Jungkat

Rumah ini Didesain Sendiri Pake AI Sama Pemiliknya! Inspirahoms: Griya Nagari (YouTube Video)

  • 13/06/2025

Hari ini kita mau datang ke rumah yang didesain 70% pakai AI. Tapi ada alasannya kenapa dan ini desainnya pun udah menarik banget dari luarnya. Kita ketemu aja yuk sama ownernya. Let's go. Halo, namaku Dian. Aku Pri. Selamat datang di Griana Garing. [Musik] [Tepuk tangan] Halo, Mas. Halo. Apa kabarnya, Mas? Baik, alhamdulillah. Alhamdulillah. Sehat ya, Mas ya? Alhamdulillah. Nih kita terima kasih sudah boleh datang nih, Mas, ke sini. dan nanti izin masuk ya, Mas. Kita langsung silakan silakan Mas kita bahas dikit nih, Mas. Yang paling menariknya ini kan katanya rumahnya 70% didesain pakai AI. Betul. Sebelumnya sih memang ada background-nya, Mas. Jadi ee kita memang bangun rumah ini kan saat istriku lagi hamil anak kedua. Oke. Jadi ee kejar-kejaran waktu tuh. Oh, oke. Kejar-kejaran waktu. Nah, kita sudah mencoba hubungin arsitek. kebetulan jadwalnya padat. Kita cari cara tuh awalnya sih memang ya kayak cuman mencari kontraktor. Heeh. Ee tapi ternyata kontraktornya juga ee kurang menguasai untuk gambar gitu ya. Gambar iya gitu. Jadi akhirnya ya sebenarnya the power of kepepet sih. Jadi kejar-kejaran waktu itu ya Mas ya. Iya gitu. Makanya total ee durasi renovasi itu sekitar 8 bulan. Nah, ee itu praktis memang benar-benar dari pertama itu akhirnya kita lama di e planningnya aja gitu. Itu akhirnya pakai AI, Mas gitu. Oke. Kita pernah sih kita juga bahas soal itu sih di sosial media kita. Oke, nanti teman-teman cek juga tuh di Instagramnya apa tuh Mas? Griaagari. WS. Oke, kita lanjut bahas ee nanti sambil jalan kita cerita background story-nya lagi ya, Mas ya. Silakan. Nah, ini luas tanahnya berarti berapa? Luas bangunan berapa? Luas tanahnya praktis ee 90. Oke. M per lebarnya 6 m, belakangnya 15 m. Kalau luas bangunannya sendiri sekitar 148. Tapi karena tanahnya miring trapesium. Oke, gitu. Yang ini juga garisnya juga miring. Akhirnya sebenarnya praktis sih mungkin cuman 88 lah gitu. 88. Iya. Jadi enggak genap gini ya karena sininya miring ya. Heeh. Nah, ini gimana ceritanya desain fasadnya Mas pas menggunakan EAI? Itulah gambarannya. Iya ya. Sebenarnya sih kalau yang sekarang kan modelnya yang ar segini ya gitu ya. Tapi ee pada saat itu kita memang ngerasa ee karena kebetulan di bagian belakang fasad ini kamar utama. Jadi kalau banyak buang space tidak efektiflah gitu merasanya. Jadi kita khusus untuk fasad ini sebenarnya kita menyesuaikan sama fungsi bangunan di baliknya. Fungsi bangunan yang dibaliknya ya, Mas ya. Iya gitu. Makanya di sini kan aku lihat juga banyak pakai yang sini travertin ya, Mas ya. Traveltin. Iya. Yang sininya ada second skin-nya ya, Mas ya. Second skin-nya. Ini juga bisa digeser-geser menyesuaikan arah matahari gitu, Mas. Oh, gitu. Iya. Oh. Jadi kalau pas panas di sini kita geser gitu. Tapi keseringan memang panasnya dari arah sana. Iya. Sana kayaknya barat ya, Mas, ya? Iya, barat. Oke, ini juga kelihatan ya. Berarti si tanah miring itu ke bawah juga sampai fasadnya ini ya, Mas ya. Ngikut miring juga ya. He. Nah, ini bidang miring tengah ini sebenarnya justru untuk membantu visual ee rumah ini tuh kelihatan agak lurus, Mas. Oh, gitu. Oh, yang ini ya? Kalau Iya, kalau ini enggak ada malah memang benar-benar kerasa banget miring banget nih. Kasat mata tuh kayak akhirnya oh itu garisnya agak lurus. Nah, kalau yang di bawah sini, Mas, kalau kita lihat ini kan berarti ada area untuk carport gitu ya, Mas ya. Iya. Terus di situ ada terasnya ya. Iya. Nah, ini ada yang mau diceritakan dulu enggak nih, Mas? Kayaknya memperpaduan apa ya material-material alami gitu ya, Mas ya? Iya, betul. Ee karena memang kita konsepnya dari awal tropical Japandi. Jadi tropical itu karena kita dari