Rumah Impian Untuk Slow Living! Inspirahoms: NR House (YouTube Video)
Selamat datang kembali di channel WCK Mifta Inspiram. Kali ini kita masih di Jogja dan kita akan mengunjungi sebuah rumah. Rumahnya itu kecil tapi lahannya luas sekali. Dan seperti yang teman-teman bisa lihat ini adalah rumahnya N Ahoh. House, rumah Mas Nurdin dan Mbak Rezki yang pasti sering seliweran juga di Instagram atau TikTok kalian. Yuk, kita berkunjung. Halo, perkenalkan nama saya Nurdin dan saya Rezki. Kami owner dari NRH House dan kami bekerja dari rumah. Selamat datang di NRH Houseous. Halo, Mas Nurdin, Mbak Rezki. Rumahnya itu benar-benar panjang banget. Lebarnya kalau enggak salah 15 m, panjangnya sampai 60-an. Tadiah kita akan bertemu sama mereka nih. Mereka lagi hitam-hitam. Jadi karena perjalanannya cukup panjang, aku bisa mengomentarin [tertawa] cukup banyak. Otw ke gerbang. Otw ke gerbang. Thank you banget, Mas Nurdin, Mbak Rezki. Nah, ini kita udah ketemu sama ownernya Mas Nurdin, Mbak Rezki. Ee kita boleh house tour rumahnya ini berarti boleh. Boleh banget. Nah, ini luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa? Oke, kalau luas tanahnya itu 961. Kalau luas bangunan rumah itu 128 m². Oke. Dan bangunan rumahnya berada di belakang sana. Iya, di belakang sana. Kelihatan enggak, Mas? Kelihatan [tertawa] sih itu ya. Oke. Dan ini kita berada di depannya dulu. K lihat di sini ada kebun yang cukup luas juga berarti ya. Iya, benarbenar di sini ada kebun sayur-mayur, Mas. Jadi kalau aku bilang kulkasku itu langsung dari kebun. Widih. Oke. Jadi kalau pagi-pagi kita langsung ambil sayur di sini. [tertawa] Nih, ada apa aja nih, Mbak? Di sini, Mbak, ya? Kalau ini tuh kita masih nanam ya kayak terong ya kan, terus ada sawi pagoda. Cuman karena musim hujan jadi kadang agak ekstra gitu perawatannya karena kan ulat-ulatnya pada naik-naik ya. Oh oke. Iya. Berarti memang dari awal pas membikin rumah ini, ini kan lahan cukup besar nih dan rumahnya kecil aja nih di belakang ya. Berarti memang sudah disiapkan pengin biar bisa bercocok tanam gitu kan? Iya bertanam karena hobi aja sih. Oke. Tapi asik banget nih. Wah jadi komplit ya. Terus ada apa lagi nih Mbak di sini nih Mbak? Nah di sebelah sana ada daun basil terus kangkung ya kan? He daun basil tuh biasanya aku bikin pasta buat bikin pizza karena aku suka baking Mas. Oh, oke. Jadi ngambil juga dari sini? Iya, ngambil dari sini dijadiin buat pizza. Toping pizza. Wah, ini benar-benar cocok ya, slow living di Jogja berarti ya. [tertawa] Benar, cocok banget. Wah, dan ini pun masih sampai sini ya. Iya. Iya. Dan ini Mas aku ngelengkapin sama ada beberapa pohon buah-buahan. Ini ada pohon jeruk ini ya? Iya. Ini jeruk sangkis yang ini. Iya, Mas Nurin enggak paham dia. [tertawa] Dia enggak paham, Mas Nurinya. I saya kan bagian panen. Jadi, jadi aku tuh belinya di Shopee, Mas, bibitnya. Nah, terus tanam. Ini jeruk sangkis. Itu lemon. Heem. Oh, itu ya? Iya, itu lemon. Oke. Nah, ini kalau boleh tahu ini ada satu bangunan juga. Ini apa nih, Mbak Mas? Berarti di sini ini studio rekaman. Oh, studio rekaman. bikin video atau produk digital biasanya di situ. Oke. Nah, ini buat teman-teman juga yang belum tahu, mungkin belum lewat nih e kontennya NR House boleh ceritakan dikit dulu nih, Mas ee apa tuh bikin produk digitalnya apa seperti apa tuh Mas? Oke, jadi teman-teman jadi di Eneros itu kita jualan produk digital. Nah, produk digital itu biasanya berupa video ecours, tutorial. Tutorialnya itu bisa berupa cara ngedit video, cara beriklan di metaads dan sebagainya. Iya. Oke. Wow. Dan aku juga ngikutin sih, Mas, dulu tuh pas dari akunnya Nhaus tuh pas baru rumahnya awal dibangun terus perjuangannya ya pas dari zaman kuliah waduh luar biasa. [tertawa] Dan terus ternyata setelah bertemu beliau berdua ini aku baru tahu karena yang sering nongol kan Mas Nurdin. Benar. Betul. Ternyata ada yang di baliknya yang menyusun skripnya itu adalah