Jungkat

Rumah ini Renovnya Murah Hasilnya Istimewah! InspiArsi: Studio Harasire (YouTube Video)

  • 07/11/2025

Oke, selamat datang kembali di channel Wicak Mifta. Episode Inspirarsi kali ini menarik banget, Teman-teman. Karena kita akan mengunjungi sebuah rumah yang direnovasi dengan budgetnya minim, tapi hasilnya itu luar biasa. Impactnya maksimal banget. Kita ketemu sama arsiteknya yuk. Let's go. Halo, Mas Arin. Halo. Apa kabar, Mas? Baik-baik, sehat. Alhamdulillah. Terima kasih kita sudah boleh terima kasih sudah datang ya. Iya, terima kasih kita sudah boleh datang ke sini. Iya, iya. Iya, kita akan membahas hasil karyanya Masah. Nah, tapi sebelum kita mulai boleh memperkenalkan diri dulu, Mas? Oh, ee perkenalkan nama saya Syahrir dari studio Harasire. Eh, kita mau mengunjungi proyek ee namanya celah. Jadi, Heeh. Celah. Celah. Kenapa celah? Jadi, Celah itu sebenarnya berangkat dari kondisi telah kita mencoba menganalisa denahnya. Ada beberapa potensi sebenarnya yang kita anggap ini oh ini bisa jadi sesuatu. Sebenarnya celah itu lahir dari nanti ee sisi bagian yang kita geser. Jadi seperti celah cahaya. Kemudian itu menjadi konsep besar yang kita coba terapkan ke semua detail rumahnya gitu. Oke. Dan boleh tahu Mas luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa? Luas tanahnya 150 gitu. Luas bangunannya 200-an gitu. 200. Heeh. 200. Tadi kan aku di awal bilang renovasinya budgetnya minim nih, Mas. Berarti secara bangunan tidak banyak yang diubah. Tidak banyak dirubah. Jadi sebenarnya minor, renovasinya minor. Cuman kita ee kalau di Harasire itu penginnya kuliah itu ada namanya itu urban acupuncture. Jadi kayak seperti di akupuntur. He. Kayak kecil-kecil tapi impact-nya tuh langsung banyak gitu. Nah, jadi kita coba terapkan di ee setiap desain renovasi kita sebenarnya. Oh. Nah, kita biasanya pelajari dulu dari denahnya. Dari denahnya itu. Oh, ini kita bisa apain? Karena kan pasti renovasi itu ada konsen budget konsen juga kan biaya gitu kan. Nah, ini kebetulan ownernya itu ee meminta kita, "Oh, budget kita segini ya. Cukup sebenarnya ee minimal lah." Jadi, tapi kita penginnya tuh ada statement desain yang kita pengin ee keluarkan gitu. Nah, dan kasih impact yang maksimal juga. Kasih impact yang maksimal. Betul. Oke. Dan ini berarti kan kita sekarang berada di carport-nya. Kalau area sini apakah ada yang dirubah, Mas? Ini sebenarnya dirubah cukup melebarkan. Tadinya ini area pintu masuk ini itu ada dinding. Ada dinding. Dinding blok gini terus dia pakai RAM. RAMnya sampai sini. Uh, panjang banget ya. Nah, karena RAM sampai sini mau enggak mau kan parkirnya dari sini nih startnya. He. Nah, kita coba karena dia penginnya requirement-nya dua mobil. Heeh. Kita coba lebarkan. Oh, kita kasih tangga. Nah, ternyata tangga ini juga karena dia tangga, kita coba teruskan undakan tangga ini ke desain tamannya juga. Desain tamannya juga. Terus ke area duduknya. Tetap ada ruang duduk cuman coba kita desain itu lebih lebih modern lah. Tamannya sederhana, itu cuman tanah aja. Cuman ini kita coba desain menyatu dengan area landscape-nya. Tapi aku suka sama ini nih, Mas. Ini dia dibikin menggantung ya, Mas. yang benar hal-hal detail kecil gini yang kita coba highlight karena projectnya kan sebenarnya cukup ya itu budget oriented lagi kan tapi ya ada bagian-bagian kecil yang kita coba highlight menjadi statement desainnya gitu. Iya sih ketika melihat sini kayak wih jadi kalau malam iya kalau malam jadi kelihatan emang floating gitu dia. Iya. Oke. Dan sebelum kita bahas area sini aku mau membahas tadi kita kelewatan nih Mas belum bahas fasadnya. Apa yang diubah Mas dari fasadnya Mas? Kalau dari fasadnya kan kalau K perhatiin beda nih, Mas, sama punya dari tetangga-tetangga ya. Iya. Iya, benar. Jadi kurang lebih yang mirip standar itu