dan denanya banyak ventilasi udara supaya di dalam rumah pun juga masih tetap adem. Terus kalau Japandi sih kita memang sukanya sesuatu yang natural dan dalam bentuk yang sederhana gitu. Makanya terlihat mungkin agak kotak-kotak atau terlihat mungkin enggak terlalu banyak ornamen karena memang kita kepengin tuh masuk rumah tuh kayak enggak rumit lah, Mas. Gitu. Ngelihat-ngelihat itu kayak semuanya simpel. Simpel, minimalis gitu ya. Iya gitu. Pemilihan material juga akhirnya larinya dari tema itu. Oke. Ini juga menarik. Aku lihat ada planter box ya, Mas ya. Iya. Dengan adanya hijau-hijau gini bikin tambah apa ya, Mas? Adem ya, pas masuk ke dalam rumah. Betul ya. Karena salah satu ya kita kan sebenarnya awam ya soal ee arsitek. Ee tapi ee setelah kita cari-cari referensi banyak soal tropikal itu kita juga baru tahu ee memang dia banyak memasukkan unsur alam khususnya tanaman gitu dan itu bikin rumah makin adem, menyaring udara, menyedot udara ee menghasilkan udara bersih dan lain-lain. Makanya sengaja beberapa spot kita siapkan untuk tanaman. Tanaman kayak di sini ya, Mas ya. Woi, tiba-tiba nih ada monster yang gede nih, Mas. Cakep banget nih sama ada karet kebonya. Iya. Wah, cakep-cakep. Asik sih. Bangunan aslinya sebenarnya ee pintu utamanya di sini, Mas. Oh, gitu. Iya. Masuk langsung sini ya? Masuk langsung sini. Tapi terus kita ngerasa terlalu tidak nyaman untuk privasy dan agak berdebu kalau langsung menghadap jalan. Akhirnya kita pindahin ke samping. Samp terus ada terasnya dulu. Nah, terus kalau ini kan aku mumpung lihat bawah nih, Mas. Ini emang dibikin lebih tinggi, Mas, dari jalan ya, Mas, ya? Iya, gitu. Karena memang posisi perumahan ini agak turun ya. Kalau tadi masuk ke komplek itu agak turun. Jaga-jaga aja sih, takutnya memang banjir atau apa gitu. Tapi sofar aman ya, Mas ya? Alhamdulillah aman. Nah, Mas, terus sambil kita ke sini, Mas, tadi di balik layar kita sudah sempat ngobrol juga katanya materialnya itu banyak beli online, Mas. Beli online? 80% online, ya. Kenapa tuh, Mas? Iya, ya. Karena jujur kita sebagai orang awam tuh kalau kita datang ke toko ya terus kita tanya berapa nih harganya ee berapapun yang dijawab sama si pembeli eh si penjual ya pasti kita terima aja gitu. Nah kalau di online iya enggak ada pembanding kalau di online akhirnya kita ee dipaksa untuk membandingkan, dipaksa untuk bisa apa pilih-pilih tipe harga dan lainnya itu jelas semua gitu. Jadi akhirnya dan juga pada akhirnya sangat menghemat sih, Mas gitu. Oh semen, bata segala macam kita belinya online semua. Plafon, gipsum. Oh iya iya. Tapi ada ini enggak, Mas plus minusnya? Biasanya kan kalau beli online kita mungkin ada harus ketentuannya harus berapa dulu gitu. Iya. Ee kalau beli online sih akhirnya memang ada minimum order kan biasanya gitu. Sama satu lagi sih kita harus lebih detail aja dalam ngelihat tipe gitu. karena ee kadang tipenya banyak banget kan. Jadi kita akhirnya harus pintar-pintar ngulik, harus juga mau belajar gitu ya. Tapi ternyata bisa gitu. Saya yang enggak punya background e arsitek juga dan enggak pernah ngerjain rumah gitu. Ternyata bisa, Guys. Lagi lagi ternyata bisa, Guys. Oh, menarik. Dan nanti yang paling menariknya lagi teman-teman gak akan nyangka budgetnya berapa bangun rumah ini. N tungguin aja di bagian akhir videonya. Nah, terus Mas aku naik-naik dulu dikit Mas. Jadi ini kenapa ada dibikin bolong-bolong di sini sama sini Mas? Supaya enggak bosan karena dari depan lebih banyak apa ee ornamen yang kotak gitu ya. Terus mungkin sini ada lengkungnya juga. Iya. Akhirnya kita e berusaha ee toleran ee secara bentuk supaya enggak terlalu kaku di lengkungan ini pakai roster ini. Karena kita memang balik lagi ke tropical. Jadi semua rumah ini itu selalu punya ventilasi atau ruangan yang terhubung