beliau. Iya benar. [tertawa] Aku yang jarang nongol. Iya benar benar benar. Nah, yang ini apa nih, Mbak Rezki? E, ini kita juga ada ayam ya. Jadi, kalau dibilang kita udah punya sayur-mayur kayaknya kurang lengkap kalau enggak ada telur ayam gitu kan. Oke, berarti benar-benar fresh ya telurnya ya. Diambilnya pun dari sini Iya. Jadi ayamnya ini tiap hari bertelur, Mas. Oh, tiap hari. Cuman Nah, karena tiap hari ini aku mau tanya dulu ya, total ada berapa ayam petelur nih, Mbak? Ayam petelurnya ada delapan. Heh, ya. Selebihnya itu ayam kampung. Jadi totalnya ada 15. Oke, berarti kalau butuh produk ayam, mau telur, mau daging tinggal ngambil send. Iya, tinggal potong biasanya. Tinggal po Mas tega, Mas. Motong ayam sendiri, Mas? Tega-tega aja, Mas. [tertawa] Iya, iya. Oke, oke, oke. Tapi pernah sampai kelebihan jadi produk ini telurnya jadi kelebihan enggak, Mbak, buat keseharian gitu? Ee iya, itu biasa karena dia kan bertelurnya ini bisa sampai 8 butir per hari. Oh, Iya, 8 butir per hari. Jadi kalau kita kebanyakan telur kita bagi-bagi ke tetangga, panen sayur kita bagi-bagi ke tetangga. Asik banget. Asik banget. Iya. Karena kan ibaratnya pagarnya keliling ya, [tertawa] interaksi ke tetangga jadi kurang. Jadi kita manfaatin apa yang ada di rumah kita punya, kita bagi ke tetangga sekitar. Wah, seru seru seru. Wih, luar biasa. Jadi bisa berbagi ya malah ya. Terus ada apa lagi nih, Mas? Mbak Iya. Iya. Di sini sebenarnya intinya yang sayur-mayurnya. Oke. Sebelah sini. Oh, ini yang lebih komplitnya berarti. Iya, di sini. Oke, kita jalan-jalan ke dalam. Mau, Mas? Boleh. Boleh. Oh, mau dong. Aku mah mau nih diajakin [tertawa] keliling kebun. Kebun pangan lah ya berarti ya? Iya, kebun pangan. Kebun pangan. Jadi aku cerita dulu kenapa ee ada kotak-kotak seperti ini. Ini namanya rice bed ya. Ini namanya rice bed. Heeh. Jadi biar kita bisa ngeracik media tanamnya tuh lebih ini ya, lebih fokus. Nah, kayak dibikin dari apa namanya ini? Dari hebel batak. Dari hebel ada batako ya kayak gitu. Terus kita tinggal beli tanah subur terus dicampur ke dalam pakaiin pupuk kandang sekam mentah. Nah, jadi bisa lebih berkualitas. Oh, iya. Benarbenar karena dia biar subur kan harus nutrisinya harus ini ya. Harus bagus ya. Iya. Benar. Oke. Nah, ini juga ada jagung lagi. Jagung. Terus ee di sini ada apa ya? Di sini aku tanam tanam ter eh ini apa? Wortel. Ini wortel, Mas. wortel. Kemarin udah panen jadi udah dicabut sama anak-anakku. [tertawa] Nah, ini yang bagian panen juga salah satu hobinya Mas. Nah, itu hobi saya kalau panen-panen sebetulnya ya. Sama anak-anak juga ya. Jadi mereka tuh kayak belajar apa ya? Belajar tentang kemandirian gitu. Oh, ternyata Umi kalau mau nyayur-nyayur tuh dari kebun dia tanam sendiri gitu sampai dia besar. Bahkan mereka tuh jadi makan sayurnya tuh karena dia ngerasa kasihan Umi udah nanamnya lama gitu kan. Jadi harus dihabisin karena Umi kasihan tiap hari ke kebun rawat sayur-sayurnya. Oh gitu. Jadi ada experience yang unik. Jadi dia merasa berproses buat makan ini. Jadi harus habis. Hmm. Betul. Betul. Betul. Itu teman-teman salah satu caranya kalau ada anak-anak yang susah makan bisa ditiru caranya. Iya benar [tertawa] kayak gitu caranya. Oke berarti ini emang dibikin beberapa racebat karena ada untuk beberapa jenis tanaman gitu ya? Iya ada yang merambat jadi kita bikinin rambatan kayak gini. Ini kacang panjang. Nah berarti dari awal juga udah kepikiran memang ya mau bikin kebun pangan seperti ini ya? Iya. Udah kepikiran karena suka gitu. Slow living di Jogja tuh enaknya kayak gini. Nah, ngomong-ngomong nih, ini kan seling di Jogja, tapi ku perhatiin kayaknya logatnya bukan dari Jogja nih. Berarti ya, bukan [tertawa] bukan. Nah, kan di kontennya NRS juga kayaknya ee perantauan ya, Mas, Mbak ya. Betul. Kalau saya itu sudah 14 tahun. Oh, 14 tahun di Iya. Kalau sama istri baru 10 tahun. 