yang sebelah sini nih. Oke. Jadi tadinya ada sirip-sirip. Oh, kayak sebelahnya terus terus tapi fasnya itu sebenarnya nyambung antar unitnya seperti yang di sana tuh. Antar unitnya nyambung. Cuman kita penginnya itu gimana membuat si bangunan ini tuh terlihat ee memisahkan dirilah supaya terlihat lebih beda gitu kan. He. Nah, dengan kita mengurangin itu jadi kita membuat seperti ada kotak yang mengambang gitu. I ini ya. Iya. Tadinya ini enggak kelihatan dari sisi fasad cuman dengan kita memisahkan Si celah cahaya ini jadi kelihatan ada frame kotak. Nah, terus kita bedain warna jadi lebih terhighlight kotaknya. Iya. Dan warnanya memang ini ya hitam putih ya. Biar kontras. Hitam putih. Heeh. Biar kontras. Benar. Terus. Oke. Karena ini sirip-siripnya tadinya ada karena ini menghadap taman pas kita lihat di kamar tuh posisinya oh ini kan kayaknya lebih enak kalau dibuka gitu. Jadi dihilangkan sirip-siripnya itu. Heeh. Kebetulan posisinya enggak enggak menghadap timur barat ya, jadi utara selatan. Jadi harusnya enggak panas masuk ke ee kamar gitu. Oke oke oke. Menarik nih. Dan emang ketika ada celahnya sini emang jadi satu kayak spot yang sudah mencuri perhatian tuh ya kalau kita lihat dari luar ya. Ben sama sebenarnya ya. Gimana caranya membuat ini kelihatan lebih modern desainnya? Sepertinya sebenarnya kayak atap tuh. He. Atap kanopinya kita cuman mundurin doang sebenarnya. Mentokin atapnya. Oh ya. Tadinya agak nongol gitu. Iya. Sudutnya enggak kita rubah, bentuknya enggak kita rubah, komponen enggak kita rubah. Cuman kayak lebih modern lah gitu kesannya gitu. Gitu teman-teman yang diubah. Jadi memang tidak terlalu banyak ya sebenarnya diubah ya. Engak. Iya. Sangat minor sebenarnya bisa. Tapi emang pas dilihat jadi oh iya udah beda dan k lihat di sini ini juga ada kanopinya ini tambahan ya Mas ya dari ownernya berarti ya ini dari ownernya ok di sini berarti memang ada dua akses ya Mas ya situ sama sini iya tadinya ini aksesnya ada cuman enggak nyambung sampai ke seluruh rumah jadi hanya mentok ke area dapur ok connectnya ke living room jadi itu menurut kita agak aneh nah sekarang kita coba benerin aksesnya dari akses service itu langsung ke dapur Nanti bisa dilihat di dapur. Oke, sekarang kita lihat yang bagian sininya. Yuk, mari masuk. Iya. Ngambang-ngambang ini sebenarnya untuk ngumpetin sepatu juga. Oh, gitu. Oh, kalau kita dari dalam ini ya enggak kelihatan ya di sini? Iya, enggak kelihatan. Oh, oke oke ya. Mentok sepatunya. Mentoklah kegedean sepatunya. [tertawa] Berarti untuk yang ini slip on aja berarti. [tertawa] Nah, ini Mas yang pengin aku bahas karena dengan dibukanya ini, ini jadi satu area outdoor nih ya berarti ya. Iya, outdoor. Tadinya ini taman terpisah nih. Ini di sini teras hanya sampai sini. Teras hanya sampai sini. Ini ee taman kering bias lah. Ee kalau di gambarnya tuh rumput gitu. Tapi kenyataannya rumput enggak tumbuh. Oh. Karena cahayanya kurang ya? Kurang. Jadi dia enggak bisa tumbuh gitu Heeh. Nah, kita mikirnya gimana caranya membuat dia terasa spesial? Ya, kita coba ini membuat area koridor yang sebenarnya nanti ada hubungannya dengan perubahan yang ada di area belakang. Di belakang. Iya. Nah, kita desain taman ini tuh untuk membuat rumah ini tuh kelihatan panjang. Jadi, kolam ini tipis memanjang. Jadi, waktu kita masuk tuh kayak memanjang. Iya. ruangannya sebenarnya ini kecil ya menurut kita tuh gang ini tuh kalau dijadikan dek semua terlalu lebar, kalau dijadikan taman rumput juga enggak ee enggak tumbuh gitu. Makanya dibikinlah jadi kolam ini ya. Kolam ini. Cuman ini penghuninya kebetulan udah berganti dari ikan dia berevolusi jadi katak ya itu ada di ujung sana tuh. Nanti kalau tiba-tiba teman-teman dengar suara-suara katak itu berasal dari sini teman-teman. Awal tadi ya, tapi seru. Jadi