granitel juga ini kita. motif kayu ada berapa yang cuman rata-rata kita ambil wis hati kita carinya yang tekstur sama kayak HP kita jadi kalau dipegang tapi ada teksturnya jadi kelihatan lebih real. Sebelum naik Pak e tadi mungkin kita kelupaan buat bahas railing yang ini ya. Ini railingnya beda sendiri. Ada Oh iya ini kita sistemnya frameless jadi emang enggak ada handle karena kita tujuannya juga bukan buat nyender ke ini kan ke void-nya. Jadi ini kita bikinnya frameless supaya emang kelihatan ruangannya enggak terlalu ada batas. Nah, kalau tadi aksen ee pas akses itu ini ada tembok ee kayu sendiri nih. Kenapa enggak nyembungin sama yang itu, Pak? Jadi ini kita emang sengaja sih supaya kalau dilihat nanti dari bawah jadi satu tembok ini satu stight ini motifnya emang bata. Kalau ini kita sambung. Jadi ini motifnya kayu buat nyambung sama lantai ini. Oh, sama lantai ya. Sama lantai. Iya. Ini satu material yang sama cuman kita naikin sampai ke tembok. Gitu. Jadi ini juga buat ngimbangin supaya motif kayunya enggak cuma di lantai gitu kan. Contoh di dinding sama mungkin yang kayak gini nih juga untuk plafon kita juga motif kayu. Tapi kalau yang ini sebenarnya materialnya beda. Ini sebenarnya wallpaper. Ini wallpaper. Ini sebenarnya wallpaper. Iya. Oh. E enaknya kan karena jaraknya tinggi. Jadi mungkin rata-rata sih orang enggak gitu nyangkain wallpaper. Cuman ee plusnya adalah dengan ketinggian yang segini ini lebih gampang untuk pemasangan ya. ini di ee lantainya ruangan tadi ya. Lantaian tig. Betul. Jadi lantai tiga. Kalau untuk ruangan ini kalau dilihat kan levelnya beda. Nah, ini kita emang extension nih. Kita bikinnya lebih tipis karena ini nyambung ke void kan. Jadi ini sebenarnya kita bikin pakai rangka baja. iya. Jadi bukan coran ini extension. Oh. Strukturnya beda. Iya. Strukturnya beda. Kita supaya ngakalin supaya ee ukurannya lebih tipis nih. Mungkin kan kalau orang sekarang pada suka nanya tuh renovasi rumah lama mau nambah satu lantai, dua lantai gimana sih? Gitu kan. Kalau enggak ngecor ya solusinya begini. Benar. Ini tinggal diseberangin aja langsung ditaruh di dalamnya besi. Nah ini ketebalannya jadi cuma segini sekitar 40 cent 30 40 cent lah disiapin. Kan jauh banget kalau lihat dari sini kan. Benar. Benar nocoran lantai. Coba kita lihat ya ruangan di atas. Nah ini jadi main skylight kita. kita bikin kemiringannya ngikutin kemiringan tangga. Oh ini sama kemiringan tangga? Iya sama kemiringannya. T kita jeblak ke bawah. Makanya tadi kalau lihat dari bawah kemiringannya kan sama. Iya. Nah, ini yang jadi sumber cahaya utama untuk satu rumah ini juga. Sistem railingnya juga sama. Kita bikinnya semua simless e frameless juga ada handle. Atap itu kalau sama ada kesulitan dan tantangannya enggak sih di situ? Ee ya kita jadi harus dari awal samain angle kemiringannya ya. Sama kan kita harus nyambungin kayak gini nih atap Skylight sama atap biasa. Karena biasa kan orang cenderung bocor kalau materialnya berbeda. Benar. Benar. Iya. Jadi kebetulan untungnya kita sih enggak ya masalah terselesaikan gitu. Sebagian di bawah ini ada sebagian yang kita overlap nutupin supaya jadi kalau dari tangga kan enggak kelihatan materialnya beda kan kaca full clear doang. Tapi sebenarnya kalau atas ini udah pakai bahan atap biasa. Oh oke oke oke oke. Nih ini ruangan tadi ya ruangan multifungsi ya sekarang ya. Betul kita sebutnya masih multifunction karena ya buat ngumpul buat acara buat ee movie room lah gitu. Cuman kalau dilihat emang di bagian belakang kan ini semua jendelanya nih termasuk itu jendela pendek. di bawah yang dengan atapnya miring. Sebenarnya ini konsepnya buat kayak di etik gitu. Nah, ini sebenarnya nanti ditutup untuk jadi satu rumah lagi. Eh, satu kamar lagi. Satu kamar ya. Betul. Makanya ini juga sebenarnya ada reling yang lebih tebal nih untuk nahan supaya kita enggak jatuh. Jadi ini berfungsi sebagai reling juga. Kalau yang di bawah situ jendelnya taruh