11 tahun, Abi. Oh, iya 11 tahun. Maaf, [tertawa] nah ini kita menelusuri kebun pangannya Mbak Rizki dan Mas Nurdin. Iya, betulbetul. Nah, Mas tahu ini enggak? Ini tuh namanya kel. Tahu, Mas apa tuh? Nih, ini itu ratunya vegetarian. Ini sebenarnya itu jarang ada di Indonesia dan ini tuh biasanya dibikin smoothies. Oke. Nah, aku lihat juga ini ada yang menarik ada bunga mataharinya. Nah, bunga mataharinya banyak banget noh. Mas tuh. Jadi, sebenarnya konsep aku itu bunga matahari itu tuh harus ada di setiap restbet sebenarnya. Jadi bunga matahari ini tuh sebenarnya berfungsi buat ngusir hama alami, Mas. ya. Nih. Ini apa sebenarnya itu di baliknya tuh udah disinggapin kutu-kutu, Mas. Oh, gitu. Jadi memang ini kayak dikorbankan gitu, Mas. Iya. Jadi dia enggak bakal mau hinggap di sayur. Dia lebih suka di sini. predatornya baik yang baik maupun buruk ya. Itu kan dia ngumpul semua di sini. Ini organik. Organik. Enggak pakai bahan-bahan kimia buat semprot semuanya. Berarti prosesnya gimana tuh, Mbak? Jadi ee di situ kalau misalnya ayamnya punya banyak kotoran ayam itu kita kumpul terus kita taruh di rest bed. Jadi kita tabur-tabur aja kayak gini nih. Oh Tabur-tabur aja kayak gini ya kan? Iya. Jadi pupuk buat tanaman. Oh gitu. Bisa seminggu sekali tuh kita ngambil lagi Mas. di sana tu banyak itu. Jadi enggak perlu pakai apa? Pupuk kimia sama sekali. Pupuk kimia enggak pakai. Terus ee bahan alami ya kita pakai ini buat buat ngusir hama gitu kan. Berarti ini hasil panennya kalau dijual ke supermarket mahal nih. [tertawa] Bisa jadi bisa jadi. Oh jadi bisnis baru entar. Oke. Ini kul lihat juga ada apa nih namanya? Rosem. Rosemary. Ros. I. Ini rosemy. Fungsinya tuh banyak Mas. Sebenarnya ini kalau buat barbecuean ini kan biasanya dipakai buat ditaruh di daging ya. He. Bisa ngusir nyamuk. Aromanya juga bisa ngusir ulat-ulat di sekitarnya juga bisa. Oke. Oh, ini juga ada pipa. Ini apa nih Mbak? Ceritanya nih. Ini buat rambatan ya. Ini namanya kacang koro. kacang koro ya. Buat rambatan. Sebenarnya kita tuh biasanya pakai bambu, Mas, buat rambatan kayak gini. Cuman dia enggak awet. Cuman ada satu yang kurang, Mbak. Kolam ikan. kolam ikan ya. Oh Aku aku kemarin mikir yang lain juga bilang e NRAS enggak punya kolam ikan ya. Aku dalam hati wah repot banget aku ngurusin semuanya. [tertawa] Kayaknya enggak dulu deh. Oh oke oke oke. Nah ini kalau ini ruangan apa nih Mas? ini ruangan filter untuk kolam renang. Oke. Ada lagi enggak ini, Mbak Rizki? Mungkin sekitaran sini inspirasi banget ya kalau misal mau punya kebun sayur depan rumah anak-anak jadi lebih fun juga ikut mereka tuh jadi ikut nanam-nanam gitu enggak perlu keluar cari tempat wisata yang ini ya Mbak ya nanam-nanam ya cukup di rumah sudah bisa ben aktivitas kami tuh udah banyak banget Mas di rumah tuh ya kalau udah capek berkebun udah jam 09an gitu udah terik mereka udah nyemplung ke kolam tuh [tertawa] habis itu nyemplung udah kayak ibaratnya tuh kayak di desa tapi karena Kita enggak punya sungai. Jadi, ya nyemplungnya langsung di nyemplungnya di kolam. Nah, kalau yang area sini masih kosong nih. Mau diapain? Iya, masih kosong. Biasanya dipakai untuk manuver. Misal mobilnya kan mau keluar. Oh, oke. Bisa tempat parkir. Nah, ini sengaja pakai batu split biar rumputnya enggak tumbuh. Nah, kolam renangnya cukup menarik karena aku lihat kemarin ini bisa dibuka tutup. Iya, bisa. B bisa. Gimana tuh, Mas? Boleh kita praktikin, Mas? Oke, saya tes nutup dulu, ya. Wih. Nah. Ah. Wih, canggih banget ini. Kenapa nih, Mas, dibikin bisa buka dan nutup? Nah, ini biar anak-anak kalau pas ditinggal itu kolamnya biasanya kita tutup biar dia apa? Enggak langsung berenang aja sendiri gitu. Enggak ada yang ngawasin. Karena masih ada yang kecil yang belum Iya. Belum bisa berenang. Yang paling kecil. Benar. Benar. Takutnya adiknya enggak dijaga gitu kan. [tertawa] Amannya ya mending ditutup aja lah. Pas ditinggal umrah 20 hari ini kan kita tutup nih. Kita kira tuh pas pulang tuh