seru. Nah, ternyata pas aku ngelihat sini yang celah ini juga bagus ya, Mas ya. Iya. Apalagi kalau misalnya posisinya itu di tengah ya, nanti jam 12.00, jam 11.00 tuh cahayanya kan emang matahari di atas ya. Nah, ini tuh akan masuk ke ke area kolam Oke, oke oke oke. Jadi, ada bayangan-bayangan cahaya. Nah, ini tidak kita rubah. Tadinya ini hanya ketutup balkon ee area dan lantai duanya hanya mentok ke sana terus kita buka deh. Wah. Nah, itu tadi teman-teman yang kayak Mas Harir bilang direnovasinya dikit tapi udah kasih impact yang banyaknya. Bahkan nanti kerasa banget ketika kita masuk ke dalam rumahnya. Benar. [musik] Sekarang kita masuk ke dalam rumahnya nih ya, Mas Syahrir ya. Nah, mungkin bisa diceritakan dulu nih tadinya seperti apa sih layout-nya kan tidak seperti ini ya. Nah, benar. ee tadinya ee dinding area living room itu Heeh. lebih maju sampai ke sini nih. Jadi serata dengan tangga ini. Jadi begitu masuk tuh kita merasa kok ini kayak sempit ya. E jadi gimana caranya bisa terlihat living living room-nya lebih lebar. Nah tadinya ada opsi untuk memindahkan dinding kaca ini. Ini kacanya bawaan ya. Dinding kaca ini tuh lebih maju ke sana. Nah, cuman ya lagi-lagi setelah kita pelajari denanya kan kayaknya memindahkan ini juga bukan biaya yang murah juga kan. Apalagi ini full kaca ya, full kaca karena harus dibuka satu-satu segala macam terus dipasang lagi gitu. Nah, terus kita mikirnya oh tantangannya ya si tangga ini jadi dindingnya bisa kita mentokin cuman gimana untuk desain tangganya. Nah, kita desain tangganya coba ee setelah otak-atik otak-atik. Oh, ternyata e tangga ini itu bisa dibuat menyatu sama area dindingnya dan juga kabinet. Jadi kalau kita lihat dari sini tangganya jadi bawahnya itu sengaja emang kita bikin berundak-undak supaya ini menerus sampai ke kabinet gitu. Jadi nyambung tangga dan kabinet TV. Iya. Dan geometrinya kita coba pertahankan. Di depan kan ada undak-undak juga. Nah, di dalam juga kita coba bikin undak-undakan juga. Jadi desainnya masih nyambung dari luar sampai dalam. material lantainya juga kita naikin terus sampai ke atas gitu. Jadi ee bahasa desainnya lebih sederhana gitu. Oke. Nah, secara ininya nih tadi pas masuk emang sini langsung living room kah atau tadi aku dengar katanya dapurnya di sini. Benar, tadinya ada pintu dapur dari sini nih. Oh, sini masuk terus di sini ada dinding. Masuk sini dalam dapur. Tapi dapurnya cuman segini lebarnya. Dapurnya lebarnya cuman segini ya. Kita mikir, oh ini dapurnya kurang proper ya. Terus ee pemiliknya juga penginnya kan dapurnya lebih proper gitu, lebih ada ya lebih luas lah gitu kesannya. Dari segala perubahan yang diceritakan itu pada akhirnya menghasilkan living room-nya nih. Jadi akhirnya lega, luas gitu. Cukuplah cukup untuk ya ee tadinya cuman hanya mungkin 2,5 m, sekarang jadi bisa 3,5 m gitu. Oke. Tapi kalau untuk ton warna di dalam rumahnya ini ya kita memang sengaja pilih e dual tone aja supaya kayak ee satu kesannya lebih sederhana, enggak terlalu banyak ee warna sama kita penginnya rumah ini kan kalau kita prinsipnya ya rumah itu sebagai background ya dindingnya. Jadi emang biarkan aja pemiliknya yang memberi warna pajangan jadi kanvas. Oke, kita bisa geser sedikit ke sini nih sekarang, Mas Syahrir. Berarti kalau tadinya emang di sini area makan juga kah? Area makan juga sebenarnya, cuman memang prinsipnya layout-nya sama sama. Cuman menurut kita size-nya kayak misalnya living room, ruang TV, posisi TV-nya di sini itu kan menurut kita kedekatan. Terus area makannya itu tadinya enggak nyambung. Menurut kita sini area makan. Makanya terus dapurnya dari sana agak kurang nyambung ya. Benar. Ben kalau sekarang itu coba kita koreksi. Jadi flownya udah benar. Jadi antara area dapur dan ruang makan terus area living room. Jadi kalau orang bawa