dengan ruangan lainnya. He. Jadi ee sejauh ini sih enggak pernah panas atau sumpek atau gimana ya. Ini salah satunya roster ini buat cross ventilation. Wis. gitu. Canggih ini walaupun background tadi apa ya, Mas? Desain grafis ya, Mas ya? Desain grafis. Iya. Bisa cerita arsitektural sekarang. Bisa. Oke, ternyata bisa, Guys. Oke, sekarang kita lanjut sama Mbak Dian nih di bagian dalamnya. Mungkin bisa diceritain nih, Mbak, konsepnya seperti apa, layout-nya seperti apa untuk di lantai satunya dulu, ya. Iya. I konsepnya Japandi, Mbak. Oke. Waktu itu kita cari referensi. Heeh. nyari-nyari berbagai macam interior. Ternyata kita naksirnya sama Japandi. Tapi jujur kita enggak tahu kalau ternyata Japandi sehits itu ya ternyata. Dan tapi ya enggak apa-apalah karena kan kita nyari fungsi sama kenyamanan. Akhirnya kita pilihlah untuk living room ee sama ruang makan juga temanya itu lebih ke capandi itu sendiri gitu. Dari segi warna pilihan sofa gitu. Berarti yang ee paling banyak menentukan untuk interiornya ini Mbak Dian kah atau Mas Pri? berdua sih, cuman dia selalu ini gimana ini gimana suka apa enggak karena kalau enggak s kayaknya paksunya juga oke soalnya biasanya juga nih yang suka perintilan-pintilan gemes tuh kayak ada lampu jamur di situ itu pasti mbak Dian kan enggak mungkin Mas Pri kayak gemes banget lampunya oke tapi di sini sebenarnya aku bahas satu persatu ya Mbakle yang ini cukup menarik sih cukup menarik perhatianku karena dia dinya kan biasa kalau zaman sekarang dikasih wall panel gitu ya ini aksennya berbeda gitu Iya, kita kan nyari rumah tropis, Mbak. Awalnya dari vila-villa di Bali itu deh kita bikin aja jadi kayak aksen atau misalkan statement di ruangan living room gitu. Jadi kita bikinlah nih dari gyipsum sama Hebel. Tingginya 3 m, lebar 150. Tapi jadi ikonik sih lumayan. Benar. Benar. Karena teman-teman pintu masuknya itu kan menghadap ke sana. Iya. Jadi tadi aku pas masuk juga langsung kayak ini ya, Mbak. Itu memang sengaja, Mbak. Iya. Benar, benar, benar. Jadi orang pas masuk langsung ini. Nah, sebelum kita ke yang lainnya dulu, ini nih jendelanya juga sebenarnya unik juga. Ini sebenarnya pintu ya, Mbak ya? Tadinya pintu utama enggak sih? Memang awalnya pintunya memang enggak enggak memang awalnya di sini tapi akhirnya kita pindah ke samping. Nah, tapi suamiku sama aku kepengin kita selalu punya cahaya dari luar lah gitu ya. Nah, pintu ini benar-benar kalau siang gitu ya udah pakai pintu ini udah cukup cahaya sudah masuk sampai belakang. Benar. Tapi bawahnya kita kasih kaca es supaya privacy. Atasnya baru kita bikin kaca hidup buat ventilasi gitu. Jadi kalau misalnya kita duduk di sini, aku boleh praktekin duduk di sini? Mbak Dian? Kalau duduk di sini kita enggak kelihatan ya, Mbak. Tapi kalau misalnya ada Kang bakso lewat kita tinggal berdiri. Apaan tuh? Jualan apaan gitu ya? Kita mesti multitask ada tukang paket ya kan? Paket atas nama Dian kan tiap hari dari sini aja. Oh iya ngambil kalau aku malas kalau lagi mager. Oh. Oh, berarti multifungsi juga ini. Iya. Dan kalau lagi acara keluarga ini dibuka, Mbak. Jadi benar-benar plong dari depan sampai belakang. Menyatu area indoor outdoornya ya. Paling kita tinggal keluarin sofa apa gitu. Wah, udah pasti aliran udaranya ngalir tuh. Apalagi belakangnya tuh bukannya gede banget. Benar. Oke. Terus kalau untuk ini kayak sofa-sofa kayak gini tuh custom atau seperti apa, Mbak? Biasanya soalnya lucu banget nih sofanya. Ini online beli custom sih. Berarti disesuaikan. Heeh. Karena gini, itu kan ujungnya tuh ada kayak gini ya. Jadi kita kepengin ini nah bisa pas banget gitu loh. Itu kan mesti request jadi ya udah dibikin jadi dia mentok di situ. Seolah-olah kayak memang sengaja lah dibikin nyambung gitu. Tapi ini enak buat tangan juga gitu ya di bagian