lumutan lumut-lumutan ternyata enggak. Ternyata sama sekali sama sekali enggak dan masih biru seperti ini. Ini belum dibersihkan sih. Iya masih biru. Ternyata tuh karena cahaya matahari ya enggak masuk ke dalam Iya. Heeh. Betul. Oh i ya. Jadi kan lumutnya enggak tumbuh gitu. Heeh. Heeh. Heeh. Nah itu tuh teman-teman tips dan triknya. Karena iya sih salah satu resiko kolam renang kan sering banget airnya langsung jadi hijau lumutan gitu. Nambah-nambah ini perawatan lagi. Jadi ini low mantan lah menurut aku. Oke. Kuliah juga kemarin ada alatnya untuk ngebersihin kolam juga ya Mas ya yang robot otomatisnya juga ya. Komplit kalau di rumahnya Mas Nurdin sama Mbak Rezki mah yang belum itu belum ada tukang nyapu-nyapu ini robot nyapuin halaman. Harus bisa ngelewatin batu split soalnya Mbak. ya. Iya, ya. Oke. Dan ini kita sampai ke rumahnya berarti. Iya, benar. Nah, rumahnya ternyata teman-teman rumahnya berada di ujung sini. Kalau untuk rumahnya emang dibikin satu lantai aja berarti ya. Betul. Dibikin satu lantai. Awalnya memang didesain dua lantai. Cuman karena anak-anak masih kecil, Takutnya apa ya? Enggak kepakai ruangannya. Ini aja kita seringnya berkumpul di satu ruangan biasanya. [tertawa] Jadi kalau dibikin dua lantai ya sudah banyak ruangan yang enggak terpakai. Oh. Dan ini simpel aja ee dari fasadnya warnanya putih semua gitu ya. Betul. Fasadnya putih minimalis lah. Minimalis. Oke. Ini kalau area rumahnya ini sendiri berarti lebar selebar lahan ya 15 m berarti. Iya 15 m sama carportnya. Kalau bangunannya sendiri itu cuman 10,5 * 10. Oke. 10 ke belakang situ. Oke. Tapi juga jadi punya area carpour yang cukup luas ya, Mas Mbak ya? Iya. Oh, ini bisa muat dua mobil sama beberapa motor lah. Iya, betul. Iya. Oke, oke, oke. 10 kali motor, Mas. Oh, bisa [tertawa] bisa. Oke. Nah, ini kita masuk lewat mana nih berarti, Mas? Mbak e lewat depan. Bisa lewat depan ya. Oke. Jadi, walaupun punya kebun pangan di sana, ternyata sininya juga masih ada pohon-pohonnya. Ada Kamboja, terus ini Tabebuya sama ini ketapang ini ya. Ketapang. Ketapang Kencana. Wih, asik banget. Iya. Nah, berarti kita masuk leat sini. Oh, iya. Silakan, silakan, Mas. Kayaknya kita di belakang layar dapat bocoran dari Mbak Rizki. Ada spot menarik tuh di situ. Iya, di sini ya. Gimana ceritanya nih? Ada spot menarik katanya di sini tadi. Nah, tuh sama Mas Nurdin di situ tuh. Nah, jadi ini biar kita pas bangun itu bisa langsung lihat kebun, dengar ayam berkokok. karena belak kamar utama ya, Mas ya? Betul. Ini kamar utama. Karena biasanya kan orang bikin kebun itu di belakang rumah, kalau kita di depan. Jadi pas paum langsung kelihatan gitu. Jadi biar kebunnya selalu bersih karena kelihatan dilewatin. [tertawa] Iya benar benar benar. Itu satu alasan juga Mas. Jadi kalau kebunnya depan, kandang ayamnya di depan itu kan kayak tuh kalau bau-bau eh bau ih ee nanti kalau tamu datang gimana? Yuk bersih-bersih dulu. E gitu. Jadi emang konsepnya memang biar kalau ada tamu datang kita jadi lebih rajin. Boleh boleh, boleh. Iya sih kalau ee ditaruhnya di belakang kan kita jadi seringnya malah lupa ya. Iya lupa malahan. Nah sekarang kita masuk ke dalam rumahnya berarti ya Mas ya. Iya masuk Mas. Nah ini. Halo. Ini nomor berapa nih Mas? Mbak ini terakhir. Oh ini nomor terakhir. Anak ketiga. Nah ini rumahnya berarti konsepnya seperti apa? Nah ini open space. Nah jadi semua ruangan itu ada di ini menyatu di sini. Jadi ada ruang kerja, ruang keluarga, dapur, sama ruang makan. Oh iya ya. Benar-benar menyatu di sini ya. Menyatu di satu ruangan. Oke. Inspirasinya apa tuh, Mas, Mbak? Kenapa memilih untuk open space saja? Ya karena sebenarnya ee kita ini kan perantau, Mas. Jadi jarang punya tamu ya kita ya. Jadi kalau menurut aku ya udahlah bikin yang simpel aja. Jadi enggak ada ruang tamu, enggak ada sekat-sekat sama sekali pun kalau ada tamu tuh saya suruh di depan situ atau enggak di belakang, Mas. [tertawa] iya. Biar