makanan tuh dekat gitu. Nah di sini juga kalau misalnya aku lihat kan karena ini di sini ruang makan area makannya ya langsung nyambung di sini ada area terbukanya gitu. Jadi pas banget ya pelakannya. Tapi kalau untuk belakangnya ini sebenarnya fungsinya sebagai apa nih Mas? Sebenarnya ini tadinya ee kebetulan pemiliknya itu kan suka olahraga juga. Ada yang yoga. Terus kemudian kalau mau simpan sepeda itu tadinya sepeda di sini cuman yang istrinya itu suka yoga terus juga ya bisa ee bentangin matras lah ya. Matrasnya di sini cukup. Terus kalau ngumpul-ngumpul kadang suka ngumpul sini kan. Jadi ngumpul-ngumpul di sini bisa bisa cukup luas lah. Cukup luas. Dan ini kalau teman-teman lihat emang menyatu ya dari depan tadi itu bisa langsung ke belakang sini ya Mas ya. Jadi dia letter L gitu. Set. Set. Nyambung semua di sini. Dan kalau misalnya di sini ini juga enggak ada atapnya. Jadi los aja bisa masuk juga ee air hujan gitu ya. Iya. Material material lantai sama plafonnya juga kita samakan. Jadi lebih kesannya tuh lebih ee desainnya lebih kuat gitu secara karakternya. Oke. Nah, di sini nih bagian ini menarik juga. Sebelumnya kita sapa dulu. Halo, Mbak Angi. Halo. Halo. Enggak mau ikut syuting. Malu dia. [tertawa] Maunya nongkrong aja di sini. Nah, ini menarik, Mas, konsepnya. Aku izin lanjut dulu, ya, Mbak. Ini perkenalkan ini partner kita di Harasire juga. Oh, ya. Harasire. Jadi, Harasire itu boleh dikasih tahu enggak apa boleh ya. Ini ee principalnya kita berdua sih. Oh, kepanjangannya. [tertawa] Namanya agak-agak sedikit ini ya. Sebenarnya Hara Sire bukan bahasa apa-apa sebenarnya. Inisial marganya kita. Nah, berhubung kita orang Batak, saya Harahap, Anggi Siar. Jadi, Harahap si Regar loh, kreatif gitu. Oke, kita lanjut dulu ya, Mbak Angi ya. Nah, kalau di sini aku lihat konsepnya malah jadi kayak ala kafe gitu. Iya, benar. Karena memang berhubung si dapurnya posisinya sudah di belakang, kita mikirnya memang ini dua area yang bisa kita ee koneksiin [musik] gitu, kita hubungkan melalui area. Kalau misalnya pagi kegiatan tuh mau yoga, mau ee sambil ngopi itu bisa langsung langsung ya di sini karena di sini juga emang ada tempat duduknya kan. Iya emang desainnya kita juga ee tambahkan. Tadinya ini posisinya kalau ini jendela biasa sebenarnya, jendela kamar kan kita bikinin meja hanya penambahannya cuman meja ini sih Iya. Padahal ini juga cuman berapa senti Mas ini? Iya cuman 30 40 cent gitu. 30an ya tapi impactnya jadi besar ya ada ini ya. Jadi sepertinya extension dari meja meja dapurnya tapi padahal ini dua struktur yang berbeda gitu. Keren sih ini ada bukaan ini orang masak langsung taruh sini. Terus ke mana lagi nih? Ke area mana lagi nih? Kamar mandi ya? Kamar mandi servis ya. Nah, kamar mandinya ini juga ada cerita menarik di baliknya nih. W Benar. Kita tidak merubah posisinya tetap kamar mandi cuman isinya kita sesuaikan dengan kebutuhannya. Wah, ini kompact banget loh. Ukurannya. Jadi sebenarnya ukurannya 1* 2. Oke. Tapi memang fungsinya hanya untuk kamar mandi tamu. Jadi emang kamar mandi kering lah ya untuk cuci tangan sama toilet. Nah, warnanya emang sengaja kita bedakan supaya stand out. Begitu buka itu kok gelap gitu atau berbeda gitu. Berarti ya Mas ya. Karena bukan buat mandi ya. Bukan buat mandi. Jadi emang tadinya itu karena di sini kamar kan pasti ada kamar mandinya. Cuman berhubung tidak ada kamar tidur di lantai satu berubah fungsi. Berubah fungsi. Benar. Nah, perubahan itu juga dampaknya tidak hanya ke kamar mandi, kemudian ee dampaknya itu sebenarnya memberikan akses dari area pintu kedua langsung ke dapur. Jadi itu tadi dari carport depan ya, carport depan langsung ke dapur. Yang tadinya sebenarnya akses ini terputus karena kamar mandi mentok ke dinding ini. Oke, jadi sekarang kita terkoneksi sama area. Jadi