ujungnya. Dan memang nyarinya yang rendah aja sih biar kayak sual aja Mbak. Jadi yang buat santai-santai enak gitu. Oke kita masuk ke sini dikit nih sekarang. Yes. Ini ada area transisinya dulu ya, Mbak ya? Berarti di sini kan fungsikan untuk apa ini, Mbak? Kalau ini sebenarnya udah ada dari sebelum renovasi sih, Mbak. Oke, gitu. Jadi, sebelum renovasi kita sudah punya lemari ini buat sepatu dan ini mau ditaruh di mana saat selesai renovasi ya udah jadi ya benar kayak transisi ya antara living ke ruang makan gitu. Jadi karena bentuknya juga masih masuk di interior. Benar warnanya juga ya. Tapi Mbak kan ini kan rumahnya didesain sendiri nih tanpa arsitek tanpa desain interior gitu ya. Kayak kebayang enggak sih bakal jadinya tuh seperti ini udah sesuai bayangan enggak sih Mbak atau seperti apa sih prosesnya? I intinya sih enggak neko-neko waktu pas renov intinya pengin punya rumah open space aja itu udah kejadian aja udah tinggal ngisi-ngisi aja. Nah tinggal gimana pintar-pintarnya kita apa miss apa mix and match-nya kayak gitu aja sih ya. Tapi sejauh ini aku jujur enggak nyangka sih bisa okelah menurutku sesuailah dengan yang kita kepenginin gitu di awal. Berarti jadinya sesuai harapan ya banget. Oke kita sekarang ke sini. Nah aku suka sama peletakan ruang makannya nih Mbak I karena kayak gini aja sehari-harinya juga dibuka ya Mbak ya berarti. Iya. Kepenginnya juga kita pokoknya udara terus aja gitu langsung lewat dari atas ke bawah atas ke bawah. Nah ini seperti apa, Mbak? Ada ceritanya kah? Ini emang sengaja dibikin ijau-ijau ya berarti ya. supaya masih terasa tropikalnya itu ya, Mbak. Jadi, waktu itu pas Renolve kita bikin ruang makan tapi masih ada bisa ngelihat hijau-hijau lah gitu. Jadi enggak bosuh. Karena dulu sebelum Renov jujur aja semuanya tembok semua. Tertutup semua. Bahkan ini kan kamar ini kan di apa tembok ini kita jebol semua kamarnya di sini. Teras itu dulu juga kamar gitu. Jadi kita jebol semua temboknya terus mau ke dapur pun tembok lagi. Jadi berubah total 100% ya untuk layout-nya karena dibangun ulang ya Mbak ya. Oke. Ini juga meja makannya cukup besar ya, Mbak? Maksudnya cukup mendominasi emang di area sini ya. Aku penginnya kan nanti anak-anak makin besar jadi udah cukuplah empat gitu. Ini juga satu tempat sih sama si apa Bu TV di Jepara kita belinya gitu. Lumayan harga miring. Di mana tuh, Mbak? Boleh dimention? Biasanya ada yang pengin tahu, Teman-teman. Enggak apa-apa dimension aja. E apa namanya? Ee apa ya? Nanti aku coba ini aja di sini deh. Di bawah sini aja, Mbak Dian. Eh, maaf, maaf. Nah, ini juga pemilihan lampunya cantik banget loh. Dan kalau misalnya kita lihat ke atas ini ada kayak sekatnya sebenarnya ya untuk kemisah ruangnya gitu atau seperti apa, Mbak Dian? Iya. Nah, tetap kan kepengin punya apa ya esensi kayu-kayu hangat gitu ya. Tapi rumah ini tuh super rayap. Oh, jadi ee untuk kepengin punya kayu tapi enggak beneran kayu akhirnya pakai gypsum nih aslinya Mbak. Terus pakai cat tekstur deh. Ini enggak kayu beneran kok. Oh iya itu cat kelihatan ujungnya tuh aku perhatiin ini cat tekstur tapi dari gypsum udah terus dicat aja sama tukangnya tapi akhirnya berasa kayak kayu benaran iya looksnya kayak kayu kalau kita lihat sekilas iya kayak kayu cantik sih jadinya ya simpel tapi cantik ya feelilingnya jadi enggak polosan aja gitu ya mbak supaya ada aksens gitu oke sekarang kita lanjut ke area sini nih kalau udah sampai belakang sini baru kelihatan kalau emang ini miring miring pada akhirnya gimana nih Mbak mutuskan untuk naruh dapur di sini. Heeh. Ee jadi ya memang dapur kita awalnya memang di sini dari awal dari sebelum direnov. Nah, terus mungkin tapi enggak sebesar inilah gitu. Tapi ya udah dapur di sini aja karena beberapa kayak pompa dan lain-lain kan kita enggak