situ ee biar apa tuh, Pak? Iya, sengaja karena kita kan mikirnya ini miring mendek. Jadi nanti emang sengaja supaya kalau kita taruh level ranjang di sini ee udaranya jalannya di bawah gitu, enggak dari atas. supaya jauh dari tingkat kemiringan aja. Hmm. Ya, ya, ya, ya. Oke, oke. Nah, ini bagian ada tempat duduk-duduk ya. Area belakang. Jadi, emang ini kita potong dari sini karena dari sini kita ada area buat service area di belakang. Wah, ada banyak hidden door ya. Iya, tapi benar-benar kerjaannya kerjaannya rapi ya. Rapi banget ya. Jadi ini emang supaya ee sama. Jadi tiap rata-rata lemarinya sebelahnya kita bikinnya semua push button kan. Jadi kan enggak ada handle. Cuman yang ini kita bikin lebih gede supaya ada akses ke depan. Tapi kita tetap ada safety untuk ini sih untuk pintu besi dan pintu kawatnya untuk jaga-jaga aja. Iya iya iya. Benar benar. Nah ini kita taruh semua service utilities kita kayak water heater ee si toren air sampai mesin AC semua di belakang. Oh oke. Karena kan biasa suka ada yang taruhnya di atas atap harus naik sekali lagi kan. Kita bikin aja di belakang. Karena sebenarnya untuk area service kan kita enggak perlu atap enggak apa-apa. Benar. Benar. He. Jadi ini untuk lebih easy akses. Oh oke. Berarti memang yang paling tingginya atap ini ya udah enggak ada lagi ya? Iya udah. Ini udah paling tinggi. I ini juga sengaja makanya kita bikinnya miring. Nah kalau miring kayak gini itu berhenti berhentinya langsung ke tembok situ atau betul di jadi ini juga kita udah akalin kemiringannya. Sebenarnya kalau lihat dari depan habisnya di sini ada level talang airnya dulu. Cuman supaya enggak kelihatan ada talangnya kita setelah travel kita ada turunin sedikit. Cuman jadi kalau dari plafon kan rapi kelihatannya kayaknya ujung ke ujung. I. Tapi sebenarnya di atasnya sih enggak. Nah, sekarang ini e outdoornya ya. Betul. Balkon ya. Jadi kita emang sengaja ini yang kita akalin di depan supaya rumahnya enggak kelihatan. Enggak kelihatan bangunan di depan. Jadi bangunannya enggak kayak muka depannya tuh enggak rata. Iya. Rata. Jadi kita mundurin. He. Space-nya sebenarnya enggak terlalu gede cuman ee lumayan dampak ya kalau kayak gini. I. Iya. I. Nah, jadi ini kita masih ada tempat lagi buat outdoor. Jadi kalau emang ada acara sebenarnya kalau kita buka ini bisa full CM. Iya. Oh, ini area voidnya tadi ya? Betul. Ini void-nya ini nyambung sampai ke lantai paling bawah itu bisa kelihatan itu kan ada pohon yang tadi pas kita masuk tuh. Iya. Ini yang kanan buat master bathroom-nya. Sama ini dinding yang tadi untuk cat tekstur nyampai ke atas nih. Iya, iya iya. Oke. Dan untuk atap yang ini tuh ee atap apa nih, Pak? Nah, ini jadi komposit aluminium. Ini kita emang sengaja bikin cetakan. Kalau dilihat emang kita bikinnya sengaja nih sama yang kanan beda level. Heeh. Nah, karena kita kan penginnya bikinnya sebenarnya setipis mungkin. Cuman untuk area ini emang kita lebih majuin supaya nahan tampias hujan buat yang pintu masuk. Ah, iya. Jadi kalau dilihat ini sebenarnya berhentinya pas dibatas void kita udah bikin lebih masuk sih gitu. Jadi enggak usah terlalu setebal itu supaya bentukannya juga ada beda maju mundurnya kan. Itu aja kali ya, Pak. Kita bisa ngomong lagi lebih-lebih soal proses desain sama konstruksi di bawah kali ya. Sil silakan. Oke, yuk. Oke, Pak. untuk durasi desain sampai durasi konstruksi itu berapa lama sih, Ee kalau durasi desain sih mungkin kita sekitar sekitar 3 sampai 3 bulanan karena kita juga ada proses gambar gitu. Kalau untuk build-nya sebenarnya dengan luasan sekitar segini sih kita sekitar 1 sampai 1 seteng tahun. Oh. Ee nah kebetulan kita sih karena kita bikin sendiri, kita cukup santai. Jadi mungkin kita sebenarnya bisa lebih cepat dari itu. Sempat stop dulu terus ee interiornya yang kita sesuin belakangan gitu. Bahkan kita bikin interiornya pun kita buka workshop in house di rumah. Jadi kita langsung kerjain peruangan. Oh jadi langsung