flow-nya kita coba benarkan. Ee jadi menurut kita begitu akses utama dengan akses ee service itu benar-benar terpisah. Boleh boleh masuk dulu ke ngelihat boleh ya. Maaf agak sedikit enggak apa-apa. Ini namanya room Hadi Huni, Guys. Nah, jadi di sini ternyata ada laundry room juga ada area servisnya yaitu menjemur di atas ya, Mas ya. Servis benar ini tangga ini tangga bawaan kita tidak rubah. Jadi ini tadinya dinding ini tertutup nih. Dinding ini tertutup. Ini tetap tadinya kamar ee ART itu di atas. He. Nah, ini yang tadinya dapur. Nah, ini dapur. Bayangin nih dapur. Kalau dapur segini sama dapur yang tadi itu beda banget kan Iya. Akhirnya beralih fungsi ya. Ini jadi apa nih sekarang? Sekarang jadi kamar. Kamar air teh. Nah, atas jadi area jemur. Akhirnya jadi seperti ini ya. Heeh. kayaknya sih perubahannya kecil ya, tapi emang impactnya besar ya, Mas Akhirnya dapurnya dipindah ke belakang nih dan juga lebih luas ya. Jadi Iya. Jadi kalau misalnya ART mau ngambil makanan juga enggak segan atau tanpa melewati area living room. Betul. Nah, kalau untuk dapurnya nih ada yang mau dibahas enggak, Mas? Ini kan aku lihat juga warnanya cenderung abu dan hitam aja nih. Iya. Kita sebenarnya mencoba konsisten dari sisi warna dan material secara sebenarnya layoutnya tuh penginnya ada pemiliknya itu ada island-nya. Oke, dengan island itu berarti kan dimensinya memang mm tidak terlalu besar ya, tapi tetap berfungsi. [musik] Jadi memang hanya untuk dapur saja karena memang mau masak mau jadi lebih proper gitu. Tapi karena ada bukaan besar di situ ya, jadi dapurnya juga kayak extend areanya gitu. Areanya jadi kalau masuk masak di sini ya emang daripada ini ditutup jadi dinding atau jendela kecil ya mungkin suaminya mau nemenin masak gitu jadi lebih ngobrol ya. Lebih iya. Silakan, Kak. Di bisa di lanjut lagi ke atas ya. Ke atas oke kalau untuk area tangganya yang di bagian sininya berarti ada ubahan apa lagi nih, Mas? Ini reling kita pindahkan tadinya di pinggir sekarang di posisi dinding. Jadi kesannya lebih terbuka ya. Kayak misalnya tadi area itu lebih kayak tersekat ya tadinya di sini. Berarti he tersekat dengan adanya rally dan ini juga masih ada cahaya bisa masuk. Iya. Celah-celah cahaya ini kita coba terapkan juga. Jadi kalau kita dari bawah tuh ada celah tipis gitu terus menerus ke sampai ke area plafon. Oh iya sampai ke plafon ya. Heeh. Begitu juga ke area penerima. Jadi tadinya di lantai du ini tidak ada area penerima. Jadi terbuka saja gitu. Tapi ee dindingnya itu apa ya? Berliku-liku. Berliku-liku. Jadi jadi sempit juga ya, Mas ya? Iya. Jadi kesannya tidak puguhlah kalau istilahnya ya. Mau ditaruh furniture juga sayang enggak kepakai gitu. Jadinya kita coba ee puguhkan si area lantai du itu ada area penerimanya. Square yang cukup sebenarnya untuk manuver ke seluruh kamar. Sebenarnya di lantai du ini hanya isinya kamar ya, kamar mandi. Tapi kita coba perkuat juga dengan desain plafonnya. Sebenarnya ini kan pekerjaan minor ya plafon. Tapi kita coba si plafonnya ini justru mendefinisikan si ruang penerimanya ini Jadi semakin memperkuat di sini kan kotak dia juga gitu. [tertawa] Heeh. Jadi seperti kalau misalnya kita ke sini juga ada bidang tinggi cela. He. Nah, kita juga request ke ini dari kliennya juga lampunya. Tapi kita request lampunya itu yang menjuntai vertikal gitu. Jadi dia bisa mengisi jadi enggak kosong gitu ya. Enggak kosong. Benar. Oke. Nah, di sini juga ada bukaan lagi nih, Mas. Kalau ini berarti tadinya kayak gini atau ada ubahan? Buka. Tadinya dinding jendela itu ada posisinya di depan [musik] situ. Cuman kan ee dinding yang lagi-lagi yang dinding berliku itu juga kurang terpakai. Jadi kita mikirnya sebenarnya ini ada spot untuk sculpture gitu. jadi kalau begitu keluar kamar utama kita bisa ngelihat sculpture. Cuman