pindah. Jadi biarkan dia di sini. Nah, tinggal ruangan sini aja akhirnya ya udah deh bikin taman aja. Taman kering, taman kecil gitu supaya ya enggak bosan aja kali ya masak biar ada view-nya gitu kan. Jadi kayak semi outdoor juga ya. Benar. atasnya kan juga terbuka tuh. Jadi misalnya angin juga masih sepoi-sepoi berasa ada anginnya di sini jadinya jadi enggak gerah banget gitu di dalam rumah yaitu. Nah, kalau untuk konsep dapurnya sendiri Mbak ini kan warnanya kayaknya cukup berbeda sama yang di depan tadi ya. Kalau yang depan tadi lebih kayak coklatnya lebih matang gitu kayaknya lebih soft gitu. Sebenarnya enggak ada tema khusus cuman waktu itu kita naksir sama apa? keramik Venus kayak gini-gini lah. Terus e dengan top table-nya kayak custom juga sih ini marble-marbel-an lah. Terus ya untuk warna waktu itu memang pilihan dari vendornya juga sih. Terus kita kok kita suka ya warnanya agak beda sendiri aja deh supaya enggak monoton aja sih sebenarnya. Jadi ada warna terang gelap main di situ. Tapi masih warna kayu sebenarnya. Benar masih warna kayu. Kita lanjut ke mana lagi? Di samping ada taman kecil sih sebenarnya. Boleh boleh mbak ke manakah itu? Ini buat aliran udara aja dari Iya, ada aliran udara dari kamar mandi di atas itu kalau ada jendela itu gudang. Jadi gudang juga bisa dapat e udara lah. Nah, di atas itu sekitar 10 m deh, Mbak. Tapi ini lebarnya berapa sih? Enggak nyampai 1 m, Guys. Ya, cuman buat tambahan-tambahan sirkulasi. Kayaknya kecil, tapi manfaatnya besar ya, Mbak ya, gitu. Oke, lanjut. Boleh, silakan. Oke, ayo, Mbak. Oke. Nah, di sini ada kamar tidur. Iya, Mbak. Boleh lihat? Heeh, boleh. Silakan. Ini kamar tamu lebih tepatnya misalnya orang tua. Kita sih sekarang lebih pakai ke ruang kerja aja karena kita enggak punya ruang kerja khusus. Jadi, ya paling di sini aja sih. Karena suami kan masih kerja kantoran juga. Berarti sehari-harinya jadi ruang kerja malah. Iya. Heeh. Gitu. Awalnya sih kita memang enggak mau kamar, tapi kita mikir punya orang tua. Terus kalau semua kamar di atas juga kayaknya kok sempit ya. Terus akhirnya ya udah bikin aja kamar 2 meteran lah di sini buat ee apa namanya? Buat mereka juga nyaman gitu biar di sini datang berarti ke sini di sini. Nah, ini teman-teman ternyata kamarnya tuh dapat view yang tadi taman samping itu penting ya wak ya tiap kamera ada bukaan. Nah, itu juga kita kepengin konsep rumahnya tuh bisa komunikasi dengan baik ya biarpun tingkat tapi komunikasi tuh enggak mandek gitu ya. Jadi terbuka semua gitu. Yang sini bisa dari dapur, yang di atas bisa ke bawah gitu. Bahkan di sini juga loh ada bukan. Iya. Kalau ini kelebihan rooster sebenarnya. Oh, kelebihan jadi ide nar daripada dibuang terus Pak Pri dengan idenya gitu kan. Gimana kita taruh di kamar aja ya gitu ya. Begitulah jadinya roer di kamar Mbak agak unik ya. Nah, ini kamar mandi, Mbak Dian. Berarti wastaffelnya ditaruh di luar loh. Cakep banget loh. Sebenarnya kalau misalnya orang mau pakai wastaffel ya udah enggak usah nunggu kamar mandinya ini juga ya. Iya. Karena dulu kan habis paca COVID juga ya. Jadi mungkin orang kan kalau mau cuci tangan enggak usah kayak masuk-masuk dah langsung di sini langsung ya masuk rumah langsung. Boleh lihat kamar mandiin Mbak D? Boleh. Silakan. Ini kamar mandi di bawah tangga. Wah. Oh iya. Ini juga ada pegangan. Kurangnya berapa, Mbak? Ingat enggak? 