dia enggak masuk di dalam rumah gitu. Jadi dia enggak akan masuk ke dalam sini Ya, kadang masuk sih, tergantung. Kadang kadang masuk tergantung tamunya. Kalaupun kita juga jarang banget ya ada tamu ya. Jarang banget. Jarang banget. Heeh. Nah, terus di sini ada ruang kerja. Nah, tadinya ruang kerja ini itu di dalam ruangan. Oke. Desainnya kan terus diubah sama dia. Kenapa diubah, Mi? Jadi sebenarnya tuh ruang kerjanya tuh harusnya di depan sini, Mas. Oh, harusnya di sini? Iya, harusnya di sini. Nah, ini sekarang difungsikan untuk apa? Jadi kamar. iya jadi kamar. Saya soalnya tipe orang yang dikit-dikit, "Bi, bantuin, Bi. Bi, goreng, goreng ikan, Bi." gitu. Makanya tuh ditaruhnya di situ, ya. Sini biar kelihatan. Biar kelihatan. Dan memang sering ketika apa, Mbak Rezki lagi masak dipanggil-panggil kah? Iya. [tertawa] Jadi kalau aku lagi di sana, Mas Nurin lagi duduk di sini, "Bi, bantuin garu nasinya dong." [tertawa] Iya, makanya kalau kerja di siang hari itu suka enggak fokus. Akhirnya [tertawa] bisanya kerja di malam hari, jadi sebelum tidur baru bisa kerja. Oke, oke, oke. Nah, ini kuliah juga ee yang bagian sini nih, terutama ini finishingnya berbeda. Ini pakai apa nih, Mas? Mbak, itu cuman pakai HPL. Pakai HPL. Berarti ada multiplex-nya dulu ya di sini. Iya. Oke. Orang itu ngiranya ini tuh marmer ya waktu itu ya. Cuman wah marmer mah mahal ya. Mahal banget. Berarti ini ruang untuk bersantainya duduk-duduknya. Duduk-duduk. Oke. Aku boleh nanya enggak, Mas? Mbak memang tidak dikasih TV kah di sininya atau gimana? Iya. Kita enggak kita enggak pakai TV, Mas. Kalau kita tipe komitmennya enggak pakai TV. Jadi anak-anak itu kita enggak sediain televisi di sini. He biar lebih berinteraksi gitu ya. Ee kalau yang sebelah sininya area untukemas danasaknya ya. Ini ada kitchen island. He. Karena aku tuh suka baking, Mas. Suka baking bikin roti dan sebagain jadi kalau ngadon tuh sukanya langsung adonannya tuh langsung blek taruh sini terus ngadon. Oh, di atas sini. Iya. [tertawa] Oh, wah. Oke. Kalau udah ngadon udah jadi pizzanya gitu udah dicetak kita tinggal ngoven di situ. Itu ovennya, Mas. Iya, itu ovennya. Oh, oke. Wah, seru banget. Aku kayaknya ngebayangin kan terus ee ngambil bahannya juga ada yang dari depan juga Iya, dari depan dimasak dimasak diolah di sini ee ambil sayur apa semua. Jadi, anak-anakku itu bisa bantuin dengan cara ya aku di sini terus anakku ikut bantuin di sini. Di sini Abi goreng, Mas Norin goreng aku lagi apa gitu. Jadi di sini tuh kayak ibaratnya kayak tempat kita tuh gotong-royong gitu loh. Kerja sama gitu. Ini kayaknya jadi salah satu ee cara juga ya, Mbak ya, untuk menghindarkan anak-anak terlalu fokus sama gadget gitu berarti ya. Ah, iya benar. Tuh, Teman-teman, bisa ditiru tuh. Iya. Terus tips lainnya biar kita enggak capek cuci piring gitu kan anak-anak itu aku ajarin kalau mereka sudah selesai makan, he dibilas dikit, dibuang sisa makanannya, terus taruh di diseser. Nah, ini emang kalau aku perhatikan memang berarti ee kayak tadi kolam renang pun ada remote-nya memang ini ya, Mas ya, Mbak ya. ee mengaplikasikan teknologi banget ya di rumah ini ya. Iya. I Dari yang pintu depan juga udah pakai remote juga gitu ya ngebukanya. Karena bayangkan kalau enggak diremote misalnya terus hujan-hujan udah basah. Pas buka masuk lagi mobil terus tutup lagi. Wah repot banget. Iya repot ya. Nah kalau ini berarti area untuk bekerjanya Mas Nurdin. Nah. Boleh diceritain enggak Mas ini setup-nya seperti apa? Memang ada satu ini aja ya? Satu des saja ya? Iya. Jadi satu das ini dulunya saya pakai dua monitor ya, cuman karena apa ya lebih suka misal kita buka dashboard iklan kan itu lebih bagus kita pakai yang layar lebar misalnya. Jadi kita bisa multitasking lah misalnya apa apa kelihatan semua di satu monitor selebar ini jadinya ya. Oke oke oke. Berarti semua apa ee ngebikin produk digitalnya itu berasal dari sini. Betul. Jadi