kayaknya belum kebeli-kebeli ya. Belum ya. He. Jadi ya udah masih jadi dikasih batu-batuan aja di By the way ini kan sebenarnya rumahnya sudah dihuni lebih kurang 3 tahunan ya 3 tahun ya 3 tahun sebenarnya baru secara umur mungkin udah cukup lama ya tapi ya secara ruangan sih saya cukup senang karena tidak ada banyak perubahan gitu jadi mungkin tadi kalau misalnya kalian lihat ada dinding yang kotor atau ada yang ngelopek dikit wajar ya karena sudah dipakai selama 3 tahun kita coba enggak tutup tutup-tutupi juga. Iya, benar. Ya udah, aslinya aja gimana? Oke, ini ke mana dulu nih, Mas? Karena ada banyak pintu di sini. Nah, ini ada empat pintu sebenarnya ini isinya kamar semua basically. Nah, untuk pintunya dulu, Mas mungkin. Tapi ini pintu bawaan. Oh, ini pintu bawaan. Tapi pintu bawaan ini tadinya sebenarnya dia ada garis-garisnya. [musik] Kita coba tambah lah gitu. Jadi kelihatan lebih apa? Simless. Benar. Sess. Oke. Boleh buka lagi, Mas? Boleh kita ngertiin Mas Syahrir. Ini kamar tamu. Wah. Wah, asik banget sih. Jadi kamarnya tuh terang banget. Jadi kalau tadi ada sculpture tadi itu ya si kamar ini bisa lihat gitu. Iya. Bisa bertegur sapa sama tetangga juga loh. Jadi kita harus akur sama tetangga. Iya. Tapi enaknya tuh terang ya Mas ya di Iya. Hampir semua sih ee komponen kamarnya itu ee kita coba pertahankan cahayanya justru malah di di perbanyak dimaksimalkan gitu. Oke. Jadi terang kalau siang berarti kalau kamarnya udah simpel aja enggak banyak ubahan ya. Heeh. Heeh. Kamar mandi juga sebenarnya yang ini juga enggak banyak hanya ganti material aja. Nah, warnanya hitam lagi sama kayak hitam lagi. Nah, ini tadinya warna krim cuman kita ganti material jadi warna hitam. Layout-nya kurang lebih sama karena kan bongkar-bongkar pelambing itu cukup mahal. Nah, kita coba ee ganti material cukup, terus sanitary hardware-nya kita ganti. Jadi, mencoba konsisten lah dari sisi material dan warnanya. Dan ada bukaan juga di atas itu. Benar, ini tadinya kecil kalau boleh. Jadi ini tadi kecil terus kita e coba highlight full supaya lebih nyambung sama konsep celahnya lagi gitu. Celah pokoknya. Cerita celahnya banyak ternyata ya. I sudah di dalam. Oke. Dua pintu ini. Ini apa dulu, Mas? Kalau Nah, ini kamar. Kamar juga cuman jadi gudang. Jadi kayaknya enggak enggak perlu masuk deh. Ini kamar utama berarti dong. Nah, ini kamar utama. Nanti kita masuk spesial biasanya nih. Nah, ini kamar utama. Nah, langsung ini beda banget menurutku. Ceritain dulu deh, Mas. Tadinya layout-nya seperti apa? Tadinya ini layout-nya tetap sama posisi kamar mandi, cuman posisi ee gangnya ini menurut kita cukup lebar. Oh, plus kebutuhan [musik] dari pemiliknya itu penginnya sih ada batap ya. Ada batap. Jadi tadinya shower ada shower, toilet dengan wasppel. Cuman dinding ini tuh lebih mundur kayak 75 cent gitu loh. Tadinya posisinya kurang lebih di sini Dan menurut kita gang ini jadi cukup sayang. Nah, jadi kita besarkan. Jadi kita dapat batap, area meja yang cukup lebar dan juga toilet. Nah, narik. Cuman si e pergesaran dinding itu datang dengan impactnya itu adalah bagian gang ini cukup kecil kan jadinya kan. Iya. Heeh. Nah, kita dari coba explore gimana kalau ini kita bikin lebih transparan. Jadi supaya begitu masuk itu kesannya luas. Jadi kita coba usulkan pakai kaca. Hah? Kaca atas ya. Benar. Pemiliknya juga. Hah? Kaca ini enggak ya kan suami istri ya. suami istri awalnya begitu. Jadi ee cukup ini. Tapi lama-lama karena yang kita prioritaskan itu adalah begitu masuk itu impresinya lebih lega terus area kamar mandinya jadi lebih luas sebenarnya. Kalau benarbenar kalau malu atau enggak malu sebenarnya kan ya udah suami istri kan lant biasa. Tapi aku setuju karena kalau ini ditutup lagi itu kesan luasnya enggak dapat. Misalnya dia ada roller blind-nya atau ada