2 man. Tingginya 2 ya, lebarnya juga sekitar 2 man lah. M ini sebenarnya juga agak dikeduk dikit sih. Awalnya enggak setinggi ini, awalnya lebih pendek. Terus akhirnya kita dalamin lagi supaya dapat sekitar 2 man biar lebih nyaman juga. Ini juga ada pegangan handle kalau orang tua misalnya karena naik tangga kan kita takut kepeleset atau apa. Jadi sudah dipersiapkan. He sudah disiapkan. Dan itu juga ada jendela yang tadi jadi biar ada udara juga ya kamar mandinya. Heeh. Biar enggak lembab. Nah, ini sebelum naik ke tangga di sini tuh apakah ada gudang atau gimana, Mbak? Kita nih Mbak Dian ketawa ke depannya kepengin kita tutuplah ini. At least kita dekor sedikit kita WPC-in kata apa gitu. Dikasih pintu gitu ya. Heeh. Kasih pintu. Tapi belum lah Mbak karena baru banyak yang harus diselesaikan juga lah ya. Cuman iniatannya buat gudang ya. Heeh. Buat gudang gitu. Jadi sekarang belum sementara paling naruh ya itu gitar atau sepatu gitu. Kasihan gitarnya Mas Prio. Coba ditaruh di situ sama Mbak Dian. Terima aja dia sampai copot loh itu stringnya dikacangin. Ya udah enggak pernah nyanyiin lah gitu. Boro-boro mbak. Oke ayo kita naik. Tapi sebenarnya aku tuh juga ini loh bisa ada kayak gini nih mbak. Ini cantik banget. Ada dekorasinya dulu loh di atas sini. Sebenarnya memang terinspirasinya dari Jepang-jepangan lah ya. Kita tuh kan kalau ke restoran sushi suka lihat taman-tamannya tuh yang restor. Terus kok pengin deh, Mas gitu. Aku bilang punya bonsai bonsaian terus juga kan masuk juga lah ke tema rumahnya kan gitu. Ternyata jadi lumayan statement juga ya gitu. Jadi dia strong banget gitu ada di sini enggak nyesel gitu malah kita kepengin nanti taman kering itu aku ganti bonsai aja ya. Wah jan-jan lagi ganti nih habis syuting ini rencananya mau diganti langsung. Mudah-mudahan. Nah, tapi sebenarnya ini ada yang cukup menarik juga, Mbak. Bahkan sempat ada jendelanya di sini kecil kecil-kecil aja padahal lagi. Iya, itu sirkulasi. Kedua, yaitu misalkan paket atau apa gitu. Oh, gitu. Dari sini, Mbak paket bisa. Oh, kan kadang tukang kan di sebelah sini kan naruhnya di depan teras tadi gitu kan paketnya sama dia. Kita ngambil dari sini juga bisa gitu. Multi fungsi jendela ya. Ternyata paket bisa dari mana aja ya. Kurir-kurir di sini bahagia. Nah, di bagian tangganya ini, ini juga dikasih wall panel ya, Mbak. Sampai atas. sih ini, Mbak. Oke, sampai atas. Bisa kasih list. Iya, sekitar 8 meteran lah ini temboknya. Karena ini juga temboknya karena ini kan ee air ya dari atas karena kan kita buka kadang itu juga apa ya rembes gitu. Makanya kita Heeh. Kita kasih wallbnya supaya enggak terlalu rembes gitu tempoknya. Dan variasi aja sih kepengin punya kayu juga biar enggak monoton cuman dinding cat dinding gitu ya, Mbak ya. Nah, terus di atasnya ada skylight-nya teman-teman. Ternyata Iya. Kalau siang itu udah terang banget sih. Pokoknya kita jarang pakai lampu, Mbak, kalau udah siang karena cahayanya udah lumayan dari sebenarnya sama kayak jendela, tapi jendelanya di atas kan. Iya, jendela atas. Nah, ternyata sampai sini pun ada jendelanya lagi. Jendelanya sampai kecil-kecil gini ya. Iya. Nih buat yang kalau lagi masak apa gitu. Udah selesai belum masaknya? Udah selesai belum gitu. Eh, tapi anginnya langsung kerasa pas dibuka ya. Karena dari atas juga kan, Mbak itu. Heeh. Oke. Oke. Kita lanjut ke lantai dua nih, Mbak Dia. Iya. Ini lantai du ini pasti kamar-kamar tidur biasanya nih. Dan kekuasaan bocil. Wow. Langsung ada playground di sini. Jadi emang di sini untuk area bermain anak ya. Ini ditutup sih aslinya supaya aman. Iya. Berarti emang disisain space-nya emang dari awal di sini emang buat playground. Awalnya memang enggak ada rencana cuman anaknya lama-lama makin besar. maunya keluarlah main playground lah. Ini aku sewa gitu. Jadi aku ganti-ganti aja dan alhamdulillah dengan nyewa gitu mereka jadi betah di rumah gitu. Enggak bosan daripada di playground. Berapa terus sudah 2 jam selesai. Kalau di sini lumayan sih jadinya mereka fun. Terus ini ada beberapa pintu. Kita ke mana dulu Mbak Dian? Terserah boleh ke ke sini dulu. Ini apa, Mbak? Kamarnya siapa ini? Kamar anakku yang cewek. Tapi boleh masuk yah. Tidurnya kan masih sama aku juga sih