ngerjanya di sini. Nah, Teman-teman cek deh di Instagram berarti ya, Mas ya. Instagramus. Oke, kalau di sini untuk area buku-bukunya, Mas. Paling cuman buku-buku iniah dikit bukunya. Kayaknya emang fokusnya di sini nih, Mas Nurdin nih. Banyakannya nih. Oke. Nah, dikasih ini aja ya kisi-kisi ya di sininya ya. Kayak e sekat kecil gitu ya. Betul. Iya, sekat kecil. Nah, di sini ada apa nih, Mas Nurdin? Nah, ini taman tengah biar pencayan itu bisa banyak masuk ke dalam rumah. Oke. Karena memang kalau secara ukuran ini kan walaupun satu lantai tapi cukup luas ya ininya ya. Jadi tetap butuh bukaan lagi sih ya. Betul. Yang ini udah gede banget Mas pohonnya nih Mas. Iya cepat banget besar di sini pohon-pohon. Iya sih belakang sudah ditebang. Oh oke oke oke. Nah di situ juga ada ruangan kamar. Iya kamar anak di sana. itu lebih luas karena anak perempuannya dua jadi dijadikan satu. Oke, berarti sini kamar anak, kamar anak, di sini kamar utama. Kamar utama, sana kamar anak lagi. Kamar anak lagi. Dan teman-teman kita enggak masukin ke kamar tidurnya. Iya ya. Karena alasan privacy juga gitu ya, Mas ya. I berantakan. [tertawa] Oke. Oke. Nah, ini kita lanjut. Di sebelah sini ada dinding yang dibedakan sama ada satu pintu lagi. Ini ke mana nih berarti? Iya, ini kamar mandi, Mas I. Ini kamar mandi. Terus kenapa aku pasang panel-panel kayak gini? Jadi, kita tuh waktu bangun rumah, Mas, banyak banget endorsan yang masuk. Alhamdulillah berarti ya, Bu? Iya, alhamdulillah. Mulai dari kasur ee terus kisi-kisi kayak gini ya. Ini wall panel akhirnya bingung ini wallpanelnya ditaruh di mana. Ya udah pasang di sini aja lah. Iya. [tertawa] Jadilah kayak gini, Mas. Oke. Ini boleh kita masuk ke kamar mandi. Boleh lihat kamar mandinya? Silakan, Mbak. Masuk. Kamar mandinya tuh ukurannya cuman 1 * 1,5 m. Iya. A oke. Simpel aja. Ada shower untuk mandinya, closet dan wasffel ya. Iya. Seperti ini. Dan nuansanya putih-putih sama abu-abu di bawahnya ya. Iya betul. Oke. Dan lagi-lagi juga pakai kaca ternyata ya. Iya pakai kaca. Oke. Nah kita tinggal satu area lagi berarti ya Mbak ya. Iya benar. Nih yang di belakang sini ternyata masih ada taman belakangnya. Iya. Jadi di belakang sini itu masih ada taman dan kita tuh bikin tempat duduk kayak gini sebenarnya buat berfungsi kalau misal ada orang mau datang duduk-duduk gitu kan. Tapi pada akhirnya tuh sebenarnya enggak kepakai. [tertawa] Ternyata juga tetap aja enggak ada tamu. Oke. Tanamannya macam-macam juga ya di belakang ya. Yang di belakang ini juga Mbak Rizki juga berarti yang ngurusin. Ini tuh sebenarnya lo mantanan suka Mas yang ini karena kan ada kaktus terus ee bromelia kayak gitu. Jadi enggak terlalu ini sih enggak terlalu effort. Oke. Beda kayaknya effornya sama yang di depannya yang sayur-mayur tuh agak effort ya karena harus dipupuklah dikasih apa namanya ee semprotan pestisida alami. Iya. Oke. Oke. Dan digunakan untuk area laundri juga ya. I di sini kanat ada jemuran mesin cucinya di sini jemur di sini ada mesin cuci. Nah, kalau lagi malas jemur ini sebenarnya mesin cucinya itu yang full 100% kering. Iya. Jadi kalau kita lagi malas ya udah dibikin settingan yang model langsung kering aja kalau Oh. I wasendry itu ya. Oke oke oke. Jadi bukan yang dua tabung gitu. Dua tabung kayak gitu. Iya. Benar benar benar benar. Nah ini ada pintu lagi. Ke mana nih Mbak? Ini gudang Mas. Oh. Ya, ini cuma dialifungsikan buat jadi gudang aja sih. Gudang tetap wajib ada gudang sih menurut. Iya. Buat nyimpan-nyimpan apa aja ya? Iya. Buat nyimpan barang-barang yang sebenarnya jarang kepakai tapi tetap dibutuhin. Tetap dibutuhin. Eh, ini ada waterer. Oh, water heater. Oke. Sama ada satu pintu ke sini lagi. Nah, iya. Jadi di sini connecting langsung ke masjid. Jadi kalau Mas Nurdin mau ke masjid itu dekat jadinya dekat ke belakang. Iya, terus ke belakang. Terus belok ke sana itu masjidnya. Iya, Masjidnya ada di belakang. Oh, jadi tetap dibuatin