apanya kan jadi enggak dapat ya Mas Benar. Terus jendela ini adalah jendela existing sebenarnya. Oh, jadi bawaannya itu kalau nanti bisa dilihat itu dia menerus sampai ke area kamar. Tapi kita perkuat dengan ee dinding baru ini. Jendela ini tadinya dinding solid, tapi kita coba bikin menyerupai sama dinding samping. Jadi, kesannya menyatu desainnya. Materialnya kita tambahkan. Terus area material e plafon outdoor tadi kita coba masukin ke sini. Jadi kesannya ada kontinuitas lah dari bawah ke atas gitu. Oke. Nah, sekarang kita masuk ke area tidurnya. Nah, area tidur itu kita coba badalkan material. Jadi, materialnya itu yang area masuk ke kamar mandi itu sama ya ternyata sama. Jadi, kesannya luas gitu masuknya dari area kamar mandi sampai ke sini tuh satu material. Heeh. Kemudian terang terus menuju yang gelap supaya lebih efek kalem gitu. Efek kal soalnya kan untuk istirahat gitu kan. Jadi warna-warnanya seperti ini lebih tenanglah, lebih nyaman. Oh ini yang Mas Syahir tadi bilang jadi menyatu sampai sini panjang. Iya. Ini ini bawaannya nih. Ini bawaan. Nah jadi kalau kita lihat dari sini Mbak saya coba teruskan ke area kamar mandi. Jadi efek efek belahnya lagi celahnya lagi itu muncul di area utamanya. Tapi ini enggak clear ya maksudnya enggak k enggak kelihatan gitu. Tadinya clear cuman maksudnya di hotel kan. Iya tadinya clear cuman dari milik kayaknya waktu itu kan pemiliknya baru nikah juga ya. Baru nikah mungkin belum biasa gitu. Oke. Dan untuk warna dindingnya juga dibuat emang agak gelap ya Mas ya. Agak gelap. Dan ini semua dari ee untuk plafonnya, langit-langitnya dan warnanya itu satu turunan warna yang sama. Iya. Jadi kayak 1 ton warna gitu. Untuk desain platformnya juga kita pakai konsep celah-celahnya lagi. Jadi kayak ada [musik] e drop ceilingnya itu hanya di satu sisi aja supaya kayak ada ambience light ya untuknya juga. Iya. Nah, ini yang tadinya ini ruangan ini adalah kamar Mbak. Mm. Ini kamar Mbak. Jadi sebenarnya dinding ini satu lantai ini ini tertutup. Ee sekarang kita pisahkan. Nah, lagi-lagi setelah kita pelajari denanya. Oh, ini kan nyambung sebenarnya Secara zona awalnya itu terpisah. Nah, ini kita buka jadi walking closetnya closet Oh iya, jadi walking closet ya. Iya, jadi walking closetnya kamar. Nah, di kamar utama ini juga ke bagian balkon ini ya, Mas. Kalau ini emang ada ya bawaannya ya? I ini balkon ini memang ada. Nah, ee tadinya di sini kalau kita cerita ingat dari awal tuh ada sirip-sirip. Iya. Nah, dengan sirip-siripnya kita take out ini kacanya juga kaca existing. By the way, dinding ini juga bawaan supaya bisa karena kebetulan depannya itu taman depannya bukan rumah tetangga ya. Iya, bukan rumah tetangga. Nah, ini kita emang buka supaya kebetulan ini ngadapnya kalau enggak salah utara atau selatan gitu. Jadi tidak ee matahari panasnya itu enggak langsung jadi lebih plong. Terus materialnya kita pakai lagi material kamar mandi yang tadi diulang lagi ya, Mas? diulang lagi. Jadi supaya ee sederhana. Jadi kalau misalnya mau duduk-duduk di sini itu masih proper lah gitu. Gitu. Terus ini kita tambahkan juga bidang-bidang tambahan sebenarnya ini detail arsitekturnya lah ya. Jadi ini enggak ada tadinya kita coba kan dari tadi ada blok-blok gitu ya seperti kursi yang di bawah. Nah itu kita coba tambahkan blok-blok yang mengambang itu ke sisi fasnya juga. Nah, ini kita planter box ya jadinya ya. Jadi planter box benar ya. Berhubung kan ini minim perawatan juga jadi ya lebih natural gitu. Oke teman-teman sekarang kita sudah bertiga. Ini ada kedua principalnya studio Harasire gitu kan. Nah ini kita mau nanya tadi kan kita sudah bahas juga dari awal ini budgetnya minim. Boleh tahu enggak budgetnya berapa untuk renovasi ini? ee kalau enggak salah ini itu sekitar 250-an gitu. Heeh. 250-an. Tapi dengan budget segitu ya istilahnya ee ini ya bisa kasih impact-nya banyak banget ya. Iya. Sebenarnya ini banyak cost-nya itu justru ke material kan. Jadi kebetulan materialnya itu ee banyak yang diganti tapi kalau untuk fisiknya itu minor sekali. Jadi kayak dinding tadi yang saya ceritakan itu kan. Jadi banyak costnya itu sebenarnya ke material-materialnya yang diganti gitu kayak kamar mandi, lantai gitu. Oke. Dan untuk proses renovasinya itu makan waktu berapa lama waktu itu Mas? Waktu itu 3 4 bulan kali ya. 3 4 bulan. 