kadang-kadang. Heeh. Masih kecil ya? Heeh, masih kecil. Masih 3 tahun. Jadi ini ya sekedar buat dia merasakan dia punya area sendiri gitu di kamar ini. Kadang tidur siang juga di sini juga sih. Dan sama ibuku juga gitu. Nah, tapi ya kecil aja dulu. Curnya simpel tapi nyaman ya maksudnya colorful nih. Lihat lucu juga. Ini aku nempel-nembel sendiri car beli di online terus cari apa e stiker wallpaper gitu mbak. Jadi enggak bosan juga ya Mbak dindingnya. maksudnya bisa jadi inspirasi juga nih. Itu ada lemari terus untuk bukunya di sini. Heeh. Dia baca bukunya di sini tapi mainnya di luar supaya enggak terlalu berantakan kamarnya. Hm. Gitu. Nah, untuk lantainya ini di apa pakai HT ya, Mbak? 60 * 60 ya? 60 * 60. Ee iya White Carera. Ada white carera. Motifnya ala-ala marmer, Guys. Heeh. Kayaknya aku lihat ada satu pintu di sini. Mmm. Ini buat ruang cuci. Oh, buat servisnya. Servis? Iya. Aku belum punya mesin cuci. Jadi kalau e cuci yang dewasa aku laundry. Aku cuma nyuci baju anak aja. La gitu. Nah, ini tuh nembus yang tadi itu dari yang taman belakang itu ya, Mbak Dian ya. Jadi kita juga bisa komunikasi sama yang bawah. Misalnya manggil juga pasti kedengaran gitu, Mbak. Selalu menyediakan ruang lah. Apa open space. Berarti di sini ada ruang untuk menjemurnya juga dan ada kamar mandinya. Kamar mandi kecil. Kamar mandi kecil. Di sini apa, Mbak? Gudang. Gudang. Oke. Ada gudangnya lain. Ada gudangnya lagi. Lanjut. Oke, ke kamar Mbak Dian dan Mas Pri. Wah, ukurannya berapa nih, Mbak Dian? 6 kali 6,5* 3 deh. Oh, 6, tapi dibikin letter L kayak gini. Oh, ini ya tiba-tiba ada belokannya di sini. Karena anak-anak kan masih tidur bareng, Mbak. Jadi memang sengaja yuk kita bikin kamar yang agak besar supaya kalau bareng-bareng kan suka nonton juga. Kalau di atas kan TV-nya ini nontonnya di sini gitu bareng-bareng sama mereka. Tidurnya di sini. Biasanya. Iya. Biasanya kalau kamar utama tuh kan paling yang dipikirin juga tuh, Mbak. Nah, pas ngedesainnya gimana tuh? Penginnya besar. Cuman itu aja. Penginnya besar. Simpel aja penginnya besar. Karena dulu kan kamarnya kecil, kamar mandi dalam, kamar kecil. Enggak pernah punya perasaan kamar utama tuh kayak gimana gitu. Dan ketika renov ya udah yuk punya kamar yang besar gitu. Gimana caranya? Terus ya udah ya udah bikin aja nometer katanya suamiku gitu. Tadinya malah mau kamar mandi dalam, tapi enggak jadi deh. Kayaknya terlalu ribet juga maintenance-nya dan lain-lain. Jadi di sini pas masuk tadi untuk area tidurnya di situ juga ada sofa bahkan di pojokannya. Iya, itu sofa lama by the way. Tapi kita kan belum tahu itu mau ditaruh mana. Jadi sementara ternyata anak-anak juga suka duduk-duduk di situ. Oke. Jadi lebih merelakan kamar mandinya untuk area ini ya, Mbak ya? Iya. Buat ngumpul-ngumpul di kamar ngumpul soalnya masih luas juga ya. Iya, masih luas. Mungkin ke depannya aku pengen bikin ini sih kayak meja make up kan belum ada ya. Aku kepengin ini udah disediain sih lampunya tapi mejanya belum. Nantiah next. Mejanya nyusul nyusul kita pokoknya nyicil-nyicil aja. Dan ada bukaannya juga. Oh, ada balkonnya ya Mbak ya? Ada balkonnya. Boleh lihat Mbak keluar berarti dipakaiin sliding door. Wih, anginnya kebetulan lagi mendengung banget guys. Tiba-tiba ini dari atas ini yang tadi dibahas nih, Mbak. di luar ini katanya bisa disesuaikan arah sama panasnya gitu. Gimana maksudnya? Bisa di Oh, enggak enggak kan kalau ini kan karena gelap ya eh sori maksudnya ini kan mendung kalau pas lagi terang sebenarnya matahari kan dari sana tuh ibarat. Nah itu terhalang sama si bidang miring ini gitu jadi enggak langsung masuk ke kamar lumayan okelah dan tampias hujan juga enggak langsung masuk ke balkon. Iya tapi bisa dibuka tuh Mbak misalnya kan di sana ada tanaman kita mau nyiram atau mau apa