akses juga ya ke belakang? Iya, tetap ada pintu. Pintu di belakang. Tadi di belakang layar juga sempat cerita Mbak Rizki tadinya situ ini ya, Mbak apa rumput-rumput liar gitu ya? Iya, rumput-rumput liar. Jadi kita akhirnya inisiatif ya udah deh kita puffing aja dari sana sampai pinggir rumah tetangga lumayan jadinya ngongkosin sendiri. Iya, ngongkosin sendiri gitu. Oh. Nah, kalau yang sini ke mana nih, Mbak? Satu lagi nih, Mbak. Ini nyambung ke depan ya? Iya, nyambung ke depan. Kalau ini nyambung ke depan. Oh, oke. Ke area karpotnya sini. Ini K lihat-lihat juga kayaknya kendaraannya elektrik semua yang dipakai nih, Mas. Ah, iya, betul. [tertawa] Biar ini biar enggak ke SPBU lagi. Sekarang malas ngantri kan. Kalau di rumah kan tinggal colok aja. ini ngecasnya di rumah. Jadi ada colokannya di sana. Sudah siapin ya tempat colokannya di sana. Dan uniknya lagi karena kitanya itu kan tinggal di perkampungan Mas. Daya listriknya itu kita enggak bisa tarik langsung dari saklar yang ada di rumah. Jadi kita bikin dua saklar. Saklar meteran listrik. Oh iya. Sor sor. [tertawa] Kita pakai du du meteran listrik. Nah kebetulan kemarin itu di sini tuh listriknya enggak stabil di kampung sini. Akya kita hubungi PLN. Dikirimlah dua tiang listrik. Oh iya i langsung dikirim. Alhamdulillah free. Tapi ternyata kepakai cuman satu bilang, "Wah, Pak ini satu aja kebanyakan kalau dua." Nah, itu tiang listriknya khusus untuk masang ini untuk mobil ini chargernya. Itu tiang listriknya, Mas, di depan sana. Oh, itu. Iya, itu khusus nyambung ke sini ya. Udah ada yang pakai belum selain kita? Enggak ada. Jadi freepat free freeat free. Iya. Oke, boleh kita masuk lagi ke dalam. Boleh boleh boleh. [musik] Oke, sekarang kita sudah duduk bareng nih Mbak Rizki, Mas Nurdin. Nah, ini aku mau menanyakan biasanya yang ditunggu-tunggu juga [musik] tuh budget nih. Tapi sebelum ke budget berarti ceritanya itu sebelum tinggal di sini itu di mana dulu nih, Masin, [musik] Mbak Rizki? Jadi dulu itu kita sudah beli rumah jadi yang langsung jadi kan. Dari developer. Nah, kemudian karena kita punya dream mau punya rumah dengan halaman yang luas ya udah akhirnya kita rumah yang sebelumnya itu kita jual buat bangun rumah yang di sini. Oke. Tapi berarti nyari tanahnya dulu ya waktu itu ya? Betul. Jadi dulu beli tanah tanahnya pas COVID. Alhamdulillah dapat harga yang sangat murah dan bisa dicicil 18 bulan. Oh wow. Tapi 18 bulan itu kita udah kejar-kejaran juga ya. Iya. Udah inilah jualan apa ya? Jualannya udah kencang-kencang banget itu, Mas. soalnya kan harganya itu kan kita dikasihnya R1,5 juta per meter. Karena luasnya 961 nilainya jadinya R,4 miliar ya. Nah, jadi kita harus DP waktu itu tuh berapa? R00 juta. Oke. Dan sisanya dicil 18 bulan. R miliarnya harus dicuicil 18 bulan. nekat, Mas. Tapi alhamdulillah berarti udah eh Covid 2020 ya. Berarti sekarang sudah lunas. Lunas 18 bulan itu lunas gitu. Jadi lunas sebelum kita bangun rumahnya. Oh oke. Berarti pas itu masih tinggal dulu di mana? Iya tinggal dulu tinggalnya ya 7 menit lah dari sini. Iya masih dekat juga. Oke. Berarti udah lunas duluan terus baru kemudian memutuskan nabung lagi dulu. Lagi. Iya. bangun. Wah, keren. Jadi karena nabungnya juga kayaknya lama nih kalau nabung ya udah deh jual aja rumah yang ditempetin gitu ya. Kita ngontrak lagi, Mas. Oh, gitu. Oh, jadi udah punya rumah nih ada tanah tapi ngontrak dulu nih ya. Iya. Iya. Ngontrak. Dan itu kita belum ada sama sekali pembelinya, Mas. Benar-benar ya udah deh ngontrak aja. Dan yang paling power lagi tuh kita benar-benar nekad beli tanah seluas ini gitu kan. He awalnya tuh yang punya tanah ini ragu, Karena kita kan masih muda ya, ibaratnya waktu itu masih umur berapa, Bih? Ee ini kan sekitar 5 tahun yang lalu, Mas, kita belinya. 