di di sini? Iya langsung. Jadi benar-benar yang kalau orang bilang kita seminggu mau kelar ya gitu ya. Itu kita teruli seminggu selesai gitu karena kita mm kasih gambar marking ruangan langsung bikin di tempat itu jadi cepat banget sih gitu. sebagai arsitek kan bikin rumah sendiri nih drafnya banyak banget dan lain-lain. Mungkin ada ceritanya enggak? Ee satu drafnya banyak itu pasti kayaknya semua arsitek gitu ya. Nah, cuman mungkin kalau kita juga kelihatannya gini sih kayak mungkin kelihatan dari desain rumah kita kan kayak tadi kita yang berapa mungkin kalau dibahas atau highlights dari beberapa orang adalah dengan kayak void-nya terus kayak ruangan-ruangan yang kita jadiin ruangan lain dulu baru nantinya jadi kamar gitu. Nah, privilnya adalah kita lebih kepikiran ke depannya ruangan ini sebenarnya bisa diapain aja pertama gitu. Dan kita juga lebih considerate kayak untuk kita berani bikin void yang lebih gede. Terus kayak kita ada taman atas, bangunan tuh harus dua lantai apa tiga lantai sih gitu. Jadi kita lebih perbandingan sebenarnya mungkin kebutuhan ruangan kita enggak sebanyak itu ee lebih open cahaya masuk udara masuk gitu. Itu kan pertimbangan yang mungkin kita berani relakan satu sisi konsep untuk dapat konsep yang kita mau. Rumahnya mungkin kita siapin enggak cuman untuk sekarang untuk ke depannya tapi kita juga enggak over sampai kayak kita sekarang banyak ruangan kosong yang enggak kepakai gitu ya. Itu yang seru-serunya kita bikin sendiri deh gitu. Resikonya lebih enggak ada yang nanggung Iya benar sih. Karena punya sendiri kan kayak mau hire arsitek itu harus gimana sih sebenarnya? Klien kan biasa bisa pilih kita dari portfolio kita masing-masing ya. Dan selain itu juga klien sebenarnya mungkin di luar dari budget desainer yang lain-lain yang kita biasa suka sampaikan adalah kita kan jasa jadi kita selalu bisnis ngobrol gitu. Kita ketemu klien kayak bikin rumah sendiri aja secepat-cepatnya kita butuh waktu setahun. Bayangin kalau misalkan kayak kita bikin rumah bareng kita harus ngobrol loh secara setahun gitu. Jadi mungkin koneksi untuk ngomongnya masuk konsepnya diterima itu juga penting buat klien pilih arsitek gitu. Karena kita pun juga susah kalau misalnya kita enggak kliennya mungkin enggak merasa nyambung sama kita, akhirnya kita setahun itu kan akan jadi panjang banget gitu. Jadi kita juga selalu kalau misalkan pertemuan pertama brief dengan klien ya kita coba untuk ngobrol supaya connect dulu gitu di luarnya selebihnya desain pasti akan bisa jadi. Kalau untuk biaya rumah ini tuh kira-kira berapa nih Pak? Ee kalau biaya sih kita pastinya ya per hari variatif ya. Kadang misalkan kita lihat dengan desain yang ini pun juga dengan beberapa material di twit kan pasti budgetnya beda. Nah, cuman kebetulan kalau untuk rumah kita sendiri ini kisarannya kita di 2 M ya udah termasuk interior semua sih. Karena kan kita jadi ada consideration juga bahwa kalau rumah ini kita bikin dari nol. Ini kan ada beberapa pasti pekerjaan struktur yang lebih mahal. Terus untuk pilihan-pilihan finishing sampai ee total furniture interior termasuk kelus furniture sofa dan lain-lain segitu sih. Iya. Iya. I itu di harga tahun tahun ini kan ya tahun ee di tahun 2000 ini kita sudah setahun. Jadi mungkin 20023 tapi kurang lebih sih kayaknya musim susi mirip ya. Oh oke oke. I ya ya oke. Mungkin kalau misalnya teman-teman pengin emm pengin lihat nih karyanya ee Bapak lebih lagi dan mungkin bisa nanya-nanya bisa di mana nih Pak? Ee untuk sekarang paling gampang bisa lihat di Instagram kita di mrld.studio. studio. He. Di situ juga kita di bawahnya ada link untuk online portfolio karena kita update nanti bisa lihat di situ semua. selebihnya mungkin bisa kontak kita juga buat detail beberapa project sih. Oke, thank you, Pak, untuk hal-nya hari ini. E mungkin teman-teman yang pengin nanya bisa langsung komen di bawah. Jangan lupa untuk like, share, dan juga subscribe. See you.