bisa dibuka tutuplah kayak gitu. Oke, selain juga variasi dari rumahnya ada dari kreasi Mbak Dian dan Mas Pri. Oke, ada lagi. Oh, sebelah belum kamar mandinya nih. Kamar mandinya pasti spesial juga nih kalau kamar mandi utama nih. Wih kamar mandinya lumayan luas sih agak gelap ya. Aku pada tua bilang pas renov gitu bilang ke suami, "Ayo dong, aku pengen punya kamar mandi yang kayak spa gitu loh, yang nuansanya hitam, nuansanya e pokoknya zen gitu loh." Iya. Berasa sih, berasa beras. Karena aku pikir semenjak lahir punya anak kayak punya mitamnya cuman pas mandi kayaknya. Jadi kamar mandi kepengin besar dan ya sesuai yang kita kepengin lah. Misalnya hitam terus ada bonsainya terus ada WPC-nya juga buat elemen kayu kayak gitu ya. Sejauh ini aku suka sih sama apa lom ini e dan ini sangat aman Mbak buat anak. Jadi anakku lari-lari misalkan habis main dia enggak pernah kepleset karena ini super apa ya pori-porinya besar. Iya. Jadi amanlah. Heeh. Enggak licin kayak gitu. Oke. Tapi enggak ada perak ada Mbak Dian. Maaf ada pertanyaanku. Nah, ini aku agak mau tanya soal peletakannya. Ini kan showernya di sini tapi klosetnya di sini. Iya. Ya, awalnya memang ee kalau misalkan suamiku awalnya jangan kloset ngadap kiblat. Dia bilang kayak gitu. Jadi dia enggak mau misalnya ngadap ke arah kiblat gitu. Jadi dia memang ngadapnya ke sini. Ya, kalau ini sebenarnya lebih ke pipanya aja sih. Kan kita ngambil dari bawah kan ke atas gitu. Jadi ya udahlah. Udah yang paling maksimal seperti ini. Seperti ini gitu. Oke. Siap. Oke. Di sini untuk pestaffelnya. Iya. Cuci tangan dan lain-lain. Oke teman-teman sekarang kalau udah duduk bareng nih biasanya kita akan tanya-tanya tentang budget nih Mbak Mas. Tapi entar karena ini barusan banget hujan terus teman-teman makanya jadi tambah adem rumahnya. Gluduk. Ada geluduknya juga kan. Oke. Ee, Mas, Mbak aku boleh nanya enggak? Berarti membangun rumah ini tuh makan waktu berapa lama waktu itu? 8 bulan itu deng ya tadi ya kita bahas ya? Iya, 8 bulan. Jadi eh November 2022 sampai April lah ya. April 2023. Jadi yang tadi yang ngepasin itu ya apa lahirannya kedua ya. Oke. Nah, terus kan tadi kita sudah ee spildik itu di depan. Boleh tahu enggak, Mas? Mbak budgetnya bangun rumah ini tuh berapa? Budget totalnya sih sudah sama interior dan lain sebagainya itu sekitar 580. 580. Iya. Untuk jadi dua rumah dua lantai loh ini, Mas. Iya, dua lantai gitu. Wow. Sebenarnya tipsnya gini, kalau misalnya kita ternyata kan dengan kita mengusahakan sendiri proses pembangunan he ee dengan kita ngulik ee belanja bahan sendiri ya kebetulan enggak pakai arsitek, enggak pakai interior, pakai kontraktor aja walaupun budgetnya terbatas itu bisa ya mungkin buat pejuang rumah nih. Nah, pejuang rumah. Hashape pejuang rumah atau kalian yang punya rencana renov rumah renov enggak usah khawatir. Informasi sekarang banyak banget, referensi banyak banget. Yang penting mau ngulik sambil nabung lah tentunya. Ee tapi dari referensi, dari apa-apa online, dari software dan segala macam itu sudah sangat membantu sekali. Kalian enggak usah khawatir, pelan-pelan aja ini bukan lomba. Yang penting nyaman buat keluarga, sesuai kebutuhan juga ya gitu. Gitu. Yang penting keluarga kalian nyaman dan bahagia. Dan teman-teman jangan lupa terakhir follow Instagram-nya Garing. Oke. Oke. Segitu episode Inspirums kali ini. Terima kasih buat teman-teman yang sudah nonton. Jangan lupa juga follow Instagram kita Wickson Miftajana dan Instagram Inspira dan TikTok Wicak Mifta dan TikTok Inspira banyak ya. Ya udah, thank you. Dadah, sampai jumpa lagi. Sampai jumpa. Sambil dipegang aja. Enggak mau ada kamar di bawah karena ee ya tanahnya kan terbatas banget. Aslinya kita mau bangun kolam renang, tapi ya e ya duitnya juga enggak ada, Guys.

Lihat di YouTube