5 tahun yang lalu. E kita masih umur sekitar aku 25, Mas Nurin sekitar 28 tahun gitu. He. Ibaratnya mau beli beli tanah harga miliaran gitu kan. Kita udah kayak anak-anak datang gitu kayak enggak dipercaya ya. Iya gitu kan. Bisa enggak minta dicicil lagi? T dicicil lagi kan. Tapi akhirnya ya alhamdulillah karena kita meyakinkan, oh ini kita jualan Bu, kita ada kerjaan gini gini gini, kita ada pekerjaan online ya sudah akhirnya dipercaya. Dan terus setelah habis itu bangun rumahnya dulu. Iya, bangun rumahnya dulu. Oke, berarti budget tanah tadi 1,4-an ya berarti ya? Iya, 1,4 M. Oke. Dan tidak pakai ee ke bank berarti ya? Enggak, enggak pakai uang bank juga. Keren. Keren. Bangunnya juga enggak ya? Berarti enggak karena kan hasil jual rumah, Mas. Oh ya, [tertawa] jual rumahnya itu Rp650 juta waktu itu. oke. Dan ini biaya bangunnya untuk rumahnya to. Nah, kalau dulu itu RB-nya 650 tepat sama harga jual rumah. [tertawa] Karena dulunya pas dibikin arsitek, wah ini budgetnya 800 nih. Ya udah diubah dulu lah. Dibikin satu lantai aja biar pas sama budgetnya. Nah, akhirnya ternyata RB-nya 650. Alhamdulillah setelah proses pembangunan ternyata cuman habis 550. karena ada beberapa yang bisa dilakukan penghematan. Itu di tahun berapa berarti? 2000 bangunnya 2022 ya? 202. Iya 2022 November. 2022 dan berproses membangun area depannya berarti ya? Iya. Kalau bangunan rumahnya aja itu selesainya 3 bulan, Mas. Oh, cepat ya berarti ya. Iya. 4 bulan. 3 sampai 4 bulan ya. 4 bulan. He he. Nah, sisanya kita nyicil bikin pagar keliling luas panjangnya kalau enggak salah sekitar 100-an ya totalnya ya 100 meteran. Heeh. Oh, dinding perimeter keliling nih ya. Oke. Itu itu bikin pagar keliling aja Rp50 juta. [tertawa] Iya karena areanya akan luas ya. Iya. Jadi benar-benar nyicil gitu kan. Iya. Habis itu baru nyicil kebun-kebunnya. Terakhir nyicil bikin kolamnya. Nah, kolamnya juga lumayan kayaknya kemarin ya. Lumayan. [tertawa] Kolamnya R230 juta. R30 juta ya. Itu udah termasuk sama yang bisa nutupnya itu ya? Belum. E penutupnya doang Rp0 juta. Oke. Oke. Ngomongnya udah kayak mau beli kacang goreng ya, Mas. Ini 60. [tertawa] Iya gitu. Tapi alhamdulillah sekarang udah komplit berarti ya. Alhamdulillah sudah komplit. Rencana mau diapain lagi rumahnya? Ee kalau dia apa Bi? Enggak [tertawa] ya. Jadi kalau dari aku sendiri sih udah enggak ada tambah-tambahan lagi sih, Mas. Ini udah cukup sih menurut aku. Sebenarnya kemarin itu setahun setahun yang lalu tuh aku lagi hobi banget nge-gym gitu. Jadi nge-jym-nya pun pakai alat seadanya. Kemarin tuh udah sempat ditawan sama arsitek mau bikin tambah ruangan enggak? Karena ini tuh semi-semi bisa tumbuh gitu loh, Mas. Ada beberapa area yang itu duak gitu atas. He. Jadi bisa ditingkatin lantai. I iya. Cuman aku bilang, "Wah, kayaknya belum dulu aja." [tertawa] Iya. Iya. Wah, seru banget. Seru banget. Wah, dari depan sampai masuk ke dalam ternyata ceritanya banyak sekali. Ada lagi mungkin? Eh, aku sedikit cerita lagi dong, aku lupa. Jadi, kalau waktu sebelum tinggal di Enerhus itu karena aku tinggalnya di rumah sebelumnya itu kan aku jualannya produk fisik, Mas. ya. Baju fashion gitu. Jadi kita harus ngontrak rumah kan buat produk-produk kita gitu. Nah, setelah kita jalanin produk digital 1 tahun ya udah 1 tahun ini akhirnya karena produk fashion itu lagi turun jadi kita postnya di produk digital. Jadi kita udah enggak ibaratnya tuh mikir stok-stok barang gitu kan produk digital itu. [musik] Makanya dari rumah pun kita tetap berbisnis sebenarnya tapi produk digital gitu. Tuh teman-teman menarik menarik menarik. Dan itulah yang ya alhamdulillah ya jadi merealisasikan ini semua juga ya berarti ya Mas ya. Betul. Iya betul betul. Oke oke cukup cukup cukup. Oke teman-teman thank you sudah nonton. E jangan lupa subscribe channel kita Wicak Mifta. Follow Instagram kita juga Wicakson Wifta Jana dan TikTok Wicak Mifta. Dadah. Dah. Halo. Perkenalkan Sandar Enggak apa-apa. Kip roll. K. Iya. Keep roll langsung. Oke, halo. Perkenalkan Wih, ada maling ayam. Maling ayam. Ini ayamnya coba. Yeah.