4 bulanan ya. Karena memang agak printil ya. Jadi kayak hal-hal yang kecil itu kita koreksi. Ada yang kurang benar kita koreksi gitu. Oke. Kalau untuk proses desainnya itu sendiri ee seperti apa tuh? Apakah cepat ataukah agak banyak? Wah, ini ee kliennya minta banyak nih atau gimana? Sebenarnya cukup cepat ya, mungkin 2 bulan ya, 2 bulan 2 bulanan gitu. Karena basicnya kan kita coba yang lama itu sebenarnya mm meyakinkan si pemiliknya. nya. Oh, ini kayak misalnya contoh kamar mandi tadi diganti kaca terus kayak misalnya apa ee tangga ini nih tangganya dihighlight gitu kan. Nah, itu kita coba mensimulasikan ee desainnya dengan ee tiga dimensi dengan 360 e 360 derajat gitu. Nah, itu supaya kayak meyakinkan si pemilik gitu. Karena kalau tanpa itu cuma bayangan di ini doang. Kadang kan enggak sama ya maksudnya per orang kan. Dannya juga e taste-nya itu sebenarnya cukup cukup nyambung sama kita. Maksudnya udah bisa kebaca agak nyambunglah komunikasinya enggak terlalu lama udah sama-sama nangkel. Biasanya kita ngasih awal tuh moodbard-nya dulu kan. Jadi ee nyamain dulu visinya terus mood-nya terus habis itu ya baru kita masuk ke desain yang lebih detail gitu. enggak langsungjuk-ujuk bawa desain gitu ya Oke. Jadi banyak obrolannya dulu lah ya. Terus satu lagi berarti apakah yang sering lumayan sering mengerjakan renovasi yang ini kan karena konsepnya teman-teman nih cukup ee menarik nih renovasinya tuh kecil-kecil tapi kasih impact yang besar. Apakah sering mengerjakan project seperti itu atau sebenarnya ya karena kita memang ee baru bentuk juga kan studionya ya kurang lebih 2 3 tahunan. He. Nah, itu memang awal-awal pasti banyak renovasi kan. Ada teman, ada saudara yang mau ini ee renovasi gitu. Cuman kita selalu sebenarnya justru pengin menerapkan kita pengin mau apa ya mm ngasih tahu nih bahwa desain itu tuh impactful ke kehidupan kita arsiteknya. Jadi secara arsitektur itu bukan hanya bangunan baru, tapi kayak oh ini ada bangunan lama terus kita suntik sini suntik situ. Jadinya itu jadi wah berubah total gitu. Nah itu kita coba di Harasire itu prinsip itu yang ee yang tadi saya jelaskan di awal itu prinsip itu yang kita coba terapkan di semua desain kita dan selalu ada ceritanya sih. Wah keren keren keren keren keren. Oke sih kalau dari aku cukup segitu. Paling kalau ada teman-teman yang tertarik nih, Mas, mau aduh aku mau renovasi rumah atau mau bangun rumah, pengin didesainin sama Hara Sire, Mas? Ee boleh ee kita kebetulan Instagram-nya antara coba mencoba aktif ya, [tertawa] mencoba aktif kita ada di nomornya ada nomornya ada di situ ee email website-nya ada di situ. Cuman paling enak sebenarnya langsung WhatsApp aja ada di situ di studio eh. Harasire ya. studio. Harasi bahkan [tertawa] username-nya aja lupa ya, tapi Harasire eh H a R s i r. Harasire gitu. Oke, jadi teman-teman bisa langsung cek ke situ aja silakan langsung kontak ke situ tanya-tanya detail. Ya udah teman-teman thank you sudah nonton. Jangan lupa subscribe channel kita Wicak Mifta. Follow Instagram kita Bicakon Mifta Jana. TikTok kita juga Wicak Mifta dan Inspir Dadah. Thank you. Lebih modern lah gitu kesannya. Sebentar maksudnya ada pesan atau apa enggak? pesan makanan kayak anggi juga ya mas [tertawa] soalnya dari tadi ngelihatin

Lihat di YouTube